Sampul Novel Aku Sangat Mencintaimu

Aku Sangat Mencintaimu

9.6 / 10.0
Akibat satu malam tak terduga, Rossa Saraspati hamil dan akhirnya dinikahi oleh Robert Carlos, seorang miliarder. Robert memanjakan Rossa dengan kekayaan melimpah dan melarangnya bekerja. Meski begitu, Rossa tetap mencoba mencari uang secara diam-diam. Sayangnya, rencana tersebut selalu gagal karena dihalangi sang suami. Demi menjaga Rossa agar selalu berada di dekatnya, Robert akhirnya memberikan jabatan khusus di perusahaannya sebagai istri bos.
Ringkasan Aku Sangat Mencintaimu
Akibat satu malam tak terduga, Rossa Saraspati hamil dan akhirnya dinikahi oleh Robert Carlos, seorang miliarder. Robert memanjakan Rossa dengan kekayaan melimpah dan melarangnya bekerja. Meski begitu, Rossa tetap mencoba mencari uang secara diam-diam. Sayangnya, rencana tersebut selalu gagal karena dihalangi sang suami. Demi menjaga Rossa agar selalu berada di dekatnya, Robert akhirnya memberikan jabatan khusus di perusahaannya sebagai istri bos.
Baca Selengkapnya

Aku Sangat Mencintaimu Bab 1

"Bagiku, cinta yang sempurna adalah memilikimu bersamaku selama sisa hidupku."

-Ye Feiyan, "Pangeran Tampan Sebelah."

"Ketika aku akhirnya bertemu dengan Robert Carlos setelah dua tahun menunggu, aku akan bertanya kepadanya mengapa dia membela aku hari itu. Dia menatap aku dan bahkan sebelum aku dapat mengatakan apa pun, dia menoleh ke orang lain selain dia dan bertanya dengan sopan, 'Siapa dia?' Tiga kata sederhana ini hampir membuat mataku berkaca-kaca. Jadi, ternyata orang yang aku tunggu-tunggu itu tidak bisa mengingatku sama sekali."

Ketika Rossa menulis ini di buku hariannya, dia tidak menyangka bahwa dia dan Robert Carlos akan bertemu lagi. Tidak ada yang menyangka dia akan tinggal di rumahnya dalam dua tahun ke depan.

Pada hari kelima dia menginap di rumah Robert Carlos, Rossa akhirnya bertemu dengannya. Saat itu sudah larut malam, dan ketika dia tertidur lelap, samar-samar dia merasakan seseorang berbaring tepat berada di sampingnya. Sebuah getaran yang tak disengaja melanda dirinya dan segera membangunkan dia dari tidurnya.

Seorang pria sedang tidur di sampingnya. Lampu di ruangan itu redup. Rossa sulit membedakan ciri-cirinya, namun ia mengenali pria itu adalah sebagai Robert Carlos. Mereka tidak bertemu satu sama lain selama dua tahun. Pertemuan dadakan itu menyebabkan Rossa merasa gugup, tidak tahu harus berbuat apa. Dia mencoba menenangkan dirinya sebelum bertanya, dengan tenang kepadanya.

"Kapan kamu kembali?"

Akan tetapi Robert Carlos tidak menjawab atau memandangnya. Dia dengan cepat melepas pakaiannya, berguling dan menekannya di bawahnya. Kehangatan tubuhnya mengintimidasi dia. Rossa telah membayangkan mereka bertemu satu sama lain sekali lagi, namun ia tidak pernah menyangka bahwa situasi akan terjadi seperti ini. Secara naluriah, dia menolak, mencoba, dan melepaskan diri darinya.

"Heh ...."

Robert Carlos terkekeh seolah dia baru saja mendengar lelucon lucu. Dia menekannya lagi tanpa usaha apa pun. Sambil memegang dagunya dan memaksanya untuk mengangkat wajahnya, dia membisikkan komentar paling menghina di telinganya.

"Jangan berpura-pura lagi. Kamu pindah ke rumahku, mengeluh beberapa kali kepada Kakekku tentang aku yang telah meninggalkanmu sendirian di sini. Bukankah kamu melakukan semua ini supaya aku mau tidur denganmu?"

Perkataan Robert membuatnya terdiam. Tanpa menyadari apa yang dia lakukan, dia telah menarik selimutnya, merobek gaun tidurnya dengan kasar, dan menyentuh kulit telanjangnya tanpa kelembutan.

Keesokan paginya ketika Rossa bangun, tidak ada seorang pun di sekitarnya, dan Robert Carlos pun tidak terlihat. Jika bukan karena rasa pegal di sekujur tubuhnya dan robekan baju tidur yang berserakan di lantai, ia pasti mengira semua yang terjadi tadi malam hanyalah mimpi buruk.

Dia bangun, memasuki kamar mandi, dan mencuci dirinya sendiri. Dia menuju ke bawah untuk sarapan setelah dia berganti pakaian bersih. Saat dia melewati jalan setapak, dia melihat ke bawah melewati pagar ke ruang tamu seperti biasa. Robert Carlos berdiri tepat di depan jendela kaca, menjawab telepon dengan membelakanginya.

Dia tanpa sadar berhenti berjalan saat kenangan malam sebelumnya terlintas di benaknya. Saat dia masih linglung, panggilan telepon berakhir. Pengurus rumah tangga, yang berdiri tepat di sampingnya, berkata dengan sopan.

"Tuan Robert, mobilnya sudah siap."

Saat ia dengan singkat menyapa pengurus rumah tangga, Rossa tersadar dari lamunannya dan memperhatikannya saat ia mengambil jaketnya dari pengurus rumah tangga. Dia berjalan ke pintu dan memakai sepatunya.

Tepat sebelum dia keluar, dia sepertinya mengingat sesuatu. Dia berhenti lagi. Tanpa melihat ke arah pengurus rumah tangga, dia berkata dengan datar, tanpa emosi apa pun.

"Ambilkan sekotak pil kontrasepsi nanti. Berikan padanya setelah dia bangun."

***

Kata-katanya seperti seember air sedingin es yang terciprat tanpa ampun ke tubuh Rossa. Tubuhnya gemetar dan pikirannya menjadi kosong. Dia pikir pertemuan terakhir mereka dua tahun lalu, ketika dia bertanya kepada orang lain siapa dia, sudah cukup buruk. Dia tidak tahu bahwa ketika mereka bertemu lagi dua tahun kemudian, keadaannya akan menjadi lebih buruk.

Rossa berdiri di belakang pagar di lantai dua. Matanya tertuju pada sosok Robert Carlos yang pergi, namun dia sama sekali tidak berhasil menangkap bagaimana Robert Carlos keluar dari kamar. Dadanya semakin sesak, hatinya terasa berat. Setiap kali berdenyut, rasa sakit yang dialaminya membuatnya terpaku di tempatnya.

Ketika Rossa pulih, ia hanya bisa mendengar suara samar mobil Robert Carlos yang menyala di luar. Dia takut pengurus rumah tangga tiba-tiba kembali ke rumah dan melihat situasi canggung yang dia alami, jadi dia buru-buru kembali ke kamar tidur dan menutup pintu. Saat itulah dia menyadari bahwa air mata telah mengaburkan pandangannya.

Rossa menunggu sampai dia tenang dan kabut di matanya sudah hilang sebelum dia turun ke bawah, berpura-pura bahwa dia baru saja bangun.

"Nona, kamu sudah bangun?" Pengurus rumah tangga melihatnya dan segera menghentikan pekerjaannya.

Pengurus rumah tangga seharusnya memanggilnya, "Nyonya", tetapi Robert Carlos telah melarangnya melakukan hal itu. Satu-satunya pilihan yang tersisa adalah dia memanggilnya "Nona."

Rossa tidak merasa terganggu. Dia menjaga ekspresi tenang di wajahnya, menanggapi dengan senandung pengakuan dan berjalan menuju ruang makan.

Pengurus rumah tangga biasanya kembali ke pekerjaannya selama waktu makan Rossa, meninggalkan makanannya dengan tenang. Namun hari ini, pengurus rumah tangga tetap tinggal setelah dia menyajikan hidangannya dan berdiri diam di dekat meja. Rossa berpura-pura tidak melihat adanya perbedaan dari biasanya. Dengan sangat tenang, dia mulai memakan sarapannya.

Saat ia menghabiskan bubur di mangkuknya, pengurus rumah tangga yang berdiri di dekatnya menjadi gugup dan tampak ragu-ragu, seolah-olah ia ingin mengatakan sesuatu kepada Rossa. Bibirnya bergerak beberapa kali, tapi dia tidak berhasil mengeluarkan suara sedikit pun. Baru setelah Rossa meletakkan sumpitnya, pengurus rumah akhirnya angkat bicara.

"Nona ...."

“Apakah kita punya pil kontrasepsi di rumah?” Rossa tidak menunggu sampai pengurus rumah tangga menyelesaikan kalimatnya sebelum menyelanya.

Dia sudah tahu apa yang akan dikatakan oleh pengurus rumah tangga itu, namun ada beberapa hal yang akan menghilangkan martabatnya jika itu keluar dari mulut pengurus rumah tangga. Meskipun jauh di lubuk hatinya dia sangat sadar bahwa pengurus rumah tangga tahu betapa Robert Carlos membencinya, dia masih enggan membiarkan orang lain mempermalukannya secara langsung. Rossa memandangi pengurus rumah tangga dan dengan tenang menambahkan.

"Jika iya ada, tolong bantu saya menemukannya." Rossa berkata dengan tegas.

Pengurus rumah tangga tampak terkejut setelah mendengar kata-katanya, tetapi dia tetap menurutinya diam dan melakukan apa yang sudah diperintahkan Rossa.

Rossa dengan tenang menelan pil itu. Dia mengambil tisu untuk mengeringkan mulutnya dan berdiri dengan anggun untuk keluar dari ruang makan. Sebelum dia bisa mencapai pintu, pengurus rumah tangga tiba-tiba berbicara lagi.

"Nona ...."

Rossa berhenti dan berbalik.

"Iya, ada apa?" Ucap Rossa.

"Nona, Tuan Robert mengatakan kalau dia akan pergi ke Bandung malam ini." Tegas pengurus rumah.

Pengurus rumah tangga itu tampak ragu-ragu, dia berdiam beberapa detik sebelum melanjutkan pembicaraanya.

"Tuan Robert juga mengatakan bahwa sekarang dialah orang yang mendukungmu untuk pergi, dia tidak menginginkanmu mengganggunya lagi, Non."

Dia berpikir bahwa dengan mengambil inisiatif untuk meminta pil, setidaknya dia akan menjaga harga dirinya. Dia tidak menyangka bahwa dia telah memberikan instruksi lain kepada pengurus rumah tangga. Ujung jari Rossa sedikit bergetar, namun ia tampak tetap tenang seperti biasanya, seolah-olah kata-kata pengurus rumah tangga itu dimaksudkan untuk orang lain, dan dengan ringan bertanya,

"Apakah ada lagi?"

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Aku Sangat Mencintaimu

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Jasmine Bintang, yang memiliki keterbatasan fisik sejak lahir, selalu dikecewakan oleh ibunya sendiri. Harapannya untuk bahagia sirna setelah menikah dengan Ardan Mahendra yang kaya raya. Alih-alih diterima, keluarga Ardan justru merendahkan fisiknya. Penderitaan Jasmine memuncak ketika Anindya, mantan kekasih suaminya, datang membongkar kepalsuan pernikahan mereka. Saat Jasmine menuntut cerai demi harga dirinya, Ardan menolak keras dan mengancam tidak akan membiarkannya pergi.
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Dunia dokterku hancur saat merawat Evelyn Santoso, pasien VIP yang menangisi tunangannya. Pria di foto itu adalah Bima, suamiku, yang ternyata bernama asli Brama Wijaya, seorang taipan kejam. Saat Brama datang, ia sama sekali tidak mengenaliku. Ia justru memeluk Evelyn dan mengucap janji setia yang biasa ia katakan padaku. Lewat tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami saat ia amnesia hanyalah aib rahasia yang kini harus ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Demi menghapus duka setelah kepergian Rizal, Sonia memboyong kedua buah hatinya, Alif dan Hana, ke sebuah apartemen sederhana. Tak disangka, di sana ia bertetangga dengan Yudha, duda menawan yang juga mengasuh putri tunggalnya, Mira, seorang diri akibat tragedi masa lalu. Pertemuan tak sengaja di lorong apartemen perlahan menumbuhkan getaran tak biasa di hati mereka. Kini, keduanya dihadapkan pada pilihan sulit: terus meratapi kesedihan lama atau berani membuka hati demi cinta yang baru.
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Menjebak Ivander dalam pernikahan paksa rupanya menjadi penyesalan terbesar bagi Nada. Meski begitu, cara ekstrem ini adalah satu-satunya jalan agar ia bisa mendampingi pria yang dahulu pernah ia hancurkan hidupnya. Terbelenggu rasa bersalah, Nada kini bertekad menebus dosa masa lalu lewat pengabdiannya sebagai istri. Namun, mampukah ketulusan Nada melunakkan dinginnya kebencian Ivander, ataukah perjuangannya meraih maaf justru berujung sia-sia?
Sampul Novel Misteri Ular Xaver
8.3
Sekembalinya dari Kota Xaver, ibu membawa patung dewa ular yang dipercaya bisa memberi keawetan muda jika disembah dengan darah menstruasi perawan. Aku dipaksa menyerahkan darahku dan rambutku dipotong untuk dililitkan di patung itu. Namun, aku menyembunyikan rahasia bahwa aku pernah menginap dengan pacarku saat kuliah. Dua bulan kemudian, konsekuensi mengerikan muncul ketika kulit ibu mulai ditumbuhi bercak biru bersisik dan dia mulai berganti kulit layaknya seekor ular.
Sampul Novel Perceraian Aku dan Kakak Kembarku
9.7
Aku dan kakak kembarku menikah dengan saudara kembar, Sam sang dokter bedah dan Leo sang hakim. Nasib buruk menimpaku saat diculik perampok ketika menjaga janinku di rumah sakit. Panggilan tebusan diabaikan Sam demi menemani Annie. Akibatnya, aku disiksa hingga keguguran dan dibuang ke kolam. Kakakku datang menyelamatkan, tetapi suaminya, Leo, juga mengabaikannya demi Annie. Terjebak badai salju saat melarikan diri, kami beruntung diselamatkan patroli hutan. Begitu sadar di rumah sakit, kami berdua sepakat untuk bercerai.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED