Sampul Novel Istri Dadakan Tuan Kejam

Istri Dadakan Tuan Kejam

8.9 / 10.0
Kepergian calon pengantin akibat kecelakaan tragis mengubah seorang pria menjadi pribadi dingin yang haus akan pembalasan. Ia berambisi menghancurkan sosok yang dituduh sebagai penyebab musibah tersebut. Sebagai bagian dari siasatnya, ia pun menikahi seorang wanita untuk melampiaskan amarah. Namun, pernikahan tanpa cinta ini justru menguji keteguhan hatinya. Kehadiran sang istri perlahan mengikis kebencian dan membangkitkan kembali sisi lembut yang telah lama terkubur.

Istri Dadakan Tuan Kejam Bab 1

Dentuman musik kian terdengar nyaring saat gelas keenam ia teguk. Dunia serasa berputar hebat dan tubuh mulai kehilangan kendali. Wajah tampan yang semula tegas mendadak ambruk tersungkur di atas lantai. Sebelum mata terpejam, riuh suara keributan mulai mendekat. Suara-suara teriakan orang bergantian dan mulai mengangkat tubuh itu.

“TANIA!”

Gery terduduk dengan bola mata membulat sempurna. Napasnya berderu cepat, sementara seluruh tubuhnya sudah dibanjiri keringat. Mimpi itu datang lagi dan lagi mengganggu tidurnya.

Di balik pintu kamarnya, suara langkah kaki ramai-ramai terdengar kian mendekat. Dan salah satu dari mereka membuka pintu dengan cepat.

“Kau, tidak pa-pa?” tanya pria berpawakan sedang. Dion mendekati ranjang di ikuti tiga pelayan wanita dan dua pelayan pria.

Gery membuang napas kemudian menyibakkan selimut dan duduk di tepi ranjang. “Aku baik-baik saja. Kalian keluar.”

Saat semua sudah berbalik dan hendak keluar, Gery berkata lagi. “Kau tetap di sini, Ion.”

Merasa namanya dipanggil, Dion pun berbalik. Menutup pintu setelah para pelayan keluar, Dion mendekati Tuan mudanya yang tengah memijat kening dengan badan sedikit membungkuk.

“Ka sungguh baik-baik saja kan?” tanya Dion.

Gery menegakkan badan lalu mendesah. “Aku cuma masih sedikit pusing. Apa semalam aku mabok lagi?” tanya Gery kemudian.

Dion mengangguk prihatin. Sudah hampir satu bulan, hari-hari Gery dihabiskan dengan foya-foya. Bukan bersama seorang wanita, melainkan hanya bersenang-senang untuk menghibur diri. Pergi ke kelab atau tempat yang aneh karena rasa sedih telah kehilangan sang kekasih.

Sebagai sekertaris sekaligus asisten pribadi dan sahabat, Dion mulai kewalahan menghadapi sikap Tuannya yang terkadang kelewat batas. Kadang Geri menangis, kadang berteriak, terkadang dia mengamuk dan membanting apapun yang ada di hadapannya. Selain harus mengurusi hal pribadi, Dion juga harus mengurus perusahaan sekaligus perkebunan apel milik Gery.

“Kau mau minum?” tawar Dion.

Gery berdiri. “Ambilkan aku air hangat.” Perlahan, Gery melangkah menuju balkon. Udara pagi hari mungkin akan terasa sejuk dinikmati dari gedung apartemen di lantai sepuluh.

Meskipun berbagai macam suara di bawab sana masih terdengar jelas, tapi setidaknya di atas sini bisa merasakan embusan angin yang membuat raga sedikit lebih nyaman.

“Ini,” Dion kembali dengan membawa segelas air hangat.

Gery menerima uluran gelas tersebut. Berdiri menghadap ke luar, Gery perlahan meneguk minuman hangatnya. Setelah gelas tinggal berisi setengah air hangat saja, Gery kembalikan pada Dion dan kemudian diletakkan di atas meja.

Dion kembali lagi mendekati Gery. “Sore ini persidangan akan dilaksanakan.”

Gery berbalik lalu bersandar pada dinding plafon. “Orang itu harus dihukum seberat-beratnya.”

“Tentu saja. Orang tersebut dipastikan bersalah dan jelas akan masuk penjara.”

Satu bulan waktu yang terasa sangat lama harus dinikmati tanpa sang kekasih. Geri Pamungkas atau biasa dipanggil Gery, tidak akan membiarkan orang yang telah membuat dirinya kehilangan sang kekasih lepas begitu saja tanpa bertanggung jawab. Dan sore ini, di depan hakim ketua dan para saksi, Gery akan memastikan orang tersebut masuk ke dalam penjara.

“Masih ada yang kau butuhkan?” tanya Dion sebelum beranjak.

“Nggak ada. Kau boleh keluar,” jawab Gery dalam pandangan masih ke luar sana. “Jangan bilang ibu atau ayah kalau aku mau pergi menemui orang itu. Biar aku yang bilang sendiri nanti.”

Gery mengangguk. “Oke.”

Seperginya Dion, Gery beranjak dari plafon. Dia pergi ke kamar mandi dan berendam untuk sesaat. Berbaring di dalam bak mandi, Gery menenggelamkan seluruh badannya di dalam air untuk sesaat. Memejamkan mata di dalam sana dengan napas tertahan. Gery enggan bangun sebelum napasnya mulai tersendat.

“Aku merindukanmu,” batin Gery dalam umpatan.

Di lantai bawah, Dion nampaknya tak bisa menghindar. Dua majikannya tengah menunggu dan pastinya sudah dengan beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh Dion. Tak mungkin kembali ke lantai atas lagi, Dion memberanikan diri untuk turun dan menemui mereka.

“Tuan, Nyonya,” Dion membungkukkan badan.

Mereka berdua memandangi Dion dengan tatapan aneh. Membuat Dion gugup dan sedikit getaran.

“Bagaimana keadaan Gery?” tanya Abraham—selalu ayah Gery. “Dia masih mengurung diri atau sudah puas mabuk-mabukkan?”

Gery mendesis lirih dan melipat kedua bibir. Sudah sejak Gery menggila, Dion lah yang selalu jadi sasaran empuk untuk amarah Abraham. Pun dengan Wenda—istri sekaligus ibu dari Gery.

“Itu ... maaf, Tuan.” Gery gemetaran sendiri. Pertanyaan itu sangatlah mudah untuk dijawab, hanya saja terasa kelu untuk diucapkan.

“Dia mabuk lagi?” kali ini Wenda yang bertanya. Wajahnya tak menunjukkan amarah, melainkan rasa khawatir seorang ibu pada anaknya.

Dion mengangguk ragu. Posisi Dion memang sangatlah sulit. Disisi lain, dia tidak boleh membantah tuannya, tapi di sisi lain dia juga tidak boleh membantah kedua majikannya. Meskipun dalam hal ini Dion dibayar oleh Gery, tapi bukan berati Dion lancang kepada Abraham maupun Wenda. Biar bagaimanapun mereka tetap paling utama yang harus dihormati.

“Tidak usah khawatir ...” Gery muncul dengan celana kolor dan kaos oblong. Sementara dua tangannya tengah menggosok-gosok rambut basahnya. “Aku tidak akan mabuk lagi. Semoga saja.” Geri sampai di lantai satu.

Abraham memandang malas ke arah Gery. Sebagai ayah, bersifat tegas pada anaknya memang harus dipatuhi. Namun, tidak dengan Gery. Selain keras kepala, Gery juga tipe pria yang susah diatur. Pria berumur 30 tahun yang selalu mencoba mandiri meskipun terkadang sifat angkuhnya tidak bisa dikendalikan.

“Gery,” panggil Wenda. “Ayo sarapan. Buat dirimu nyaman lagi.” Wenda meraih lengan Gery dan menggandengnya menuju ruang makan.

Menyusul di belakang, Abraham menghela napas berat. Masalah Gery memang berat. Ditinggal kekasih saat menjelang pernikahan, tentunya membuat raganya hancur. Calon istrinya meninggal dalam sebuah kecelakaan. Apa penyebab sebenarnya, Abraham belum tahu. Gery lebih banyak bungkam jika ditanya mengenai pelaku tabrak lari tersebut.

“Mau makan sama apa?” tawar Wenda. “Sini ibu ambilkan.” Wenda meraih piring kemudian mencentong nasi dan memasukkan lauk dan sayur.

“Makasih, Bu.” Gery menerima uluran piring berisi sarapan tersebut.

“Sepertinya kau sudah terlihat mulai sumringah, ” kata Abraham.

“Iya, Ayah. Aku sudah mengikhlaskan Tania. Dan yang terpenting, sebentar lagi aku juga akan segera memenjarakan pelaku,” ujar Gery.

Abraham dan Wenda saling pandang. Sarapan yang sudah tersedia mereka abaikan untuk sesaat.

“Apa maksudmu, Ger?” tanya Wenda.

“Aku jelaskan nanti kalau masalahnya benar-benar sudah beres. Intinya, orang itu harus mendapat hukuman setimpal.”

Sementara Geri mengunyah menikmati sarapannya, entah Abraham maupun Wenda justru mendadak merasa was-was. Tingkah nekat pada diri Gery perlu dipertanyakan dan diwaspadai.

“Dion!” panggil Gery pada Dion.

Dion yang semula menunggu di ruang tengah segera mendekat. “Iya,Tuan. Ada apa?

“Kau pergi dulu ke kantor. Cek ketersediaan barang yang harus diolah. Sore nanti, kau datang jemput aku.”

Dion mengangguk mantap dengan perintah Tuannya. Dan enam jam lagi, mungkin Dion akan dihadapkan dengan keadaan menegangkan di sebuah pengadilan. Jika Dion merasa was-was, Gery justru terlihat mengulum senyum yang perlahan berubah menjadi seringaian mengerikan.

***

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Istri Dadakan Tuan Kejam

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania, pengacara pemberani yang mempertaruhkan nyawa demi keadilan, kerap berseteru dengan rival masa kecilnya yang dingin, Yudi. Walau menentang perjodohan, takdir mengikat mereka dalam pertunangan rahasia yang diatur orang tua. Di tengah konflik perasaan benci dan cinta, bahaya besar mengintai saat Tania nekat melawan Wijaya, konglomerat kejam dalang kasus perdagangan manusia. Akankah benih cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel En-PD154
9.0
Kemenangan sepuluh kali beruntun di arena tak menghalangi Roderick untuk mengkhianatiku. Tunanganku itu justru asyik bermesraan dengan cinta pertamanya, bahkan membiarkan perempuan itu menghinaku sebagai sosok kasar tak berkelas. Kelembutan Roderick lenyap, digantikan pernyataan cinta untuk wanita lain di depanku. Dengan hati dingin, kuhubungi ayahku yang merupakan bos mafia. Aku meminta pertunangan ini dibatalkan demi mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Dalam keheningan malam, Shila harus menahan rasa sakit saat Sam menyentuhnya dengan begitu intim. Di tengah situasi yang sangat berisiko ini, Sam berbisik setengah berbisik, meminta Shila agar tidak bersuara. Ia mengingatkan bahwa ayah dan ibu Shila bisa saja terbangun dan memergoki mereka. Ketegangan pun kian memuncak saat keduanya berusaha keras menyembunyikan hubungan rahasia ini dari jangkauan orang tua Shila yang berada di rumah yang sama.
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Menjebak Ivander dalam pernikahan paksa rupanya menjadi penyesalan terbesar bagi Nada. Meski begitu, cara ekstrem ini adalah satu-satunya jalan agar ia bisa mendampingi pria yang dahulu pernah ia hancurkan hidupnya. Terbelenggu rasa bersalah, Nada kini bertekad menebus dosa masa lalu lewat pengabdiannya sebagai istri. Namun, mampukah ketulusan Nada melunakkan dinginnya kebencian Ivander, ataukah perjuangannya meraih maaf justru berujung sia-sia?
Sampul Novel Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
9.2
Rencana kejutan ulang tahunku hancur saat memergoki kekasihku berselingkuh dengan pria kaya. Setelah dihina karena miskin, takdirku berbalik ketika pelayan keluarga terkaya mengungkap bahwa aku adalah pewaris sah Grup Nelson. Kini, berbekal kekayaan tanpa batas, aku siap membalas dendam. Saat mantan kekasihku bersujud memohon maaf, aku mengabaikannya dan melangkah ke dunia mewah. Bagiku, uang melimpah hanyalah deretan angka yang siap kuhabiskan.
Sampul Novel Menyusui Bayi Mafia
9.7
Pelajar muda bernama Lea dikejutkan oleh tawaran gila dari bos mafia, El Zibrano Elemanus. El bersedia memberikan kekayaan melimpah asalkan Lea mau menyusui putranya. Tentu saja Lea menolak mentah-mentah karena merasa permintaan itu sangat tidak masuk akal. Namun, sang mafia tidak mengenal kata menyerah dan siap memakai caranya sendiri. Kini, Lea terjebak dalam situasi intim yang mengancam harga diri serta masa depannya akibat ambisi El.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED