Bab 2

Kriiiing .. kriiiing ... kriiiing

Aku dengar telepon bunyi

"Ooom... San ada telpon." suara ibu nur pemilik kontrakan memanggilku.

"Iya bu......," balasku.sambil menerka nerka telpon dari siapa.

"Hallioo selamat pagi dari siapa?" ku pegang gagang telpon.tak lama berselang

"Halloo. ... Hasan nanti siang bisa ke kantor?"

"Oh iya ya mb Eva, hari ini kebetulan blm ada aktivitas" tandasku

"Ketemu di kantor ya,makasih ....san ya"

"Sama sama." Telepon aku tutup bergegas balik kamar.

Di kantor blm ada aktivitas yang berarti banyak waktu luang hanya sebatas bebenah dan ngobrol ringan.

Di hari hari yang ada terus berbenah dan suatu hari aku di telpon di minta untuk menghubungi salah satu kontraktor notabene teman mb eva,ada pekerjaan yang harus aku ambil, tanpa pikir panjang tawaran itu ambil.

Pada saat itu belum ada hp seperti model sekarang.kartu telpon senjata aku untuk menghubunginya.

Ku masukkan kartu pengganti koin uang logam di box telpon pinggir jalan dan.......kring.....kriiing nada telpon terhubung.

"Hallo selamat pagi, Pt eka kencana, ada yang bisa kita bantu pak" terdengar suara recepsionis menyapaku.

" pagi mb, bisa bicara dengan bapak teddy,dari hasan temen mb Eva".jawabku.

"Sebentar bapak masuk line 5 ya"recepsionis.

"Iya" sambil nunggu

"Halloow" sambung pak teddy hemat bicara maklum bos jaga wibawa.

" selamat pagi pak,dari hasan temen mb eva,bagaimana dengan pekerjaan yang di tawarkan kemari pak"grogi tapi tetap aku bisa menguasai.

"Oh oke kapan hasan siap kerja"tandasnya pak teddy seperti tidak ada keraguan terhadap aku.

Secepat kilat aku katakan " besuk pak"

Pak teddy "kerja di surabaya mau ga?"

"Siap juga pak"aku berusaha untuk meyakinkan pak teddy.

"Sudah besuk pagi kamu ke kantor,ditunggu ruangan saya jam 10.00,oke....." pak teddy mengakhiri telpon.

Rasa syukur dalam hatiku ketika berhasil menghubungi dan luar biasa respon dari pak teddy.

Tanpa surat penawaran,tanpa ada rasa curiga,tanpa ribet .terima kasih Tuhan untuk hari ini,semoga ke depan di berikan kelancaran sampai proyek selesai aamiin.

Pukul 09.00 aku sudah sampai di kantor, sambil menunggu pak teddy aku baca baca doa dalam hati.

"Bapak hasan ditunggu di ruangan pak teddy" silahkan,sambil menunjuk ruangan pak teddy recepsionis ramah dan penuh senyum.

" makasih mbak" sambil buka pintu ruangan pak teddy aku berdiri.

"Selamat pagi pak"sapaku

"Pagi...san silahkan duduk,ini nilai proyek dan scoop pekerjaan kalau belum ada yang paham...kamu baca dulu ya,habis itu minta spk sekaligus minta pembayaran untuk Dp 40% ke bagian keuangan tapi kamu urus dulu spk ke admin biar saya tanda tangani.oke " pak teddy jelaskan prosedur dengan jelas.

Dan secepatnya aku mengulurkan tangan pertanda sanggup dan " terima kasih banyak pak".

Setelah sampai di kontrakan temen temen aku ajak makan semua dan suasana sore itu penuh dengan kejutan senang bisa makan bersama.

" naik kelas dari Kuli jadi vendor" celetuk temen temen.

"Yang penting hari ini kita makan enak hahaha" tawaku lepas .

Semenjak proyek dimulai sampai selesai aku belum pernah ada komunikasi dengan mb eva, bagaimana perkembangan kantornya juga tidak tahu,sosok mb eva itu buat aku sangat special,maka aku ingin berkunjung ke rumahnya.

Aku beli buah buahan yang sengaja ku bawa sebagai tanda terima kasih.

Kedatangan ku tidak sia sia mb eva masih ada di rumah ,kebetulan tadi sebelum sampai, ketemu mbak sri di gang depan rumah dan dia bilang "mb eva ada belum pergi"

" masuk mas,tunggu ya aku bilang sama ibu" ucap mb sri sambil membuka pintu.

Yang jalan bareng dari gang depan.

"Iya mb sri,makasih "jawabku.sambil menunggu mb eva ,ku duduk di ruangan depan baca baca majalah terlihat edisi bulan kemarin.

" haiiii hassan...dah lama ga ketemu, bagaimana kabarnya "sapaan mb eva terdengar dari ujung pintu tengah.

Deg...Deg...Deg Aku merasakan jantungku berdetak lebih cepat sambil terbata bata" iya ya mb,baik " ucapku

"Bawa apa ini saan?pakai repot segala" kata mb eva sambil lihat bungkusan yang aku taruh di atas meja.

"Buah buat mb eva " kataku

"Terima kasih ya"

Dari pertemuan itu banyak hal yang dibicarakan,maklum pada saat itu belum ada hp android yang sewaktu waktu kita bisa saling tanya kabar.

Karena begitu semangat kita bicara terutama aku,bagaimana tidak aku juga laki laki yang normal.

Cantik komunikatif bersahabat dan tubuhnya juga masih oke....walaupun sudah punya anak satu tetap terjaga penampilannya

Tetapi aku tetap menjaga hubungan persahabatan tidak mau terjebak dalam pemikiran yang sempit pada akhirnya bisa merusak persahabatan ini.

Aku selalu berfikir positif yang menjauhkan pemikiran yang dangkal tidak mau mencari jawaban atas kebaikan mb eva terhadapku.

Bila harus mencari jawaban biarlah waktu yang bicara kelak

Kalau perasaan ini berlebih terkadang terlintas dalam benak ku " kamu laki laki yang kurang pergaulan,salah menafsirkan kebaikan perempuan dasar kampungan" naah kata kata itu yang aku jaga sampai sekarang biar tidak keluar dari mulut mb eva.

Sebelum aku pamitan aku juga cerita bahwa " pak teddy merekomen ke om nya ,jadi saat ini saya masih bekerja "ceritaku

"Baguslah kalau begitu,berarti kerja mu bagus saan"kata mb eva

Kebetulan mb eva hari itu juga mau ada acara keluar kitapun pergi bersama sekalian ngirit ongkos.

Keadaan negara indonesia pada saat itu lagi berdampak krisis ekonomi,sedang tawaran kerja di PT lain aku tolak,cuma biar bisa selalu dekat dengan mb eva, sedang kantor mb eva juga lagi pengetatan jadi orang kantor juga turun ke lapangan.

Bagaimana dengan aku?korban rasa, yang selama ini nyaman dekat dengan dia akhirnya harus memutar otak.

Bab 3

Bukan sebuah kegagalan hidup adalah sebuah pilihan.pulang ke daerah asal bukan karena kekalahan tetapi sebuah pilihan yang harus dipertanggung jawabkan

Yang mengenal kita yang mengerti adalah kita sendiri,menjadi diri sendiri akan jauh bisa mengembangkan potensi yang kita punya

Jangan berharap kepada manusia,yang maha memiliki adalah Tuhan sang pencipta.namun juga tidak vertikal saja kita harus tetap bermuamalah menjaga silahturohim antar sesama, sebagai hubungan horizontal.

Bukan menjadi apa tetapi yang terpenting bagaimana kita menjadi penting buat kita sendiri keluarga dan orang lain.

Dimana kita berada bawalah selalu nilai moral percayalah bahwa yang membuat kita ada memiliki itu bukan materi tetapi kebaikan hati.

Sekian tahun berlalu banyak perubahan aku alami usaha bisnis juga sudah berjalan walaupun mengalami pasang surut barang pun sering ganti ganti anggap saja itu sebagai perjalanan warna kehidupan.

Masuklah kita di era media sosial kita bisa menemukan teman teman dalam genggaman pergerakan sangat dasyat cepat pertemanan bisa di jalin lewat media.

Saling sapa antar teman yang membuat keakraban komunikasi sangat intens dan kutemukan beberapa perempuan yang mengisi hari hari ku.

Dalam kesendirian malam terasa lelah sedang usia sudah tidak muda lagi aku harus mengakhiri masa lajangku.niat sudah tinggal berani mengambil sikap "tidak ada kata terlambat"pikirku

Sebelum lebaran harus sudah menikah bukankah "Tuhan memberikan ketetapan dekat dengan sangkaan hambaNya" kalau kita berprasangka baik in sya Allah akan baik hasilnya.

Ku utarakan maksud dan tujuan mengapa aku memperhatikanmu,seperti tidak ada sesuatu yang istimewa karena di setiap kesempatan aku selalu mengarah keinginan melamarnya

"Aku laki laki yang menginginkan engkau sebagai istriku....apakah engkau mau menerima aku sebagai suamimu?"ucap ku hanya sebatas lewat chat saja.

Bukan tidak berani bicara langsung,tapi memang aku memberikan kesempatan untuk berfikir sebelum memberikan keputusan

Sebelum lestari membalasnya chat yang ke dua sudah ku kirimkan lagi

"Aku memberikan kesempatan engkau boleh main ke rumah aku dulu,biar engkau tahu bagaimana aku dan keluarga ku" tegasku

Bukan berarti aku tidak menghargai perempuan tetapi aku justru lebih menghargai dia,pertemanan ini kan lewat media sosial walaupun dulu kita pernah satu kampus.perempuan yang pernah gagal dalam kehidupan rumah tangga untuk memutuskan sangat hati hati.

"Terima kasih mas,atas semua ini,oh iya boleh lah kapan ya saya main ke rumah mas...💗" balas lestari

HP berkedip tanpa bunyi notifikasi chat dari lestari ku baca berulang ulang dalam yes...yes.

"Oke kapan saja siap,nanti saya jemput di stasiun "balasku terkirim.

Pada saat di hari dan tanggal yang sudah kita sepakat bertemu ,sungguh perasaan ini campur aduk senang cemas dak... dik....duk terasa tidak sabar ingin melihat secara langsung karena ini pertemuan pertama kalinya.

Dengan sabar menunggu di parkiran stasiun sambil ku putar lagu yang sesuai dengan perasaan saat itu.tiba tiba ada chat masuk.

"Mas saya sudah di depan stasiun "chat lestari

"Tunggu sebentar saya menuju situ" balasku

Mobil meluncur ke arah pintu keluar dan

"Haiiii maaf nunggu lama ya?masuk"sapa ku memecah kebuntuhan,padahal juga tahu baru saja.

Jeglek pintu dibuka

"Selamat datang nyonya besar" candaku

"Jahat ga mau turun bukain pintu " jawab lestari

"Maaf nyonya,,, maklum ketemu calon istri panik gugup jadi salting" ku berusaha membuat dia nyaman

"Ya sudah ga papa saya maafin,lain kali awas ya cowok harus perhatianlah" ceramah lestari

"Iya permaisuriku" balasku

Tak sadar ada cubitan kecil sakit sekali di lengan kiri

Yang ku balas dengan menatap wajahnya lama lama,dia tersipu malu

"Iiich ngapain siih gitu amat ngliatnya " lestari

"Awas ....focus ke depan donk,jangan gitu sdh malu" lestari

Baru aku pindah focus melihat ke depan ternyata cantik putih menggairahkan kulitnya halus banget. Mobil melaju dengan kecepatan 40 km lagunya bikin pikiran melayang betul betul cantik ramah lagi.

Sampai rumah masih pagi hati ini nyaman bersama dia tenang semoga semua akan lancar sampai ada keputusan yang bisa mewujudkan impian membina rumah tangga.

"Beginilah suasana rumah dan aktivitas saya karena kita tidak lagi muda kedewasaan keterbukaan itu penting bukan untuk pacaran tetapi hubungan untuk menyatukan dua keluarga, semoga kamu bisa menerima dan nyaman " Aku mempertegas pernyataan tempo hari.

Masih terasa asing karena kita baru pertama bertemu obrolannya juga sebatas canda tawa sudah mulai kelihatan hangat,penuh keakraban.

Ibu,kakak adik semua ngumpul di ruang tengah,sepertinya ibuk memberikan restu kakak adik mendukung, bagaimana tidak keluarga besar ku mengharapkan cepat menikah.kami ber enam tinggal saya sendiri yang belum punya istri.

"Salam buat bapak ibu ya nduuk" ibuk menyela sesaat

Lestari" iya ...ibuk nanti disampaikan "

"Masih sehat semua ya teh" sambung kakak no satu

"Aamiin alhamdulillah sehat semua mb umi" lestari

Lestari berprofesi advokat pengacara keibuan lembut memang jarak kota antar propinsi -/+ 600 km.sore pun masih kelihatan cerah pertanda alam mendukung hub aku dan lestari

Lestari mampir di rumah kakak sepupu jadi aku mengantar sekalian juga Silahturohim.

Makan di tempat favorit ketika masih kuliah dulu,seperti baru kemarin eforia semua terasa belum ada yang berubah.

Malam sudah ku pijak pedal gas melesat kencang blaaas ....menuju rumah.

Seminggu berlalu yang ku minta balasan chat dari lestari tiba tiba ada

Pesan diterima

" mas bagaimana kabarnya? Sehat selalu ya,jangan tidur larut malam jaga kesehatan,dan terima kasih mas hasan selalu ada buat saya,lestari sayang mas hasan....💌💌💌 "

Mendekati kepastian bahwa dia jodohku perlu kekuatan mempersiapkan mental disaat saat mendekati pelepasan masa lajang justru banyak godaan muncul.memang tidak butuh waktu lama aku memutuskan hanya satu bulan ada tiga perempuan yang menjadi pilihan.

"Mas...bilangnya mau main kerumah hayati kapan,saya tunggu?"

Chat masuk dari hayati yang menanyakan aku,kapan mau main ke rumah dia. Hayati adalah perempuan yang mandiri berprofesi sebagai notaris,dia pecinta alam baik hatinya juga tomboy dengan rambut cepak.

Seingat aku tidak ada janji untuk main ke rumah tapi ach......apa salahnya saya coba datang.

"Aku akan datang, tunggu mas cari waktu yang tepat "

Ternyata kedatangan ku dikota hayati ter endus sama lestari

Entah...Karena kita sudah ada ikatan batin atau kebetulan saja dia tahu.

Sedikit menggangu jadi suasana hati pada saat itu rada rada tegang.

Sesampainya di rumah hayati minggu pagi, sambutan yang ramah baik berkesan dikupasin buah makan bersama menjelang malam komunikasi kita tidak lagi langsung walau dalam satu rumah beda ruangan.lewat bbm kala itu.untuk menjaga niat baik saya.wajar terlintas rasa ingin itu ada tapi masih bisa mengontrol diri ingat tujuan awalnya.

Malamnya pun kita tertidur pulas hingga menjelang subuh maklum habis perjalanan jauh 10 jam jarak tempuhnya.

Setelah sholat subuh terjadi gejolak banyak pertanyaan yang datang dari aku sendiri pertanyaan yang adalah

"Salah kah aku,bila melepaskan lestari?"

"Termasuk dalam kategori dzolim ga,aku ini"

"Lestari atau hayati?"

Sampai pagi pertanyaan belum ada jawaban dari saya dan biarlah nanti ada jalan keluar yang terbaik saya hanya bisa berdoa sedang usaha sudah dalam proses.

Sekitar pukul 09.00 hayati mengajakku makan istilah anak sekarang nge-date atau hang out kalinya.

Duh malu nich cowok kalah cepat ke kasir.

Sepulangnya dari makan obrolan kita berlanjut,aku banyak menjadi pendengar setia saja.banyak cerita yang bikin haru trenyuh dan salut atas semua yang telah diperjuangkan. Yang pada akhirnya saya berani mengatakan bahwa pertemuan ini akan berlanjut.

"Hayati manusia tiada yang sempurna pasti ada lebih dan kurangnya, kalau lebih saya yaqin setiap orang mudah bisa menerima tetapi kurang tidak semudah menerima kelebihan, terlepas dari itu semua, kedatangan ku sudah terpenuhi bila kita diberikan jodoh akan bersatu dan itu aku berharap yang terbaik.

Dan dari semua pertanyaan yang ada pada diriku saat saat mau pamitan semua terjawab sudah.

Saya salut sama dia,hayati yang tidak egois penuh keterbukaan membuat saya lemas hati dan kaki ini tak mampu bergerak mulut terkunci, hampir air mata keluar,ucapan hayati sangat menyentuh hati yang paling dalam. Pudar hilang kenapa harus aku dan kenapa harus hayati .semua terjadi atas kehendak tuhan.

"Mas sebelum nya saya minta maaf,bukan berarti saya mendahului yang kuasa,menurut dokter secara medis saya sulit punya keturunan " seperti drop darahku mendengar jawaban dari hayati.

Penuh kedewasaan tidak menutupi hal yang penting tidak egois dan tegas.

Saya yaqin semua berpulang ke hati dan perasaan,ini tidak mudah bagiku untuk mengambil keputusan tapi karena saya juga tipekal laki laki yang punya prinsip dan keinginan kuat jadi berusaha tetap tegar.

Saya punya jawaban sendiri dan butuh waktu dan berhati hati menjaga perasaan hayati.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED