Sampul Novel When I Met You (Ketika Bertemu Denganmu)

When I Met You (Ketika Bertemu Denganmu)

9.1 / 10.0
Kehidupan tradisional Belva seketika hancur setelah terlibat cinta satu malam dengan Ares Ducan, seorang miliarder angkuh dan dingin. Keadaan kian rumit ketika Belva mendapati dirinya hamil anak Ares. Di tengah jurang status sosial yang membentang lebar, keduanya terpaksa menghadapi hubungan baru yang penuh rintangan tak terduga. Mampukah benih asmara tumbuh di antara dua pribadi yang sangat bertolak belakang ini?
Ringkasan When I Met You (Ketika Bertemu Denganmu)
Kehidupan tradisional Belva seketika hancur setelah terlibat cinta satu malam dengan Ares Ducan, seorang miliarder angkuh dan dingin. Keadaan kian rumit ketika Belva mendapati dirinya hamil anak Ares. Di tengah jurang status sosial yang membentang lebar, keduanya terpaksa menghadapi hubungan baru yang penuh rintangan tak terduga. Mampukah benih asmara tumbuh di antara dua pribadi yang sangat bertolak belakang ini?
Baca Selengkapnya

When I Met You (Ketika Bertemu Denganmu) Bab 1

Kakinya meliuk di antara langkah yang gontai di tengah lorong sebuah hotel bintang lima. Perutnya sedikit mual, tapi tidak membuatnya ingin memuntahkan alkohol yang telah dia sesap hanya beberapa sloki.

Belva Halburt, gadis mudah berusia 21 tahun yang baru saja lulus dari jurusan Design di salah satu Universitas ternama di Inggris itu sedang berjuang untuk menemukan kamar yang telah disewa oleh Elea-sahabatnya, sang pemilik pesta ulang tahun yang diadakan di kelab lantai paling atas hotel itu.

Belva memang bukan peminum yang handal. Jika saja bukan karena Elea, dia tidak akan mau untuk menginjakkan kaki di sebuah klub. Selama ini, kedatangannya di kelab bisa dihitung tidak lebih dari sepuluh jari. Baginya, hal yang terpenting adalah belajar. Dia tidak mau menyia-nyiakan beasiswa yang telah dia terima untuk menempuh pendidikan yang dia impikan.

Kedua mata Belva menyipit. Dia menatap satu pintu kamar cukup lama, memastikan apakah nomor yang sedang dia lihat benar dengan ingatannya. Detik berikutnya, dia mengangguk penuh keyakinan dan mendekat.

Namun, Belva kembali menyadari satu hal. Dia tidak memiliki kartu akses untuk masuk ke dalam kamar. Keningnya mengerut, kemudian menghela napas panjang.

"Elea! Buka pintunyaa!"

Teriakan Belva nyaring, menggema di sepanjang lorong. Dia terus menggedor-gedor pintu kamar sambil meneriaki nama sahabatnya tersebut. Padahal, Elea sendiri masih berada di kelab, melanjutkan pestanya bersama dengan teman-temannya yang lain.

"Elea! Cepatlah!" Belva kembali berteriak. "Elea! Elea! Elea!"

Pintu terbuka. Belva hampir terjatuh karena selama itu tubuhnya disandarkan pada pintu.

"Kau lama sekali, Elea! Aku hampir pingsan rasanya di luar," erang Belva tanpa melihat pada siapa yang membuka pintu. Dia terus berjalan gontai dan menghempaskan tubuhnya begitu saja di atas ranjang kasur.

Sadar akan sesuatu, Belva berusaha untuk membuka matanya sedikit sambil meracau. "Hei, tapi kenapa kau di sini, Elea? Bukankah pestamu belum selesai?"

Hening, tak ada suara. Belva merasa ada yang aneh di tengah ketidak-sadarannya. Gadis itu dengan cepat menengakkan badannya, dan membuka rahangnya lebar-lebar serta mendelik karena melihat sosok pria tampan yang sedang menaikkan sebelah alisnya, menatapnya tajam dan hanya mengenakan handuk di bagian bawah. Rambutnya basah berantakan, mungkin dia baru saja mandi. Satu hal lagi, dia bertelanjang dada, memperlihatkan tonjolan otot dari tiap lekuk badannya yang sempurna.

Sungguh sebuah pahatan Tuhan yang luar biasa. Andai saja Belva bisa memegang dada bidang pria itu, dan meraba sampai ke kotak six-pack yang tampak menggoda, oh!

Pria sempurna itu masih tak mengeluarkan sepatah kata pun. Dia hanya menatap tajam pada Belva, terlihat heran dan berusaha menepis tangan gadis itu dari badannya.

"Aku tahu ini adalah mimpi. Mana mungkin aku bertemu dengan pria seperti ini jika tidak sedang bermimpi." Belva semakin meracau.

"Lepaskan!" seru pria itu dingin.

"Diamlah, aku ingin menikmati mimpiku dengan benar." Belva mendesis, semakin mendekatkan tubuhnya pada pria itu.

Dalam benak Belva, saat ini hanyalah sebuah mimpi yang sangat sayang untuk dilewatkan. Dirinya terus mendorong tubuh tegap pria tampan itu hingga menempel pada dinding kamar, kemudian mengecup singkat pada bibir pria tersebut.

Belva tersenyum lebar, dengan kedua sorot matanya menembus mata sang pria yang mulai tidak bisa menahan gejolak yang sengaja dibangkitkan oleh Belva. Situasi seperti ini, adalah satu hal yang selalu dinantikan oleh Belva. Untuk pertama kalinya, dia melancarkan rayuannya karena yakin bahwa dirinya ada di alam mimpi.

Pria tampan itu menggeram pelan. Sebagai seorang pria, tentu saja dia juga tidak tahan jika terus mendapat sentuhan dari seorang perempuan. Terlebih lagi, Belva adalah sosok yang luar biasa cantik. Tubuhnya sangat seksi, membuat gairahnya bergejolak.

Tangan kekar pria tampan itu langsung mengangkat tubuh ramping Belva, dan membawanya ke atas kasur. Gadis itu mendesah, saat sang pria mulai menyapukan bibirnya pada ceruk leher Belva, perlahan menuju ke bibir ranum itu dan melumatnya.

Belva menarik tubuh pria tampan itu, membawanya semakin dekat pada dekapan. Meskipun ini pertama kalinya bagi Belva, tapi dia telah melihat banyak adegan seperti ini pada setiap film yang dia lihat.

Saat ini, di dalam mimpi yang dia yakini, Belva melepaskan handuk yang menghalangi aset si pria yang telah menegang. Menyadari hal itu, pria itu juga segera melepaskan celana dalam berenda Belva, dan dress yang membalut tubuhnya ketat.

Oh! lekuk tubuh yang sangat indah. Dalam satu hentakan, pria tersebut melesakkan miliknya pada liang basah Belva. Terasa sempit, dan sesak. Pria tampan itu sedikit terkejut karena menembus keperawanan Belva.

Belva merintih nikmat, merasakan ritme yang semakin cepat dan membawanya ke puncak kenikmatan untuk pertama kali dalam hidupnya.

***

Sebelah mata Belva mengerjap karena silau yang menembus mata. Tubuhnya terasa sakit semua. Dia mengerang pelan, merasakan pusing yang luar biasa di kepala.

Saat Belva mulai sadar sepenuhnya, kedua matanya membelalak lebar. Apa-apaan ini? Dia merasakan ada embusan napas yang teratur di leher belakangnya. Sementara itu, bagian bawahnya terasa perih dan panas.

Belva semakin terkejut ketika ada satu tangan yang masih memeluknya. Sontak, dia hampir saja meloncat dari tempatnya sekarang, tapi segera dia urungkan karena takut membangunkan sosok yang ada di belakangnya saat ini.

Dengan sangat pelan dan berhati-hati, Belva memindah tangan pria asing yang tiba-tiba ada di sebelahnya tanpa berusaha membangunkannya. Dalam hitungan detik, Belva mengingat kejadian semalam dengan jelas. Namun, dia tidak pernah mengira bahwa hal itu adalah nyata.

Wajah Belva memerah, dia merasa sangat malu dan mulai membodohkan dirinya sendiri. Bagiamana bisa seorang Belva Halburt yang selama ini sangat menjunjung dan mempertahankan keperawanannya, justru dengan suka rela memberikannya pada orang asing saat mabuk?

Bodoh!

Berkali-kali Belva memukul kepalanya sendiri, tapi setidaknya dia masih cukup waras untuk segera pergi dari kamar hotel itu sebelum pria yang masih terlelap itu benar-benar bangun. Demi Tuhan, dia tidak ingin berhadapan dengan pria itu saat dia dalam kesadaran penuh seperti ini.

Sambil berjingkat dan berjinjit-jinjit, dia meraih celana dalam dan dress-nya, lalu segera mengenakannya kembali. Kemudian sebelum pergi, dia mengambil high heels hitam mengilat yang tergeletak di sepanjang lorong kamar yang menuju ke pintu kamar, begitu juga dengan tas pestanya.

Semua ini gara-gara Elea yang memaksanya untuk minum-minum di pesta ulang tahunnya semalam. Sial! Siapa sangka jika mabuknya semalam, justru harus dia bayar dengan kehilangan keperawanan yang dia serahkan secara cuma-cuma pada orang asing?

Belva kembali menoleh ke arah pria asing yang baru saja memindah posisinya. Wajah pria itu sangat tampan, begitu juga dengan tubuhnya yang luar biasa sempurna. Namun tetap saja, seharusnya Belva tidak boleh melakukannya!

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi When I Met You (Ketika Bertemu Denganmu)

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly, siswi berprestasi, menyimpan rahasia medis yang memalukan. Ia mengidap galaktorea yang membuatnya memproduksi ASI tanpa pernah hamil. Saat rasa sakit akibat kondisi hormon ini tak lagi tertahankan di sekolah, ia terpaksa meminta tolong kepada gurunya di ruang guru. Kejadian tak terduga itu menjadi awal mula rahasia mereka. Hubungan guru dan murid ini pun perlahan berubah menjadi jalinan asmara rumit yang sangat berisiko bagi keduanya.
Sampul Novel Dari Saingan Menjadi Ipar
9.8
Josie Watson kembali meminta cerai untuk ke-99 kalinya. Namun, Laurence Andrews justru menurunkannya di jalan demi menjawab telepon sang mantan, Rosalie Harris. Laurence terus meremehkan Josie dan yakin istrinya tidak akan berani pergi. Dia tidak sadar bahwa pengabaiannya kali ini telah melewati batas. Di sisi lain, saudara laki-laki Rosalie diam-diam terus mendesak Josie agar segera menyelesaikan perceraiannya dan pergi meninggalkan negara ini untuk selamanya.
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Dunia dokterku hancur saat merawat Evelyn Santoso, pasien VIP yang menangisi tunangannya. Pria di foto itu adalah Bima, suamiku, yang ternyata bernama asli Brama Wijaya, seorang taipan kejam. Saat Brama datang, ia sama sekali tidak mengenaliku. Ia justru memeluk Evelyn dan mengucap janji setia yang biasa ia katakan padaku. Lewat tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami saat ia amnesia hanyalah aib rahasia yang kini harus ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
9.0
Demi melindungi ayahnya, sang protagonis rela disiksa penculik hingga tewas. Tragisnya, sang ayah justru sibuk merayakan ulang tahun putri adopsinya dan mengabaikan telepon terakhir korban dengan sumpah serapah. Jasadnya kemudian ditemukan di dalam pot bunga depan kantor polisi. Sang ayah yang bertugas melakukan otopsi menyadari kekejaman luar biasa sang pelaku, tanpa pernah menyadari bahwa korban di hadapannya adalah anak kandung yang sangat ia benci.
Sampul Novel Menyusui Bayi Mafia
9.7
Pelajar muda bernama Lea dikejutkan oleh tawaran gila dari bos mafia, El Zibrano Elemanus. El bersedia memberikan kekayaan melimpah asalkan Lea mau menyusui putranya. Tentu saja Lea menolak mentah-mentah karena merasa permintaan itu sangat tidak masuk akal. Namun, sang mafia tidak mengenal kata menyerah dan siap memakai caranya sendiri. Kini, Lea terjebak dalam situasi intim yang mengancam harga diri serta masa depannya akibat ambisi El.
Sampul Novel Misteri Ular Xaver
8.3
Sekembalinya dari Kota Xaver, ibu membawa patung dewa ular yang dipercaya bisa memberi keawetan muda jika disembah dengan darah menstruasi perawan. Aku dipaksa menyerahkan darahku dan rambutku dipotong untuk dililitkan di patung itu. Namun, aku menyembunyikan rahasia bahwa aku pernah menginap dengan pacarku saat kuliah. Dua bulan kemudian, konsekuensi mengerikan muncul ketika kulit ibu mulai ditumbuhi bercak biru bersisik dan dia mulai berganti kulit layaknya seekor ular.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED