2
Kazi tak bisa memunculkan diri di bawah khalayak ramai, tentu di sana ada wartawan yang akan beresiko untuk membuka kedok penyamarannya. Tak ada yang boleh tahu Kazi ada di Jakarta sekarang. Walaupun dengan mudah menghapus ingatan mereka yang fana, tetapi Kazi tak mau mengambil resiko.
“Psst....shh... Anna? Apa kau tinggal sendirian atau sama bibimu?” tanya Kazi sambil mencuri pandang ke bibi Anna yang lagi memeriksa rangkaian bunga peserta yang lain. Kazi tak ingin menjadi penyebab Anna dimarahi lagi oleh Miss Dani.
“Aih kenapa? penasaran ya? kasih tahu nggak ya?” Anna menggoda Kazi dengan dahinya yang naik membentuk kerut indah yang entah mengapa terlihat seksi, senyumnya yang menarik memperlihatkan giginya yang putih bersih. Mungkin Anna tak menyadari dirinya sangat cantik, seksi menggoda dengan cara yang sangat natural.
Sebagai vampir yang sudah hidup ratusan tahun, Kazi mempunyai keistimewaan untuk mencium kebohongan yang menguar keluar dari badan manusia. Anna mengeluarkan bau harum kepolosan bayi.
Jika sampai makhluk abadi yang lain sampai mengenal Anna, mereka akan berebut memaksa Anna untuk menjadi kekasihnya, karena pada kehidupan yang lumayan panjang, kepolosan bagaikan candu yang mewarnai hidup yang lama dalam kehampaan.
Tangan Kazi tetap cekatan membuat karangan bunga kedua, Anna melihatnya dengan ragu dan heran. Melihat wajah Kazi yang tetap tenang. Merangkai bunga dengan indah sambil tetap fokus perhatian kepada Anna.
“Eh kau manusia biasa kan, Kazi?”
Tiba-tiba tangan Kazi terdiam, wajahnya memucat sesaat lalu kembali bergerak, "Deg! apa yang kau maksud Anna?”
Seandainya Kazi bukan vampir yang hebat mengendalikan dirinya dengan baik, tentu taring yang panjang sudah keluar dari mulutnya sejak tadi.
“Sudahlah Tuan, tinggalkan kerjaan bodoh itu,” keluh Franz yang berbisik dari pelataran parkir, pengawal sekaligus pengasuhnya yang utama.
Franz menunggu Kazi dengan setia di mobil BMW mewah keluaran terbaru. Franz merangkap pengawal utama, pengasuh serta akuntan andal Kazi. Dia ikut andil menaruh saham milik Kazi di Bayerische Motoren Werke, buatan perusahaan otomotif Jerman. BMW didirikan pada tahun 1916 oleh Franz Josef Popp. BMW AG adalah perusahaan induk dari merk Rolls-Royce, dulunya Rover. BMW dikenal sebagai salah satu perusahaan mobil mewah dengan performa tinggi, dan juga salah satu perusahaan mobil pertama yang menggunakan teknologi ABS.
Sebagai salah satu pemegang saham, mulai dari awal berdiri.
Keluarga Kazi memiliki keistimewaan mendapatkan pilihan mobil keluaran terbaru. Tentu saja tidak ada yang tahu bahwa keluarga Kazi keturunan keluarga vampire tertua.
Kepandaian untuk mengikuti perkembangan zaman membuat kecurigaan pada keluarga Kazi tak berkembang. Vampire mempunyai kemampuan untuk menghilangkan memori yang membahayakan kehidupan vampire pada manusia yang ditemui.
“Jangan ikut urusanku Franz, apa kau bosan hidup?”
“Tapi dia sangat berbahaya Tuan.”
“Diaaam!”
“Maafkan saya, Tuan. Rupanya Anda telah tenggelam dalam pesonanya yang fana? Bukankah dia akan membuat keluarga kita dalam bahaya? Lebih baik menerima cinta Arabella yang sudah jelas akan menguatkan pamor klan kita di antara klan keluarga berpengaruh yang lain.”
Mereka saling berbisik dalam benak yang tersambung. Hanya Franz di klan keluarga Kazi yang berani menegurnya terang-terangan.
“Aku tak aku tak peduli Franz, hidupku sudah sangat lama. kalau memang yang Mahakuasa menginginkan hidupku berakhir sekarang aku sudah rela dan ikhlas.
“Tuan jangan berkata seperti itu! pikirkan anak buah Tuan yang butuh perlindungan!”
Kazi tertawa perlahan penuh wibawa, “Kalian tak butuh aku! hanya merepotkan saja! silakan mencari penguasa lain atau kau yang sendiri yang akan menguasai klan kita? dengan sukarela aku akan mundur!”
“Kita sudah sampai di titik ini, Tuan! perjuangan kita tidak mudah! jangan menyerah sekarang!”
“Enyahlah kau! malam ini aku ingin tenang.” Kazi menggeram, Anna melihatnya dengan heran. Kazi segera menyentuh tengkuk Anna untuk menghilangkan memorinya.
Tak lupa, Kazi segera mengulurkan tabir penghalang benaknya untuk menghalangi Franz yang mencoba masuk ke dalamnya.
“Tuaann!” Franz menyeringai memperlihatkan taringnya yang panjang.
“Jangan nekad! Sial...siaaal!” Franz meninju udara menahan diri untuk menggebrak setir yang tentu akan rusak seketika jika dia melakukannya.
Anak buahnya melihat dengan tenang, mereka sadar akan tugas Franz yang berat. Kazi semakin sulit diterka, hidup yang sangat panjang membuatnya semakin sering merasa bosan.
Biasanya saat Kazi bosan, akan mengikuti kegiatan yang penuh dengan resiko seperti berburu hewan buas, naik gunung tanpa alat, bermain sky di lereng yang paling curam atau ikut perkuliahan lagi atau pelatihan merangkai bunga seperti saat ini.
Bagi vampir seperti Kazi, seorang berdarah asli. Kekuatannya yang begitu besar akan sulit mengendalikannya. Merangkai bunga termasuk pekerjaan yang sangat susah. Tangkai bunga yang sangat kecil dan lemah akan butuh pengendalian yang teramat sulit. Hanya vampir yang benar-benar kuat saja yang mampu melakukannya. Vampir yang mampu mengukur berapa kekuatan yang akan dibutuhkan untuk mematahkan tangkai bunga, sedangkan mematahkan gunting besipun mereka mampu melakukannya tanpa berkedip. Hidup ribuan tahun membuat mereka telah mengalami berbagai peristiwa.
Kehilangan orang-orang yang dicintai, sahabat dan teman. Oleh karena itu bisa dimengerti bahwa Kazi yang tertarik kepada Anna, sekarang ini tentu menganggap bahwa hubungan pertemanan walaupun sekecil apapun sangatlah membuatnya terpesona. Bukannya Franz tidak mengerti akan hal ini, tetapi dia mencium bahwa kali ini Kazi sangat tertarik! bukan ‘hanya sedikit’ tertarik.
“Kau kenapa Kazi? Sakit perut ya?” Anna bertanya dengan khawatir, “Mukamu terlihat merah.”
Muka Kazi memang agak pucat dari manusia kebanyakan, sehingga emosi sekecil apapun akan membuatnya sedikit berwarna.
Kazi menggeleng dan tersenyum ramah, “Ah tidak Anna, aku hanya teringat teman yang sangat keras kepala.” Kazi membuka kembali tabir benaknya agar Franz bisa mendengar pembicaraannya dengan Anna.
Bagaimanapun Franz tak bersalah, dia hanya berusaha memastikan keselamatannya, “Maafkan saya Tuan.”
“Baiklah. Jangan ulangi lagi,” perintah Kazi pada Franz.
“Trimakasih Tuan.”
Kazi mengangguk. Anna melihatnya dengan khawatir.
“Kau suka sekali berbicara sendiri ya Kazi? Saat mengerjakan sesuatu?Tenang gak usah malu! Aku juga sering melakukannya! Terutama saat aku kesal dan marah.”
“Apa yang membuatmu marah Anna? Aku akan menumpas penyebab kemarahanmu.”
Hampir saja Kazi mengeluarkan taring karena marah. Vampire memang sangat possesif kepada yang dicintainya. Eh mengapa Kazi berpikir demikian secara tiba-tiba.
“Ha-ha, sangat lucu Kazi,” Anna tertawa kering, seakan tak percaya apa yang dimaksud Kazi adalah kalimat sebenarnya.
“Sungguh aku akan melakukannya,” tegas Kazi kepada Anna.
“Tuan. Ingat dia tidak tahu siapa Tuan!” sela Franz.
“Kalau kau terus berkata-kata seperti itu dan memotong semua pemikiranku Franz. maka kau akan kuusir lagi dari benakku!”
“Maafkan saya Tuan,” Franz segera menghilang dari peredaran.
3
“Katakan sebenarnya sayang, siapa yang melukaimu?” Kazi segera menaruh beberapa tangkai bunga yang sedang dikerjakannya.
“Aduh Anna jangan selalu mengganggu Tuan Kazi saja! Coba lihat sekarang dia malah belum menyelesaikan pekerjaannya.”
Kazi menghela nafas panjang, celaan dari Miss Daniela telah membuat Anna cemberut dan seperti enggan menjelaskan yang akan mau dijelaskan tadi.
Kazi menatap dengan tatapan tajam, menggunakan pengaruhnya sehingga miss Dani tiba-tiba berbelok dan mengarah pada peserta lain.
Anna yang melihat hal itu sangat heran, ”Kazi apa yang kamu lakukan pada bibiku? Wah hebat! kamu punya kemampuan menghipnotis seseorang ya? biasanya kalau bibi sudah cerewet dan mulai mengomeli dia tidak akan bisa berhenti.
Tiba-tiba Anna merasakan sesuatu yang sangat magis beredar di sekelilingnya. Kazi tidak berusaha melepaskan ingatan Anna. Resikonya Anna tidak akan mengenalnya kembali.
“Aku memang bukan manusia biasa.”
“Aku sudah menyadarinya dari tadi! pasti kau orang yang sangat kaya sekali, sehingga kau mempunyai kekuatan untuk mengendalikan bibiku. Hebat!”
Perasaan Kazi langsung tidak enak pengalaman ribuan tahun hidupnya telah mengajarkan bahwa manusia yang serakah sangat kejam.
“Apakah bibimu perempuan yang sangat matre?” Kazi terlihat sangat marah. Apa benar? Kalau benar Kazi akan berubah pikiran tentang Miss Dani dan juga Anna.
“Sebenarnya bukan matre sih, tetapi Bibiku sangat hemat, dan dia begitu menghargai laki-laki yang kaya, iya memang. Ya sebuah peristiwa yang melatarbelakanginya. Bibiku sering di manipulasi dan dimanfaatkan oleh beberapa kekasihnya yang yang tidak punya pekerjaan sehingga ya itulah membuat dia berubah. Kazi berusaha mengerti penjelasan Anna. Walaupun ada beberapa sifat yang tidak bisa ditolerir olehnya. Apakah Bibi Anna akan membuat Kazi muak? Lalu bagaimana dengan Anna?
“Oh ya Anna.”
“Ya?”
“Apa yang membuatmu sangat kecewa? tadi kau bilang seperti itu sebelum Bibimu menyela pembicaraan kita.”
“Oh itu?!” dahi Anna terlihat berkerut kembali dan wajahnya terlihat sedih.
Kazi menaruh bunga-bunga yang telah rapi dirangkai, menatap Anna tajam, “Begini aja...,” kata Anna dengan tenang, “Aku akan menceritakan kisahku asal kau mau menyelesaikan dulu rangkaian itu!” Anna berujar sambil melirik ke rangkaian bunga yang terlantar, “Bibi akan marah kalau punyamu tak selesai gara-gara aku!”
“Persetan dengan semuanya!” Kazi mengumpat pelan.
“Eits aku dengar lo! Nanti Bu guru marah!” wajah Anna yang polos tersenyum menggoda dengan ceria.
Kazi melihat rangkaian bunga itu, sekarang segalanya seperti tidak penting. Dia ingin sekali memaksa Anna untuk menceritakannya sekarang. Yah, dia terpaksa harus menolerir bahwa kehidupan manusia tidak seperti keadaan yang dia harapkan. Tentu saja sebagai salah satu penguasa dunia lain, dia tak pernah mengalami harus bersabar dan menunggu. Semuanya berlomba-lomba mendahulukannya menjadikan semua kepentingan Kazi adalah prioritas utama walaupun untuk Franz yang cerewet sekalipun, dia akan mendahulukan Kazi dengan taruhan nyawanya sendiri.
Secepat kilat Kazi menyelesaikan rangkaian bunga itu, cepat dalam ukuran manusia. Dia menyelesaikannya dengan sangat indah. Berharap Miss Dani tidak akan mencari-cari kesalahan untuk ditimpakan kepada Anna.
“Wah rangkaian bunga yang indah sekali.” Anna berdiri dan bertepuk tangan dengan riang sehingga Miss Dani menoleh dan berjalan kearah mereka.
Kazi memaksakan diri untuk tersenyum dia merasa kesal sekali, “Benar kata Anna rangkaian bungamu sangat indah. Aku jadi heran mengapa sih kamu ikut latihan merangkai bunga? Rangkaian bungamu indah sekali,” tanya miss Dani dengan penuh selidik.
Anna mengangguk setuju, melihat ke arah bibinya dengan heran. Takut disalahkan lagi.
Kazi mengangkat bahunya dengan sangat santai, “Ini mudah sekali bagiku! Apa ada yang salah ya? aku selalu mudah beradaptasi dengan hal yang baru. Tidak ada yang aneh dalam hal ini.”
“Oh ya Anna karena sebentar lagi kelas ini akan berakhir, bersiaplah kalian akan kuantarkan.”
“Apakah kau sakit Anna? Kok Kazi yang mau ngantar?” bibi bertanya dengan heran.
“Tidak! Eh... tapi....”
“Memang saya yang yang menawarkan, Miss.” Kazi tersenyum dingin sudah benar-benar muak dengan kritik Miss Dani pada Anna, yang terus menerus tiada henti.
Tanpa merasa bersalah Miss Dani berseru kegirangan, “Asyik sekali-kali ikut mobil mewah,” seru Miss Dani seperti anak kecil yang baru naik mobil pertama kali.
Kazi sangat kesal, “Hari ini saya mimpi apa ya, bisa menjadi sopir dua wanita cantik, Miss Dani dan Anna. Mumpung lagi cuti beberapa hari dari perusahaan. Bagaimana apa kalian sudah siap untuk pulang?”
Rayuan maut Kazi yang sangat tampan membuat kedua perempuan itu mengangguk tanpa sadar. Sedikit banyak Kazi mengeluarkan kekuatan magisnya sehingga mereka mau menyetujui apa saja yang dia inginkan.
“Oh ya Miss Dani, besok saya mungkin sering mengunjungi Anna untuk sekedar menemani di toko. Anda mengizinkannya bukan?”
Miss Dani langsung mengangguk setuju, Kazi sangat senang.
“Anda menggunakan kekuatan dengan boros,” ucap Franz yang tiba-tiba masuk dalam benak Kazi.
“Franz kau datang lagi? mau menggangguku? Aku bukan bayimu Franz,” Kazi menjawab dengan marah, hampir saja taringnya menembus bibirnya karena sangat gusar.
“Maaf Bos! tolong jangan halangi aku untuk mengawasimu! Tugasku selalu melindungimu, jadi mengertilah,” rintih Franz dengan memohon penuh harap.
“Oke aku tak akan menghalangimu tapi kau juga tidak usah terlalu ikut campur dalam urusanku. Franz! aku sudah mengerti mana yang penting dan mana yang tidak, seumur hidupku aku sudah melayani rakyatku. Bolehkah sekali ini aja kau tidak menghalangiku melakukan apapun? lagian aku cuma menemani dua wanita cantik yang sedang yang melakukan perjalanan untuk pulang?”
“Tapi emm, anda mulai tertarik pada padanya Bos!”
“Salahnya dimana? dia perempuan cantik dan aku single! tidak mempunyai kekasih. Apakah kau menginginkan diriku menghabiskan hidupku dalam kesepian ribuan tahun?”
“Saya tidak melarangmu Bos, tapi ingatlah dia hanya seorang manusia biasa. Hidupnya tak akan lama kalau kau mencintainya kau akan menderita Bos! Aku hanya mengkhawatirkanmu, seperti kejadian terakhir kau sangat kehilangan dan susah untuk bangkit kembali.”
Vampire bila sudah jatuh cinta sangatlah possesif dan susah untuk move on, kesedihan yang terasa gelap itu sangat panjang dan menyiksa. Itu yang dikhawatirkan Franz. Dia hanya sangat mencintai Tuannya.
Kazi mulai mereda, dia sadar Franz hanya memerhatikan kesejahteraannya, “Sejak kapan Kau memanggilku bos? Bukannya Tuan?Haah.” Kazi berteriak lagi pada franz tetapi dengan tanpa kemarahan. Huff, Franz merasa sangat lega.
“Maafkan aku Tuan.”
“Bisakah kau tak membahasnya lagi?”
Kazi segera berjalan lambat ke arah mobil mewahnya yang telah menunggu di pelataran parkir. Mobil BMW keluaran terbaru. Miss Dani membelalak dan berdecak kagum, Anna hanya diam melamun. Seandainya mereka sendirian, tentu Kazi akan memeluk Anna. Wajahnya yang murung membuat Kazi sedih.
“Kita kemana nih?” tanya Kazi pelan penuh dengan kasih sayang. Menatap Anna penuh kelembutan. Anna merasakannya. Dia merasa ada yang aneh dengan perhatian Kazi. Mereka kan baru saling mengenal? Mengapa seperti ada perasaan “klik”. Apakah kali ini Anna akan benar-benar menemukan kekasih yang akan melindunginya. Tetapi dia merasakan ada yang aneh pada diri Kazi.