Bab 1

Tiga tahun berumah tangga dengan Kenzo tidak ada yang berubah dan spesial. Sikap Kenzo masih saja dingin pada Silvi walau sekuat apapun Silvi merayu dan mengambil hati Kenzo tidak ada yang berubah sama sekali.

Kenzo suami Silvi tetap mengganggap Silvi sebagai adeknya, Hati Kenzo hanya untuk Silva kakak kembar Silvi yang sudah tiada.

Mas, hari ini kamu sibuk tidak ? "Silvi berjalan ke arah Kenzo yang sedang sibuk memasang dasinya."

Pertanyaan macam apa itu, kamu tau sendiri aku selalu sibuk di kantor. Pekerjaan menungguku tidak ada waktuku untuk berleha leha "jawab Kenzo datar tampa melihat kearah Silvi."

"Begitulah Kenzo setiap di tanya pasti jawapannya begini, padahal Silvi belum menyampaikan niatnya."

Apa, Mas tidak bisa mengosongkan waktu Mas sebentar saja hari ini untuk ku ? "Silvi duduk di ujung ranjang, menatap punggung Kenzo."

Waktu apa yang kamu inginkan, bukankah saat ini kita sedang bersama ? Malam pun aku tidur bersama mu, Apalagi yang kamu butuhkan "saut Kenzo datar tampa melihat ke arah Silvi."

Tapi, aku ingin Qalitytime bersama mu, Mas. Tidak di rumah seperti ini. Aku jenuh Mas, setiap hari hanya di rumah saja, sesekali aku juga ingin kita pergi keluar bersama mu seperti pasangan lainnya.

Aku tidak punya waktu untuk itu, aku sibuk dan jika kamu ingin, pergilah sendiri ajak saja, Bi Sarni jika kamu butuh teman, saat ini pekerjaan kantor lebih penting dari pada hal itu. Kamu jangan mengganggu pekerjaanku, aku bekerja juga demi keluarga ini kalau aku tak bekerja kita makan apa "Kenzo berkata datar tanpa melihat espresi wajah Silvi yang sudah mendung."

Tidak bisa kah kamu memberikan waktumu sedikit untuk ku, Mas "lirih Silva menatap Kenzo yang sibuk dengan urusannya sendiri."

Tidak, Aku sibuk! kamu jangan merengek seperti anak kecil, Kamu sudah dewasa jangan manja. Kakakmu saja tidak pernah begitu.

"Begitulah Kenzo selalu membandingkan Silvi dengan Kakaknya Silva, walaupun Silva sudah tidak ada diantara mereka tapi nama Silva punya tempat khusus dihati Kenzo hingga saat ini."

Setidaknya contoh lah sedikit sikap kakakmu, kamu jangan terus bersikap ke kanak kanakan seperti ini. Usia kalian juga sama kamu saja yang terlalu manja "cibir Kenzo."

Mas, aku bukan Silva !! Kamu jangan terus menerus membandingkanku denggannya itu tidak akan sama "pekik Silvi dengan suara terisak dia tidak sanggup lagi menahan air matanya sedaritadi."

Ya, itu tidak akan sama sampai kapan pun dan kamu juga tidak akan bisa menggantikan dia di hatiku. Mungkin kamu bisa menggantikan posisinya sebagai istriku tapi di hatiku di istri dan wanita satu satunya di hatiku. Berhentilah bertingkah manja seperti itu, kamu tidak layak untuk itu. Aku sudah katakan berukang kali kamu hanya pengganti bukan jadi pemenang.

"Kenzo berkata dengan sarkasnya tampa memperdulikan perasaan Silvi."

Lalu, kenapa kamu mau menikahiku, Mas jika dihatimu hanya ada Silva. Kenapa kamu tidak menolakku waktu itu. Cara mu seperti ini menyisakku, Mas "Silvi menatap Kenzo dengan air mata yang terus menetes di pipi mulusnya."

Kamu tau sendiri jawapannya, aku tidak perlu menjelaskannya dan juga itu karna kamu sendiri yang mengginginkanku. Kamu pikir selama ini aku tidak tau itu "sinis Kenzo."

Tapi, saat ini Kakak sudah tidak ada, Mas. Dia sudah Mati tidak akan kembali lagi "pekik Silvi tidak tahan dengan fakta ini."

Diam !! tutup mulut mu, kamu semakin tidak terkendali. Raganya yang sudah mati tapi kenangan dan namanya selalu ada disini "Kenzo menunjuk dadanya dengan tatapan dingin."

Jangan sesekali kamu menyebutnya Mati, Dia masih hidup di hatiku.

Mas, kamu sadar gak sih ucapan mu sudah menyakiti hatiku, aku ini istrimu Mas, hargai aku sedikit saja "isak Silvi."

Di bagian mana aku tidak menghargai mu ? Selama ini aku menafkahi sebagai istri memberi apa yang kamu inginkan, kamu tidak kekurangan apapun selama bersama ku. Apalagi yang kurang, kamu saja yang tidak pernah puas dengan apa yang ku berikan "Kenzo menatap Silvi dengan tatapan dingin, seolah ingin memakannya hidup hidup."

Tapi, kamu tidak memberiku nafka batin, Mas kamu tidak pernah melihat ku sebagai istri mu, kamu hanya menganggapku sebagai adik mu. Apa itu yang kamu sebut menghargai ? "Silvi menatap Kenzo dengan air mata yang masih keluar dari pipinya, seolah air mata Silvi tidak ada habisnya."

"Kenzo membuang muka", Aku sudah bilang diantara kita tidak ada cinta, kamu jangan lupa itu. Jangan mengharapkan hal lebih yang tidak mungkin akan akan berikan. Berhentilah mengharapkan itu dari ku, lagi pula aku sudah katakan kamu boleh pergi dari sisiku jika kamu tak bahagia bersama ku, jangan paksa dirimu.

Aku tak bisa memberikan kebahagian untungmu, sekeras apapun kamu memaksaku, aku tak bisa. Cintaku tetap hanya untuk kakak mu. Walau dia sudah tiada tapi namanya masih terukir indah di hatiku.

Mungkin bagimu aku Pria egois tak punya perasaan tapi perlu kamu ketahui aku tak bisa membohongi diri ku sendiri, aku tidak mencintamui. Jangan paksa aku.

Pergilah jika kamu tak bahagia bersama ku, aku tak kan menahan mu.

"Kenzo berlalu pergi meninggalkan Silvi yang masih terisak tampa pamit setelah mengatakan itu."

"Sakiti aku Mas, sakiti aku sampai aku benar benar sakit dan setelah itu aku akan berhenti dan pergi dari sisimu seperti ke inginanmu, gumam Silvi melihat punggung Kenzo yang semakin kecil."

Sudah lama Silvi ingin pergi meninggalan Kenzo sesuai permintaannya, tapi tidak bisa Cinta Silvi terlalu besar untuk Kenzo jauh sebelum Kakaknya belum meninggal.

Silvi tau ini salah tidak seharusnya dia memaksa kan diri, tapi Silvi tidak bisa jauh dari Kenzo. Logika Silvi sudah tak berfungsi lagi karna Cinta butanya pada Kenzo.

*

Bab 2

Kenzo menyetir mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi, tanpa memperdulikan keselamatan dirinya dengan perasaan yang sulit artikan, tujuan saat ini makam Silva.

Begitulah Kenzo setiap berdebat denga Silvi, makam Silva ke kasihnya itu yang selalu tempat tujuannya, karna hanya disana dia mendapatkan ketenangan.

Kenzo memarkirkan mobilnya dan melangkah ke makam Silva denga bunga tulip di tangannya, bunga kesayangan Silva dulu semasa hidup nya. Kenzo tidak pernah melupakan itu dan selalu membawakannya setiap dia berkunjung.

Sayang aku datang "lirih Kenzo dengan suara tertahan."

Maafkan aku sayang, hari ini aku berantam lagi dengan adek kesayanganmu. Jujur saja aku belum bisa memenuhi amanah yang terakhir untuk mencintainya, Aku tidak bisa sayang. Di Hati ku masih hanya ada kamu, aku benar benar tidak bisa. Aku merasa seperti berselingkuh darimu.

"Kenzo bercerita panjang lebar di makam Silva menangis, meluapkan semua keluh kesah di hatinya."

Apa yang harus aku lakukan sayang? katakan kepadaku, datanglah ke mimpi sudah sangat lama kamu tidak mendatangiku setelah pernikahan ku dengan adek mu.

Apa kamu marah, sayang? Katakan jika kamu marah aku menikahinya. Aku bisa menceraikannya sekarang juga demi kamu.

Sayang, bawa aku disisimu jangan biarkan aku hidup sendiri seperti ini, aku tak bisa tanpamu. "Kenzo terisak di nisan Silva."

"Setelah puas meluapkan semua keluh kesah di hatinya barulah Kenzo diam dan berhenti menangis." Sayang, sepertinya aku harus kembali. Maafkan aku tidak bisa lama disini, besok jika ada waktu aku akan kembali lagi, aku mencintai mu sayang.

"Kenzo berlalu pergi setelah mengatakan itu."

*

Saat ini Silvi pergi kerumah orang tuanya, dia bosan di rumah terus menerus. Lebih baik di pulang dan punya teman cerita.

Sayang, kamu datang "ucap Ibu Lenny menyambut kedatangan putri kesayangannya."

ia Mommy, Silvi kangen sama Mommy "Silvi memeluk ibunya denga erat."

Ck', kamu seperti tidak bertemu bertahun tahun saja, Dimana suamimu kenapa dia tidak ikut bersama mu ? "tanya Ibu Lenny yang tidak melihat keberadaan Kenzo."

Mas, Kenzo sibuk, Mom. Dia tidak bisa datang, tapi Mas Kenzo nitip salam buat Mommy dan Daddy.

Begitulah Silvi selalu menjaga nama baik suaminya di depan orang tuanya, walau sebenarnya Kenzo tidak pernah menitip pesan dan bahkan Kenzo tidak tau kalau Silvi mengunjungi Ibunya.

Suami mu selalu sibuk bahkan dia tidak pernah datang kesini lagi, hanya kamu saja yang selalu kesini.

"Kenzo memang sangat jarang mengunjungi rumah orang tua Silvi tidak seperti dulu saat Kakaknya masih hidup, bahkan bisa di bilang setiap hari Kenzo mengantar jemput Silva dan bahkan sesekali menginap juga, tapi setelah Silva tiada Kenzo pun seolah berat melangkahkan kaki ke rumah ini, entahlah apa alasannya hanya dia dan Tuhan yang tau jawapannya."

Sudah, Mom namanya juga sibuk kalau Mas Kenzo tidak bekerja bagaimana cara dia memenuhi semua kebutuhan kami dan mungkin aku tidak akan datang kesini lagi mengunjungi Mommy karna sibuk bekerja "tawa Silvi garing."

Kamu bisa saja. Bagaimana apa sudah ada kabar baik?

"Pertanyaan ini lah yang selalu di hindari Silvi saat mengunjungi orang tuanya dan orang tua Kenzo, mereka selalu bertanya perihal anak."

Sabar, Mom belum waktuknya, Mommy berdoa saja supaya kami cepat di beri kepercayaan.

"Hanya ini lah jawapan Silvi setiap di tanya, dia tak punya jawapan lain selain ini. Sebarnya dia juga ingin sekali punya anak tapi mau bagaimana lagi, Kenzo bahkan sama sekali tidak pernah menyetuh nya, mulai dari pernikahan sampai hari ini sudah tiga tahun lamanya Kenzo masuh saja mengabaikannya, padahal Silvi sudah berusaha berpakaian seksi di depan Kenzo untuk menggodanya tapi usahanya sia sia, Kenzo tidak terpengaruh sama sekali. Entah lah Kenzom sudah mati rasa atau apa yang pasti Kenzo selalu mengabaikan Silvi."

Kamu selalu berkata seperti itu, Mommy sudah bilang bayi tabung pun tak masalah, Suami mu banyak uang tidak masalah jika hanya melakukan itu, kalian malah mengabaikan Mommy "Ibu Lenny sedikit kesal dengan putri dan menantunya yang mengabaikan pendapatnya."

Sabar, Mom aku juga masih muda. Nanti kalau Mas Kenzo sudah tidak sesibuk yang sekarang ini kami akan mencobanya.

"Silvi berusaha menenangkan hati Mommynya."

Sudah lah, aku lapar. Apa Mommy tak menawarkan ku makanan "Silvi berusaha mencari topik lain tak ingin membahas ini terus menerus dia juga bosan."

Ck', kamu hanya mencari makan saja "cibir Ibu Lenny kesal dengan Putrinya yang membahas topik lain."

Silvi berjalan ke dapur di ikuti Mommynya untuk mencari makanan yang sudah di sediakan assisten rumah ini.

Dimana Daddy, Mom? "ucap Silvi sambil memakan Cemilan buatan Bi Sarni."

Dimana lagi jika bukan di kantor kamu tau sendiri Daddy mu tidak akan tenang jika hanya membiarkan kakakmu yang mengerjakannya semua.

Bukan kah Kakak sudah paham, Mom?

Sebenarnya sudah Daddy mu saja yang terlalu berlebihan sama seperti suami mu yang sok sibuk.

Hahaha.... Mommy bisa saja, Mommy ingin cucu kenapa tidak menikahkan Kak Erlan saja Mom, Kak Erlan kan sudah dewasa bahkan dia lebih tua dari ku.

Maunya juga begitu, tapi kamu tau sendiri Kakakmu bahkan belum punya pacar mau nikah sama siapa "cibir Bu Lenny yang kesal dengan anak anaknya yang tak sesuai expentasi.

Kenapa tak di jodohkan saja "celetuk Silvi."

Sudah banyak wanita yang Mommy tunjukkan pada Kakak mu tapi satu pun tak ada sesuai kriterianya, entahlah seperti apa yang dia mau. Mommy takut dia tidak menyukai lawan jenisnya.

Huss..!! Mommy gak boleh berfikir buruk begitu, Kakak itu normal aku pernah ko melihatnya dengan wanita. Mungkin karna belum menemukan yang cocok saja kali makanya kakak menolak. Mommy sabar saja, nanti juga dia akan menikah juga.

Ya, kalian selalu menyuruh Mommy sabar entah sampai kapan, Mommy lelah mendengarnya "cibir Bu Lenny yang kesal dengan kedua anaknya."

Mommy jadi rindu Kakak mu hanya dia yang selalu menurut pada Mommy kalian semua hanya memberi Mommy harapan tanpa ada kepastian "lirih Ibu Lenny yang mengingat putri yang satunya yang sudah tiada."

Bab 3

Di kantor Kenzo tidak konsen mengerjakan pekerjaannya seperti biasa, dia selalu terbayang bayang dengan ucapan Silvi yang mengingikan Istri seutuhnya. Perkataan Silvi seperti kaset rusak berputar putar di otaknya. Dokumen yang seharusnya sudah selesai di periksanya malah menumpuk di depan sama sekali tak tersentuh.

Brugh...!!

"Kenzo membuang semua benda di depannya."

sial..!!

Untuk apa aku memikirkan dia, ini bahkan bukan kali pertama dia mengatakan hal ini. Tidak !! Tidak, aku tidak boleh begini sama saja aku menghianati Silva kalau begini caranya.

Maafkan aku sayang, aku bersalah tidak seharusnya aku memikirkan dia.

"Alvaro mengusap foto kebersamaan Silva dan dirinya yang terpajang di mejanya."

Tok...!! tok...!!

Masuk !! "Saut Kenzo dengan suara dinginnya."

"Sani sekretaris Kenzo sangat terkejut melihat keadaan ruangan tuannya yang begitu berantakan tidak seperti biasa."

Tuan, saya ingin mengingatkan rapat akan segera dimulai. Semua sudah berkumpul menunggu tuan di ruang meating "ucap Sani menyampaikan tujuannya datang kesini."

Hm...Baik lah saya akan kesana. Bereskan semua ini. "Kenzo berlalu pergi meninggalkan Sani yang berdiri depannya."

"Apa yang terjadi padanya tidak biasanya tuan marah ini", gumam Sani dalam hati.

Ahh...ia aku harus mengingatkan mereka semua untuk tidak melakukan kesalahan, sepertinya suasa hati Bos tidak baik. "Sani dengan cepat meraih ponselnya memberitahu kabar ini di group kariawan tidak ingin salah satu diantara mereka jadi korban pelampiasan emosi Bosnya."

*

Kenzo berjalan ke ruang meating dengan wajah masamnya, semua sudah ada disana dan Kenzo sudah di tunggu di sana.

Cepat mulai ! "Suara Kenzo terdengar dingin terlihat jelas saat ini suasana hati Bos sedang tidak baik baik saja, untungnya mereka semua sudah mengetahui hal ini karna salah di antara mereka membaca pesan dari Sani."

Baik, tuan "saut Evan assisten Kenzo."

Meeting tidak berjalan lancar ada saja yang mengganjal di hati Kenzo padahal mereka semua sudah bekerja keras dan berusaha tidak berbuat kesalahan tapi tetap saja salah di mata Kenzo.

Apa ini ? Apa ini yang kamu sebut Profosal, ini sampah. Ganti !! Aku tak menggajimu hanya untuk membuat sampah seperti ini. Ulangi !! bawakan hasil pada ku setelah makan siang, aku tak ingin menunggu lama. Jika kamu tak mampu angkat kaki dari perusahaan ini, Aku masih bisa mencari orang yang lebih berkompoten dari mu.

"Kenzo membuang Profosal dari team Desain itu, kerja keras mereka selama dua minggu ini tidak ada artinya di mata Kenzo."

Baik, tuan. "Tunduk ketua team Desain tak berani membantah."

Mana lagi, cepat aku sibuk bukan hanya ini saja pekerjaanku. "ucap Kenzo dingin."

Mereka semua bergantian menyerahkan hasil kerja keras mereka selama dua minggu ini, tapi tidak ada satupun yang di terima Kenzo, semua di buang tepat di depan mata mereka.

Apa begini hasil kerja kalian semua "pekik Kenzo, suaranya terdengar nyaring di ruangan itu."

Ulangi!! Aku tak ingin melihat sampah seperti itu lagi, Setelah jam makan siang semua harus sudah terkumpul di mejaku, pastikan kalian tidak melakukan kesalahan lagi. Jika kalian tak mampu hanya mengerjakan hal kecil seperti ini saja bagaimana bisa kalian mengerjakan yang lebih besar dari ini, aku semakin meragukan kemampuan kalian semua.

Evan !! Selesaikan sisanya, aku muak melihat kalalian semua.

Baik, Tuan.

"Kenzo berlalu pergi meninggalkan mereka semua, dengan perasaan dongkol di hatinya."

"Bisik bisik terdengar setelah Kenzo sudah berjalan jauh keluar", Apa yang terjadi ? Aku rasa ini sudah tidak ada ke kurangan lagi, kenapa masih di tolak juga "tanya salah satu di antara mereka."

Aku tidak tau mungkin saja ada kesalahan, Ya sudah kita Revisi saja dari pada kita di pecat kamu mau ? "Saut ketua teamnya."

Tidak, aku masih butuh biaya hidup. Walau Bossnya killer tapi gaji disini menjanjikan, aku tak ingin kehilangan kesempatan ini dimana lagi aku mendapatkan gaji sebesar ini "Sautnya tidak ingin di pecat, karna memang gaji di Perusahaan Kenzo sangat besar bandingkan Perusahaan lain."

Ya, sudah sekarang kembali lah, perbaiki kesalahan kalian, pastikan jangan ada yang terlambat mengumpulkannya, ingat jangan membuat kesalahan lagi sepertinya suasana Bos sedang tidak baik hari ini.

"ucap Evan mengambil alih meating setelah kepergian Kenzo."

"Mereka semua pun bubar meninggalkan ruang meating kembali ke ruangannya masing masing."

*

Kenzo berlalu pergi keluar untuk menenagkan diri, pikiranya terasa kalut sampai dia tidak bisa berfikir rasionalis. Sebenarnya Profosal tadi sudah bagus kesalahanya hanya sedikit saja tapi karna pikiran Kenzo yang di penuhi nama Silvi membuatnya emosi seperti tadi menjadikan dia tidak profesional. Padahal sebelumnya dia tidak pernah seperti itu.

Kenzo menyetir mobilnya sendiri denga kecepatan tinggi dia membelah jalanan seperti pembalap, dia menyalip setiap mobil yang di depannya, Tujuan Kenzo saat ini cafe langgananya dulu bersama Silva kekasihnya.

Sampai disana Kenzo memesan minuman kesukaan Silva, di hatinya hanya ada Silva dan Silva bahkan semua kebiasan Silva selalu di ingatnya tidak sekalipun dia melupakan tentang Silva yang sudah tiada.

Apa yang terjadi padaku, kenapa aku memikirkannya. "gumam Kenzo yang masih saja mengingat perkataan Silvi padahal dia sudah di cafe langganan mereka dulu, biasanya kalau Kenzo pusing dia akan selalu kesini dan pikir akan tenang jika sudah ada disini."

Apa aku sudah terlalu keras kepadanya? tapi aku tidak bisa jika menjadikannya istri yang seutunya, aku tak ingin membuat Silva sakit hati, aku tak ingin jadi pria brengsek.

Sama saja aku menyakiti Silvi jika aku menyentuhnya tapi aku tak mencintainya. Aku tak ingin jadi lelaki pengecut.

Kenzo berperang dengan pikirannya sendiri, tidak menemukan jawapan atas pertanyaannya dan juga tidak membuat pikirannya menjadi tenang, yang ada semakin runyam.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED