Selvia berjalan menyusuri koridor pusat perbelanjaan menggunakan high heelsnya dengan anggun, melewati butik-butik brand ternama dunia. Dia merasa puas sudah memenuhi hasratnya untuk berbelanja.
Selvia bukannya tidak menyadari kalau dari tadi banyak pria yang meliriknya. Dia merasa bangga dengan hal tersebut, dia memiliki semua pesona yang diinginkan banyak wanita. Wajahnya cantik, tubuhnya tinggi seperti model, menunjang penampilannya menjadi lebih sexy, dan menggoda.
"Aku lelah sekali," keluhnya.
Dia memutuskan untuk masuk ke salah satu restoran jepang. Sesaat sebelum masuk ke dalam restoran, dia melihat pemandangan yang membuatnya marah dan terbakar cemburu.
Andre lelaki yang dicintainya memegang pundak seorang wanita. Ingin sekali, dia mencakar dan menjembak rambut wanita yang sedang bersama lelaki yang dia cintai, tapi dia mengurungkan niatnya.
Selvia menghela napasnya. "Kenapa kamu harus bersama dia, Andre."
Andre dan wanita itu tertawa bersama, terlihat jelas di mata Selvia mereka saling bertatapan mesra. Selayaknya sepasang suami istri. Dia mencintai pria itu, hingga rela menjadi wanita kedua dalam hidup Andre.
Selvia melihat ke dua anak Andre, berlari-lari memanggil kedua orang tuanya. Andre dengan sumringah menggendong anaknya yang bungsunya dan anak sulungnya menggengam erat tangan Diandra.
Pemandangan keluarga Andre sangat menyiksa batinnya. "Harusnya mereka anak-anakku dengan Andre, bukan Diandra."
Selvia merasa dia salah menjadi orang ketiga dalam rumah tangga Andre dan Diandra. Dia mengenal Andre dari Diandra. Istri Andre, Diandra dan dia saling mengenal bahkan dulu Selvia sering kerumah mereka.
Dia jatuh cinta pada Andre, dia jatuh cinta pada suami temannya sendiri. Ibarat kata pepatah, dia bagaikan pagar makan tanaman. Diandra banyak membantunya, tapi dia malah menjadi wanita kedua dalam rumah tangga Diandra.
Selvia mendapatkan segala kemewahan dan hidupnya serba berkecukupan. Andre seorang direktur sebuah perusahaan mampu memenuhi segala kebutuhannya. Dari rumah mewah dan mobil sedan mewah berlogo bintang segitiga menjadi tunggangannya sehari-hari.
Sudah 1 tahun dia menjadi wanita simpanan, dengan Andre selain mendapatkan harta, uang, dan napsu. Dia melayani dan memenuhi semua hasrat seksual Andre. Memenuhi semua ide liar yang tak bisa dilakukan Andre pada Diandra, bisa dia penuhi.
Pernah dia bertanya pada Andre, kenapa pria itu menjadikannya wanita simpanan.
"Kenapa kamu berselingkuh denganku, sayang?" tanya Selvia.
"Jangan pernah bertanya hal tersebut," ujar Andre tidak suka.
"Andre, kamu tidak bisa begini."
"Selvia dengarlah sayang, aku mencintaimu. Layani aku dengan liar, aku hanya puas saat bercinta denganmu."
Dia tidak bisa menolak setiap sentuhan-sentuhan jari-jemari Andre. Lelaki itu menyentuh bagian-bagian sensitifnya, membuat tubuhnya menggeliat. Erangan-erangan kenikmatan terdengar bagaikan alunan musik yang indah.
Antara nikmat dan dosa beriringan menjadi bagian hidup, Selvia. Pernikahannya yang dulu kandas, membuat dia memilih untuk jadi wanita simpanan. Menjadi wanita simpanan adalah pilihan Selvia, dia tidak memperdulikan cibirian dan pandangan rendah orang lain. Dia tidak memperdulikan dengan tangisan Diandra dan ke dua anaknya Andre. Jangan salahkan dia menjadi wanita simpanan, dia hanya ingin dicintai walau sulit untuk memiliki Andre seutuhnya.
Selvia hanya terdiam melihat kejadian yang menyiksa jiwa dan pikirannya. Ia tak sanggup berkata apapun lagi saat Yulius dengan amarah keluar dari rumah. Ia menatap kosong dan menahan air matanya, saat ia Kenzo anaknya dibawah oleh Yulius . Tubuhnya bergetar saat Kenzo terus menangis memanggil namanya.
"Aku yang berhak dengan hak asuh, Kenzo," ujar Yulius.
"Aku mohon, biarkan Kenzo bersamaku. Umurnya baru lima tahun, Ius." Selvia memohon pada Yulius suaminya.
"Kamu bisa apa! Kamu tidak berkerja dan selama ini aku lah yang membiayai semua kebutuhanmu."
"Walau aku tidak berkerja, tapi aku inginkan hak asuh Kenzo bersamaku."
"Seharusnya kamu pikirkan perbuatanmu! Jika kamu tidak berselingkuh dengan pria keparat itu, mungkin hak asuh Kenzo jatuh ditanganmu."
"Kamu duluan yang berselingkuh Ius, bukan aku."
"Lalu kamu mau apa? Aku memang terlebih dahulu yang berselingkuh, kamu pikir dengan kamu membalas berselingkuh akan mengubah segala hal! Kamu salah wanita bodoh!"
Selvia sangat kecewa pada Yulius, ia memang salah sudah berselingkuh dengan pria lain. Ia hanya membalas perbuatan Yulius yang telah menyakitinya, menghinanya, bahkan Yulius melakukan kekerasan dalam rumah tangga.
"Aku mohon Ius. Aku mohon, jangan ambil anakku," ujar Selvia.
Selvia terus memohon pada Yulius, tapi Yulius tidak memperdulikannya. Yulius terus membawa Kenzo semakin menjauh dari dirinya.
Selvia melangkahkan kaki dengan perlahan masuk ke dalam rumah, badannya bagai tak bertenaga, hatinya terasa hampa, dan pikirannya seakan kosong. Anak yang telah dilahirkan, dibesarkan sekarang dirampas begitu saja oleh suaminya, Yulius.
"Aku harus bagaimana?" ujarnya menangis.
"Aku harus menghubungi Daniel, laki-laki itu harus membantuku."
Berkali - kali dia menghubungi Daniel, tapi tidak ada jawaban. Ia melakukan perselingkuhan dengan Daniel untuk membalaskan sakit hatinya atas perbuatan Yulius. Yulius bukan suami yang setia dan sering berganti-ganti pasangan. Saat ia marah pada Yulius hanya tamparan dan caci maki yang ia dapatkan.
"Aku besok harus ke apartemen Daniel, aku harus menagih janjinya yang dulu akan membantuku jika aku akan bercerai dengan Yulius."
***
Keesokan harinya
Selvia dengan cepat melangkahkan kakinya menuju gedung apartemen Daniel, ia ingin bertemu dengan lelaki tersebut, tapi semua hanya harapan palsu. Berkali-kali ia menekan tombol bel di sana tak ada jawaban dari dalam apartemen.
"Sial! Ke mana si Daniel?" ujar Selvia dengan emosi.
Selvia menahan mengepalkan tangannya menahan emosinya sendiri, lelaki yang pernah menjadi selingkuhannya malah tidak ada di dalam apartemen dan menghindarinya.
"Dasar laki - laki kurang ajar! Setelah ia menikmati tubuhku sekarang malah pergi. Dasar berengsek!" umpat Selvia dengan amarah.
Berbagai macam perasaan di rasakannya, ia merasa marah, kecewa, dan putus asa, ia sendirian sekarang tanpa ada satupun yang menemaninya. Ia langkah gontai berjalan kembali ke menuju mobilnya. Selvia menangis sendirian di dalam mobil, ia sama sekali tak menyangka pria yang dikiranya dapat membantu malah sekarang menghilang tanpa jejak.
Pria menjanjikan kebahagian untuknya sekarang malah menghindarinya, tidak menepati janjinya yang akan melindungi dirinya. Betapa bodohnya ia begitu saja mempercayai semua yang dikatakan oleh Daniel yang ternyata sama saja seperti Yulius.
"Kenapa jadi begini yaa Allah ... kenapa harus jadi begini," ujar Selvia dengan menyesal, ia memegang dadanya yang terasa sakit.
Selvia melajukan mobilnya, ia sudah tak memiliki orang tua lagi. Kedua orang tuanya sudah meninggal dan adik laki - lakinya tak memperdulikan dirinya semenjak kasus perselingkuhannya dengan Daniel. Kemana ia tempatnya mengadu tentang keluh kesah yang dirasakannya.
Sesampainya Selvia di rumah ada sebuah mobil Hammer H3 terparkir di halaman rumahnya. Ia menghela napasnya dengan berat, mobil mewah itu milik suaminya. Ia sedang tak ingin bertemu dengan lelaki yang sebentar lagi akan menjadi mantan suaminya.
"Kamu sudah kembali," ujar Yulius dengan dingin.
"Iya. Kamu ada urusan apa ke sini?"
"Banyak urusanku, salah satunya rumah ini."
"Apa maksudmu?"
"Aku mau kamu pergi dari rumahku. Sebentar lagi kita bercerai dan kamu tidak berhak tinggal di rumahku lagi."
"Ini rumahku!"
"Haha, sejak kapan ini menjadi rumahmu. Orang tua ku memberikan rumah ini dan segala isi di dalamnya, bahkan mobil yang kamu pakai milik orang tua ku."
"Kenapa? Kenapa kamu melakukan ini Ius?"
"Inilah yang pantas di dapatkan untuk wanita penghianat seperti kamu. Perempuan rendah dan jalang sepertimu pantas di perlakukan seperti ini."
"Kamu yang memulai segalanya Ius. Jika kamu tidak berkali-kali berselingkuh aku tidak akan mungkin melakukan itu juga."
"Jika aku berselingkuh, apakah bisa dibenarkan kamu juga berselingkuh Sel?"
Selvia tak bisa menjawab perkataan Yulius, ia merutuki kebodohannya.
"Jika vaginamu tidak gatal untuk di masukin lelaki lain tentu kamu masih berstatus istriku dan tak akan kamu berpisah dengan Kenzo."
"Kamu keterlaluan Ius! Kamu tidak pernah menyentuhku sama sekali. Kamu tidak pernah memberikan nafkah batin padaku selama 1 tahun pernikahan kita."
"Ooh jadi kamu menyalahkan aku yang tidak mau menyentuhmu lagi! Dasar perempuan jalang! Aku sangat menyesal menikah dengan perempuan sepertimu. Ga di masukin selama setahun saja kamu jadi liar begitu bagaimana kalau bertahun-tahun lebih lama pasti kamu akan menjadi seorang wanita malam."
"Hentikan Yulius. Aku mohon jangan hina aku lagi, aku mohon."
Selvia menutup telinganya, perkataan Yulius sangat menyakitkan. Ia tak sanggup mendengarkan semua yang di ucapkan lelaki yang telah menikah dengannya selama 5 tahun.
"Tutup terus saja telingamu! Apa kamu pikir dengan kamu menutup telinganmu fakta kamu seorang jalang akan di tertutupi. Kamu bodoh Selvi."
"Cukup!"
"Iya memang sudah cukup aku membuang-buang waktu yang penting dengan wanita sepertimu. Aku kasih kamu kesempatan tinggal di sini selama seminggu, kamu bereskan semua barang-barangmu dan pergi dari rumahku. Mobil Innova yang kamu pakai untuk kamu saja, aku ga sudi memakai mobil bekas jalang sepertimu walau aku yang membelinya. Anggap saja aku sedekah padamu. Orang miskin!"
Yulius meninggalkan Selvia yang menangis menahan rasa sesak di dalam dadanya. Ingin sekali ia berteriak dan membalas semua perkataan pria tersebut, tapi apalah dayanya. Jika ia melakukan itu hanya akan memperkeruh semua masalah yang ada.
Hidup tak seindah impian, keputusan yang salah membuat segalanya berubah. Kehilangan pasangan bukan menjadi salah satu alasan untuknya tidak bisa melanjutkan hidup, tapi kehilangan anak yang membuatnya hancur.
Berbagai pikirian berkecamuk di dalam benaknya, ia harus bagaimana? Ia bingung harus melakukan apa? Selvia tidak memikirkan dampak dari perselingkuhannya dulu dengan Daniel. Ia bukan anak orang kaya dan tidak bekerja. Ia tak memiliki uang untuk membiayai hidupnya sendiri.
"Tabunganku mulai menipis membayar sewa apartemen selama 6 bulan, aku harus bekerja, tapi kerja apa?"
"Cream wajahku, make up ku, dan parfume hampir habis semua."
"Yulius, kamu sangat kejam padaku. Kenapa setelah semua perlakukanmu yang kasar padaku sekarang kamu malah membuangku hanya karena aku sekali saja berselingkuh," ujarnya menyesal.
"Aku harus bagaimana sekarang."
Selvia bingung harus melakukan apa ia memiliki teman dekat, tapi semua temannya menjauh saat ia tak memiliki uang. Ia memutuskan untuk datang ke pengacaranya berkonsultasi tentang perceraiannya dan bagaimana caranya agar mendapatkan hak asuh putranya.
Dengan melajukan mobil yang diberikan Yulius padanya ia sudah tiba di kantor pengacara. Selvia menghela napasnya melihat make upnya, ia harus tampil cantik demi penampilannya sendiri.
Benny Santana, pengacara yang menangani kasus perceraian Selvia tersenyum melihat kedatangan wanita sexy dan tetap cantik di usianya yang sudah berusia 30 tahun.
"Pak Benny," sapa Selvia sambil mengulurkan tangannya.
"Bu Selvia apa kabarnya?" balas Benny membalas uluran tangan Selvia.
"Kabar baik Pak Benny, Anda sendiri tentu baik, 'kan?"
"Tentu baik sekali Bu Selvia, apa lagi kedatangan wanita cantik seperti Anda."
"Terima kasih Pak Benny atas pujiannya."
Benny dan Selvia berbicara tentang kasus perceraiannya, langkah apa yang harus ia ambil, dan bagaimana caranya mendapatkan hak asuh Kenzo, putra semata wayang Selvia.
"Sepertinya akan sangat sulit untuk Bu Selvia untuk mendapatkan hak asuh," ujar Benny.
"Tapi, apa tidak bisa melakukan berbagai cara demi anak saya."
"Bu kasus perselingkuhan Anda sudah ada bukti-bukti yang tidak bisa dipungkiri lagi. Anda terbukti berselingkuh."
"Tapi, saya berselingkuh karena Yulius duluan selingkuh."
"Apakah Anda ada bukti?"
"Saya tidak memiliki bukti, saya memang pernah memergoki Yulius bersama wanita lain."
"Apa ada saksi?"
"Tidak ada," ujar Selvia sambil menggelengkan kepalanya.
"Pengadilan tidak bisa hanya berdasarkan asumsi atau hanya katanya saja, harus ada bukti."
"Jika bukti percakapan di whatsapp apa kah bisa?"
"Bisa, jika perselingkuhan itu terjadi melalui media elektronik dan mengandung hal yang melanggar kesusilaan, data elektroniknya bisa menjadi bukti untuk menyeret tersangka ke polisi. Aturan yang dipakai adalah UU ITE Pasal 27 ayat 1. Apakah Bu Selvia memiliki buktk-bukti percakapan atau foto-foto Pak Yulius dengan selingkuhannya?"
"Untuk buktinya sendiri saya tidak memilikinya, semua bukti-bukti ada di ponsel Yulius. Tapi apa perlu memakai pihak ke polisian? Tidak bisa di buktikan di pengadilan saja?"
"Untuk di pengadilan bisa, tapi alangkah baiknya jika melaporkan ke pihak yang berwajib. Jadi ada dasar hukum yang kuat untuk mendapatkan hak asuh."
"Saya tidak bisa melakukan itu."
"Kenapa Bu?"
"Yulius bisa saja melaporkan saya ke polisi dengan pasal yang sama, malah Yulius memergoki saya keluar dari hotel dengan Daniel."
"Inilah yang jadi masalah Bu. Bu Selvia tidak memiliki bukti perselingkuhan Pak Yulius."
Selvia menghela napasnya, terasa begitu berat kasus yang sekarang menjeratnya.
"Ibu tahu tentang hukum perzinahan itu apa dan bagaimana?"
Selvia menggelengkan kepalanya, ia memang tidak mengerti tentang hukum perzinahan.
"Menurut hukum Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 284 ada sejumlah aspek hukum mengenai zinah, yaitu pertama, zinah adalah hubungan persetubuhan di luar nikah antara dua orang yang salah satu atau keduanya telah menikah. Kedua, perzinahan harus bisa dibuktikan dengan pengakuan tersangka perzinahan, dan/atau saksi mata, yang dalam hukum Islam harus memenuhi persyaratan: 4 orang lelaki dewasa yang menyaksikan adanya penetrasi hubungan seksual. IKetiga, kasus zinah adalah delik aduan. Hanya pasangan resmi dari pelaku perzinahan yang berhak melaporkan tindak perzinahan. Polisi tidak berhak menangkap pelaku perzinahan tanpa laporan dari pasangan resmi pelaku perzinahan. Keempat, pada perceraian karena alasan perzinahan, mantan suami istri tidak bisa rujuk. Kelima, meski yang melaporkan perzinahan adalah pasangan resmi dari salah satu tersangka perzinahan, proses hukum mengenai dua atau lebih orang yang terlibat dalam perzinahan. Keenam, perzinahan yang dilakukan atas dasar suka sama suka tanpa adanya paksaan dari siapa pun. Bagaimana menurut Anda?"
"Saya jadi pusing sendiri Pak Benny."
"Secara gampangnya membuktikan sebuah perzinahan itu tidak semudah yang di terlihat Bu. Harus ada saksi dan bukti."
"Jika keadaannya seperti itu lebih baik saya tidak melaporkan Yulius ke pihak polisi saja dari pada saya sendiri yang mendapatkan masalah."
"Jika seperti ini cara mendapatkan hak asuh anak melalui pengadilan. Anak yang di bawah umur hak perwalian dan pemeliharaan anak ada pada Ibu."
"Iya saya mohon bagaimana caranya agar Kenzo hak asuhnya jatuh di tangan saya."
"Sebenarnya dari pengadilan, hak asuh anak di tangan Ibunya, tapi ada juga membuat sang Ibu kehilangan hak asuh anaknya salah satunya perselingkuhan Bu Selvia sendiri."
Selvia melihat Benny dengan mata berkaca-kaca, hatinya terasa nyeri. Ia merasakan penyesalan yang teramat mendalam atas semua tidakkan yang ia lakukan. Betapa bodohnya ia membalaskan dendam pada Yulius yang menjadi boomerang sendiri untuk dirinya. Selvia putus asa ia yakin tak akan bisa mendapatkan hak asuh Kenzo.
Selvia keluar dari kantor pengacara Benny Santana dengan putus asa. Air mata yang tadinya ia tahan akhirnya tumpah ruah di dalam mobil, ia menangis sendirian sambil merutuki kebodohannya sendiri.