Pagi hari di hari Minggu nampak cerah dan mendamaikan jiwa maupun raganya. Angin begitu sejuk jika di resapi, dan suara kicauan burung bagaikan melodi yang indah. Suara orang orang di sekitarnya sangat ramai dan menandakan ketenangan dan kehangatan.
Waktu itu, Devano masih berusia 2 tahun dia sudah bisa berlarian dan bermain bersama para Bodyguardnya. Yah, dia bermain tidak dengan sembarang orang karena di luar sana banyak sekali orang yang ingin mencelakai keluarga Lauder, bukan hanya mencelakai tetapi musuh nya Lauder ingin sekali membunuh para keturunannya, lebih tepatnya lebih banyak musuh orang tuanya Lauder.
Namun, dengan kecerdasan dan kelicikannya Lauder musuhnya itu tidak mudah untuk di celakai. Bahkan bukan Lauder yang terjebak tetapi malah sebaliknya, Lauder sangat kuat, hebat, dan tidak bisa di kalahkan. Namun di sisi lain ada juga orang yang hebat berkat bantuan nya, Lauder bisa hidup sampai sekarang. Waktu jauh sebelum Lauder menikah dengan istrinya yang bernama Bella Thessaly.
Orang yang selalu membantu Lauder di saat dia sedang kesusahan adalah adiknya sendiri, ia bernama Alexs. Waktu itu Lauder mengalami kecelakaan dia jatuh ke jurang sampai koma beberapa bulan. Dengan bantuan Alexs yang memberikan donor darah nya, Lauder bisa melewati masa kritisnya. Namun sampai saat ini belum di ketahui apa penyebabnya dia sampai mengalami kecelakaan namun pada saat itu ia masih berusia antara 18 tahun masih remaja bukan?
Devano anak yang sudah memiliki ketampanan dari lahir, mata dia berwarna biru, hidung nya yang mancung, dan badannya yang masih mungil. Dia sangat di gemasi oleh semua orang yang melihatnya. Ibunya Devano sangat sayang kepadanya, dia tidak pernah meninggalkan Devano sendirian.
Devano yang sedari tadi bermain bersama ibunya dan di awasi oleh Bodyguard nya, tiba tiba saja Lauder datang dan membawakan hadiah kecil untuk mereka berdua.
"Eh kamu udah pulang," kata Bella Thessaly
"Iya, aku sengaja pulang lebih awal karena aku udah tidak tahan menahan rinduku kepada Devano," kata Lauder sambil memberikan kadonya.
Ketika di buka, ternyata kadonya berisi sebuah sertifikat Mansion baru untuk istrinya dan sebuah rumah mewah untuk Devano.
"Hadiah apa yang kamu berikan ini?" Bella nampak terkejut karena bukan hadiah ini yang dia inginkan.
"Kalo kamu nggak suka gapapa, simpan saja dulu di laci," Lauder hanya berkata santai.
Di sana Bella hanya berkata, "Terimakasih," dengan begitu Lauder menjawabnya, "Sama sama,"
Tiba tiba saja Alexs datang untuk bertemu dengan Devano keponakan kecilnya itu, Devano sangat senang ketika bertemu dengan pamannya Alexs. Devano mengajak Alexs untuk pergi ke taman.
Di taman mereka berdua bermain kesukaannya Devano yaitu bermain perosotan. Tidak hanya itu Devano sangat cerita ketika melihat Lauder dan Bella ikut bermain bersamanya. Sungguh keluarga yang harmonis dan sangat menenangkan.
Hari mulai sore akhirnya Alexs berpamitan untuk pulang ke rumah nya. Dan tidak hanya itu ia juga berbicara soal kekasihnya itu.
"Kak, aku sudah mempunyai calon yang pasti kakak akan setuju,"
"Kalau begitu, ya bagus kakak tunggu ya nanti jangan lupa bawa ke sini," kata Bella Kakak iparnya Alexs.
"Wah, dapet dukungan nih dari kakak ipar makasih loh ka. Tetapi dari kakak sendiri belum memutuskan jawaban nya, jangan di gantung dong kak," candaan dari Alexs
"Iya, kakak juga setuju aja." Ucapannya begitu tegas dan sangat di setujui oleh Lauder.
"Tapi dia tidak tinggal di sini ka tetapi dia sudah pindah ke Itali, namun aku percaya suatu saat nanti jika kami dipertemukan akan bersatu meski jarak itu sangat jauh," jawaban dari Alexs sangat optimis.
Dengan begitu Alexs pun pulang ke rumahnya, dengan senyuman yang berbinar di pipi mulusnya itu. Dalam hatinya dia berkata "Oh Tuhan, mimpi apa aku semalam? Aku tidak menyangka jika aku di setujui oleh kakak ku yang begitu dingin,"
Ya, waktu dulu Lauder sangat dingin kepada adiknya itu. Namun semenjak adiknya yang sudah menolongnya dia berubah 180° menjadi orang yang sangat baik dan sangat peduli kepada semua orang, kecuali kepada para musuhnya.
Pada malam hari Devano terbangun, dia menangis dengan kencang se kencang-kencangnya, membuat se isi mansion itu panik dan kebingungan harus berbuat apa dan bagaimana. Akhirnya Lauder pun menghubungi dokter pribadinya itu untuk memeriksa kondisi anaknya.
Namun setelah di periksa hasilnya nihil, tidak ada apa apa dan hasil pemeriksaan pun tubuh Devano sehat tidak kenapa-kenapa. Dokter pun sempat kebingungan, selang beberapa menit dokter pun memberikan saran untuk meminta bantuan orang pintar.
Akhirnya Lauder pun menelepon Alexs untuk mengirim orang pintar ke mansion nya itu, selang beberapa menit Devano berhenti menangis ketika di tinggalkan oleh Lauder Devano menangis lagi namun tangisan kali ini sangat kencang.
2 jam kemudian Alexs datang bersama orang pintar itu, ketika di amati ternyata Devano di ganggu oleh arwah mansion itu. Orang pintar itu menjelaskan kepada Lauder dan Bella, dalam hati dia merasa bersalah karena telah membohonginya. Semua itu ia lakukan semata mata istri dan anaknya tidak ingin ketakutan dan mencemas kannya.
Ia berkata "Sebenarnya mansion ini tidak baik jika di pakai untuk anak balita seperti anak anda tuan, karena di takutkan jika terjadi hal hal yang tidak di inginkan tuan, itu hanya saran dari saya selebihnya terserah anda saja," jelas dari orang pintar itu.
"Pantas saja setiap tengah malam, anak saya Devano selalu menangis," kata Lauder
"Baik lah, demi keselamatan anak saya. Saya akan meninggalkan mansion ini," kata Bella
Akhirnya mereka sudah membulatkan rencananya dengan matang untuk pindah dari mansion nya ini. Mansion ini memang sudah tua, alasan Lauder membeli mansion ini karen unik saja, dan terbuat dari bahan bahan yang kuno. Namun Lauder menyàrankan kepada Bella untuk sementara waktu tinggal saja dulu di rumah Alexs.
Dengan begitu Bella pun menyetujui nya, karena menurut dia tinggal di rumahnya Alexs tidak jauh lebih aman bahkan sangat aman, menurut Bella. Sambil menunggu hari esok Bella pun tidur bersama Devano dan Lauder pergi ke luar karena ada urusan soal pekerjaanya.
Pekerjaan Lauder sangat bagus, dia adalah CEO Batu bara dan Berlian. Tidak heran jika hartanya begitu banyak, harta sebagian nya merupakan peninggalan dari orang tuanya Lauder Orang tua Lauder meninggal sejak 1 tahun yang lalu dia berdua mengalami kecelakaan dan saking parahnya mereka berdua meninggal di tempat.
Hal itu membuat Lauder dan Alexs terpuruk, terutama Lauder sangat menyesal karena kematian orang tuanya dia tidak sempat bertanya apa apa. Lauder pada saat itu bagaikan orang yang tidak mempunyai arah dan tujuan, tidak menyangka orang tuanya bisa meninggalakannya dengan cepat.
Saking emosi nya Lauder dia melakukan pelacakan di berbagai negara untuk mengetahui siapa yang sudah membuatnya celaka. Dia sangat frustasi dan sampai berpikir ingin mengakhiri hidupnya, namun ditahan oleh Alexs dengan begitu sedikit demi sedikit Lauder pun mengikhlaskannya. Tetapi dia dan Alexs bersikeras untuk melakukan pencarian soal kecelakaan itu.
Pagi telah tiba, tidak sabar Bella ingin segera pindah ke tempat Alexs. Karena sejak awal Bella tidak suka ia tinggal di mansion dia lebih suka tinggal di rumah seperti orang lain. Namun Lauder dalam soal keinginannya dia sangat egois tidak ingin mengalah, akhirnya Bella pun mengalah untuk Lauder.
Bella Thessaly begitu sabar menghadapi sikap kerasnya Lauder, dengan begitu Lauder juga tidak kalah bersyukur bisa mendapatkan seorang istri yang berhati malaikat dia sangat penurut dan bijaksana. Namun pernah suatu hari Bella Thessaly marah semarah marahnya kepada Lauder karena, Lauder telah memfitnahnya.
Dulu awal mereka baru menikah Lauder mengira jika Bella Thessaly menduakannya fitnah itu bersumber dari temannya Lauder karena temannya Lauder tidak menyetujui jika Lauder menikah dengan Bella Thessaly.
Akhirnya dia mempunyai ide untuk menghancurkan rumah tangganya itu, pada saat itu Bella Thessaly tidak terima jika dirinya dianggap tidak setia. Hampir saja mereka berdua berpisah, namun Alexs datang di tengah tengah kekacauan itu.
Alexs lah yang sudah meluruskan masalahnya mereka berdua, dan akhirnya sampai sekarang Lauder dan Bella Thessaly sudah mempunyai anak tidak ada masalah lagi yang bermunculan.
Hanya saja masalah soal masalalu orang tuanya Lauder yang belum terselesaikan, bahkan mereka belum mengetahui bagaimana motif permasalahannya.
Alexs bukan sekedar berperan sebagi adiknya Lauder, tetapi Alexs juga sangat berperan dalam perjuangan melawan musuh musuh masalalu orang tuanya. Mereka berdua sangat saling membantu, karena keluarga yang dia miliki hanya Lauder saja.
Di antara orang orang yang dipercaya oleh Lauder ada juga orang yang bernama Aurora dan Maxs dia adalah bersaudara kakak dan adik yang terlihat kompak sekali.
Akhirnya selang beberapa menit Alexs pun sudah datang untuk menjemput kakak iparnya, dan keponakan nya itu. Devano sangat senang sekali bertemu dengan pamannya itu.
Dengan begitu tidak banyak debat antara Bella dan Lauder. Bella segera berpamitan kepada suaminya itu lalu Lauder pun mengizinkannya dengan cepat Lauder pun memeluk Devano, lalu dia berkata.
"Tunggu Dady, aku akan segera menjemput mu ke rumah yang kamu ingin kan Bella," kata Lauder dengan penuh kebahagiaan.
"Aku akan setia menunggu mu sampai, sipat mu berubah! Jangan egois mulu," ledekan dari Bella
Lalu Lauder yang mendengar nya itu ia hanya terkekeh dan berdecak"ckck"
Sambil menjalankan mobil Alexs pun melambaikan tangan kepada kakaknya Lauder.
Setelah mobil Alexs menghilang dari sorot matanya dengan cepat Lauder bersama anak buahnya pergi ke markas soal kasus pembantaian yang mengatasnamakan nama Lauder. sontak Lauder terkejut sebelumnya dia tidak pernah melakukan hal yang keji seperti itu.
Lauder meminta anak buahnya untuk merahasiakan hal ini kepada 3 orang tersayangnya. Karena di menganggap dirinya pasti bisa menangani semua ini. Akhirnya anak buah nya Lauder menyetujui nya dan mereka hanya menuruti apa perintah dari tuan nya itu.
Di dalam markas terdapat banyak sekali mayat yang entah dari mana asalnya. Di sisi lain markas bawah tanah nya itu tidak pernah ia gunakan semenjak ia menikah dengan Bella. Dia mencurigai bahwa para anak buahnya ada yang berkhianat. Namun Lauder hanya berpura pura tidak tahu saja sebelum ia mendapatkan bukti yang sebenarnya.
Meski dalam hati dia sedih sudah membuat drama kepada Bella dan Alexs. Dia yang sudah merencanakan jika Devano menangis karena makhluk ghaib, melainkan itu hanya tipu daya nya saja untuk mengalihkan misi nya dia.
Sudah 2 hari Lauder tidak bertemu dengan anak dan istrinya, namun Alexs mencurigai sikap kakak nya yang tiba tiba saja berubah. Akhirnya Alexs pun menemui Lauder di Mansion nya itu. Lauder dia sedang mengamati CCTV yang terletak di Markas bawah tanah, tempat dimana seseorang telah membuang mayat mayat nya itu. Orang itu nampak mengumpulkan mayat mayat di ruang bawah tanah milik Lauder mencoba untuk memfitnah Lauder di kemudian hari.
Dengan tidak sengaja Lauder bergumam dengan dirinya sendiri "Buat apa orang orang membunuh, lebih parahnya di buang ke tempat sini, emang mansion ini buat pembuangan mayat apa," dengan tidak sengaja Alexs pun menjawabnya, "Hah siapa kak yang udah ngelakuin ini semua?" Dengan begitu sontak Lauder terkejut, "Sejak kapan kamu di sini?" lalu Alexs menjawab nya "sekitar 5 menit."
Akhirnya mereka mencari tahu soal ini, dan mereka berdua sudah merencanakan hal yang sangat brilian. Adik dan kakak ini adalah orang yang hebat, sangat berwibawa.
Rencana awal yang mereka susun ialah, menjebak dengan menakut nakuti semua anak buah Lauder, jumlah keseluruhan anak buah Lauder masih sedikit sekitar 105 orang.
Tidak di sangka rencana itu berhasil dan sudah ketahuan orang yang menjadi mata mata selama ini adalah tukang pembersih kebun. Karena Lauder masih berbaik hati dia hanya memecatnya saja. Dan dia beserta anak buahnya mencari informasi tentang pembantaian ini.
Salah satu dari mereka ada yang memberi informasi bahwa dalam keluarga ayahnya Lauder, ada yang mempunyai masalah dengan orang luar yang ingin menghancurkan keluarga Lauder. Dengan begitu Lauder marasa tertantang dan dia ingin berperang dengan orang orang di sana yang menunggunya.
Kalian tidak perlu takut, mari kita semua kompak untuk menyusun rencana ini. Dengan begitu mereka menyusun rencana nya, pertama di dalam Mansion di bagi bagi beberapa penjagaan, terutama ruang bawah tanah sangat banyak di sediakan nya CCTV.
Mereka baru saja memasang jebakan untuk hari esok, karena hari mulai gelap Lauder pun menyuruh mereka untuk beristirahat. Namun tidak di sangka sangka Bella dan Devano menemui Lauder. Dengan alasan Bella cemas karena Alexs tidak pulang dan dia takut.
Setelah ketakutannya terjawab bahwa tidak ada hal apapun yang terjadi. Dengan polosnya Bella mengajak Lauder dan Devano pergi untuk jalan jalan, agar Bella tidak mencurigainya dia hanya menuruti keinginannya itu.
Mereka berdua pergi ke tempat yang tidak asing bagi mereka berdua, pertama mereka menemui makan orang tuanyan Lauder kedua mereka menjenguk dan memastikan keadaan orang tuanya Bella sehat dan baik baik saja.
Karena mereka sudah lama di perjalanan, akhirnya mereka memutuskan untuk makan malam di Mall terdekat rumah orang tuanya Bella, Devano sangat senang dan bagagia bisa pergi ber tiga bersama orang tuanya.
Di sana mereka makan makanan yang sangat enak dengan yang pasti sangat lahap. Karena dari pagi mereka hanya duduk diam di mobil menunggu sampai ke tujuannya.
Sesampainya, Bella memutuskan untuk menginap di mansion dan pagi hari dia ingin kembali ke rumah Alexs. Tanpa basa-basi Lauder pun menuruti permintaanya. Dalam hati dia berkata "Kenapa rencana hari ini yang ku susun harus gagal," dia hanya berkata seperti itu dan terus saja mengulang nya.
Setelah Bella dan Devano tertidur dengan pulas Lauder pun segera pergi ke ruang bawah tanah untuk melihat rekaman CCTV. Dan hasilnya benar saja, ada seorang pria dan perempuan menyimpan mayat yang baru.
Lauder pun mulai geram dengan semua ini, akhirnya dia emosi tidak terkendali. Setelah dia amati dengan teliti ternyata tidak di sangka sangka ternyata seorang pria dan perempuan itu adalah anak buah kepercayaan nya. Dengan amarah yang membara Lauder menjumpai pria itu yang bernama Maxs.
Dia memberikan umpatan kepada Maxs "Fuck You!"
Maxs yang mengetahui hal itu dia diam mematung dalam hatinya dia pasrah, mau mati sekarang pun tidak apa-apa. Tidak lama dari itu perempuan yang tadi bersama Maxs bernama Aurora, dia hanya diam dan menundukan kepalanya.
Mereka di sana tidak banyak bicara, Lauder pun tidak menyentuh mereka ber dua. Mereka berdua hanya di penjara di bawah tanah yang sangat gelap tidak ada sedikit pun cahaya yang menerangi ruangan itu, bagikan malam tanpa bulan dan bintang.
Tidak lama dari itu, Alexs menyusul Lauder dan dia bangga tidak melakukan kekerasan kepada mereka berdua. Memang Lauder orang yang dingin tetapi dia tidak kejam. Hanya sikap nya saja yang kejam, sikap nya yang ingin menang sendiri. Namun semenjak Devano di lahirkan sikap Lauder pun sedikit demi sedikit berubah.
"Kak, apa yang akan kamu lakukan kepada Maxs dan Aurora?" pertanyaan dari adiknya Alexs.
"Nanti, aku pikir kan esok hari ketika Bella dan Devano sudah ada di rumah kamu," karena dia tidak ingin hal ini di ketahui oleh istri dan anaknya.
"Apa pun yang kamu lakukan, aku akan mendukungmu. Kamu adalah panutan ku, kau pengganti orang tua ku," kata kata Alexs membuat Lauder terharu.
Karena Lauder dan Alexs sangat lama di bawah tanah, akhirnya Bella terbangun dari tidur nya. Dia mencari suami dan adik iparnya itu, untung saja Lauder dan Alexs sudah berdiam diri di ruang tamu mereka sedang duduk santai, sambil menikmati tegukan air kopi.
Kopi adalah suatu minuman yang sangat di favoriti oleh mereka ber tiga, di mana pun tempat kopi yang baru pasti mereka incar. Meski kopi tersebut berada di luar negeri. Karena sebelum Lauder dan Bella menikah mereka sering pergi bertiga bersama Alexs.
Dia bertanya "Kirain kamu pergi, ternyata kamu sedang duduk," lalu di jawab oleh Alexs "Kami tidak ke mana mana, sedang menikmati tegukan demi tegukan kopi saja," jawab nya berbohong, dan Lauder pun berkata "Iya, kenapa kamu bangun? Lebih baik kamu tidur lagi," akhirnya Bella pergi lagi ke kamar nya tanpa merasakan curiga apapun. Karena Lauder dan Alexs menyimpan rahasia nya begitu rapat dan mulus sekali.
Ke esokan harinya pagi hari Bella dan Devano di antar oleh Alexs untuk pergi kembali ke rumah Alexs, dengan senang dan polos nya mereka berdua tidak merasakan curiga. Dengan begitu Lauder menunggu di halaman rumah nya, bersama secangkir kopi. Ketika Bella dan Devano pergi mereka hanya melambaikan tangan saja.
Sesampainya di rumah Alexs, Alexs pun segera berpamitan kembali kepada kakak ipar nya itu. "Kak, aku pergi lagi ya. Jaga diri baik baik," lalu dia pun menjawab nya, "Iya aku akan berjaga jaga di sini," setelah beberapa menit mobil Alexs menghilang yang sedari tadi di lihat oleh Bella. Akhirnya Bella pun masuk dan menunggu Devano terbangun dari tidur nya.
Lalu selang 1 jam Devano sudah terbangun, dan dia sepertinya lapar. Lalu Bella pun membuatkan makanan untuk nya. Devano anak yang cerdas sejak balita, bagaimana tidak orang tua nya saja jenius. Sambil mendengarkan musik Devano memakan makanan nya dengan sangat lahap.
"Anak mommy pintar sekali, 2 bulan lagi kamu akan bertambah usia Devan," kata Bella.
Sepertinya Devano mengerti ucapan Bella dia berteriak bahagia, sambil menepuk nepukan tangannya. Selang beberapa menit makanan yang tadi pun sudah habis tidak tersisa.
Bella pun membereskan nya lagi, dan mereka mulai bosan lalu berinisiatif untuk jalan jalan ke luar memandangi pohon pohon yang di penuhi burung yang berkicauan. Sambil berjalan tidak di sangka sangka ada oranf yang memberikan sebuah benda berbentuk oval, Bella tidak ambil pusing dia hanya menyimpannya saja.
Dengan begitu Bella dan Devano bermain dengan senang nya, sepertinya mereka tidak mempunyai beban apapun. Bella seorang perempuan yang sangat cantik, dia sangat berbakat dalam hal memasak dan soal perdebatan. Sampai sampai Lauder pun tidak bisa berkata apapun lagi.
Lauder yang sedari tadi menunggu kedatangan adiknya Alexs, selang 10 menit kemudian dia muncul dan nampak nya senang karena misi nya telah berhasil di kondisikan. Tiba tiba saja Happy datang sepertinya dia merindukan majikannya Devano, happy adalah nama dari kucing Devano hewan peliharaanya yang paling dia sayangi.
Lalu Lauder dan Alexs pergi menjumpai Maxs dan Aurora dia ingin sekali membunuhnya tetapi dia tidak seperti itu. Lauder sangat baik namun Alexs begitu lebih lebih dari Lauder. Belum saja Alexs bertanya kepada Maxs dia sudah pingsan duluan. Aurora pun tengah terdiam dan merasakan ketakutan yang begitu memuncak.
Akhirnya Lauder dan Alexs meninggal kan nya berdua, mereka pergi saja untuk mengurusi pekerjaan nya. Dia berangkat ke perusahaannya bernama Devano Diamonds, dulu perusahaanya bernama Lauder Diamonds namun, semenjak anak tunggal nya lahir dia mengganti namanya itu.
Di tengah tengah kesibukannya mereka di kejutkan dengan kedatanganya Bella. Tiba tiba saja Bella datang dengan napas yang tidak beraturan dia memberi tahukan Devano tiba tiba badan nya panas sekali. Dengan cepat mereka ke rumah sakit untuk penyembuhan Devano. Devano ternyata hanya sakit demam biasa namun kecemasan Lauder dia menyarankan untuk di rawat inap kan.
Devano yang sedari tadi di jaga oleh Lauder dia sangat senang, dan melihat Lauder yang tengah tertidur dia mengelus kepalanya. Bella yang melihat anaknya itu dia hanya tersenyum senang dari kejauhan. Selang beberapa menit Lauder terbangun dan dia menyadari bahwa Devano sedang mengelus elus rambutnya.dia hanya berkata "Anak pintar, cepat pulih ya jangan sakit lagi," kata Lauder lalu Devano yang mendengar itu dia tersenyum.
Ke esokan harinya, Devano pulang dari rumah sakit dan Bella menyarankan untuk pulang ke rumah Alexs saja. Lalu mereka di antar oleh Lauder, setiba nya di rumah Alexs ternyata ada seseorang yaitu penjaga baru Alexs. Setiba di rumah Alexs mereka langsung menidurkan Devano dan Devano terlihat cape dan lelah. Akhirnya Devano tertidur dengan pulas.
Lalu Lauder berpamitan kepada istrinya Bella, untuk kembali lagi ke Mansion nya bersama Alexs. Bella pun mengizin kan nya, tidak lupa rutinitas mereka mencium tangan Lauder. Perbuatan itu membuat Alexs iri.
Usia Laueder dan Alexs berselisih tidak lama, saat ini Lauder berusia 42 tahun, dan Alexs 39 tahun. Dan usia Bella 40 tahun. Kisah Bella dan Lauder mereka bertemu saat Alexs menolong Bella yang hampir terkena begal. Akhirnya, Alexs membawa Bella pulang ke rumah nya tidak sengaja bertemu dengan Lauder.
flashback on
cerita ini berawal dari 4 tahun ke belakang, pada Malam hari, sekitar pukul 01.25 pertengahan malam Alexs melihat seseorang yang telah di begal, ternyata orang itu seorang perempuan dengan cepat Alexs pun menolong nya dengan begitu Alexs di sana melawan para penjahat tersebut. Hampir saja Alexs tertusuk, untungnya di tangkis oleh Bella. Dengan begitu para penjahat tersebut KO, dengan begitu mereka berlari ketakutan.
Akhirnya Alexs mengajak ke rumah orang tua nya, dan Bella pun tidak masalah ia menyetujui nya saja. Setelah beberapa di perjalanan mereka ber dua sampai di rumah orang tua nya Alexs, lalu tidak sengaja mereka bertemu dengan Lauder. Waktu itu Alexs senang karena tumben saja Lauder datang ke rumah orang tua nya, dia langsung saja memeluk Lauder.
Setelah itu Lauder milihat Bella dengan tatapan beda dan dia pun berkata "Tumben kamu bawa perempuan yang kelihatan baik," lalu di jawab oleh Bella, "Apa kamu bilang aku kelihatan baik? Kelihatan? Aku emang orang baik baik," jawabanya nampak kesal, lalu Lauder tumben saja berminta maaf, "Ya maaf," Alexs yang mendengar itu tidak menyangkanya.
Lalu Alexs pun menjelaskan nya agar tidak ada kesalah pahaman di antara nya.
"Jadi begini kak, aku waktu tadi keluar rumah dan tidak sengaja dia sedang di kelilingi orang jahat, ya aku menolongnya. Karena sudah malam begini lebih baik aku bawa dulu ke rumah dan rencana aku besok pagi akan mengantarnya pulang," jelas Alexs.
"Kamu tidak usah repot repot, aku akan pulang sendiri saja dan terimakasih kamu sudah menolong ku," jawab Bella.
Lalu Lauder menjawab nya asal, "Tidak ada penolakan, besok pagi aku akan mengantar mu pulang," tekan Lauder.
Lalu Bella menjawab "Ya" singkat.
Dengan begitu ke esokan harinya, mereka benar saja mengantar pualng.
flashback off
Lauder dan Alexs tidak menunda nunda lagi soal mayat-mayat itu, dengan cepat mereka pergi ke ruang bawah tanah dan bertanya kepada Maxs dan Aurora ternyata dia masih bungkam tidak berbicara. Akhirnya Maxs berkata, "Air" sontak Lauder terkejut selama mereka di kurung di sini tidak ia beri makan.
Dengan begitu Alexs mengambilkan makanan dan minuman. Lalu Lauder tertawa, "Hahaha pantas saja kau ini nampak lemah, energi mu habis ya," tidak lama kemudian Alexs datang lalu memberikan makanan dan minumannya.
Dengan lahap mereka menyantapnya sampai habis, tidak tersisa. Dengan begitu mereka berdua menunggu mereka, dia sudah kenyang lalu membuka suaranya.
"Aku hanya di suruh, oleh orang yang tidak aku kenal dia hanya menelepon ku saja. Lalu setelah aku ingin telepon balik no itu sudah tidak aktif lagi, dia mengancam akan membunuh semua anggota keluarga ku jika aku tidak menurutinya." Kata katanya begitu frustasi.
Tidak menjawab, Lauder sudah mengerti pasti ini semua ulah musuh orang tua nya yang ingin balas dendam kembali kepada nya. Setelah itu Lauder menyuruh semua anak buahnya untuk mengubur mayat mayat tersebut. Lalu Maxs dan Aurora tidak bisa di bebaskan ia hanya di kurung tetapi di beri makan. Maxs dan Aurora adalah kakak dan ade, mereka sudah lama bekerja.
Setelah semua nya sudah di kubur, ruang bawah tanah sudah bersih. Lalu Lauder ingin mencari masalalu ayah nya, karena dia yakin sebelum berbisnis Diamond pasti ayahnya melakukan bisnis yang lain, lalu menyebabkan banyak musuh. Menurutnya hidup nya itu banyak sekali misteri. Dia takut jika dia mati sebelum semua masalah nya selesai.
Jika sampai terjadi akan terjadi kepada anaknya Devano. Ketakutan dia sangat menjadi jadi karena dia tidak menginginkan jika Devano mengalami hal yang sama sepertinya. Lauder terus berpikir namun belum mendapatkan jalan keluarnya.
3 bulan kemudian
Devano sudah menginjak usia nya 3 tahun, di Mansion nya mengadakan pesta yang sangat besar dan mewah. Bukan hanya keluarga yang mereka undang tetapi semua rekan bisnis nya Lauder maupun Bella. Di sana sangat banyak dan ramai orang orang. Devano sangat senang melihat orang tuanya begitu peduli.
Karena Lauder berbaik hati, dia tidak membiarkan Maxs dan Aurora tinggal di bawah tanah. Dia juga mengundang untuk ke pesta anaknya, Maxs dan Aurora pun di beri baju yang sudah di siapkan. Mereka senang sekali bisa merasakan pesta yang sangat mewah ini.
Sudah tengah malam tetapi pesta masih ramai, Aurora nampak cantik ketika menggunakan gaun berwarna merah mukanya begitu cantik badannya kecil namun tinggi. Karena sebelum dia bersama kakak nya dia dulu bekerja sebagai model jadi wajar saja jika dia nyaris sempurna. Di luar sana sudah banyak dia menolak para pria, karena dia tidak ingin menikah dia lebih memilih tinggal bersama kakak nya yang bekerja dengan Lauder.
Tiba tiba saja Aurora tidak sadarkan diri ingatannya menghilang, bersamaan dengan penglihatannya yang tiba tiba gelap.
Akhirnya acara sudah selesai, Bella dan Lauder pergi untuk istirahat. Karena mereka lelah, Devano pun tertidur bersama Maid pribadinya. Maid itu sangat baik ia sangat sabar mengurus Devano yang sesekali nakal dan sulit di atur. Maid itu bernama Mayang dia berasal dari Indonesia, ia bekerja bukan untuk mencari uang tetapi dia hanya ingin melupakan masalalu nya yang membuat dia bersedih. Belum di ketahui apa penyebab yanng asli nya, karena selama bekerja dia tidak pernah berbicara kepada siap siapa dia hanya menutup mulutnya.
Orang orang hanya menganggap dia bekerja sama seperti yang lainnya untuk mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan hidup nya.