Lina saat itu masih kurus dengan kulit yang putih dari lahir sampai sekarang . Rambut yang makin panjang selalu dia potong pendek seperti laki-laki . Orang tua nya yang bersusah payah berusaha untuk menabung dan membayarkan keperluan untuk sekolah .
"mah ... Kalau sudah lulus aku mau masuk kuliah ya" kata lina
"kuliah nak? Apa mamah nggak salah denger nak" mamah pun bertanya dengan serius nya
"iya lah mah aku pengin kuliah seperti teman-temanku juga lah" kata lina sembari menggerutu
"iya mamah pikir-pikir dulu ya" jawab mamah
"pikir-pikir bagaimana mah? Nanti malah nggak jadi kuliah, pokonya aku mau kuliah mah" kata lina saat itu
"bukan nya biaya kuliah mahal nak? Apa nggak dipikir dulu kamu" kata mamah
"iya emang mahal mah, tapi mamah masa nggak bisa mah anaknya mau kuliah bilang sama papah mah bisa kan pasti nya lah" kata lina
"iya nanti mamah bilang papah udah kamu makan dulu yang banyak jangan ngomong terus" jawab mamah
Begitu kata mamah yang selalu mengiyakan apa kata anak nya satu-satu nya tadi . Bagaimana tidak anak satu-satu nya kalau nggak diturutin bisa-bisa ngambek nggak jelas dan bisa pergi mungkin dari rumah . Rasa sayang ke anak nya jauh lebih besar begitu ucapan orang tua yang selalu sayang kepada anaknya. Bahkan apapun itu tentang anaknya selalu menomor satukan .
***
Disuatu malam , jam malam yang semakin sunyi orang-orang sudah terlelap hebat . Orang tua lina pun berbicara tentang lina yang mau kuliah saat lulus nanti. Memang benar orang tua sering melamun memikirkan masa depan anak nya di malam hari saat keadaan sudah hening sunyi dan sepi . Hanya suara hewan jangkring yang terdengar .
Krikkk... Krikk... Krikkk.. Suara itu terdengar ditelinga mereka berdua.
"hehe begini ya pah jadi orang tua harus memikirkan masa depan anak, anak kita juga cuma satu harus bener bener dijaga apalagi perempuan kita bareng-bareng ya pah" kata mamah
"ya begitulah harus mensyukuri hidup biar semua jadi berkah " ucap papah
Papah selalu bilang seperti itu . Yang sering aku dengarkan dengan omongan papah itu. Angin malam semakin dingin bulu kuduk pun merinding .tak seperti biasa nya saat itu jendela pun sampai tergoyah dan menempek ke dinding .
Braaaak! Suara jendela itu pun terdengar keras karena menempek di dinding saat itu . Ah rasanya berdebar hati ku kaget! Ah ku kira apa ternyata hanya jendela yang pada saat itu terkena hempasan angin Malam. Memang terasa amat dingin merasuk ke tubuh ke tulang rusuk yang menjadi jadi . Bagaimana dengan papah yang sudah tua lebih tua dari saya . Yap! Ucapnya saat itu .
Malam pun terasa sunyi memikirkan omongan lina yang baru saja.
" pah bagaimana kita bisa tidak kuliah in si lina? " ucap mama dengan penuh haru
" ya sudah kita berdoa saja agar lina bisa kuliah" kata papah
Mama dan papa pun masuk ke kamar dan tertidur malam itu. Saat itu pun angin kencang dan hujan pun akhirnya turun malam itu. Hujan turun yang membuat bulu kuduk merinding karena angin yang kencang dan terasa dingin. Mama seringkali mem bolak-balik kan badannya dan papa pun bertanya akan hal itu. Saat papah tertidur dan selimut pun ada di badan papa yang saat itu kedinginan suka sama seperti mama.
" ya ampun mah kenapa tidurnya bolak-balik terus kayak nggak tenang gitu kenapa sih ma emangnya" kata papah
" mama masih kepikiran pah" jawab mamah
" udah ma tenang aja jangan dipikirin terus, ada saatnya mama harus tenang tidur pasti juga pemikiran nama juga bisa mikir lagi ke depannya bagaimana itu si lina" kata papah
" semoga saja kita bisa apa nguliahin si lina karena mama juga kasihan teman-teman nya juga sepertinya akan kuliah nantinya" kata mamah
"iya semoga saja lah jangan dipikir pusing kan masih lama juga dia juga belum tentu nanti nya mau kuliah si" kata papah
"ya nggak tahu juga pah barangkali pemikiran nya masih tetap sama ingin kuliah tetangga sebelah juga katanya mau nguliahin anaknya" kata mamah
"iya bu papah paham tapi emang dia punya uang banyak iya boleh saja kita iri sama mereka yang bisa nguliahin anaknya tapi ya kita pikirkan saja kalau memang ada uangnya ya bisa kuliah" kata papah
"iya tentu saja begitu yasudah pak mamah cuma mau bilang begitu saja karena mamah selalu kepikiran terus" kata mamah
"mah, papah sudah bilang terus terusan kalau masalah yang ini jangan dipikirin terus nanti malah mamah banyak pikiran dan sakit udah tenang saja mah" kata papah
"iya pah, mamah berusaha tenang" jawab mamah
Kemudian mamah dan papah pun setelah berusaha bertukar cerita akhirnya tidur dengan selimut yang di tarik lagi karena dingin yang dirasakan. Kemudian lina yang masih ada dikamar pun terbangun . Baru saja mamah papah nya tidur lina malah bangun dengan perut yang keroncongan itu sampai akhirnya bangun dan berjalan ke arah dapur pada saat itu.
"yaampun ini jam berapa ya kenapa aku bangun perut kerasa lapar banget" sembari mengucek matanya dengan melihat jam yang ada di kamarnya.
Lina pun ke dapur untuk mencari makan apakah ada , ternyata tidak ada cuma nasi dan ada mie . Padahal pengin makan nasi goreng tapi lina sudah cepat lapar akhirnya makan mie . Lina pun membuat mie yang gampang dan praktis . Dicampurlah dengan nasi yang hangat kalaupun cuma mie menurut lina masih lapar .
"hmm nggak apa-apa deh untungnya ada mie aku makan mie ajalah " kata lina.
Lina makan dengan sendirinya karena bangun sendiri . Orang tua nya baru saja tidur. Makan sembari menonton tv agar tidak merasa sendiri seperti keheningan malam . Teman tv yang sering kali menemani lina karena lina anak satu-satu nya jadi tak ada teman berbincang-bincang . Merasa kesepian tentu saja lina merasakan akan hal itu . Setelah makan selesai duduk sebentar lina pun merasa kekenyangan . Sembari mengambil hp dan memainkan nya. Beberapa menit kemudian jam tepat pukul dua malam lalu lina pun ingin tidur karena merasa ngantuk dan besok pagi segera berangkat sekolah. Bergegas pergi ke kamarnya .
"huaaa rasanya ngantuk sekali ya tak biasanya aku bangun sampai larut jam dua malam rasanya ingin sekali tertidur pulas untuk kali ini tertidur dengan sendirinya untuk merasakan ketenangan"
Pagi hari pun datang dengan embun yang terasa sangat menyegarkan bagiku . Saat itu aku bangun lebih awal dari pada biasa nya . Karena udara sangatlah sejuk membuat ingin sekali berpindah tempat dari kamar tidur ke arah depan rumah . Ya walaupun masih terasa sepi saat itu .
Saat itu aku melihat ke arah langit yang begitu indah dan cuaca yang masih sejuk . Namun
Semakin siang semakin berubah cuacanya . Asap tahu tetangga yang saat itu muncul dan menembus ke rumahku yap tentu saja pagi-pagi sudah ada yang memasak . Saat itu para pekerja mulai memasak tahu jadi tentu saja asap itu terasa sangat ke rumahku. Aku bergegas untuk masuk ke rumah saat itu . Mamah yang saat itu melihatku dan bertanya.
"eh tumben nak udah bangun padahal baru saja mamah mau bangunin kamu ke kamar ternyata ada disini ya habis apa ini emang nya diluar" kata mamah
"enggak habis apa-apa mah pengin diluar aja cuacanya seger aja gitu " kata lina
"em gitu ya, yasudah makan dulu gih mama sudah siapkan nasi goreng kesukaan kamu nggak terlalu pedes mamah takit kamu sakit perut kalau makan pedes-pedes jadi mamah bikin yang biasa-biasa saja" kata mamah
"yaudah mah nggak apa-apa toh aku juga nggak terlalu suka pedes banget kok mah udah perlahan ngehindari yang pedes banget sih mah" jawab lina
"oh gitu yasukur lah kalau begitu " kata mamah
"mah aku mau makan sekarang mah aku lapar" katanya lina
"iya sebentar ibu siapkan piringnya dulu setelah itu kamu siap-siap berangkat sekolah ya karena kalau nanti nanti keburu kesiangan nak" kata mamah
"iya mah orang biasanya aja cepet mah nggak kaya biasanya mamah ngomong terus nih" jawab lina
"iya kan siapa tahu mamah ngingetin saja nak biar nggak kesiangan karena telat , kamu berangkat sama siapa terus" kata mamah sembari membawa piring yang mau di taruh di meja makan tersebut.
"iya udah iya mah lina ngerti kan lina juga udah ngerti ngatur waktu nya bagaimana , mamah gitu selalu ngomong terus " kata lina
Mamah pun mengambil nasi nya untuk lina sembari bilang
"iyaudah syukur kalau Bisa ngatur wajktu,, yaudah"
"aku berangkat sendirian mah nggak tahu kayanya temen nya aku juga nggak mampir yaudah lah orang biasa sendiri sih aku mah" kata lina
"yasudah sendiri ataupun ada teman nya yang penting berangkat terus aja kan emang lagi sekolah kamu yang semangat" kata mamah
"iya mah iya pasti aku semangat kok" jawab lina
Begitu jawaban lina tentang sekolah . Kata mamah dan papah nya lina harus tetap bersemangat dengan keadaan apapun itu roda pasti berputar juga nggak terus menerus kita diatas .
Lagi enak nya makan tiba tiba papah pun menyalami mamah dan hanya untuk minum.
"mah, aku berangkat dulu ya keburu kesiangan" kata papah
"hlo ini mamah udah masakin pah" kata mamah
"udah iya papah tahu mah gampang nanti beli aja disana" jawab papah
"beli pah? Mamah bawain bekal tunggu ya pah" kata mamah
"udah nggak usah ini buru buru mah" sembari menyalami mamah.
Mamah pun bersalaman dengan papah sembari berangkat dinas .
"hmm padahal aku sudah masakin nasi goreng buat papah tapi papah begitu apa salah aku ya, mungkin apa aku bangunnya kurang pagi ya salahku juga kali sabar aja sabar" kata mamah dalam hati sembari berdiam.
"maaah? Mamah?" lina pun memanggil mamah saat itu yang sedang asik menyantap masakan mamah
"maah? Kok diem aja ,Maaah" kata lina
"eh iya nak iya, kenapa nak" jawab mamah
"kan lina nanya mah kenapa mamah kok bengong? Mamah pasti marah ya papah langsung berangkat nggak makan dulu masakan mamah, padahal mamah udah sempetin masak buat papah kan mah?" kata lina
"enggak, bukan gitu nak" jawab mamah
"udah lah mah kalaupun iya juga nggak apa apa jujur sama diri sendiri dan juga aku mah , ya mungkin emang papah lagi buru buru kan biasanya emang nggak begitu mah jangan dipikirin berlebihan ya mah" kata lina
"enggak, yaudah iya nak nggak gitu juga nggak biasa nya saja papahmu seperti itu , iya itu yang mamah takutkan saja" kata mamah
"iya mah sabar yah, nggak apa apa kok papah seperti itu toh nggak akan sering sepertinya yang lina lihat ,yaudah mah lina berangkat sekolah dulu ya keburu siang soalnya ya biar lina nggak kesiangan aja si " kata lina setelah melihat papah berperilaku seperti itu
"yasudah nak hati-hati ya berangkatnya " kata mamah
Lina pun bersalaman dengan mamahnya karena papahnya sudah berangkat duluan . Biasanya papahnya yang mengantarkan lina sekolah namun kali ini lina pun menggunakan angkot. Berjalan dengan sendirian seperti orang yang tak tahu arah. Padahal tahu kemana arahnya pergi yaitu ke sekolah . Lina namun sembari menggerutu tentunya .
"hmm rasanya beda sekali aku berangkat sekolah padahal ada mobil untuk berangkat kesekolah tujuanku namun kenapa tak bisa mungkin bagi mereka enak melihat aku yang punya mobil " kata lina saat itu sembari berjalan sendiri.
Bagaimana bisa teman berkata enak jadi aku kenyataannya tidak yang seperti aku bayangkan dengan perkataan mereka tentunya namun kali ini berbeda .mereka bahkan melihatku menggunakan angkot yang pada saat itu di dalam angkot juga ada teman kelasku namun tak begitu akrab.
Akupun ikut terdiam karena teman kelasku juga diam hanya melihat dengan tatapannya tak berbicara ke aku sedikitpun. Lalu setelah sampai ke sekolahku aku pun turun dan berjalan tepat di gerbang saat aku mulai memasuki nya ada temanku yang melihatku turun dari angkot
"eeeh lina turun dari mana itu? Angkot? Eh iya bener angkot yah?" kata temanku
"iya . Emang kenapa aku pakai angkot ada apa emang sih kalian kaget lihat aku pakai angkot atau bagaimana?" kata lina
"iya nggak gitu maksudnya kita biasa liat kamu pakai mobil lah tahu-tahu pakai angkot kan gimana gitu" kata teman
"ya soalnya emang papah aku lagi buru-buru berangkat kerja jadi ya gitu aku harus pakai angkot sih mau gimana lagi" kata lina
"emm gitu yah emangnya nggak ada mobil lagi selain mobil papah kamu? Apa emang cuma satu punya nya?" kata teman nya
Tak seperti biasanya lina yang menggunakan angkot pun temannya seperti tak menyukainya karena bau dengan penuh desak desakan .
"emang nggak ada cuma satu sih itu pun buat kepentingan bolak balik nua papah aku ya mau gimana lagi ngomong-ngomong kamu naik apa tadi" kata ku saat itu
"emmm.. Aku pakai mobil biasa lah mobil soalnya panas bamget mobil kan ada ac nya jadi ya bisa buat ngadem kalau angkot mah masih panas manah desak desakan nggak karuan aku nggak suka aja si " kata teman
"yaudah si kalau nggak suka tinggal diem aja nggak usah ngomong apa-apa toh aku tadi pakai angkot juga biasa aja nggak kenapa napa" kata lina
Disekolah yang terkenal banyak orang kaya dan yang naik angkot hanya sedikit . Namun watak dari teman nya itu tidak patut di contoh karena sering sekali membully teman nya.
"padahal cuma pakai angkot kenapa teman ku seperti nya tidak suka dengan angkot bahkan sampai menjelekan ku saat aku naik angkot, padahal menurut aku biasa saja apa menurut dia malu dengan semua itu ah pantas saja aku dibilang begitu" kata lina dalam hatinya seraya berkata.
Zafran cinta monyet yang aku temui saat di smp kenyataan nya muncul lagi di smk sini . Dan kenapa aku baru menyadari nya . Rasanya aneh sekali pertama kali aku melihatnya . Dia pun ikut melihat ke arah aku begitu terasa hati ini dag dig dug. Dia pun berjalan ke arahku saat itu .
"hmmm lina ya? Eh sama siapa" kata zafran sembari menggendong tasnya itu
"hehe iya zafran kenapa aku baru ngelihat kamu ya kaya aneh aja gitu" kata lina
"maksud kamu aneh gimana orang biasa aja aku aku udah lihat kamu sih sebenernya tapi emang kamu nya aja si yang kayanya nggak pernah lihat aku, emang kamu dikelas terus atau bagaimana" kata zafran
Zafran berbadan tinggi sekitar seratus enam puluh lima sentimeter jauh lebih tinggi dibanding aku . Sampai sekarang mungkin dia cepat tinggi nya dibanding aku . Ya aku pikir pertumbuhan nya lebih cepat laki-laki dibanding perempuan. Rasanya sunggu aneg aku melihatnya wajah memang sama tak ada perubahan namun rambut nya berubah kulit putih bersih yang dulu aku lihat itu pun masih tetap sama . Hmmm begitu rasanya melihat cinta monyet bersemi kembali hahaha. Kenapa sampai saat ini aku masih menyukainya senyuman yang membuat hati aku pun berbunga-bunga , canda tawanya yang semakin mengundang untuk ikut tertawa saat melihatnya tertawa. Aku semakin tak percaya kenapa semua ini terjadi lagi . Mungkin rasanya cinta pertama yang makin lagi dan lagi terjadi . Begitu juga hal yang dirasakan.
"ya aneh aja kita satu sekolahan kenapa bisa-bisa nya nggak lihat aku , jangan-jangan emang kamu yang nggak pernah keluar kelas malah di dalam kelas terus kan " kata zafran saat itu
"nggak juga lah, masa iya aku dalam kelas terus nggak begitu lah" jawab lina
"yaudah aku buru-buru mau masuk kelas" kata zafran
"oh ya oke" jawab lina
Lina pun menjawabnya dengan oke oke saja sampai tak memikirkan hal hal lain tentang zafran. Apakah zafran juga sama saat itu menyukaiku atau tidak aku juga tidak mengetahuinya . Ataupun dia malu basa basi lagi denganku . Dia tinggal di kelas satu sekolah dengan teman sd ku ternyata . Teman sd ku pun tidak tahu bahwa zafran adalah orang yang dulu pernah singgah seperti bisa dibilang cinta monyet . Saat itu pun teman sd ku yang bernama dwi tak menyadarinya . Dwi lebih pendek dari tubuhku berbadan agak gendut yang sering dijulukin si cebol. Hmm tapi dia tidak marah dijulukin seperti itu namun aku tidak pernah sama sekali memanggilnya dengan julukan itu . Menurutku tidak baik . Akupun memanggil dengan sebutan nama aslinya dibanding nama julukannya yang pastinya. Tak bisa berkata apa apa . Aku pun memanggil nya
"dwii.. Dwii hey!" kataku sembari berlari mengejar dwi yang saat itu mau masuk ke kelasnya
"lina? Iya ada apa lin yaampun sampai segitunya ya lari lari kenapa sih emangnya" kata dwi sembari meringis giginya pun terlihat seperti gigi kelinci
" emm nggak apa apa" jawab lina
"bohong banget nih bocah kalaupun nggak ada apa-apa ya pasti nggak segitunya lari kali bilang ayo cepetan ada apa ngomong" kata dwi
"hmm yaudah lah kalau kamu maksa dwi" kata lina
"apaan nah aku nggak maksa geer banget cuma mau bilang ayo cepetan ngomong apa yang harus kamu ngomong bukan maksa gitu maksudnya halah kamu kegeeran banget lah kalau gitu mah" kata dwi
"ya kan emang maksa yaudah kalau begitu lah aku jelasin kenapa sampai aku lari padahal aku cuma mau bilang ke kamu kalau dikelasnya kamu ada yang namanya zafran ya? Iya bukan? Ada apa enggak? Bener ada dwi?" kata lina menanyakan hal itu yang bikin penasaran lina
"oh ada iya kenapa sih emang? Kenapa hayo? Suka ya kamu lin? Atau gimana nih ceritanya emmm kebetulan dia si kayanya banyak suka jadi kalau kamu suka sepertinya perlu di pertimbangkan juga sih hehehe" jawab dwi saat itu sembari tertawa namun tangan menutupi mulutnya agar fidak teetawa terbahak bahak.
"apaan si orang cuma tanya doang cuma negasin aja emang iya ada yang namanya zafran ya?" kata lina sembari menegaskan kembali
"aku baru kepikiran kalau zafran teman cinta monyet kamu ya hehehe kenapa aku sampai lupa ya padahal kan aku tahu dulu kaya gimana " kata dwi saat itu
"hidih hidih pake ngungkit segala nih orang bisa bisanya juga masih keinget masa masa itu ah kamu mah udah lupain aja kita bahas yang lain" kata lina
Saat itu aku begitu meyakinkan bahwa memang hatiku baik baik saja saat melihat zafran yang tentunya cinta monyet ku .
"ya nggak apa apa lah kamu juga seneng kan kalaupun harus ngungkit masalah itu ya harus lah biasanya emang kan cinta monyet juga bakal balik ketemu lagi nantinya karena cinta belum sempurna jadi bisa balik lagi deh, kan ketemu satu sekolah haha lucu ya kalian tapi sih aku yakin kalian emang cocok sih cinta monyet yang belum kelar makanya dikelarin sekarang aja mumpung masih bisa ketemu lah heheh" kata dwi saat itu
"yampun ngomong kek jalan tol panjang amat sampai segitunya kau ini , nggak tahu lagi lah ngomong apa ini cinta monyet sih cinta monyet tapi ya nggak gitu juga ah kamu dwi" jawab si lina
"udah nggak usah bohongin perasaan kamu yang dulu sampai sekarang keoada zafran hahaha semenjek kehadiran zafran pun dunia terasa milik berdua kan? Apa lagi yang harus difikirkan tentang zafran yang ganteng nan putih itu sih mba linaa?" kata dwi yang selalu terus menerus supaya lina dan zafran bersatu lagi
"sumpah ya dwi kamu nyebelin banget udah ah diem heh diem nanti si zafran denger, kamu ya" sembari berusaha untuk menutup mulut si dwi saat itu yang terus meners berbicara tentang zafran
"yaaa biarin orang tujuannya biar zafran denger ko jadi ya rame kan kalaupun harus denger apa yang aku omongin tadi jadi dia tih juga ngerasa jadinya gitu hlo lin peka maksudnya ke perempuan kan kamu juga penginnya gitu kan ya" kata dwi