Bab 2

Dasha masih berharap mendapatkan kesempatan kedua yang akan dia dapat dari Bintang. Mungkin saja Bintang akan berubah pikiran, sebelum mereka akan bertemu di meja sidang perceraian. Masih ada keinginan dari Dasha untuk kembali bersama dengan Bintang.

Dasha mendatangi rumah Bintang dengan penampilan yang begitu cantik. Baju berwarna putih semakin membuat Dasha terlihat lebih elegan. Dia juga menenteng sebuah rantang berisi makanan untuk sarapan Bintang dan kedua anaknya.

Dasha menghela napas sebelum mengetuk pintu rumah Bintang. Menenangkan pikirannya sejenak, mungkin akan membuat Dasha merasa lebih rileks lagi. Apalagi Dasha akan bertemu Bintang dengan Irina. Perlu tenaga ekstra untuk bertemu dengan kedua orang yang menyakiti dirinya tersebut.

Tiga ketukan cukup untuk membuat Bintang keluar dari dalam rumahnya. Menggandeng Irina, Bintang terlihat begitu bahagia bisa bersama dengan selingkuhannya tersebut. Apalagi di hadapan Bintang ada seorang Dasha yang merupakan mantan istrinya.

"Ada apa kamu datang ke rumahku?" tanya Bintang dengan membentak.

"Perempuan yang sudah dibuang, seharusnya kamu lebih tahu diri." lanjut Irina dengan wajah kesalnya.

"Aku hanya ingin memberikan sarapan ini pada anak-anak." jawab Dasha menyodorkan rantang yang di bawanya.

Irina yang kurang suka dengan kedatangan dari Dasha dengan makanan yang di bawanya. Langsung melempar rantang itu di hadapan Dasha. "Jangan pura-pura baik, apalagi aku tahu. Pasti isi makanan ini ada racun dan sebagainya."

Dasha terkejut dengan apa yang disampaikan oleh Irina. Bisa-bisanya dia memfitnah Dasha dengan begitu kejamnya. Padahal Dasha tidak mungkin melakukan hal itu pada kedua anak.

"Aku tidak mungkin melakukan itu pada kedua anakku. Aku juga tidak akan melakukan hal sama pada orang lain. Jadi aku harap, kamu tidak akan melakukan fitnah seperti itu!" tegas Dasha sedikit mengeluarkan air mata.

Irina tidak peduli dengan kesedihan yang mulai dirasakan oleh Dasha. Irina justru semakin melakukan provokasi pada Bintang untuk melakukan tindakan yang sama pada Dasha. Irina berharap Bintang akan melakukan hal yang sama dengan dirinya pada Dasha.

Provokasi dari Irina benar-benar membuat Bintang terpengaruh. Dia yang terlihat sedikit tenang, tiba-tiba mulai terpancing emosi melihat keberadaan dari Dasha. Rantang berisi makanan yang dibawa oleh Dasha. Ditendang dengan begitu kerasnya oleh Bintang. Padahal Dasha sedang membersihkan sisa makanan yang berceceran ke dalam rantang.

"Buruan, lama banget bersihin gituan juga. Lagi pula, kenapa kamu bawa sampah ke rumahku. Buat kotor saja." ucap Bintang dengan begitu marahnya.

Air mata Dasha semakin berjatuhan dengan tindakan yang di lakukan oleh Bintang pada dirinya. Ia sama sekali tidak menyangka Bintang akan berlaku kasar pada dirinya. Padahal Bintang tidak pernah melakukan hal itu pada Dasha selama pernikahan dengan Dasha.

Irina yang masih belum puas melakukan tindakan kejahatan pada Dasha. Kembali membuat Dasha merasakan sebuah kepahitan yang begitu terasa. Dia mengambil salah satu wadah dari rantang itu. Wadah berisi sayur wortel, langsung ditumpahkan ke atas rambut Dasha. Sontak rambut Dasha pun basah terkena kuah sayur wortel tersebut.

Bukannya merasa iba dengan apa yang di alami oleh Dasha. Bintang justru tertawa melihat kepala Dasha yang basah oleh sayur wortel. Itu adalah ide yang gila, tapi Bintang menyukai apa yang di lakukan oleh Irina pada Dasha. Sehingga Bintang tidak berhenti tertawa melihat Dasha yang basah kuyup oleh kuah sayur wortel.

"Aku pikir kamu lebih cocok pakai kuah itu, sehingga tidak harus pakai sampo lagi." ucap Bintang sambil tertawa lepas.

"Putri wortel aku pikir." lanjut Irina.

Dasha yang tidak bisa melakukan perlawanan terhadap Bintang dan Irina. Hanya bisa menangis dengan apa yang mereka lakukan. Dasha menumpahkan semuanya ke dalam sebuah tangisan yang lepas. Dia benar-benar sakit hati, tapi tidak mampu marah oleh ulah kedua orang tersebut. Sakit hati Dasha hanya bisa dilampiaskan dengan menangis saja.

Bintang yang merasa sudah muak dengan keberadaan dari Dasha. Meminta mantan istrinya itu untuk segera pergi dari rumahnya. Bintang juga melarang Dasha untuk kembali ke rumahnya. Walaupun hanya untuk menemui kedua anaknya. Bintang sudah tidak ingin berhubungan lagi dengan Dasha.

Melihat respon Bintang yang begitu tegas menolak dirinya. Sepertinya kesempatan kedua yang di harapkan oleh Dasha adalah hal yang sia-sia. Bintang sudah tidak memiliki kesempatan kedua untuk Dasha. Dia tidak ingin lagi memberikan Dasha kesempatan kedua. Sudah seharusnya Dasha sadar akan Bintang yang sama sekali tidak memiliki rasa lagi pada dirinya.

Mungkin Dasha hanya perlu membalas semua perbuatan Bintang pada dirinya. Bagaimana perselingkuhan yang dilakukan oleh Bintang harus dibayar tuntas. Begitu juga dengan perlakuan Irina yang begitu tega pada Dasha. Harus segera mendapatkan balasan yang setimpal. Itu harus segera dilakukan oleh Dasha untuk membalas semuanya.

Bab 3

Dasha menceritakan semua yang di alami oleh dirinya pada sahabatnya yang bernama Risma. Bagaimana Dasha merasa telah dicampakkan begitu saja oleh Bintang. Dasha pun meras Bintang adalah sosok pria brengsek yang telah membuat hidupnya hancur.

Risma tidak henti mengelus pundak Dasha. Dia mencoba membuat Dasha untuk tenang. Memberikan sedikit rasa percaya akan dirinya yang mampu tanpa Bintang.

"Kamu adalah seorang yang jauh lebih berharga dari perempuan itu. Bagaimana dirimu adalah seorang yang luar biasa. Kamu harus tetap merasa menjadi dirimu sendiri. Jangan pernah merasa kurang percaya diri. Apalagi harus kalah oleh perempuan murahan itu." ucap Risma dengan penuh keyakinan.

Dasha melepaskan pelukannya dari Risma. Dia kini menggenggam kedua tangan dari Risma. "Rasanya ingin sekali untuk membalas semua perbuatan yang telah dilakukan oleh Mas Bintang dan selingkuhannya itu. Mereka benar-benar telah membuat hatiku tergores. Itu cukup membuatku merasakan kehilangan paling besar dalam hidupku."

Risma kembali memeluk Dasha dengan begitu eratnya. Dia ingin sahabatnya itu bisa bangkit. Jika perlu, Dasha harus segera melupakan apa yang telah dilakukan oleh Bintang dan selingkuhannya. Mungkin saja karma akan segera datang pada mereka.

Dasha melepaskan kembali pelukan dari Risma. Tidak ada karma, jika Dasha tidak membalas perbuatan dari mereka berdua.

"Aku akan membalas semua perbuatan mereka. Aku akan menjadi karma untuk keduanya. Mungkin saja mereka akan merasakan karma dari diriku sendiri. Aku ingin mereka merasakan apa yang aku rasakan saat ini. Semuanya akan aku balaskan pada mereka berdua. Ini adalah pembalasan yang akan aku berikan pada keduanya." ucap Dasha penuh amarah.

"Aku pikir kamu tidak perlu melakukan itu. Kamu harus bisa memaafkan semuanya. Tapi, jika memang kamu rasa apa yang dilakukan oleh keduanya sudah tidak bisa dimaafkan. Itu menjadi keputusanmu." ujar Risma.

Dasha kembali mengingat bagaimana dirinya yang di perlakukan begitu kejam oleh Bintang dan Irina. Rantang yang dia bawa dilempar dengan begitu keras. Satu wadah sayur wortel juga disiramkan pada kepalanya. Dasha benar-benar merasakan sebuah kepahitan yang dibuat oleh Bintang dan Irina. Mungkin pembalasan yang setimpal sudah menjadi keharusan bagi Dasha. Sebab itu adalah cara satu-satunya bagi Dasha untuk melawan semua ketidakadilan yang dibuat oleh Bintang akan dirinya.

Risma mengelus pundak dari Dasha. Dia sadar Dasha masih cukup marah dengan perbuatan dari Bintang dan Irina. Tetapi Risma berharap Dasha tidak akan menyimpan dendam yang besar akan keduanya. Dia harus lebih bisa legowo dengan semuanya.

"Aku yakin kamu bisa Dasha. Kamu akan menjadi seorang pemenang, tanpa harus melakukan balas dendam pada keduanya. Aku pikir kamu tetap menjadi Dasha yang mendapatkan segalanya. Itu yang aku rasa saat ini."

"Tidak! Aku akan jadi pemenang saat aku bisa membalas apa yang mereka lakukan padaku. Aku benar-benar sakit hati dengan apa yang mereka perbuat. Sepertinya ini sudah tidak bisa dimaafkan kembali. Mereka harus merasakan sakit yang saat ini aku rasakan. Mati rasa secara perlahan dengan tindakan yang mereka lakukan. itu yang inginku berikan pada keduanya."

Risma melihat bagaimana saran dari dirinya yang tidak mampu ditangkap dengan baik oleh Dasha. Dasha begitu marah pada Bintang dan Irina. Sehingga sebuah saran yang baik darinya ditolak mentah-mentah oleh Dasha. Mungkin saja hal buruk akan dilakukan oleh Dasha untuk membalas semua perbuatan dari Bintang dan Irina.

Padahal saran dari Risma cukup baik pada Dasha. Risma tidak ingin sahabatnya itu akan larut dalam sebuah dendam kesumat yang justru membahayakan hidupnya sendiri. Bagaimana pun dendam adalah hal yang tidak baik. Itu yang dirasakan oleh Risma. Namun jika Dasha merasa itu adalah pilihan terbaik dalam hidupnya. Risma tidak bisa melakukan apapun lagi. Dia hanya berharap suatu hari nanti Dasha bisa memaafkan kesalahan dari Bintang dan Irina pada dirinya.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED