Bab 1

Hari ini, ada penyambutan besar-besaran untuk sang dewa perang di kota Auburn. Kisah dari sang dewa perang berjuluk Raven, memang sangat luar biasa dan menjadi buah bibir di negara Hawking selama berbulan-bulan.

Raven pernah memimpin seratus ribu prajurit Negara Hawking untuk melawan dan menghancurkan musuh dari negara Fandor yang berjumlah satu juta prajurit dengan perlengkapan perang yang canggih.

Kemenangan besar dan gilang gemilang itu, adalah kemenangan yang menjadi cikal bakal kekalahan Negara Fandor atas Negara Hawking sehingga negara besar yang selama ratusan tahun ditakuti oleh Negara Hawking, tiba-tiba telah menjadi jajahan Negara Hawking dan itu semua karena kehebatan dan kebesaran nama Raven, sang dewa perang.

Raven yang selalu tampil dengan baju perang dan helm perang di tengah medan pertempuran yang menutupi seluruh wajahnya, membuat wajahnya tidak dikenal oleh para pengagumnya. Dan hari ini, untuk pertama kalinya Raven akan turun dari pesawat militer untuk menyapa rakyatnya.

Kehebatan Raven di medan perang, membuat namanya melambung tinggi, melebihi sosok presiden di negara Hawking ini.  Dan ini membuat ada banyak sekali pasang mata yang menyerbu bandara untuk sekedar melihat Jenderal Raven, sang dewa perang.

**

Sementara itu, sebuah pesawat baru saja mendarat di bandara Kota Auburn, yang merupakan kota terbesar kedua di Negara Hawking.

Seorang pemuda berusia dua puluh lima tahun sudah mengambil sebuah helm yang dia pakai untuk langsung menutupi wajah tampannya.

Seorang pria berumur 40 tahunan mentap heran pada pemuda itu. "Jenderal Besar Raven. mengapa kamu menutup wajahmu?"

"Auburn adalah kota kelahiranku. Aku putuskan untuk masih merahasiakan diriku dari semua orang yang mengenalku di kota ini," tandas Raven.

"Bolehkah aku tahu alasannya? Karena mendengar cerita masa kecil jenderal disini yang direndahkan dan dianiya hingga hampir tewas di kota ini, justru kemunculan jenderal pada hari ini, akan membuat semua mata terbuka, mulut menganga, lutut bertekuk melihat transformasi yang jenderal alami selama 3 tahun ini, jenderal."

"Tidak, Brigjen Bryan Dick. Aku putuskan untuk datang ke kota ini sebagai sosok yang tidak jauh berbeda dengan lima tahun yang lalu. Aku ingin melihat, siapa yang bisa menerimaku dan siapa yang tidak. Aku ingin melihat, siapa yang membelaku dan siapa yang tidak. Kalau dulu, aku tidak berdaya, sekarang ini, aku bisa merubah hidup mereka. Yang kejam padaku, akan aku perlakukan lebih kejam. Yang baik padaku, maka aku juga akan jauh lebih baik padanya."

"Aku mengerti, Jenderal. Oh iya, Sebentar lagi walikota Auburn dan juga gubernur Nagara bagian Auburn akan naik ke atas pesawat ini. Jadi, apa yang akan aku katakan pada mereka berhubung penyambutan untuk Jenderal Besar Raven sudah mereka siapkan?"

"Bilang saja kalau Jenderal Raven tiba-tiba putuskan untuk tidak menemui mereka."

Bertepatan dengan kata-kata Jenderal Raven itu, tiba-tiba pramugari pesawat mengumumkan kalau pintu pesawat akan segera dibuka.

Raven putuskan untuk menanggalkan helm perangnya dan membuka jubah kebesarannya. saat ini, dengan memakai baju sederhana, Raven putuskan untuk turun dari pesawat.

Dengan memakai baju sederhana, Jenderal Raven berpapasan dengan Gubernur dan Walikota Auburn yang baru saja hendak naik ke atas pesawat.

Dua orang petinggi di Auburn ini yang sejak beberapa hari terakhir ini telah mempersiapkan pesta penyambutan untuk Jenderal Besar Raven, kini melewati orang yang sangat mereka hormati itu tanpa mereka tahu kalau orang itu telah berpapasan dengan mereka.

Jenderal Raven meneruskan perjalanannya dengan tenang, melewati lautan manusia yang terus mengelu-elukan namanya.

"HIDUP JENDERAL BESAR RAVEN. HIDUP SANG JENDERAL BESAR RAVEN. JAYALAH NEGARA HAWKING DI DALAM PERLINDUNGAN JENDERAL RAVEN YANG PERKASA."

"SEMOGA JENDERAL BESAR RAVEN DIKARUNIAI UMUR PANJANG. SEMOGA JENDERAL RAVEN TERUS BERJAYA."

"BRAVO JENDERAL BESAR RAVEN."

Itulah sebagian kata-kata dari para rakyat dan pejabat di kota Auburn ini yang saat ini terus didengar oleh Jenderal Raven saat Jenderal Raven melewati mereka. Tidak ada seorang pun yang menyadari kalau sosok yang sedang mereka elu-elukan itu adalah sosok pemuda berpakaian sederhana yang saat ini sedang melewati mereka.

"Jenderal-jenderal negeri kita di masa lalu cuma sanggup memukul mundur ribuan musuh tapi Jenderal Raven sanggup menghancurkan jutaan musuh. Jenderal di masa lalu cuma sanggup mempertahankan negara dari negara penjajah tapi Jenderal Raven sanggup mengalahkan dan menguasai negara musuh. Jenderal Raven benar-benar luar biasa." Itulah nyanyian yang mulai dinyanyikan para warga yang menyemut di bandara ini.

Tapi, Jenderal Raven memilih untuk melewati mereka dan bergerak menuju keluar bandara.

Dua orang tergopoh-gopoh mengejar Raven. Seorang di antaranya sudah melewati Jenderal Raven dan berkata, "Brigjen Bryan meminta kami berdua untuk membantumu jen ..."

"Ssssttt. Jangan menyebut namaku." Buru-buru Jenderal Raven sudah menaruh telunjuknya di bibirnya.

"Baik."

"Kalau kalian ingin membantuku, panggil aku dengan nama asliku. Daniel. Aku suka karena kalian memakai baju sipil. Karena itu, aku bolehkan kalian berdua mengikutiku."

"Baik, jen ... e ... Daniel. Aku kapten Thomas dan ini Sersan Juno, siap bertugas," bisik Thomas.

"Iya. Jangan terlalu banyak peradatan. Aku tahu siapa kalian. Kalian pernah bahu membahu denganku di Medan perang, jadi, aku tahu siapa kalian."

"Terimakasih." Thomas tidak kuasa menahan haru karena ternyata jenderal kebanggaannya tahu siapa dirinya.

"Ada transportasi militer yang sudah disediakan untuk kita, jenderal," timpal Juno.

"Jangan. Tinggalkan semua itu. Kita pakai taksi online." Daniel menyebutkan alamat yang dia ingin tuju.

"Baik, jen ... e ... Daniel." Thomas segera meminta Juno untuk memesan taksi. Thomas dan Juno sangat bangga karena bisa menjadi ajudan dari jenderal yang sangat mereka kagumi itu.

**

Beberapa saat kemudian, dengan menumpang taksi online, Daniel atau Jenderal Raven sudah duduk di jok belakang bersama dengan Thomas sementara Juno duduk di depan bersama dengan supir taksi online.

"Kita akan kemana, Daniel?" tanya Thomas sesaat setelah mobil mulai berjalan.

"Aku ingin pergi ke rumah pujaan hatiku. Mudah-mudahan dia masih mengenalku."

"Dia pasti mengenalmu, Daniel."

"Maksudku, mudah-mudahan dia belum jadi milik orang lain. 3 tahun sudah berlalu. Aku tidak tahu akan apa yang terjadi padanya."

**

Mobil berhenti di depan sebuah rumah mewah. Tapi, ada banyak sekali mobil yang terparkir dan ada banyak sekali hiasan di depan rumah ini.

"Nampaknya ada sebuah pesta pernikahan, Daniel. Ya. Tak salah lagi. Ini adalah sebuah pesta pernikahan."

"Iya. Kamu betul, Thomas. Ini adalah sebuah pesta pernikahan." Daniel langsung turun dari mobil dan melangkah ke arah pintu masuk utama dari rumah yang sedang menyelenggarakan acara nikah itu.

Seorang satpam bertubuh gempal nampak mendekati Daniel. "Heh! Kenapa sepertinya aku mengenalmu. Hah! Apakah kamu bocah penyakitan itu!"

"Ini memang aku, Kelo." Daniel menatap satpam itu. Dia teringat akan perlakuan satpam ini yang pernah memukulnya dan bahkan sempat menginjak-injak tubuhnya saat dia sudah tidak berdaya lagi.

Bab 2

Kelo langsung tersenyum setelah mendapatkan pengakuan dari Daniel ini. "Huh! Aku pikir kamu sudah mati ternyata kamu masih hidup."

"Jangan khawatir, Kelo. Aku masih segar bugar di dunia ini," tukas Daniel.

"Sekarang kamu mau apa ke tempat ini, hah! Hari ini adalah hari pernikahan antara Mr Richard dan Nona Wilona."

"Wilona menikah?" gumam Daniel.

Daniel terbayang di pandangan matanya akan gadis remaja yang menjadi alasan mengapa Daniel sempat bertahan bertahun-tahun tinggal di rumah ini walaupun terus dihina, diejek, direndahkan bahkan dipukul oleh para penghuni rumah ini.

Wilona adalah satu-satunya alasan mengapa Daniel tetap tinggal di tempat ini. Gadis kecil itu adalah alasan yang membuat dia tetap bisa bertahan menghadapi siksaan demi siksaan di rumah ini pada beberapa tahun yang lalu.

"Wilona, gadis kecil itu sudah menikah?" tanya Daniel.

"Umurnya sudah 17 tahun dan dia dinikahkan dengan Mr Richard yang merupakan anak dari pengusaha kaya di kota Auburn ini," tukas Kelo.

Saat ini ada banyak tamu yang mau masuk ke dalam rumah sehingga dengan kasar Kelo mendorong Daniel yang masih sedang berpikir itu.

Daniel putuskan untuk mundur dan mendekati Thomas serta Juno. "Kalian cari tahu soal pernikahan yang terjadi di tempat ini. Cari tahu soal pernikahan Wilona dan Richard. Cari tahu siapa Richard dan apakah dia pantas untuk Wilona. Cepat!"

"Baik, jen ... eh, Daniel." Juno yang merupakan ahli IT di militer negara Hawking, langsung mengeluarkan handphonenya melakukan beberapa kali penelusuran hingga akhirnya dia berkata, "aku sudah dapat, Daniel."

"Apa yang ditulis di situ?" tanya Daniel yang sampai saat ini pikirannya masih dipenuhi dengan kenangan dia bersama Wilona, satu-satunya orang yang membuat rumah ini berkesan indah baginya.

Rumah ini adalah rumah horor bagi Daniel di masa lalu, karena di rumah ini dia mendapatkan hinaan, cacian, pukulan, tendangan dan bahkan hampir melepas nyawa di rumah ini.

Sambil melihat handphonenya, Juno berkata, "ternyata Mr Richard ini adalah langganan dari rumah surga dan itu terlihat dari banyak sekali postingan di mana dia sering vlog di sana dan sering memamerkan kehidupan mewahnya di rumah surga."

"Apa itu rumah surga?" tanya Daniel.

"Rumah surga mendapatkan sebutan rumah surga itu karena rumah itu adalah surga bagi para lelaki hidung belang karena di rumah surga itu, menyediakan banyak sekali wanita bayaran kelas atas dari berbagai negara. Tamu-tamunya dari kalangan atas dan juga berasal dari berbagai negara. Banyak uang harus dihabiskan para lelaki kalau ingin menikmati wanita-wanita di tempat itu."

Mendengar itu Daniel langsung menggeleng-gelengkan kepalanya. "Wilona, gadis kecilku, gadis polos itu tidak pantas mendapatkan suami seperti itu. Huh!"

"Ada lagi, Daniel. Sesuatu yang mengerikan soal Richard."

"Apa itu?"

"Dia dicurigai terlibat dalam beberapa korupsi mega proyek dengan beberapa kementerian di negara ini hingga berakhir dengan persidangan tetapi saksi-saksi tiba-tiba tewas di saat Richard sudah akan dipanggil untuk menjadi tersangka dalam kasus itu."

"Hmmm. Dia semakin tidak pantas untuk Wilona."

"Dia juga mendapatkan 7 kali tuntutan pengadilan atas kasus pelecehan dan pemerkosaan tetapi dari 7 kasus itu belakangan tidak ada satupun yang berlanjut ke pengadilan, Daniel."

"Mengapa begitu?"

"Ada kasus di mana keluarga dari wanita yang diperkosa mendapatkan kompensasi besar dari Richard sehingga kasus dihentikan walaupun wanita korbannya masuk rumah sakit jiwa karena tidak bisa menerima kenyataan orang yang memperkosanya bebas dari jeratan hukum."

"Huh! Orang kejam itu sama sekali tidak pantas untuk Wilona!" geram Daniel.

"Kasus-kasus lainnya tidak berlanjut karena saksi utama yaitu si korban pemerkosaan dan pelecehan tiba-tiba ditemukan tewas terbunuh."

"Aku benar-benar tidak bisa biarkan ini!" Daniel betul-betul marah mendengar track record dari Richard. Dia yakin kalau Wilona dipaksa untuk menikah dengan Richard, karena itu dia harus menghentikan pernikahan ini.

Kelo kembali menghadang Daniel saat Daniel hendak masuk ke dalam tapi dengan satu tangannya, Daniel berhasil mencengkram kerah baju Kelo dan mendorong Kelo ke depan hingga tubuh Kelo menabrak jendela kaca dari luar ke arah ruang tamu rumah.

Pernikahan yang baru saja akan dimulai di mana dua pengantin baru saja naik ke panggung  atau altar pernikahan, kini langsung terhenti setelah terdengarnya suara keras saat Kelo dilempar dari jarak beberapa meter untuk masuk menerobos kaca jendela ruang tamu keluarga Hasting ini.

Para tamu langsung berpaling ke belakang menatap ke arah Kelo. Kelo terlihat berlumuran darah karena menabrak kaca. Dia langsung dibantu oleh beberapa temannya sesama sekuriti di rumah ini. Mereka berusaha mengeluarkan pecahan kaca di lengan dan wajah Kelo.

Dengan wajah geram, Daniel memasuki ruang tamu yang juga menjadi tempat acara pernikahan antara Wilona dan Richard ini.

"Dia yang memukulku. Dia yang memukulku," kata Kelo sambil menangis dan menunjuk-nunjuk ke arah Daniel yang baru saja masuk di acara nikah ini dengan diikuti oleh Thomas dan Juno.

Daniel tidak memperdulikan Kelo. Matanya kini hanya tertuju ke arah pengantin wanita yang berada di altar pernikahan sana. Dia terus melangkah tanpa mempedulikan yang lain.

Beberapa security terpancing karena apa yang terjadi pada Kelo dan kini mulai mengejar Daniel.

Thomas dan Juno langsung melakukan apa yang mereka bisa. Mereka langsung menghadang orang-orang yang berusaha untuk memukul Daniel sehingga tidak ada satu pun yang sanggup menyentuh Daniel.

Karena itu, tanpa halangan berarti Daniel sudah langsung bergerak menuju ke arah depan untuk mendekati altar.

"Kak Daniel," kata sang pengantin wanita yaitu Wilona setelah dia bisa melihat dengan jelas orang yang mendatanginya saat ini.

"Ini aku, Wilona. Maafkan aku yang terlambat datang tapi aku datang untuk menyelamatkan kamu dari orang itu. Orang itu sama sekali tidak pantas untukmu." Daniel menunjuk ke arah Richard.

"Siapa kamu, berani mengatakan aku tidak pantas dengan Wilona!" Richard melotot ke arah Daniel.

Beberapa orang lelaki langsung naik ke atas panggung, berdiri di samping Richard dan menatap ke arah Daniel.

"Dia adalah Daniel. Huh, ternyata dia belum mati," kata seorang pria berwajah kemerahan karena sedang mabuk. Dia nampak menggeram marah ke arah Daniel.

"Sebenarnya dia itu siapa, Pedro?" tanya Richard kepada pria berwajah kemerahan.

"Dia adalah anak angkat di keluarga ini tapi setelah kerja di perusahaan keluargaku, dia malah mencuri uang di perusahaan ayahku sehingga kami semua bersaudara memukulnya," jawab Pedro.

"Ya betul. Dia dulunya suka mencuri di perusahaan ayahku. Ayah angkatnya sendiri. Bukti-buktinya sudah ada padanya sebagian uang yang dia curi berada di mejanya tapi dia tidak mau mengaku sehingga kami menghajarnya," timpal Beto, adiknya Pedro.

"Kalau dia datang untuk mengacau pernikahanku, maka segeralah kalian singkirkan dia," kata Richard sambil menunjuk ke arah Daniel.

"Pasti, Richard." Setelah itu, Pedro, Beto dan seorang adiknya lagi yang bernama Vito kini sudah turun ke bawah panggung untuk menghadang Daniel.

"Tiga tahun lalu kami pernah menghabisimu sampai kamu tidak berdaya. Sekarang kesempatan itu akan datang lagi." Pedro menyeringai.

Daniel menggeram. "Sayangnya buat kalian adalah, aku bukanlah aku 3 tahun yang lalu."

Bab 3

Pedro, Beto dan Vito saling pandang dan tertawa-tawa. Tiga tahun yang lalu mereka berhasil mengeroyok dan menginjak-injak Daniel dengan dibantu oleh beberapa satpam dan kali ini mereka juga yakin kalau mereka akan berhasil menghancurkan Daniel.

"KAK PEDRO, KAK BETO, KAK VITO, JANGAN MEMUKULNYA," teriak Wilona dengan wajah khawatir.

Tiga tahun yang lalu, Wilona sempat melihat saat Pedro, Beto dan Vito memukuli Daniel hingga berdarah-darah dan setelah itu membawa Daniel pergi entah ke mana.

Saat Pedro, Beto dan Vito pulang ke rumah, Wilona langsung bertanya tentang Daniel tapi tidak ada satupun yang menjawab pertanyaan Wilona itu.

Hanya Kelo, sekuriti di rumah ini yang menjawab kalau kemungkinan Daniel sudah dihabisi oleh Vito dan Beto.

Saat itu adalah saat yang paling menyedihkan bagi Wilona. Dia terus menangis dan mengurung diri dalam kamarnya selama 3 hari, menangisi ketidakmampuannya untuk melindungi Daniel, kakak angkatnya yang selalu dekat dengannya itu.

Kini Wilona sangat kaget saat melihat kemunculan Daniel, tepat di hari pernikahannya.

Ada rasa bahagia yang sangat melihat lelaki yang selalu dia impikan ternyata berhasil pulang dengan tidak kurang suatu apapun dan bahkan terlihat gagah dan lebih tampan di pandangan mata Wilona.

Namun saat Wilona melihat Pedro, Beto dan Vito sudah mengurung Daniel, maka memori masa lalu di saat Daniel dikeroyok dan diseret keluar dari rumah ini kembali terbayang di benak Wilona.

Karena itu, Wilona mulai berteriak-teriak meminta Pedro, Beto dan Vito untuk tidak mengeroyok Daniel.

Tapi hal itu tidak digubris oleh Pedro, Beto dan Vito. Mereka terus saja maju untuk menyerang Daniel.

Richard yang sejak tadi sudah membayangkan akan segera menikmati malam pertama dengan Wilona, dan akan mendapatkan kesucian Wilona yang dia nantikan selama ini, kini menjadi sangat cemburu dengan perhatian yang diberikan oleh Wilona kepada Daniel.

"Dia sudah menjahati keluargamu, menyelewengkan uang ayahmu. Mengapa kamu masih mengasihani dia?" Richard mencengkram tangan Wilona. Dia sudah dikuasai rasa cemburu.

"Itu hanya fitnah. Daniel tidak mungkin melakukan itu. Daniel bahkan yang memajukan perusahaan sehingga dia mendapatkan kepercayaan yang sangat besar dari ayahku. Karena itulah ada banyak orang yang cemburu sehingga terjadi fitnah kepada Daniel, padahal Daniel tidak mungkin melakukan itu." Wilona menggeleng-gelengkan kepalanya.

Sejak dulu Wilona memang tidak pernah percaya akan cerita kalau Daniel telah menyelewengkan banyak uang di perusahaan ayahnya.

Karena pada kenyataannya, perusahaan ayahnya bahkan sudah mulai hancur karena sikap boros dari Norma sang ibu serta Pedro, Beto dan juga Vito yang banyak melakukan korupsi di perusahaan.

Hanya saja, saat Daniel dipercayakan memegang bagian keuangan, Daniel berhasil merombak banyak sektor.

Dari tangan dingin Daniel juga, maka beberapa proyek besar berhasil didapatkan perusahaan ayahnya Wilona sehingga membuat ayahnya Wilona sangat memuji Daniel.

Hanya saja, keadaan itu tidak berlangsung lama, ketika fitnah mulai dilancarkan oleh Pedro kepada Daniel.

Pedro yang ingin menguasai proyek besar di pemerintahan yang didapatkan oleh Daniel, mulai memfitnah Daniel hingga berujung kepada pengeroyokan kepada Daniel.

Karena itu, Wilona sama sekali tidak percaya kalau Daniel akan melakukan korupsi karena Daniel adalah orang yang memajukan perusahaan yang sudah hampir kolaps itu.

Saat ini, Wilona merasa tidak perlu memberikan penjelasan tentang Daniel kepada Richard, karena dia tahu orang macam apa Richard ini.

Wilona tahu kalau Richard adalah orang jahat yang seharusnya tidak patut menjadi suaminya tetapi Wilona tidak berdaya. Ada kerjasama proyek besar di mana Richard mengucurkan dana besar untuk proyek milik ibunya Wilona dan mengharuskan Wilona menjadi istrinya Richard.

Karena itu, Wilona tidak kuasa menentang keinginan Norma itu dan juga kakak-kakaknya Wilona yang menghendaki Wilona menjadi tumbal untuk kerjasama bisnis dengan Richard.

Wilona mulai menutup matanya dia takut hal yang pernah terjadi kepada Daniel akan kembali terjadi saat perkelahian yang terjadi di antara Daniel dan lawan-lawannya berlangsung.

Wilona pikir, dia akan segera mendengar teriakan kesakitan dari Daniel seperti yang pernah dia dengar 3 tahun yang lalu. Teriakan kesakitan yang membuat Wilona menutup telinganya karena tidak tahan mendengar suara teriakan kesakitan dari Daniel itu.

Saat itu, Wilona sempat berteriak-teriak meminta pengeroyokan dihentikan tapi tidak ada yang mengikuti permintaan Wilona itu.

Saat ini, Wilona kembali berteriak meminta supaya pengeroyokan kembali dihentikan tetapi tidak ada yang berhenti yang terdengar hanyalah jeritan kesakitan.

Tapi beberapa saat kemudian, Wilona mulai membuka matanya karena ternyata jeritan kesakitan yang dia dengar saat ini, bukanlah jeritan kesakitan dari Daniel tapi jeritan kesakitan yang berturut-turut berasal dari Pedro, Betto dan juga Vito.

Wilona membuka matanya dia melihat wajah bengkak Pedro, Beto dan juga Vito, yang tiga-tiganya sama-sama sudah berada di lantai. Sepertinya mereka bertiga baru habis dijatuhkan ke lantai.

Pedro berteriak meminta para security untuk membantu mereka.

Para security itu sebenarnya sejak tadi sudah dipukul mundur oleh Thomas dan Juno, karena itu mendengar teriakan bos mereka, mereka langsung mendekati posisi bos mereka.

Thomas dan Juno yang melihat para security beralih melewati jalan sebelah untuk menuju ke arah depan, maka kini mereka sudah maju ke depan dengan posisi tepat berada di depan Daniel untuk membantu Daniel.

Melihat itu, Daniel berbisik kepada mereka, "mundurlah ke belakang. Biar aku yang menghadapi mereka sendirian."

Sebagai prajurit militer, Thomas dan Juno tidak pernah membantah perintah atasan mereka. Apalagi yang memerintahkan mereka pada saat ini adalah atasan tertinggi di militer dan merupakan perintah tertinggi yang harus mereka hormati.

Karena itu, Thomas dan Juno tanpa membantah lagi langsung mundur ke belakang untuk membiarkan Daniel sendirian dikepung oleh Pedro, Beto, Vito dan juga para security.

Para tamu acara pernikahan yang sebelumnya berada di depan, kini sudah berdiri di belakang. Mereka ingin menyaksikan apa yang terjadi. Mereka melihat ini adalah pertikaian dari keluarga tuan rumah karena itu mereka tidak panik atau tidak takut mereka memilih untuk menonton dan menunggu perkembangan lebih lanjut.

Tidak ada satupun dari para tamu yang berusaha untuk menelpon polisi. Mereka memilih untuk tidak ikut campur dan hanya menonton dari kejauhan. Mereka yakin, keadaan akan segera kondusif lagi.

Ada 11 orang yang kini sudah mengepung Daniel dan itu kini ditambah dengan Pedro, Beto dan Vito yang baru saja bangun setelah sempat tumbang di lantai. Sehingga total ada 14 orang yang siap mengeroyok Daniel.

Tapi walaupun sudah dikepung musuh dengan jumlah total 14 orang, tidak terlihat raut ketakutan di wajah Daniel.

Justru ketakutan itu ada di wajah Wilona. Sebelumnya dia memang sempat lega saat melihat Pedro, Beto dan Vito berhasil dijatuhkan Daniel. Tapi melihat lawan yang dihadapi Daniel saat ini yang berjumlah jauh lebih banyak dari sebelumnya, maka Wilona kembali menjadi khawatir.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED