Doni tersentak kaget mendengar pertanyaan dari pelayan yang menguping kamar bosnya tadi, Doni menyarankan kepada mereka untuk segera istirahat jangan mengganggu majikannya.
“Jangan banyak tanya, urus saja urusan kalian sendiri, kalian lebih baik segera pergi dari sini sebelum bos marah!” jawab Doni penuh penegasan.
“Baik tuan,” jawab mereka bersamaan.
Di dalam kamar itu Alexa lemas saat selesai melakukan adegan panjang dengan Michael. Tubuhnya seakan melayang merasakan kenikmatan surga dunia yang baru pertama kali ia rasakan saat ini.
“Tidurlah yang nyenyak,” Michael mengecup kening Alexa.
“Ha-zel, aku mencintaimu,” ucap Alexa sebelum tertidur.
Lagi-lagi Alexa mengingat pria bernama Hazel itu. Membuat Michael begitu kesal setelah menikmati adegan panjang menggairahkan bersama. Kenapa ia tega sekali menyebut nama pria lain di depan Michael yang telah mengambil kemurniannya. Membuat Michael ingin sekali membunuh pria itu.
Kriet! Michael membuka pintu kamarnya dan mencari dimana Doni berada. Ia memerintahkannya untuk memberikan informasi terkait Alexa.
“Cari tahu informasi gadis yang barusan aku bawa pulang itu, satu lagi pria bernama Hazel, aku ingin tahu sehebat apa pria itu, sehingga dalam keadaan mabukpun ia tetap teringat padanya,” ucap Michael.
“Ba-baik tuan akan saya kerjakan sesuai perintah tuan,” balas Doni.
Michael kembali ke kamarnya dan segera tidur disamping Alexa karena tubuhnya telah letih setelah berpacu dalam asmara bersama Alexa. Malam sudah berganti dengan pagi Alexa bangun lebih dulu dari Michael ia melihat keadaan tubuhnya yang dipenuhi tanda kepemilikan dari Michael. Alexa kaget ada seorang lelaki tampan berada di atas kasurnya.
“Apa yang telah aku lakukan semalam, dan siapa pria disampingku ini?” ucap Alexa sambil memegangi kepalanya yang masih pusing. Alexa mencoba mengingat semuanya. Karena mabuk berat ia samar-samar mengingat kejadian semalam. Ia merasakan sakit di area sensitifnya. Ia tak menyangka jika kesuciannya akan di renggut oleh pria asing.
“Aku harus segera pergi dari sini, anggap saja aku buang sial!” seru Alexa yang sebenarnya masih tidak terima kesucian yang ia jaga harus hilang diambil pria asing.
Alexa buru-buru memakai baju dengan rapi, mencoba kabur dari kamar megah itu tapi pintunya tertutup rapat. Alexa mencoba mencari dimana kunci kamar tersebut tapi malah membangunkan Michael.
“Kau mau mencoba kabur nona? Setelah semalaman menikmati tubuhku apa kamu akan pergi begitu saja?!” tanya Michael sembari memeluk Alexa.
“Ah, tu-tuan gigolo aku mohon biarkan aku pergi, aku akan menafter sejumlah uang ke rekeningmu nanti!” jawab Alexa ketakutan.
Michael terkekeh geli ternyata Alexa masih meyangka dia sebagai seorang gigolo. Ia memainkan rambut Alexa juga memainkan lidahnya di telinga Alexa yang membuatnya merintih kegelian. Michael terus melakukan itu lalu turun ke leher Alexa dan membuat Alexa bergeliat keenakan.
“Biarkan gigolo ini memuaskanmu sebelum kamu pergi,” ucap Michael sambil terus melakukan rangsangan pada tubuh Alexa. Tampaknya ia ketagihan akibat kenikmatan semalam.
“Tu-tuan tolong hentikan,” ucap Alexa mencoba melepaskan pelukan Michael.
Michael semakin bergairah saat Alexa melawannya. Ia mencecap bibir Alexa lembut agar tidak banyak bicara memainkan gundukan besar miliknya lalu mendorongkan ke atas ranjang. Baju Alexa dalam sekejap sudah berantakan, bagian sensitifnya tentu saja terlihat menggairahkan di mata Michael.
“Emmm … Emm …,” Alexa mencoba berbicara kemudian Michael melepas cecapannya karena ingin mendengar ia berbicara. Alexa mencoba mengatur nafas setelah berciuman dengan Michael.
“Apa yang ingin kamu katakan nona?” tanya Michael sembari mengelus pipi Alexa yang merona.
“Tuan, tolong lepaskan aku karena hari ini aku harus bekerja, aku janji akan menanfres uang ke rekeningmu” jawab Alexa yang masih mengira dia adalah seorang gigolo.
Michael tertawa kecil dan menganggap Alexa seorang wanita yang bodoh. Bagaimana bisa dia menganggap Michael seorang gigolo padahal dia sedang berada di sebuah kamar yang mewah seperti ini, “Uang aku tak butuh uang. Bagaimana kalau kamu melayani aku dulu pagi ini?”
Mendengar kata melayani membuat Alexa merinding pasalnya sekujur tubuhnya sudah penuh dengan tanda kepemilikan yang menandakan gairah liar di atas ranjang semalam sangat membara. Dengan berat hati Alexa menyetujuinya itu karena ia ingin segera bebas dari Michael. Ia mengutuk dirinya sendiri karena bisa mabuk dan bertemu dengan gigolo buas di ranjang macam Michael ini. Alexa terlihat pasrah saat satu persatu pakaiannya dilepas oleh Michael. Mereka mulai bercumbu pagi ini. Michael tampak menikmati setiap inchi tubuh Alexa ia menambah tanda kepemilikan yang sudah ia berikan tadi malam. Rintihan kecil yang keluar dari mulur Alexa membuatnya semakin bergairah.
“Aku baru saja memulai tapi kau sudah terlihat tak sabar ingin mendapatkan lebih dari tubuhku,” ucap Michael sambil meremas kuat gunung kembar Alexa yang membuatnya berteriak nikmat.
“Tuan jangan kasar padaku!” seru Alexa.
Michael terkekeh kecil ia menjilat serta menghisap gunung kembar itu selayaknya bayi. Membuat Alexa bergetar seperti tersengat listrik. Tubuhnya sudah memberikan sinyal siap melakukan sesuatu yang lebih. Michael tampak menikmati penetrasinya sebelum membalik tubuh Alexa lalu memasukkan barang keras miliknya ke inti tubuh Alexa dengan posisi membelakanginya.
Aahhh… Alexa merasakan kenikmatan yang luar biasa saat Michael memompa barang miliknya dengan posisi seperti ini. Setelah puas ia ingin berganti gaya. Kini giliran Alexa yang berada diatas Michael membimbingnya agar bisa melakukan itu. Alexa dengan piawai melakukan itu beberapa kali ia mengeluarkan suara kenikmatan dari mulutnya.
“Teruslah melakukan itu, aku masih belum puas,” ucap Michael.
“Tidak tuan tolong lepaskan aku,” balas Alexa.
Michael mendorong tubuh Alexa hingga tejatuh posisi terlentang di kasur. Pria itu langsung memompa lagi tubuh Alexa sampai menjerit minta ampun sekaligus merasakan kenikmatan yang tiada tara. Permainan panjang pagi ini membuat Michael sangat puas.
“Terima kasih sarapan pagi ini,” bisik Michael.
“Tuan kau kuat sekali, hingga membuatku lemas,” balas Alexa.
Michael mengajak Alexa mandi bersama kemudian menuju ruang makan untuk sarapan bersama. Alexa makan dengan lahap dan menambah porsinya. Akibat kelelahan bermain diatas kasur bersama Michael Alexa merasa lapar.
“Makanlah pelan-pelan apa kau menjadi rakus karena permainanmu tadi?” ledek Michael.
“Itu karena perbuatanmu bukan aku,” ucap Alexa sambil memakan sarapannya.
Selesai sarapan Alexa meminta kepada Michael untuk segera melepasnya ia harus bekerja hari ini. Kalau tidak bosnya akan marah. Kalau tidak bekerja darimana ia akan membiayai hidupnya yang susah itu.
“Jadi kau memohon padaku?” tanya Michael.
“Iya aku memohon padamu lepaskan aku, aku sudah terlambat masuk kerja hari ini,” ucap Alexa.
Michael heran kenapa perempuan ini masih ingin bekerja padahal banyak wanita ingin berada disisinya untuk kehdupan yang mewah. Sungguh menarik sekali dari tadi wanita itu ingin sekali pergi meninggalkan Vilanya yang mahal.
“Kau apa tidak mau berada disisiku, tinggal di vila yang mewah ini dan hidup enak?” tanya Michael.
“Tuan aku masih muda dan sehat jadi aku masih bisa bekerja, maaf aku harus segera pergi. Oh iya apa kamu mendapatkan vila ini karena menjadi simpanan tante-tante? Aku takut tante yang memeliharamu itu akan datang dan melihat aku di sini, dia akan marah,” jawab Alexa yang masih menganggap Michael adalah seorang gigolo.
Alexa pergi meninggalkan ruang makan dan meminta pelayan untuk menunjukkan jalan keluar dari Vila itu. Alexa takut kalau tante-tante ataupun orang yang memelihara Michael akan datang dan membuat perhitungan karena memergoki gigolo kesayangannya sedang bersama dia.
“Dari mana aku bisa mendapatkan taxi?” tanya Alexa kepada pelayan yang mengantarnya.
“Di sini tidak ada taxi lewat nona, ini khawasan elit,” jawab pelayan itu.
Alexa tidak percaya tidak bisa menemukan taxi di tempat seperti ini. ia memilih berjalan kaki untuk menemukan jalan besar dan menemukan angkutan menuju tempat kerja. Telepon Alexa berbunyi itu dari bos tempatnya bekerja.
“Alexa kemana saja kamu, kenapa tidak kunjung datang bekerja apa kamu mau gajimu dipotong hah?” seru bosnya lewat sambungan telepon.
“Aku sedikit ada masalah aku akan datang terlambat,” jawab Alexa sambil mematikan teleponnya.
Michael kesal melihat Alexa pergi begitu saja lalu dia membanting gelasnya. Dia berpikir kenapa Alexa tidak mau tinggal di sisinya seperti para wanita jalang yang sengaja mendekatinya sebenarnya siapa wanita ini. Walau pertemuan mereka karena cinta satu malam tapi sepertinya Michael penasaran dengan Alexa. Doni mencoba menenangkannya kalau sampai Michael marah akan berdampak kepada yang lain juga. Jadi dia mencoba menasehati Michael untuk mengejar Alexa.
“Tuan muda kenapa kau tidak mengejar nona Alexa saja, aku rasa dia akan kesulitan keluar dari komplek vila ini, jika di biarkan aku takut terjadi sesuatu kepada nona Alexa yang belum pernah datang ke sini,” ucap Doni.
“Biarkan saja siapa suruh dia sok jual mahal!” seru Michael kesal.
Lain di mulut lain dihati baru saja ia terlihat acuh tak acuh. Michael ternyata pergi mengambil kunci mobilnya berlari ke garasi dan melajukan mobilnya mencari Alexa. Doni mengelus dadanya karena akhirnya tuan mudanya tidak marah lagi.
Tiinn … Tinnn … Michael membunyikan klaksonnya karena melihat Alexa yang masih saja berjalan kaki.
“Masuklah kau mau berjalan kaki sampai tahun depan juga tidak akan mendapatkan taxi!” seru Michael sambil membukakan pintu mobil.
Alexa melirik mobil mewah yang berhenti di sampingnya. Dia masih penasaran kenapa gigolo seperti Michael tidak takut berhubungan dengan wanita lain. Apakah tidak takut tante-tante yang memeliharanya mengetahui ini dan marah. Walau Alexa takut akan hal ini tapi akhirnya ia meminta tolong pada Michael untuk mengantarkannya ke perusahaan tempatnya bekerja.
“Tuan gigolo, walaupun aku takut seseorang yang memeliharamu tahu akan hal ini. Tapi aku tak punya pilihan lain sepertinya di sini tidak ada angkutan umum. Bisakah kamu mengantarku pergi bekerja,” ucap Alexa malu-malu.
“Gadis bodoh ini kenapa masih menganggapku sebagai gigolo yang dipelihara tante-tante kaya. Baiklah lebih baik mengerjainya saja, hehe,” gumam Michael dalam hatinya.
“Lalu apa imbalan yang aku dapat jika mengantarmu ke tempat kerja?” tanya Michael.
Alexa berkata ia mau menjadi pelayannya jika mau mengantar sampai tempat kerja. Michael menolak jika hanya menjadi pelayan karena pelayan di rumahnya sudah banyak maka ia tak menerima pelayan lagi. Alexa tidak tahu harus memberi imbalan apa kepada Michael.
“Kalau pelayanmu sudah banyak aku jadi tukang masak dirumahmu juga mau,” ucap Alexa.
“Di rumahku ada koki kelas dunia, memangnya kau bisa masak?” tanya Michael.
Alexa menyerah karena tidak tahu lagi harus berkata apalagi. Karena semua yang diajukan oleh Alexa tidak ada yang disetujui oleh Michael. Gadis itu terdiam sejenak menatap jendela sepanjang perjalanan. Ponselnya terus berbunyi itu dari atasannya yang bawel menyuruhnya cepat sampai perusahaan.
“Alexa apa kau sudah tidak mau bekerja lagi disini, gajimu akan segera di potong jika tidak datang tepat waktu,” ucap bos Alexa.
“Bos jangan pecat aku, sebentar lagi aku akan sampai,” ucap Alexa.
Bos Alexa terus mengomel karena Alexa tidak cepat datang. Ini sudah hampir jam Sembilan tapi Alexa tak kunjung sampai kantor. Michael sangat kesal teman tidurnya semalam di maki-maki sampai seperti itu oleh atasannya. Entah kenapa baru kenal semalam dan tidur bersama Michael merasa getaran aneh dalam hatinya. Ia berencana mengerjai bos tempat Alexa bekerja.
“Nona Alexa dimana kamu bekerja?” tanya Michael.
“Aku bekerja sebagai desainer di perusahan Fasyen Lolita tuan,” ucap Alexa.
Nama perusahaan itu tidak asing bagi Michael karena itu adalah milik keluarga Sanjaya orang tua Michael apakah Alexa bekerja disana. Nyonya Sanjaya begitu berani memarahi orang yang telah membuat Michael jatuh hati seperti itu, Sepertinya ia harus bertindak sekarang.
“Nona kau sudah sampai perusahaanmu,” ucap Michael.
“Kau tahu letak perusahaanku, apa kau pelanggan baju kami?” tanya Alexa heran.
Michael hanya mengangguk menandakan ia memang sering memakai pakaian merek tersebut. Jika tahu Alexa juga mendesain baju di perusahana ini mungkin Michael akan membeli setiap bulan jika ada produk keluaran baru apalagi jika tahu itu adalah desain khusus yang dibuat oleh Alexa.
“Masuklah aku akan mengantarku, jangan menolakku nona Alexa,” ajak Michael.
“Baiklah tapi apa kau yakin tidak akan mendatangkan masalah untukmu?” tanya Alexa.
Michael menggeleng ia mengikuti Alexa masuk ke perusahaannya. Benar saja nyonya Sanjaya sudah menunggu Alexa di ruangannya dan siap memakinya. Wanita itu tidak sadar ada Michael di dekatnya. Ia terus memaki Alexa yang baru saja datang.
“Kau ini sudah tahu ini jam berapa, memangnya perusahaan ini adalah milik nenek moyangmu hah?!” gertak nyonya Sanjaya.
“Maafkan aku nyonya tapi aku ada sedikit kendala,” jawab Alexa.
“Kendala apa, sudah miskin butuh kerja diberikan pekerjaan tapi malah ogah-ogahan kerja, cepat desain baju yang bagus aku ada pekerjaan khusus untukmu!” hardik nyonya Sanjaya.
Plak! Michael sangat kesal langsung menampar nyonya Sanjaya keras seorang nyonya dari keluarga bangsawan sangat tidak pantas jika melakukan semua itu. Menghina karyawan disaksisan karyawan yang lainnya. Tidak bermoral sekali sebagai seorang wanita bangsawan.
“Kau wanita yang tidak berguna, jadi seperti ini kalian bangsawan kecil memperlakukan karyawan?” tanya Michael.
“Tuan muda Michael sejak kapan anda ada disini, ini tidak seperti yang kau lihat tuan muda, karyawanku ini memang sering terlambat dan kerjanya tidak becus,” ucap nyonya Sanjaya.
Michael tidak percaya jika kerjanya tidak becus kenapa belum masuk saja harus di telpon dan dimaki-maki sepanjang jalan belum lagi di permalukan di tempat kerja seperti ini. Michael sangat kesal sekali. Ia menarik lengan tangan Alexa dan membawanya pergi, sebelum pergi Michael memperingatkan nyonya Sanjaya.
“Ingat mulai hari ini Alexa bukan lagi karyawanmu, dia adalah orangku, kelak jangan ganggu lagi dia,”ucap Michael.
“Ta-tapi tuan Michael tidak bisa sepeti itu dong,” balas nyonya Sanjaya.
Michael tidak menggubrisnya dan membawa Alexa pergi dari sana. Alexa memohon kepada Michael untuk melepasnya karena tidak pantas bersikap seperti ini. Mereka baru saja kenal harusnya tidak seperti ini.
“Tuan tolong lepaskan aku, kita baru saja kenal kau sudah menolongku tadi aku mengucapkan terima kasih, tapi aku jadi kehilangan pekerjaan,” ucap Alexa.
“Jangan khawatir kau akan tetap bisa bekerja, lalu bukankah tadi kau bilang akan memberikan aku sebuah imbalan, inilah saatnya aku memintanya,” balas Michael.
Alexa mengernyitkan dahinya memang benar tadi dia menjanjikan sebuah imbalan karena pria tampan di depannya ini mau melepaskannya dan tidak akan pernah lagi bertemu dengannya saat ini dan seterusnya. Anggap saja tidak pernah mengenal sebelumnya.
“Lalu kau ingin meminta imbalan apa tuan?” tanya Alexa.
“Aku masih memikirkan ini, bagaimana jika kau tetap disisiku?” pinta Michael.
“Maaf aku tidak bisa, lebih baik aku sekarang mencari pekerjaan baru untuk menghasilkan uang,” balas Alexa lalu pergi meninggalkan Michael.
Michael kali ini melepaskan Alexa lebih dulu, dia ingin tahu apa yang akan dilakukan Alexa setelah ini. Ia yakin sekali gadis itu akan pergi mencarinya meminta bantuan karena tidak mendapatkan pekerjaan. Alexa bertemu dengan sahabatnya Nori dan menceritakan apa yang baru saja terjadi. Untuk sementara Nori menawarkan pekerjaan di sebuah toko bunga. Yang penting Alexa tetap mendapatkan uang untuk biaya hidupnya sendiri.
“Terima kasih Nori jika tidak ada kamu, aku tidak tahu melakukan apa,” ucap Alexa.
“Kita adalah sahabat sudah sepantasnya melakukan hal ini.” Nori memeluk Alexa.
Hari demi hari Alexa lalui dengan bekerja sebagai pelayan di toko bunga. Ia sangat senang karena tidak ada tekanan seperti pekerjaan yang sebelumnya. Ia juga masih menggambar desain baju untuk beberapa pelanggan yang cocok dengan gambarnya yang selalu lain dari pada yang lain sebagai sampingan.
Prang! Michael membanting gelasnya karena kesal wanita yang ia harapkan akan datang memohon pertolongan karena susah mendapat pekerjaan tidak kunjung datang. Ia melampiaskan kemarahan kepada para pelayan dan pekerja yang ada di rumahnya.
“Bos kita beberapa hari ini terlihat murung dan selalu marah, sebenarnya ada apa, semenjak kepergian nona itu dia jadi berubah,” bisik pelayan satu.
“Benar andai saja nona itu kembali dan membujuk tuan muda supaya tidak marah lagi, aku akan sangat bahagia,” balas pelayan yang bersamanya.
Doni mendengar percakapan kedua pelayan itu, sepertinya memang benar, nona Alexa yang bisa menenangkan hati majikannya. Tapi dimana ia bisa menemukan Alexa gadis yang menjalani cinta satu malam dengan majikannya itu. Doni berinisiatif untuk menemukan Alexa dan membawanya kehadapan bosnya.
“Nona Alexa akhirnya saya menemukan anda,” ucap Doni yang mengagetkan Alexa.
“Ka-mu siapa ya?” tanya Alexa.
Doni mengenalkan dirinya, tidak sulit baginya untuk menemukan seseorang karena sudah biasa ia lakukan sebagai orang terlatih di dunia gelap. Ia meminta waktu kepada Alexa untuk menemui seseorang. Karena mungkin kehadirannya akan membuat hatinya tenang.
“Saya Doni asisten pribadi tuan muda Michael, nona bolehkan saya minta waktu anda sebentar?” tanya Doni dengan sikap sopan.
“Kebetulan aku sudah selesai bekerja, sebenarnya tuan ada perlu apa?” balas Alexa.