San fransisco, california
Ashley gabriella collins atau yang kerap di sapa ashley, dikenal sebagai putri tunggal dari pasangan tersohor mathew collins dan elia collins
Ashley merupakan seorang gadis cantik yang manja kepada kedua orang tua nya walaupun usia nya sudah memasuki angka 23 tahun
Setiap kemauan yang ia ingin kan ashley harus mendapatkannya dengan cara merengek kepada orang tua nya atau dengan cara ia harus mengorban kan perutnya yang lapar
seperti pagi ini di saat seluruh keluarga collins sedang menikmati sarapannya, ashley merengek kepada ayah nya ia menginginkan Aston Martin Valhalla keluaran terbaru yang hanya di produksi beberapa unit saja
"Aku ingin daddy mengganti mobil q dengan yang baru" ucap nya tanpa berbasa basi
"Mobil" jawab sang ayah
"Yes daddy"
"Kau baru saja membeli mobil satu minggu yang lalu honey, sekarang kau meminta pada ku untuk membelikan mobil baru lagi"- tanya sang ayah
Ashley hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban, sampai ia mendengar lagi sang ayah berbicara.
"Ada apa dengan mobil mu, jika rusak kau bisa membawanya kebengkel terdekat atau kau bisa memanggil orang untuk memperbaiki mobil mu"-
Ashley menghebuskan nafasnya, jika sudah seperti ini sulit untuk ashley membujuk ayahnya.
"Aku bosan dengan mobil itu, suara nya jelek dan juga teman teman kampus ku banyak yang memakai produksi mobil itu dad, lagi pula harga mobil itu tidak mahal dad, hanya US$ 1,3 juta, dan pasti nya kau tidak akan jatuh miskin setelah memgeluarkan uang itu untuk membeli mobil baru ku.
Matthew tersedak roti sarapan nya setelah mendengar nominal harga mobil itu yang di jelaskan putrinya.
Seluruh keluarga besar collins menatap ashley dengan pandangan tak suka apalagi salah satu adik tiri ayah ny, mendengar ashley meminta mobil keluaran terbaru
"Kau lihat akibat perbuatan mu ashley, kau selalu saja membuat kekacauan dan membuat semua orang shock atas permintaan mu"- sindir alana, dengan wajah di buat-buat sedih
Ashley hanya memutar kedua matanya, malas menimpali ucapan elena yang selalu saja mendramatisir keadaan.
Ashley memberikan segelas air putih dan menayakan keadaannya- "Daddy tidak apa-apa kan, maaf jika ucapan ku membuat mu shock dad, tapi aku ingin sekali mobil itu, aku janji ini permintaan ku yang terakhir dan aku tidak akan meminta apa-apa lagi dad, swear"- kata ashley sambil menunjukan dua jari telunjuk dan tengahnya yang membentuk huruf V
Matthew tidak tega mendengar rengekan putri kesayangan nya, akhirnya matthew menyuruh ashley untuk menemui nya usai mereka sarapan
~~~~~~~
Usai mereka menghabiskan sarapannya, Ashley pun segera menemui sang ayah di ruang kerja miliknya, tanpa mau mengetuk pintu ashley masuk begitu saja dan melihat sang ayah sudah menunggu nya disana.
"Kau selalu saja tepat waktu jika sudah menyangkut ke inginan mu honey"- Matthew terkekeh melihat sang putri begitu antusias ingin mendapatkan mobil itu.
"Of course dad, kau yang terbaik, aku menyayangimu"- kata Ashley menimpali ucapan sang ayah dan memeluk pria paruh baya itu penuh kasih sayang
Matthew menerima pelukan putrinya dan mengelus rambut coklat almons milik Ashley
"Jika kau ingin daddy membelikan mu mobil keluaran terbaru kau harus mau menerima syarat dari daddy"- ucap Matthew
Ashley membelalakan matanya, nampak terkejut akan ucapan sang ayah yang meminta ia untuk memenuhi syarat permintaannya
" Ayolah dad, kenapa kau meminta syarat dari ku, kau tidak akan bangkrut jika kau hanya mengeluarkan sedikit uang untuk ku dad, lagi pula harga mobil itu sangat murah hanya US$ 1,3juta
Matthew sudah tidak lagi mengerti dengan sikap sang anak yang hampir saja tiap harinya selalu membuat kepalanya pusing- "Turuti permintaan ku atau aku tidak akan membelikan mobil yang kau inginkan atau apa pun yang kau mau"- ucap matthew final
Tak bisa membantah lagi, dengan terpaksa ashley menyanggupi syarat dari ayah nya, walaupun ia tahu syarat yang di berikan ayah nya pasti sangatlah berat untuknya
"Jadi syarat apa yang akan daddy berika padaku, jika tidak menguntungkan buat ku, aku tidak mau menerima syarat dari daddy"- jawab Ashley dengan nada sedikit memelas
Matthew tersenyum melihat putrinya sudah mau menerima syarat darinya-" Dengarkan daddy, jangan memotong ucapan daddy sebelum daddy selesai berbicara
Ashley membalas senyuman ayahnya dan menganggukan kepala sebagai tanda is setuju.
"Daddy akan melakukan perjalanan bisnis selama 1bulan bahkan berbulan-bulan"-
"Bukan kah itu sudah terbiasa, daddy selalu pergi berbulan bulan bersama mommy tanpa mau mengajakku"- jawab ashley kesal
Matthew terkekeh melihat putri nya kesal-" Ckkk.. Maafkan daddy dan mommy mu sayang, daddy janji akan mengajak mu di lain waktu, tapi untuk sekarang ini daddy tidak bisa mengajak mu, kemarilah sayang- pinta metthew pada putrinya sebelum ia melanjutkam ucapanyan-" Daddy ingin kau tinggal di penthousenya lucas, anak sahabat daddy, dia akan menjaga mu selama daddy tidak ada.
Kali ini ashley di buat kaget dengan permintaan ayahnya, apa yang ayah nya pikirkan sehingga, ayahnya meminta ia untuk tinggal bersama orang lain
"Aku tidak mau dad, aku tidak mengenal pria itu, lagi pula kenapa kau menyuruh ku tinggal bersama pria itu, kau bisa menyuruh bibi elena atau paman gab datang kesini"- ucap ashley tak yakin jika kedua adik ayah nya itu mau menemaninya
"Sayang dengarkan daddy, daddy mengenal pria itu, dia anak dari sahabat baik daddy, daddy yakin dia akan menjaga mu dengan baik, tidak ada salah nya jika kau tinggal bersamanya, hanya 3 minggu sayang, daddy janji setelah itu daddy akan memberikan apa pun yang kau ingin kan"-
Gadis itu memajukan bibirnya tampak tidak senang dengan ucapan ayah nya, dengan terpaksa gadis itu pun mengiyakan ucapan ayah nya dengan janji yang ayah nya lontarkan
"Kau janji akan memberikan ku apa saja yang aku pinta dad"- tanya gadis itu
" Apa saja yang kau pinta daddy akan menurutinya, tapi kau harus mau tinggal bersamanya, hanya tiga minggu saja sayang tidak lebih dari itu
"Baiklah, jika itu yang daddy mau, aku tidak bisa menolak tp ingat janji mu dad, dan sebelum daddy pergi untuk perjalanan bisnis bersama mommy, daddy harus membelikan mobil impian ku"- ucap ashley bernegosiasi kepada ayahnya.
Matthew memikikrkan ucapan putrinya sebelum ia menimpali perkataan ashley-"jika kau tidak menepati janji mu, daddy akan menarik semua aset yang kau punya termasuk mobil impian mu, deal"- matthew mengulurkan tangan nya pada sang putri tanda ia tidak bermain main dengan janjinya
Ashley pun menerima uluran tangan sang ayah sebagai tanda ia setuju dengan semua janjinya.
"Good girl, ini baru putri daddy yang cantik besok daddy akan memperkenalkan mu dengannya"
"Dan jangan lupa mobil terbaru ku, aku ingin nanti siang mobil itu sudah berada di halaman mansion"-timpal ashley
Ayah dan anak itu pun terkekeh bersama, dan akhirnya matthew berhasil membujuk putrinya yang manja, matthew hanya tinggal memberitahu lucas tentang persoalan ini.
Franklyn corp
LUCAS SAMUEL FRANKLYN pria tampan dengan pahatan tubuh yang sempurna bak dewa yunani memasuki gedung pencakar langit tempat ia mencari nominal tidak berseri, tatapan mata dari para staff wanita di kantornya menatap kagum penuh minat saat ia berjalan angkuh di depan para staff nya
Lucas tak menghiraukan tatapan mata para staff wanita dikantornya saat ia berjalan, bagi lukas mereka semua sama hanya mengincar kekayaan, dan haus akan kepopularitasan untuk menjulang karir mereka dengan membuka paha lebar-lebar untuk lucas masuki
Dering telepon lucas berbunyi, lucas melihat nama panggilan di telepon nya dengan cepat lucas mengangkat telepon nya sambil berjalan memasuki tabung persegi khusus untuknya
"Ada apa paman"
"Ya aku baru saja tiba di kantor"
"Baiklah, setelah selesai rapat, tepat jam istirahat, kita akan bertemu, paman bisa datang ke kantor ku atau di tempat lain.
"Oke, Aku menunggu paman jam 1 siang ini di kantorku"
Lucas pun mengakhir teleponnya dengan orang itu, dan segera masuk kedalam tabung persegi menuju ruangannya
~~~~~~~
Ashley yang baru saja keluar dari ruang kerja milik ayah nya, mendapatkan Alena berada tak jauh dari tempat nya.
"Seperti nya kau baru saja memenangkan lotre"- tanya Alena, musuh besar ashley di mansion ini, dengan melipatkan tangan di dadanya
"Kenapa kau selalu ingin tau urusanku hah, lalu jika aku mendapatkan lotre, kau mau apa Alena"- tanya ashley, menanggapi pertanyaan alena dengan malas
Alena terkekeh mendengar ucapan ashley yang terdengar frontal di kuping nya- "ckkkkk, dasar anak manja, apa dengan meminta kau bisa mengalahkan ku, dengarkan aku baik baik ashley, walaupun kau meminta pada ayah mu, aku tetap yang pertama di keluarga ini"- ucap alena membalas ucapan Ashley dengan nada ejeknya.
Ashley yang mendengar ejekan dari Alena, hanya tertawa, bagi Ashley, Alena hanyalah parasit yang menumpang hidup di keluarganya.
"Oh ya, bukan kah memang, aku selalu menjadi yang pertama di keluarga ini, asalkan kau tau Alena, kau dan ibumu hanyalah parasit yang menumpang hidup di keluargaku, seharusnya kau dan ibu mu malu karena telah di usir oleh kakek ku dari mansionnya"- sarkas Ashley, lalu pergi meninggalkan Alena yang terdiam setelah mendengar jawaban sarkas ashley
Alena mengepalkan kedua tanganya, ia tidak terima dengan hinaan Ashley yang menyebut ia dan ibunya adalah parasit di keluarga ini, Alena bertekad untuk menjatuhkan Ashley dan melemparkan Ashley keluar dari keluarga ini
Perdebatan antara Ashley dan Alena di dengar oleh Matthew yang keluar dari ruang kerjanya, Matthew segera menghampiri Alena yang masih terdiam di tempat itu.
"Apa yang kau lakukan disini Alena, apa kau menguping pembicaraan ku dengan putri ku"- tanya nya, menatap alena tampak tak suka
Alena tersadar dari lamunannya, menatap sang paman yang sudah berdiri di depan nya, alena selalu saja terpesona akan ketampanan paman tirinya, walaupun usia nya tak lagi muda.
"A.. A.. Kuu..." jawab Alena gugup
"Tidak perlu kau jelaskan, aku sudah mendengar semua nya, lebih baik kau jaga batasan mu di keluarga ini"- timpal Matthew, dan pergi dari hadapan alena
~~~~~~~
Mood Ashley berubah semenjak perdebatan antara ia dan alena, akhirnya ashley memutuskan untuk pergi mencari udara segar di luar dengan berjalan jalan atau berbelanja menghabiskan uang ayahnya
Ketika Ashley ingin keluar dari mansion nya, ashley di kejutkan dengan mobil yang ia ingin kan sudah berada di halaman mansion nya, ashley berteriak saking senang nya, memutari mobil miliknya, sampai ia mendengarkan suara ayahnya dari kejauhan
Matthew tersenyum melihat ashley begitu antusias dengan mobil barunya,- "Apa kau suka honey"- tanya matthew menghampiri sang putri
Ashley tersenyum pada sang ayah yang sudah berada di samping kirinya "Thanks daddy, aku mencintaimu, daddy memang yang terbaik"-
Matthew menimpali ucapan ashley dengan merangkul bahu putrinya sambil mengingatkan kesepakatan yang mereka buat tadi "Ingat janji mu, jika tidak daddy akan menyita semua aset yang kau punya"- matthew mengingatkan kembali putri nya, agar putrinya menepati kesepakatan yang telah mereka buat.
Ashley memutar bola mata nya sebal dan ia pun membalas ucapan sang ayah sekedarnya saja
"Daddy tidak perlu mengingatkan ku lagi, aku selalu ingat ucapan daddy dan janji ku pada daddy, baiklah jika tidak ada yang ingin daddy bicarakan lagi aku akan membawa mobil baru ku untuk berjalan jalan dan menghabiskan uang daddy walaupun tidak akan pernah habis"-
Sebagai jawaban Matthew hanya tersenyum dan mengizin kan ashley untuk mencoba mobil barunya, dan meminta ashley berhati hati mengendarai mobilnya.
~~~~~~
Dengan senyum lebar Ashley melajukan mobilnya dengan sangat hati-hati, ia tidak ingin mobil barunya lecet walaupun hanya sedikit saja, tapi sayang nya, sebuah mobil menabrak bagian belakang mobil ashley tepat di bagian lampu belakang mobilnya pada saat lampu merah menyala.
Ashley yang mendengar mobil nya di tabrak dari belakang segera turun dan melihat keadaan mobilnya, lampu mobil nya pecah, dan bagian bawah mobilnya terdapat goresan yang cukup parah
Mendapati penabrak mobil nya keluar dari dalam, ashley pun langsung memaki orang itu.
"Hai tuan apa kau tidak punya mata di saat mengendarai mobil hah, kau tidak melihat ada mobil di depan mu, di mana kau menyimpan mata mu, apa kau buta"- ucap ashley sarkas
Ya yang menabrak mobil ashley adalah lucas pria tampan yang banyak di gilai para wanita, lucas tertegun saat melihat kecantikan ashley yang sedang memaki nya, ia pub tak mendengar ocehan ashley, pandangan nya terfokuskan pada bibir ashley, ingin rasa nya ia mencicipi bibir mungil itu menghisap nya hingga bengkak atau mengajak ashley di ranjang nya mengukung ashley di bawah kendali nya
"Kau harus bertanggung jawab atas perbuatan mu, kau merusak mobil ku tp kau hanya diam saja, selain kau buta apa kau bisu juga hah"- ucap ashley lagi, geram karena melihat pria penabrak itu tidak bicara.
Mendengar makian makian yang keluar dari mulut ashley, lucas memincingkan mata nya, tidak terima jika ia di bilang bisu dan buta.
"Apa kau sudah puas memaki ku nona, mobil mu hanya tergores dan tidak rusak parah, kau bisa memperbaikinya sendiri dan juga itu semua bukan kesalahan ku sepenuhnya, kau yang mengerem mendadak di saat lampu merah menyala" Jawab Luas santai
Ashley pun geram mendengar jawaban Lucas , Ashley pun tidak terima karena dirinya di salahkan.
"Kau menyalahkan ku, jelas-jelas yang bersalah disini adalah anda tuan, jika kau tidak ingin bertanggung jawab atas kerusakan mobil ku jangan salah kan aku jika aku berbuat sesuatu yang tidak kau suka" Ancam ashley
Ashley pun berjalan ke arah mobil Lucas, dan tepat di samping mobil lucas, ashley menggerai rambut nya dan mengambil tusuk rambut yang berada di kepalanya dengan cepat ashley menggoreskan body mobil itu dengan tusukan rambut nya sampai menibulkan bekas tidak hanya satu goresan Ashley mengoreskan body mobil itu berulang kali.
Lucas hanya bisa tercengang melihat tingkah barbar ashley di mobilnya, mobil yang baru ia beli kemarin di rusak ashley dengan cara brutal.
"Done"
"Ternyata hasil karya ku bagus juga, dan mobil mu tampak lebih indah untuk di lihat" Ucap Ashley, menatap remeh pada Lucas yang sudah menatapnya geram
"Kau"
"Kita impas" Ucap Ashley lagi, berbalik menuju mobilnya sambil tertawa puas.
"Dasar wanita gila kau pikir aku akan diam saja setelah kau merusak body mobilku nona, heii kau mau kemana, kita belum selesaii, haii nona, heii, dasar wanita brengsekk" Geram Luas berteriak kencang pada Ashley.
Dan Ashley tidak menghiraukan ucapannya, malahan Ashley sudah pergi dari tempat itu.
"Aku akan bikin perhitungan dengan mu"teriak Lucas lagi
Ashley baru saja tiba di kediamannya dengan wajah yang masam, setiba nya di depan mansion, ashley pun langsung menyakan keberadaan ayah nya pada salah satu maid yang ada di mansionnya.
"Dimana daddy" Tanya ashley, tanpa berbasa basi
Maid yang di tanya oleh ashley pun langsung menolehkan kepala nya, dan menunduk hormat pada ashley, maid itu pun menjawab pertanyaan ashley sedikit gagap "tu.. tu.. an be.. sar.. Ada di halaman belakang no..na.."-
Tanpa kata terima kasih ashley meninggalkan maid itu, dan menuju halaman belakang mansionnya, setiba ia di halaman belakang ashley pun berteriak memanggil ayah nya
Matthew yang sedang asik bermain golf di kejutkan dengan suara teriakan yang matthew sudah ketahui, siapa lagi kalau bukan putri kesayangan yang manja
" Daddy" Teriak ashley dengan suara yang sangat nyaring sampai menggema di halaman belakang mansion.
"Bisa kah kau tidak berteriak sayang, daddy tidak tuli" Ucap matthew yang kesal dengan ashley yang selalu saja berteriak setiap ia memanggil siapa pun di mansion ini
"I'm sorry dad"- jawab ashley dengan cengiran khas miliknya menampilkan deretan gigi kelinci miliknya, dan dalam sekejap saja raut wajah ashley berubah tidak lagi seceria tadi
"Kenapa kau mencari daddy, apa kau sudah bosan mencoba mobil baru mu itu hmm" Tanya matthew memperhatikan gelagat muka ashley yang berubah dalam sekejab
Ashley tampak ragu untuk menjawab pertanyaan ayahnya, ia takut ayahnya akan marah, jika tahu mobil baru nya rusak, dan ashley pun berniat meminta pada ayahnya untuk mengganti mobil barunya.
Tak ada jawaban dari ashley, matthew pun kembali fokus untuk mengayunkan stick golf nya lagi, belum sempat matthew mengayunkan stick golf nya, ia mendengar permintaan ashley yang membuatnya shock
"aku ingin mobil baru ku di ganti dad, mobil ku rusak di tabrak oleh orang yang tidak bertanggung jawab"- ucap ashley dalam satu tarikan nafas tanpa ada rasa bersalah, melihat ayahnya tidak menghiraukan ucapan nya ashley pun kembali bersuara kali ini ia sedikit membujuk ayahnya- " Ayolah dad, kau bisa mengganti mobil baru ku dengan yang baru, lagi pula, mobil itu pasti ada asuransinya kan"
Ashley pun sukses memecah konsentrasi ayahnya, ia melihat ayah nya menaruh stick golf di tempat khusus lalu berjalan ke arahnya
Matthew mendekat pada putri nya, dan meminta ashley untuk duduk di bangku yang berada di sana,
Melihat ashley yang tidak protes padanya, matthew pun angkat bicara, "Kau tau kenapa daddy tidak menimpali pertanyaan mu"-
Ashley hanya bisa menggelengkan kepalanya sebagai jawaban
"Dengarkan daddy sayang, walaupun mobil itu ada asuransinya tapi untuk mengganti dengan yang baru itu tidak akan bisa, jika kau meminta daddy untuk membelinya lagi, maafkan daddy sayang daddy tidak bisa menuruti permintaan mu, daddy harap kau bisa menjadi gadis dewasa, bertanggung jawablah atas perbuatan yang kau lakukan saat ini"- jawab matthew tegas pada sang putri, ia tidak ingin suatu saat gadisnya menjadi wanita yang tidak punya rasa tanggung jawab dan empati terhadap orang orang sekitarnya
"Dad, tapi bukan aku yang merusak mobil itu, mobil ku di tabrak oleh seseorang dan mengakibatkan bagian belakang mobil ku hancur, kenapa kau meminta ku bertanggung jawab, seharus nya daddy menuntut orang itu untuk bertanggung jawab, bukan nya aku yang harus daddy salahkan"- protes ashley, ashley berusaha membela dirinya dari sang ayah, ia tidak mau ayah nya menyalahkan perbutan yang tidak ashley lakukan
"Daddy tidak membela orang yang menabrak mu atau menyalahkan mu, daddy hanya ingin kau bersikap dewasa sayang, jika orang yang menabrak mobil mu tidak mau bertanggung jawab kau bisa membawa mobil itu untuk di perbaiki, bukan meminta daddy untuk menggantinya dengan yang baru sayang
"Dad tapi... "
"Tidak ada tapi-tapi, permasalahan mobil mu cukup sampai disini, jika kau masih bersikaras meminta daddy membelikan mobil baru lagi, jangan harap kau bisa merasakan fasilitas yang daddy berikan padamu"- ucap matthew yang tidak terima bantahan dari putrinya
Ashley kesal mendengar keputusan dari ayahnya yang ia anggap tidak menguntungkan buatnya, mau tidak mau ashley pun menuruti kemauan sang ayah
"Sama sekali tidak menguntungkan ku, baiklah dari pada daddy mengambil semua fasilitas ku, lebih baik aku menuruti kemauan mu"- timpal ashley
Matthew tersenyum dan terkekeh mendengar perkataan putrinya yang kesel ia pun meminta ashley untuk memeluknya
Drrrttttttt ponsel matthew yang berada di atas meja pun bergetar, membuat ayah dan anak pun menoleh, matthew yang melihat id caller langsung mengangkat telepon nya, dan meminta ashley untuk tetap berada disana
"Ya"
"Paman berada di mansion"
"Tidak masalah, kau bisa datang kemansion paman"
"Baiklah paman akan menunggu mu, dan satu lagi, paman akan langsung memperkenalkan putri paman padamu
Matthew mengakhiri sambungan telepon nya, dan ia pun kembali menghampiri putri nya, yang sudah menatap ayah nya dengan raut wajah bingung
"Siapa yang menelepon mu dad"- tanya ashley
"Lucas, anak sahabat daddy, dia akan berkunjung ke mansion, daddy harap kau tidak pergi kemanapun, karena lucas lah yang akan menjaga mu saat daddy pergi
"oOo... WHAATTTTTTT" Ucap ashley, setelah mencerna setiap ucapan ayahnya
"Daddy akan memanggil mu, saat lucas datang, -
©©©©©©
Di saat itu pula lucas langsung menelepon seseorang untuk membawakan salah satu motor kesayangannya dan membawa mobilnya untuk di perbaiki
Lucas melihat jam tangan mahal yang ia kenakan dari salah satu brand ternama, melihat angka sudah menunjukan pukul satu siang, lucas pun segera mencari nomer yang akan ia hubungi lalu ia pun mendial nomer itu
"Hallo paman"
"Maaf seperti nya kita tidak bisa bertemu di kantor ku, apa paman berada di mansion"
"Ok, kalau begitu aku akan datang ke mansion paman sekitar 1 jam lagi,
"Baiklah paman terima kasih"
Lucas mematikan sambungan telepon nya, tepat di saat anak buah nya datang membawa motor yang ia akan gunakan.
"Sir"
"Kau antar mobil ku ketempat biasa, bilang padanya, mobil ku harus sudah selesai besok pagi"- perintah lucas pada anak buahnya
Anak buah lucas menuruti perintah tuannya nya, dan segera pergi dari hadapan lucas,
Setelah urusan mobil beres, lucas menaiki motor kesayangan nya dan melaju ketempat tujuan, perjalanan dari tempat itu menuju tempat tujuan nya hanya memakan waktu 25 menit, waktu yang sangat cepat dari waktu yang ia janjikan.
Setibanya lucas di gerbang mansion besar, ia membuka helm nya, penjaga yang sedang berjaga di mansion bersar itu pun sudah tahu siapa lucas, dan mempersilahkan lucas masuk ke area mansion.
Lucas memarkirkan motornya tepat di halaman mansion itu, ia menatap bangunan mansion itu dengan rasa kerinduan, lucas ingat betul, mansion ini selalu memberikan kecerian dan kehangat untuk orang orang yang tinggal di dalam mansion tersebut di saat keluarganya mengunjungi mansion ini.
Belum sempat lucas mengetuk pintu, seorang wanita keluar dari dalam mansion, wanita itu terkejut melihat tampang lucas yang tampan dan gagah berdiri di depan pintu masuk
Alena sempat tidak percaya dengan apa yang ia lihat, seorang pria berdiri tidak jauh dari tempatnya, dengan wajah yang tampan seperti dewa yunani, fantacy fantacy liar pun sudah berada di otaknya, lamunan alena terbuyarkan dengan suara barithon lucas yang sexy
"Mr.collins apa dia ada di dalam" Ucap lucas tanpa basa basi
"Di.. Di.. A ada di dalam"- kata alena tanpa melepaskan pandangannya ke lucas dan sedikit menggoda lucas dengan membusungkan dada nya kelucas
Lucas sudah terbiasa di tatap bahkan di perhatikan secara dalam oleh para wanita, baginya itu sudah biasa mendapatkan tatapan nakal dari wanita wanita itu.
"Dimana saya bisa menemuinya"- tanya lucas, tak perduli jika alena sudah memasang wajah menggodanya
"Dia berada di ruang kerja nya, hmm perkenalkan saya ale"-
"Terima kasih"- ucap lucas memotong ucapan alena yang ingin memperkenalkan dirinya, meninggalkan alena di sana, dan lucas pun berjalan ke arah ruang kerja matthew yang sudah lucas ketahui dimana letaknya
©©©©©©©
Matthew tak mengira jika lucas datang lebih cepat dari waktu yang sudah di janjikan, ia pun menyuruh lucas untuk duduk di sofa di depan meja kerjanya dan mengambil sebotol wine dari dalam rak khusus miliknya
"Ada apa paman ingin menemuiku"- tanya lucas
"Minumlah lah dulu, aku tau kau pasti sangat haus, bagaimana kabar mu son, sudah lama paman tidak bertemu dengan mu"- matthew berbalik menanyakan kabar lucas dan menyodorkan segelas wine yang sudah ia isi
"Aku baik paman, terima kasih sudah sudah menanyakan kabarku, bagaimana kabar paman dan bibi"
"Paman baik, sedangkan bibi"- matthew menghela nafasnya nya, sebelum ia kembali menjawb pertanyaan lucas, -"bibi berada di italy, dia harus menjalani perawatan insentif, inilah yang ingin paman bahas, paman ingin kau berjanji untuk tidak menceritakan tentang bibi pada ashley"
Lucas mensesap winenya, sambil mendengar ucapan matthew, sesekali ia mengangguki kepala nya bertanda lucas paham akan keinginan matthew
"Sejak kapan bibi berada di italy"
"Sudah dua bulan bibi berada di sana, dan beberapa hari ini, kondisi nya sangat menurun, paman tidak ingin melihat ashley sedih mendengar ibu nya tidak dalam keadan baik"
"Tapi kenapa paman harus merahasiakan ini dari putri paman"- tanya lucas mencari tau penyebab matthew menyembunyikan keadaan istrinya
"Paman hanya tidak ingin melihat ashley bersedih, ashley sangat dekat dengan ibunya, paman tidak ingin di saat ashley melihat ibu nya memakai alat alat penunjang hidup, ashley semakin merasa bersalah karena tidak dapat menjaga ibunya atau ashley s
Jatuh sakit, itu yang paman takutkan, ashley sangat mencintai ibunya, paman mohon, bisa kah kau menjaga putri paman hanya beberapa bulan saja
"Kenapa aku yang harus menjaga putrimu paman"-
Matthew menceritakan semua nya pada lucas tanpa ada satu pun yang terlewat, lucas yang mendengar tak sengaja melihat sebuah figura terpampang jelas di dinding ruangan itu, photo seorang gadis yang baru saja ia temui tadi, dan menarik nya gadis itu yang akan tinggal bersama nya
"Jadi karena alena, paman ingin ashley tinggal bersama ku"-
"Ya, karena itu alasan nya, paman ingin ashley tinggal bersama mu, apa kau tidak keberatan, kau tenang saja, ashley tidak akan menganggu aktvitas mu bersama wanita wanita mu"- jawab matthew sambil terkekeh
Lucas pun ikut terkekeh-"ckk... Apa kau tidak takut paman, jika aku melakukan sesuatu pada anak gadismu"-
"Jika itu terjadi, aku akan memaksa kau untuk menikahi putriku"- jawab matthew santai
Lucas sepakat menerima permintaan matthew dengan syarat ashley harus mengikuti semua peraturan yang ia buat.
Tidak berselang waktu lama matthew meminta maidnya memanggil ashley untuk menemui nya
Lucas yang masih berada di dalam ruangan kerja milik matthew tersenyum smirk, ia ingin melihat reaksi ashley saat melihatnya
©©©©©©
Ashley bergegas turun dari kamar nya yang terletak di lantai dua mansion untuk menuju ruang kerja ayahnya.
Di saat ashley sudah berada di depan pintu ruang kerja ayahnya, ashley masuk tanpa mengetok pintu itu, ashley di kejutkan dengan adanya lucas yang berada di dalam ruangan kerja itu
Seketika mood ashley menjadi buruk, ia pun langsung kesal melihat lucas terkekeh saat melihatnya.
"Apa yang kau lakukan disini brengsekk"- tanya ashley
Matthew menatap bingung keduanya, ia tidak mengerti dengan ucapak ashley yang di tunjukan ke lucas, sampai matthew mendengar lagi ashley berbicara padanya "- daddy kenal dengan pria ini, dad pria ini yang sudah merusak mobil ku, dan pria ini tidak mau bertanggung jawab atas kerusakan mobil ku"
Matthew paham akan maksud ucapan ashley, akhirnya matthew pun angkat suara"- jadi kalian sudah saling kenal"- tanya matthew pada mereka berdua, memincingkan mata nya ke arah lucas dan ashley
"Ya"
"Tidak"- Jawab mereka berdua bebarengan
"Pria gila ini yang telah merusak mobil ku, dad"- ucap ashley, melirik lucas dengan sinisnya.
"Dan gadis ini yang telah menggores mobil ku dengan penjepit rambutnya paman"- sambung lucas yang tak mau kalah dari ashley
Matthew memijit pangkal hidung nya, ia pusing dengan mereka berdua yang sama sama tidak mau mengalah
Keributan keributan antara ashley dan lucas berlanjut, kedua dua nya sama sama tidak mau di salahkan, matthew pun mencari jalan tengah untuk mereka berdua, merundingkan masalah ini dengan kepala dingin, tanpa ada nya keributan atau teriakan ashley yang tidak ingin di salahkan
"Apa kalian akan ribut seperti ini terus hah, tidak ada yang mau mengalah satu orangpun,"- tanya matthew, menghentikan mereka yang sedang beradu mulut
"Selesaikan ini semua dengan kepala dingin, aku tidak ingin melihat keributan kalian lagi"-ucap matthew sebelum meninggalkan ruang kerja nya
Ashley yang hendak protes pada ayah nya, ia urungkan, melihat jari telunjuk ayahnya sudah di acungkan kearah ashley, mau tidak mau ashley menerima keputusan ayahnya dengan kesal
©©©©©©©
Setelah kepergian matthew, lucas menarik ashley kedalam dekapan nya dan ngurung ashley dengan cara memeluknya, tanpa ashley duga lucas mencium nya dengan cara kasar, menghisap bibir bawah casey yang tebal
Ashley yang baru pertama kali di cium oleh pria sontak terkejut, apa yang di lakukan lucas di luar naluri nya, ashley masih berusaha agar ia tidak terpesona dalam ciuman lucas
Ciuman lucas yang tadinya kasar berubah menjadi lembut, lucas sedikit menggigit bibir bawah ashley agar ashley membuka lebar bibirnya
Hal itu pun berhasil, lucas langsung menerobos masuk kedalam rongga dalam mulut ashley mengabsen seluruh bagian dalam bibir ashley yang terasa manis, lucas pun semakin memperdalam ciumanya, tangan nya memegang tengkuk leher ashley dan tangan satu nya berada di antara bokong ashley yang padat dan meremas bokong ashley yang pas di tangan nya,
Setelah puas bermain di bokong padat ashley tangan lucas menjalar ke permukaan punggung ashley dan masuk kedalam tshirt ashley, mengusap lembut punggungnya yang terasa lembut.
Ashley pun tidak tinggal diam, ashley membalas ciuman lucas dengan liarnya, dan mengusap- usap dada lucas hingga ke perut sixpack lucas dengan jemari lentiknya, menaik turun kan jemarinya dengan nakal, hal itu membuat lucas semakin terbakar gairah, udara yang tadi nya dingin seketika panas oleh perbuatan mereka
Tangan Ashley terus turun ke bawah berhenti di tengah, tangannya menjalar semakin nakal, ia mengelus pangkal paha Lucas hingga berhenti di bukti kejantanannya yang berdiri tegak, menegang
Lucas yang merasa sudah tidak sanggup lagi untuk menahan hasrat nya, ingin segera membawa ashley ke sofa yang berada di ruangkerja itu, pikiran pikaran liar lucas pun sudah meracuni otaknya, tapi sayang nya lucas terkikik di saat juniornya di remas ashley secara sadis, ashley memelintirkan junior lucas dengan tidak elite sampai lucas teriak kesakitan