Sampul Novel Rintihan Sekretaris Suamiku

Rintihan Sekretaris Suamiku

7.9 / 10.0
Eva Renata selalu tulus merawat Ebin Permana sebagai istri yang berbakti. Sayangnya, kebahagiaan mereka hancur setelah Ebin tergoda oleh kecantikan Dinda, sekretaris barunya. Stuart, sang asisten, melihat langsung perselingkuhan Ebin di hotel kala Eva menanti di rumah. Kebohongan ini terbongkar sewaktu Eva datang ke kantor dan mendengar suara mesra dari dalam ruang kerja suaminya. Sangat terpukul oleh kenyataan itu, Eva kini mulai mengawasi gerak-gerik liar Ebin dan wanita simpanannya.
Ringkasan Rintihan Sekretaris Suamiku
Eva Renata selalu tulus merawat Ebin Permana sebagai istri yang berbakti. Sayangnya, kebahagiaan mereka hancur setelah Ebin tergoda oleh kecantikan Dinda, sekretaris barunya. Stuart, sang asisten, melihat langsung perselingkuhan Ebin di hotel kala Eva menanti di rumah. Kebohongan ini terbongkar sewaktu Eva datang ke kantor dan mendengar suara mesra dari dalam ruang kerja suaminya. Sangat terpukul oleh kenyataan itu, Eva kini mulai mengawasi gerak-gerik liar Ebin dan wanita simpanannya.
Baca Selengkapnya

Rintihan Sekretaris Suamiku Bab 1

Bab 1

Senandung ringan di teras rumah dengan cat putih bersih. Bunga bunga terasa segar kala pemiliknya menyirami mereka dengan air yang segar. Matahari mulai naik perlahan hingga sinarnya menghangat.

Ini masa masa yang paling di sukai Eva. Sinar matahari pagi yang menyegarkan.

"Aaaahhh ... Segarnya ..." Eva adalah sosok yang sangat lemah lembut pada semua tanamannya atau pun peliharaannya.

"Poppy" Eva memanggil kucingnya yang tengah menjilati kukunya di teras rumah itu.

"Sini Pop, berjemur" Eva membawa Poppy ke pangkuannya di bawa sinar matahari pagi.

"Sayang?" Ebin keluar dari rumah dengan langkah lebarnya.

"Udah siap? Udah semua yakin?" Eva meneliti semua yang di bawa Ebin.

"Udah semua kok, makan siang udah nih di dalam. Makasih yaaa ... Aku mau berangkat dulu ... Pulang juga paling jam biasanya Sayang" Pamit Ebin sambil mengecup kening Eva.

"Hati hati ya ..."

"Iya ... Bye Poppy" Ebin berlalu menuju mobilnya yang sudah terparkir di halaman rumah.

Eva melambaikan tangannya kala melihat ban mobil mulai bergerak menjauh. "Eeemm Poppy kita bersih bersih rumah yuuukk" Eva menurunkan Poppy dari pangkuannya.

Eva mulai meneliti rumahnya, ada beberapa kertas yang berserakan di lantai. Ada purniture miring dan sebagainya, "Haaaaaa" Eva memulai tugasnya seorang diri. Eva tak memiliki asisten rumah tangga. Ia memilih mengerjakan semuanya sendiri.

Meski Ebin kadang kasian padanya yang sibuk sendiri di rumah, tapi Eva bersikeras untuk tidak menggunakan asisten rumah tangga. Karena Eva masih menganggap biasa saja pekerjaan seperti menyapu dan mengepel apalagi mencuci baju dan mencuci piring.

Eva adalah wanita yang suka sekali bersih bersih. Mungkin dia bisa di sebut OCD jika terlalu sibuk mengatur ruangan agar rapi.

Keringat bercucuran dari pelipisnya, hampir semua pekerjaan di lakukan Eva sendiri. Tapi ia merasa segar setelah melihat ruangan yang bersih, rapi dan tersusun.

Setelahnya barulah Eva membersihkan diri.

***

Di tempat lain, Ebin di puaskan dengan pekerjaan semeja penuh.

"Stuart, kenapa belakangan ini banyak banget pekerjaan. Tuh liat?" Ebin mengadu pada asistennya.

"Hehe iya, kamu 'kan udah buka cabang baru di kota sebelah. Jadi banyaklah pekerjaan kamu, kamu pilah berkas berkas itu, aku udah koordinasi sama cabang di kota sebelah, untuk semua dokumennya bermap biru, jadi kita mudah bedakan dengan map berkas lainnya" tutur Stuart sang asisten Ebin.

"Haaahhh ... Kamu cukup hebat Stuart. Kenapa kamu malah mau ikut aku ke perusahaan kecil gini? Kamu bisa aja buka perusahaan sendiri 'kan?" Cicit Ebin memandang Stuart.

"Ya ... Aku cari ilmu di sini dululah, nanti habis aku bisa dan paham barulah aku buat sendiri ... Kamu 'kan tahu aku ini kayak apa" Stuart menatap Ebin malas.

"Iya yaaa ... Manja" soroh Ebin.

"Udah tahu nanya" Balas Stuart.

Ebin dan Stuart sudah berteman lama sejak masa kuliah. Sampai sekarang pun Stuart masih terus mengikuti Ebin kemanapun, Stuart tipe laki laki yang simpel dan tak ingin banyak berpikir. Itulah yang membuat dia memilih menjadi asisten Ebin. Ia hanya perlu mengontrol dan memeriksa, dari pada menjadi seperti Ebin yang di penuhi pikiran kiri dan kanan.

"Eh Stu! Kamu udah ketemu calon Sekretaris aku? Untuk di cabang baru itu?" tanya Ebin sambil memperbaiki kacamata anti radiasinya.

"Oh kayaknya besok dia datang. Hari ini dia interview sama Norin" Sahut Stuart sambil terus memainkan ponselnya.

"Ooohh gitu" Jawab singkat Ebin sambil mengangguk anggukkan kepalanya.

"Sudah hampir 4 hari aku gak ada Sekretaris, masa aku sendiri yang harus angkat telpon telpon yang cuma beberapa menit aja dan kadang kurang penting" cicit Ebin.

"Iya sabar donk"

"Aahh kamu ini! Sana pergi ke ruangan kamu juga, pantau terus pekerjaan yang lain" Titaj Ebin.

"Aciap bosku" Stuart berlenggang keluar dari ruangan Ebin.

"Ada ada aja anak itu" Ebin menggelengkan kepalanya.

***

Pukul 6 sore Ebin sampai di rumah. Guratan lelah dan penatnya begitu terlihat. Eva sudah menunggunya di teras rumah.

"Sayang?" Eva mengambil tas Ebin untuk mengurai lelah suaminya.

"Heemm makasih Sayang ..." Ebin merasa beruntung memiliki istri seperti Eva.

"Iya, mau mandi atau makan dulu?"

"Mandi aja ah biar segar. Abis itu makan deh" Pilih Ebin.

Eva menunggu Ebin sampai selesai mandi, di tempat tidur sudah di siapkannya baju untuk Ebin.

Eva menunggu sambil memainkan ponselnya. Ia melihat berbagia chanel memasak yang menjadi favoritnya.

Ceklek ...

Kamar mandi terbuka dan Ebin keluar terlihat lebih segar dari sebelumnya.

Ebin mengenakan pakaian dan langsung bergabung dengan Eva.

"Nonton apa nih?"

"Biasa" Eva memperlihatkan tontonannya.

"Heemmm mau coba masak itu?" Ebin menyerngitkan keningnya.

"Iya ... Kayaknya enak" Kekeh Eva.

"Pasti enak, apalagi kalau kamu yang masak Sayang" Ebin mengecup kening Eva.

"Sayang ... Eeemmm aku boleh minta sesuatu?" Tanya Eva tiba tiba.

"Apa?" Ebin menunggu pertanyaan Eva.

"Sayang, aku bosan sendiri di rumah ... Seandainya aku punya baby kayaknya seru Sayang" Ungkap Eva.

"Astaga sayang ... Kirain apa. Tapi 'kan kita udah janji tunggu setahun usia pernikahan kita baru kita punya anak, aku masih mau dapat banyak perhatian dari kamu sayang ... Nanti kalau kamu punya Baby, nah yang rawat aku siapa? Yang perhatiin aku siapa?" Manja Ebin.

"Iya udah deh ... Sebentar lagi 'kan setahun pernikahan kita sayang, ya deh ... Aku siap tunggu" Ucap Eva lagi mengurungkan niatnya memiliki anak dengan Ebin.

Keduanya saling mencintai tapi entah kenapa Ebin belum memiliki keinginan untuk memiliki anak. Sedangkan Eva, ia siap kapan saja. Tapi karena Ebin belum siap jadi ia memilih untuk mengikuti keinginan Ebin.

Tiba tiba ponsel Ebin berdering menganggu kebersamaan Eva dan Ebin.

"Siapa?" Eva membaca nama yang tertera di layar ponsel Ebin.

"Biasa tuh" Ebin memperlihatkan nama itu.

"Stuart?" Eva terkekeh.

"Angkat dulu, mungkin penting. Aku mau ke dapur siapkan meja makan. Nanti abis telpon langsung turun ya kita makan malam" Intruksi Eva.

"Siap sayangku" Ebin menerima panggilan dari Stuart.

"Halo Bin, besok sekretaris kamu datang. Dia akan perkenalkan dirinya dulu sebelum di kirim ke cabang baru" Terdengar suara Stuart dari sebrang telpon.

"Stu kamu itu di mana sih?" Ebin mengerutkan keningnya.

"Di kamar mandi" Sahut Stuart.

"Pantesan. Suara airnya kencang banget. Kamu lagi kencing ya?" Duga Ebin.

"Enak aja ... Itu suara keran. Aku mau mandi, jadi idupin keran. Dah aaahh aku mau kasih tahu itu aja" pamit Stuart.

"Siapa namanya ooyyy!"

"Aaaaaaa ... Siapa tadi? Dinda Dinda" Ucap Stuart lagi.

"Heeem. Oke dah mandi sana ...!" Ebin langsung memutuskan panggilan telpon itu.

"Dinda? Dinda!" Ebin mengulang nama itu agar ia tak lupa keesokkan harinya.

Segera Ebin turun dari kamarnya menuju dapur. Eva pasti sudah menunggunya di sana.

"Ayo makan suamiku Sayang" Ajak Eva sangat lembut.

"Makasih ... Waahh kayaknya enak banget nih" Puju Ebin melihat menu menu yang ada di meja makannya.

"Udah jangan di liatin, makan gih" Titah Eva manja.

"Siap Nyonya"

Itulah sekilas keseharian Ebin dan Eva. Sudah hampir setahun usia pernikahan mereka tapi Ebin masin mengurungkan niat untuk memiliki anak. Satu yang Ebin takutkan jika ia memiliki anak, ia takut akan kesulitan mengurusnya, apalagi Eva seorang wanita yang tak ingin memiliki pembantu atau asisten rumah tangga. Ebin takut Eva tak mampu mengurusnya sendiri. Pasti akan melibatkan dirinya. Itulah yang membuat Ebin belum ingin memiliki anak. Biarlah Eva menikmati masa masa kebersamaan mereka ini.

###

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Rintihan Sekretaris Suamiku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Aku Tak Punya Siapapun Lagi
9.3
Divonis hanya memiliki sisa tiga hari akibat gagal hati akut, seorang istri harus menghadapi kenyataan pahit saat suaminya, David, memberikan kuota uji klinis terakhir kepada Emma, sang adik angkat. Alih-alih melawan, ia memilih menghentikan pengobatan, menyetujui perceraian, serta merelakan anak dan bisnis perhiasannya diambil alih oleh Emma. Di saat seluruh keluarganya memuji keputusan tersebut tanpa rasa curiga, ia menanti reaksi mereka saat ajal akhirnya menjemputnya.
Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly, siswi berprestasi, menyimpan rahasia medis yang memalukan. Ia mengidap galaktorea yang membuatnya memproduksi ASI tanpa pernah hamil. Saat rasa sakit akibat kondisi hormon ini tak lagi tertahankan di sekolah, ia terpaksa meminta tolong kepada gurunya di ruang guru. Kejadian tak terduga itu menjadi awal mula rahasia mereka. Hubungan guru dan murid ini pun perlahan berubah menjadi jalinan asmara rumit yang sangat berisiko bagi keduanya.
Sampul Novel CINTA DI MUSIM SEMI
8.0
Dalam kisah romansa modern ini, David dan Arina memulai perjalanan emosional yang menuntun mereka pada kebahagiaan sejati. Berlatar keindahan bunga musim semi yang bermekaran, keduanya belajar saling memahami dan mengisi kekosongan jiwa masing-masing. Seiring berjalannya waktu, hubungan mereka tumbuh dengan begitu indah. Momen singkat di musim ini berhasil menyatukan dua hati dalam sebuah ikatan cinta yang tulus, kuat, dan sangat mendalam bagi mereka berdua.
Sampul Novel En-PD158
8.7
Demi menyembuhkan putra kandungnya dengan Lin Yanran yang terkena leukemia, Zhou Yu'an meminta cerai setelah tiga tahun pernikahan. Ia memohon kepada sang istri agar diizinkan memiliki anak lagi dengan mantan kekasihnya itu sebagai pendonor sel penyelamat. Di balik janji setianya untuk kembali setelah proses medis selesai, sang istri justru menemukan pesan provokatif dari Yanran yang telah menanti kedatangan Yu'an untuk menghamilinya malam itu juga.
Sampul Novel Godaan Liar Sang Ustazah
8.5
Kisah romansa dewasa untuk pembaca usia 21 tahun ke atas ini menguak sisi kehidupan tersembunyi yang jarang dibahas. Di balik topeng kesucian, terdapat luka mendalam, dilema, serta kerinduan emosional yang rumit. Melalui penyampaian yang realistis dan eksplisit, Anda diajak merenungkan jati diri di tengah kegelapan demi meraih titik terang. Sebuah bacaan penuh makna tentang pencarian hakikat hidup dan cinta yang berliku, siap memberikan sudut pandang baru yang mendalam bagi pembacanya.
Sampul Novel Istri Pengganti
9.7
Rayhan hancur setelah dikhianati calon istrinya. Demi meluapkan kekecewaan, ia nekat memaksa Zahra menikah dengannya. Zahra tentu saja terkejut dan langsung menolak rencana gila itu. Tak tinggal diam, Rayhan menawarkan sebuah butik sebagai imbalan jika Zahra bersedia menggantikan posisi pengantin wanita yang kabur. Akankah Zahra menerima tawaran tersebut dan sanggup hidup sebagai istri pengganti bagi pria sedingin Rayhan?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED