Sampul Novel GAIRAH LIAR PENGANTIN PENGGANTI

GAIRAH LIAR PENGANTIN PENGGANTI

9.7 / 10.0
Belia Anastasya nekat menjadi pengantin pengganti bagi Bianca demi biaya operasi sang nenek. Ia harus menikah dengan Arkan Devano Haditama, sang pewaris takhta Haditama Group, di bawah syarat ketat untuk tidak jatuh cinta. Meski awalnya Arkan bersikap dingin dan membenci pernikahan ini, satu malam intim mengubah segalanya. Kini, Belia terjebak dilema perasaan, sementara posisinya terancam saat Bianca kembali untuk menuntut haknya.
Ringkasan GAIRAH LIAR PENGANTIN PENGGANTI
Belia Anastasya nekat menjadi pengantin pengganti bagi Bianca demi biaya operasi sang nenek. Ia harus menikah dengan Arkan Devano Haditama, sang pewaris takhta Haditama Group, di bawah syarat ketat untuk tidak jatuh cinta. Meski awalnya Arkan bersikap dingin dan membenci pernikahan ini, satu malam intim mengubah segalanya. Kini, Belia terjebak dilema perasaan, sementara posisinya terancam saat Bianca kembali untuk menuntut haknya.
Baca Selengkapnya

GAIRAH LIAR PENGANTIN PENGGANTI Bab 1

“Semua pria sama. Brengsek!” umpat Belia. Lalu ia memaksa untuk melepaskan tangannya dari genggaman pria tersebut. Wanita bernama lengkap Belia Anastasya itu langsung bergegas masuk ke dalam lift.

Di dalam lift, Belia. cuma bisa menangis, dan meratapi kesedihannya. Ia benar-benar tak menyangka akan mendapatkan nasib sesial itu. Bahkan orang yang dia harapkan untuk menjadi suaminya, mengkhianatinya. Lebih sialnya lagi, wanita yang merebut kekasihnya itu adalah sahabatnya sendiri.

Ia lalu menyeka air mata itu, namun air mata itu terus saja mengalir seperti gletser yang mencair. Tangannya gemetar, dan mengepal mencoba menahan hatinya yang sakit saat mengingat kejadian yang baru saja terlihat.

Lift pun terbuka, ia langsung bergegas menghampiri taksi yang menunggu di depan apartemen. Ia langsung naik ke taksi dan meninggalkan tempat itu.

Di tengah lamunannya menuju ke rumah. Tiba-tiba ponselnya berbunyi, sebuah panggilan dari bibinya. Ia langsung menerima panggilan tersebut. Perasaannya kini tak menentu, ia memperbaiki suaranya. Ia tak ingin terdengar sedih di depan bibinya.

“Halo, bibi. Ada apa?”

“Belia, kamu ke rumah sakit sekarang. Nenekmu masuk UGD.”

“Astagfirullah. Aku kesana sekarang, Bibi.”

“Iya. Cepetan ya. Karena dokter ingin berbicara denganmu.”

“Iya, Bibi.”

Tak lama kemudian, ia tiba di rumah sakit. Ia langsung melangkah ke ruangan neneknya setelah mendapat informasi dari bibinya. Wanita itu langsung memeluk tubuh Belia dengan deraian air mata yang belum mereda.

“Bibi, apa yang terjadi sama Nenek?” tanya Belia penasaran.

“Nanti dokter akan jelasin semuanya. Sekarang kamu temuin dokter di ruangannya,” pinta sang Bibi.

Belia langsung melangkah pergi dari tempat itu setelah beberapa saat memandang wajah neneknya yang masih belum sadarkan diri. Ia tiba di ruangan si dokter. Ia nampak penasaran dan tak sabar lagi menunggu penjelasan si dokter.

“Maaf Dok, saya keluarga Bu Indira. Apa yang terjadi dengan nenekku?” tanya Belia penasaran. Ia menatap si dokter dengan serius, seolah tak sabar lagi untuk menunggu informasi dari dokternya.

“Ibu Indira menderi kanker limfoma stadium 4.”

“Astagfirullah,” ucap Belia. membelalak dan masih belum percaya dengan apa yang dia dengar saat ini. “Apa beliau masih bisa selamat?”

“Bisa. Kita harus melakukan operasi secepatnya. Tapi ...” Si dokter menghentikan ucapannya

Belia tentu saja semakin penasaran dengan kelanjutan ucapan sang dokter.

“Ada apa, Dok?” tanya Belia semakin panasaran.

Si dokter manatap balik. Dari tatapan itu terlihat kalau si dokter merasa berat mengatakan hal itu kepadanya.

“Biaya untuk operasi sekitar lima puluh juta. Kamu harus segera menandatangani surat ini supaya kami segera melakukan operasi pada Ibu Indira,” pinta si dokter.

Belia membaca isi pernyataan tersebut. Isinya membuatnya berpikir, harus mendapatkan di mana uang sebanyak itu. Sementara ia sama sekali tak memiliki uang tabungan, bahkan gajinya di restoran pun tak akan cukup meluniasi tagihan tersebut.

“Aku harus gimana nih,” gumamnya, dalam hati.

Ia tampak dilema dan sejenak memikirkan solusi dari masalah besar yang tengah dihadapi. Ia terus melototi surat tersebut.

“Ada masalah, Bu?”

“Nggak apa-apa, Dok,” jawab wanita itu. “Kasih saya waktu untuk mencari uang 50 juta itu.”

“Baiklah. Secepatnya ya. Jangan sampai terlalu lama, itu sangat berbahaya bagi keselamatan Ibu Indira,” ungkap si dokter.

Belia hanya bisa mengangguk. Ia benar-benar tak bisa menjanjikan apa-apa pada si dokter. Ia masih terus memikirkan cara untuk mendapatkan pinjaman.

Belia lalu bergegas pergi dari ruangan tersebut. Ia menghampiri neneknya lagi di ruangan. Ia tak kuasa menahan air matanya yang kembali jatuh saat ia memandang neneknya yang masih belum sadarkan diri.

“Nek, aku akan berusaha mendapatkan uang biaya operasi Nenek. Aku janji,” ujar Belia. “Nggak mungkin aku minta bantuan pria brengsek itu. Yang ada, dia malah memanfaatkan kelemahanku. Nggak, nggak boleh,” tangkisnya, saat ia memikirkan mantan kekasihnya.

Beberapa saat kemudian, ia harus berangkat kerja. Ia tak tega meninggalkan neneknya sendirian, tetapi ia tak punya pilihan lain. Ia akan dipecat kalau sampai tak masuk kerja hari ini. Ia berniat untuk menyebrang jalan untuk menunggu angkot di seberang jalan.

Tiba-tiba mobil sport tersebut masih melaju dengan cepat ke arahnya. Belia sudah pasrah dengan apapun yang terjadi.

Ssshhhtt

Bunyi rem mobil tersebut membuat jantung Belia seolah mau copot. Ia benar-benar ketakutan. Ia bisa langsung meninggal dunia kalau sampai tertabrak mobil yang melaju sangat kencang. Napasnya berhembus dengan sangat kencang dan tak teratur.

“Aku masih hidup, iya masih,” ucapnya seraya mengatur napasnya.

Pip Pip Pip!

Bunyi klakson mobil di depannya terdengar sangat mengganggunya. Belia terkejut dan menoleh ke mobil itu.

“Cewek gila, minggir dari situ. Udah bosan hidup ya,” teriak seorang pria yang merupakan pemilik mobil tersebut.

Belia malah tak menggubrisnya, ia tetap di posisi semula. Ia seperti tak peduli dengan teriakan pria di dalam mobil tersebut.

“Woy, pergi kamu!” umpat pria itu.

Pria itu memasang wajah yang tidak menyenangkan di depannya. Lalu pria itu menghampiri Belia yang masih mematung. Ia sangat kesal dengan Belia yang belum pergi dari hadapan mobilnya.

“Heran aku, kok ada manusia kayak kamu berkeliaran di jalanan begini. Kalau mau bunuh diri, jangan ajak-ajak orang lain. Jangan-jangan kamu baru lepas dari rumah sakit jiwa ya,” tuduh pria tersebut.

“Jaga ya omonganmu. Jangan mentang-mentang kamu orang kaya, lalu seenaknya menuduhku sembarangan. Rata-rata orang kaya memang nggak punya akhlak,” ungkap Belia, kesal.

“Berani sekalu kamu ngatain aku. Mau aku laporin ke polisi karena penghinaanmu?”

“Aku nggak takut. Lagipula, kamu duluan yang ngatain aku gila, kan?” protes Belia. “Kamu itu yang gila, bawa mobil pake ngebut. Jangan-jangan kamu nggak punya SIM lagi. Iya, kan?”

“Bener-bener kamu nyari masalah sama aku ya. Untung aku lagi baik hati. Kalau nggak, aku udah masukin kamu ke penjara,” ungkap pria itu.

“Bodoh amat!”

Pria itu tampak frustasi menghadapi Belia. Ia pun memilih untuk pergi dari hadapan Belia. Namun sebelum masuk ke mobilnya, ia berhenti dan menatap Belia.

“Lain kali kalau nyari duit, nggak usah pake cara begitu. Tinggal bilang, aku akan kasih sumbangan ke kamu, dasar norak!” hina pria itu, lalu masuk ke dalam mobilnya.

Sebelum mobil itu beranjak, Belia mengambil sepatunya dan melemparkan ke mobil tersebut. Sayangnya, mobil itu terus melaju meninggalkan Belia yang sedang kesal.

“Dasar sombong. Aku doain kamu dapat sial hari ini,” gerutu Belia, lalu ia melangkah ke seberang jalan menunggu angkot.

Sesampainya di tempat kerja, ia langsung bergegas ke kamar kecil untuk mengganti pakaiannya dengan seragam kerja. Sesampainya di dalam kamar kecil. Ia melihat seorang wanita sedang berada di wastafel dan memandang wajahnya di cermin. Keduanya terkejut ketika mereka saling menatap satu sama lain.

Wanita itu langsung menghampiri Belia. Ia terperangah melihat wajah Belia mirip sekali dengan wajahnya. Belia juga terkejut mengetahui hal itu.

“Bagaimana bisa ini terjadi. Kamu siapa?” tanya wanita asing tersebut.

“Be-Belia,” jawab Belia, gagap.

“Aku Bianca,” sahut wanita itu dengan senyum penuh misteri. “Aku punya rencana untuk kita,” sambungnya.

“Rencana apa?”

***

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi GAIRAH LIAR PENGANTIN PENGGANTI

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
9.6
Delapan tahun lalu, ibu tiriku menikah dengan ayah yang tampan namun tak bertanggung jawab. Ayah lebih sering menghilang daripada mengurus keluarga, membuatku hanya tinggal berdua dengan ibu tiriku yang kaya raya. Aku diperlakukan seperti anak sendiri, tapi kebiasaannya mengenakan pakaian seksi perlahan mengganggu pikiranku. Di saat yang sama, aku masih menyimpan perasaan untuk Rania, teman SMA yang ingin kudekati lagi. Namun, kehadiran ibu tiri yang terlalu perhatian itu membuat segalanya menjadi rumit. Antara cinta masa lalu dan godaan yang tak terduga, aku harus memilih jalan yang tepat sebelum semuanya berantakan.
Sampul Novel Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
9.2
Niat tulus Rheina menyelamatkan sahabatnya dari tuan tanah malah berujung petaka. Sang ayah justru menikahi sahabatnya itu sebagai istri keempat, menyeret Rheina ke pusaran konflik keluarga yang kelam dan merusak hidupnya. Di tengah kerasnya tekanan hidup yang dipenuhi makian dan adegan dewasa, gadis lugu ini terperangkap dalam cinta segitiga yang rumit bersama dua pria. Simak perjuangan emosional Rheina menghadapi takdirnya yang sarat liku.
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Nadia Antika selalu sabar menghadapi cemoohan ibu mertua demi cintanya pada sang suami, Askara Brahma. Namun, biduk rumah tangga mereka yang berjalan dua tahun mulai retak saat Askara mendadak bersikap dingin dan penuh rahasia. Kecurigaan Nadia menuntunnya pada kenyataan pahit yang tak terbayangkan. Bagaimana ia menghadapi fakta bahwa suaminya diam-diam mengkhianatinya dengan menjalin hubungan gelap bersama adik iparnya sendiri di dalam rumah mereka?
Sampul Novel Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan
9.3
Hari pernikahan Cherish hancur seketika saat Diego pergi demi menolong Zoey, membuat nenek Cherish syok hingga meninggal dunia tanpa ada yang membantu. Di tengah kedukaan di kamar mayat, Diego justru menghubungi Cherish untuk meminta donor darah bagi Zoey. Merasa dikhianati, Cherish tegas mengakhiri hubungan mereka. Kini, Diego bersujud di bawah guyuran hujan, memohon kesempatan kedua dan bersedia memberikan apa saja, bahkan nyawanya, demi mendapatkan kembali cinta Cherish yang telah pergi.
Sampul Novel Misteri Ular Xaver
8.3
Sekembalinya dari Kota Xaver, ibu membawa patung dewa ular yang dipercaya bisa memberi keawetan muda jika disembah dengan darah menstruasi perawan. Aku dipaksa menyerahkan darahku dan rambutku dipotong untuk dililitkan di patung itu. Namun, aku menyembunyikan rahasia bahwa aku pernah menginap dengan pacarku saat kuliah. Dua bulan kemudian, konsekuensi mengerikan muncul ketika kulit ibu mulai ditumbuhi bercak biru bersisik dan dia mulai berganti kulit layaknya seekor ular.
Sampul Novel Penguasa Abadi Sepuluh Ribu Binatang
8.3
Puluhan ribu anak berusia di bawah sepuluh tahun berkumpul khidmat di Puncak Lundao, Pulau Sepuluh Ribu Binatang. Sebagai murid baru yang telah menemukan akar spiritual mereka, mereka menyimak kisah dari tetua berjubah hijau. Ia menceritakan sejarah sekte yang dirintis oleh sang pendiri legendaris, Wan Beast Immortal Li. Sebelum meraih keabadian, Li hanyalah seorang kultivator biasa dari Kerajaan Qin di Alam Qianyang.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED