Bab 1

Brak!

Pintu kamar terbuka dengan kencang, membuat sepasang sejoli yang sedang berada di atas tempat tidur terlonjak kaget. Bahkan kedua mata pria itu terbelalak saat melihat istrinya berdiri di ambang pintu.

 "Sayang, ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Dia menjebakku, sayang," ucapnya sambil berusaha membela diri.

Bagaimana bisa dikatakan menjebak, saat Keyla Valerie mendengar semua ucapan yang suaminya dan adik tirinya katakan, sungguh rasa sakit yang luar biasa. Bilangnya pergi dinas, tahunya malah bermalam dengan adik istrinya sendiri?  

"Mas, kamu apa-apa sih. Mana ada yang menjebak. Kita sama-sama menginginkannya, bukankah kamu sendiri yang pernah bilang bahwa kakakku ini tidak bisa memanjakanmu?" ucap wanita itu dengan senyum mengejek di wajahnya.

"Kita cerai mas," ucap Keyla yang kemudian pergi dari sana.

Keyla berlari keluar dari apartemen itu, air mata terus mengalir membasahi pipinya. 

"Sayang tunggu!" Teriak Fahri namun Keyla sudah masuk ke dalam lift. Fahri mencoba mengejar sang istri lewat tangga darurat, dia tidak bisa melepaskan istrinya karena bisa membuat bundanya marah.

Keyla yang sudah sampai di tempat parkir hotel tangannya ditarik oleh seseorang lalu tubuhnya didorong hingga membentur mobil yang terparkir disana.

Pemuda itu memiringkan wajahnya dan mengecup bibir Keyla cukup lama membuat Tubuh Keyla menenangkan bukan main. Bahkan Keyla memberontak pun sangat sulit karena pemuda ini malah menggigit bibir Keyla.

"JEAN!" teriak Zaira wanita paruh baya yang berada disana.

"Apa yang kau lakukan anak nakal?" Teriak Zaira dengan menarik telinga putra bungsunya.

"AW AW, mama sakit!" Rengek Jean pemuda berparas tampan, berahang tegas, sorot mata yang tajam, hidung yang mancung, berpostur tinggi, dan berbadan kekar.

"Pa, liat putramu. Astaga." Ucap Zaira kepada pria paruh baya yang berada di sampingnya.

"CK, mama. Anak muda sudah biasa kalau cium-cium begini." protes Jean.

"Heh mulutnya, mau tak jahit kamu hah. Siapa yang ajarin kamu seperti itu?" Ucap Ziarah dengan berkacak pinggang.

"Ya habis mama, dibilang aku gak mau tunangan sama tuh tante-tante masih saja dipaksa."

"Mama gak liat nih, pacar Jean jadi sedih," ucap Jean dengan merangkul pinggang Keyla posesif.

Keyla melotot saat pria ini mengatakan bahwa dia adalah pacarnya, hey kenal saja tidak. Ingin sekali Keyla berteriak namun sayangnya itu hanya terpendam dalam hati.

Zaira, ibu Jean menoleh ke arah Keyla. Dia pandangi Keyla dari atas sampai bawah membuat Keyla sedikit merasa tidak enak dilihat sebegitunya oleh wanita paruh baya ini.

"Kamu kekasih anak saya?" Tanya Zaira.

"Bu_"

"Ya mama, gak usah malu-malu sayang di depan mama. Katanya kamu mau ketemu sama mama kan?" Tanya Jean dengan menaik turunkan alisnya.

"Saya_"

"Ya sudah ajak pacar kamu ke rumah, pertunangan kamu malam ini batal." Ucap Zaira

"Sebagai gantinya kamu harus menikah dengan dia," ucap Alfian dengan merengkuh pinggang sang istri kemudian berjalan menuju mobil yang tidak jauh dari sana.

Melihat kedua orang tua itu sudah sedikit menjauh, Keyla langsung mencubit pinggang Jean membuat pria itu meringis.

"Sssttt, sakit!" Ringis Jean dengan mengusap pinggangnya yang terasa panas.

Dug

Keyla pun menendang tulang kering pria itu membuatnya mengaduh.

"Anj_"

"Gak usah mengumpat, harusnya saya yang marah sama kamu. Berani-beraninya kamu mencium saya!"

"CK, cuman sekedar cium heboh banget," ketus Jean. "Ayo masuk mobil, Lo harus ikut gue ke rumah." Jean menarik tangan Keyla.

Keyla menepis tangan Jean, "Males, ngapain Saya harus ngikut kamu. Lagian kita gak saling kenal jadi gak usah sok kenal sok dekat." Tandas Keyla.

"Lo udah jadi cewek gue, dan kita akan nikah. Jadi mau gak mau Lo harus nikah sama gue." ucap tegas Jean.

"Dasar pria edan!" Umpat Keyla dengan memalingkan wajahnya ke sembarang arah, berbicara sama pemuda keras kepala seperti ini malah bikin naik tensi.

"Keyla!" teriak Fahri membuat tubuh Keyla menegang.

Keyla menoleh ke samping dan terkejut saat melihat suaminya ada disana.

Fahri yang melihat Keyla berbicara seorang pemuda pun mendekat, tanpa aba-aba Fahri menarik lengan pria itu hingga menghadap ke arahnya. Lalu Fahri melayangkan satu pukulan tepat di wajah Jean.

"MAS FAHRI! Apa yang kamu lakukan!" teriak Keyla yang terkejut dengan apa yang suaminya lakukan.

"Kamu membela dia key?" tunjuk Fahri kepada Jean.

"Mas, kamu jangan main_"

"Dasar wanita tidak tahu diri, ternyata kamu pun bermain gila di belakang saya!"

Plak

Keyla menampar wajah Fahri, kedua manik katanya kembali berkaca-kaca.

"Tutup mulutmu mas, aku tidak melakukan hal sekeji itu." bantah Keyla.

"CK, mana ada maling ngaku. Kalau ada penjara penuh." tandas Fahri.

Jean yang tadinya diam memegang pipinya pun akhirnya dia mengerti bahwa pria ini adalah suami dari wanita ini.

"Masuk ke dalam mobil sayang," ucap Jean.

Sudah tanggung dicurigai lebih baik dilanjutkan bukan tuduhannya. Jean membuka pintu mobil, lalu menarik tangan Keyla dan memintanya masuk. Setelah Keyla masuk Ke dalam di ikuti oleh Jean, mobil pun melaju meninggalkan Fahri yang mengacak rambutnya frustasi.

Keyla merasa lega karena suaminya tidak bisa mengejarnya, jadi Keyla Aman saat ini.

Di dalam mobil hening, tidak ada pembicaraan. Keyla nampak berpikir bagaimana caranya lepas dari pemuda ini.

'Ayo mikir Key,' ucap Keyla dalam hati.

Akhirnya Keyla menemukan cara untuk kabur.

Ekhem

Keyla berdehem membuat Jean yang tengah memainkan ponselnya menoleh ke samping.

"Heh Jojon," ucap Keyla membuat Jean melotot horor.

"Siapa Jojon?" Tanya Jean.

"Lah kamu kan, kamu nama nya Jojon?"

"Sembarangan, muka tampan gini Lo bilang gue Jojon? CK. Nama gue Jean Aldy Willard sialan!" Ucap Jean dengan ketus.

"Ya ya salah dikit saja pakai ngegas segala,"

"CK,"

"Tuan muda, maaf kita mampir ke SPBU dulu." Ucap sang supir.

"Ya Kang," jawab Jean.

'Ah pucuk di cinta, ulam pun tiba.' batin Keyla tersenyum ternyata tidak susah buat kabur ada saja jalannya.

Mobil yang dikendarai pun berbelok ke tempat pengisian bahan bakar, setelah mobil berhenti dan pintu mobil terbuka. Keyla memanggil Jean membuat pemuda itu kembali menatapnya. Detik kemudian Jean berteriak.

Argggghhhhh!

Bab 2

Keyla berlari dengan cepat dan berhasil naik ke atas motor kang gojek yang sedang bersiap-siap untuk berangkat. Dengan napas terengah-engah, Keyla meminta tolong kepada kang gojek tersebut untuk mengantarnya pergi ke jalan Artabahana.

"Saya akan membayar dua kali lipat, sekarang!" pekik Keyla dengan suara lantang, membuat kang gojek itu segera menjalankan motornya dengan kecepatan penuh.

Sementara itu, Jean yang berada di dalam mobil merasa kesal. Matanya terasa perih karena bedak tabur yang dilemparkan oleh Keyla ke wajahnya.

"Awas kau, cewek tengik. Gue akan buat penghitungan sama Lo," ucap Jean dalam hati, sambil merasakan rasa kesal yang memuncak.

30 menit kemudian, Keyla tiba di jalan Artabahana dan meminta untuk berhenti tepat di dekat pos satpam. Dengan hati-hati, Keyla membayar kang gojek tersebut sebagai tanda terima kasih atas bantuan mengantarnya.

Setelah membayar, Keyla berjalan menuju rumah yang bercat hijau. Sesampainya di depan pintu, Keyla mengetuk dan mengucapkan salam. Pintu pun terbuka, dan tampak seorang wanita berparas cantik mengenakan hijab keluar dari dalam.

"Onty Ca," lirih Keyla sambil langsung memeluk wanita itu dengan erat.

"Ya Allah, kenapa sayang?" tanya wanita yang dipanggil Caca dengan penuh kekhawatiran.

Keyla semakin histeris, hingga akhirnya Caca mengurai pelukannya dan meminta Keyla untuk masuk terlebih dahulu.

Caca membawa Keyla menuju ruang tamu, tempat di mana keduanya bisa duduk dan berbincang dengan lebih tenang.

Keyla duduk di hadapan Caca, menceritakan segalanya tentang perselingkuhan antara Fahri dengan Rena, adik tirinya, yang terjadi di apartemen Rena. Caca terkejut mendengar pengakuan ini, tanpa ragu ia memeluk Keyla dengan penuh kehangatan, mencoba menenangkan keponakannya yang sedang dilanda kegelisahan.

Setelah beberapa saat, Keyla mulai merasa lebih tenang. Caca pun bertanya kepada Keyla mengenai langkah apa yang akan diambil setelah ini. Keyla menatap tantenya dengan tegas dan mengungkapkan bahwa dia akan segera mengurus surat perceraian, karena Keyla sudah memiliki bukti yang cukup.

"Baguslah, Key. Lebih cepat lebih baik," ucap Caca dengan penuh dukungan.

Keyla kemudian bertanya kepada Caca apakah ada kenalan atau informasi mengenai lowongan kerja. Caca mengingat bahwa Keyla mengambil jurusan Geografi saat kuliah, dan mengusulkan agar Keyla mencoba melamar sebagai guru pengganti di sekolah senior Caca yang akan segera pensiun.

"Serius, Tante?" tanya Keyla dengan penuh harap.

"Ya, besok pagi kita akan ke rumahmu untuk mengambil semua berkas penting dan baju-bajumu, lalu langsung menuju ke sekolah," ajak Caca dengan senyum hangat.

Keyla tersenyum bahagia, "Terima kasih banyak, Tante."

"Sama-sama sayang. Sudah makan?" tanya Caca dengan penuh perhatian.

"Alhamdulillah, sudah Tante," jawab Keyla.

"Ya sudah kamu istirahat gih," ucap Caca sambil mengusap lembut punggung Keyla, memberikan kehangatan dan dukungan dalam situasi sulit yang sedang dihadapi Keyla.

Keyla penasaran dan bertanya kepada Caca tentang keberadaan om Danu, suami Tantenya, dan keponakannya, kenapa rumah terasa begitu sepi. Caca menjawab dengan senyum, menjelaskan bahwa suami dan anaknya sedang pergi ke supermarket karena Cica, putrinya, menginginkan ice cream dan stok di rumah habis.

"Walah begitu, ya sudah Tante. Keyla akan istirahat dulu ya. Selamat malam, Tante," ucap Keyla dengan lembut.

"Selamat malam juga, Key. Semangat," balas Caca sambil memberikan senyuman hangat.

Keyla mengangguk sebagai tanda pengertian, lalu berjalan menuju kamar tamu untuk istirahat. Suasana tenang dan hangat terasa hadir di dalam rumah Caca, membawa sedikit ketenangan bagi Keyla setelah peristiwa yang mengguncangnya.

***

***

Keesokan harinya, Caca dan Keyla sudah siap untuk pergi ke sekolah. Danu, suami Caca, telah berangkat pagi buta untuk meninjau proyek di luar kota.

Cica, putri Caca, masih tertidur pulas di kamar. Caca dan Keyla bersiap-siap dengan tenang, kemudian sarapan bersama di meja makan sambil menunggu suster pengasuh Ica datang.

Tidak butuh waktu lama, sekitar 15 menit kemudian, Suster Ira tiba di rumah. Caca berbicara sebentar dengan suster Ira, memberikan instruksi dan informasi terkait perawatan Cica selama kepergian mereka.

Setelah semua persiapan selesai, Caca dan Keyla pun berangkat menuju sekolah. Mereka meninggalkan rumah dengan harapan dan semangat baru.

Keyla dan Caca tiba di kediaman Keyla, dimana keberuntungan kembali berpihak pada Keyla. Suaminya tidak pulang ke rumah, memudahkan Keyla untuk mengumpulkan semua barang pribadinya tanpa hambatan.

Tidak butuh waktu lama, sekitar 30 menit kemudian, Keyla turun dengan membawa satu koper besar. Caca bertanya, "Sudah, Key?"

Keyla menjawab, "Sudah, Tante."

Namun, saat Keyla hendak pergi, Bi Sumi, ibu dari Keyla, meminta agar Keyla tidak pergi. "Non, jangan pergi," ucap Bi Sumi dengan suara penuh kekhawatiran.

Keyla memberikan penjelasan dengan lembut, "Maaf ya, Bi. Keyla harus pergi. Bi Sumi, jaga kesehatan ya. Nanti kita bertemu lagi."

"Non," ucap Bi Sumi dengan suara sedih.

"Bi, Keyla titip mama Nata ya. Keyla pergi. Assalamualaikum, Bi," ucap Keyla dengan penuh rasa sayang.

"Waalaikumsalam, hati-hati, Non," balas Bi Sumi dengan suara yang terharu.

Keyla dan Caca kemudian berjalan keluar dari rumah, menuju mobil Caca. Sesampainya di dekat mobil, Keyla memasukan koper ke bahagia mobil. Setelah memasukan koper Keyla berjalan ke kursi sebelah Caca.

Mobil pun melaju meninggalkan kediaman Qadafi.

'Selamat tinggal mama, papa, BI Sumi. maafkan Keyla.' batin Keyla menangis melihat rumah yang sudah satu tahun ini memberinya warna, cinta dan kasih sayang.

Bab 3

Sementara itu, di warung pojok yang tidak jauh dari sekolahan, para siswa Cakrawala tengah menikmati sarapan pagi mereka.

"Hari ini Pak aga pensiun, Cok," ucap Aldo.

"Baguslah," seloroh Doni.

"Hooh, bagus pensiun biar gak ada yang bawel," jawab Beni.

"Si Jean masuk?" tanya Aldo.

"Dia chat sih, katanya lagi otw," jawab Doni.

Tiba-tiba, satu notifikasi masuk ke ponsel Aldo, membuat sang pemilik langsung membukanya. Ternyata chat dari Jean.

Big Boss

[Gue langsung ke kelas.]

"Siapa?" tanya Doni.

"Jean, dia bilang langsung ke kelas," jawab Aldo.

"Kuy lah, kita ke kelas," ajak Beni.

Mereka pun bergegas membayar gorengan yang mereka makan, lalu pergi ke kelas. Suasana pagi yang cerah dan semangat anak-anak sekolah yang penuh energi mengawali hari mereka dengan semangat.

***

Di ruang kepala sekolah, Caca menemani Keyla bertemu dengan Bu Tita selalu ibu kepala sekolah SMA Cakrawala.

Setelah melihat berkas Keyla, Bu Tita tersenyum. "Baiklah, Bu Keyla saya terima bekerja disini menggantikan pak Aga. Bu Keyla akan menjadi wali kelas di XII IPS.

"Ya Allah, terima kasih banyak bu." Ucap Keyla.

"Mari Bu saya antar ke kelas," ucap Tita.

"Baik Bu," jawab Keyla.

Ketiganya berjalan keluar dari ruang kepala sekolah, Caca berpamitan kepada Keyla karena dia pun akan mengajar di kelas X MIPA.

Bel sekolah berbunyi, siswa-siswi sudah berada di dalam kelas, termasuk Jean dan gengnya.

Tap tap tap

Suara ketukan hak sepatu tinggi terdengar, membuat seluruh perhatian siswa-siswi tertuju ke arah pintu masuk.

"Assalamualaikum, pagi, anak-anak," sapa Bu Tita.

"Walaikumsalam, pagi, Bu Tita," jawab mereka bersamaan.

Tita berjalan masuk dan berdiri tepat di hadapan siswa-siswi kelas XII IPS.

"Baik anak-anak, sehubungan Pak Aga pensiun, maka hari ini kalian kedatangan Guru baru sekaligus yang akan menjadi wali kelas kalian yang baru," tutur Bu Tita.

"Bu Keyla, silahkan masuk," ucap Tita dengan menoleh ke arah pintu,

Deg

Jean yang awalnya tiduran di kursi belakang seketika terbangun, dan mata tajamnya menatap ke arah pintu. Entah mengapa, tiba-tiba jantungnya berdetak lebih cepat.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," sapa Keyla saat masuk ke dalam kelas.

Netra Jean menatap Keyla tak berkedip. Namun tidak lama Jean tersenyum tipis kepada Keyla, ah mimpi apa semalam Jean sampai takdir mempertemukan mereka kembali.

'Gotcha!' ucap Jean dalam hati.

Sedangkan ketika netra Keyla memindai semua siswa-siswi sampai netranya bertemu dengan manik mata yang tajam babak seekor elang yang tengah mengintai mangsa.

'Mampus kamu Key,' umpat Keyla dalam Hati. Niat menghindari pemuda gila semalam malam menjadi wali kelasnya, sungguh malang sekali hidup Keyla.

"Silahkan Bu, perkenalkan diri.' ucap Bu Tita.

"Ha? Oh ya bu." Ucap Keyla

"Pagi anak-anak, perkenalkan nama saya Keyla Valerie. Kalian bisa panggil saya Bu Keyla," ucap Keyla dengan tersenyum manis.

"Bu!" Panggil Doni membuat Keyla menoleh.

"Ya, ada yang mau ditanyakan?" Tanya Keyla.

"Kalau saya mau manggil ibu, sayang boleh?" Tanya Doni membuat Keyla geleng-geleng kepala.

"Anjayyy sayang gak tuh!" Ledek Aldo membuat seisi kelas menertawakan Doni.

"Bu, saya mau tanya. Ibu masih single?" Tanya Aldo gini yang bertanya.

"Ekhem, ya saya sudah menikah." Jawab Keyla.

"Umur ibu berapa Bu?" Tanya Beni.

"Saya usia 25 tahun" Jawab Keyla.

Tita menggelengkan kepalanya melihat siswa-siswi yang antusias bertanya kepada guru muda ini.

"Sudah-sudah, Bu Keyla. Kalau begitu saya keluar dulu ya bu. Selamat mengajar di hari pertama." Ucap Tita kepada Keyla.

"Terima kasih banyak Bu kepsek," jawab Keyla.

"Jangan kaget ya Bu mengajar di kelas spesial ini, banyakin sabarnya." canda bBu Tita membuat Keyla terkekeh.

Sedangkan Jean yang melihat kekehan Keyla itu tertegun, wanita ini semakin cantik dan menjerat dirinya.

"Mari Bu," Tita pun melangkah keluar kelas.

"Anjay si gendut, bilang kelas spesial dia pikir kita apaan anjay." ujar Doni tak terima.

"Baiklah anak-anak, sekarang saya mau absen kalian dulu. Siapa yang tidak masuk hari ini," ucap Keyla yang kemudian berjalan menuju meja. Keyla mengambil buku absensi lalu membukanya.

"Adam,....,.....,.....,.....James?"

"Hadir Bu,"

"Jean Adly willard," ucap Keyla. Jean mengangkat tangannya lalu tersenyum membuat siswi-siswi yang berada di dalam kelas berteriak histeris. Pasalnya ini perdana mereka melihat senyum sang bad boy sekolah.

"Astagfirullah, demi apa senyumnya semanis itu."

"Huaaaa, Dede pengen dihalalin nya!"

"Ayang Jeje, mau gak jadi pacar Cece,"

Kelas seketika heboh karena ulah Jean yang tersenyum, sedangkan Jean sama sekali tidak terganggu. Netra tajamnya masih menatap lurus ke arah Kayla, Kayla sendiri bingung kenapa heboh pikirnya.

"Apa sayang," sapa Jean dengan suara beratnya, sungguh suara itu sangat menggoda iman kaum hawa. Para siswi pun berteriak mendengar Jean yang menggoda wali kelasnya.

"Anjimm Cok, sayang gak tuh?" Ledek Doni membuat yang lain tertawa.

"CK, bisa ae kalau mata liat yang bening." Timpal Aldo.

"Eling Je, eling. Pamajikan Batur astagfirullah," ucap Beni membuat seisi kelas tergelak dibuatnya.

"Heh onta, ada kata-kata begini, Istri orang lebih menggoda." ucap Aldo dengan menaik turunkan alisnya.

"Slebewwwwww!" timpal Doni. Membuat seisi kelas semakin tertawa terbahak-bahak.

"Sudah-sudah jangan ribut ya, kita lanjut absen selanjutnya." Ucap Kayla dengan gugup, sialnya pemuda ini sempet-sempetnya menggoda dasar buaya cap botol kecap.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED