Bab 1

Suara pijakan sepatu mahal yang menggema di sepanjang koridor kantor. Kenan datang bersama asisten Samuel membuat semua karyawan menundukkan kepala dengan hormat. Mempunyai wajah tampan dengan sorot mata tajam seperti elang membuat siapapun melihatnya terpesona.

Kenan terkenal dengan gaya kerjanya yang profesional dan kejam, hanya tersenyum jika kinerja karyawannya bagus. Tak segan-segan banyak rival bisnisnya yang ingin bersikap curang mundur perlahan karena kekejamannya yang tidak memberi ampun bagi orang yang merugikannya. Mempunyai popularitas tinggi dan kesuksesan di usia muda membuatnya tidak sulit untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.

Kenan merupakan anak tunggal Aron Weist dan Asyanaz Lyna pengusaha batubara dan properti yang menyebar diseluruh kota Indonesia dan luar negeri. Kesuksesan keturunan Weist di dunia pengusaha sudah tidak di ragukan lagi.

"Sam apa jadwal ku hari ini?" tanya Kenan yang sudah duduk di kursi kerjanya.

"Tuan, malam ini anda ada jadwal makan malam dengan Tuan Oshimura dari Jepang. Beliau akan membicarakan kelanjutan kerjasama kita, waktu Anda berkunjung ke Jepang seminggu yang lalu," jawab Samuel.

"Apa dia masih mengulur-ngulur waktu untuk penandatanganan kerjasama ini ?" tanya Kenan.

"Tidak Tuan, sepertinya Tuan Oshi menepati janjinya kali ini. Karna terdengar kabar beliau akan mengunjungi anaknya yang tinggal di Indonesia."

"Baiklah, siapkan dokumen bisnis kerjasama kita aku akan memeriksanya kembali!" titah Kenan.

"Baik Tuan," ucap Sam sambil menundukkan kepala nya sedikit dan meninggalkan ruangan Kenan.

Dua jam kemudian

Tok...

Tok...

Tok...

Ketukan pintu terdengar dari luar.

"Masuk," ucap Kenan yang masih memeriksa laporan keuangan perusahaan.

Sam masuk dengan membawa dokumen yang diminta Kenan.

"Tuan satu jam lagi anda akan menemui Tuan Oshimura. Ini dokumen bisnis yang sudah saya periksa mohon anda periksa kembali," ujar Sam yang meletakkan dokumen bisnis perjanjian kerjasama perusahaan Oshimura di meja kerja Kenan.

"Ya beri aku waktu sebentar untuk memeriksanya kembali," titahnya.

"Baik kalau begitu saya akan menunggu anda di luar," ucap Samuel yang kemudian melenggangkan kakinya keluar.

Setelah selesai memeriksa semua dokumen perjanjian kerja sama perusahaan Oshimura. Kenan bersiap pergi keluar kantor bersama Sam yang mengikutinya dari belakang. Mereka akan bertemu dengan Tuan Oshimura yang sudah menunggunya. Suasana di kantor sudah sepi hanya ada beberapa karyawan yang lembur dan para penjaga keamanan yang bertugas.

"Tuan saya hanya mengingatkan pertemuan ini sudah yang ketiga kalinya di tunda mohon anda bersabar karena Tuan Oshimura terkenal dengan ketegasannya untuk menaruh saham di perusahaan lainnya. Tuan Besar meminta anda agar lebih teliti dengan persyaratan yang diberikan pihak Oshimura," ucap Sam kepada kenan.

"Tenang saja aku sudah mempelajari proposal kerjasama kita. Begitu pun kita akan menuntut mereka kalau dalam kerja sama ini banyak merugikan kita karena ku dengar pria itu sangat licik," tukas Kenan.

"Semoga saja kerja sama ini lebih banyak menguntungkan Tuan," harap Sam karena mendapatkan kerja sama proyek dengan Tuan Oshimura begitu sulit.

"Hm.. kita lihat saja nanti," ujar Kenan.

Tepat pukul 20.00 malam, seorang pria paruh baya dan asistennya sedang duduk menunggu kehadiran orang yang sangat penting yaitu Tuan Kenan. Meskipun sudah tua ketampanannya tidak pudar dipandang mata. Ada saja para wanita muda yang selalu meliriknya dengan tatapan memuja dan menggoda disaat dia duduk santai seorang diri. Tapi cintanya hanya satu dan sampai mati kepada mendiang istrinya. Nana seorang wanita cantik dan manis berdarah Indonesia, istri dari Oshimura.

Seorang traveller yang senang mengelilingi dunia, jatuh hati kepada seorang pria berasal dari Jepang yang menolongnya disaat dia kecopetan.

Setelah pertemuan itu hubungan mereka semakin dekat. Setelah empat bulan saling mengenal satu sama lain. Mereka akhirnya memutuskan untuk menikah dan menetap di Jepang. Dua tahun menikah mereka dikaruniai seorang putri cantik yang bernama Yezi Putri Oshimura. Kebahagiaan selalu menyertai keluarga mereka.

Tetapi siapa sangka kepergian mereka berkunjung ke Indonesia untuk menghadiri pesta pernikahan sepupunya, membuat Oshimura berpisah dengan istrinya untuk selama-lamanya. Naas mobil yang dikendarainya mengalami ban bocor dan hilang keseimbangan membanting stir mobil ke arah kiri jalan dan membentur pembatas jalan begitu kencang. Sehingga terjadilah kecelakaan yang tidak bisa dihindarkan. Sejak saat tragedi itu membuat Osihimura menduda sampai sekarang.

Kenan keluar dari mobil sedan hitam mewahnya berjalan dengan gagah masuk kedalam restoran Jepang diikuti Sam yang berjalan dibelakangnya. Banyak pasang mata wanita yang tertegun dengan pesona dua pria tampan yang sedang berjalan melewatinya. Siapa yang tidak mengenal Kenan anak konglomerat yang mempunyai wajah tampan dan kesuksesannya sebagai CEO. Tapi Kenan hanya bersikap acuh tak perduli dengan tatapan lapar mereka. Tatapannya fokus ke pria paruh baya yang masih terlihat gagah diusianya yang tidak muda lagi sedang menunggunya bersama seorang pengawal yang berdiri tak jauh darinya.

"Selamat malam Tuan Oshimura," ucap Kenan sopan kepada Tuan Oshimura.

"Selamat datang dan selamat malam Tuan Kenan silahkan duduk," sambut Tuan Oshi ramah.

"Terima kasih. Maaf, saya datang terlambat anda tahu Jakarta sangat macet," gurau Kenan dengan senyum tipis diwajahnya.

"No problem it's ok," ujar Oshimura.

"Bisa kita mulai untuk proses selanjutnya Tuan Oshimura," tanya Kenan kepada Oshimura.

"Silahkan Tuan Kenan, maaf sudah menunggu lama karena kesibukan saya yang sangat padat di kantor," ujar Oshimura.

"It's ok Tuan Oshimura saya mengerti," ucap Kenan.

Sam memberikan dokumen bisnis yang akan ditandatangani.

Setelah membicarakan detail kerja sama yang tertunda, mereka akhirnya sepakat untuk bekerja sama dan menandatangani surat perjanjian kontrak kerja perusahaan raksasa itu. Setelah itu mereka baru menikmati makan malam dengan menu makanan Jepang.

"Tuan Kenan, sebenarnya malam ini saya akan bertemu dengan seseorang. Dia akan datang sebentar lagi. Apa anda keberatan?" tanya Oshimura.

"Oh ya siapa?" jawab Kenan sambil menikmati makanan di piringnya.

"Dia putri Saya, dia sudah lama tinggal di Indonesia. Sekarang dia bekerja di hotel tak jauh dari restoran ini," ucap Oshimura.

"Tidak apa-apa Tuan Oshi, Saya tidak keberatan lalu dimana putri Anda?" ujar Kenan.

"Sebentar lagi dia akan datang Tuan." Sambil menengok ke arah pintu masuk restoran Tuan Oshi tersenyum lebar melihat sosok wanita cantik berjalan kearahnya.

"Nah itu anak saya sudah datang!" dengan semangat Tuan Oshi bicara.

Karena duduk Kenan dan Sam membelakangi arah pintu masuk restoran. Kenan dan asistennya itu tidak tahu wajah anak rekan bisnisnya itu.

"Selamat malam Daddy maaf aku telat!" seru seorang wanita cantik anak dari Tuan Oshimura yang berhambur di pelukan pria paruh baya itu.

Deg...

Deg...

Deg...

Deg...

"Suara wanita itu," batin Kenan dengan wajah memucat.

Bab 2

"Hallo Dad, apa sudah lama menunggu," sapa Yezi yang masih memeluk Tuan Oshimura dengan manja.

"No sayang, tidak lama. Oh iya perkenalkan rekan bisnis Daddy, Tuan Kenan dan yang disebelahnya Tuan Sam asistennya," ucap Oshimura. Yezi pun melihat kedua pria itu dahinya mengernyit melihat pria didepannya.

Deg...

Deg...

Deg...

Jantungnya Kenan serasa mau copot. Tidak di sangka mereka di pertemukan untuk kedua kalinya tatapan horor mereka saling bertemu.

Tapi dengan muka datar dan dinginnya, Kenan harus menyapa wanita itu. Sebenarnya dia hanya menjaga imagenya saja agar tidak terlalu terlihat bodoh di depan wanita itu.

"Perkenalkan saya Kenan rekan bisnis Tuan Oshimura," ucap Kenan tanpa mengulurkan tangannya.

Tapi lain dengan Yezi yang sangat acuh seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa.

Dengan gaya cueknya Yezi menjawab.

"Saya Yezi senang bertemu dengan anda!" sapa Yezi tanpa tersenyum tanpa melihat lawan bicaranya.

Sam yang sejak tadi memperhatikan tingkah Tuannya itu hanya menghela nafas dalam mencoba tenang. "Pasti sebentar lagi akan ada tugas-tugas aneh yang akan datang untuknya," batin Sam berbicara.

"Apa kalian sudah selesai Daddy, ada yang harus kita bicarakan setelah ini," kata Yezi.

"Sudah sayang kami baru saja selesai. Baiklah Tuan Kenan saya rasa semua sudah selesai. Untuk ke depannya saya harap kerjasama ini saling menguntungkan," tukas Oshimura.

"Baik Tuan Oshimura senang bekerja sama dengan anda!" ucap Kenan lugas.

Mereka pun bangun dari kursi restoran dan saling berjabat tangan. Tuan Oshimura pergi bersama Yezi dan pengawalnya. Begitu pun Kenan yang masuk ke dalam mobilnya yang sudah terparkir didepan restoran.

Setelah melihat kepergian mereka, Kenan pun tidak henti-hentinya mengumpat bahkan bahasa binatang pun keluar semua dari mulutnya.

"Oh fuck girl! Sial! Wanita itu seolah-olah tidak mengenalku. Setelah apa yang sudah dia lakukan," gerutu Kenan dengan wajah menahan kesal. "Sam coba kamu selidiki wanita licik itu! Bisa-bisanya dia bersikap acuh di hadapanku. Bahkan aku saja tidak lupa dengan kejadian setahun yang lalu. Malu yang kudapatkan tidak pernah bisa hilang dari ingatanku Sam," titah Kenan yang masih bersungut-sungut kesal.

"Ehm... Tuan, bukannya anda sekarang sudah bertemu kembali dengan wanita itu. Dan anda sudah sangat beruntung bisa mengenal ayah dari wanita itu," ujar Sam dengan senyum tengilnya. Kenan yang melihat ada senyuman devil dari asistennya langsung mengerti maksud tujuan Sam ke depannya.

"Sam, kau sudah bosan hidup hah!" ucap Kenan menatap horor asistennya itu.

"Ti tidak Tuan saya masih ingin hidup," jawab Sam dengan terbata-bata. Sam menutup rapat-rapat bibirnya menahan tawa. Dia tahu kalau masih saja berbicara Tuannya itu tak tanggung-tanggung menghukumnya.

Di dalam mobil Kenan berpikir keras agar bisa membalaskan rasa sakit hatinya kepada wanita itu.

"Aku akan membalas dendam ku dasar wanita licik!

Lihat saja nanti kau akan menangis darah memohon-mohon kepadaku," tukas Kenan dengan tatapan lurus ke depan yang tajam membuat Sam yang meliriknya dari kaca mobil bergidik ngeri melihatnya.

"Dad kenapa tidak tinggal di Indonesia saja?" tanya Yezi.

"Tidak sayang Daddy belum bisa." Kamu saja tidak mau memimpin perusahaan, bagaimana Daddy bisa tinggal disini ," ucap Oshimura dengan mimik wajah cemberut.

"Yah Daddy, kenapa merajuk seperti itu akukan masih ingin menikmati masa mudaku. Dan aku juga punya usaha sendiri di sini," tutur Yezi.

"Baiklah kapan pun kamu siap kembalilah ke Jepang anakku. Mm... sayang ada yang ingin Daddy tanyakan."

"Apa itu Dad?"

"Apa sebelumnya kamu sudah pernah bertemu dengan Tuan Kenan?" selidik Oshimura.

Dengan santai biar tidak terlihat gugup Yezi pun menjawab Daddynya.

"No, dad aku belum pernah bertemu dengannya," jawab Yezi dengan raut wajah meyakinkan.

"Yang benar kamu Yezi, jangan bohong sayang?" seloroh Oshimura dengan menaikkan alisnya sedikit menggoda putrinya itu.

"Daddy!" rengek Yezi sampai mulutnya maju seperti bebek.

"Ha ha ha ha... sayang meskipun kamu di Indonesia jangan lupakan kalau banyak mata-mata Daddy disini. Jangan kamu lupa itu sayang!" tukas Oshimura.

"Siap Dad, anakmu ini tidak akan mengecewakanmu."

"Baik lah Daddy percaya kamu," ujar Oshimura sambil melirik pengawalnya yang sedang fokus mengemudi.

Cepat sedikit Doni sudah larut malam besok saya akan kembali ke Jepang," titah Oshimura.

"Baik Tuan!" jawab Doni yang langsung cepat mengemudikan mobil sedan hitam mewah itu.

Setelah jam sebelas malam mobil mewah itu tiba di mension mewah milik Oshimura. Rumah ini merupakan hadiah pernikahan nya untuk istri tercinta. Karena istrinya hanya mempunyai nenek, sejak kecil orangtuanya sudah meninggal. Istrinya hanya mempunyai adik laki-laki yang sekarang menetap di Jerman.

"Tidur lah sayang hari sudah malam," titah Oshimura.

"Ok Dad, aku masuk ke kamar yah lov you Daddy," ucap Yezi yang mencium pipi Oshimura.

"Love you too honey."

Setelah melihat putri tercintanya masuk ke dalam kamar dalam batinnya berkata. 'Lihat lah sayang anak kita sudah besar, dia sangat mandiri dan cantik seperti mu.'

Di dalam kamar

"Akh....sial sial sial! Kenapa aku harus bertemu dengannya. Ini semua gara-gara cowok bajingan itu! Ah bodo amat lah, lagi pula itukan sudah lama juga. Siapa tahu dia sudah lupakan. Tapi tunggu dulu kenapa perusahaan Daddy bekerja sama dengan perusahan cowok rese itu. Daddykan suka aneh -aneh pasti ada udang di balik batu. Bodo amatlah nanti aku pikirkan lagi, mudah-mudahan nggak ketemu sama cowok itu lagi!" ucap Yezi.

flasback

Suara alunan musik yang kencang memekakan telinga dan para lautan manusia sedang menari-nari sambil meliuk-liukkan tubuh nya tanpa rasa malu. Didalam ruangan salah satu VVIP terdapat tiga laki-laki tampan yang sedang menikmati minuman. Kenan, Bastian, dan Sam. Lelaki tampan para incaran gadis muda dan wanita dewasa. Tapi sayangnya tak ada yang berani menyentuh nya apa lagi mendekatinya. Tetapi hanya ada satu wanita yang bernama Bella Ananda, merupakan kekasih Kenan yang sebentar lagi akan bertunangan dia wanita yang bisa bebas berdekatan dan berbincang bebas dengan mereka. Siapa yang tidak tahu pasangan yang di juluki Romeo dan Juliet itu, mereka adalah pasangan serasi yaitu Kenan dan Bella.

Tiba-tiba ada kejadian paling memalukan yang merubah semuanya. Masalah itu merupakan awal dari pertemuan Kenan dan yezi.

"Maaf Tuan Kenan tadi Nyonya besar menghubungi saya karena ponsel anda susah di hubungi. Anda harus segera pulang karena ada hal yang mau di bicarakan," ucap Sam.

"Sebentar lagi tunggu Bella dia sedang pergi ke toilet," jawab Kenan tanpa menatap asistennya.

Di ruang sebelah

"Ayo guys... kita minum kita rayain hari ini. Duh senang banget hotel kita hari ini omsetnya melambung tinggi! Dan kata pengunjung hotel, pelayanan di hotel kita bagus loh," ucap salah satu karyawan Yezi.

"Terus... jangan lupa kita punya CEO pintar dan cantik! Ya kan bu bos," seloroh Jeni asisten Yezi dengan heboh.

"Sudah...sudah...kalian nikmati keberhasilan kita, dan kalau mau jogi-jogi bolehlah tapi jangan sampai teler dan cari masalah sama yang lain....ok! Jeni kamu jaga yah anak-anak jangan sampai buat ulah, saya mau ke toilet dulu!" titah Yezi.

"Ok siap Bu bos!" jawab Jeni sambil membulatkan jarinya tanda ok.

Jeni adalah teman baik Yezi sekaligus merangkap sebagai asistennya di hotel. Mereka sudah berteman lama sejak kuliah. Yezi sangat menghargai pertemanannya begitu pun Jeni sangat sayang dengan Yezi.

Bab 3

Yezi keluar dari ruangan menuju toilet wanita karena dia sudah tidak tahan ingin buang air kecil. Sampai di dalam toilet samar-samar dia mendengarkan pembicaraan seorang wanita yang sedang menerima telepon.

"Bas, nanti setelah Kenan pergi kita jadikan? Baiklah aku akan kesana sayang. Ok... bye honey muach," ucap Bella yang menutup panggilan di ujung sana dengan tersenyum bahagia.

"Cih! Gayanya dasar norak," gumam Yezi pelan. Lalu Yezi keluar dari dalam toilet, kakinya berjalan ke wastafel untuk mencuci tangannya. Tanpa sengaja dia melirik wanita di sebelahnya yang tadi habis menerima atau menghubungi kekasihnya yang masih menghias diri di depan cermin.

'Nih orang sudah cantik masih saja ngedempul, nggak ketebalan tuh muka,' batin Yezi.

Di lirik seperti itu Bella langsung bertanya. "Kenapa, ada yang salah di wajah saya?"

Spontan Yezi menjawab. "Oh no! Saya hanya terpesona dengan kecantikan wajah anda, Nona sangat cantik," puji Yezi yang sebenarnya berbohong.

"Terima kasih anda begitu jujur, asal anda tahu dengan wajah cantik saya ini. Dua pria kaya yang tampan dan kaya raya pun bisa saya miliki," dengan sikap pongahnya Bella berkata. "Astaga kenapa saya jadi curhat maaf ya. Sudahlah lain waktu kalau kita di pertemukan lagi saya akan memberi tahu tips untuk anda bagaimana caranya bisa cantik seperti saya ini, permisi nona," ucapnya seperti kereta api.

Yezi yang masih terkejut dengan kepedean wanita itu, mulutnya masih menganga lebar.

"Astaga ada orang seperti itu selingkuh saja bangga.

Tapi tunggu tadi waktu dia berbicara dengan seseorang di ponselnya dia sempat menyebut nama Kenan dan Bas. Kok kaya ga asing gitu yah namanya. Ah sudah lah ngapain juga ngurusin kehidupan orang kepo banget hidup aku, aku saja tidak punya kekasih huh!" gerutunya.

Meninggalkan jiwa kekepoannya Yezi pergi meninggalkan toilet wanita dan pergi bergabung dengan teman dan karyawannya.

Sementara di ruangan lain

"Hai, sayang lama yah nunggu aku?" tanya Bella.

"Tidak sayang bagiku menunggu sepuluh menit tidak lama di banding menunggu kamu sampai lima tahun," tukas Kenan.

"Kamu bisa saja Ken," ucap Bella sambil tersenyum manis dan menolehkan kepalanya ke seseorang yang berada di sebelah Kenan.

"Mm.. Bastian apa kabar lama tidak bertemu?" tanya Bella ramah.

"Baik Bel, gimana kabar kamu?" tanya Bastian balik.

"Aku juga baik Bas," jawab Bella dengan lembut.

Setelah mengobrol banyak Bastian menepuk bahu Kenan.

"Ok bro! Keluar dulu yah, biasa kontrol dulu." Kemudian Bastian berdiri dari duduknya melangkah keluar sambil melirik ke arah Bella dengan mengedipkan sebelah matanya.

Tanpa mereka sadari hal itu di ketahui oleh Sam. Sam yang tidak mau terlibat pembicaraan di antara mereka sedari tadi hanya memainkan gelas winenya tapi matanya lah yang selalu memperhatikan gerak gerik orang yang berada di dekat Tuan mudanya. Karena Sam tidak menyukai Bella, dia seringkali memergoki Bastian dan Bella saling bertatapan mesra seperti sekarang ini yang dia lihat.

Membuat dia muak melihatnya. Tapi karena Tuan mudanya cinta mati dengan perempuan itu apapun yang dia bilang selalu salah dimata Tuannya itu. 'Biarlah, biar nanti waktu yang akan menjawab. Akan ada balasan yang setimpal untuk wanita licik itu,' batin Sam berkata.

Sebal melihat Tuannya sedang asik bermesraan dan mengobrol lama dengan wanita itu. Sam pun memberanikan diri untuk menegur Tuannya itu agar supaya cepat pulang karena Nyonya besarnya sudah menunggu lama.

"Tuan Kenan, sudah malam sebaiknya anda pulang, Nyonya besar sudah menunggu anda terlalu lama," protesnya.

"Sayang pulanglah, Mommy mu sudah menunggu. Jangan sampai beliau menunggumu pulang terlalu lama karena menemaniku," ucap Bella.

"Baik sayang, tapi nanti kamu pulang dengan siapa hem? Apa kita pulang bersama saja," ujar Kenan.

"Tidak jangan Ken, aku ada janji dengan Lia. Dia ada acara di sini katanya di ruang sebelah bersama teman kerjanya, biasa lah acara kantor."

Sambil mencubit dagu Bella Kenan berkata.

"Ya sudah aku pulang yah, ingat jangan nakal! Kalau ada apa-apa kabari aku atau Bastian sayang," titahnya.

"Ok Ken..kamu tenang saja kita kan sudah biasa kumpul di sini jadi aman buat aku."

"Ya sudah aku pergi dulu," ucap Kenan. Sebelum pergi mereka berciuman mesra.

Kenan pergi meninggalkan club tanpa ada rasa curiga sedikit pun.

Setelah di lihatnya Kenan sudah pergi dan situasi yang aman Bella mengeluarkan ponselnya.

"Kembalilah honey, Kenan sudah pergi!" ucapnya dengan wajah yang sangat bahagia.

"Baik sayang tunggu aku," jawab Bastian di ujung sana.

"Tunggulah 10 menit lagi aku akan menemuimu!" titah Bastian.

"Ok sayang," ucap Bella.

Sebenarnya Bastian sudah tahu Ken pergi, cuma dia hanya berjaga-jaga saja takutnya tiba-tiba Ken kembali. Setelah merasa aman Bastian pun mendekati Bella yang malam ini sangat cantik.

"Bastian!" teriak Bella langsung memeluk kekasih gelapnya itu.

Mereka saling berciuman dengan mesra tanpa mau keduanya mengakhiri. Dengan sentuhan lembut tak lupa tangan yang sudah menjalar kemana-mana membuat Bastian tidak tahan untuk melakukannya. Tapi mereka sadar tidak mau melakukannya di tempat ini. Kalau sampai ada yang tahu dengan kelakuannya bisa habis mereka berdua.

"Ayo kita pergi dari sini, aku sudah tidak tahan. Kita akan melewati malam panjang sayang," bisik Bastian mesra di telinga Bella.

"Baiklah honey, aku keluar dulu yah nanti kamu menyusul akan aku kabari tempat kita bertemu," ujar Bella.

"Baik sayang," ucap Bastian sambil mencium bibir merah Bella dengan rakus.

Tanpa mereka sadari ada seorang gadis cantik yang menutup mulutnya rapat-rapat. Karena tanpa sengaja melihat kelakuan mereka di sela pintu yang sedikit terbuka. Yezi yang tanpa sengaja melihat seseorang lelaki masuk ke dalam ruangan VVIP dengan jalan yang tergesa-gesa dengan bodohnya tanpa menutup rapat pintu ruangan itu. Bodohnya dia tidak sengaja melihat dan mendengar kelakuan mereka berdua. Dengan jalan mundur dan mengendap-ngendap Yezi secepatnya turun ke lantai dasar bersama temannya.

"Oh sial mataku sudah tak suci lagi, cantik tapi rubah!" kata Yezi yang masih syok.

"Kenapa Bu bos gelisah sekali anda?" tanya salah satu karyawannya.

"Oh nggak kok, saya pulang duluan yah. Kalian kalau masih ingin senang-senang pulangnya jangan kemaleman," pesannya.

"Ok Bu bos santai, aman kok," jawab Tio salah satu pegawainya.

Setelah sampai di basemant hotel, Yezi langsung masuk ke dalam mobilnya. Yezi melajukan mobil mewahnya pergi dari club itu. Dengan kecepatan sedang dia mengendarai mobilnya. Tanda lampu merah mengharuskan dia berhenti, tanpa sengaja dia melihat kesamping mobilnya. Dengan jelas dia melihat pasangan yang tadi di club sedang bermesraan di dalam mobil yang berada di sebelahnya.

"Cih murahan sekali wanita itu, kasihan sekali kekasihnya, kalau aku jadi kekasihnya sudah ku telan hidup-hidup wanita itu. Oh my God.. kenapa aku harus berkata seperti ini, memangnya siapa aku," gerutunya yang jengah melihat pasangan selingkuh itu.

Bunyi klakson dari belakang yang tak sabar, menyadarkan dia dari kekepoannya. Yezi segera melajukan mobilnya kembali.

"Loh kenapa mobil itu arahnya sama, ini kan arah jalan hotelku." Apa-apaan mereka itu, apa mungkin?

"Apes banget ketemu sama orang seperti mereka menjijikan sekali," gumamnya.

"Astaga kenapa juga mikirin mereka terus sih. Ini kenapa juga pakai acara laptop ketinggalan di hotel!" gerutunya.

Setibanya di hotel dia langsung menyerahkan kunci mobilnya itu ke security dan pergi keruangan kerjanya.

"Bu bos kok sudah kembali, yang lain kemana?" tanya pegawai hotelnya.

"Mereka masih di sana, saya mau ambil laptop sekalian meneruskan pekerjaan yang tertunda. Oh iya... karena kalian tidak ikut acara perusahaan, besok kalian boleh libur yah," jawabnya.

"Baik bu, terima kasih!" ucap pegawainya dengan senang dengan kebaikan bosnya itu.

"Ya sudah saya keruangan dulu yah kalian lanjutkan pekerjaan kalian," titahnya. sambil tersenyum ramah.

Yezi yang akan menuju keruangannya dari kejauhan melihat pasangan selingkuh itu sedang reservasi di hotelnya.

"Beraninya wanita dan pria itu bermain api di hotelku, yah mudah-mudahan saja tidak ada kejadian heboh nantinya," gumamnya.

Tanpa Yezi sadari ada sosok wanita cantik yang sejak tadi memperhatkannya.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED