Chaewon pun menunduk, ingatan tersebut seakaan benar-benar membuatnya tenggelam dan hilang. Ia ingin menangis saat itu juga, bahkan ia sangat ingin berteriak dan memukul wajah yang telah ada di dalam titik kehancuran dirinya.
Chaewon merasa bahwa nafas nya semakin berat dan pundaknya terasa semakin sakit, ia bahkan tidak bisa memejamkan matanya karena yang ia lihat saat memejamkan mata wajah dari pria yang seperti sangat tidak asing bagi Chaewon, ia melihat seperti ada sebuah hubungan di antara keduannya.
Dari kursinya Jessie memperhatikan apa yang di lakukan oleh Chaewon, jika ia bertanya pada Chaewon apa yang sebenarnya terjadi padanya, ia takut bahwa Chaewon akan marah padanya, Menurut Jessie sosok Chaewon adalah satu-satunya siswi di kelasnya yang benar-benar tertutup.
Chaewon dan Jessie pun keluar dari kelas untuk menuju kantin sekolah, namun sebelumnya Chaewon harus pergi ke lokernya untuk menaruh buku Diarynya di sana, Tepat di samping loker milik nya ada sebuah loker dengan nama " Gu Yoo Kyung ", Chaewon yang akan segera menutup lokernya itu pun segera menengok ke arah loker tersebut dengan tatapan sendu.
" Chaewon ada apa ? " Tanya Jessie.
" tidak ada apa-apa " sahut Chaewon sambil tersenyum kecil.
" loker itu milik Gu Yoo Kyung, satu bulan lalu ia pindah dari sini, Aku tidak tahu apa alasannya tapi setelah itu Yoo Kyung bahkan tidak mengabari kami lagi, bahkan ia tidak mengambil barangnya di loker miliknya, Pihak sekolah juga tidak memindahkannya karena tidak tahu sandi dari loker tersebut "
" bukankah pihak sekolah bisa membukanya secara paksa? "
" yaa, tapi itu akan merusak loker tersebut " sahut Jessie sambil melangkahkan kaki nya yang kemudian di ikuti oleh Chaewon.
Chaewon hanya melihat loker tersebut dengan ekspresi datarnya sambil melangkahkan kaki nya mengikuti Jessie. Suasana di kantin terlihat sangat ramai dengan murid-murid yang tengah menikmati makan siang mereka, sebuah meja tepat di tengah ruangan yang di isi oleh beberapa siswi itu menyisakan dua kursi yang langsung di isi oleh Chaewon dan Jessie.
" aku dengar Lee Tae Oh sudah kembali dari program pertukaran pelajarnya "
" tadi pagi aku melihatnya sedang berbicara dengan teman-temannya " sahut beberapa siswi yang ada di depan mereka, Chaewon yang mendengarkan pembicaraan tersebut pun hanya menyimaknya sambil berusaha menikmati makanannya.
" Chaewon, aku sedikit memberitahukan mu tentang murid yang bernama Lee Tae oh yang di bicarakan mereka tadi, dia murid kelas 3B banyak siswi yang menyukainya karena memang perlu di akui dia memang tampan, tapi dia sering terlibat dalam masalah seperti membully siswa yang seperti kutu buku, tapi kenapa ia bisa mendapatkan program pertukaran pelajar itu ya? aku memberitahumu karena kau terlihat sekali bisa menjadi bahan tindasan murid-murid yang memiliki pengaruh kuat di sekolah ini, emmm itu dia Chaewon" Bisik Jessie.
Chaewon hanya sekedar mendengarkan kata-kata Jessie tanpa memikirkan dan mencernanya, karena pikirannya hanya berpokus pada hal lain.
" Jadi kau tidak mau memberikan buku jawaban soal itu pada kami?! kau tau kan apa akibatnya jika menolak permintaan kami?!" Teriak seorang siswi yang langsung mengalihkan perhatian semua murid yang ada di kantin termasuk Lee Tae Oh Yang tengah berdiri bersama teman-temannya itu.
" aku sudah bilang pada Yuna bahwa aku lupa membawa buku itu " sahut siswi yang tengah duduk di kursi kantin itu.
Tanpa bicara lagi, salah satu siswi yang bernama Eun Bi langsung menjambak rambut siswi tersebut dan membenturkannya ke meja, Hal itu pun membuat semuanya menjadi heboh dan ketakutan, semuanya tahu bahwa Eun Bi adalah teman dekat dari Yuna, Siswi yang memegang kendali di sekolah dan memiliki koneksi banyak dengan murid-murid pembully di sana.
Dengan Refleks Chaewon dan Jessie pun berdiri dari kursinya, karena jarak tempat mereka tidak jauh dari posisi Eun Bi membully siswi tersebut, hal itu membuat mereka berdua bisa melihat dengan jelas bagaimana Eun Bi membully siswi yang lemah tersebut.
" kenapa tidak ada yang membantu nya? " Tanya Chaewon.
" Mereka takut akan merasakan hal yang sama dengan siswi yang tengah di bully Eun Bi itu, atau mungkin mendapatkan hal yang jauh lebih parah dari itu, jika aku memiliki keberanian yang cukup aku akan menghentikan ini semua " sahut Jessie.
Dengan dalam Chaewon melihat Eun Bi dan siswi tersebut, terlintas sekilas ia seperti terlempar dalam masa lalu Yoo Kyung yang memperlihatkan dirinya menjadi bahan bullyan Yuna dan teman-temannya, Dengan wajah datarnya ia pun berjalan ke arah Eun Bi dan teman-temannya, Chaewon langsung menangkap tangan Eun Bi yang akan segera menampar wajah siswi tersebut yang langsung membuat Eun Bi menoleh ke arahnya.
" sepertinya kau tidak bisa menggunakan otakmu untuk berpikir sampai kau menyakiti orang lain sebegitu menyedihkannya di depan murid-murid lain " sahut Chaewon dengan dingin.
" sepertinya kau ini si siswi baru itu, kau tidak tahu dengan siapa kau akan berurusan, jadi lepaskan tangan ku!" Bentak Eun Bi.
" Kau yang tidak tahu akan berurusan dengan siapa " sahut Chaewon dengan dingin.
Hal itu langsung membuat semua murid antusias melihatnya, karena ini adalah pertama kali nya mereka melihat ada seorang siswi yang berani menentang Eun Bi, hal itu pun manarik perhatian dari seorang Lee tae Oh.
Lee Tae Oh pun langsung segera melihatnya dari dekat, dengan mata kecilnya itu ia dengan jelas bisa mengenali siapa siswi yang ada di depan matanya itu.
" Gu Chaewon? " sahut Jae Seok pelan yang langsung di ikuti dengan senyuman kecil di wajahnya.
Dengan mata yang masih melihat dingin ke wajah Eun Bi, Chaewon melepaskan tangan Eun Bi, Ia pun membuang pandangannya ke arah si siswi yang tadi Eun Bi Bully, dengan lembut Ia membangunkan siswi tersebut dan berjalan melalui Eun Bi dan teman-temannya.
" Yakk!! Kau pikir Kau siapa! Yakk " teriak Eun Bi pada Chaewon yang tidak di gubrisnya sama sekali.
Merasa tengah di permalukan di depan semuanya, Eun Bi Pun menyuruh teman-temannya untuk memukul Chaewon saat itu juga di depan semua orang, Salah satu teman Eun Bi pun menarik rambut Chaewon yang di ikat sampai akhirnya terurai.
Chaewon pun menghentikan langkahnya, Jessie pun menghampiri mereka berdua dan menyuruh Chaewon untuk meminta maaf pada Eun Bi.
" Jessie, bawa dia ke tempat aman " sahut Chaewon sambil berdiri kaku.
" Chaewon sebaiknya kau minta maaf pada Eun Bi, mereka akan menghabisi mu di depan semuanya " sahut Jessie.
" Jessie, kau tidak perlu sepanik itu, Aku yang akan menghabisi mereka semua, kau adalah teman sekelasnya Gu Yoo Kyung kan? tidak lama lagi kau akan mengenali siapa diriku " sahut Chaewon yang langsung membalikkan badannya dan menendang perut salah satu teman Eun Bi.
Chaewon yang akan membalas Eun Bi dan teman-temannya itu dengan sengaja tidak mengikat kembali rambutnya, dan membiarkannya terurai begitu saja, Jessie pun dengan jelas melihat warna berbeda pada rambut Chaewon yang dengan sangat jelas terlihat mirip dengan warna rambu dan gaya rambut Gu Yoo Kyung.
" aku dan saudara ku memiliki gaya rambut yang sama, karena ini memiliki arti yang sangat dalam bagi kami, jika kau melihat seorang wanita yang memiliki gaya rambut dan warna yang sama dengan ku, itu adalah Kakakku" – Gu Yoo Kyung.
Chaewon bahkan menjambak dua teman Eun Bi sekaligus sebelum akhirnya menghampiri Eun Bi dan menjambak rambutnya.
" aku bahkan bisa melakukannya dengan lebih jika aku mau, katakana pada Yuna temanmu, bahwa nasib buruk kalian sudah ada di depan mata kalian, satu lagi! aku ingin memberikan mu pelajaran atas tindakan mu tadi yang membenturkan seseorang ke meja " sahut Chaewon yang langsung membenturkan kepala Eun Bi ke meja.
Semua murid yang melihat kejadian tersebut pun memberikan apresiasi pada Chaewon, sedangkan Chaewon masih sangat terlihat marah pada Eun Bi dan membuang pandangannya yang tidak sengaja menjadi melihat ke arah Lee Tae Oh yang tengah tersenyum ke arahnya.
" Apa ?! " bentak Chaewon.
Chaewon pun pergi meninggalkan kantin, di saat semuanya tengah terfokus pada apa yang terjadi pada Eun Bi dan Chaewon, ada satu siswa yang tengah duduk di ujung ruangan sambil menikmati makan siangnya, Ia tidak mau terlihat terlalu terang-terangan menonton apa yang tengah terjadi tadi, namun ia cukup tahu dengan mendengarkan apa yang mereka katakan.
" Tae Kyung, apa yang kau katakan tadi benar! " sahut salah satu siswa yang tiba-tiba datang dan langsung duduk di depan siswa yang bernama Tae Kyung.
" tentang apa? " Tanya Tae Kyung.
" tadi kau mengatakan akan bahwa sebentar lagi kekuasaan Yuna dan teman-temannya akan runtuh, Bukan kah tadi kita semua melihat seorang siswi yang berani melawan Eun Bi dan teman-temannya, Itu sudah menjadi pertanda yang baik " sahut siswa tersebut yang langsung di tinggalkan oleh Tae Kyung.
Setelah membuat semua siswa heboh di kantin, rupanya Chaewon pergi ke balkon sekolah bersama dengan Jessie, dirinya menjelaskan mengenai apa hubungan dirinya dan Gu Yoon Kyung.
" Jadi, apa tujuan mu sebenarnya datang ke sini Gu Chaewon? sejak awal aku sebenarnya sudah memiliki rasa yang tidak enak terhadap dirimu, Aku merasakan hal yang aneh datang bersamaan dengan datang nya dirimu ke sini, Gu Yoo Kyung pindah dari sekolah ini dan tak lama setelah itu kau datang, kau tidak pernah membiarkan rambut mu terurai, Awalnya aku berpikir karena kau lebih menyukai rambutmu terikat seperti itu, tapi saat aku melihat rambut mu terurai tadi aku baru menyadari bahwa sebenarnya kau adalah saudara dari Gu Yoo Kyung" sahut Sahut Jessie.
Setelah peristiwa yang terjadi tadi di kantin, Chaewon memutuskan untuk pergi ke atap sekolah, dengan Jessie yang mengikutinya dengan beberapa pertanyaan yang selama ini ingin ia tanyakan pada Chaewon sejak tadi, Dengan hati-hati Jessie mengajukan pertanyaan yang sangat ia ingin tanyakan pada chaewon, karena dilihat dari rawut wajah Chaewon saat ini ia memang benar-benar tidak seperti Chaewon yang Jessie ketahui setiap hari nya.
" Jessie" sahut Chaewon dengan nada berat.
Jessie pun menatap wajah Chaewon dengan begitu dalam, menunggu apa yang akan di katakan oleh Chaewon, dalam suasana hening dan angin yang menyertai mereka berdua.
" Gu Yoo Kyung sudah tidak ada lagi di dunia ini " sahut Chaewon.
Jessie yang mendengar hal itu pun terkejut dengan perkataan Chaewon, nyatanya bukan hanya Jessie saja yang terkejut mendengar hal tersebut Lee Tae Oh yang diam-diam mengikuti mereka dan mendengarkan pembicaraan mereka di balik dinding itu pun langsung membuka matanya saat Chaewon mengatakan bahwa Yoo Kyung sudah tidak ada di dunia ini lagi.
Jessie yang terkejut pun menangis dengan nafas nya yang terasa sangat berat, sama hal nya dengan Chaewon yang sudah sejak tadi menahan rasa sesak didadanya saat berbicara dengan Eun Bi.
" kau pikir apa yang aku lakukan di tempat ini? aku datang hanya untuk membalaskan kematian saudara ku Gu Yoo Kyung, jangan berpikir bahwa Yoo Kyung mati dengan takdirnya, Yoo Kyung mengakhiri hidupnya sendiri di depan mataku, dan seharusnya sudah sangat jelas bahwa aku akan membalaskan itu semua pada Yuna dan teman-temannya, Karena mereka yang menghancurkan hidup Yoo Kyung, dan itu yang menjadikan kami yang tersisa semakin terjatuh dan membenci dunia ini " sahut Chaewon sambil menahan sesak di dadanya.
Walaupun Jessie tidak mengerti dengan apa yang dimaksudkan oleh Chaewon, tapi ia merasa bahwa dirinya tidak bisa mempercayai bahwa Gu yoo Kyung yang begitu ia kenal sebagai wanita yang ceria dan selalu ramah pada semua orang pergi dengan cara seperti itu, Ia memang merasa sangat begitu kehilangan sosok Yoo Kyung, namun saat ia menatap wajah Chaewon yang begitu kuat menahan rasa sedihnya dan rasa sakit dari itu semua ia sadar bahwa Chaewon lah yang begitu sangat kehilangan sosok Yoo Kyung.
Perlahan Jessie mencoba menghapus air matanya dan perlahan mendekat ke arah Chaewon dan memeluk nya.
" setiap saat aku teringat akan hari itu, aku merasa bahwa waktu terhenti dan perlahan dadaku terasa sangat sesak, aku merasakan sakit dan beratnya beban di pundak ku, Jika aku mengakhiri hidupku saat ini juga, lalu siapa yang akan membalaskan rasa sakit Yoo Kyung? lalu, jika aku pun menyerah maka siapa yang akan berbicara untuk diriku nanti ? " Gumam Gu Chaewon.
Jam menunjukkan pukul 15:00 sore, Chaewon dan Jessie berjalan keluar melalui gerbang sekolah kemudian akhirnya berpisah di sana, Chaewon melangkahkan kaki nya sendirian untuk menemui Moon Byul di depan pertigaan jalan di dekat restoran iga.
Chaewon tidak sadar bahwa di belakangnya ada seseorang yang tengah mengikuti dirinya sejak dari depan gerbang sekolah tadi, Chaewon pun menghentikan langkahnya di sebuah toko bunga, ia pun membeli sebuah buket bunga mawar berwarna putih dan kemudian pergi dari sana.
Chaewon pun melanjutkan langkahnya dan berjalan dengan sangat semangat, Langkahnya pun kembali terhenti ketika ia melihat seorang wanita melambaikan tangan ke arahnya dari ujung jalan yang ada di depanya, Wanita itu adalah Moon Byul yang sudah menunggu Chaewon sejak tadi, ia pun membawa sebuah buket bunga berwarna putih di tangannya, Moon Byul pun tersenyum pada Chaewon yang menghampiri dirinya itu, mereka berdua langsung menaiki taxi yang sudah ada di pinggir jalan tadi.
Suasana di dalam Taxi pun terasa sangat hening dan sunyi, Baik Chaewon ataupun Moon Byul hanya terdiam dan saling melihat ke luar jendela menatap apa yang ada di luar, Wajah Moon Byul terlihat sedang memikirkan sesuatu, suasana hati nya memang tengah gelap karena persoalan keluarganya.