Sampul Novel Bisikan Abu

Bisikan Abu

7.8 / 10.0
Menyembunyikan kemampuan terlarang membaca ingatan abu, Asha menyamar menjadi gadis bisu di kuil Ezen, pusat kekaisaran pemuja api. Di sana, ia menguak sejarah perang masa lalu yang sengaja dikubur. Bersama Kael, pejuang misterius yang penuh rahasia, Asha berjuang menghadapi konspirasi besar dan pemberontakan yang mulai membara. Hubungan keduanya pun kian erat di tengah bahaya. Kini, kekuatan Asha menjadi kunci penentu apakah dunia mereka akan selamat atau hancur menjadi abu.

Bisikan Abu Bab 1

Fajar di Dataran Tinggi Nareth tidak membawa harapan. Ia membawa asap.

Gunung-gunung terbakar tanpa suara di kejauhan, kobaran api abadi yang tak seorang pun coba padamkan. Itu adalah penghormatan kepada Api Besar, kata mereka. Tak seorang pun tahu kapan itu dimulai. Tak seorang pun ingat masa tanpa asap.

Asha berlutut di samping ranjang ibunya, yang desahannya serapuh abu yang dibawa angin melalui gubuk. Wajah wanita itu, yang layu karena demam dan usia, masih cantik bagi Asha, bukan karena apa yang ditunjukkannya, tetapi karena apa yang diingatnya: tawa yang kuat, tangan yang tahu cara menyembuhkan, suara yang bercerita di dekat api.

"Kau tidak harus melakukannya," bisik ibunya. Bibirnya nyaris tak bergerak.

"Ya, Ibu. Aku harus melakukannya." Asha memegang tangannya, menggigil dan lembap. Ia telah mengompresnya sepanjang malam, tetapi panasnya tidak kunjung reda. Bukan karena ramuan herbal. Bukan karena doa. Tidak ada yang cukup. "Itu satu-satunya cara untuk menyelamatkan kami. Untuk menyelamatkanmu." Ibunya ingin menangis, tetapi dia tidak meneteskan air mata. Hanya abu di tenggorokannya, seperti semua orang di Nareth.

Di luar, terompet ritual mulai dibunyikan.

Asha menggigil.

"Mereka datang," gumam ibunya. Dia memejamkan mata. Matahari hampir tidak muncul di atas puncak-puncak gunung, tetapi asap mewarnainya dengan warna merah darah.

Dia berdiri dengan tangan yang teguh. Dia bukan anak-anak. Tetapi dia juga belum sempat menjadi wanita. Kemiskinan di Dataran Tinggi melahap tahun-tahun seperti bara api melahap kayu-kayu tua.

Dia mengambil jubah cokelat milik para penyembah. Itu tidak cantik. Itu tidak dimaksudkan untuk menjadi seperti itu. Jubah dimaksudkan untuk menutupi tubuh, menghapus bentuk, dan menghapus identitas. Api Besar tidak mengambil individu. Itu mengambil abu manusia.

Ibunya membuka matanya dengan susah payah. Dia mengangkat tangan kurusnya, dan di dalamnya dia memegang kepang rambut. Tua. Cokelat. Ditenun dengan kawat tembaga.

"Pita gadismu," katanya. Suaranya lebih seperti asap daripada suara.

Asha mengambilnya. Dia mengikatkannya di lehernya. Merasakan luka bakar yang tak terlihat. Beban yang tak terukur.

"Jangan lupa siapa dirimu. Bahkan jika mereka mengambil namamu."

Asha tidak menjawab. Dia mencium dahi yang panas itu dan pergi. Tidak ada waktu untuk menangis.

Di alun-alun, penduduk desa sudah berkumpul. Seratus orang muda, semuanya berusia tepat, semuanya diam. Anak-anak kelaparan, asap, ketakutan.

Setiap tahun, Kekaisaran mengirim salah satu Penjaganya untuk memilih upeti. Seorang pemuda. Atau seorang wanita muda. Tidak seorang pun tahu mengapa mereka diambil. Beberapa mengatakan mereka diubah menjadi pelayan api. Yang lain, bahwa mereka dibakar hidup-hidup sebagai persembahan untuk menyalakan api suci yang membuat dunia terus berputar. Asha tidak mempercayai semua cerita itu. Dia hanya percaya pada satu kebenaran: siapa pun yang pergi, tidak akan pernah kembali.

Dan jika dia mempersembahkan, keluarganya menerima roti. Rempah-rempah. Arang. Obat-obatan. Selama setahun penuh.

Itu bukan pengorbanan. Itu adalah sebuah tawaran.

Terompet berhenti berbunyi. Sebuah kolom api melintasi langit seperti luka yang menyala-nyala. Dan dari langit turunlah sosok Sang Penjaga.

Dia tinggi, mengesankan, mengenakan jubah hitam berhias tembaga. Wajahnya ditutupi oleh topeng obsidian. Tidak ada mulut. Tidak ada mata. Tidak ada jiwa.

Dia berjalan tanpa berbicara. Para tetua desa membungkuk hingga mereka menyentuh tanah. Sang Penjaga berhenti di hadapan pemuda itu. Udara menjadi pekat. Suhu meningkat seolah-olah matahari tiba-tiba terbenam.

Satu per satu, dia menatap mereka. Atau begitulah kelihatannya. Meskipun tidak seorang pun tahu apa yang ada di balik topeng itu. Beberapa orang mengatakan bahwa para Penjaga itu bukan lagi manusia. Bahwa mereka telah dikonsumsi oleh kenangan akan api.

Ketika dia mencapai tengah barisan, Asha melangkah maju.

"Aku menawarkan diriku," katanya. Suaranya membelah udara seperti pisau. Suaranya tidak bergetar. Dia tidak ragu-ragu.

Sang Penjaga berhenti. Perlahan, dia mengangkat tangan dan menunjuk ke arahnya. Orang-orang itu mengembuskan napas bersamaan. Bergumam. Hening. Desahan.

Asha terkesima.

Dia tidak tahu apakah dia merasa lega atau sedih. Dia hanya berjalan, mengikutinya. Batu-batu itu terasa panas di bawah kakinya yang telanjang. Dia tidak menoleh ke belakang. Jika dia menoleh, batu itu akan hancur.

Sang Penjaga mengulurkan bola api di hadapannya. Bola itu melayang. Bola itu bergetar. Dan tanpa sepatah kata pun, dia mendorongnya ke dalam.

Asha melewati ambang pintu yang berapi-api itu. Tidak ada rasa sakit. Hanya kilatan, dengungan dalam, dan kekosongan di perutnya.

Ketika dia membuka matanya lagi, dia tidak lagi berada di Nareth.

Dia berada di perut Kekaisaran.

Udara terasa berat, dipenuhi resin dan asap manis. Mereka berada di ruang bawah tanah, diterangi oleh urat magma yang mengalir di dinding seperti sungai yang hidup. Sel-sel obsidian melayang di udara, bergetar dengan bahasa yang tidak dia mengerti.

Sang Penjaga berjalan melintasi jembatan batu, dan dia mengikutinya. Tubuhnya mulai berkeringat, jantungnya berdebar kencang. Namun, dia tidak bisa bicara. Dia seharusnya tidak bertanya.

Di ujung jembatan, tiga sosok menunggunya. Dua wanita dengan wajah tertutup cadar merah tua, dan seorang pria tua dengan kulit terbakar, matanya seperti bara api yang padam.

"Ini dia yang menawarkan," kata salah satu wanita, seolah membaca sebuah syair kuno.

Sang Penjaga mengangguk dan pergi tanpa sepatah kata pun.

Asha berdiri sendirian di hadapan mereka.

"Nama," perintah pria tua itu.

Dia membuka mulutnya, tetapi teringat kata-kata ibunya. Dan dia menutup bibirnya.

"Diamlah," kata lelaki tua itu. "Kau akan digolongkan sebagai "F-921."

F. Untuk api. Atau untuk persembahan. Atau untuk dilupakan.

Asha tidak protes. Ia tidak gemetar. Ia kuat. Ia pasti kuat.

Para wanita menanggalkan tuniknya. Mereka membasuh tubuhnya dengan abu harum dan menandai punggungnya dengan simbol bercahaya yang tidak dapat dilihatnya. Sakit. Namun, ia tidak menangis.

Ia menerima pakaian baru: linen gelap, dan kerah besi. Tanpa perhiasan. Tanpa jiwa.

Malam itu, ia tidur di sel batu. Bersama tiga wanita muda lainnya. Tak seorang pun berbicara. Semua gemetar.

Tidak Asha.

Ia memikirkan ibunya. Tentang roti yang akan tiba di gubuk. Tentang ramuan yang akan meredakan demamnya.

Ia pikir penderitaan ini ada artinya.

Di luar, api abadi menyala di atas Kuil Kenangan.

Dan Asha, putri asap, mulai memahami apa artinya menjadi kenangan yang hidup.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Bisikan Abu

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
9.6
Ibu tiriku menikah dengan ayah 8 tahun lalu, dia dari keluarga yang sangat kaya, entah mengapa dia bisa menikah dengan Ayah yang pekerjaannya hanya bermain wanita dan menikahi yang dia sukai, tetapi Ayahku memang terlihat tampan, dengan badan yang kekar dan aura wajah yang sangar, mungkin itu menjadi daya pikatnya terhadap wanita-wanita, entahlah, aku tidak begitu jelas, dan Ayah pun jarang pulang. dia tidak berada di rumah selama berhari-hari dan tidak tahu cara mengurus keluarga. Aku hanya tinggal berdua dengan Ibu tiriku, aku di anggap anaknya sendiri, tetapi kebiasaan Ibu berpakaian Sexy sangat menggangguku. AKu menyukai seorang gadis, dia teman SMA ku dulu, Nama nya Rania. AKu sangat menyukainya, tetapi Ibu tiriku?...
Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania, pengacara pemberani yang mempertaruhkan nyawa demi keadilan, kerap berseteru dengan rival masa kecilnya yang dingin, Yudi. Walau menentang perjodohan, takdir mengikat mereka dalam pertunangan rahasia yang diatur orang tua. Di tengah konflik perasaan benci dan cinta, bahaya besar mengintai saat Tania nekat melawan Wijaya, konglomerat kejam dalang kasus perdagangan manusia. Akankah benih cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya terjebak dalam neraka pernikahan. Alih-alih bahagia, ia justru menjadi sasaran kekejaman Adnan, suaminya yang menyimpan dendam membara kepada sang mertua. Setiap hari, Saschya harus bertahan menghadapi siksaan fisik dan mental yang keji. Namun, di tengah keputusasaan yang mendalam, sosok dari masa lalunya mendadak hadir kembali. Apakah kemunculan mereka akan menjadi penyelamat yang membebaskan Saschya, atau malah memicu prahara baru di hidupnya?
Sampul Novel Istri Untuk Suamiku
8.6
Divonis kanker rahim stadium lanjut membuat Fatma harus mengubur mimpinya memiliki keturunan. Demi membahagiakan Satria, ia bahkan rela memohon sambil menangis agar sang suami bersedia menikah lagi. Satria sempat menolak rencana itu karena tidak ingin melukai perasaannya. Namun, di balik pengorbanan tulus Fatma sebagai bukti cinta terakhirnya, sebuah kenyataan pahit justru terungkap. Fatma harus menerima fakta menyakitkan bahwa suaminya ternyata tidak pernah mencintainya.
Sampul Novel Istri Untuk Tuan Alex
7.9
Demi melindungi kehormatan ibu angkatnya, seorang gadis rela menjadi pengantin pengganti. Sayangnya, kesalahpahaman fatal membuat Alex sangat membenci dan memperlakukannya dengan kasar. Meski mendapat perlakuan buruk, ia tidak tinggal diam dan terus berjuang keras menyembunyikan rahasia besar tentang identitas aslinya. Akankah Alex mampu membongkar misteri yang tersimpan rapat ini? Temukan kelanjutan kisah penuh ketegangan dan emosi mereka di Bakisah.
Sampul Novel Kurang dari tiga
9.2
Kehadiran Nadia membuat jalinan cinta Raka dan Cherry terancam kandas. Raka merasa tersisih karena kekasihnya itu selalu mendahulukan sang sahabat yang berkacamata tebal. Murka pun tak terbendung kala ia sadar posisinya telah tergeser menjadi nomor dua bagi Cherry. Namun, kecemburuan hebat ini justru menuntun Raka pada sebuah titik balik hidup yang sama sekali tak terduga. Mampukah hubungan mereka selamat saat prioritas Cherry tak lagi utuh untuknya?

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED