Seorang gadis cantik tengah mematut dirinya di depan cermin, sebuah gaun terusan berwarna putih gading dengan model bahu terbuka tampak begitu pas membalut tubuh rampingnya.
Keyla tak berhenti menyunggingkan senyum manis di wajahnya. Hari ini adalah hari penuh kebahagiaan karna hari ini adalah hari pertunangannya dengan Andrew sang kekasih. Sudah tiga tahun Keyla menjalin cinta dengan pria pujaannya dan akhirnya hari ini pria itu akan resmi melamar dirinya.
“Keyla, kamu udah siap?" tanya Renata, ibu Keyla.
“Iya Mom, bagaimana dengan penampilanku?" Keyla meminta pendapat dengan berbalik menghadap ibunya.
Seketika Renata terpana melihat kecantikan anak pertamanya itu.
“Astaga bidadari darimana ini?” puji Renata.
Keyla hanya tertawa mendengarnya.
“Ayo kita turun dan segera pergi ke gedung acara lamaranmu, keluarga andrew dan para undangan lain mungkin sudah menunggumu sayang,” ajak Renata.
Keyla mengangguk. Acara lamaran itu memang sengaja diadakan disebuah gedung tak jauh dari rumah Keyla.
Keyla akhirnya turun ke bawah bersama ibunya, dia masuk ke dalam mobil yang sudah disediakan Andrew untuk membawanya. Sementara ibunda Keyla bersama adik dan ayahnya naik di mobil yang lain yang berbeda.
Keyla duduk canggung di jok belakang sambil menarik napas dalam dalam, ah rasanya gugup sekali padahal ini baru acara lamaran saja belum masuk ke tahap yang lebih serius, yakni pernikahan.
Saat Keyla tengah berusaha menetralkan suasana hatinya, ia malah tersentak karna sang supir tiba tiba saja menginjak rem secara mendadak, hal itu tak ayal membuat tubuhnya langsung terpental sesaat ke arah depan. Keyla mengaduh sambil mengangkat kepalanya.
“Pak ada ap...” belum sempat Keyla melanjutkan ucapannya. Tiba tiba ia kembali dibuat terperangah saat melihat mobilnya kini sudah dikepung oleh beberapa orang dari sisi kanan dan kiri. Seorang lelaki yang berdiri dipintu samping jok supir tampak menodongkan senjata ke arah kaca sang supir.
Tok tok tok!
“Buka pintunya” Interupsi dari salah seorang lelaki lain berpakaian serba hitam yang kini berdiri tepat di samping tubuh Keyla membuat gadis itu langsung menoleh dan membeku ketakutan.
“Jangan dibuka Pak!” pinta Keyla ditengah ketakutan dan kepanikan yang tengah menderanya.
Namun sang supir yang merasa terancam dengan todongan senjata itu akhirnya memilih mengabaikan permintaan Keyla. Supir itu akhirnya membuka kunci pintu mobilnya dengan sekali tekan.
Saat pintu berhasil dibuka dari luar, Keyla langsung bergerak mundur untuk menghindari tarikan tangan pria yang mencondongkan badannya ke dalam mobil.
“Lepas! Siapa kalian?” tanya Keyla dengan meronta membabi buta.
“Diam nona, jangan sampai kami berbuat kasar padamu!” geram lelaki yang kini berhasil menyambar pergelangan tangan Keyla.
Tubuh Keyla ditarik keluar meski gadis itu terus memberontak melakukan perlawanan sengit. Detik berikutnya Keyla akhirnya berhasil dipindahkan ke dalam mobil yang mencegatnya tadi. Gadis itu menangis histeris dan terus berteriak meminta pertolongan.
Karna tidak ingin semuanya kacau, akhirnya salah seorang pria yang duduk di sebelahnya membekap mulut Keyla dengan sebuah sapu tangan yang sudah dibasahi obat bius. Keyla masih meronta namun tak lama tubuhnya semakin melemas dan kegelapan pun perlahan meraup kesadarannya.
“Jangan sentuh wanita ini, dia milik Tuan Nick. Ayo, kita harus segera membawanya ke mension!”
Mobil yang membawa Keyla pun akhirnya melesat pergi meninggalkan tempat kejadian.
Seorang wanita tengah melenguh kesakitan dengan posisi badan yang menungging, kepalanya terdongak dan bibirnya terbuka lebar mengeluarkan desahan bercampur ringisan manja, sementara tubuhnya terhentak hentak tak beraturan seiring dengan liarnya pergerakan si ulet bertubuh kekar di belakangnya.
Kalau dihitung hitung laki laki itu sudah setengah jam lebih menghujam intinya seakan ia memang berniat menghancurkan area itu.
“Tuan, sakit. Tolong hentikan kumohon,” pintanya mengiba, berharap laki laki itu akan berbelas kasih memberinya kelonggaran, hari ini sejak pagi sudah hampir tiga waktu ia dihujam masuk tanpa ampun, namun laki laki di belakangnya seolah tidak pernah puas dengan kegiatannya.
Wanita itu mencoba bangun namun Nick langsung menekan punggungnya dengan kuat, rasa panas menjalar sebab kuku Nick menancap di area sana.
“Diam, aku belum keluar. Kau benar benar sudah merusak mood bercintaku, sialan!” umpatnya dengan napas yang terdengar memburu tak beraturan.
Peluh keringat mengalir di kulit tubuhnya yang berwarna cokelat perunggu, menambah kesan seksi, apalagi otot otot tubuhnya yang bak pahatan roti sobek menambah kesan perfect pada siapapun kaum hawa yang memandangnya.
Ya, dialah sosok penuh karisma yang selama ini dieluh-eluhkan banyak orang di luar sana, pria itu bernama Nick Nickolay, seorang CEO pemilik dari tiga perusahaan raksasa yang bergerak di bidang properti.
Kekuasaan juga kekayaannya tidak perlu dipertanyakan. Nick adalah pewaris utama dari keluarganya, ayahnya telah pensiun dan kini menyerahkan semua kekuasaannya itu pada satu satunya anak lelakinya itu.
Sebenarnya Nick punya satu adik kandung yang sangat ia sayangi melebihi nyawanya sendiri. Adik Nick bernama Livia, namun karna suatu alasan, adik Nick kini tengah terbaring lemah di dalam kamar perawatan yang ada di mensionnya.
“Argh.” Nick akhirnya mengakhiri pergulatan panasnya dengan menggeram keras. Ia langsung menarik diri dari wanita yang terkapar di depannya, Nick melepaskan pengaman yang sudah penuh oleh cairan miliknya. Kemudian ia membuangnya ke atas tong sampah begitu saja.
“Pergi dari hadapanku, kau sama sekali tidak membuatku puas!” umpat Nick kesal. Dari sekian banyak wanita yang ia sewa, sampai detik ini Nick rasanya belum menemukan satupun yang mampu membuatnya bertekuk lutut untuk mengakhiri petualangannya, rasanya hambar dan Nick hanya menginginkan pelepasan tanpa bisa menikmati setiap permainannya.
Setelah melempar cek kosong ke arah wanita itu, Nick memanggil Eliot masuk.
“Bawa dia keluar dari hadapanku sebelum aku berubah pikiran dan menghabisinya!”
Wanita tersebut menoleh ketakutan dan langsung bergerak turun dari ranjang memungut pakaiannya.
Nick duduk menyilakan satu kakinya di atas sofa, pandangannya masih tertuju lurus pada Eliot, dia mengambil cerutu lalu tak lama asap tebal pun terlihat mulai mengepul keluar dari bibir tebalnya.
“Baik Tuan Nick," Eliot langsung melirik ke arah wanita yang sedang memakai pakaiannya itu, bukan hal tabu di mension ini melihat pemandangan yang sebenarnya cukup menyayat hati ini.
Nick adalah seorang hyper, ia tidak akan menemukan kata puas untuk yang satu ini. Namun walaupun begitu Nick selalu memakai pengaman selama ia berhubungan. Pria itu sangat menjaga kebersihan dan kesehatan para wanita sebelum ia memakainya.
Setelah membawa pergi wanita itu, Eliot pun kembali ke kamar Nick. Laki laki itu masih terlihat sibuk menyesap cerutu yang diapit kedua tangannya.
“Ada apa, kau mau melaporkan sesuatu padaku Eliot?” Insting Nick selalu tepat sasaran. Seperti biasa dia sangat lihai membaca ekspresi seseorang termasuk Eliot.
“Ya Tuan muda, sebenarnya saya ingin memberitahu jika wanita yang Tuan inginkan itu sudah sampai di mension ini beberapa menit yang lalu.”
Nick langsung membuang asap ke udara sambil menyipitkan mata. “Siapa? Calon tunangan Andrew si brengsek itu? Siapa namanya?” Nick menggerakkan jari telunjuknya berputar putar di hadapan pengawal setianya itu.
Eliot menjawab, “Kelya Shanom namanya, Tuan.”
“KEY--LA?” Nick mengeja nama wanita yang diculik paksa ke mensionnya itu dengan seringai tipis yang menakutkan.
“Nama yang cantik, bawa dia ke ruangan bawah tanah. Aku tak sabar ingin bermain main dengannya!”
Eliot hanya menganggukkan kepala tak bertanya apa apa lagi, jika Nick mengatakan dia ingin bermain, berarti Eliot harus mempersiapkan semuanya.
Seorang pelayan wanita datang karena suruhan Eliot. Pelayan itu bersimpuh di depan Nick sambil menyodorkan nampan berisi pecut dan tali merah di atasnya.
Nick menyeringai sambil mengambil kedua benda itu. “Let's play baby!”
Pekik Keyla saat Nick mulai naik ke atas ranjang dan menindih tubuh indahnya.
Nick langsung menyerbu tubuh indah itu dan menghirup aroma memabukkan dari tubuh Keyla. Sungguh aroma tubuh ini begitu membuatnya kepayang.
“Kau sangat sensitif, baru disentuh begitu saja sudah kewalahan!” cibir Nick.
Keyla hanya bisa melipat bibir, bagaimana tidak kewalahan, ini adalah pertama dan sesuatu yang baru untuknya.
Keyla semakin terisak saat gaun pertunangannya tiba tiba telah raib dari tubuhnya, tentu karna perbuatan tangan Nick yang lancang.
“Wow, ternyata kau menyembunyikan berlian yang sangat berkilau sayang…”
Nick memuja tanpa sadar. Dia semakin terangsang ketika memperhatikan kedua payudara indah Keyla. Ukurannya lebih besar sedikit dari kepalan tangannya. Bagian putingnya masih berwarna merah muda, seperti belum pernah terjamah oleh apapun.
Nick mengulurkan tangannya menangkup bagian itu.
“Ukurannya sangat pas, masih sangat kencang,” puji Nick.
Nick merendahkan kepalanya dan memandang bagian indah itu secara bergantian.
"Sakit.." Keyla menjerit saat putingnya tiba tiba di gigit dan ditarik oleh deretan gigi putih Nick.
“Owh, kau mau aku bermain lebih lembut sayang?” tanya Nick.
Keyla jelas tak tersanjung dengan sindiran halus Nick itu, karna detik berikutnya Nick kembali berkata dengan nada yang lantang. “Bermimpi lah jalang!”
Keyla semakin menangis terisak saat Nick membuka dan melebarkan kedua kakinya. Laki laki itu kembali menyerbu tubuhnya, meninggakkan banyak goresan cinta yang ia ciptakan dengan bibirnya. Keyla menangis terisak namun Nick seolah mematikan hati nuraninya.
“Sudah cukup, aku tak sabar memasuki mu sayang..”
Nick terpaku sejenak memperhatikan area inti gadis itu, terlihat mungil dan sempit, tak pernah Nick melihat bentuk yang seperti itu sebelumnya, namun karna sudah dikuasai gairah dan rasa benci yang tak terbendung, Nick akhirnya mengabaikan semua itu.
Dia mengurut miliknya yang sudah mengeras sejak tadi, Keyla menggeleng di sisa tenaganya. Nick mulai mengusap pelan dengan menggesekkan ujung miliknya ke bibir vagina Keyla.
Tubuh Keyla melengkung saat ujung milik Nick berhasil melesak ke dalam intinya yang sempit.
“Hentikan, sakit!”
“Sial, kenapa sulit sekali menembus mu jalang?!” Nick mengumpat ditengah usahanya membobol vagina Keyla.
Keyla melemah sebab tenaganya sudah terkuras habis.
“Jangan diteruskan, aku mohon..” lirih Keyla dengan tangis berurai.
Nick malah menatapnya remeh.
“Cih, simpan air mata buaya mu, aku yakin kau sering melakukan ini dengan kekasihmu itu bukan!?” tanya Nick dengan tatapan penuh kebencian.
Keyla hanya terdiam sambil menyorotnya dengan tatapan penuh luka. Untuk apa dia menjawab pertanyaan laki laki itu, toh Nick tidak akan pernah mempercayainya.
Nick akhirnya melepaskan ikatan ditangannya saat yakin Keyla tidak akan lagi sanggup memberontak.
Jari jari pria itu mengisi kekosongan disela sela jari jari Keyla, meletakkannya disamping kiri dan kanan kepalanya. Nick menatapnya lurus, ia kemudian melanjutkan kegiatannya dengan mendorong kuat pinggulnya, menghimpit liat sempit itu berkali kali.
Keyla menjerit kesakitan saat benda besar itu terus memaksa melesak menembus selaput keperawanannya. Seolah ingin mengoyak dan menghancurkan liangnya.
Nick mengerang, wajahnya memerah dan bibirnya terbuka lebar mengeluarkan desahan.Tak pernah ia merasakan perasaan senikmat ini, bergumul bersama wanita lain. Nick tak pernah mendapatkan perasaan luar biasa seperti dengan gadis ini.
“Ugh, diam lah jalang, sedikit lagi!” umpatnya. Dan detik berikutnya Nick kembali menyentak, kali ini begitu kuat dan dalam hingga akhirnya miliknya pun berhasil terbenam sempurna dalam liang sempit dan hangat milik Keyla.
Jeritan Keyla kembali lolos, air mata meniti keluar berbarengan dengan rasa sakit luar biasa yang baru pertama kali ia rasakan ditubuhnya, namun kali ini Nick menyumpal jeritannya dengan sebuah ciuman panas.
Ia meremas payudara Keyla dan ikut mengerang menikmati sensasi kedutan di bawah sana.
“Kau sangat nikmat sayang, begitu erat dan mencengkeram!”
Air mata Keyla semakin deras, itu bukanlah pujian bagi Keyla melainkan sebuah hinaan besar. Hilang sudah keperawanan yang selama ini ia jaga. Nick merenggutnya tanpa belas kasih sedikitpun.
Nick menegakkan punggungnya sesaat, memperhatikan ke bawah karna penasaran kenapa milik Keyla rasanya sangat berbeda.
Ia menarik rudal besarnya keluar hingga ujungnya yang berbentuk jamur itu lolos dari bibir vagina Keyla, berbarengan dengan itu setitik noda merah menetes jatuh ke bawah seprai putih di bawahnya, membuat Nick langsung terbelalak dengan wajah yang sangat syok.
“Kau… masih perawan?”