Sampul Novel Aku Sayang Om

Aku Sayang Om

8.1 / 10.0
Sejak kecil, Noelia yang yatim piatu hanya dibesarkan oleh Tante Novi. Kehidupan bocah delapan tahun ini terasa hampa sampai Wisnu dan Santi, sepasang pengantin baru, pindah ke sebelah rumahnya. Sosok Wisnu yang begitu perhatian hadir mengisi kekosongan figur ayah dalam hidup Noe. Pertemuan tersebut menjadi awal dari kedekatan mereka selama bertahun-tahun. Seiring waktu, rasa kagum Noe tumbuh menjadi cinta yang mendalam, hingga ia memberanikan diri mengungkapkannya pada Wisnu.
Ringkasan Aku Sayang Om
Sejak kecil, Noelia yang yatim piatu hanya dibesarkan oleh Tante Novi. Kehidupan bocah delapan tahun ini terasa hampa sampai Wisnu dan Santi, sepasang pengantin baru, pindah ke sebelah rumahnya. Sosok Wisnu yang begitu perhatian hadir mengisi kekosongan figur ayah dalam hidup Noe. Pertemuan tersebut menjadi awal dari kedekatan mereka selama bertahun-tahun. Seiring waktu, rasa kagum Noe tumbuh menjadi cinta yang mendalam, hingga ia memberanikan diri mengungkapkannya pada Wisnu.
Baca Selengkapnya

Aku Sayang Om Bab 1

Di tengah derasnya hujan, Novi wanita cantik berusia 30 tahun berstatus single tengah menyeduh teh untuk menghangatkan tubuhnya. Samar-samar ia mendengar celoteh seorang bocah di dalam kamar. Ia pun mendekat perlahan dan menempelkan telinganya di pintu kayu.

“Kata Mama sama Papa, kamu itu bisa buat aku senang, bisa buat aku nggak kesepian, jadi kamu itu nggak boleh kotor, ngerti nggak Kelinci!” Novi yang mendengar celotehan si kecil jadi merasa sedih, ia tahu betul jika perasaan keponakannya yang baru berusia 8 tahun itu pastilah hancur.

Di usia sekecil itu ia harus menjadi yatim piatu. Kecelakaan beruntun yang mengakibatkan orang tua gadis mungilnya harus terenggut. Noelia Larissa yang waktu itu berusia tepat 6 tahun dihadiahi sebuah kabar buruk yaitu berita kepergian orang tuanya untuk selamanya. Kado terakhir yang sempat disiapkan oleh sang Ibu adalah sebuah boneka kelinci.

Boneka yang sudah diwasiatkan untuk menjadi teman Noe dikala sepi, dan Novi kini melihatnya sendiri, boneka itu benar-benar menemani kesepian Noelia. Hanya dirinyalah kerabat satu-satunya Noelia yang tersisa karena kedua kakek dan nenek Noe sudah lama tiada jauh sebelum dia lahir.

Ayahnya sendiri tak memiliki saudara kandung, sementara sang Ibu hanya memiliki Novi sebagai adik satu-satunya. Tentu saja, Novi yang selalu dibantu oleh kakaknya semasa sang kakak hidup akan merawat Noelia dengan baik semampu yang ia bisa. Walau kenyataannya ia terpaksa membuat Noelia terbiasa mandiri sejak dini karena Novi harus bekerja demi menghidupi dirinya dan keponakan cerdasnya.

Sungguh, Noe adalah anak yang sangat malang. Novi tahu jika Noe sangat butuh kasih sayang, tapi Novi belum bisa memberikan kasih sayang seutuhnya. Sebab dia harus fokus bekerja keras untuk menjamin masa depan Noe agar tak bernasib sama sepertinya. Gadis kecilnya harus kuat sendiri ditemani boneka kelincinya. Tanpa sadar air matanya menetes, kala mengingat kejadian nahas itu ...,

Novi tersenyum senang sembari memeluk kado berisi boneka untuk keponakan tercintanya. Padahal ia tahu jika sang keponakan tidaklah menyukai boneka, tapi kakaknya selalu saja memaksa untuk membelikan Noe boneka lucu. Kali ini di ulang tahun yang ke-6 lagi-lagi Noe mendapatkan boneka kelinci.

Novi hanya membayangkan wajah cemberut Noe yang seketika akan terganti dengan wajah senyum karena ia tak pernah mau membuat orang tuanya kecewa. Hanya Novi yang tahu jika Noe sang keponakan tidak menyukai semua boneka yang orang tuanya berikan. Noe itu gadis tomboy yang sukanya main kelereng dan sepak bola, bukan boneka.

Novi semakin erat memeluk kadonya karena sebentar lagi kakaknya akan datang untuk menjemput dirinya. Namun, setelah beberapa saat menunggu, sang kakak tak kunjung datang. Ia pun mencoba menelpon, tapi tak ada jawaban.

Novi mulai risau, haruskah ia pergi sendiri ke rumah kakaknya? Mungkin saja mereka sibuk sampai tak sempat menjemput dirinya. Namun, kenapa tak ada kabar jika memang seperti itu keadaannya?

Novi semakin risau, ia tak tenang. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke rumah sang kakak seorang diri. Namun, di tengah perjalanan ponselnya berdering. Ia manyun karena sang kakak baru menghubungi saat ia sudah di tengah perjalanan.

“Hallo?” jawabnya ketus, tapi Novi langsung terdiam kala mendengar suara asing yang tak sama dengan suara sang kakak.

“Ini siapa?” tanya Novi hati-hati, perasaannya sudah benar-benar tak tenang. Saat ia mendengar sang penelpon mengutarakan maksudnya, wajahnya langsung pucat pasi. Bibirnya bahkan sampai gemetar, ia bingung harus bagaimana merespon penelpon itu. Sampai akhirnya ia sadar dan buru-buru menanyakan alamat rumah sakit di mana sang kakak dan kakak iparnya dibawa setelah mengalami kecelakaan beruntun.

Di rumah sakit itulah ia melihat kondisi sang kakak yang begitu parah, tapi ia bersyukur karena sang kakak masih sadar hingga ia bisa berbicara dengannya. Satu kalimat penting yang membuat dirinya harus siap untuk menjadi wali Noelia sang keponakan.

“Tolong, jaga Noelia, rawat ia, karena hanya kamu yang ia miliki di dunia ini. Berikan boneka kelincinya dan katakan bahwa boneka itulah yang akan menemaninya di kala sepi. Novi, Kakak percayakan Noe padamu.”

Derit suara pintu menyadarkan Novi dari ingatan masa lalu, ia segera menyeka air matanya dan berusaha untuk bersikap seolah tak terjadi apa-apa. Karena ia tahu keponakannya tak menyukai dirinya yang menatap dengan iba. Noe si kecil berusia 8 tahun itu tumbuh menjadi pribadi yang hangat, humoris, dewasa, dan juga cerdas. Ia mampu menyikapi segala hal dengan tenang juga mampu menutupi kesedihannya selama 2 tahun terakhir dengan baik.

****

Komplek perumahan yang biasanya sepi terlebih selepas hujan sedari malam nampak riuh dengan keberadaan mobil truk pengangkut barang dan satu buah taksi yang berhenti di depan sebuah rumah yang lama kosong. Rumah itu berdempetan tepat dengan rumah Novi dan Noelia.

Novi keluar rumah saat melihat sebuah mobil berhenti di halamannya, karena ia mengira bahwa ada tamu datang. Ternyata justru ia memiliki tetangga baru. Seorang pemuda nampak keluar dari dalam taksi dan terlihat membawa tas ransel besar. Ia bahkan langsung membantu orang-orang yang menurunkan barang-barangnya untuk dibawa masuk ke dalam.

Saat hendak membuka pintu, ia melihat wanita cantik yang tengah berdiri di depan teras rumahnya. Pemuda itu pun tanpa sungkan tersenyum sopan.

"Permisi, Mbak. Saya Wisnu tetangga baru," ujarnya ramah. Wanita cantik itu pun menyambut senyumnya dengan sama ramahnya.

"Saya Novi, kamu tinggal sendiri nanti?"

"Eum, saya sama istri nanti." Novi nampak terkejut mendengar itu karena melihat perawakan Wisnu yang nampak muda, membuatnya mengira Wisnu adalah mahasiswa.

"Oh, aku kira kamu masih pelajar."

"Saya memang masih kuliah. Baru masuk kuliah tepatnya, Mbak, tapi saya sudah menikahi pacar saya." Wisnu nampak malu-malu mengatakan hal itu.

"Oh, baguslah daripada pacaran kelamaan ya kan?" Wisnu hanya tersenyum kecil dan pamit untuk masuk ke rumahnya. Saat wisnu sudah berada di dalam rumah, munculah Noelia yang sejak tadi mengintip dari dalam rumah.

"Ada apa, Tante?" tanya Noe sambil membawa boneka kelicinya.

"Ada tetangga baru, Sayang."

"Oh ya?" Novi mengangguk dan menunjuk truk juga rumah yang terbuka lebar di samping rumah mereka. Noe memerhatikan rumah itu sejenak sampai ia tersentak saat melihat Wisnu keluar dari sana.

"Itu Om yang punya rumah, Tante?" Novi mengangguk dan Wisnu kembali menyapa Novi.

"Wah, Mbak Novi udah punya anak toh?" tanya Wisnu ramah. Ia bahkan sampai mengusap rambut Noe. Noe nampak mundur karena takut dengan orang baru. Wisnu tersenyum kecil dan berusaha bersikap seramah mungkin pada Noe.

"Kenapa anak manis? Om nggak jahat kok, ayo kenalan. Nama Om, Wisnu, nama adik kecil siapa?"

"Aku udah besar, udah 8 tahun bukan adik kecil lagi," ketus Noe yang membuat Wisnu tergelak. Ia tak sangka jika bocah imut di depannya bisa setegas itu.

"Ya deh, Om minta maaf ya. Adik besar ini namanya siapa?" tanya Wisnu yang membuat Novi terkekeh. Wisnu hanya melirik Novi sekilas.

"Noe."

"Wih namanya bagus, Noe siapa ya panjangnya?"

" Noelia Larissa."

"Namanya cantik, persis wajahnya."

"Aku imut." Lagi-lagi Wisnu tergelak dengan jawaban spontan Noe. Novi yang melihat itu hanya tertawa karena ponakannya memang agak frontal dan ketus, tapi anak ini baik dan ceria. Mungkin karena Wisnu adalah orang baru hingga Noe merasa harus jaga jarak.

"Pak Wisnu, ini ditaruh di mana?" tanya salah seorang yang membantu membawakan barang-barang Wisnu.

"Oh, ya. Sebentar, Pak," jawab Wisnu, ia kemudian menatap Novi dan Noe.

"Mbak aku urus barangku dulu ya, biar cepet selesai."

"Iya, sudah sana."

Wisnu tersenyum dan berlari kecil ke arah halaman dan mulai mengarahkan mereka untuk menyusun barang-barang. Noe yang melihat itu hanya menarik kaos sang Tante. Novi menoleh.

"Kenapa?" tanya Novi.

"Om itu baik?" tanyanya.

"Baik, kok. Tadi aja mau kan sapa Noe dan senyum ke Noe?" Noe mengangguk dan memegang erat boneka kelincinya. Ia terus melihat punggung Wisnu yang membantu mengangkat barang-barang untuk dimasukkan ke dalam rumahnya.

Novi tersadar lalu melihat jam tangannya, ternyata benar sudah waktunya ia bekerja.

"Noe, Tante mau siap-siap dulu ya."

"Mau kerja ya?"

"Iya, Noe juga harus siap ke sekolah kan?"

"Enggak. Noe masuk siang, Tante."

"Oh, ya Tante lupa. Oke deh kalau gitu. Tante masuk ya mau siap-siap." Noe mengangguk dan tetap duduk di teras dengan bonekanya. Ia terus melihat ke rumah sebelah ketika orang-orang masih sibuk membawa barang-barang masuk sampai tak lama truk pun akhirnya pergi. Wisnu keluar untuk menutup pagar dan kaget melihat Noe sudah ada di depan rumahnya dengan membawa satu buku.

"Noe, ada apa?" tanya Wisnu.

"Buku Om?" tanya Noe. Wisnu memerhatikan buku itu, ia tak merasa memiliki buku seperti itu sih, tapi ia tetap ambil dan coba buka. Ternyata itu diary milik istrinya.

"Ini punya istri, Om. Makasih ya udah diambilin."

"Iya." Noe lantas balik badan dan kembali ke rumah dengan cueknya.

"Noe, Noe, gemesin banget sih," gumam Wisnu dan ia pun masuk ke dalam rumahnya untuk melanjutkan menata barang-barang di tempatnya.

Traktiran Pertama Noe untuk Om

Di rumah Wisnu, istrinya tengah duduk

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Aku Sayang Om

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
9.6
Delapan tahun lalu, ibu tiriku menikah dengan ayah yang tampan namun tak bertanggung jawab. Ayah lebih sering menghilang daripada mengurus keluarga, membuatku hanya tinggal berdua dengan ibu tiriku yang kaya raya. Aku diperlakukan seperti anak sendiri, tapi kebiasaannya mengenakan pakaian seksi perlahan mengganggu pikiranku. Di saat yang sama, aku masih menyimpan perasaan untuk Rania, teman SMA yang ingin kudekati lagi. Namun, kehadiran ibu tiri yang terlalu perhatian itu membuat segalanya menjadi rumit. Antara cinta masa lalu dan godaan yang tak terduga, aku harus memilih jalan yang tepat sebelum semuanya berantakan.
Sampul Novel Dinodai keluarga suami
9.6
Kehidupan baru Anisa Rahma dimulai setelah ia menikah dengan Seno Bagaskara, seorang pria kaya raya. Di kediaman megah keluarga suaminya, ia harus beradaptasi tinggal bersama para ipar. Namun, di balik kemewahan itu, bahaya mengintai. Anisa tidak menyadari bahwa adik laki-laki Seno serta suami dari iparnya memendam hasrat terlarang padanya. Kini, ia terjebak dalam ancaman nafsu mereka di rumah tersebut. Mampukah Anisa bertahan menghadapi situasi rumit ini?
Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya terjebak dalam neraka pernikahan. Alih-alih bahagia, ia justru menjadi sasaran kekejaman Adnan, suaminya yang menyimpan dendam membara kepada sang mertua. Setiap hari, Saschya harus bertahan menghadapi siksaan fisik dan mental yang keji. Namun, di tengah keputusasaan yang mendalam, sosok dari masa lalunya mendadak hadir kembali. Apakah kemunculan mereka akan menjadi penyelamat yang membebaskan Saschya, atau malah memicu prahara baru di hidupnya?
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota, pemuda malas berumur dua puluh tahun, lebih memilih menganggur dan bermain gawai meski otaknya sangat licik. Tabiat buruk ini membuat ibunya, Artisa, merasa sangat khawatir. Sebagai pekerja keras yang juga punya sisi licik, Artisa bertekad merombak total kepribadian putranya. Ia pun memilih cara ekstrem dengan mengubah wujud fisik Sota. Akankah rencana drastis sang ibu berhasil mengubah jati diri Sota melalui transformasi tubuh tersebut?
Sampul Novel MENYUSUI MAFIA KEJAM
8.6
Alena Adriani Quensyah harus menghadapi kenyataan pahit setelah orang tuanya tega menjadikannya jaminan utang kepada gembong mafia yang sangat kejam. Kini, hidupnya bagai di balik jeruji besi, ditambah dengan bayang-bayang trauma masa lalu yang terus menyiksa batinnya. Di tengah situasi pelik ini, Alena bertekad mencari tahu alasan keluarganya tega menelantarkannya. Mampukah ia bertahan hidup dan menemukan kembali orang tuanya?
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu per satu orang di sekitarku tewas secara mengerikan. Mulai dari sahabat, kerabat dekat, hingga musuh-musuh yang pernah berbuat jahat kepadaku, semua berakhir tragis. Sang pembunuh berdarah dingin beraksi sangat rapi tanpa meninggalkan bukti sedikit pun. Teror mencekam ini terus berlanjut, memakan korban baru tanpa bisa dihentikan. Kini, di tengah misteri yang tak terpecahkan, nyawaku sendiri pun terancam menjadi target berikutnya dari sosok misterius yang mengintai.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED