Aku dan istriku, Risnawati yang biasa kupanggil dengan Ris, sudah menikah kira-kira 4 tahun. Istriku saat ini berprofesi sebagai ibu rumah tangga, meskipun sempat kuliah di sebuah perguruan tinggi negeri.
Sedikit gambaran fisik tentang istriku, Ris pada saat ini berumur 29 tahun, berkulit putih, berambut ikal sepunggung, dengan payudara yang cukup besar (34B) berbentuk bagus sekal, tinggi 155 cm, berat 50 kg, dengan perut rata dan pinggang kecil namun sintal. Pinggulnya serasi dengan bentuk badannya dan kedua bongkahan pantatnya sekali. Secara umum, dia cukup seksi.
Telah lama kami mempunyai fantasi untuk melakukan aktifitas seks three some. Biasanya, sebelum melakukan Making Love, kami mengawalinya dengan saling menceritakan fantasinya masing-masing.
Fantasi yang paling merangsang bagi kami berdua, adalah membayangkan Ris melakukan hubungan seks dengan laki-laki lain dengan kehadiranku.
Sekedar informasi, Ris memang mempunyai gairah seks yang sangat tinggi, sementara di sisi lain, aku biasanya cuma sanggup ejakulasi satu kali. Setelah ejakulasi, meskipun sekitar satu jam kemudian penisku bisa ereksi lagi, umumnya aku merasa lelah dan tidak bergairah, mungkin akibat beban pekerjaan yang cukup berat. Karenanya, biasanya ketika dia minta agar bisa mencapai orgasme berikutnya, paling banter aku melakukannya dengan tangan, atau membantunya bermasturbasi dengan dildo. Walaupun demikian selama ini dia bisa merasa puas dengan cara tsb.
Setelah sekian lama mempunyai fantasi tsb, suatu hari aku tanya apakah ia mau merealisasikan fantasi tsb. Pada awalnya ia cuma tersenyum dan mengira aku cuma bercanda. Namun setelah aku desak, ia balik bertanya apakah aku serius. Aku jawab, ya aku serius. Terus dia tanya lagi apakah nanti aku masih akan tetap sayang sama dia aku jawab ya, aku akan tetap menyayanginya sepenuh hati, sama seperti sekarang. Lalu aku tambahkan, bahwa motivasi utama aku adalah untuk membuatnya bahagia dan mencapai kepuasan setinggi-tingginya. Melihat wajahnya ketika mencapai orgasme, selain sangat merangsang juga memberikan kepuasan tersendiri bagiku.Akhirnya dia jawab dia mau melakukannya kalau moodnya mengijinkan. Kemudian aku dan Ris mendiskusikan kira-kira dengan siapa kami melakukannya, akhirnya pilihan datang kepada seorang teman dekatku, namanya Vence biasa kupanggil dengan Ven, yang telah lama kami kenal, namun jarang bertemu karena tinggal di kota lain. Sejak itu sering fantasi kami melibatkan kehadiran Ven. Usia Ven 33 tahun, sama denganku, meski demikian tubuhnya lebih tinggi kurang lebih 175 cm dan besar serta tegap, maklum dia adalah keturunan campuran Eropa-Indonesia.Akhirnya setelah beberapa bulan berlalu, aku menghubungi Ven dari kantorku. Setelah berbasa-basi sebentar, lalu aku mulai menceritakan tentang fantasi-fantasi kami. Sebagai sahabat lama, kami terbiasa berbicara terbuka, termasuk masalah seks. Ven tampak antusias mendengar ceritaku dan dia menyatakan kesanggupannya. Mengingat kesibukan bisnisnya, dia merencanakan untuk datang ke kotaku sekitar 2-3 minggu lagi. Tidak lupa aku tegaskan, bahwa semua rencana ini sepenuhnya bergantung kepada kesediaan istriku. Artinya jika pada saat-saat terakhir Ris berubah pikiran, maka sama sekali tidak boleh ada satu pihak pun yang memaksakan kehendaknya. Aku katakan juga, dia tidak boleh berlaku kasar terhadap Ris, s
Sebab kepuasan Ris adalah segala-galanya. Ven setuju dan dapat memakluminya.Akhirnya waktu yang yang ditunggu tiba, baik Ris maupun aku cukup gugup menghadapi apa yang telah kita rencanakan. Namun aku meyakinkan Ris bahwa dia boleh berubah pikiran kapanpun. Sekitar pukul 6 sore Ven datang, pada saat itu aku masih berada di kantor, Ris mengabarkan kedatangannya melalui telepon. Pukul 7 aku tiba di rumah, tampak Ven telah mandi dan ganti baju dan sedang menonton TV. Sementara itu Ris sedang berada di kamar mandi. Setelah ngobrol sebentar, kemudian aku masuk ke kamar untuk menyimpan tas dan mengganti pakaian. Pada saat bersamaan Ris baru keluar dari kamar mandi (kamar mandi terletak di dalam ruang tidur kami) dengan hanya memakai handuk. Dia tampak sangat cantik malam itu. Sementara aku mengganti pakaian, Ris mengenakan daster pendek berwarna merah. Ris tampak cantik dengan daster tersebut, panjang daster tsb hanya sampai ke pertengahan paha, tampak kontras dengan pahanya yang berwarna putih mulus. Sementara Ris masih menyisir rambut dan memakai parfum, aku keluar menemui Ven.Setelah beberapa saat kami mengobrol, bercerita tentang keadaan masing-masing. Ris kemudian keluar kamar. Ven hampir tak berkedip menatap Ris yang benar-benar tampil seksi malam itu. Singkat cerita, setelah selesai makan malam kami sama-sama duduk di karpet, menonton acara TV yang saat itu sedang berlangsung. Posisinya Ven, kemudian Ris di tengah menyender di dadaku. Terus terang suasana saat itu agak canggung dan kami benar-benar tidak tahu cara untuk memulai semua rencana yang telah disusun.Akhirnya aku mengambil inisiatif dengan mulai menyentuh dan melingkarkan tangan di dada Ris dan menyentuh payudaranya dari luar daster. Mendapat tindakan demikian Ris mulai terangsang dan nafasnya mulai tidak teratur. Segera setelah itu, aku lumat bibirnya dan tangan aku mulai menyusup ke balik dasternya. Ternyata saat itu Ris sudah tidak memakai BH. Ris benar-benar terangsang kini. Pada saat itu tangan Ven mulai mengelus-elus paha Ris yang telah terbuka, karena daster mininya telah terangkat ke atas. Kaki Ris yang tadinya tertekuk ditarik, sehingga sekarang Ris berada dalam posisi duduk sambil bersandar padaku dengan kedua pahanya yang agak terbuka dan kaki melonjor ke depan. Tangan Ven mulai bergerilya pada bagian paha atas Ris.Kemudian Ven menarik tangan Ris dan meletakkannya di atas pangkuan Ven. Secara reflek, dalam keadaan terangsang, Ris mengusap-usap kemaluan Ven yang telah tegang dari luar celananya. Bagian bawah celana Ven terlihat menggembung besar. Aku mengira-ngira betapa besar kemaluan Ven ini. Sementara bibirku mulai menyusur leher dan belakang telinganya (bagian yang paling sensitif baginya). Setelah itu aku berbisik di telinga Ris, inilah saat untuk merealisasikan fantasi kita. Lalu aku melepaskan pelukanku untuk memberi kesempatan pada Ven untuk beraksi.
Sekarang Ven mulai mengambil alih permainan selanjutnya. Ditariknya Ris ke pelukannya dan tangannya yang satu langsung mendekap payudara Ris yang sebelah kanan, sedangkan tangannya yang satu mengelus-elus punggung Ris sambil mulutnya melumat bibir Ris dengan gemas. Tangan Ven yang berada di payudara Ris disisipkan pada belahan daster Ris yang terbuka dan mulai memelintir dengan halus ujung putingnya yang telah mengeras. Kemudian Ven menarik tangan Ris ke arah resluiting celana Ven yang telah terbuka dan menyusupkan tangannya memegang kemaluan Ven yang telah tegang itu. Kelihatan Ris agak tersentak ketika terpegang senjata Ven yang tampaknya besar itu.Setelah beberapa saat mengelusnya, kemudian Ris membuka celana Ven sehingga kemaluannya tiba-tiba melonjak keluar, seakan-akan baru bebas dari kungkungan dan sekarang dengan jelas terlihat. Aku sangat terkejut melihat kemaluan Ven yang sangat besar dan panjang itu.
Kemaluan yang sebesar itu hanya ada di film-film BF barat saja. Batang penisnya berdiameter 7 cm dikelilingi oleh urat-urat yang melingkar dan pada ujung kepalanya berbentuk topi baja yang sangat besar, panjangnya mungkin lebih dari 20 cm, pada bagian pangkalnya ditumbuhi dengan rambut pirang yang lebat.Setelah keluar dari celananya kelihatan seram, jauh lebih panjang dan besar dari punyaku. Sesaat Ris menoleh ke arahku, dari sinar matanya yang agak panik, tampak dia agak ketakutan dan tidak menduga akan menghadapi penis yang sebesar itu. Aku mulanya juga agak ragu-ragu, tapi untuk menghentikan ini, kelihatannya sudah kepalang, karena tidak enak hati pada Ven yang telah bersedia memenuhi keinginan kami itu.Kemudian aku mengangguk sambil tersenyum memberi semangat pada Ris. Mendapatkan persetujuanku dan dorongan semangat itu,
Ris kemudian dengan kedua tangannya memegang penis Ven dan mulutnya mendekat ke kemaluan Ven. Ris mulai menjilati kepala penis Ven yang besar itu. Kemudian setelah cukup basah oleh air ludahnya, perlahan Ris mulai memasukkan penis Ven ke dalam mulutnya. Terlihat sangat susah bagi Ris untuk bisa memasukkan penis yang besar itu ke dalam mulutnya. Terlihat mulutnya harus dibuka lebar-lebar untuk bisa menampung penis Ven yang dahsyat itu. Ven tampak sangat menikmati isapan Ris itu.Kira-kira sepuluh menit Ris mengulum kemaluan Ven, kemudian Ven menarik kepala Ris dan mendekatkan ke mukanya dan kemudian melumat bibir Ris. Ris balas melumat bibir Ven dengan ganasnya, sementara tangan Ven merambah ke payudara Ris dan mulai membuka daster Ris. Setelah daster terlepas, sambil tetap berciuman, tangan Ven mulai menyusup ke balik celana dalam Ris yang berwarna cream sambil memainkan clitoris Ris. Tangan Ris sendiri tidak tinggal diam, ia terus mengelus kemaluan Ven yang semakin menegang.Kemudian Ven menggendong Ris dan membawanya ke kamar tidur tamu. Terlihat Ris sangat kecil dalam gendongannya, dibandingkan badan Ven yang besar itu. Secara perlahan kemudian Ven meletakkan Ris di ranjang dan membuka celana dalam Ris. Hingga kini Ris telah telanjang bulat. Tampak kulitnya yang putih dan vaginanya yang tanpa rambut (Ris biasa mencukur bulu vaginanya secara teratur) merekah dan tampak basah. Kemudian Ven perlahan-lahan mengarahkan bibirnya ke leher Ris, kemudian turun ke dadanya dan mulai melumat puting payudara Ris bergantian.Sementara itu aku terus memperhatikan dari pintu kamar dengan menahan birahi yang sangat memuncak. Setelah puas bermain-main di payudara Ris, Ven kemudian mulai menciumi pusar Ris sampai akhirnya mulai menjilati lubang vagina Ris yang semakin basah. Setelah berlangsung kira-kira 30 menit, tampak Ris mulai mendekati orgasme, mengetahui demikian, Ven kemudian mulai mengarahkan penisnya ke vagina Ris yang makin merekah. Sebelum memasukkan penisnya, tidak lupa Ven menggosok-gosok kepala penisnya pada bibir vagina Ris.
Badan Ris menggelinjang kegelian merasakan gosokan penis Ven pada vaginanya.Perlahan-lahan Ven mulai memasukkan penisnya ke vagina Ris. Ris berusaha membantu dengan membuka bibir vaginanya lebar-lebar. Kelihatannya sangat sulit untuk penis sebesar itu masuk ke dalam lubang vagina Ris yang kecil. Tangan Ven yang satu memegang pinggul Ris sambil menariknya ke atas, sehingga pantat Ris agak terangkat dari tempat tidur, sedangkan tangannya yang satu memegang batang penisnya yang ditekan masuk ke dalam vagina Ris.Sementara Ven sedang berusaha memasukkan penisnya kedalam memek Ris, badan Ris terlihat menggelinjang-gelinjang dan dari mulutnya terdengar suara, “aahh.., aahh.., sshh.., sshh”, seperti orang sedang kepedasan. Pada waktu Ven mulai menekan penisnya, terdengar jeritan tertahan dari mulut Ris, “Aduuhh.., sakiitt.., Veenn.., pelan-pelan.., doong”.
Ven agak menghentikan kegiatannya sebentar untuk memberikan kesempatan pada Ris mengambil nafas, kemudian Ven melanjutkan kembali usahanya untuk menaklukkan vagina Ris. Aku agak kasihan juga melihat keadaan itu, disamping itu melihat badan Ris yang menggeliat-geliat dan tangannya yang mencengkeram alas tempat tidur dengan kuat, membuatku terangsang dengan hebat
Ven dengan pasti tetap mendorong kemaluannya masuk secara perlahan-lahan ke dalam vagina Ris.Akhirnya sesaat kemudian, hampir seluruh kemaluan Ven masuk ke dalam vagina Ris. Ven kemudian menggerakkan penisnya keluar masuk dengan irama yang teratur, sementara Ris mengimbangi dengan mengerakkan pantatnya. Tidak lama kemudian, Ris mencapai klimaks. Tubuhnya mengejang dan mulutnya mengeluarkan jeritan tertahan, “Aku sampaai Veenn.., peluk aku kuat-kuat”. Bersamaan dengan itu, kakinya melingkar di pinggang Ven dan mengunci dengan erat. Sementara Ven hampir tidak bisa bergerak dan hanya menekankan kemaluannya ke dalam vagina Ris sekuat mungkin. Tak lama, Ris mulai tampak rileks dan melonggarkan kakinya yang melingkar di pinggang Ven.Sementara Ven kemudian meneruskan gerakan keluar-masuk penisnya secara perlahan-lahan dan Ris hanya diam kelelahan dengan nafas yang tidak teratur.
Tidak lama, tampaknya birahi Ris mulai bangkit lagi dan menggerakkan pantatnya lagi. Maklum wanita kan bisa mengalami multiple orgasme.Tidak lama kemudian, Ven mencabut penisnya dari vagina Ris dan meminta Ris untuk menungging. Kemudian Ven memasukkan kemaluannya ke vagina Ris dari belakang. Aku yang sejak tadi hanya menyaksikan mulai tidak tahan, kemudian aku mendekat, membuka celana, dan mengarahkan kemaluanku yang sudah sangat tegang ke mulut Ris. Dengan sangat bernafsu, Ris mengulum penisku sementara Ven tampak menggerakan pinggulnya semakin cepat. Tidak lama kemudian tampaknya Ven hampir mencapai klimaksnya dan mengerakkan pantatnya dengan sangat cepat. Ris mengimbangi gerakan Ven dan melepaskan penisku dari mulutnya, sambil mengeluarkan erangan Ris berkata, “Ayo Ven gerakkan yang cepat.., ah.., uh”. Setelah itu Ven ejakulasi dan menekankan pantatnya rapat-rapat sehingga pinggulnya menempel ketat pada pinggul Ris. Dan pada saat hampir bersamaan Ris pun kembali mencapai orgasme.
Tak lama Ven mencabut penisnya dan tidur telentang di samping Ris.Aku kemudian duduk di kursi sofa yang ada di ruang tidur itu dan menarik Ris. Perlahan Ris jongkok di atasku dan mulai menurunkan vaginanya yang tampak membengkak ke arah kemaluanku (mungkin akibat barang Ven yang sangat besar itu). Dengan mudah penisku masuk ke dalam vagina Ris, maklum setelah cukup lama barang Ven yang besar itu keluar masuk, membuat vagina Ris agak melar. Walau demikian, aku tidak bisa menahan ejakulasi terlalu lama, mungkin akibat pengaruh situasi, tidak lama penisku memuntahkan cairan sperma di dalam vagina Ris, sampai meluber keluar.Tampak Ven terbaring dengan lesu di ranjang dan aku di sofa. Tampaknya energi kami benar-benar terkuras. Sementara Ris kemudian pergi ke kamar mandi, untuk pipis dan membersihkan sisa-sisa spermaku di vaginanya. Kira-kira setengah jam kami beristirahat, Ris berinisiatif mengulum kemaluan Ven yang masih mengkerut. Sementara aku hanya memperhatikan. Tidak lama, kemaluan Ven mulai membesar lagi setelah beberapa saat dikulum.
Ris kemudian mengangkangkan kakinya di atas Ven yang telentang tidur dan menghadapkan wajahnya ke arah penis Ven. Ven kemudian menjilati vagina Ris sampai ke lubang anusnya, dan Ris sendiri sibuk mengulum dan menghisap penis Ven. Melihat pemandangan ini, kemaluanku pun mulai menegang kembali.Tak lama Ris bangun dan duduk di atas Ven, kemudian Ris memasukkan penis Ven ke vaginanya dengan posisi Ris di atas. Ris menaik-turunkan pantatnya dengan bibir vagina mencengkeram penis Ven dengan erat. Ketika Ris menaikkan pantatnya, bibir vaginanya turut tetarik keluar mencengkeram kemaluan Ven. Sungguh pemandangan yang sangat mengairahkan. Makin lama gerakan Ris makin cepat dan tak lama Ris tampak mencapai orgasmenya dan menekankan pantatnya kuat-kuat sehingga penis Ven masuk seluruhnya
Setelah itu Ris menarik pantatnya dan jongkok di tepi ranjang sambil mengulum kemaluan Ven. Sementara vaginanya mengarah ke arahku. Cerita Dewasa Melihat pemandangan demikian, aku memasukkan penisku ke vagina Ris dari belakang, sementara mulutnya sibuk mengulum kemaluan Ven keluar masuk.Kira-kira sepuluh menit kemudian, Ris kembali mencapai orgasmenya dan aku rasakan vaginanya menjepit penisku dengan erat. Tak lama aku pun kembali mencapai ejakulasi. Setelah itu Ris mengelap sisa air maniku yang tertinggal di mulut vaginanya dengan handuk kecil, Ris kemudian berbaring di ranjang dan Ven kembali memasukkan penisnya ke vagina Ris.Setelah hampir satu jam, dan Ris telah mencapai dua kali orgasme lagi, barulah Ven pun mencapai orgasmenya, namun kali ini Ven mengeluarkan penisnya dari vagina Ris, sehingga spermanya muncrat ke payudara dan perut Ris.
Sambil tersenyum Ris membalurkan sperma tsb ke seluruh dada dan perutnya, untuk menikmati kehangatannya. Setelah itu Ris kemudian mengelapnya dengan handuk kecil. Sementara Ven tampak kelelahan namun sangat menikmati. Ven kemudian mencium bibir Ris, istriku dan memeluknya. Ris berkata bahwa ia sangat menikmati malam itu dan tersenyum manis kepadaku. Kemudian mereka berdua tertidur di ranjang dengan tubuh telanjang, sementara aku tertidur kelelahan di atas sofa.
Aku mau cerita sedikit pengalaman ku yg pernah aku rasakan, perkenalkan namaku Erlina putri aku sering dipanggil Lina, ini cerita nyata ku yg aku alami dibeberapa tahun yg lalu dimana aku dan suamiku baru saja menikah dan kami pindah keluar kota.. langsung aja ke cerita nyata ku ini..
Disuatu hari dimana kami baru saja nikah dan berencana untuk mulai kehidupan baru di kota orang, kami pindah kesuatu kampung ditengah tengah kota , kami menempati sebuah kontrakan berjumlah 10 pintu berhadapan (maklum karena baru di kota orang mangkanya kami masih mengontrak)
Susana dikontrakkan itu terangat sangat sepi dan tidak ada bersosialisai walapun ada semua tapi pada sibuk bekerja, dikontrakkan ini banyak dipenghuni anak anak muda , hanya 3 yg sudah berkeluarga termasuk aku dan suami ku.
Disuatu hari aku duduk didepan kontrakan ku dimana waktu itu suami ku sedang narik ojek online, aku duduk ditemani secangkir teh, disebelah kontrakan ku kebetulan berkeluarga juga sudah 10 tahun mereka menikah tapi blm dikaruniai anak, mungkin belum rezeki nya.Jadi pas aku duduk didepan kontrakan aku ditemani istri tenggaga ku ini yg bernama DINI suami nya yg bekerja disebuah kantor di tengah kota ini, namanya MAS AGUS.-Mbk Dini: " Mbk lagi nyantai nih..???" Sambil tersenyum-Aku: "hehe.. iya ini Mbk abis beresin kontrakan maklum baru ditempatin." Sambil membalas senyuman nya-Mbk Dini: "ngomong ngomong suami nya kemana Mbk..??"-Aku:"oh lagi narik mbk..! Suami saya ojek online..?!"Bla... Bla... Blaaa...... tukar Cerita kami pun panjang sampai akhir nya dia curhat kan hati nya yg sangat sedih.Dia menceritakan kalo dia tidak bisa mempunyai keturunan karena ada gangguan dalam rahim nya... Kasian sekali mereka sudah 10 thn belum dikaruniai anak.. Hari pun tak terasa waktu sudah menunjukkan kepukul 17.30wib , ditengah kami bercerita suami mbk dini mas Agus pun pulang Mereka pun masuk kedalam rumah mereka, aku pun juga ikut masuk kedalam ingin mempersiapkan makan malam untuk suami ku..Makan malam pun selesai, aku dan suami ku duduk di teras depan kontrakan ku.. kami pun ditemani mbk Dini dan Mas Agus kami pun tukar bercerita sangat panjang dari kami saling kenalan sampai nikah mereka pun juga seperti itu.. Kami pun akrab dengan keluarga mereka sudah seperti saudara kami sendiri...Pas disuatu hari minggu aku masak banyak untuk suami ku, aku pun berniat memberi tetangga ku sedikit masakan ku, aku mengantar kan masakan ku ke tetangga ku yaitu Mas Agus..Ketika aku didepan pintu kontrakan mereka aku memanggil manggil mbk Dini tapi tidak ada yg menyaut ujar ku dalam hati "perasaan tadi ada orang, kenapa sekarang sepi ya rumah mbk Dini..???"Udah lah aku langsung masuk aja (sudah terbiasa aku masuk ketika suami kami berangkat bekerja) ."Pintu pun tak terkunci?.. mungkin didalam lagi nyuci" dalam benak ku .Cerita Dewasa - Aku Selingkuh Dengan Tetanggaku Sampai HamilKetika aku berjalan ke dapur kontrakan mbk Dini, aku melewati sebuah pintu kamar yg terbuka sedikit, disitu aku terkejut melihat apa yg aku lihat??? Aku melihat mereka yaitu Mas Agus dan Mbk Dini sedang berhubungan seks dikamar mereka, aku hanya bisa terdiam dan menikmati adegan mereka yg dimana posisi Mbk dini sedang menungging dan belakang nya Mas Agus yg sedang asik menggoyang kan maju mundur pantat mbk Dini yg tepos tidak terlalu besar layaknya pantat wanita standar.. Aku menikmati melihat adegan panas mereka yg membuat libidoku naik, dan membuat pikiran ku kacau, seolah olah aku yg sedang disetubuhi Mas Agus, sampai tangan ku meraba payudara ku dan selangkangan ku dan ku raba dan membuat aku berdesah kecil, Cerita Dewasa yg membuat Mas Agus pun melihat ku dan menyadari kalo aku sedang melihat mereka dia hanya tersenyum sambil terus menggoyangkan kemaluannya ke vagina mbk Dini , Mbk dini tidak menyadari karena mungkin sedang nikmat nya disodoki sangat cepat oleh mas Agus.
Dengan muka malu aku pun berjalan cepat meninggalkan pintu kamar itu dan keluar dari kontrakan mereka, aku masuk ke kontrakan ku, aku menuju dapur untuk menarok mangkok masakan ku yg ku ingin kasih ke mbk Dini, lalu aku pun masuk kekamar ku dan duduk diujung sudut kasur ku sambil memikirkan apa yg aku lihat tadi, aku tak menyadari tangan kiri ku pun menerobos celana dan CD yg ku kenakan, aku pun masturbasi sambil memikirkan adegan panas Mas Agus dan Mbk Dini yg membuat aku klimaks dengan tangan ku sendiri..Aku pun bergegas ke dapur untuk membereskan pekerjaan rumah yg belum selesai, suami ku juga pulang agak sore kali ini, hari pun terlewatkan seperti biasa kami makan pun malam hanya berdua saja tapi tidak duduk di teras depan kontrakan karena cuaca sedang hujan deras yg membuat cuaca enak untuk tidur hehe..Cuaca hari ini mendukung atau sering disebut anak sekarang cakung hehe.. libidoku naik sejak tadi siang aku ingin memuaskan diriku dengan suami ku.. aku merayu suamiku untuk memenuhi hasrat ku.. Lalu aku rayu suami ku..-Aku:"Mas.."sambil memegang kemaluan suamiku yg masih terbalut celana-Suamiku: "Hehe.. tumben dek lagi mau ya..???."-Aku: "hehe.." Langsung aja ku arah kan bibir ku ke kebibir suamiku, lalu suamiku membalas nya, kami pun saling mengemut mulut satu sama lain..Aku pun langsung mengambil kemaluan suamiku yang masih terbalut celana ku remas remas sampai dia berdesis kecil, Cerita Dewasa lalu ku buka resleting nya lalu keluarlah kemaluan suami ku dan kulepaskan celananya, ku pegang lagi dan ku masukkan kemulut ku , lalu ku kulum kemaluan suamiku... Lalu suamiku membuka semua baju yg ku pakai sampai telanjang lah badan ku..-Aku: "langsung mas.."Tak lama suamiku langsung memasukkan kemaluan nya ke vagina ku.. aku menikmati nya.. hanya 5 menit suami ku sudah keluar... (Kebiasaan suami ku yg masih ejakulasi dini) gairah ku tak terpuaskan tapi mau gimana lagi dia tetap suamiku, terkadang aku lanjutkan masturbasi dikamar mandi buat kepuasan gairah ku, aku dan suami ku tertidur lelap......Keesokan hari nya seperti biasa suamiku pergi bekerja sebagai ojek online aku pun rutinitas sebagai ibu rumah tangga aku kerjakan, kewajibpan ku pun selesai semua dan kenapa hari ini badan ku sangat lelah waktu menunjukkan pukul 12.00wib siang aku manjakan diriku untuk tidur tiduran di kasur pikiran ku tak hilang atas apa kejadian yg aku liat kemaren tentang Mas Agus dan Mbk Dini, tangan ku pun mulai bergerak menerobos celana ku dan tak menyadari aku melepaskan semua baju ku kini ku hanya memakai BH dan CD ku saja, aku Kun mulai masturbasi sampai aku klimaks lagi dan aku pun tertidur sangat lelap dengan tidak memakai baju.. Cerita Dewasa - Aku Selingkuh Dengan Tetanggaku Sampai HamilSaat aku tertidur pulas, sedikit terbangun malas untuk buka mata, aku merasakan ada tangan yg meraba raba pantatku yg berukuran besar ini yg tak terbalut sehelai benang."mungkin suami ku yg baru pulang dan dia lagi mau hehe " dalam pikiran ku, aku pun membiarkan tangan tersebut..
Tangan itu pun mulai turun dan mengelus paha ku yg membuat sedikit aku menghembuskan nafas ku..Lalu tangan itu kembali mengelus ke atas sampai ke daerah sensitif ku, hati ku mulai berdebar merasakan kegelian divagina ku, tangan itu mulai memainkan area sensitif ku ini yg membuat libidoku mulai menaik dan Akir nya aku merasakan sebuah jari tangan tersebut yg menerobos masuk ke vagina ku "aaah.." aku pun tak tertahankan merasakan itu, tangan sebelah nya pun tak luput memegang payudara ku yg berukuran 36B dan memainkan puting nya juga, libidoku mulai memuncak yg membuat darah ku mulai naik semua ke kepala ku nafas ku yg mulai tak beraturan hati ku yg berdebar sangat cepat, seakan aku ingin sekali balikan badan ku tapi tetap ku biarkan dab merasakan suasana ini...
Mulai kurasakan di kuping ku dihembuskan nafas yg membuat ku tambah bergairah, badan ku sedikit bergerak menggelincang seperti ulat Bulut .. "pertama kali nya suami ku memberikan kenikmatan ini" dalam benak ku ingin ku balas permainan suamiku ini ....Ketika aku membalikkan badan ku dan langsung ku lumat bibirnya dengan keadaan mataku masih tertutup dia membalas nya dengan lembut, lalu aku mulai bergairah yg membuat lidah ku bergerak cepat dan dia membalas nya sangat cepat...Ketika ku membuka mata ku dan sambil berucap "Maaaass..." Lalu aku melotot dan sentak terkejut sosok yg memberi aku kenikmatan ini kukira suami ku ternyata Mas Agus suami tetangga ku, aku pun berhenti sejenak..-Aku: "Mas Aguuuuuss...???!!!"-Mas Agus: "iya Lin ini aku..!"-Mas Agus: " maaf Lin aku ingin mengantar kan titipan istriku sebelum dia pergi ke pasar, aku panggil tak ada yg nyaut mangkanya aku masuk pintu juga gak kekunci kupikir kamu didapur ternyata kamu tidur dengan keadaan telanjang, yg membuat gairah ku keluar " Cerita Dewasa lanjut omongan nya..-Aku: ...aku hanya diam....-Mas Agus:" maafkan kelancanganku Lin, jangan bilang istriku ya Lin.?!" Sambil pasang muka ketakutan-Aku:"iya gpp mas..!!"Baru aku berhenti berucap dia langsung menarikan kepalaku yg membuat mulut ku dan mulut nya beraduan lagi, aku sedikit melawan dan dia tetap aja Tidak mau melepaskan nya.. aku pun membiarkan nya karena libidoku ku sudah memuncak sejak awal... Dan ku balas ciuman nya sangat buas, kami pun ciuman yg penuh bergairah sampai tak terasa BH yg ku pakai sudah terlepas sejak kapan aku tidak ingat.. payu dara ku yg mulai dikecup Mas Agus sedangkan vagina ku dimainkan yg dimana membuat badan ku ngegelincang hebat dan nafas ku mulai tak beraturan ..Aku pun tak hanya diam aku helus kemaluan nya yg masih diselimuti celana itu, lalu ku turunkan resleting nya yg membuat kemaluan nya pun tersengal keluar.. woooaaaaw ukuran nya lebih besar dari pada yg suami ku miliki,ukuran nya sekitar 18cm panjangnya dan lebar setara botol air mineral 500ml sedikit lebih kecil dari botol air mineral,
Pantas saja Mbak Dini kemaren kenikmatan dan tak menyadari aku sedang melihat mereka,hanya Mas Agus saja yg menyadari nya..!!" Dalam pikiran ku.. Postur tubuh yg ideal berbadan tegap, tinggi dan berisi yang membuat semua hati wanita lumer(maklum karena sering ke GYM) .Kita lanjutkan lagi, lalu aku genggam rudal besar yg sudah berdiri tegang seakan sudah siap tempur, ku gerakkan tangan ku ke atas dan kebawah perlahan, dan ku berhenti kan aktivitas Mas Agus yg sedang memainkan semua area sensitif ku, kini sekarang giliran ku yg mulai memuaskan gairah nya...Aku mulai memasukkan kemaluan nya ke mulut ku yg kecil ini, tetap ku paksa kan masuk Agar tak mengecewakan Mas Agus.. lalu iya merintih-Mas Agus: "Uuuh..enak Lin"Aku hanya menatap muka nya yg sedang merasakan kenikmatan yg ku beri, ku lepaskan mulutku dan kusergap lagi dengan jilatan dari ujung zakar ke lubang kencing kemaluan nya.. yg membuat dia merem melek sambil menjenggut rambut ku, tidak ku sia siakan kesempatan ini buat memberi kenikmatan kepada nya..Lama aku mengulum kemaluannya tapi tak juga orgasme pertahan yg sangat kuat dan kokoh, kalo suami ku pasti sudah orgasme hehe...Lalu dia memberhentikan aktivitas ku dan menyuruh ku berbaring lalu kaki ku ditekuk, dia mulai menjulurkan lidah nya ke vagina ku yg membuat aku berdesah "aagh.."
kenikmatan yg luar biasa yg blm pernah aku rasakan selama dengan suamiku, tangan kiri nya pun mulai memainkan payudara besarku ini dengan cukup lama.. Sudah tak tertahan kan aku menjerit kecil-Aku: " aaaaah.. maaas.. mas Agus a..ku akuuu keluar aaaah.. aahh.!!!" Badan ku mulai bergerak seakan ulat yg sedang dibakar..!!!Sambil nafas tersengal sengal sambil berkata dalam hati "gilaaa belum pernah aku merasakan orgasme hanya dengan lidah..!!!??"-Mas Agus: "enak Lin..??" Tanya nya-Aku: "hehe.. jangan ditanya mas aku puas.." "langsung mas.!! Jangan bikin aku tambah gila lagi.!!?!" Lanjut ku..-Mas Agus:"hehe.. iyaya.. sudah gk tahan lagi ya ..??
"Aku hanya tersenyum tersipu Malu...Lalu aku dibaringkan disisi kasur, ditekuk kan kaki ku dan dilebarkan kan selangkangan ku yg membuat vagina terbuka lebar.. sedangkan Mas Agus berdiri sedikit merunduk dan mulai memasukan rudal yg sangat besar itu ..Digesekan atas kebawah terlebih dahulu kemaluan nya di vagina ku yg membuat aku merem melek, sedikit dikasih ludah dengan Mas Agus karena tidak masuk ke dalam vagina ku..-Mas Agus: "sempit sekali punya kamu Lin..??"Aku tak hiraukan omongannya karena aku lagi merasakan kenikmatan gesekan dikemaluan ku..BleeessS.. masuk sudah kepala dan sebagian rudal nya yg besar itu..-Aku: "Aaaaagh....pelan mas..!!??"
Pintaku sambil kesakitan campur nikmatDia berhenti sejenak agar vagina ku bisa beradaptasi dengan rudal nya..Sudah agak lama dia mulai gerakkan maju mundur dengan sangat pelan, lalu dia mempercepat gerakan nya yg membuat aku tambah gilaa dan membuat gairah ku tambah buas.."Aaaaagh..aaah..ahhhh" suara rintihan ku yg mulai keluar keras. Aku sudah tak pikirkan dengan tetangga tetangga kontrakan kami..-Aku: "Ssst..Aaah..ah.sst.Aaah.. enak mas.. enaaak..?!!" Mulai tak bisa mengontrol diriku sendiri..Dia tambah mempercepat gerakan nya, yg membuat aku merem melek dan serasa nyawa ku sudah tidak dibadan ku.. enaaak sekali gak bisa diungkapkan dengan kata kata, hanya batin ku yg merasakan sakit..perih..enak.. campur aduk pokoknya, sampai aku lupa kalo dia bukan suami ku, gaya ini kami lakukan lama sekali sudah sekitar 15 menit kami lalui, tapi mas Agus belum juga mengeluarkan tanda tanda orgasme..Lalu dia melepaskan dan menyuruh ku nungging membelakangi nya sedangkan dia berdiri setengah tekuk kaki dengan rudal yg berdiri tegap dihadapan bokong besar saya.. tak lama dia mulai memasukkan kemaluannya yg besar itu di vagina ku..BleeessS "Aaaaagh" desahan ku ..Lalu dia bergerak sangat cepat seakan ingin merobek vagina ku aku hanya bisa berdesah dan menjerit kecil keenakan didepan nya..-Aku: "Aaaah..aah..aaaaahh.. terus sayang. Cerita Dewasa Terusss... sedikit lebih cepat lagi..!!???" Mintaku yg mulai bikin aku lupa segalanya serasa di surga..Ceplaaaak..cploooookk..cplaak.. Bunyi aduan pantat ku dan pinggul nya yg sangat keras...-Aku:"Aaaah..aaah..aaah.. aku pengen keluar sayang..!!???" "Aaaaaaaaasggh..ssSttt aaah.." Akun pun orgasme ke sekian kali nya yg tidak terhitung lagi dan membuat dengkul kaki dan sekujur insan ku sangat lemas..Cerita Dewasa - Aku Selingkuh Dengan Tetanggaku Sampai Hamil Keringat kami pun bertaburan sangat deras seolah olah kami sedang mandi hujan... "Aaah...aaah..aghh.."1jam lebih sudah kami berhubungan intim ,sampai samua gaya sudah kami lalu... Dan Akir nya aku sudah mulai melihat Mas Agus menegangkan badannya..-Mas Agus: " Liin aku sudah mau keluar Lin..??!!" Diiringi bunyi aduan badan kamii...-Aku:"ke..ke..luarkan..di..aaagh..didalam aja mas.." pintaku yg sudah mulai tak kenal siapa diri ku ini..!!-Mas Agus:"yang bener .. ceplaak.. ceplokk.. yg bener Linn..???"Aku: "ini..iyaa.. saaya..yaaang. Aaaaagh.." "Aku juga sudah mau keluar...Aaagh...sayang..keluar barengan ya sayang" lanjut perkataan ku..Ceploaaak..ceplokk.. pergerakan yg sangat cepat yg membuat aku orgasme yg kesekian kalinya... -Mas Agus:"ssSTtt.. aaagh keluar aku Lin..Aaaaagh.." cploooaaak..cploook. croot...crooot.. sangat deras peju nya mas Agus masuk ke dalam rahim ku..-Aku:"aaaaaaaaasggh...aku juga keluar mas.. Aaaaagh.." Lalu mas Agus pun tergeletak lemas di atas ku sambil berbisik dikupingku..-Mas Agus:"makasih ya lin.. apa kita bisa gini lagi..??"-Aku:"aku yg berterima kasih mas sudah lama aku inginkan rasa ini yg belum pernah dapat dari suamiku.." Cerita Dewasa "kapan saja aku siap sayang.." lanjut ku berkata-Mas Agus:"emang suamimu ndak pernah memberi kepuasan.??"-Aku:"hmmm..belum mas" aku menjawab serasa tak punya malu membuka aib keluarga ku sendiri..-Mas Agus:"aku juga begitu Lin.. sih Dini GK kuat baru berapa kali orgasme suruh aku mengakhiri nya dengan tangan..??" -Aku:"hehe..jadi nasib kita sama ya mas..namun tebalikan nya..hehe"Kamu pun saling tukar cerita pengalaman seks dengan pasangan kami masing masing.. diiringi sesekali berciuman sangat mesra serasa suami istri yg sudah sah...dengan keadaan kemaluannya masih didalam vagina ku yg sudah bertaburan air Peju kami bercerita.. kami pun tertidur dengan posisi sepert ini..Hari itu pun berlalu, kami pun sering melakukan nya ketika kontrakan kami kosong, sesekali kami pergi kesebuah hotel tengah kota hanya untuk mememuaskan satu sama lain, sampai sekarang pun. Kami masih berhubungan dengan intim.. kini aku dikaruniai 5 anak yg tak tau itu anak dari suamiku atau dari Mas Agus,Yg hanya ku tau anak pertama lah dari hasil Mas Agus...Ini cerita nyata ku .. aku tak tau ingin bercerita kepada siapa hanya disini lah aku bercerita... Terimakasih sudah ingin mendengarkan curhatan aku ini.!! Iloveyou... buat kalian.
Pengalaman sex ku yang satu ini aku ingin kenalkan dulu namaku Ki. Cerita Dewasa ini dimulai, waktu aku SMA kelas 3, waktu itu aku baru sebulan tinggal sama ayah tiriku. Ibu menikah dengan orang ini karena tidak tahan hidup menjanda lama-lama. Yang aku tidak sangka-sangka ternyata ayah tiriku punya 2 anak cewek yang keren dan seksi habis, yang satu sekolahnya sama denganku, namanya Mery dan yang satunya lagi sudah kuliah, namanya Lia.
Si Mery cocok sekali kalau dijadikan bintang iklan obat pemKituk tubuh, nah kalau si Lia paling cocok untuk iklan BH sama suplemen payudara. Sejak pertama aku tinggal, aku selalu berangan-angan bahwa dapat memiliki mereka, tapi angan-angan itu selalu buyar oleh berbagai hal. Dan siang ini kebetulan tidak ada orang di rumah selain aku dengan Mery, ini juga aku sedang kecapaian karena baru pulang sekolah.
“Mer, entar kalau ada perlu sama aku, aku ada di kamar,” teriakku dari kamar. Aku mulai menyalakan komputerku dan karena aku sedang suntuk, aku mulai dech surfing ke situs-situs porno kesayanganku, tapi enggak lama kemudian Mery masuk ke kamar sambil bawa buku, kelihatannya dia mau tanya pelajaran. “Ki, kemaren kamu udah nyatet Biologi belom, aku pinjem dong!” katanya dengan suara manja. Tanpa memperdulikan komputerku yang sedang memutar film BF via internet, aku mengambilkan dia buku di rak bukuku yang jaraknya lumayan jauh dengan komputerku.
“Mer..! nich bukunya, kemarenan aku udah nyatet,” kataku.Mery tidak memperhatikanku tapi malah memperhatikan film BF yang sedang di komputerku.“Mer.. kamu Kigong aja!” kataku pura-pura tidak tahu.“Eh.. iya, Roky kamu nyetel apa tuh! aku bilangin bonyok loh!” kata Mery.“Eeh.. kamu barusan kan juga liat, aku tau kamu suka juga kan,” balas aku.“Mending kita nonton sama-sama, tenang aja aku tutup mulut kok,” ajakku berusaha mencari peluang.“Kier nich, kamu kagak bilang?” katanya ragu.“Suwer dech!” kataku sambil mengambilkan dia kursi.Mery mulai serius menonton tiap adegan, sedangkan aku serius untuk terus menatap tubuhnya.“Mer, sebelum ini kamu pernah nonton bokep kagak?” tanyaku.“Pernah, noh aku punya CD-nya,” jawabnya.Wah gila juga nich cewek, diam-diam nakal juga.“Kalau ML?” tanyaku lagi.“Belom,” katanya, “Tapi.. kalo sendiri sich sering.”
Wah makin berani saja aku, yang ada dalam pikiranku sekarang cuma ML sama dia.Bagaimana caranya si “Roki Junior” bisa puas, tidak peduli saudara tiri, yang penting nafsuku hilang.Melihat dadanya yang naik-turun karena terangsang, aku jadi semakin terangsang, dan batang kemaluanku pun makin tambah tegang.“Mer, kamu terangsang yach, ampe napsu gitu nontonnya,” tanyaku memancing.“Iya nic Rok, Kitar yach aku ke kamar mandi dulu,” katanya.“Eh.. ngapain ke kamar mandi, nih liat!” kataku menunjuk ke arah celanaku.“Kasihanilah si Roki kecil,” kataku.“Pikiran kamu jangan yang tidak-tidak dech,” katanya sambil meninggalkan kamarku.“Tenang aja, rumah kan lagi sepi, aku tutup mulut dech,” kataku memancing.Dan ternyata tidak ia gubris, bahkan terus berjalan ke kamar mandi sambil tangan kanannya meremas-remas buah dadanya dan tangan kirinya menggosok-gosok kemaluannya, dan hal inilah yang membuatku tidak menyerah. Kukejar terus dia, dan sesaat sebelum masuk kamar mandi, kutarik tangannya, kupegang kepalanya lalu kemudian langsung kucium bibirnya. Sesaat ia menolak tapi kemudian ia pasrah, bahkan menikmati setiap permainan lidahku.“Kau akan aku berikan pengalaman yang paling memuaskan,” kataku, kemudian kembali melanjutkan menciumnya. Tangannya membuka baju sekolah yang masih kami kenakan dan juga ia membuka BH-nya dan meletakkan tanganku di atas dadanya, kekenyalan dadanya sangat berbeda dengan gadis lain yang pernah kusentuh.Perlahan ia membuka roknya, celanaku dan celana dalamnya. “Kita ke dalam kamar yuk!” ajaknya setelah kami berdua sama-sama bugil, “Terserah kaulah,” kataku,“Yang penting kau akan kupuaskan.” Tak kusangka ia berani menarik penisku sambil berciuman, dan perlahan-lahan kami berjalan menuju kamarnya. “Ki, kamu tiduran dech, kita pake ’69′ mau tidak?” katanya sambil mendorongku ke kasurnya. Ia mulai menindihku, didekatkan vaginanya ke mukaku sementara penisku diemutnya, aku mulai mencium-cium vaginanya yang sudah basah itu, dan aroma kewanitaannya membuatku semakin bersemangat untuk langsung memainkan klitorisnya.Tak lama setelah kumasukkan lidahku, kutemukan klitorisnya lalu aku menghisap, menjilat dan kadang kumainkan dengan lidahku, sementara tanganku bermain di dadanya. Tak lama kemudian ia melepaskan emutannya.
“Jangan hentikan Ki.. Ach.. percepat Ki, aku mau keluar nich! ach.. ach.. aachh.. Ki.. aku ke.. luar,” katanya berbarengan dengan menyemprotnya cairan kental dari vaginanya. Dan kemudian dia lemas dan tiduran di sebelahku.“Mer, sekali lagi yah, aku belum keluar nich,” pintaku.“Kita istrirahat dulu yach, aku lagi capek nich,” jelasnya.Aku tidak peduli kata-katanya, kemudian aku mulai mendekati vaginanya.“Mer, aku masukkin sekarang yach,” kataku sambil memasukkan penisku perlahan-lahan.Kelihatannya Mery sedang tidak sadarkan diri, dia hanya terpejam coba untuk beristirahat. Vagina Mery masih sempit sekali, penisku dibuat cuma diam mematung di pintunya. Perlahan kubuka dengan tangan dan terus kucoba untuk memasukkannya, dan akhirnya berhasil penisku masuk setengahnya, kira-kira 7 cm.“Jangan Ki.. entar aku hamil!” katanya tanpa berontak.“Kamu udah mens belom?” tanyaku.“Udah, baru kemaren, emang kenapa?” katanya.Sambil aku masukkan penisku yang setengah, aku jawab pertanyaannya,“Kalau gitu kamu kagak bakal hamil.”“Ach.. ach.. ahh..! sakit Ki, a.. ach.. ahh, pelan-pelan, aa.. aach.. aachh..!” katanya berteriak nikmat.Cerita Dewasa - Nikmatnya Meyetubuhi Dua Anak Bapak Tiriku“Tenang aja cuma sebentar kok, Mer mending doggy style dech!” kataku tanpa melepaskan penis dan berusaha memutar tubuhnya.Ia menuruti kata-kataku, lalu mulai kukeluar-masukkan penisku dalam vaginanya dan kurasa ia pun mulai terangsang kembali, karena sekarang ia merespon gerakan keluar-masukku dengan menaik-turunkan pinggulnya.“Ach.. a.. aa ach..” teriaknya.“Sakit lagi Ki.. a.. aa.. ach..”“Tahan aja, cuma seKitar kok,” Cerita Dewasa kataku sambil terus bergoyang dan meremas-remas buah dadanya.“Ki,. ach pengen.. ach.. a.. keluar lagi Ki..” katanya.“Tunggu seKitar yach, aku juga pengen nich,” balasku.“Cepetan Ki, enggak tahan nich,” katanya semakin menegang.“A.. ach.. aachh..! yach kan keluar.”“Aku juga Say..” kataku semakin kencang menggenjot dan akhirnya setidaknya enam tembakan spermaku di dalam vaginanya.Kucabut penisku dan aku melihat seprei, apakah ada darahnya atau tidak? tapi tenyata tidak.“Mer kamu enggak perawan yach,” tanyaku.“Iya Ki, dulu waktu lagi masturbasi nyodoknya kedaleman jadinya pecah dech,” jelasnya.“Roky ingat loh, jangan bilang siapa-siapa, ini rahasia kita aja.””Oh tenang aja aku bisa dipercaya kok, asal lain kali kamu mau lagi.”“Siapa sih yang bisa nolak ‘Kii Junior’,” katanya mesra.Setelah saat itu setidaknya seminggu sekali aku selalu melakukan ML dengan Mery, terkadang aku yang memang sedang ingin atau terkadang juga Mery yang sering ketagihan, yang asyik sampai saat ini kami selalu bermain di rumah tanpa ada seorang pun yang tahu, kadang tengah malam aku ke kamar Mery atau sebaliknya,
kadang juga saat siang pulang sekolah kalau tidak ada orang di rumah.Kali ini kelihatannya Mery lagi ingin, sejak di sekolah ia terus menggodaku, bahkan ia sempat membisikkan kemauannya untuk ML siang ini di rumah, tapi malangnya siang ini ayah dan ibu sedang ada di rumah sehingga kami tak jadi melakukan ini. Aku menjanjikan nanti malam akan main ke kamarnya, dan ia mengiyakan saja, katanya asal bisa ML denganku hari ini ia menurut saja kemauanku.Ternyata sampai malam ayahku belum tidur juga, kelihatannya sedang asyik menonton pertandingan bola di TV, dan aku pun tidur-tiduran sambil menunggu ayahku tertidur, tapi malang malah aku yang tertidur duluan. Dalam mimpiku, aku sedang dikelitiki sesuatu dan berusaha aku tahan, tapi kemudian sesuatu menindihku hingga aku sesak napas dan kemudian terbangun.
“Mery! apa Ayah sudah tidur?” tanyaku melihat ternyata Mery yang menindihiku dengan keadaan telanjang.“kamu mulai nakal Ki, dari tadi aku tunggu kamu, kamu tidak datang-datang juga. kamu tau, sekarang sudah jam dua, dan ayah telah tidur sejak jam satu tadi,” katanya mesra sambil memegang penisku karena ternyata celana pendekku dan CD-ku telah dibukanya.“Yang nakal tuh kamu, Bukannya permisi atau bangunin aku kek,” kataku.“kamu tidak sadar yach, kamu kan udah bangun, tuh liat udah siap kok,” katanya sambil memperlihatkan penisku.“Aku emut yach.”Emutanya kali ini terasa berbeda, terasa begitu menghisap dan kelaparan.“Mer jangan cepet-cepet dong, kasian ‘Kii Junior’ dong!”“Aku udah kepengen berat Ki!” katanya lagi.Cerita Dewasa - Nikmatnya Meyetubuhi Dua Anak Bapak Tiriku“Mending seperti biasa, kita pake posisi ’69′ dan kita sama-sama enak,” kataku sembil berputar tanpa melepaskan emutannya kemudian sambil terus diemut.Aku mulai menjilat-jilat vaginanya yang telah basah sambil tanganku memencet-mencet payudaranya yang semakin keras, terrus kuhisap vaginanya dan mulai kumasukkan lidahku untuk mencari-cari klitorisnya.“Aach.. achh..” desahnya ketika kutemukan klitorisnya.“Ki! kamu pinter banget nemuin itilku, a.. achh.. ahh..”“kamu juga makin pinter ngulum ‘Kii’ kecil,” kataku lagi.“Ki, kali ini kita tidak usah banyak-banyak yach, aa.. achh..” katanya sambil mendesah.“Cukup sekali aja nembaknya, taapi.. sa.. ma.. ss.. sa.. ma.. maa ac.. ach..” katanya sambil menikmati jilatanku.“Tapi Rokyaku.. ma.. u.. keluar nich! Ach.. a.. aahh..” katanya sambil menegang kemudian mengeluarkan cairan dari vaginanya.“Kayaknya kamu harus dua kali dech!” kataku sambil merubah posisi.“Ya udah dech, tapi sekarang kamu masukin yach,” katanya lagi.“Bersiaplah akan aku masukkan ini sekarang,” kataku sambil mengarahkan penisku ke vaginanya.“Siap-siap yach!”“Ayo dech,” katanya.“Ach.. a.. ahh..” desahnya ketika kumasukkan penisku.“Pelan-pelan dong!”“Inikan udah pelan Mer,” kataku sambil mulai bergoyang.“Mer, kamu udah terangsang lagi belon?” tanyaku.“Kitar lagi Ki,” katanya mulai menggoyangkan pantatnya untuk mengimbangiku, dan kemudian dia menarik kepalaku dan memitaku untuk sambil menciumnya.“Sambil bercumbu dong Ki!”Tanpa disuruh dua kali aku langsung mncumbunya, dan aku betul-betul menikmati permainan lidahnya yang semakin mahir.“Mer kamu udah punya pacar belom?” tanyaku.”Aku udah tapi baru abis putus,” katanya sambil mendesah.“Roky pacar aku itu enggak tau loh soal Kiginian, cuma kamu loh yang beginian sama aku.”“Ach yang Ki?” tanyaku lagi sambil mempercepat goyangan.“Ach.. be.. ner.. kok Ki, a.. aa.. ach.. achh,” katanya terputus-putus.“Tahan aja, atau kamu mau udahan?” Cerita Dewasa kataku menggoda.“Jangan udahan dong, aku baru kamu bikin terangsang lagi, kan kagak enak kalau udahan, achh.. aa.. ahh.. aku percepat yach Ki,” katanya.Cerita Dewasa - Nikmatnya Meyetubuhi Dua Anak Bapak TirikuKemudian mempercepat gerakan pinggulnya.“Kamu udah ngerti gimana enaknya, sebentar lagi kayaknya aku bakal keluar dech,” kataku menyadari bahwa sepermaku sudah mengumpul di ujung.“Achh.. ach.. Kitar lagi nih.”“Tahan Ki!” katanya sambil mengeluarkan penisku dari vaginanya dan kemudian menggulumnya sambil tanganya mamainkan klitorisnya.“Aku juga Ki, bantu aku cari klitorisku dong!” katanya menarik tanganku ke vaginanya.
Sambil penisku terus dihisapnya kumainkan klitorisnya dengan tanganku dan..“Achh.. a.. achh.. achh.. ahh..” desahku sambil menembakkan spermaku dalam mulutnya.“Aku juga Ki..” katanya sambil menjepit tanganku dalam vaginanya.“Ach.. ah.. aa.. ach..” desahnya.“Aku tidur di sini yach, nanti bangunin aku jam lima sebelum ayah bagun,” katanya sambil menutup mata dan kemudian tertidur, di sampingku.Tepat jam lima pagi aku bangun dan membangunkanya, kemudian ia bergegas ke kamar madi dan mempersiapkan diri untuk sekolah, begitu juga dengan aku.
Yang aneh siang ini tidak seperti biasanya Mery tidak pulang bersamaku karena ia ada les privat, sedangkan di rumah cuma ada Mbak Lia, dan anehnya siang-siang begini Mbak Lia di rumah memakai kaos ketat dan rok mini seperti sedang menunggu sesuatu.“Siang Ki! baru pulang? Mery mana?” tanyanya.“Mery lagi les, katanya bakal pulang sore,” kataku, “Loh Mbak sendiri kapan pulang? katanya dari Solo yach?”“Aku pulang tadi malem jam tigaan,” katanya.“Ki, tadi malam kamu teriak sendirian di kamar ada apa?”Wah gawat sepertinya Mbak Lia dengar desahannya Mery tadi malam.“Ach tidak kok, cuma ngigo,” kataku sambil berlalu ke kamar.“Ki!” panggilnya, “Temenin Mbak nonton VCD dong, Mbak males nich nonton sendirian,” katanya dari kamarnya.“sebentar!” kataku sambil berjalan menuju kamarnya, “Ada film apa Mbak?” tanyaku sesampai di kamarnya.Cerita Dewasa - Nikmatnya Meyetubuhi Dua Anak Bapak Tiriku“Liat aja, nanti juga tau,” katanya lagi.“Mbak lagi nungguin seseorang yach?” tanyaku.“Mbak, lagi nungguin kamu kok,” katanya datar, “Tuh liat filmnya udah mulai.”“Loh inikan..?” kataku melihat film BF yang diputarnya dan tanpa meneruskan kata-kataku karena melihat ia mendekatiku. Kemudian ia mulai mencium bibirku.“Mbak tau kok yang semalam,” katanya, “Kamu mau enggak ngelayanin aku, aku lebih pengalaman dech dari Mery.”Wah pucuk di cinta ulam tiba, yang satu pergi datang yang lain.“Mbak, aku kan adik yang berbakti, masak nolak sich,” godaku sambil tangan kananku mulai masuk ke dalam rok mininya menggosok-gosok vaginanya, Cerita Dewasa sedangkan tangan kiriku masuk ke kausnya dan memencet-mencet payudaranya yang super besar.“Kamu pinter dech, tapi sayang kamu nakal, pinter cari kesempatan,” katanya menghentikan ciumannya dan melepaskan tanganku dari dada dan vaginanya.“Mbak mau ngapain, kan lagi asyik?” tanyaku.”Kamu kagak sabaran yach, Mbak buka baju dulu terus kau juga, biar asikkan?” katanya sambil membuka bajunya.Aku juga tak mau ketinggalan, aku mulai membuka bajuku sampai pada akhirnya kami berdua telanjang bulat.“Tubuh Mbak bagus banget,” kataku memperhatikan tubuhnya dari atas sampai ujung kaki, Kiar-Kiar tidak ada cacat, putih muMer dan sekal.Ia langsung mencumbuku dan tangan kanannya memegang penisku, dan mengarahkan ke vaginanya sambil berdiri.“Aku udah enggak tahan Ki,” katanya.Kuhalangi penisku dengan tangan kananku lalu kumainkan vaginanya dengan tangan kiriku.“Nanti dulu ach, beginikan lebih asik.”“Ach.. kamu nakal Ki! pantes si Mery mau,” katanya mesra.“Ki..! Mbak..! lagi dimana kalian?” terdengar suara Mery memanggil dari luar.“Hari ini guru lesnya tidak masuk jadi aku dipulangin, kalian lagi dimana sich?” tanyanya sekali lagi.“Masuk aja Mer, kita lagi pesta nich,” kata Mbak Lia.“Mbak! Entar kalau Mery tau gimana?” tanyaku.“Roky jangan panggil Mbak, panggil aja Lia,” katanya dan ketika itu aku melihat Mery di pintu kamar sedang membuka baju.“Lia, aku ikut yach!” pinta Mery sambil memainkan vaginanya.“Roky kamu kuat nggak?” tanya Lia.“Tenang aja aku kuat kok, lagian kasian tuch Mery udah terangsang,” kataku.“Mer cepet sinih emut ‘Kii Junior’,” ajakku.Tanpa menolak Mery langsung datang mengemut penisku.“Mending kita tiduran, biar aku dapet vaginamu,” kataku pada Lia.“Ayo dech!” katanya kemudian mengambil posisi.Lia meletakkan vaginanya di atas kepalaku, dan kepalanya menghadap vagina Mery yang sedang mengemut penisku.
“Mer, aku maenin vaginamu,” katanya.Tanpa menunggu jawaban dari Mery ia langsung bermain di vaginanya.Permainan ini berlangsung lama sampai akhirnya Lia menegangkan pahanya, dan.. Cerita Dewasa “Ach.. a.. aach.. aku keluar..” katanya sambil menyemprotkan cairan di vaginanya.“Sekarang ganti Mery yach,” kataku.Kemudian aku bangun dan mengarahkan penisku ke vaginanya dan masuk perlahan-lahan.“Ach.. aach..” desah Mery.“Kamu curang, Mery kamu masukin, kok aku tidak?” katanya.“Abis kamu keluar duluan, tapi tenang aja, nanti abis Mery keluar kamu aku masukin, yang penting kamu merangsang dirimu sendiri,” kataku.“Yang cepet dong goyangnya!” keluh Mery.Kupercepat goyanganku, dan dia mengimbanginya juga.“Kak, ach.. entar lagi gant.. a.. ach.. gantian yach, aku.. mau keluar ach.. aa.. a.. ach..!” desahnya, kemudian lemas dan tertidur tak berdaya.“Ayo Roky tunggu apa lagi!” kata Lia sambil mengangkang mampersilakan penisku untuk mencoblosnya.“Aku udah terangsang lagi.”Tanpa menunggu lama aku langsung mencoblosnya dan mencumbunya.“Gimana enak penisku ini?” tanyaku.“Penis kamu kepanjangan,” katanya, “tapi enak!”.“Kayaknya kau nggak lama lagi dech,” kataku.“Sama, aku juga enggak lama lagi,” katanya, “Kita keluarin sama-sama yach!” terangnya.“Di luar apa di dalem?” tanyaku lagi.“Ach.. a.. aach.. di.. dalem.. aja..” katanya tidak jelas karena sambil mendesah.“Maksudku, ah.. ach.. di dalem aja.. aah.. ach.. Kitar lagi..”“Aku.. keluar.. ach.. achh.. ahh..” desahku sambil menembakkan spermaku.“Ach.. aach.. aku.. ach.. juga..” katanya sambil menegang dan aku merasakan cairan membasahi penisku dalam vaginanya.Akhirnya kami bertiga tertidur di lantai dan kami bangun pada saat bersamaan.“Rokyaku mandi dulu yach, udah sore nich.”“Aku juga ach,” Cerita Dewasa kataku.“Ki, Mer, lain kali lagi yach,” pinta Lia.“Itu bisa diatur, asal lagi kosong kayak gini, ya nggak Ki!” kata Mery.“Kapan aja kalian mau aku siap,” kataku.“Kalau gitu kalian jangan mandi dulu, kita main lagi yuk!” kata Lia mulai memegang penisku.Akhirnya kami main lagi sampai malam dan kebetulan ayah dan ibu telepon dan mengatakan bahwa mereka pulangnya besok pagi, jadi kami lebih bebas bermain, lagi dan lagi. Kemudian hari selanjutya kami sering bermain saat situasi seperti ini, kadang tengah malam hanya dengan Lia atau hanya Mery. Oh bapak tiri, ternyata selain harta banyak, kamu juga punya dua anak yang siap menemaniku kapan saja, ohh nikmatnya hidup ini.