Hitam putih kehidupan selalu berjalan beriringan dengan waktu yang entah mempermainkan semua kehidupan manusia, bagai panggung sandiwara yang penuh dengan misteri, kehidupan gadis ini pun penuh dengan hitamputih dan takdir selalu mempermainkannya baik itu persahabatan, cinta, dan keluarga.
Kehidupan yang begitu kejam takdir yang tidak berpihak bagaimana cara gadis itu untuk hidup dan bertahan nantinya menjalani sisa hidup yang begitu rumit dan kejam ini, akankah dia harus menyerah, atau adakah masanya nanti gadis itu akan menemukan kebahagiannya.
Awal cerita mengenai persahabatan antara pebisnis yang berakhir dengan ketidaksukaan antara sesama rekan dan mengakibatkan gadis berumur 7 tahun bernama Rain ditinggal oleh orang tuanya akibat kecelakaan yang disabotase dan kakaknya yang menghilang selama 14 tahun.
Perebutan kekuasaan secara licik mengakibatkan beberapa pihak terkena imbasnya. Kisah asmara menjadi pemanis dalam cerita ini, pembalasan dendam dan pengungkapan fakta yang sebenarnya mengakhiri semua konflik ini, akhirnya semua menjadi jelas dan berakhir bahagia.
Zee Rain, dia seorang gadis yang sudah hidup didunia ini lebih dari 20 tahun, pahit dan manis kehidupan sudah dia lalui semenjak umurnya 7 tahun, Rain kehilangan kedua orang tuanya karena kecelakaan, orang tuanya memiliki perusahaan terbesar di U.S.A, mungkin kalian membayangkan kehidupan yang mewah dan berkecukupan bukan, kalian salah, meski gadis ini memiliki segalanya tapi dia merasa kesepian dan sunyi, yang dia butuhkan adalah kebahagiaan yang sesungguhnya, akankah Rain menemukannya?
Banyak yang iri dengan kesuksesannya saat ini, banyak yang ingin menjatuhkannya juga tapi Rain bukan orang yang mudah dijatuhkan.
Selain perusahaan, Rain juga memiliki beberapa sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, dan poperti lainnya, tapi entah mengapa itu tidak membuat Rain merasa bahagia, gadis ini menginginkan teman, sahabat, keluarga dan kekasih yang menerimanya apa adanya, sungguh sulit, tapi inilah kisah gadis bernama Zee Rain, akankah kisahnya ini berakhir baik atau tidak.
Rain kuliah di universitas terbesar di U.S.A tepatnya daerah Chicago dan dia hanya memiliki dua teman yang bernama Kenzo dan Ketrin, mereka mempunyai kisah yang hampir sama dengan Rain.
Perkenalkan teman Rain yang petama yang bernama Kenzo, lahir di Chicago, 18 Desember 1998, hobi : Dance, penyanyi, atlit taekondo, perenang, basket. dan yang kedua yaitu Ketrin, kedua orang tuanya mengalami kecelakaan dan dia hanya hidup sebatang kara. Inilah kisah Rain yang penuh lika liku.
Dipagi hari gadis ini berangkat menggunakan mobil Sport kesayangannya dan tidak lupa menjemput sahabatnya yang bernama Ketrin.
Chicago
07.30 a.m
Zee rain gadis ini sedang dalam perjalanan menuju kediaman sabahatnya yaitu Ketrin, gadis ini mengendari mobil keluaran terbaru, yang baru dia beli 2 minggu yang lalu.
“Pagi Ketrin,” sapa Rain pada ketrin setelah melihat sahabatnya itu
“Pagi juga Rain,” balasnya dengan tersenyum manis
“Ayo kita berangkat,” ajak Rain dengan dingin dan datar
“Let’s go… !!!” riang gadis itu tersenyum lebar dan segera memasuki mobil Rain
Zee Rain atau bisa dipanggil Rain, adalah konglomerat asal U.S.A, dia hanya hidup seorang diri semenjak kejadian yang mengerikan 14 tahun yang lalu.
Mempunyai sikap yang dingin, datar dan perhatian meski terkadang perhatian nya itu tidak terlihat namun sahabat nya merengerti akan hal itu, jadi mereka tidak masalah ketika rain bersikap dingin namun dia penyayang, sekaligus gadis yang misterius. Kalian akan tahu siapa Zee Rain yang sebenarnya nanti.
Ketrin
Sahabat Rain, Bobrok, Manis, Pemberani.
Back Story
Di dalam perjalanan menuju gadis ini yaitu di Unervesity of Chicago, salah satu kampus milik gadis bernama Rain ini, kampus itu hanya salah satu asset yang dimiliki oleh gadis Zee itu.
“Bagaimana kabar kamu Rain ?” tanya sahabat nya Ketrin
“Seperti yang kau lihat,” balas gadis Zee ini dingin dan datar sambil fokus menyetir.
“hhmmm,” berpikir sejenak. “Bagaimana setelah pulang dari kampus kita jalan - jalan ?” ajaknya semangat menatap Rain.
“Hmmm … baiklah,” ujarnya pasrah, gadis ini tidak ingin membuat sahabatnya ini kecewa karena hanya mereka yang dia miliki sekarang.
"Hhmmm, entahlah kita lihat saja nanti."
Unervesity of Chicago
08.00 a.m
Sesampainya mereka dikampus mereka selalu menjadi pusat perhatian para mahasiswa dan mahasiswi di kampus, semua murid yang selalu melihat mereka dengan tatapan kagum, bagaimana tidak siapa yang tidak mengenal keluarga Zee, bahkan dia salah satu motivasi bagi gadis-gadis dikampus untuk urusan Style.
Hari ini ada yang berbeda di kelas karena katanya akan ada murid baru dan sama seperti biasanya dan sebelum - sebelumnya Rain tidak perduli akan hal itu, tapi berbeda dengan sahabatnya yang satu ini, yaaa bisa dikatakan jika Ketrin adalah pendengar gosip yang handal.
“Rain !” panggil sabahabat nya heboh, melebihi hari biasanya entah apa yang merasuki gadis ini, fikir Rain.
“Kenapa ??” balas Rain yang masih fokus membaca buku.
“Apa kau tau ??” tanya Ketrin sambil mendekat kearah gadis Zee. “Tidak !!” Balas Rain ketus tanpa menatap lawan bicara yang seketika membuat sahabatnya itu merasa kesal.
‘Yaa !!!” teriaknya kesal atas respon sahabatnya itu.“Tau apa!!” sarkasnya tak kalah kesal. “Kau belum bilang !!Bagaimana aku bisa tau!!” ketus gadis rain itu dan kembali mengalihkan pandangannya pada buku ke favorit nya.
“Aiisshh iya juga sih,” sahut Ketrin dengan raut wajah cengengesan tanpa dosa. “Sorry…,”sambung Ketrin lagi.
‘Tidak usah minta maaf, sekarang katakan, memang ada apa kenapa kau heboh sekali pagi ini,” sahut Rain menutup buku yang dibacanya sedari tadi dan beralih menatap Ketrin, sungguh gadis zee ini sangat kesal pada sahabatnya itu yang sudah mengganggu waktu berharganya demi gossip yang tidak penting itu, pikir gadis Zee ini.
“Itu loh, kita akan kedatangan murid baru,” jawabnya dengan heboh lagi. Rain hanya bisa memutar bola mata malas. “Lalu ?” tanya nya jengah dan kembali melanjutkan membaca yang sempat tertunda tadi.
“Kau tau kalau murid baru itu sangat cupu dan kau juga pasti tau jika nanti dia bakalan jadi bahan bulian oleh Smith bersaudara,” jelasnya panjang kali lebar tanpa jeda sedikit pun.
“Lalu apa hubungan nya dengan aku,” sarkas nya jengah dengan sikap sahabatnya yang satu ini. “ya ngak ada sih,” jelas Ketrin cengengesan.
“Hah,” menghela napas. “Biarkan saja itu bukan urusan kita” balas rain dingin dan datar.
“Aiishh kau ini, ya sudah deh aku mau ke kantin dulu,” jawabnya malas dan mulai beranjak.
“Dasar sabahabat ngak peka,” gerutunya sambil beranjak pergi untuk ke kantin.
“Hhmmm,” balas Rain dingin dan datar.
Disisi Lain…
“Apa aku harus melakukan ini?” tanya pria muda ini datar dan dingin menatap lawan bicaranya.“Tentu,” balasnya tak kalah dingin dan angkuh. “Kau harus bisa menjalankan misi ini,” sambungnya dengan datar dan dingin.
“Baiklah,” sahutnya pasrah akan kemauan lawan bicaranya.
Sedikit info:
Untuk kalian pasti bingung siapa Smith bersaudara, Smith Bersaudara adalah geng pembully di kampus sekaligus anak rektor yaitu dan tidak lain adalah Smith Alice, Smith Amanda Dan Smith Agatha, mereka bertiga bersaudara, mereka memang terkenal dengan Smith bersaudara yang sering menindas anak-anak yang lemah di kampus dan salah satu dari Smith bersudara sangat menyukai Kenzo, sahabat Rain.
Next Story
Ruang kelas
08.30 a.m
Sesaat setelah kelas dimulai tidak lama setelah itu dosen menyuruh anak baru cupu itu masuk dan memperkenalkan dirinya.
“Pagi anak-anak !” sapa Mrs. Anabel setelah masuk kelas
“Pagi Mrs,” jawab mereka serempak
“Pagi ini kita kedatangan murid baru, Kamu silakan masuk dan perkenalkan dirimu” perintahnya.
“Baik bu,” sahutnya dan mulai berjalan menuju ke depan kelas. “Selamat Pagi Semua, perkenalkan saya Albert Ace, kalian bisa memanggil aku Al, senang bertemu dengan kalian,” senyum ramahnya.
“Baiklah Albert kamu silakan duduk di sebelah Rain, Rain kamu silakan angkat tangan !?” perintahnya.
“yes Mrs,” jawab gadis Zee mengangkat tangan nya dengan dingin dan datar
Murid cupu itu selalu memperhatikan gadis Zee, entah apa yang sedang dia pikirkan pria itu, tapi sepertinya gadis Zee itu tidak menghiraukan dia. Skip pelajaran selesai dan gadis ini langsung pergi ke kantin untuk istirahat.
“Rain ayo kita ke kantin,” ajak ketrin menghampiri meja sang sahabat yang tak lain adalah Zee Rain.
“Iya ... iya ... bawel banget sih, mana Ken ? kenapa dia belum datang … apa jangan-jangan dia masih diganggung oleh Alice,” tebaknya asal sambil membereskan buku - bukunya.
“Yaakk !! aku di sini !!” teriak pria itu tidak terima.
“Owh ... aku pikir tadi kamu masih sibuk dengan penggemar kamu itu,” sarkas gadis Zee itu dingin dan datar menatap sahabat nya yang tidak lain adalah Kenzo Albaret.
“Yaak !!! Jangan bilang begitu, aku sangat tidak nyaman ketika dia berdekatan dengan aku,” jelas nya cemberut dan memasang wajah kesal.
“Aaiishh sudah lah ayo kita ke kantin,” menarik tangan Rain.
“Yaak !!! Kenzo kau meninggalkan aku,” rengek wanita itu tidak terima.
“Aiishh cepatlah,” jawab pria itu yang sudah mulai keluar dari kelas
SKIP
Dikantin
“Hari ini ada menu baru di kantin kau mau ?!” tanya Ken, sambil pria itu membaca menu.
“Pesankan saja dengan pesanan kamu ” balas gadis ini acuh tak acuh sambil bermain phonsel.
“Baiklah, kalau kau ketrin ??” tanya pria itu menatap sahabatnya yang satu lagi.
“Aku juga sama, ” balas gadis itu acuh
“Ok !! Aku pesan dulu,” beranjak pergi memesan makanan
“Hmmmm… Rin aku mau ke toilet dulu sebentar ” ucap gadis Zee dan mulai beranjak pergi
“Baiklah…” balasnya sambil bermain Phonsel.
Rain Pov: Saat aku akan ke toilet aku melihat Smith bersaudara sedang membully seorang mahasiswa, samar-samar aku bisa melihat kalau yang mereka dibully adalah anak baru tadi pagi.
“Aiishh mereka merusak moodku saja, ” gumam gadis itu pelan dan langsung masuk ke dalam toilet untuk menuntaskan niatnya sebelum dia melihat nyamuk–nyamuk kampus itu berulah.
Rain Pov: Saat aku keluar, aku masih melihat anak baru itu dibully, sebenarnya aku memang tidak ingin ikut campur, tapi sepertinya aku harus menolongnya… entah kenapa aku tidak tega melihat dia dibully di hadapanku… akhirnya aku memutuskan untuk membantu pria itu.
“Aiisshh menyebalkan, haruskah aku,” ucap Rain jengkel, menghelapafas panjang “huuffhh ....”
“Baiklah sepertinya memang harus,” gumam gadis ini lagi.
“Yaakk !!! kaliaann !! jangan melakukan hal tidak baik di kampus ini, pergilah di luar kampus, di sini bukan tempatnya.” sarkas gadis itu dingin dan mulai berjalan menghampiri para nyamuk nyamuk itu.
“Waahh siapa ini yang berani mengganggu kita,“ sarkas wanita itu tajam yang tidak lain adalah salah satu geng smith, yaitu Alice.
“Yaa!! Rain ini bukan urusanmu, pergi saja sana,” bentak gadis yang lain yang merupakan saudara alice yaitu Amanda.
“Apa kau bilang bukan urusanku, jika sudah ada di depan mataku itu berarti urusanku, aku tidak ingin melihat bullyan di sini apalagi di depanku sendiri, sebaiknya kalian lepaskan dia, aku sedang tidak ingin bermain-main hari ini,” ucap Rain menatap mereka tajam sambil melipat tangan di dada dan bersandar di dinding.
“Aiishhh sombong sekali kau Rain,” berjalan ke arah gadis itu dan ingin menamparnya tetapi dengan sigap gadis Zee itu menahan tangan Alice dan meremasnya kuat, hingga gadis itu menjerit kesakitan. “Aaakkkk !!!” teriaknya.
“Aiisshh sudah kubilang aku lagi tidak ingin bermain-main !!! Apa kau tidak dengar haaa!!!” bentaknya dengan tatapan mematikan karena sudah habis kesabaran.
“Beraninya kau melukai saudaraku !!!” geramnya Agatha berjalan menghampiri Rain.
Akhirnya perkelahian antara gadis Zee dan Smith bersaudara tidak bisa dihindari, pria yang dibully tadi hanya bisa diam terpaku melihat betapa brutalnya gadis Zee itu menghajar orang yang membully dirinya,
setelah perkelahian yang sengit akhirnya gadis Zee itu berhasil mengalahkan mereka semua, kondisi mereka sangat jauh dari kata baik, mereka semua babak belur, itulah akibat yang akan diterima oleh mereka jika berani membangunkan singa yang sedang tidur.
“Aaiishh awass kau nanti Rain !!” ancam Alice tajam dan berlalu pergi bersama saudara-saudaranya.
“Pergi sana !!” usir gadis Zee sambil menepuk nepuk tangannya. “Dasar wanita tidak punya hati,” gumam gadis itu dan berbalik menghampiri anak baru yang dibully tadi.
“Apa kau baik-baik saja ??” tanyanya datar dan dingin sambil mengulurkan tangan.
Bersambung…
Episode sebelumnya…
“Pergi sana !!” usir gadis Zee sambil menepuk nepuk tangannya.“Dasar wanita tidak punya hati,” gumam gadis itu dan berbalik menghampiri anak baru yang dibully tadi. “Apa kau baik-baik saja ??” tanyanya datar dan dingin sambil mengulurkan tangan.
I
I
I
“I – iya…terima kasih” ucap Al sambil menerima uluran tangan gadis Zee itu dengan gugup.
“Hmmm…,” jawabnya dingin. “Karna kau selera makanku jadi hilang,” gumamnya dan akan beranjak pergi.
“Ma – maaf,” ucap pria itu menunduk merasa bersalah “Sudahlah aku masuk kelas dulu dan yaaa ketika kau dibully kau harus melawan, kau itu laki-laki,” jelas Rain dan menatapnya datarAiishh yang benar saja, kenapa dialemah sekali,” gumam gadis itu kesal sambil berjalan pergi meninggalkan Albert.
“Jika bukan karena daddy, aku tidak mau seperti ini,” gumamnya kesal. Haiiiss badanku jadi sakit - sakit semua, Sial!!! Akan aku balas mereka nanti lihat saja nanti." ujar Albert geram
“Aku harus menelpon Ketrin,” gumam Rain mengeluarkan Hanphone yang berada disakunya sambil berjalan menuju kelas
In Call
“Hallo .,” sahutnya diseberang sana
“Rin aku tidak jadi makan, aku langsung ke kelas saja,” dingin
“Loh Kenapa ??” Tanya Ketrin yang bingung di seberang sana
gadis Zee hanya bisa menghela napas sebelum menjawab pertanyaan sahabatnya itu. “Nanti aku ceritakan di kelas, aku tutup dulu, bilang juga pada Ken, oh jangan lupa belikan aku makanan juga.” pesannya
“Oh Ok…” balas nya dan menutup sambungan telpon mereka.
End Call
Setelah urusan dengan nyamuk itu gadis Zee ini bergegas menuju kelasnya, saat sedang asik membaca buku,Ketrin tiba–tiba datang membawakanmakanan yang gadis ini pesan tadi.
Rain ini makanan kamu,” ucap ketrin setelah gadis itu masuk dan berjalan menuju meja Rain dan meletakkan beberapa makanan dan minuman di meja gadis Zee itu
“Hmmm… terima kasih,” balas gadis Zee ini dingin dan mulai memakan makanan yang diberikan sahabatnya itu
“Hhmm, oh ya, tadi kata kamu mau ceritakan ?!” Tanyanya penasaran dengan wajah keponya itu.
“Eoh itu, tadi aku habis berkelahi dengan Smith bersaudara, mangkanya aku tidak jadi balik lagi ke kantin,” jelasnya santai sambil memakan makanannya
“What !!! Beneran ?!” membulatkan mata karena kaget “Iyaa, ucapan kamu tadi pagi benar, anak baru itu pasti akan dibully oleh mereka,” sambil melirik Al sekilas dan melanjutkan makannya kembali sebelum bel berbunyi
“Jadi siapa yang menang ??!!” tanyanya antusias sekaligus penasaran meski gadis itu tahu siapa yang akan menang
“Menurut kamu ?!” menaikkan sebelah alis menatap Ketrin Smirk. “Sudahlah jangan dibahas lagi aku sibuk,” membuka bukunya setelah ritual makannya selesai
“Iya-iya,” pasrahnya dengan wajah cemberut dan kembali ke tempat duduknya semula.
Tanpa gadis itu sadari Albert memperhatikannya sedari pelajaran dimulai dan Albert masih memperhatikan gadis Zee dan Ketrin menyadari akan hal itu
“Rain !! ssuutt… Raiiinn !!” panggilnya sambil berbisik.
“Hmmm ?!” jawab gadis Zee itu santai sambil fokus memperhatikan pelajaran.
“Kau tau anak baru itu memperhatikan kamu sedari tadi,” bisiknya lagi
“Biarkan saja,” jawabnya acuh dan ketus
“Haaiiss kau ini, Baiklah,” cumberut.
Setelah 4 jam lamanya pelajaran telah selesai dan bel berbunyi menandakan jam pulang
telah tiba, gadis Zee itu bergegas membereskan semua peralatan yang digunakannya tadi saat belajar.
“Rin, hari ini kamu pulang dengan Ken saja ya, aku ada urusan,” ucap Rain sambil memberaskan alat tulisnya “Baiklah, ” balasnya singkat
“Rin, Rain ayo kita pulang,” ajak kenzo yang baru sampai di kelas “Eoh kau sudah datang, kau pulanglah dulu bersama Ketrin, aku ada urusan sebentar.” beranjak melangkah keluar kelas
“Ok !!! Tapi nanti malam jadikan kita ke club ?” Teriak Ken pada Rain yang mulai menjauh
“Pastinya, setelah urusanku selesai aku akan kabari kalian” balas gadis berteriak karena jarak mereka hampir jauh.
Saat akan menuju parkiran,gadis itu kembali melihattukang bully yang ingin menghampiri anak baru itu, “apa mereka akan buat ulah lagi ? itulah yang ada di dalam benak gadis Zee itu”.
“Aiishhh mereka kembali lagi,” gumamnya muak karena mereka tidak hentinya membuat ulah.
“Hai !! anak cupu kemari kau !!!” panggil Alice dari kejauhan.
“Eoh iya,” sahutnya yang hendak menghampiri geng bully.
Gadis Zee yang melihat itu dengan segera menghampiri Albert, sebelum dia sampai
Di tempat geng sialan itu.
Saat Albert akan melangkah mendekati Alice tiba tiba---
“Kau… cepat masuk !!!” teriaknya dari dalam mobil setelah gadis Zee itu berhenti tepat di depan Albert
Membulatkan matanya kaget. “Eoh ...?!” menatap Rain bingung “Aaiiiss… cepat masuk, kau ingin dibully lagi ?!!” kesalnya dan menatap Al dengan tajam
Mulai tersadar “Ahhh tidak. Aku tidak mau !!” balas pria itu menggelengkan kepalanya.
“Mangkanya cepat masuk !!!” sarkas gadis itu tajam
“I – iya,” segera masuk ke dalam mobil.
Sementara Alice yang melihat Rain membwa mangsanya langsung berteriak kesal. “Yak!! Rain !!!” teriaknya. Dasar gadis sialan !!!” umpatnya kesal.
Rain pun melajukan mobilnya untuk segera menjauhi area kampus, di perjalanan hanya ada keheningan di antara mereka, hingga Albert mulai berbicara untuk memecahkan keheningan tersebut.
Selama perjalanan hanya ada keheningan dan canggung, Albert mencoba memecah keheningan antara mereka. “Te - terima kasih.” sahutnya ragu menatap sekilas gadis Zee itu
“Apa tidak ada selain terimakasih eoh ?” sarkas gadis itu dingin tanpa meliriknya “Eoh ??!” menatapnya bingung
Memutar bola matanya malas. “Aiiishh sudah lupakan saja, di mana alamat kamu biar aku yang mengantarkan kamu pulang ” ucapnya mengalihkan pembicaraan
Masih mode bingung tapi pria itu tetap menjawab pertanyaan yang diajukan rain. “iya, aku tinggal di jalan Bronzeville” jawabnya
Melirik pria itu sekilas “Baiklah,” mulai melajukan mobilnya ke alamat yang pria itu sebutkan tadi
Keheningan tercipta lagi di antara keduanya, tiba tiba albert teringat sesuatu, ya percakapan rain dan sahabatnya di kelas tadi, rupanya pria ini menguping pembicaraan mereka, Albert mulai angkat suara lagi. “A – a – apa aku boleh bertanya ??” tanyanya dengan gugup
“Hhmmm…,” balasnya dingin dan datar “Setelah ini, Kau mau ke mana ?” tanyanya pura-pura tidak tahu dan mencoba sok akrab dengan gadis itu
“Aku ingin latihan, kenapa??” tanya acuh “Apakah aku boleh ikut ?” tanyanya menatap gadis itu dengan mata bulatnya
“Apa !!! Kau mau ikutt ?!” tanya kembali memastikan “Iya, apakah boleh ?” menatap gadis itu ragu-ragu, rain nampak berpikir sejenak. “Hhmmm gimana yaa, baiklah.” jawabnya pasrah entah kenapa gadis ini tidak bisa menolak, rasanya sedikit aneh tapi gadis ini tidak tahu itu apa
“Benarkah boleh ??!!” tanyanya sekali lagi.
“Iya… jangan bawel.” sarkasnya dingin melirik pria itu sekilas.
“Makasih.” tersenyum lebar.
“Aissh anak ini lucu sekali… Astaga!! Rain apa yang kau pikirkan, hilangkan semua ini.” Gumam Rain dalam hati
Bersambung...
Episode Sebelumnya…
“Aissh anak ini lucu sekali… Astaga!! Rain apa yang kau pikirkan, hilangkan semua ini.” Gumam Rain dalam hati
I
I
I
I
Sampai di tempat latihan boxing, ya tujuan gadis ini adalah tempat boxing itu salah satu rutinistasnya jika ada waktu senggang, seperti sekarang dia menyempatkan untuk melakukan latihan, terbukti dengan latihan ini membentuk tubuhnya secara sempurna dengan abs yang membuat lelaki manapun menatapnya dengan kagum.
Back Rain Side
Setelah memasuki ruangan itu gadis ini mulai bersuara “Aku akan berganti baju dulu,” ucapnya beranjak untuk pergi “Iya...” balas Albert sambil melihat sekeliling.
15 menit waktu yang dibutuhkan untuk bergati baju dan bersiap untuk memulai latihan menghapiri teman sekaligus rekan boxing gadis ini
Setelah berganti pakaian gadis ini segera menghampiri rekan yang biasa gadis ini ajak untuk latihan “Hai Toni !” sapa rain sambil berjalan menuju ring di mana pria itu berada.
Yang terpanggil pun segera menoleh ke sumber suara “Yaa Rain…” balasnya kala melihat rekannya itu sedang menghampiri dirinya.
Setelah sampai disana gadis ini mulai bersuara “Aku lagi banyak banget pikiran sekarang, apa kau mau menemaniku di atas ring ?!” Tanya gadis itu memulai percakapan.
Tersenyum hangat “Tentu saja ayo, ” ajaknya dan mendapat anggukan dari Rain.
Saat mereka akan mulai ada yang memanggil gadis Zee itu “Ra – rain,” panggilnya.
Berhenti melangkah dan berbalik “Kenapa??” ucapnya sambil menoleh.
Aku tunggu di mana ?” menatap gadis Zee dengan wajah polosnya
Menatap pria itu datar “Terserah kau saja,” jawabnya santai. “Ayo Toni,” ajaknya yang mulai berjalan ke atas ring.
Albert hanya melihat gadis itu dari kejauhandan memperhatikan semua gerakannya,pria ini terlihat sangat kagum dengan gadis Zee itu, Rain latihan selama 1 jam penuh tanpa jeda dan membuat rekannya kewalahan
Melampaikan tangannya dan terengah-engah “Sudah Rain aku menyerah !” Ucap pria itu mengangkat kedua tangannya ke udara pertanda dia sudah tidak sanggup lagi.
Berhenti dan menatap pria itu kesal “Aiishh kau ini, kita baru saja memulainya, kenapa sudah menyerah sih,” sarkas gadis itu tajam bercampur kesal, karena biasanya dia latihan sampai 2 jam penuh.
Karena kelelahan pria itu terduduk lemas di lantai “Sudah aku sudah lelah” jawabnya sambil bersandar di Ring.
Menghela pafas jengah “Baiklah, aku pergi dulu.” ucapnya mulai pergi meninggalkan Toni dan menghampiri Albert.
Menghela napas lega, akhirnya gadis itu menyerah juga “Iya ... ahh… akhirnya dia pergi juga…” gumamnya merasa lega dan meneguk air minumnya. Kini gadis itu sudah berdiri di hadapan Albert “Ayo kita pulang,” ajaknya “Eoh ayo !”
Setelah urusan gadis itu selesai di tempat latihan, mereka beranjak untuk pulang. Saat di perjalanan Rain menyadari jika mobilnya dibuntuti oleh mobil yang mencurigakan dan sepertinya itu salah satu pesaing yang ingin menyingkirkan gadis Zee itu.
Melihat ke arah spion mobilnya dan bergumam kesal, “Aaiiishh jangan mulai lagi. Aku sedang tidak ingin bermain.” gumamnya merasa kesal sambil terus melirik mobil yang mencurigakan lewat kaca mobilnya, bagaimana tidak kesal, dia baru saja selesai latihan dan pasti merasa lelah dan butuh istirahat dengan segera, tapi ada saja halangannya “Kau bilang apa ? “ tanyanya saat mendengar gumaman gadis itu
Tersentak kaget dan melihat Albert sekilas “Aahh tidak,” jawabnya cepat agar pria itu tidak panik. Gadis itu segera merogoh sakunya dan mulai menelpon seseorang, setelah telpon tersambung---
In Call:
“Halo Rain…” jawab orang di seberang sana setelah telpon tersambung
“Kau di mana !!!”tanya gadis ini dingin dan datar pada bawahannya itu yang tidak lain adalah Felix-nya.
Felix adalah Kaki tangan Rain selain Kenzo.
Back Story
“Aku di kantor Rain. Kenapa? Ada yang bisa aku bantu?” sahutnya lagi "Hhmmm … ada yang mingikutiku segera selidiki siapa itu !!” perintahnya tegas
“Baik, akan aku lakukan,” balasnya tak kalah tegas
End Call
Albert yag sedari mendengar samar-samar percakapan di antara keduanya pun mulai angkat bicara “Ka-kau bilang apa? Ada yang mengikuti kita, siapa ?!” sedikit panik
Menajamkan pandangannya ke arah depan “Ahhiiss kau banyak bertanya. Bisakah kau diam !!” ketusnya tetap waspada
“I – iya… Maaf,” ujar Albert dengan gugup “Apa itu anak buah Daddy?” gumam Albert dalam hati sambil menerka nerka
Rain kembali berucap dengan tegas, “Kencangkan sabuk pengamanmu,” perintahnya tegas yang mulai menambah kecepatan mobilnya.
Rain, gadis itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan itu berhasil membuat orang yang mengikuti mereka kehilangan jejak dan juga bisa menghindar dari mobil mencurigakan itu
20 menit kemudian, mereka sudah sampai di kediaman Albert “Sudah sampai, cepatlah turun !!” perintahnya tegas dan dingin tanpa menatap lawan bicaranya.
Pria itu hanya diam karena takut dan masih shok akibat tingkah gadis itu yang membawa mobilnya seperti orang kesetanan. Merasa dirinya tidak di dengar gadis ini mulai kesal, “Apa kau dengar?Yaa!!!” teriaknya kesal karena merasa diabaikan.
Tersentak kaget. “Kenapa… kenapaa !!” ucapnya terkejut menatap gadis itu panik.
Memutar bola matanya malas, “Dasar, cepat turun atau kau mau aku membawamu ke rumahku, hah !!” kesalnya menatap pria itu tajam.
Yang ditatap hanya menggelengkan kepalanya, “Tidak… Maaf…,” ujarnya sambil turun. “Terima kasih Rain,” ucapnya setelah keluar dari mobil.
“Hhmmmm aku pergi.” mulai melajukan mobil.
“Dia sangat manis aku suka itu, hhmmm tapi siapa yang tadi mengikuti kami tadi ya? Ahh sudahlah lebih baik aku masuk. Astaga aku lupa meminta nomor ponselnya, dasar pelupa.” gumam Albert
Back Rain side
Gadis itu kembali diikuti kembali oleh mobil mencurigakan, tapi sekarang mobil itu berbeda.
Menghela napas kasar, “Aiishh apalagi ini, aku harus segera menghindar.” menancap gas penuh meninggalkan lokasi itu.
Akhirnya selah melewati drama yang pajang untuk menuju kediamannya, gadis itu berhasil sampai di rumahnya dengan selamat dan dia bisa segera beristirahat.
“Kalian !!” menunjuk penjaga. “Perketat penjagaan, aku tidak mau ada orang asing masuk ke sini, apa kalian mengerti ?!” titahnya tegas “baik nona muda,” balas penjaga itu menunduk hormat
Setelah sampai di rumah gadis itu bergegas untuk membersihkan tubuhnya
dan segera beristirahat. Sekarang waktu menunjukkan pukul 19.00 p.m dan gadis Zee itu sudah bersiap-siap untuk pergi.
Setelah kejadian sore tadi gadis itu memutuskan untuk membawa beberapa penjaga untuk menemaninya pergi nanti malam, sebenarnya dia bisa saja menghadapi mereka semua, tapi mengingat kondisi tubuh dan pikirannya, dia lebih baik mencari jalan aman bukan. Setelah bersiap gadis ini segera menghubungi sabahatnya Ketrin.
In Call
“Hallo Rain…,” sahut ketrin di seberang sana
“Apa kalian sudah di sana ?” tanyanya dengan nada dingin
“Iya, kami berada di tempat biasa.” balasnya di seberang sana
“Baiklah aku berangkat sekarang, ada hal penting yang akan aku bicarakan dengan kalian,”ucapnya dengan nada serius dan datar
“ Baiklah kami tunggu,“ balasnya mematikan telpon sepihak
End call.
Setelah gadis ini selesai bersiap-siap, dia membawa tungkainya berjalan meninggalkan kamar dan segera turun ke bawah untuk berangkat ke tempat tujuannya malam ini.
Ruang tamu
19.00 p.m
Setelah sampai di ruang tamu gadis ini menghampiri pengawalnya yang sudah berbaris rapi menanti kedatangan nona muda mereka. “Ayo kita berangkat !!” perintah gadis Zee kepada para pengawal yang akan menemani gadis ini nantinya. Pengawal itu serentak membungkuk hormat, “Mari nona… silahkan.” hormatnya.
Bersambung…