Sampul Novel Tujuh Bulan Menikah Aku Masih Perawan

Tujuh Bulan Menikah Aku Masih Perawan

8.7 / 10.0
Tujuh bulan membina rumah tangga, Nayya masih belum pernah disentuh oleh Dimas, suaminya. Tiap kali menuntut hak batin, ia hanya menerima penolakan dengan alasan lelah atau dalih tak logis lainnya. Kejanggalan ini mendorong Nayya melakukan penyelidikan demi membongkar rahasia besar yang disembunyikan sang suami. Mampukah ia mengungkap kebenaran di balik sikap dingin Dimas? Ikuti kisah penuh misteri ini dalam menyingkap tabir pernikahan mereka.
Ringkasan Tujuh Bulan Menikah Aku Masih Perawan
Tujuh bulan membina rumah tangga, Nayya masih belum pernah disentuh oleh Dimas, suaminya. Tiap kali menuntut hak batin, ia hanya menerima penolakan dengan alasan lelah atau dalih tak logis lainnya. Kejanggalan ini mendorong Nayya melakukan penyelidikan demi membongkar rahasia besar yang disembunyikan sang suami. Mampukah ia mengungkap kebenaran di balik sikap dingin Dimas? Ikuti kisah penuh misteri ini dalam menyingkap tabir pernikahan mereka.
Baca Selengkapnya

Tujuh Bulan Menikah Aku Masih Perawan Bab 1

Pesta pernikahan mewah baru saja digelar, aku sangat bahagia bisa menikah dengan seorang Dimas Mahardika, laki-laki tampan dan juga mapan yang baru saja menghalalkanku.

Yah, apa lagi yang aku cari dari Mas Dimas, sudah ganteng pekerja keras, memiliki karir yang bagus dan yang paling penting dia mengerti agama. Aku berharap Mas Dimas bisa membimbingku hingga ke jannah-Nya.

Aku bisa melihat kebahagiaan di wajah Papa dan Mama saat melihat putri tunggalnya telah menikah dengan orang yang tepat.

Walaupun sebenarnya aku dan Mas Dimas belum lama kenal, yang membuat aku yakin, Mas Dimas tidak mengajak aku untuk pacaran tapi melainkan langsung menikah. Siapa yang bisa menolak, dinikahi pria mapan dan juga tampan seperti Mas Dimas.

Aku dan Mas Dimas turun dari mobil pengantin dan langsung masuk ke dalam rumahku, aku mengajak Mas Dimas untuk masuk ke kamarku.

Kami belum merencanakan bulan madu, karena waktu cuti Mas Dimas tidak panjang. Sehingga bulan madu kita tunda dulu.

"Ini kamarku Mas yuk masuk!" Ungkapku saat di depan pintu kamar, sambil mempersilahkan suami ku masuk. Rasa bahagia membuncah di dadaku, tak kupungkiri memang aku yang lebih dulu jatuh cinta padanya.

"Eh iya, terima kasih," ungkapnya agak canggung. Mas Dimas beristirahat sejenak di tempat tidur, merebahkan tubuhnya.

Aku melirik suamiku yang sudah sibuk memegang ponselnya. Sepertinya dia sedang membalas pesan seseorang. Terlihat dari jarinya yang lincah menyentuh keyboard di layar ponsel.

Aku segera mengganti pakaian pengantin dan tak ingin kepo dengan apa yang dikerjakan oleh suamiku. Setelah mandi aku melihat dia masih memegang ponselnya. Betah sekali dia bermain ponsel.

"Mandi dulu Mas, ini handuk dan pakaian ganti nya," ungkapku sambil memberikan handuk padanya. Ia melihatku sekilas dan tersenyum tipis.

"Oh iya, aku mandi dulu ya?" Pamitnya sambil mendaratkan kecupan kilat di pipiku membuat aku tersipu-sipu dan membuat wajahku memanas. Aku pikir, aku lah wanita uang paling bahagia di dunia ini malam ini.

Malam kian larut, aku melirik suamiku yang masih sibuk memainkan ponselnya dari tadi, apa seperti ini malam pengantin baru? Pikirku.

Padahal aku sudah mengenakan lingerie berwarna gelap yang sengaja aku beli untuk malam pertama. Menyenangkan hati suami bukankah suatu hal yang bernilai ibadah, tak apa terlihat lebih agresif di depan suami toh kita berdua sudah halal.

Setelah menyemprotkan parfum dan mengenakan lipstik. Aku beranjak dari meja riasku dan merebahkan tubuhku di sampingnya. Ia masih cuek dan tak meliriku sedikit pun.

"Mas!" Panggilku lembut dengan nada menggoda.

"Hmmm!" Sahutnya cuek. Namun ia masih memainkan ponselnya itu tanpa melihat ke arahku.

"Mas...? Ini malam pertama kita lho, kenapa Mas selalu saja memainkan ponsel itu?" Tanyaku sambil menatap suamiku yang terlihat sangat tampan malam ini. Aku wanita normal yang pasti menginginkan sentuhan dari seorang suaminya.

"Oh, ya? Maaf ada kerjaan sedikit dari kantor, tadi aku membalas pesan dari klienku," ucapnya. Ia meletakan ponselnya di atas nakas dan menoleh padaku sesaat. Hanya sesaat.

Aneh, apa aku tak menarik di matanya. Padahal aku sudah memakai pakaian dinas malam khusus untuk malam pertama kita.

Kemudian aku melihat dia menguap beberapa kali, aku tahu kita sama-sama capek karena resepsi pernikahan yang digelar dari pagi hingga sore hari. Namun, apa mungkin dia bisa secuek itu padaku, terlihat sekali dia seperti tak bernafsu melihatku.

"Sayang ...aku capek banget, dari tadi malam aku nggak tidur, ditambah lagi saat resepsi tadi, pegel...banget kakiku," ungkapnya sambil memijit kaki dengan sebelah tangannya.

"Sini Mas, aku pijatin, mungkin bisa mengurangi pegelnya," ucapku menawarkan dengan lembut.

"Nggak usah sayang, sepertinya istirahat saja lebih baik, aku capek banget sayang.."

Ungkapnya.

Ada rasa kecewa saat dia seolah yang menghargai aku, bahkan hanya sekedar meliriku saja dia enggan. Ia merebahkan tubuhnya di sampingku dan menutup tubuhnya dengan selimut.

"Mas, kenapa? Mas nggak cinta ya sama aku?" Tanyaku sambil menatap punggungnya. Ia berbalik dan membelai rambutku.

"Kok kamu ngomong gitu, ya cinta lah sayang, kalau aku nggak cinta nggak mungkin dong, aku menikahi kamu," ungkapnya sambil menatapku dengan mata elangnya. Mata itu, membuat aku jatuh cinta, sorot mata yang tajam dan membuat aku terpesona.

"Kalau kamu cinta, kenapa kamu nggak mau menyentuhku?" Tanyaku. Ia tertawa kecil dan mengacak rambutku.

"Aku kan udah bilang aku capek, kita tunda dulu ya malam pertamanya," ucapnya sambil menepuk pipiku lembut, kemudian ia mengecup pipiku sekilas, tanpa menunggu jawaban dariku ia pun tidur membelakangiku lagi seperti tadi.

Kenapa dari tadi ia tak pernah mengecup bibirku? Hanya sebatas cium pipi saja. Apa aku yang terlalu berlebihan, menginginkan malam ini menjadi malam terindah dengan suamiku.

Sesaat dengkuran halus terdengar dari suamiku, ia benar-benar bisa tidur saat malam pertama seperti ini. Ada rasa kecewa di dalam hatiku, Aku merasa seperti Istri yang abaikan. Tak dihargai.

Tapi mungkin apa karena dia benar-benar capek. Yah, aku harus berpikir positif saja, mungkin dia benar-benar capek dan lelah.

Apa lagi sebelum ini kami mempersiapkan segalanya bedua, untuk pernikahan mewah yang diimpikan oleh semua kaum hawa.

Tampa sadar aku pun tertidur dengan lingerie yang melekat di tubuhku.

~~~

Pagi harinya aku terlambat bangun, aku akui memang kemarin adalah pesta yang sangat melelahkan. Tamu undangan yang datang silih berganti, bahkan kami tak sempat untuk duduk karena harus menyalami tamu-tamu undangan yang datang dan ikut berbahagia mendoakan pernikahan kami.

Aku membuka mata, di sampingku Mas Dimas masih tidur dengan posisi terlentang, aku tersenyum melihat suamiku yang tampannya bak dewa Yunani itu masih tertidur pulas, nampaknya dia memang sangat lelah. Aku harus bisa memaklumi itu.

Aku bergeser dan memberanikan diri meletakan kepalaku di dada bidangnya yang atletis. Mas Dimas memang suka nge-gym dari dulu, tubuhnya atletis dan terlihat sangat macho.

Ini yang aku impikan dari dulu, punya suami macho dan atletis. Ditambah Sholeh pula, siapa yang tidak klepek-klepek.

Aku memeluk tubuh itu, merasakan kehangatan dan detak jantungnya yang terdengar di telingaku. Entah kenapa pagi ini, aku sangat menginginkan sentuhan itu, aku pikir pasti Mas Dimas sudah fit kembali. Toh tidurnya juga sudah pulas. Tapi ternyata Ia kaget dan terbangun.

"Sayang, apa-apaan ini?!" serunya sambil refleks mendorong tubuhku menjauh darinya.

***

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Tujuh Bulan Menikah Aku Masih Perawan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Perjodohan dengan pria yang dulu pernah ditolaknya memicu dilema mendalam. Apakah pernikahan ini berjalan atas sisa cinta, atau justru menjadi ajang pembalasan dendam atas sakit hati masa lalu? Kini, sebagai suami istri, keduanya harus berkomitmen meski bayang-bayang masa lalu terus mengusik. Di dunia Chronophile yang sangat menghargai waktu, berbagai rahasia dan konflik pun mulai bermunculan, menguji kesetiaan serta keutuhan rumah tangga mereka.
Sampul Novel Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
8.4
Delapan tahun membina rumah tangga, Jessica harus menelan pil pahit di hari ulang tahun pernikahannya. Alih-alih merayakan momen spesial, dia tidak sengaja mendengar pengakuan kejam suaminya, Rio Aditya. Rio ternyata berselingkuh dengan Nadia dan berniat menceraikannya. Di saat yang sama, Jessica didiagnosis mengidap kanker ovarium stadium akhir. Tanpa rasa cinta yang tersisa dan waktu yang kian menipis, Jessica memutuskan untuk merelakan semuanya, bersiap pergi selamanya demi kedamaiannya sendiri.
Sampul Novel En-PD153
8.9
Kekasih lama yang kusangka sudah mati tiba-tiba kembali dengan membawa wanita hamil yang katanya telah menolongnya. Dengan lancang, dia menyuruhku tinggal bersama mereka dan menawarkan janji pernikahan palsu demi menikahi perempuan itu. Sebagai putri bangsawan sekaligus menantu dari dinasti konglomerat, aku menolak menjadi simpanan. Jika dia memilih melepaskan kemewahan ini, aku akan memastikan dia jatuh miskin tanpa sisa.
Sampul Novel En-PD154
9.0
Kemenangan sepuluh kali beruntun di arena tak menghalangi Roderick untuk mengkhianatiku. Tunanganku itu justru asyik bermesraan dengan cinta pertamanya, bahkan membiarkan perempuan itu menghinaku sebagai sosok kasar tak berkelas. Kelembutan Roderick lenyap, digantikan pernyataan cinta untuk wanita lain di depanku. Dengan hati dingin, kuhubungi ayahku yang merupakan bos mafia. Aku meminta pertunangan ini dibatalkan demi mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel Istri Untuk Tuan Alex
7.9
Demi melindungi kehormatan ibu angkatnya, seorang gadis rela menjadi pengantin pengganti. Sayangnya, kesalahpahaman fatal membuat Alex sangat membenci dan memperlakukannya dengan kasar. Meski mendapat perlakuan buruk, ia tidak tinggal diam dan terus berjuang keras menyembunyikan rahasia besar tentang identitas aslinya. Akankah Alex mampu membongkar misteri yang tersimpan rapat ini? Temukan kelanjutan kisah penuh ketegangan dan emosi mereka di Bakisah.
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Demi menghapus duka setelah kepergian Rizal, Sonia memboyong kedua buah hatinya, Alif dan Hana, ke sebuah apartemen sederhana. Tak disangka, di sana ia bertetangga dengan Yudha, duda menawan yang juga mengasuh putri tunggalnya, Mira, seorang diri akibat tragedi masa lalu. Pertemuan tak sengaja di lorong apartemen perlahan menumbuhkan getaran tak biasa di hati mereka. Kini, keduanya dihadapkan pada pilihan sulit: terus meratapi kesedihan lama atau berani membuka hati demi cinta yang baru.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED