Lily memasuki pelataran parkir apartemen elit pacar hangat terbarunya sambil berlari-lari kecil. Disebut pacar hangat terbaru karena mereka memang baru saja jadian dua minggu yang lalu. Jangan ditanya ini pacar ke berapa ya? Karena nggak bakalan bisa kehitung saking banyaknya.
Tapi kalau maksa pengen tahu juga, ya kira-kira seperti saat kita menghitung taburan bintang dilangit sih, satu dihitung, eh satu lagi tetiba muncul. Seperti itulah jumlah mantan Lily. Definisi secara significant nya adalah tidak terhingga!!
Berbalut crop top putih dengan tulisan dumb him dipadu dengan rok mini kulit ketat dua puluh centimeter diatas lututnya, penampilan spektakuler Lily sukses membuat para pria yang sedang duduk-duduk santai di lobby apartement menelan salivanya sendiri.
Sampai saat bayangan tubuh Lily menghilang di ujung lorong lobby menuju lift pun, kepala mereka masih saja setia terarah serempak pada sosok seksi menggoda jiwa raga Lily yang saat ini bahkan sudah masuk kedalam lift.
Lily saat ini terburu-buru kembali lagi ke apartemen Tristan, karena dia tadi siang secara tidak sengaja meninggalkan ponselnya disana. Hidup tanpa ponsel itu sama saja seperti nasi bungkus tanpa karet, awur-awuran Cuy!!!
Setelah lift berhenti diangka tujuh, Lily pun segera menekan password apartement yang terdiri dari angka kombinasi tanggal lahirnya. Supaya Saya selalu teringat padamu, Sayang. Itulah alasan Tristan saat menggubah password apartemennya. Lily sih cuma ketawa aja. Laki-laki tanpa gombal itu mah ibarat nasi goreng gak pake telur, yang artinya kurang afdol Cuy!!
Baru saja kakinya sampai diruang tamu, Lily sudah mendengar desah-desah seperti orang kepedasan dari arah kamar. Radar kepo tingkat akut nya pun mulai bereaksi, ada apakah gerangan didalam sana?
Saat pintu kamar di buka tiba-tiba oleh Lily, tampak sepasang manusia sedang main smack down sambil piting-pitingan dengan suara ah uh ah yang berasal dari ranjang pacar hangat terbarunya. Tristan dan sahabat terlamanya juga, Diana.
Melihat pintu kamar yang terbuka secara tiba-tiba membuat sepasang manusia mesum itu kaget bukan alang kepalang. Apalagi saat mereka tahu bahwa sosok Lily lah yang sudah memergoki kecurangan mereka berdua di belakangnya.
Tristan membuka mulutnya tapi akhirnya menutup nya kembali karena bingung tidak tahu harus membela diri seperti apa. Dalam hatinya dia luar biasa menyesal karena tadi mengikuti hasrat kelelakiannya saat Diana tadi muncul tiba-tiba dikamarnya karena ingin mengambil ponsel sahabatnya, Lily.
Sedangkan Diana, keadaannya kurang lebih sama. Dia juga sungguh menyesal telah mengikuti hasrat liarnya untuk menggoda Tristan yang memang sudah disukainya sedari mereka SMA dulu. Satu hal yang tadi dia lupakan, Tristan itu milik Lily, sahabat luar biasa baiknya.
Lily itu walau berasal dari keluarga kaya, tetapi dia itu tidak ada jaim-jaimnya berteman dengan orang-orang yang kurang beruntung nasib nya seperti dirinya. Dulu di sekolah dia cupu dan miskin, tidak ada yang mau berteman dengannya. Sampai akhirnya si flawless Lily, begitu julukannya di sekolah, mau berteman dengannya sekaligus membantu keuangan keluarganya.
"Udah, lo lo pada nggak usah ngejelasin apa-apa sama gue. Because the more you lie, the smaller you seem.
Sebenernya gue malah mau mengucapkan terima kasih sama kalian berdua. Karena dengan adanya kejadian ini, gue jadi nggak harus capek-capek mikirin cara buat mutusin lo Tan. Karena jujur, gue juga udah bosen sama lo. Jadi lo nggak usah pasang muka sok merasa bersalah lo itu didepan gue, karena gue mah kagak ngapa-ngapa juga Tan. Lain cerita kali kalo gue emang cinta beneran sama lo, mungkin gue bakalan nangis guling-guling sambil goyang oplosan dimari.
Ini ponsel gue, gue ambil ya? Gue cabut dulu Cuy?Semoga hubungan kalian berdua langgeng sampe belum dapat yang baru lagi ya?! wassalam." Dan Lily pun bersiap melangkah keluar dari kamar mantan pacarnya itu.
"Ly, gue minta maaf. Gue sama sekali tidak bermaksud mencurangi lo. Gue cuma terbawa suasana aja. Kita masih pacaran kan?kasih gue kesempatan sekali lagi Ly. Gue akan buktiin, kalo gue bakal setia sama lo."
Tristan masih saja berupaya menahan Lily. Yang herannya terlihat biasa-biasa saja setelah mencyduknya. Kalau cewek lain pasti udah nangis bombay semlohai sambil mengarak ramai-ramai mereka berdua. Ini si Lily malah nyantai macam dipantai, seolah-olah tidak ada kejadian. Lily ini menang sesuatu banget sifatnya.
"Setia sama gue sampai kapan? sampai lo bisa nidurin gue begitu? sorry to say ya mantan pacar, didunia ini hal yang paling gue benci itu adalah penghianatan. Gue emang playgirl, tapi gue gak pernah sekalipun berselingkuh dibelakang mereka. Kalau gue merasa bosan, maka gue bakalan mutusin mereka dulu, baru gue nyari someone new.
Jadi gue udah clear duluan dengan para mantan gue yang jumlahnya kayak orang ngantri sembako dipasar murah seminggu sekali itu. Yang intinya, kami tidak saling menghianati dan mencurangi.
Gue ridho ikhlas lahir bathin, terhadap hubungan lo ini dengan Diana. Gue bukan penganut faham karena nila setitik rusak susu sebelanga. Gue udah kenal dia lama, dia baik, terlepas dari sikap penghianatnya ini ya? ibarat kata 10 kebaikannya, 2 keburukannya, ya masih manusiawi lah, namanya juga manusia tempatnya salah dan dosa kata Bunda Dorce Gamalama.
Tapi itu bukan berarti gue bisa dekat lagi dengan kalian berdua seperti sedia kala ya? Bukan apa-apa, dihati kecil gue, gue udah kehilangan respect terhadap lo berdua, jadi sikap gue juga pasti tidak akan sama lagi terhadap lo berdua. Hal itu selain tidak sehat juga hanya akan menyakiti kita semua. Better kita saling menjaga jarak, tetapi tetap saling support dan mendoakan dari jauh aja.
Cieee bahasanya Cuy, menggugah rasa amat yak? hahaha
Udah ya pembicaraan siraman rohani dan baper-baperannya. Duh jadi berasa kayak Hafiz gue, ketua Rohis (Rohani Islam) kita waktu SMA dulu
Dian. Gue cabut dulu, mau ngecengin babang-babang tamvan eksmud yang pada baru pulang kantor. Kan sekarang gue udah kagak punya pacar? Doain gue dapet lima sekaligus ya?! Bye bye mantan pacar dan mantan sahabat!!!"
Dan Lily pun mulai beraksi menggoyang pinggul seksinya berjalan keluar menuju lift yang dipenuhi para eksmud berdasi.
"Gue bersumpah akan ngedapetin lo kembali flawless lily, gue bersumpah!!!" Diana yang mendengar Tristan bersumpah sambil mengkertakkan giginya cuma bisa mengelus dada. Tristan memang sama sekali tidak mencintai dirinya.Dia memang bodoh, mencoba menjadi selir hati Tristan yang bahkan menyukainya saja pun tidak. Dan kini dia malah kehilangan sahabat sejatinya, semua itu akibat dari keserakahan dan kebodohannya sendiri!!!
===================
Lily tiba di club Exodus tepat pada saat suasana club sedang panas-panasnya. Mata kucing nya mulai memindai para cogan-cogan yang sedang hangout disana dengan teliti, mencari siapa kira-kira yang bisa diajak membunuh sepinya malam ini.
Senyum manisnya langsung berkembang saat pandang matanya terhenti pada satu sosok maskulin yang penampilannya laki abis,memasuki ruangan. Tanpa ragu-ragu Lily langsung mendekati sosok gagah yang tengah duduk sendirian dipojokan.
"Hallo Bro, boleh kenalan nggak?" Lily mulai menebarkan jala pesonanya pada pria tampan rupawan yang kini sedang menatapnya tajam.
"Kenapa anda mau berkenalan dengan saya?"
"Ya itu karena saya punya matalah?"
"Excuse me?"
"Iya karena saya punya mata, makanya saya bisa melihat kalau anda adalah laki-laki yang paling hawt disini."
Lily mengedipkan sebelah matanya dengan genit pada sosok yang kini memandangnya dengan tatapan penuh spekulasi itu.
"Begitu? Kalau cowok yang pakai kemeja biru itu, anda tidak tertarik?" Pria itu menunjuk pada pria tampan putih mulus ala oppa-oppa Korea yang sedang duduk santai sambil menyesap vodka di samping meja bartender.
"Mana? yang itu?" Sang pria tampan pun mengangguk.
"Lain kategori dong Bro. Kalau anda kan laki abis, kalau dia, abis lakinya." Sahut Lily santai.
"Karena anda sepertinya tidak tertarik untuk berkenalan dengan Saya, saya cabut dulu ya? ada penampakan keren abis yang baru muncul tuh disana. Bye Ganteng."
"Tunggu dulu! siapa bilang saya tidak tertarik untuk berkenalan dengan anda?kenalkan Saya Tegar Putra Mahameru, just call me Heru. And you?"
"Liberty Delacroix Adam. Call me Lily. Berhubung kita sekarang sudah resmi kenalan, berarti saya sudah boleh elus-elus dada kamu yang nduselable ini kan?" Tanpa menunggu balasan siempunya dada, Lily langsung saya mengelus-elus dada Heru dari balik kemeja tipisnya.
Ini cewek selain cantik dan seksi abis, juga sukses membuat adik kecilnya seketika terbangun dari tidur panjangnya. Namun sayangnya sikap agresif dan mesumnya itu sungguh luar biasa. Ternyata ada juga manusia modelan begitu di dunia ya? batin Heru.
Lily bergoyang seksimes alias seksi-seksi mesra bersama dengan Heru yang juga bergoyang machones alias macho-macho mesum. Diiringi lagu Without You nya Avicii. Lily yang tadinya begitu agresif dan terus saja mepet-mepetin Heru sambil mendesah-desah manjah, mendadak mulai meper-meper dan mundur pelan-pelan menjauhinya.
Bagaimana dia tidak jiper, Heru walaupun sambil bergoyang tapi tangannya sangat multi tasking sekali. Menyentuh, membelai, meraba-raba, walaupun itu semua dilakukannya dengan nyaris tidak kentara, tetapi lama kelamaan Lily risih juga.
Set dah kalah prediksi dia sekali ini. Dipikirnya bakalan amanlah kalau menggoda pria-pria dingin modelan kulkas begini, eh taunya ini mah modelan kulkas rusak, soalnya sebentar panas sebentar dingin. Yang begini ini mah namanya nyeremin Cuy!!
Heru yang sudah mulai merasa kalau gadis seksih manjah yang sedari tadi sibuk mendesah-desah seperti orang yang kepedesan sehabis makan sambel itu,kini mulai mengambil langkah teratur untuk menjauhinya.
Huh!! takut juga dia rupanya. Heru tahu, Lily mulai resah saat merasakan tangannya yang terus saja bergerilya mencari-cari sasaran empuk untuk di raba-raba. Dalam hati Heru tertawa melihat Lily yang semakin lama tampak semakin gugup saja, saat dia menatap dalam-dalam mata indahnya .
Tadi aja semangat sekali memancing dan menggoda-godanya. Eh giliran dirinya benar-benar tergoda, dia malah ketakutan sendiri. Huh dia kira gampang apa bisa melepaskan diri darinya?
Heru mulai memunculkan senyum smirknya, dan secara tiba-tiba langsung memeluknya erat sambil terus bergoyang. Karena eratnya pelukan Heru,Lily sampai bisa merasakan liatnya otot-otot dada dan gerakan ekspresif sesuatu yang bergerak-gerak dibawah perut Heru. Lily langsung shock dan mencoba mendorong-dorong gelisah dada Heru sambil otaknya terus berfikir bagaimana caranya agar dia bisa lolos dari masalah yang dibuatnya sendiri ini.
Sebenarnya bisa saja dia mendorong kasar dan menghajarnya dengan jurus-jurus bela diri yang sudah menjadi makanan wajibnya sehari-hari sedari kecil. Te-ta-pi pantang bagi nya untuk terlihat takut terhadap apapun dan siapapun. Gengsi dong kalau dia disangka ketakutan terhadap Heru, secara dia itu playgirl gitu lho,mana ada sejarahnya seorang playgirl takut terhadap mangsanya sendiri kan?
Drttt..drttt..drtttt..
Alhamdullilahhh bunyi getaran ponsel menyelamatkannya dari si pria dingin tapi mesum itu barang sesaat.
Wajah Lily langsung panik saat melihat nama sipemanggil adalah Axel,
kakaknya!!!
Aih Mak Jang!
Onde Mande!
Ikan Lele!!
Saking asiknya ngedance dia sampai lupa waktu. Axel pasti tadi sudah mengabsen keberadaannya pada Bang Gultom dirumah. Dan pasti juga pengawal pribadi keluarganya yang sudah sepuh itu gelagapan saat harus berbohong demi dirinya.
Bang Gultom dulu adalah pengawal pribadi handal kepercayaan ayahnya. Lily ingat, bahwa lebih sering Bang Gultom lah yang mengasuhnya saat kecil, dibandingkan dengan orang tuanya sendiri, saking sibuknya mereka. Lily kecil pun akhirnya memilih untuk mengekori Bang Gultom saat Sang Pengawal itu sibuk melatih setiap anggota baru yang ingin mengabdi pada Pierre Delacroix Adam, Ayahnya, mafia yang paling ditakuti saat itu.
Makanya Lily kecil tumbuh besar dengan asuhan para laki-laki kasar pengawal ayahnya, yang kerap kali mengajarkannya tinju dan ilmu martial art lainnya, dibanding dengan bermain masak-masakan dan boneka.
Setelah kematian kedua orang tuanya karena kecelakaan lalu lintas saat dia masih berumur sepuluh tahun itu, masa kecil Lily lebih mengenaskan lagi. Dia akhirnya diasuh secara bergantian oleh para pengawal yang lainnya, karena Bang Gultom harus melatih dan mendidik Axel yang dipersiapkan untuk menggantikan kedudukan ayahnya.
Drttt...drttt...drtt...
Lily tahu, sebelum dia mengangkat teleponnya, maka Axel tidak akan pernah berhenti untuk terus menerus melakukan panggilan padanya.
"Ha—halo Kak Ax—"
Kamu sekarang ada dimana hah? Udah jam berapa ini? Apa kamu sudah tidak mau pulang lagi kerumah? Sudah yakin bisa hidup mandiri?!! kalau begitu mulai besok, tidak ada lagi transfer-an dana dari kakak ke rek—"
"Lily sekarang ada di kost-kost-an nya Senja Kak. Ini Lily udah mau jalan pulang."
Kost-an nya Senja? itu suara music jedag jedug begitu kamu masih berani bilang ada di kost-an Senja?
"Ahelah Kak, ini salah satu temen si Senja ulang tahun. Jadi kami pasang musik di mari.Ya udah Lily jalan pulang nih sekarang. Jangan bahas-bahas soal dana transferan dong kak?topik sensitif itu mah!bahkan lebih sensitif dari issue tetap atau ganti presiden. Lepas tu kan—-"
Anggap kakak percaya dengan kata-kamu. Kalau kamu memang sedang berada di kost—an Senja,!kakak tunggu kamu dirumah dalam waktu dua puluh menit dimulai dari sekarang!!
"Ahelah Kak, dipikir Lily lagi ikutan kuis apa? Kakak se—"
TUT...TUT...TUT...
Saolohh, pake langsung dimatiin segala lagi langsung teleponnya. Belum lagi selesai ngomong. Tapi yo wes lah, toh jarak dari kost-an Senja dan rumahnya deket pake banget. Ngesot bentaran juga langsung nyampe itu kerumah.
Eh tapi bentar-bentar, perasaan koq ada yang salah sama kata-kata batin nya sendiri tadi. Tapi apa ya?
Astaganaga buaya di rawa-rawa!!! Saat ini kan dia bukan beneran ada di kost-an Senja? tapi di Exodus?!!Bagaimana caranya dia bisa sampai rumah dalam waktu dua puluh menit coba, Amang oiii?!!
"Sudah selesai semua urusan kamu dengan kakakmu!" Heru yang sedari tadi menguping pembicaraan Lily, bisa mengerti sedikit-sedikit dari penggalan kata-kata yang dicuri dengarnya tadi. Dan kini dia ingin melihat aksi si gadis seksi dalam menyelesaikan semua kebohongan absurdnya pada kakaknya tadi.
Lily yang sebenarnya sedang kebingungan dalam menyelesaikan misi nya pada kakaknya, sama sekali tidak membalas pertanyaan Heru. Dia hanya sedang mengira-ngira jarak jatuh sembilan puluh derajat nya Heru, apabila dia melakukan tae tee kao (pukulan dengkul) dan itu artinya tubuh si babang tamvan akan jatuh tepat pada, oh tidakkkk!!! itu tepat jatuh didepan meja bartender yang dipenuhi segala minuman yang muahalnya selangit.
Bisa jadi gembel mendadak kalau dia memukul kearah sana. Ahaaa!! akhirnya bergerak juga dia!!
Heru yang melihat Lily diam saja pun segera menghampiri sang gadis cantik yang saat ini sedang berjalan santai ke sudut ruangan yang agak sepi. Begitu Heru sampai pada titik yang dia harapkan, Lily secepat kilat melakukan tendangan pada lututnya, sehingga Heru yang tidak menyangka akan diserang secara tiba-tiba, langsung rubuh karena tertekut lututnya. Lily pun tidak menyia-nyia kan kesempatan, langsung melakukan chok tee sok atau menyikut kedua rusuk Heru sekuat tenaganya, sampai sosok kekar itu mengaduh kesakitan!!
Melihat musuhnya sedang dalam keadaan tidak berdaya, Lily pun segera kabur secepat mungkin seperti saat Naruto mempraktekkan jurus seribu bayangannya dan berlari sekencangnya menuju tempat parkir.
Lily tiba dirumah dalam waktu lima puluh menit, walaupun dia sudah ngebut gila-gilaan saat mengendarai mobil. Dengan mengengendap-endap,dia mulai melompati pagar belakang dan langsung berlari kencang menuju kamarnya.
"SELAMETTT!!" Ucapnya sambil menarik nafas panjang, karena bisa masuk kamar dengan aman tanpa di pergoki oleh kakaknya.
"Selamet dari apa?" Tiba-tiba semua lampu dikamarnya menyala, dan dia melihat kakaknya berdiri didepan jendela kamarnya sambil bersedekap.
"Huaaaaa!!! kakak bikin kaget Lily aja?"
"Manget-manget makan nasi sama ayam goreng." Lily menepuk-nepuk dadanya sendiri karena kaget.
"Gak usah lebay!! karena kamu terlambat, sekarang push up tiga puluh kali dan squat jump dua puluh kali. Lakukan dimulai dari se-ka-rang!!!"
"Saolohhh Kak, ini udah tengah malem lo Kak. Kakak tau sendiri kan, kalau olah raga malem-malem itu tidak baik untuk kesehatan. Belum lagi ka—"
"Push up empat puluh kali dan squat jump tiga puluh kali!!"
"Ta-tapi Kak—"
"Push up lima puluh kali dan squat jump empat puluh kali!!!"
"IYA KAK, INI LILY KERJAIN SEKARANG!!!"
Lily baru saja menglock mobilnya,
saat pandangannya secara tidak sengaja tertumbuk pada seorang ibu-ibu penjual buah, yang terlihat kebingungan saat ingin menyebrang jalan. Bagaimana si ibu tidak bingung coba? Kedua tangannya penuh dengan kardus dagangan, sementara ketiga anaknya yang masih kecil-kecil, tampak ketakutan saat melihat padatnya kendaraan yang terus saja berlalu lalang seakan tiada habisnya.
"Ibu mau menyebrang ya?" sapa Lily ramah pada sang ibu.
"Iya Non. Tapi ini mobilnya ndak berhenti- berhenti dari tadi e, Non. Saya dadi bingung. Mana ini anak-anak pada ndak berani nyebrang kalau ndak saya gandeng tangannya." Sahut si ibu dengan logat jawanya yang medok.
"Kalau Ibu nunggu mobil-mobilnya pada berhenti dulu baru nyebrang, ya bisa sampai minggu depan ntar ibu nungguinnya. Ayo, sini biar saya bantu Ibu menyebrangnya.
Adek kecil ini biar kakak gendong aja ya biar cepet?Adik yang ini sama yang ini bisa kakak gandeng tangannya. Jadi Ibunya bisa bawa kardusnya menyebrang juga deh. Oke adik-adik?"
Lily memamerkan senyum manisnya, yang bahkan anak laki-laki berusia delapan dan enam tahun saja pun terpesona dibuatnya.
Pemandangan langka tampak begitu menyejukkan mata. Seorang gadis cantik seksi membantu menyebrangkan seorang ibu dan tiga anaknya itu menjadi santapan rohani bagi para pengguna jalan di siang hari bolong.
Heru yang sedang berkendara bersama dengan Dexter Diwangkara dalam mobil sportnya, sejenak terkesima saat memandang seorang gadis cantik berbalut mini denim skirt dan kemeja polkadot, terlihat menggendong seorang anak kecil kumal. Lengannya yang lain menggandeng dua anak kecil. Ia membantu menyebrangi anak-anak itu jalan raya yang sedang padat-padatnya.
Gadis seksi itu bahkan membantu sang ibu mengangkat kardus dagangannya satu persatu, ke dalam angkot yang akan mereka tumpangi. Gadis itu bahkan tidak tampak jijik, saat tangan sang bocah mengelus-elus pipinya. Mungkin si bocah terpesona melihat kecantikan bathin yang memancar di sana. Sang gadis juga terlihat melambai-lambaikan tangannya pada sang bocah, saat angkot yang membawa mereka perlahan menjauh meninggalkan tempatnya berdiri.
Tidak disangka tidak dinyana, gadis gampangan dan liar seperti dia, bisa menunjukkan juga kebaikan hati terhadap sesama.
"Nggak nyangka gue, iblis kecil itu ternyata baik hati juga." Dexter tertawa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Siapa?"
"Ya cewek seksi tadi itulah. Si Lily, adik kesayangannya Axel, ownernya Astronomix dan beberapa club papan atas lainnya." Dexter menjawab santai.
"Lo kenal sama itu cewek?!"
"Dia itu temen baiknya Marilyn, adik ipar gue. Makanya gue kenal. Selain itu gue dulu kan pelanggan VVIP club kakaknya."
Kali ini Dexter nyengir teringat kebejatan masa mudanya.
"Lo pernah make itu cewek juga waktu lo dulu sering main kesana?" Kali ini mata Heru mulai menyipit berbahaya.
"Gila lo, waktu itu dia masih SMP kali, Ru. Gue bukan pengidap penyakit pedophillia Mas Bro, tapi kalo cuma natap-natap mesum sih iya. Habisnya umur boleh masih belasan tahun, tapi boobs nya set dah 36B kali itu Ru. Remesable banget, sumpahhh!!! Kagak tahan banget gue ngeliatnya Bro, napsuin pengen di—"
"Udah diem lo!!! nyampah banget bacot lo, kayak emak-emak komplek."
Heru menjawab datar sambil menahan emosi. Entah kenapa dia tidak tahan saat Dexter mulai membahas-bahas bagian tubuh Lily.
"Bah! labil amat lo Ru. Tadi lo yang nanya-nanya. Giliran gue jawab elo kayak orang kebakaran seawak-awak. Nggak jelas juga ah lo,Ru—atau lo suka ya sama cewek tadi? mau lo gue kenalin?" Dexter mulai menaik-naik kan kedua alisnya menggoda Heru.
"Nggak perlu. Gue udah kenal sama cewek itu kemaren. Dia yang ngajakin gue kenalan semalam." Sahut Heru kalem.
"Wuihhhh gercep juga lo ya rupanya ya? hahaha..dasar penjahat kelamin sadis lo. Semua cewek pengen lo rasain. Lo nggak kesian apa sama mereka yang cuma lo celup-celup doang tanpa kejelasan?"
"Gue kan nggak pernah maksa mereka semua. Selama mereka suka gue suka kan tidak ada yang dirugikan disini. Gue nggak suka main hati. One night stand itu malah bisa diibaratkan seperti simbiosis mutualisme, yaitu sama-sama dapet enaknya, titik."
"Lo emang penjahat kelamin berdarah dingin Bro, serem gue liatnya. Tapi gue yakin, suatu hari saat lo ntar jatuh cinta beneran dengan seseorang, lo pasti akan berubah menjadi sosok yang bahkan lo sendiri gak akan mengenalinya. Siap-siap aja deh ntar lo jadi budak cinta. Hahaha..dan bila saat itu tiba, gue akan jadi orang pertama yang bakalan ngingetin lo akan kejumawaan lo yang sok nggak mau main hati."
"Lo tunggu aja sampai Donald Trump nyapres di Indonesia."
Lagi-lagi Heru menjawab santai. Mereka semua tidak tahu saja kalau sebenarnya dia pernah jatuh cinta setengah gila pada Camelia Wiraatmaja yang sekarang sudah berstatus sebagai nyonya Narasangsa Abiyaksa. Jatuh cinta itu sakit, jatuh cinta itu gila dan jatuh cinta itu merana. Oleh karena dia sudah tidak ingin merasakan lagi sakit gila merana, makanya dia sudah membuat komitmen untuk tidak akan pernah lagi jatuh cinta!!
===================
Lily sedang gogoysek alias goyang-goyang seksi di salah satu club papan atas yang bukan milik kakaknya tentu saja, saat sebuah tangan kekar mulai memeluk pinggang rampingnya dan menciumi penuh nafsu tengkuk harumnya. Lily menoleh sekilas dan mendapati Tristan sang mantan pacar sedang memeluknya dengan bernafsu.
"Tolong ya mantan pacar. Kalo lo emang masih sayang nyawa, tolong tangannya dikondisikan ya? Gimana ntar lo mau ena ena sama si Diana, kalo ntar tangan lo gue buat sengkleh dua-dua nya?"
"Gue nggak pacaran sama si Diana, Ly. Gue nggak cinta sama dia. Gue cintanya sama lo doang?!!"
Iya maka kucing pun bisa terbang!!
"Tapi gue itu nggak pernah cinta sama lo. Mending lo pacarin aja itu siDiana, toh udah lo pake juga. Masa udah lo pake lo lepehin gitu aja? Nggak takut kena azab lo?"
"Gue belum sempet ngapa-ngapain dia udah tercyduk sama lo.bGue nyesel Ly, Gue mau balikan sama lo. Kasih gue kesempatan sekali lagi Ly? Oke?"
Tristan merangkapkan kedua tangannya didada. Wajah tampannya tampak penuh dengan penyesalan. Tapi Lily adalah orang yang berprinsip, Buanglah mantan pada tempatnya. Sekali enceng ya enceng aja. Selesai. Fin. Tamat.
Tristan yang tahu bahwa Lily adalah type orang yang tidak bisa dipaksa, memilih untuk mundur dahulu. Dia tahu, wanita keras hati seperti Lily ini harus di dekati dengan cara pendekatan persuasif. Memaksanya dengan cara frontal tidak akan berhasil, mengingat dia juga memiliki sifat frontal kuadrat.
Sementara itu Lily yang merasa mulai capek juga bergoyang-goyang sendirian, mulai berjalan menuju meja bartender dan duduk santai disana.
"Eh cewek kegatelan nggak tau diri. Gue cuma mau ngingetin lo supaya lo jauh-jauh dari Roy, pacar gue. Kalo lo masih aja keganjenan ngedeketin dia, gue buat lo nyesel seumur hidup karena udah berani macem-macem sama gue!!!"
Lily menatap heran cewek rambut jagung dengan body montok depan belakang yang sedang marah-marah padanya.Dia aja pacarnya ganti tiap minggu, mana inget dia siapa saja nama pria yang pernah dipacarinya.
"Eh lo bilang pacar lo siapa namanya tadi? Roy? Roy Suryo? Yang suka ngambil perabotan inventaris itu maksudnya? Maap ya sis, gue ini tiap seminggu sekali ganti pacar, ya kali gue inget nama mereka semua. Tapi biasanya semua pacar gue, gak pernah gue yang menembak duluan. Gue kan cewek. Cewek kan pemalu. Ya kan? Ya kan? Better lo perbaikin deh ntah sikap lo atau rapihin kek dikit poni rambut jagung lo. Duh gue asli pengen banget tuh nyelipin poni lo kesamping. Apa nggak jereng itu mata lo ketutupan poni begitu?Mana tau begitu poni lo udah kesingkap, pandangan mata lo juga jadi lebih luas, dan nggak melulu nyariin cewek yang lo curigain ngedeketin cowok lo.
Sebagai sesama wanita gue kasih tau satu clue deh buat lo. Lo bakalan tinggal tulang sama kentut doang kalo lo musuhin semua cewek yang deket sama cowok lo. Cewek cakep di ibukota ini buanyiakkk sis. Cowok brengsek sih lebih banyak lagi!! Kalo lo nggak nyaman dan terus merasa insecure sama si Roy Roy ini, better lo cari baru deh.bMau lo gue kenalin sama mantan gue yang keren-keren?"
Dan perseteruan itu pun berakhir dengan kegembiraan cewek yang bernama Sesil tadi setelah dikenalkan dengan beberapa mantan pacarnya yang kebetulan main disitu.
Hidup itu singkat Cuy, kalo kita bisa saling membagi mantan pada orang yang membutuhkan kan itu bisa jadi ladang pahala juga.
Hidup emang se simple itu kan? Ahahahahaha cheerssss muachhh!!