Bab 1

Setelah Acara Bola Favoritku berakhir, Aku ingin kembali ke kamar, tetapi aku malas untuk bergerak, itu karena ibu Tiriku yang baru datang dari Bali hari ini, sedang berbaring dan tidur nyenyak.

Ibuku sedang berbaring tertidur di Sofa ruang TV, Kakinya di pahaku, sedang berbaring telentang, dengan satu kaki terentang dan kaki lainnya sedikit tegak dan melebar, sehingga bagian dalam pahanya yang putih bersih terlihat.

Paha putih menyilaukan di bawah cahaya terang membuat mustahil untuk mengalihkan pandanganku darinya, dan bagian tengah tubuh ibuku tertutupi oleh roknya yang sedikit melorot, Aku sangat dekat dengan Ibu tiriku, sejak Ayah tak pernah pulang karena menikah lagi dengan gadis baru pujaannya, Ya begitulah Ayahku, seorang bandit kelas kakap, yang mengurusi bisnis Ilegal para Mafia di kota.

Aku sedikit cemas, karena kedekatanku dengannya yang bukan anak kandungnya, bertemu Ibu tiriku pun setelah aku remaja.

Aku diam-diam ingin beranjak, dan mengangkat kakinya, memindahkan dari pahaku ke sofa, melihat wajah ibunya yang tertidur dan memastikan bahwa dia benar-benar tertidur. Kakinya bergerak lagi diatas pahaku, saat aku mulai bergerak, terlihat Ibu tak memakai celana dalamnya, Aku memindahkan lagi kakinya, dia mengangkat satu kakinya ke bahu Sofa dan satu lagi di pahaku, tubuh bagian bawah ibu tiriku terpampang jelas, aku menundukkan kepalaku, dan melihat apa yang ada di dalam Rok itu, sebuah belahan yang ditumbuhi bulu tipis, Apa yang Ibu tiriku lakukan ini, tertidur hanya mengenakan rok dan tanpa celana dalam.

Tiba-tiba aku mulai bersemangat. Jantungku berdebar-debar dan air liurku hampir menetes, dan aku takut ibuku akan bangun dan melihatku menatap dalamannya.

Ketika saya memikirkan hal ini, hati saya bergetar. Setelah menenangkan diri sejenak, aku meraih ujung rok ibuku di antara pahanya yang besar dan mulai menariknya ke atas dengan lembut, berhati-hati agar ibuku tidak merasakannya.

Jantungku berdetak kencang.

'Pelan-pelan...sangat...pelan-pelan'

Sedikit demi sedikit, Miss V ibuku muncul di depan mataku di antara pahanya yang kencang dan mempesona.

Di atas gundukan seputih susu domba, tidak sedikit atau banyak bulu Miss v hitam keriting yang mengkilat terhampar seperti rumput, dan lembah dalam yang tampak seperti diukir dengan kapak tertutup rapat di sebelah kiri. dan benar, tanpa ada celah yang terlihat. Dan semak-semak hitam yang mengelilingi bagian pribadinya melilit bagian berharga ibu, seolah berusaha melindunginya.

Aku ingin melihat lebih dekat Miss V ibu tiriku.

Secara alami, Miss V ibuku terbuka sedikit, memperlihatkan daging merah jauh di dalam lubang.

Ibu tiriku terbaring di depanku, sangat terlelap dan tak berdaya, dengan pahanya terbuka lebar dan lubang Miss V terlihat jelas di mataku.

Saat aku mendongak, ibuku masih tertidur, tidak tahu apa-apa karena kelelahan di perjalanan.

Aku hanya terdiam, menonton adegan yang tak sengaja di perlihatkan, Ibu tiriku benar-benar tak sadar apa yang dilakukannya

Hatiku mulai dirasuki setan, dan aku mencoba memalingkannya, Aku mengangkat kaki dari pahaku, dan bergerak ke sampingnya,

“Bangun Ma, pindah ke kamar”

Ibu tiriku masih tak mendengar, dia terlelap , aku melihat kewajahnya yang tertidur, Ibu tiriku sangat manis dan cantik walaupun dalam keadaan tidur, “Ma, Bangun!” Aku menggerakan bahunya,

“Hmm” hanya suara itu yang ku dengar.

Aku membiarkan, tetapi aku tak tega, aku berjalan mundur, dan menggoyangkan bahunya, “Ma Bangun” Ibu Tiriku membuka matanya dan Melihatku sekilas,.

“Bagas, Mama ketiduran di sofa menemanimu nonton Bola, apakah sudah selesai acara TV nya”

“Sudah, pindah ke kamar”

Ibu tiriku bergerak, dan memegang pipiku, dalam keadaan setengah sadar dia menuju kamarnya.

Bab 2

Perlahan aku berjalan menuju ke kamarku, dan mengingat apa yang baru ku saksikan, hampir saja. Untung masih ada akal sehatku, padahal melihat itu semua membuat aku tak dapat menahannya, semoga Ibu tiriku tak aneh-aneh lagi. Hampir berkali-kali dia seolah-olah memancing aku menjadi nakal, tetapi aku selalu bisa mengatasi semua saat ini. Ibu tiriku hobi memakai pakaian Sexy, apalagi Ayah jarang datang, mungkin sudah nyaman dirumah istri ke empatnya.

Pagi hari “Bagas, bangun dan makan” Aku terbangun karena terkejut oleh suara itu.

Aku melihat Ibu tiriku masuk ke kamarku, padahal aku merasa semalam aku sempat mengunci pintu kamar, ah mungkin hanya perasaanku saja.

Aku beranjak dari ranjang, dan duduk sebentar sebelum berdiri menuju ke kamar mandi, “Ma, tunggu di bawah, nanti bagas menyusul”

Ibu tiriku berjalan keluar kamar, aku melihatnya, apakah dia tak memakai celana, hanya kaos putih sebatas paha yang terlihat, dia tak berpikir aku sudah berusia 19 tahun, aku hanya bisa menggelengkan kepalaku.

Setelah mandi aku turun, dan duduk di meja makan, Ibu tiriku mengambil piring dan menyendok Nasi goreng yang sudah di masaknya, ayam sama telur dan sedikit sambal.

Ibu tiriku menikah dengan ayah delapan tahun lalu, dia dari keluarga yang sangat kaya, entah mengapa dia bisa menikah dengan Ayah yang pekerjaannya hanya bermain wanita dan menikahi yang dia sukai, tetapi Ayahku memang terlihat tampan, dengan badan yang kekar dan aura wajah yang sangar, mungkin itu menjadi daya pikatnya terhadap wanita-wanita, entahlah, aku tidak begitu jelas, dan Ayah pun jarang pulang. dia tidak berada di rumah selama berhari-hari dan tidak tahu cara mengurus keluarga.

Sudah lebih dari 4 tahun sejak Ibu kandung saya pergi entah kemana, Ayah membawa ibu tiri kesini dan tinggal bersamaku, dalam waktu empat tahun ini kami sudah seperti anak dan ibu, walaupun dia bukan ibu kandungku, aku menghormatinya. sebenarnya ibu tiriku tidak memberitahuku, tentang ayahku menikah lagi dan tinggal di rumah wanita lain di surabaya, dan ibu tiriku sering ke Bali, karena keluarganya berasal dari sana.

“Ma, kenapa sih mau di nikahi Papa, bukankah menderita, sering ditinggal dan menikah lagi di luar sana” Aku mengatakan sesuatu yang di sembunyikan oleh Ibu tiriku, padahal aku sudah tahu lama, karena Ayah pernah mengenalku pada Ibu tiri ku satu lagi.

Nama Ibu tiriku Ayu Satyawati yang tinggal serumah denganku, dan yang sekarang tinggal dengan Ayah namanya Desi,

Namun, ketika Ayah berurusan dengan masalah hukum, ibu Ayu sering membantu, karena keluarga besarnya adalah pengacara ternama, dengan banyaknya kelakuan buruk Ayah, Ibu tiriku ini masih betah menjadi istrinya, itu urusan mereka, aku kurang tertarik mengetahui banyak hal tentang itu.

“Kamu tahu dari mana, Ayahmu punya istri lagi?” tanya Ibu Ayu sedikit penasaran, karena dia tak pernah bercerita soal itu.

“Tahu Ma, temanku kan banyak, jadi informasi pasti kudapatkan sangat cepat”

Ibu tiriku terlihat dari wajahnya, malas membahas soal itu, dan aku masih penasaran ingin tahu, “Ma Kok tidak jawab pertanyaan tadi”

“Oh, sudah terlanjur, Mama sudah ikhlas, dan pasrah aja, toh Mama punya kamu disini, jadi Mama jalani aja”

Mendengar jawaban itu aku terdiam, jawaban pasrah dan seolah-olah sangat dalam, karena aku melihat mimik wajah ibu tiriku saat mengatakan hal itu, dia mau menyesal tapi tak bisa lagi, akhirnya terjebak dalam pernikahan ini, lebih dari pasrah.

Untungnya, berkat pendidikan rumah yang ketat dan antusiasme ibu tiriku, Aku mendapat nilai bagus, dan dia mencurahkan lebih banyak waktu dan berusaha utuk kemajuan pendidikanku. bagi ibu tiriku, aku adalah murid yang baik, pandai, rajin menjalankan tugas, dan seorang putra yang tampan dan terawat, jadi dia sangat bangga saat pergi bersamaku.

Saya belajar giat dan semangat untuk memenuhi harapan ibu Ayu. Sepertinya ibuku sudah menyerah pada ayahku dan hanya peduli padaku.

Ibuku selalu berpenampilan rapi di hadapan orang lain, tidak pernah sekalipun terlihat acak-acakan, dan hanya memperlihatkan penampilan yang tegas dan disiplin, namun aku yang menghabiskan sebagian besar waktuku bersamanya di rumah, dia selalu berpakaian sexy, tetapi hanya dirumah saja, dia tak menyadari atau sudah lupa, aku bukan anaknya,

Bab 3

Tahun ini aku sudah semester 5, tetapi aku belum memiliki pacar, mungkin karena aku sibuk belajar atau karena aku sedikit cuek, ada beberapa teman wanita menyukaiku, tetapi aku melihat mereka kurang tertarik. Dian Dan Lisa, mereka selalu menggodaku, bagiku mereka cantik, tetapi sedikit genit, bukan tipeku.

Aku suka membaca, jadi aku membaca setiap buku yang kutemukan di sekitarku, karena hobi membaca, semua jenis buku ku baca, Komik, juga membaca buku-buku pornografi, yang membuat saya memiliki pengetahuan teoritis tentang perilaku laki-laki dan perempuan.

Aku mencari sebuah buku menarik yang direkomendasikan oleh seorang teman, Aku menghabiskan lebih dari setengah hari untuk mencarinya.

"Jika aku mengetahuinya lebih awal, aku akan bertanya dari penerbit mana"

Karena bukunya sulit di cari, aku pergi ke toko buku terbesar, jadi aku tidak tahu dimana komik yang aku cari berada. Kalau itu karya yang populer, seharusnya bisa langsung menemukannya di area ubin depan pintu, tapi dari penuturan temanku, komik itu sepertinya adalah mahakarya tersembunyi yang cukup kuno.

Awalnya aku mendapat firasat buruk karena tidak ada versi elektroniknya, tapi aku tidak menyangka butuh waktu lama untuk menemukannya.

Lambat laun, aku merasa sedikit bosan, dan menjadi tertarik dengan judul-judul buku yang disusun secara tidak beraturan, jadi mau tak mau aku mengambil satu volume dan mulai membacanya.

Meskipun ini adalah toko buku terbesar di daerah tersebut, namun karena pengaruh keterasingan masyarakat secara bertahap dari membaca, sore ini tidak banyak pelanggan.

Aku ingat ketika masih kecil, selain toko buku ini, ada beberapa tempat persewaan Buku dan komik, tapi entah kapan semuanya berubah toko lain.

Logikanya, toko ini bisa dikatakan satu-satunya toko buku besar yang tersisa, namun jika terus seperti ini, mungkin hanya tinggal menunggu waktu saja, sebelum seluruh toko buku di kawasan tersebut lenyap.

"Baiknya aku tanyakan saja pada pegawai toko buku"

Hal ini seharusnya dilakukan sejak awal. Aku melihat sekeliling dan melihat seorang gadis yang tampak seperti pegawai toko buku, jadi saya melangkah maju dan bertanya.

"Maaf Mbak” Begitu petugas itu berbalik, aku terkejut.

"Rania?”

Dia teman SMA ku, yang Meski secara keseluruhan dia terlihat lebih dewasa dan cantik, payudaranya terlihat montok.

Sepasang mata bulat terlihat cerah di bawah dengan bulu mata yang lentik, jika di lihat lebih dekat, dia makin cantik.

"Bagas”

Pegawai toko itu teman sekelas, menyebut nama Bagas dengan hati-hati, seolah keduanya sudah sepuluh tahun tidak bertemu.

"Kamu ingat namaku?"

Bagas mau tidak mau mengucapkan kata-kata Heran kepada mantan teman sekelasnya yang telah mengikuti kelas bersama selama SMA dulu.

Rania adalah seorang gadis sastrawan yang bersembunyi di pojok kelas dan asyik membaca.

Belum lagi percakapan verbal, bahkan anggukan pun tidak.

Jadi aku sedikit terkejut karena dia mengingat namaku.

“Pasti kenal lah, kita kan sekelas.”

"Iya"

Rania lalu bertanya "Sedang cari apa, Gas?"

" Aku sedang mencari Buku yang direkomendasikan teman, tapi tidak menemukannya."

"Apa judul bukunya?"

"Judulnya, Katakan Rahasiamu Ayah."

"Oh, baiklah tunggu sebentar aku cek dulu ya"

Rania menatap sekeliling dan berkata dengan tenang.

"Buku itu sudah habis sekarang"

"Dari mana kamu tahu sudah habis, Cuma lihat sekeliling?"

“Aku ingat semua buku yang masuk ketoko ini.”

“Keren Ingatanmu Rania?”

"Aku kan pegawai toko buku Gas"

“Iya aku tahu, kan sekarang kamu lagi kerja, maksudku, untuk mengingat semua buku yang ada dan habis itu luar biasa sekali.”

Mendengarnya saja sudah membuat pusing. Apakah kesukaannya pada buku yang mendorongnya untuk mengetahui semua buku di toko ini.

“Untuk berjaga-jaga, bagaimana kalau aku memeriksa inventaris di komputer?”

"Ya, aku tidak meragukanmu, tapi aku minta maaf sudah merepotkanmu."

"Tidak masalah"

Rania tersenyum lalu mengambil langkah.

Bagas mengikuti dari belakang.

“Aku tidak menyangka kamu, Rania, akan bekerja paruh waktu di toko buku.”

“Aku juga tidak menyangka akan bertemu teman sekelasku.”

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED