Sampul Novel Cinta Tak Dapat, Persahabatan Pun Retak

Cinta Tak Dapat, Persahabatan Pun Retak

8.2 / 10.0
Dua pemuda terpandang di New York, seorang pembalap F1 dan seorang ahli keuangan, telah bersahabat sejak kecil dan selalu memakai lencana tembaga buatan Mia selama sepuluh tahun. Namun, kehadiran Ella, seorang putri konglomerat baru, mengubah segalanya. Saat kedua pria itu membuang lencana Mia demi emblem pemberian Ella, Mia yang menyimpan identitas aslinya memutuskan untuk mundur tanpa kata. Ia memilih menghubungi ayahnya di Sisilia untuk menerima takdir pernikahan politik yang telah diatur.
Ringkasan Cinta Tak Dapat, Persahabatan Pun Retak
Dua pemuda terpandang di New York, seorang pembalap F1 dan seorang ahli keuangan, telah bersahabat sejak kecil dan selalu memakai lencana tembaga buatan Mia selama sepuluh tahun. Namun, kehadiran Ella, seorang putri konglomerat baru, mengubah segalanya. Saat kedua pria itu membuang lencana Mia demi emblem pemberian Ella, Mia yang menyimpan identitas aslinya memutuskan untuk mundur tanpa kata. Ia memilih menghubungi ayahnya di Sisilia untuk menerima takdir pernikahan politik yang telah diatur.
Baca Selengkapnya

Cinta Tak Dapat, Persahabatan Pun Retak Bab 1

Di bagian timur Kota New York ada dua ahli waris. Satu adalah maniak kecepatan yang mendominasi arena balap, satu lagi adalah aktuaris genius yang mengendalikan arus modal.

Keduanya berasal dari keluarga terpandang dan sifat mereka berbeda jauh. Namun, mereka tumbuh bersama sejak kecil dan menjadi satu-satunya sahabat sejati. Mereka pernah berebut perhatian seorang gadis, juga berselisih karena taruhan di arena balap.

Namun, saat berusia 15 tahun, mereka sama-sama menggantungkan sebuah lencana tembaga di dada. Itu adalah hasil latihan ukiran tangan dari Mia di kelas kerajinan, dengan sebuah huruf "M" yang tergores di bagian belakang.

Saat itu, Mia duduk di bangku paling belakang kelas. Tak seorang pun tahu siapa identitas dia sebenarnya. Namun, kedua laki-laki itu mengenakan lencana tersebut selama 10 tahun penuh.

Entah itu saat berdiri di podium juara F1 atau saat mengetukkan palu pada investasi triliunan di bursa, lencana tembaga murahan itu selalu menempel di dada mereka dan tak pernah tergantikan.

Sampai akhirnya muncul Ella. Putri kesayangan dari keluarga konglomerat baru.

Ella menyulam sebuah emblem kain berhiaskan benang emas dan memberikannya kepada mereka.

Kain itu cuma benda biasa yang mirip dengan pernak-pernik murahan yang dijual di pasar loak. Namun, mereka malah sama-sama melepas lencana tembaga itu dan menggantinya dengan kain murahan yang diberikan Ella.

Mia tidak mengatakan apa pun. Dia hanya diam-diam menyimpan foto lama mereka yang tercetak di sebuah koran usang.

Malam itu juga, dia menelepon ayahnya yang jauh di Sisilia. Nada bicaranya sangat tenang saat berkata, "Papa, aku menerima pernikahan politik ini."

Sudut pandang: Mia

Di seberang telepon, suara ayah terdengar penuh semangat, "Bagus! Tiga tahun lalu aku sudah ingin kamu pulang, tapi kamu bersikeras tinggal di New York. Aku akan segera pesan tempat pernikahan. Paling cepat mungkin bisa ...."

Tanpa menunggunya selesai bicara, aku langsung memotong, "Seminggu lagi saja!"

Ayah terdiam sejenak, lalu bertanya dengan ragu-ragu, "Cepat sekali? Kamu nggak ingin menjalin hubungan sama calon pasanganmu dulu?"

Aku menjawab dengan nada datar, "Nggak perlu. Ini cuma pernikahan politik. Aku akan pulang sehari sebelumnya."

Baru saja ayahku hendak bicara lagi, tiba-tiba pintu kamarku didorong terbuka. Aku spontan menutup telepon.

Ella masuk sambil memeluk setangkai besar mawar. Dengan nada ringan, dia bertanya, "Mia, kamu mau pergi jauh? Tapi minggu depan kita harus menghadiri pesta dansa, 'kan?"

Aku menatap mawar di pelukannya, lalu berkata dengan tenang, "Maaf, aku agak alergi dengan serbuk bunga. Bisa kamu keluarkan dulu bunganya?"

Usai bicara, aku beranjak membuka jendela. Namun di belakangku, aku mendengar suara tangisan. Ella menjatuhkan vas tanpa sengaja dan pecahannya berhamburan ke mana-mana.

Mawar-mawar berserakan di lantai. Dengan suara serak, dia berkata, "Mia, aku nggak tahu kalau kamu alergi serbuk bunga. Aku lihat Leo dan Max sering membelikanmu bunga, kukira kamu menyukainya. Aku benaran nggak sengaja, pecahan ini akan aku bersihkan. Tolong jangan marah padaku, ya ...."

Belum sempat dia mengakhiri kalimat, Leo dan Max yang melihat adegan itu dari luar langsung bergegas masuk.

Leo menggenggam tangan Ella dengan panik. Sementara itu, Max langsung menendang pecahan kaca ke arahku. Dalam kepanikan, salah satu serpihan kecil itu menggores kakiku. Aku refleks berlutut menahan sakit.

Namun, tak seorang pun dari mereka menoleh padaku. Di mata mereka hanya ada Ella yang tampak rapuh dan tak berdaya.

Leo yang emosinya selalu meledak-ledak, langsung menatapku penuh amarah begitu melihat setitik darah di tangan Ella. "Kenapa kamu tega memperlakukannya begitu? Dia bukan pembantumu! Setiap kali kamu sibuk, dia yang selalu membantumu merapikan rumah. Hal kecil begini saja kamu mau perhitungan?"

Max menyesuaikan letak kacamata di batang hidungnya. Sorot matanya tampak menyiratkan sedikit kekhawatiran. "Sudahlah Leo, jangan ribut dulu. Kita bawa dia ke rumah sakit sekarang."

Leo melotot padaku dengan kejam. Dia lalu menggenggam tangan Ella, berniat membawanya pergi.

Namun di ambang pintu, Ella malah berkata dengan hati-hati, "Memang agak sakit ... tapi aku nggak ingin Mia sedih. Kalian pergi lihat dia saja, tanganku ini cukup dioles obat, nggak apa-apa."

Max segera menggeleng. "Kalau sampai terinfeksi bisa repot. Lebih baik tetap dibawa ke rumah sakit."

Bahkan Leo yang biasanya keras kepala, kali ini mengangguk mengiakan.

Ella kembali menoleh padaku dengan ekspresi penuh dilema. "Tapi ... Mia sepertinya juga sedang nggak enak badan, 'kan?"

Leo tertawa sinis. "Dia takut kami menyalahkannya, makanya sengaja berpura-pura. Jangan pedulikan dia."

Max merapikan helaian rambut di pelipis Ella. Dia bahkan tidak menoleh sedikit pun padaku saat berkata, "Bagaimanapun, nggak semua orang sebaik dirimu."

Aku hanya bisa memandang punggung mereka yang perlahan menjauh. Saat itulah aku benar-benar mengerti, sudah saatnya aku pergi.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Cinta Tak Dapat, Persahabatan Pun Retak

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel CINTA DI MUSIM SEMI
8.0
Dalam kisah romansa modern ini, David dan Arina memulai perjalanan emosional yang menuntun mereka pada kebahagiaan sejati. Berlatar keindahan bunga musim semi yang bermekaran, keduanya belajar saling memahami dan mengisi kekosongan jiwa masing-masing. Seiring berjalannya waktu, hubungan mereka tumbuh dengan begitu indah. Momen singkat di musim ini berhasil menyatukan dua hati dalam sebuah ikatan cinta yang tulus, kuat, dan sangat mendalam bagi mereka berdua.
Sampul Novel Derita Menantu Jelita
9.1
Kehidupan dalam novel modern ini berubah drastis setelah kecelakaan membuat sang suami lumpuh. Situasi kian rumit saat ayah mertua pindah tinggal bersama mereka. Didorong obsesi memiliki keturunan demi meneruskan garis keluarga, sang suami nekat memasukkan obat secara diam-diam ke dalam minuman istri dan ayahnya sendiri. Sejak peristiwa tersebut, hubungan mereka berubah menjadi misteri penuh ketegangan, di mana segala sesuatunya mulai berjalan di luar kendali dan tanpa arah.
Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun membina rumah tangga, Jessica hanya mendapatkan kepedihan dari Aaron. Usai perceraian mereka, ia memilih mandiri dan sukses membangun karier sebagai desainer tersohor tanpa sokongan finansial keluarga. Namun, di tengah keberhasilan dan kebahagiaan barunya, Aaron muncul lagi dengan penyesalan mendalam. Sang mantan suami kini memohon dimaafkan dan meminta peluang kedua. Akankah Jessica luluh atau memilih menutup rapat pintu hatinya?
Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Dalam keheningan malam, Shila harus menahan rasa sakit saat Sam menyentuhnya dengan begitu intim. Di tengah situasi yang sangat berisiko ini, Sam berbisik setengah berbisik, meminta Shila agar tidak bersuara. Ia mengingatkan bahwa ayah dan ibu Shila bisa saja terbangun dan memergoki mereka. Ketegangan pun kian memuncak saat keduanya berusaha keras menyembunyikan hubungan rahasia ini dari jangkauan orang tua Shila yang berada di rumah yang sama.
Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
9.4
Di hari pernikahannya, seorang wanita dipaksa mengalah demi kakaknya yang sakit parah agar bisa menikahi James, sang tunangan. Karena menolak mentah-mentah rencana tersebut, orang tuanya tega mengikatnya di rumah sebelum pergi ke acara pernikahan. Malang, saat ditinggalkan sendirian dalam kondisi terikat, seorang penyusup masuk dan membunuhnya dengan kejam. Ketika keluarganya akhirnya kembali untuk membebaskannya, mereka hanya mendapati jasadnya yang telah membusuk tanpa nyawa.
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Kasih sayang mendalam sebagai ibu memaksa Neva Zetrix mengesampingkan harga dirinya demi melindungi sang anak yang tak berdosa. Setiap hari, ia harus tunduk dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson yang sangat dominan. Demi keselamatan buah hatinya, Neva rela bertahan melewati penderitaan batin dan tekanan konstan. Kisah perjuangan penuh pengorbanan ini memperlihatkan ketegaran seorang wanita dalam menghadapi peliknya dinamika hubungan yang menjerat hidupnya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED