Bab 1
Sungguh pemandangan yang sangat kontras diujung jalan berdiri megah bangunan dengan pagar tinggi hanya terlihat lantai atas dengan pilar pilar di setiap sudut menambah kesan kokoh.
Rumah itu bukan milik orang biasa tetapi keluarga pengusaha kaya raya.
Keluarga Budi rahardja pemilik perusahaan yang bergerak di bidang tekstil untuk di export.
Sedang tidak jauh dari rumah pak budi sekitar sepuluh rumah terdapat bangunan kecil yang sudah tidak layak di sebut rumah.
Sangat sederhana sekali, Banyak atap bagian depan ada yang lubang terlihat sekali tidak terurus.
Pemilik rumah itu adalah ibu Aminah seorang janda beranak dua laki laki dan perempuan.
Sepeninggal suaminya bu aminah membesarkan ke dua anaknya dengan susah payah karena hanya sebagai pedagang nasi bungkus gorengan di pasar.
Abas adalah anak bu aminah yang mbarep kelas tiga SMA sedang aini putri ke dua, adiknya abas.
Ke dua anak bu aminah tergolong anak yang baik penurut pandai dan mereka sadar mengerti kondisi ibunya sejak di tinggal meninggal dunia bapaknya.
Ketika habis makan malam bu aminah memberikan nasehat untuk anak anaknya.
Bu aminah berkata "le abas .... kamu anak mbarep laki laki,harus kuat sabar mengalah terhadap adikmu aini dia kan perempuan jaga dia!".
Sambil bersihkan meja makan abas serius mendengarkan perkataan ibuknya.
Belum sempat abas ngomong, adiknya / aini nyrobot duluan.
Kata aini " tuh ... kak dengerin ibuk ! ". Merasa diperhatikan lebih wajah aini ceria.
" Halah ... adik aini suka motong bicara, ya jelas buk, kakak sayang sama adik".
" Ya syukur,kalau begitu ibuk cuma mengingatkan,adik juga ga boleh nakal harus nurut sama kakak, sebagai pengganti ayah di rumah ini". Kata bu aminah.
"Inggih bu,aini nurut sama ibuk sama kak abas". Lanjut aini.
Di saat ibuknya persiapan dagangan yang mau dijual besuk pagi, aini belajar di kamar sedang abas di ruang depan.
Hari menjelang subuh, abas sudah terbiasa bangun. sesudah terdengar suara adzan abas bergegas ke masjid. Abas selalu membantu ngantar ibuknya ke pasar untuk jualan nasi bungkus serta gorengan sebelum berangkat sekolah.
****
Berbeda apa yang terjadi dikehidupan keluarga pak budi,untuk urusan makan malam bersama sangat jarang terjadi seperti sesuatu yang terasa mewah jika terlaksana.
Kesibukan di keluarga pak budi sungguh sangat super sibuk,istri pak budi juga tidak kalah sibuknya presiden direktur di sebuah perusahaan dibidang multi traiding company.PT Budi rahardja. Yang sudah di kenal dengan sebutan BR.
Nyonya budi rahardja bernama Maya sari perempuan cantik punya segudang aktifitas diluar rumah.
Rumah semewah dan semegah itu hanya di huni beberapa orang saja, satpam tukang kebun driver art dan anak perempuan semata wayang linda sari br.
Walaupun serba kecukupan linda sari tidak merasa bahagia karena jarang bisa makan satu meja dengan ayah dan mamanya.
Paling makan bersama diluar rumah setiap akhir pekan. Hal itu sudah bisa merasa bahwa linda masih punya keluarga.
Hari hari biasa bisa sarapan bersama terus bubar dengan aktivitas masing- masing. Tidak kaget memang anak tunggal bersikap manja, setiap pulang sekolah mbok nah yang selalu sabar nunggu in makan siang.
****
Seperti sudah menjadi langganan abas selalu paling akhir masuk kelas,karena kesibukan pagi harus membantu ibuknya jualan nasi bungkus gorengan di pasar,tetapi abas tepat waktu bukan berarti terlambat.
Dari barisan bangku paling belakang terdengar suara keras abas sudah tidak asing dengan teriakan itu.
Sambil berdiri david berteriak, "Gorengan ...sok caper hahaha".
Disambut gemuruh suara satu kelas semua pandangan tertuju ke abas.
Hening sebentar ada suara perempuan sambil nengok ke belakang linda sari ikut teriak juga.
"Wooooe, culun mau sekolah pa dagang gorengan?. Lagi lagi suara riuh kembali pecah.
Seperti sudah kebal mental abas,teriakan terhadap dirinya hampir tiap pagi menjadi sarapan abas.
Memang di kelas itu kebanyakan anak orang kaya,sedang abas masuk di sekolah itu karena prestasinya kalau tiada prestasi ga bakalan mampu bayar uang pendidikan makanya abas dapat keringanan pembebasan uang spp.
Beberapa menit kemudian guru kelas memasuki ruangan dan pelajaran dimulai.
Sepulang sekolah abas langsung menjemput adiknya,dengan sepeda peninggalan ayahnya yang kelihatan masih bagus terawat,ya sepeda satu satunya untuk keperluan keluarga abas.
Di depan gerbang sekolah linda sari bersama teman teman berdiri menunggu jemputan,linda sari bisa dimaklumi anak tunggal ayah ibunya semua pengusaha.
Dari arah yang sama keluar parkiran david dengan sengaja menyenggol ban sepeda belakang abas.
Dengan motornya ninja kedua tangan memainkan rem seakan sungguhan sssssst brek.
"Sorry sengaja". Kelakar david.sambil ketawa mengejek.
David ini suka cari perhatian kalau dia tahu linda sari ada di depan gerbang makanya suka beraksi.david ayahnya salah satu karyawan yang punya posisi level menengah ke atas di perusahaan BR.
"Iiich david kasihan sepedanya donk,sudah tua karatan di trubuk". Linda tiba tiba ikut usil ikut nimbrung.
Sama sekali tidak menghiraukan candaan temen temennya abas langsung ngeloyor pergi.
Karena ada kejadian tadi di gerbang sekolah, abas agak terlambat jemput aini,takc lama kemudian abas sudah ada di depan aini.
Abas berkata, " ayuk dik, nunggu lama ya? Maaf tadi temen-temen pada candain mas".
" ga lama lima belas menit an, kakak ga kenapa napa kan?". sela aini kawatir dengan kak abas.
"Yuuk pulang ". Sambil genjot sepedanya abas melaju sekejap menghilang.
****
Mercy CLA Sporty 200 AMG meluncur di depan gerbang sekolah dengan di belakang digit angka LND merupakan singkatan linda.
Seorang sopir yang masih muda usia 25 tahun keluar dari kemudi untuk membukakan pintu sambil berkata,
"Mari non linda ". Sopir linda.
"Yuk mas hery". Linda sudah di dalam mobil ... Sambil melambaikan tangan ke viola.
****
Tak lama kemudian viola dan docky bergegas pulang.pasangan anak muda yang lagi pacaran boncengan dengan honda cbr 200 cc keluaran terbaru melaju pesat tinggal terdengar suara knalpotnya yang menderu dari kejauhan.
Viola anak dari keluarga pak bangun perkasa yang menjadi kolega ibu maya sari, viola punya kakak hengky dan seorang adik laki laki bernama fathur.
Sedang astuti dan firmansyah mereka berdua bersahabat dengan abas.tak lama kemudian angkutan 07 jalur yang melewati rumahnya telah berhenti di depan sekolah dan mereka naik bergegas pulang.
Astuti anak dari keluarga sederhana bapaknya seorang tukang kebun merawat taman dan bersih bersih.
Pacar viola adalah docky adiknya boby yang kuliah di luar negeri keduanya adalah anak pak wawan yang bermitra dengan PT BR.
Sedang sahabat astuti firmansyah dari keluarga sederhana juga bapaknya seorang sopir pak mario.
Akselerasi 0-60 mph itu butuh 3,5 detik,mercedez benz AMG GTR melaju dengan pesat senilai 6 M dikemudikan oleh pak mario,duduk di kursi belakang pak budi rahardjo yang pagi itu meluncur kantor.
Ditengah keheningan suara lirih pak budi manggil pak mario.
Pak budi berkata, " kabar istri alm pak hadi di mana ya pak?" Sambil pegang dada pak budi ingat kebaikan pak hadi.
"Kurang tahu dimana sekarang pak,saya pernah ke kontrakan mereka sudah pindah" balas pak mario.
"Ya sudah lama hampir tiga belas tahun sepeninggal alm pak hadi" kata pak budi.
"Kapan- kapan pak mario cari info keberadaan tempat tinggal bu aminah " menyambung perkataan tadi.
"Siap pak " balas pak mario.
Tak terasa mobil sudah masuk di kawasan perkantoran tak lupa pak mario turun membukakan pintu belakang dan menuju tempat parkir presdir.
Pak mario menuju ke belakang kantor hanya sekedar minum kopi, sebatang rokok disulutnya kopi hitam di srupuut hisapan pertama mantab.
Yang mengajak pak mario kerja di tempat pak budi juga almarhum pak hadi suami bu aminah pada saat itu abas masih lima tahunan dan aini tiga tahun masih kecil,karena pak hadi meninggal posisinya diganti pak mario yang saat itu sebagai sopir pribadinya bu maya sari istri pak budi.
Sedang sopirnya linda pak murtopo jadi sopir pribadinya bu maya sari, sopir pribadinya linda mas hery termasuk sopir baru.ketika linda sari masuk SMA.
Karena kesibukan pak mario silahturahmi ke keluarga bu aminah terputus.
Sejak meninggal dunia alm pak hadi ketika itu pihak keluarga menerima sumbangan dari pak budi rahardjo yang tidak sedikit, ditambah uang tabungan keluarga saat itu dirasa cukup untuk membeli rumah.
Sebenarnya rumah bu aminah yang baru di beli tidak jauh dari rumah pak budi hanya karena ada tembok pembatas antara perumahan elit dan kampung jaraknya menjadi jauh harus muter dulu.
Sedang kesibukan menjadi ibu dari dua anak yang masih kecil kecil bu aminah ketika suami bekerja di rumah pak budi, juga tidak pernah tahu dimana rumah nya.
Setelah makan siang sekitar pukul 13.00 wib pak budi sudah meninggalkan kantor seperti ada acara di luar.
Kalau dipikir anak pak mario yang bernama firmansyah adalah teman abas juga bersahabat dengan astuti anak tukang kebun.
Tetapi abas yang dulu yang masih umur lima tahun dibanding dengan abas yang sekarang sudah berumur tujuh belas tahun besar gagah tinggi,tidak mungkin orang lain bisa mengenali abas dan aini karena semua sudah berubah.
Pak mario sebelum pulang dapat tugas dari pak budi rahardjo berkata," pak mario besuk datang ke rumah agak siang saja,tolong paginya pak mario mencari keluarga Alm pak hadi".
"Siap pak pagi saya coba cari informasi " pak mario sedikit ada rasa bingung kenapa pak budi suruh cari keberadaan keluarga Alm pak hadi.
Kata pak budi, "ini uang transport buat besuk pagi ".
"Terima kasih pak bos" belum sembuh dari rasa bingung pak mario masih mlongoh,tugas ini serius tidak biasanya tugas untuk pak mario diulang ulang.
Berarti ini penting buat pribadi pak budi rahardjo, menyangkut dengan dua belas tahun yang lalu.
****
Sepulang dari sekolah linda masih melihat mobil papahnya masih terparkir di garasi belakang, sementara pak mario juga tidak terlihat di rumah ini.sampai ke dalam rumah keluarga nampak pak budi sibuk dengan HP nya.
"Assalamualaikum pah,kenapa papa ga ngantor hari ini?" Linda cium tangan dan cipika cipiki.
" Waalaikumsalam, papa lagi ga enak badan,dada papa agak nyeri " balas pak budi.
Sambil menaruh tas linda berkata, " ke dokter donk pah". Lanjut kamar mandi.
Mbok nah dari tadi sibuk memasak nyiapin makan siang, karena hari ini pak budi tidak ke kantor, "monggo pak hidangan sudah siap,noon makan bareng papa ".
" ya mbok nunggu linda bentar " balas pak budi.
Linda berjalan di percepat hari ini bisa makan bareng papanya.
Kata linda, "mbok nah ayuk makan".
"Sudah non,makasih" balas mbok nah.
Sedang di depan rumah sudah ada pak mario ngobrol sama mas hery,ntah kapan datangnya.untuk semua sopir satpam dan tukang kebun sudah terbiasa makan di belakang samping garasi ada ruang terbuka dekat dengan kolam renang hanya dibatasi tembok.
Tak lama kemudian bunyi wa dari pak budi rahardjo, " pak bagaimana tugas hari bisa ketemu?"
Nunggu balasan wa yang di kirim,pak mario justru muncul di depan pintu.
" masuk pak,duduk sini !" Pak budi minta pak mario untuk cepat memberikan jawaban.
Dari obrolan itu pak mario menceritakan bahwa rumah bu aminah belum ketemu sudah tiga tempat yang di datangi pak mario tidak ada satupun yang kenal kebetulan mereka penghuni kontrakan baru sedang kepindahannya bu aminah sudah dua belas tahun yang lalu.
Mendengar jawaban dari pak mario pak budi menghela nafas panjang, ada rasa penyesalan walaupun dari awal pak budi rahardjo sudah memberikan sumbangan yang tidak sedikit juga.
Ternyata bukan uang yang terus bisa melepas langsung hubungan pak budi dengan pak hadi alm tetapi ada sesuatu yang di rasa oleh pak budi karena atas kebaikan pak hadi sampai saat ini pak budi bisa bertahan hidup.
ada dorongan rasa kangen terhadap keluarga bu aminah,karena nafas detak jantung hidup pak budi ada kehidupan orang lain dalam dirinya organ terpenting di tubuhnya.
Pak budi rahardja menyadari hal itu bahkan selama ini sudah menyiapkan sesuatu yang tidak diketahui oleh siapapun.
Pak budi sudah menyiapkan kejutan-kejutan kecil buat keluarga Alm pak hadi berhubungan sampai saat ini belum diketahui keberadaannya maka kejutan itu untuk sementara waktu disimpan dulu.
Pada saat ini kejutan yang paling menakjubkan bakal terjadi, karena selama dua belas tahun pak budi bisa bertahan hidup sehat bisa bekerja menghasilkan uang milyaran rupiah tidak terlepas dari kebaikan pak hadi alm.
Walaupun pak hadi alm berbuat baik tidak mengharapkan kemurahan hati pak budi,kebetulan saja hubungan mereka sebagai sahabat sudah di mulai sejak sekolah dasar.sampai meninggalnya sebagai sopir pribadi pak budi rahardjo.
Karena pak budi sudah tidak ada acara,kebetulan hari ini juga ingin santai maka pak mario juga mohon pamit pulang.
" linda sayang,sini nak papa ingin cerita" kata pak budi.
"Iya pah,ada apa?" Balas linda.
manjanya kalau anak tunggal pingin nempel papanya terus.sambil mencari posisi yang enak linda siap mendengarkan
Pak budi mulai cerita," ketika linda masih berumur lima tahun,waktu itu papa usia tiga puluh tiga tahun papa sakit jantung saat masih muda umur tiga puluh tahun, jantung papa divonis dokter sudah tidak bisa lagi bekerja dengan baik,ya papa pasrah kalau secara medis dinyatakan seperti itu cuma bisa berdoa semoga ada keajaiban dari Alloh ".
Pak budi mencoba mengingat kejadian dulu lagi,tak terasa air mata pak budi menetes dan hal itu terlihat jelas oleh linda posisi kepala linda pas di paha papanya.
"Kenapa papa menangis?" Tanya linda.
pak budi melanjutkan ceritanya lagi," papa terharu nak,atas kebaikan temen sekaligus sopir papa,dia baik sejak sekolah dasar sampai wafatnya baik sama papa,karena kebaikan alm dan ridho Alloh sampai saat ini papa bisa meluk kamu nak linda ".
Pelukan papa membuat linda terharu dan menangis, linda merasakan kebaikan orang lain yang sampai saat ini memberikan kebahagiaan terhadap dirinya secara tidak langsung memberikan banyak sekali kesempatan untuk selalu bisa melihat memeluk papanya .
Linda tidak kuat menahan air mata dan tak mampu berucap,sesekali hanya bisa menyeka air matanya.
Selama dua belas tahun ini kenapa papa baru cerita sekarang, apa karena saya sudah mau lulus ,papa menganggap saya sudah dewasa.tanya linda dalam hati.
Lanjut pak budi, " nak linda harus banyak bersyukur, masih memiliki papa,kebayang waktu itu linda kecilku masih umur lima tahun sudah ditinggal papa, mamah mu juga demikian sayang".
Bentuk kebaikan seperti apa yang dilakukan terhadap papa dan siapa orang itu,yang telah memberikan kesempatan saya untuk bersama papa sampai saat ini, pertanyaan ini biar tersimpan dalam hati ku.
Selesai makan malam sudah terbiasa keluarga ini selalu punya cerita cerita, entah aini abas dan ibunya saling mendengarkan apa yang menjadi pengalaman mereka obrolan santai, tetapi malam ini berbeda dari hari biasanya karena bu aminah mengganggap mereka sudah waktunya tahu.
Bu aminah menatap ke dua anaknya dan ada perasaan bangga di dalam hatinya ternyata mereka sudah pada besar.
Mulailah bercerita bu aminah," dulu ketika bapak mu masih hidup,kalian masih kecil balita pada saat itu kejadian masih sepi di jalanan bapak mu naik sepeda yang sekarang masih kamu rawat itu.bapak itu diserempet mobil dan jatuh meninggal dunia,sempat dilarikan ke rumah sakit tapi jiwanya tidak tertolong,untuk pelakunya sendiri sampai saat ini belum tahu siapa dia semacam tabrak lari gitu".
Cerita terputus sebelum selesai bu aminah sembari minum teh dulu,mengela nafas sesekali bu aminah melanjutkan cerita lagi," sebelum bapak meninggal malamnya cerita ke ibu ... ' dik saya itu kasihan sama bos sekaligus teman saya,kemarin masuk rumah sakit lagi jantungnya kambuh lagi sejak usia dua puluh delapan tahun, sudah tiga tahun sering kambuh sampai saat ini, umur tidak pernah ada yang tahu dik,ntah siapa dulu an yang mati,seandainya saya dulu an yang mati saya rela jantungku buat pak budi, ' jadi ibuk merasa dapat firasat malam itu,tetapi ibu sebelumnya tidak pernah berfikir hal itu akan terjadi secepat itu".
Bu aminah mata nya mulai memerah merasakan kesedihan, kalau mengingat mendiang suaminya.
Bu aminah melanjutkan cerita lagi, " walaupun ibu merasakan duka yang mendalam, kehilangan bapak mu ibu berusaha tegar,ibu masih ingat wasiat niat baik bapak mu ketika masih hidup,dan ibu merasa dapat amanah harus ibu laksanakan".
Ibu aminah sambil minum melanjutkan cerita lagi, " nah pada saat itu kenalan ibu sopir pribadinya nyonya,pak mario yang dulu diajak bapak mu kerja dirumah bos,segala sesuatu ibu siapkan surat dan persyaratan biar semua yang ngurus pak mario,pihak rumah sakit pada saat itu datang ke rumah untuk menanyakan kebenaran dan kroscek,mengingat ibu juga masih berduka,intinya semua dah ada kecocokan hari itu juga bapak mu sudah bisa dimakamkan".
" jadi ibu iklas?".Tanya aini.
" iklas nduk, itu wasiat bapak mu,ibuk harus lakukan,niat baik bapak mu kesempatan terakhir dalam hidupnya".balas bu aminah.
" ibuk ga tahu siapa penerima donor jantung bapak?". Tanya abas penasaran menunggu jawaban ibuknya.
"Ya lupa nama bos sekaligus teman bapak mu,ketemu juga baru sekali dirumah kontrakan. yang dulu,la rumah yang kita tempati ini kan juga atas kebaikan mereka ". Jawab ibu.
"Yang penting kalian harus bisa berbuat baik ke semua orang, jangan berharap kembali,bapak mu sudah memberikan contoh yang baik".Kata bu aminah.
Cerita sedih bercampur haru yang dialami keluarga ini,sedang anak anaknya hanya bisa merasakan lewat cerita ibuknya,karena kejadiannya sudah lama disaat mereka masih balita.
Sungguh bu aminah tidak mau menunjukkan air mata di depan ke dua anaknya, begitu masuk kamar ibu dua orang anak itu menangis seakan tumpah air mata membasahi seprei bantal guling,semua masa lalunya semua terekam jelas diotak kecilnya, hati ibu yang mana bisa menahan air mata secara emosional perempuan itu mudah menangis, tapi di akhir tangisan itu bu aminah memohon kan doa untuk alm suaminya.
Lampu ruang depan sudah mati itu pertanda bagas sudah pindah ke kamar tidur ukuran 2x3 meter,lampu lima watt dibiarkan tetap menyala, sebelum tidur abas masih penasaran siapa teman bapak alm yang menerima donor jantungnya?
Abas yang masih berumur tujuh belas tahun pemikirannya sudah jauh ke depan melampaui pemikiran orang dewasa.
bagaimana tidak ternyata abas berfikir tidak hanya dari sisi kebaikan bapaknya.
Tetapi berfikir fungsi manfaatnya jantung itu di donorkan,kalau untuk kehidupan dan bertahan hidup itu jelas,tetapi apabila hidupnya untuk kemaksiatan seakan abas tidak rela. Rasa ingin tahu siapa yang menerima donor jantung bapak nya bukan untuk tujuan tertentu.
Malam semakin dingin akhirnya abas bisa berdamai dengan dirinya sendiri. Abas yaqin atas apa yang dipilih bapaknya bahwa orang yang menerima donor jantung bapak nya adalah orang baik.
****
Pagi harinya abas setelah ngantar ibuknya ke pasar bergegas pulang, pagi ini tidak seperti biasanya membantu jualan ada kepentingan semalam lupa mengerjakan tugas sekolah.
Tetapi justru sampai dirumah melihat anak laki laki serangan smp menunggu di depan rumah.
Pikiran abas sudah kemana mana,jangan jangan mau jemput dik aini,apa setiap pagi bareng anak ini.
"pagi dik,cari siapa?".Tanya abas
"Iya kak,mau jemput aini".balas fathur.
"Satu kelas sama aini?".Tanya abas lagi.
"Iya kak".balas fathur.
Abas agak sedikit lega, sepertinya anak ini baik.maklum sebagai kakak merasa kawatir,tetapi tetap saja nanti malam harus di bahas setelah makan malam.
"Looh,kakak pulang lagi ga bantuin ibuk ya?.Tanya aini.
"Iya kakak pulang mau lihat dik aini ke sekolah naik angkot atau ...?".Jawab abas sedikit bohong dan mengundang tanya.
"Atau ... apa kak yang jelas ".balas aini.
"Tuh di depan ditunggu ojekmu!".balas abas sambil bercanda.
"Hehehe, ya sudah pamit ya kak".balas aini nyelonong pergi.
Aduh anak smp sudah berani pacaran,semoga bisa jaga diri,punya kegiatan positif biar tidak mikir pacaran,abas ngedumel sendiri.
****
Setelah makan malam selesai abas meminta aini untuk bercerita siapa itu fathur?.
"Fathur itu anak baik ya kak,kakak ga usah berlebihan kawatir sama aku,fathur itu adiknya kak viola,temen kakak juga kan?,cerita fathur sih bapaknya yang owner PT Bangun Perkasa,kakak tertua kak hengky yang lagi kuliah di luar negeri,kita cuma bersahabat belum kepikiran pacaran".
Tiba tiba ibu Aminah bilang," ya kalau sekedar bersahabat tidak apa apa selama mengerjakan hal yang positif, ibuk tekankan padamu dik jangan memilih temen karena dia anak orang kaya, tetapi bila mereka memilihmu sebagai teman tidak masalah ".
Bu aminah tidak mendidik anak anaknya punya mental minder silau terhadap harta benda, walaupun hidup mereka sederhana.
"Ya kak abas percaya sama kamu,yang penting jangan lupa tugas utama belajar ".balas abas.
Kakak adik sama saja,viola juga gitu pacaran sama docky.ngedumel abas terus pergi.
Abas tidak seperti biasanya masuk ke kamar langsung tidur,tapi kali ini abas merasakan capek setelah sore tadi olah raga taekwondo abas juga Hoby olah raga bola volley, orangnya tinggi dan kuda kudanya juga kuat mendukung sekali cocok dengan jenis olah raga yang dia pilih.
Malam ini abas tertidur lelap sekali,lampu ruang depan baru kali ini bu aminah yang matiin.
Tidak biasanya abbas langsung masuk kamar,sudah terbiasa buka buka buku baca kalau sudah ngantuk baru masuk kamar dan itu sudah menjadi kebiasaan tiap malam kalau tidak ada acara lain.