Sampul Novel ABIKA (ABIMANYU DAN CEMPAKA)

ABIKA (ABIMANYU DAN CEMPAKA)

8.3 / 10.0
Kecewa atas perlakuan buruk Abimanyu, Cempaka pergi mengasingkan diri ke Amerika selama dua tahun. Begitu pulang ke tanah air demi orang tuanya, sebuah rahasia besar justru memaksa Cempaka menerima kembali kehadiran pria itu. Namun, rasa sakit yang terus berulang membuatnya memilih kabur lagi. Abimanyu pun menyusul ke Amerika untuk menjelaskan segalanya. Di sana, misteri masa lalu serta alasan di balik sikap dinginnya selama ini akhirnya terbongkar.

ABIKA (ABIMANYU DAN CEMPAKA) Bab 1

Cempaka Akshita Atmaja namaku, usiaku baru sepuluh tahun saat mengenal dirinya. Aku tahu benar jarak usia kami jauh, saat itu saja usianya sudah delapan belas tahun.

Kata tante Bunga cinta tak memandang usia, ya mungkin memang begitu. Namun seiring berjalannya waktu ia mulai menjauh dariku. Menjaga jarak dan selalu ketus terhadapku. Nama pria pujaanku adalah Abimanyu Ernesto, Ernesto adalah nama tengahnya. Neneknya 'Mbah Sri' begitu aku memanggilnya, beliau mengatakan nama belakangnya pantang disebut karena hanya akan mengingatkan kesedihannya ditinggalkan oleh kedua orangtuanya yang pergi ke negeri lain dan meninggalkannya bersama sang nenek.

Seiring berjalannya waktu semakin banyak luka yang ia torehkan. Selama ini aku berusaha mentoleransi segala tingkah lakunya yang dingin dan menjadi seorang playboy.

Walaupun dia tidak banyak bicara terhadapku, dulunya kupikir dirinya memang pendiam tetapi ternyata berbeda jika berhadapan dengan wanita lain. Ia selalu ramah dan murah senyum.

Sampai pada akhirnya hatiku mulai meragu dan aku merasa kalah. Perjuanganku agar terlihat pantas di hadapannya selama ini tampak sia-sia saja.

Inilah kisah perjuangan cintaku. Seperti kata mami, "Hidup penuh perjuangan Nak."

Saat ini aku sudah menyelesaikan pendidikan strata dua di usia ke 24 tahun sekarang ini. Papi memintaku untuk kembali, hatiku meragu akankah aku sanggup kembali bertemu dengannya?

*****

"Mami, siapa jemput Cempaka?" tanya Jovan kepada istrinya.

Alma yang sedang menata makan siang suaminya di showroom mereka menghentikan kegiatannya dan menatap suaminya itu.

"Mau balik sendiri katanya dia nggak mau dijemput," jawab Alma.

Jovan mendengus kemudian berjalan ke arah wastafel dan mencuci tangannya.

"Tadi juga waktu dia telepon, Papi juga udah tawarkan mau jemput dia nggak mau," ujar Jovan lagi.

"Dia katanya mau singgah ke suatu tempat untuk mengurus sesuatu," ujar Alma.

"Aku khawatir dia nggak akan mau di Indonesia lagi lho, perasaanku begitu. Terlalu lama tinggal di luar negeri membuat anak itu keasYikan dan lupa tanah air," keluh Jovan seraya duduk di depan istrinya dengan cemberut.

"Iish Papi ih ... jangan bilang begitu, anak kita nggak mungkin begitu ah!"

Abimanyu yang sedari tadi ada di ruangan yang sama dengan mereka, dan sedang menyelesaikan laporan bulanan menyimak setiap perkataan pasangan paruh baya tersebut. Ia jelas tahu siapa yang mereka bicarakan. Gadis manja usil yang selalu merecoki dirinya dan tak tahu malu sering kali menyatakan suka padanya, akhirnya kembali lagi.

Abimanyu sebenarnya juga penasaran bagaimana penampakan Cempaka sekarang sudah lama sekali rasanya ia tak melihat gadis itu. Terakhir kali pertemuan mereka jelas sekali jika gadis itu selalu berusaha menghindarinya, tentu saja ia tahu sebabnya. Mungkin gadis itu, saat ini sudah sadar sekarang bahwa mereka tidak sederajat. Apalagi Cempaka sudah sukses, pastinya di negeri Paman Sam sehingga ia jarang sekali pulang jika tidak ibunya yang memaksa.

Ponsel Alma berdering wanita itu segera beranjak mengangkatnya.

"Halo Nak."

"Mami, Cempaka masih sibuk nanti malam saja ya ke rumah?" ujar Cempaka yang tampaknya sedang sibuk, di belakangnya tampak terdengar bising suara kendaraan sepertinya anak itu sedang berada di pinggir jalan.

"Kamu menginap di rumah kan?" tanya Alma.

Terasa ada jeda sebelum Cempaka menjawab, "Nggak Mami, Cempaka nanti di apartemen saja. Cempaka masih harus meeting dengan Om Marco Wijaya." Suara Cempaka dengan rasa bersalah, ia tahu orang tuanya pasti sudah rindu berat padanya. Namun ia memang harus bertemu dengan Marco sekarang sebelum pria itu ke Bandung.

Alma menghela napas, ia kecewa tetapi apa daya demi masa depan putrinya juga. Anak itu tidak mau membebani orang tuanya ia ingin mandiri tanpa memanfaatkan nama besar keluarganya.

"Harus ya ketemu Marco sekarang?" tanya Alma lagi.

"Iya Mami, maaf ya cantik. Emmuuach," rayu Cempaka.

"Ya sudah kalau begitu, tapi kamu tetap harus singgah di rumah ya Nak. Semalam apapun kamu datang kami akan tunggu," pinta Alma, kemudian menutup telepon setelah mendapatkan jawaban dari Cempaka.

Abimanyu mengerutkan dahinya penasaran saat mendengar nama Marco disebut. Pastinya tidak lain adalah Marco Wijaya.

'Ada hubungan apa antara Cempaka dengan Marco?'

Ώ

Setelah bertemu dengan Marco, Cempaka langsung ke showroom karena ternyata pertemuan dengan Marco tidak membutuhkan waktu yang lama. Ia melirik jam tangannya yang masih menunjukkan jam empat sore pastinya ia masih sempat untuk singgah. Akhirnya setelah dua tahun berlalu hari ini ia kembali bertemu dengan keluarga intinya.

Cempaka lalu turun dari taxi online dan dengan menyeret kopernya membawanya menuju kantor ayahnya. Sepanjang jalannya ia tak lupa untuk menyapa para pegawai ayahnya. Jantungnya berdetak kencang, ada satu orang yang sangat ia rindu sekaligus juga paling ia enggan temui. Namun apa daya saat ia menyandarkan kopernya di sebelah sofa dalam ruang tunggu dan membalikkan badan, ternyata orang tersebut telah berada di anak tangga paling bawah menatap ke arahnya dengan bersandar pada pegangan tangga seraya membawa cangkir kopi.

Cempaka terkejut kemudian memalingkan wajahnya menuju pantry karyawan. Ia tidak Sudi melewati orang tersebut, bertemu kembali membuat hatinya jengah bukan main. Cempaka mengacuhkan orang itu dan menyibukkan diri sesampainya di pantry. Cempaka melihat banyak makanan tersaji di sana dan memutuskan untuk membuat teh hangat untuk dirinya, seleranya bangkit melihat aneka jajanan khas nusantara. Ia mengalihkan perhatiannya dari suara langkah kaki di belakangnya yang kemudian disusul suara kaca beradu dengan wastafel. Rupanya pria itu kesal ia acuhkan, biar saja toh pertemuan terakhir mereka juga sungguh tidak enak diingat dan membuatnya memutuskan untuk kembali ke Amerika lagi dahulu, tetapi ingatannya akan saat itu tak jua menghilang.

Pikiran Cempaka melayang kembali mengingat kejadian pada saat hampir dua tahun yang lalu. Awal mula kejadian di mana ia segera membuat keputusan untuk kembali ke Amerika.

Ώ

Cempaka Akshita Atmaja tiba di bengkel besar Stromderdil milik ayahnya Jovan Adhi Atmaja. Tadi ayahnya menyuruhnya singgah ke bengkel guna mengambil vitamin ayahnya yang tertinggal di kantor, sedangkan bengkel yang sudah pasti tutup jam delapan seperti saat ini, karena bengkel sudah tutup sejak jam lima sore.

Cempaka memarkirkan mobilnya persis di sebelah mobil city car berwarna merah. Kemudian melangkah membuka pintu samping menggunakan kunci cadangan miliknya.

Baru beberapa langkah memasuki lantai dua, ia mendengar suara desahan dua anak manusia sedang memadu kasih. Suara sang pria ia tahu pasti siapa gerangan, suara itu sampai membuat bulu kuduknya meremang. Cempaka menggelengkan kepalanya yang tertutup oleh rambut berwarna coklat dan tergerai indah. Mencoba mengindahkan firasat buruk yang tiba-tiba bercokol di hatinya. Tidak mungkin pria itu berbuat seperti ini. Dengan langkah berat Cempaka memberanikan diri mendekati asal suara itu. Seketika matanya membelalak menatap adegan syur yang berada di depan matanya. Pria itu memeluk erat seorang wanita yang sudah telanjang bulat bersandar pada tepi meja dengan salah satu kakinya berada dalam rengkuhan tangan kiri sang pria, dan sedangkan sebelah tangannya yang lain memeluk erat pinggang sang wanita merapatkan tubuh telanjang mereka. Mulut mereka saling melumat, lalu milik sang pria memompa, menghujam dalam-dalam sang wanita hingga lenguh kenikmatan terlepas bebas dari mulut keduanya.

Cempaka terpaku tak dapat bergerak, airmatanya sudah jatuh bercucuran tak terbendung lagi sedangkan bahunya bersandar pada sudut tembok. Matanya tak bisa teralihkan dari pemandangan di depannya. Disaat yang bersamaan ulu hatinya terasa seperti tertekan oleh bongkahan batu dan pecah berkeping-keping. Cukup sudah!

Saat itu juga sang pria menyadari jika mereka berdua tidak sendirian. Ia melirik ke arah Cempaka dengan tatapan tajam mengejek. Ia bukannya menghentikan aktivitasnya, tetapi malah semakin gencar menghujamkan miliknya menusuk inti sang wanita sedangkan sang wanita hanya bisa menjerit dan mengalungkan kedua tangannya di leher sang pria.

Wajah Cempaka memucat dan rasa sesak di dadanya semakin menjadi. Cepat-cepat ia berbalik badan, dengan langkah kaki yang lemah dan terseok-seok segera mengambil vitamin sang ayah dan memaksakan dirinya untuk kembali ke arah mobilnya. Ia lupa jika tadi meninggalkan inhaler miliknya di dasbor mobil.

Sesampainya di mobilnya ia segera menunduk di atas kemudi. Kemudian merendahkan tempat duduknya setengah berbaring dan menghirup inhaler-nya beberapa kali. Ia tak menyangka penyakit sesak nafasnya kambuh di saat begini. Jika ia harus melihat kejadian seperti itu, sebaiknya mungkin ia takkan kembali saja dan menemani si kembar adik sepupunya di Utah Amerika saja.

Keputusannya kembali ke tanah air untuk menggapai cintanya sepertinya sia-sia saja.

Apa yang harus aku lakukan? Merelakan cinta yang selama ini ku jaga. Lalu aku pergi dan membuka hati untuk cinta yang baru? Ataukah berusaha lagi memperjuangkan cinta ini?

"Halo Tante Bunga."

"Iya Nak ?"

"Mbak jadi menerima pekerjaan di Dallas tante."

"Bagus kalau begitu segera kemari ya. Tetapi kamu harus pergi ke San Antonio terlebih dahulu."

"Siap Tante."

"Oh ya Nak, Tante tak ingin melihat wajah kesedihanmu di sini, ok? Tante rindu wajah ceria Cempakaku," ujar Bunga dikala waktu itu.

Ώ

Kembali ke masa kini. Cempaka mengerjakan matanya menghalau air mata yang siap meluncur membasahi pipinya. Saat itu ucapan telepon sang bibi sudah merupakan firasat baginya. Ia merasa keputusannya untuk kembali ke Amerika adalah pilihan yang sangat tepat.

Cempaka menghembuskan nafas mencoba menetralkan detak jantungnya yang tak berhenti berdetak keras karena keberadaan pria yang selalu saja bisa membuat hati ya berbunga-bunga dan juga sakit seperti diremas-remas hanya dengan bertatap muka saja. Dua tahun tak bertemu dan pria itu masih juga menimbulkan efek pada tubuhnya, membuat sarafnya menegang dikala ia merasakan hembusan hangat di tengkuk dan dua tangan kekar berbulu menghimpit dari belakang. Cempaka bisa merasakan keras dan bidangnya tubuh Abimanyu yang sekarang menempel pada tubuh bagian belakangnya, seperti ini.

"Jadi, sekarang kamu kembali dan memutuskan untuk mengacuhkanku begitu?" tanya Abimanyu dengan suara serak persis di sebelah telinga kanan Cempaka.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi ABIKA (ABIMANYU DAN CEMPAKA)

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly, siswi berprestasi, menyimpan rahasia medis yang memalukan. Ia mengidap galaktorea yang membuatnya memproduksi ASI tanpa pernah hamil. Saat rasa sakit akibat kondisi hormon ini tak lagi tertahankan di sekolah, ia terpaksa meminta tolong kepada gurunya di ruang guru. Kejadian tak terduga itu menjadi awal mula rahasia mereka. Hubungan guru dan murid ini pun perlahan berubah menjadi jalinan asmara rumit yang sangat berisiko bagi keduanya.
Sampul Novel En-PD153
8.9
Kekasih lama yang kusangka sudah mati tiba-tiba kembali dengan membawa wanita hamil yang katanya telah menolongnya. Dengan lancang, dia menyuruhku tinggal bersama mereka dan menawarkan janji pernikahan palsu demi menikahi perempuan itu. Sebagai putri bangsawan sekaligus menantu dari dinasti konglomerat, aku menolak menjadi simpanan. Jika dia memilih melepaskan kemewahan ini, aku akan memastikan dia jatuh miskin tanpa sisa.
Sampul Novel En-PD158
8.7
Demi menyembuhkan putra kandungnya dengan Lin Yanran yang terkena leukemia, Zhou Yu'an meminta cerai setelah tiga tahun pernikahan. Ia memohon kepada sang istri agar diizinkan memiliki anak lagi dengan mantan kekasihnya itu sebagai pendonor sel penyelamat. Di balik janji setianya untuk kembali setelah proses medis selesai, sang istri justru menemukan pesan provokatif dari Yanran yang telah menanti kedatangan Yu'an untuk menghamilinya malam itu juga.
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Menjebak Ivander dalam pernikahan paksa rupanya menjadi penyesalan terbesar bagi Nada. Meski begitu, cara ekstrem ini adalah satu-satunya jalan agar ia bisa mendampingi pria yang dahulu pernah ia hancurkan hidupnya. Terbelenggu rasa bersalah, Nada kini bertekad menebus dosa masa lalu lewat pengabdiannya sebagai istri. Namun, mampukah ketulusan Nada melunakkan dinginnya kebencian Ivander, ataukah perjuangannya meraih maaf justru berujung sia-sia?
Sampul Novel LEMBAYUNG CINTA
9.2
Dalam kisah romansa modern ini, Rangga begitu terpikat oleh sosok Davina hingga merasa sangat terobsesi. Demi memikat wanita impiannya tersebut, Rangga rela menyusun berbagai rencana dan menempuh segala metode untuk menarik perhatiannya. Ia tiada henti berupaya membangkitkan simpati Davina, berharap perasaannya yang mendalam akan berbalas. Perjuangan gigih sang pria demi memenangkan hati wanita pilihannya menjadi inti dari perjalanan cinta yang penuh ambisi ini.
Sampul Novel MENYUSUI MAFIA KEJAM
8.6
Alena Adriani Quensyah harus menghadapi kenyataan pahit setelah orang tuanya tega menjadikannya jaminan utang kepada gembong mafia yang sangat kejam. Kini, hidupnya bagai di balik jeruji besi, ditambah dengan bayang-bayang trauma masa lalu yang terus menyiksa batinnya. Di tengah situasi pelik ini, Alena bertekad mencari tahu alasan keluarganya tega menelantarkannya. Mampukah ia bertahan hidup dan menemukan kembali orang tuanya?

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED