Sampul Novel FENGYING LIE

FENGYING LIE

8.7 / 10.0
Nasib buruk menimpa Fengying saat dua lelaki tak dikenal mendadak menyerangnya. Hantaman keras dari salah satu musuh membuat dirinya terjatuh hingga tangan terluka. Meski sempat bangkit dan meluapkan amarahnya pada para penyerang, Fengying justru dihadapkan pada ancaman yang mengancam jiwa. Kedua pria misterius itu mendesak Fengying untuk menyerahkan pedang pusakanya secara sukarela, atau mereka akan langsung menghabisi nyawanya di tempat kejadian tanpa ragu.

FENGYING LIE Bab 1

"Maaf, Paman. Aku ingin membicarakan sesuatu kepada Paman," desis seorang pemuda kepada Pamannya.

Pemuda itu adalah Fengying Lie, dan pria paruh baya yang ada di hadapannya adalah pamannya bernama Tau Chun Lie, adik kandung mendiang ayah Fengying—Tau Miao Lie.

"Mau bicara tentang apa, Fengying? Katakan saja!" sahut pria paruh baya itu, menatap tajam wajah keponakannya.

"Aku hendak meminta izin kepada Paman," jawab Fengying. "Aku harap Paman memberikan izin kepadaku untuk melakukan perjalanan jauh menuju kerajaan Nusa," sambungnya penuh harap.

Pria paruh baya itu tampak ragu untuk memberikan izin kepada keponakannya. Karena ia khawatir jika terjadi sesuatu pada diri Fengying yang masih belum memiliki pengalaman luas.

"Apa yang hendak kau cari di sana, Fengying?" tanya Tau Chun Lie menatap wajah keponakannya yang sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri.

"Aku berkeinginan untuk berkelana, mencari perguruan silat di sana. Sebagaimana yang telah Paman ceritakan kepadaku, bahwa para pendekar di negri Nusa banyak yang memiliki ilmu tenaga dalam yang hebat," jawab Fengying meluruskan dua bola matanya ke wajah Tau Chun Lie.

Fengying memiliki ketertarikan untuk berangkat berkelana ke negri Nusa, berdasarkan apa yang pernah diceritakan oleh pamannya itu. Tau Chun Lie pernah berkata bahwa di negri Nusa terdapat banyak para pendekar sakti yang memiliki tingkat kepandaian ilmu kanuragan yang sangat tinggi. Hal tersebut, menjadikan Fengying tertarik untuk datang ke negri tersebut.

"Bukannya Paman tidak mau mengizinkanmu berkelana jauh. Namun, Paman khawatir kau mendapatkan kesulitan dalam perjalananmu."

Fengying menarik napas dalam-dalam, ia terdiam sejenak. Dalam batinnya berkata, "Kenapa pamanku tidak mengizinkan aku untuk berkelana? Apakah dia ragu dengan kemampuanku?"

Fengying meluruskan dua bola matanya ke wajah pria paruh baya itu. Lalu, ia berkata lagi, "Kenapa Paman tidak mengizinkan aku untuk pergi berkelana ke sana? Apa alasannya Paman?" tanya Pandu.

"Paman khawatir terhadap dirimu, Fengying," jawab Tau Chun Lie sambil tersenyum lebar.

Fengying mengerutkan kening menatap tajam wajah pamannya. Lalu berkata, "Dulu bukannya Paman sendiri yang pernah bilang, kalau aku ingin menjadi seorang pendekar yang sakti, aku harus memiliki pengalaman luas?"

"Apa yang kau katakan itu memang benar. Tapi kau masih perlu memperdalam ilmu bela diri terlebih dahulu sebelum berangkat berkelana ke negri sebrang," jawab Tau Chun Lie sambil menarik napas dalam-dalam. Kemudian, ia berkata lagi, "Negri Nusa bukanlah negri sembarangan. Di sana banyak para pendekar sakti yang sewaktu-waktu akan menjajal kemampuanmu."

"Lantas, bagaimana jika aku tetap ingin pergi ke sana, Paman?"

"Belum saatnya untukmu pergi!" pungkas Tau Chun Lie, bangkit dan langsung berlalu dari hadapan Fengying.

Fengying tidak dapat berkata apa-apa lagi, ia hanya diam dan tidak berani melakukan protes terhadap keputusan pamannya.

"Paman memang belum mempercayai kemampuanku. Sepertinya, dia sangat khawatir jika aku tidak dapat menjaga diri," desis Fengying sambil memandangi langkah pamannya yang sudah berjalan masuk ke dalam rumah.

Meskipun demikian, Fengying tetap ngotot dengan keinginannya. Ia memutuskan untuk berangkat secara diam-diam tanpa pamit lagi kepada pamannya.

"Aku harus tetap berangkat ke negri Nusa, agar aku mendapatkan pengalaman seperti yang aku inginkan," kata Fengying dalam hati.

Fengying nekat akan berangkat ke negri Nusa, meskipun keputusannya itu bertentangan dengan kehendak pamannya yang secara jelas sudah melarang dirinya.

Malam harinya, ketika Tau Chun Lie sudah terlelap tidur. Secara diam-diam, Fengying sudah bersiap-siap untuk berangkat dari rumah pamannya itu, ia benar-benar nekat, meskipun keinginannya ditentang oleh sang paman.

"Aku harus berangkat malam ini. Maafkan aku, Paman," desis Fengying bangkit dari tempat tidurnya, ia langsung meraih pedang dan beberapa helai pakaian lalu membungkusnya dengan kain.

Kemudian melangkah mengendap-endap keluar dari rumah tersebut. Setelah berada di luar rumah, ia langsung berlari menembus gelapnya malam.

Sejatinya, Fengying merasa sangat bersalah terhadap pamannya yang selama ini sudah merawat dirinya. Namun, keinginannya yang kuat mengharuskan dia berontak dan tidak mematuhi apa yang dilarang oleh Tau Chun Lie.

* * *

Pagi harinya....

"Fengying! Bangun, Nak. Hari sudah siang!" teriak Tau Chun Lie di balik pintu kamar keponakannya itu.

"Fengying, lekas bangun!"

Namun, setelah beberapa kali memanggil Fengying. Tak ada sahutan sekalipun dari dalam kamar tersebut, sehingga Tau Chun Lie pun mulai curiga.

"Jangan-jangan, Fengying tidak ada di dalam kamarnya," desis pria paruh baya itu.

Karena penasaran, Tau Chun Lie langsung mendorong pintu kamar Fengying.

"Benar sekali dugaanku, ternyata Fengying sudah tidak ada di kamarnya. Jangan-jangan dia nekat berangkat ke negri Nusa?" desis Tau Chun Lie bertanya-tanya.

Ia sangat khawatir dengan keselamatan keponakannya itu. Namun, hal tersebut sudah menjadi pilihan Fengying, Tau Chun Lie hanya pasrah dan berdoa agar keponakannya itu diberi keselamatan dalam perjalanan.

* * *

Ketika Fengying sudah tiba di pesisir selatan wilayah kekaisaran Waifu. Ia langsung beristirahat sejenak di tepi pantai tersebut.

"Semoga ada nelayan yang baik hati yang mau memberikan tumpangan untukku," desis Fengying penuh harap.

Beberapa saat kemudian, Fengying didatangi oleh dua orang pria bertubuh kekar, entah siapa mereka? Fengying pun tidak mengenali dua orang pria itu.

"Hai, Anak muda! Sedang apa kau di sini?" tanya salah seorang dari mereka menatap sinis ke arah Fengying.

Fengying langsung bangkit, kemudian menjawab pertanyaan dari orang itu, "Aku sedang beristirahat." Suara Fengying sedikit membentak. Sehingga kedua orang itu tampak tersinggung mendengarnya.

"Lancang sekali kau ini, berani-beraninya membentak kami!"

Fengying tersenyum sinis memandangi wajah dua orang pria yang berdiri di hadapannya. Ia sadar bahwa kedua orang itu pasti memiliki niat jahat terhadap dirinya.

Secara mengejutkan, salah satu dari dua orang pria itu langsung melakukan pemukulan terhadap Fengying. Sehingga Fengying jatuh tersungkur, dan mengalami sedikit luka di pergelangan tangan dan keningnya.

"Bedebah! Kenapa kau memukulku?" bentak Fengying langsung bangkit.

"Kau sudah lancang, Anak muda. Serahkan pedangmu! Jika tidak, tentu kau akan kami binasakan!" ancam pria yang baru saja memukul Fengying.

Tanpa banyak bicara lagi, pria tersebut kembali memukul kepala Fengying. Hingga menyebabkan, Fengying jatuh lagi. Fengying berusaha bangkit kembali, namun dua orang pria itu tidak membiarkan Fengying berdiri tegak. Salah satu dari mereka kembali menyambut dengan sebuah pukulan keras.

Namun, Fengying sangat gesit dalam melakukan pergerakan. Sehingga dirinya berhasil menghindari pukulan tersebut. Demikianlah, Fengying mulai tersulut emosi, ia langsung mengayunkan kaki kirinya hingga menyentuh perut salah seorang lawannya.

"Aku harap kalian tidak meneruskan perbuatan kalian ini!" bentak Fengying. "Aku tidak menghendaki pertarungan ini berlanjut," tambahnya langsung berlari meninggalkan kedua orang tersebut.

* * *

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi FENGYING LIE

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Diselingkuhi Suami Dibucinin Berondong
8.9
Kehidupan Ratih Apsari hancur setelah memergoki suaminya berselingkuh. Usai bercerai, sebuah ketidaksengajaan membuatnya masuk ke mobil Derryl Dariawan hingga mereka melewati malam bersama. Tak disangka, pria itu adalah CEO baru di tempatnya bekerja. Sempat curiga telah dijebak, Ratih justru mulai jatuh cinta seiring kebersamaan mereka. Kini ia bimbang karena status sosial dan usia Derryl yang tujuh tahun lebih muda. Haruskah ia menerima cinta baru ini atau kembali pada mantan suaminya?
Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya terjebak dalam neraka pernikahan. Alih-alih bahagia, ia justru menjadi sasaran kekejaman Adnan, suaminya yang menyimpan dendam membara kepada sang mertua. Setiap hari, Saschya harus bertahan menghadapi siksaan fisik dan mental yang keji. Namun, di tengah keputusasaan yang mendalam, sosok dari masa lalunya mendadak hadir kembali. Apakah kemunculan mereka akan menjadi penyelamat yang membebaskan Saschya, atau malah memicu prahara baru di hidupnya?
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan, punggungku hancur terbakar. Empat tahun aku merawatnya yang koma, tetapi saat terbangun, ia justru menyatakan cinta pada Stella di depan umum. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat diserang preman. Baginya, aku hanya beban. Di hari pernikahan, ia tega membuangku di jalan tol demi Stella. Akhirnya, aku memilih pergi meninggalkan semuanya menuju bandara.
Sampul Novel Istri Pengganti
9.7
Rayhan hancur setelah dikhianati calon istrinya. Demi meluapkan kekecewaan, ia nekat memaksa Zahra menikah dengannya. Zahra tentu saja terkejut dan langsung menolak rencana gila itu. Tak tinggal diam, Rayhan menawarkan sebuah butik sebagai imbalan jika Zahra bersedia menggantikan posisi pengantin wanita yang kabur. Akankah Zahra menerima tawaran tersebut dan sanggup hidup sebagai istri pengganti bagi pria sedingin Rayhan?
Sampul Novel Menyusui Bayi Mafia
9.7
Pelajar muda bernama Lea dikejutkan oleh tawaran gila dari bos mafia, El Zibrano Elemanus. El bersedia memberikan kekayaan melimpah asalkan Lea mau menyusui putranya. Tentu saja Lea menolak mentah-mentah karena merasa permintaan itu sangat tidak masuk akal. Namun, sang mafia tidak mengenal kata menyerah dan siap memakai caranya sendiri. Kini, Lea terjebak dalam situasi intim yang mengancam harga diri serta masa depannya akibat ambisi El.
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu per satu orang di sekitarku tewas secara mengerikan. Mulai dari sahabat, kerabat dekat, hingga musuh-musuh yang pernah berbuat jahat kepadaku, semua berakhir tragis. Sang pembunuh berdarah dingin beraksi sangat rapi tanpa meninggalkan bukti sedikit pun. Teror mencekam ini terus berlanjut, memakan korban baru tanpa bisa dihentikan. Kini, di tengah misteri yang tak terpecahkan, nyawaku sendiri pun terancam menjadi target berikutnya dari sosok misterius yang mengintai.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED