Sampul Novel The Queen Of Fantasia

The Queen Of Fantasia

9.6 / 10.0
Menjadi idol terkenal tak membuat Lisa bahagia hingga ia nekat mengakhiri hidup. Bukannya mati, jiwanya malah berpindah ke tubuh Permaisuri Aerin, istri dari Kaisar Lee Han Kyul yang kejam dan tega membunuh istrinya demi selir. Berkat ritual terlarang dari sosok misterius, jiwa mereka bertukar dan kembali ke masa lalu sebelum maut menjemput. Kini, Lisa harus berjuang mengubah takdir tragis Aerin sekaligus mencari cara untuk pulang ke dunia asalnya.

The Queen Of Fantasia Bab 1

Akankah tubuh ini akan mengalami kematian yang sama?

Lisa tidak akan membiarkannya.

"Lepaskan aku! Aku tidak bersalah! Aku tidak pernah membunuh siapa pun!"

"DIAMLAH PERMAISURI! Atau hukuman anda akan semakin berat!"

Lisa berdecih. Jadi seperti ini sikap para manusia biadab yang menusuknya dari belakang. Tiba-tiba kedua Jenderal yang menggiringnya dengan kasar itu melepaskan cekalannya. Sontak saja, tanda tanya besar berkeliaran di kepala Lisa.

Bukankah Permaisuri Aerin dulu dieksekusi di hadapan rakyat?

Kenapa dirinya masih di istana?

Kebingungannya tak bertahan lama saat satu per-satu dayang-dayang istana datang membawa nampan berisi semangkuk cairan berwarna hitam pekat dengan bau menyengat. Tak perlu bertanya lagi, kini ia tahu hukuman apa yang akan ditimpakan atasnya.

"Dia menyuruhku minum racun, heh?" gumam Lisa terkekeh sinis. Senyum miring tercetak jelas di wajahnya. Membuat beberapa pejabat dan orang yang hadir dalam eksekusinya dibuat terheran.

Manik yang biasanya menatap lembut itu kini berkilat tajam penuh amarah. Dunia memang sangat keras. Kebenaran yang diperjuangkannya selama ini, haruskah berakhir sama dengan Permaisuri Aerin?

"Kaisar Lee Han Kyul telah tiba!"

Atensi Lisa bertemu dengan mata elang milik orang nomor satu di Kerajaan Fantasia, tempat di mana menyimpan sejuta keajaiban yang sempat membuat Lisa terpesona hingga terjatuh. Tak ada aura kesedihan lewat tatapan pria dingin yang dulu juga telah mengeksekusi Permaisuri Aerin di kehidupan sebelumnya. Entah apa yang ada di pikiran pria di hadapannya, padahal seharusnya pria ini tahu kalau dia tidak bersalah.

Namun mengapa hukuman ini masih tetap dijatuhkan padanya?

Sebenci itukah Kaisar Lee terhadap dirinya?

"Cepat minumlah Permaisuri, dan anda akan tertidur nyenyak tanpa penurunan tahta Anda sebagai permaisuri Kerajaan Fantasia."

Lisa terkekeh karena ucapan Kaisar di hadapannya. Jujur, ia kecewa. Lisa diam. Namun matanya dengan berani membalas tatapan dingin Kaisar dengan tatapan tajam.

Satu mangkuk diberikan, tapi langsung ia tepis dengan kasar sehingga jatuh di tanah.

Semua orang dibuat terkejut dengan kelakuan brutal permaisuri mereka. Di antara keterkejutan itu, tersembunyi senyum kelicikan yang tercipta jelas di antara wajah selir-selir penghianat.

Mangkuk-mangkuk yang berdatangan itu ditepis Lisa tanpa mengalihkan tatapan tajamnya dari manik sang kaisar. Hingga tinggal beberapa mangkuk, Lisa baru mau menerimanya.

Namun, sekali lagi ia tidak meminumnya, melainkan membuangnya dengan kasar ke arah Kaisar sehingga membuat baju kebesaran kerajaannya basah dengan cairan racun.

"Aku sangat membencimu!!" teriak Lisa frustasi. Kedua matanya berkaca-kaca dan bibirnya bergetar menahan isak tangis.

Sontak saja, sikapnya itu malah membuat puluhan tombak dilayangkan ke arahnya sebagai peringatan waspada.

Air mata Lisa akhirnya luruh gadis itu menunduk, terisak sampai membuat tubuhnya bergetar. Kini ia menatap penuh kebencian pada Kaisar.

"Kupikir ... aku mampu merubah nasib menyedihkan wanita ini. Ternyata aku salah. Aku tidak sehebat itu. Aku ...!" Gadis itu terisak sampai tidak bisa berkata apa-apa.

Lisa menundukkan wajahnya, tak kuasa lagi menatap Kaisar Lee yang tetap beku seperti es. Dan sebuah mangkuk berisi cairan itu kembali disodorkan. Kali ini oleh Kaisar sendiri.

Kepala Lisa mendongak, menatap penuh kebencian. Dengan tangan bergetar, Lisa menerima mangkuk itu. "Semoga anda tidak menyesal, Baginda."

Pada akhirnya gadis itu menyerah, ia meminum cairan itu dengan sekali teguk.

Salah satu sudut bibir Lisa terangkat, menciptakan senyuman sinis tanpa empati.

"Tentu, aku tidak akan menyesal, Permaisuriku."

***

Di sebuah gua dengan pencahayaan temaram, tampak altar yang berbentuk lingkaran dengan gambar rumit perpaduan antara bentuk geometri dan abstrak dan sebuah peti mati berwarna putih dengan ukiran berwarna emas menghiasi sisinya diletakkan dengan posisi tepat di pusat altar.

Dua sosok berjubah hitam dengan tinggi tidak seimbang itu mendekati  altar. Salah seorang tampak tinggi menjulang dengan bahu lebar terus berjalan mendekat ketika seorang lagi di sisinya menghentikan langkah. Berbeda dari pria jakung yang tampak kekar di balik jubah hitamnya, sosok berjubah yang satu memiliki tubuh lebih kecil dan mungil. Dari perbedaan fisik keduanya, maka bisa ditebak bahwa mereka adalah sepasang pria dan wanita.

Si pria berhenti di sisi peti, lalu membuka pintu peti itu. Begitu ia melihat sosok yang tampak pulas di dalamnya, kedua matanya nampak terbelalak. Memar kemerahan tampak melingkari leher dari sosok wanita yang tertidur pulas di dalam peti mati. Bukan hanya pulas, tetapi tidur untuk selamanya.

Setelah beberapa saat mengamati sosok jasad yang telah bersemayam lebih dari sepuluh tahun itu, rahang pria itu sedikit mendongak sebelum akhirnya kembali menutup peti.

"Lakukan!" perintah si pria yang langsung ditanggapi oleh sosok si wanita berjubah.

Tanpa instruksi, wanita itu menfeluarkan belati lalu menggores pergelangan tangannya sendiri. Darah segar menetes ke lantai altar, di mana motif gambar bentuk altar itu memiliki sedikit cekungan. Cairan merah itu menetes dan mengalir, mengisi setiap cekungan hingga membuat darah itu bertemu dari arah satu sama lain.

Tak hanya si wanita, si pria berjubah juga rupanya menggores tangannya sendiri. Setelah darah kedua orang berjubah itu menyatu, si pria kembali membuka peti mati, lalu ikut menggores tangan si jasad. Mengambil setetes darah yang secara ajaibnya masih terlihat segar, si pria langsung mencampurkan tiga darah dari tiga orang yang berbeda menjadi lebur dalam satu aliran.

Mulut si wanita berjubah mulai komat-kamit merapalkan mantra dengan tangan membentuk pistol di depan dada. Gerakannya itu diikuti si pria berjubah hitam. Mereka berdua sama-sama merapalkan mantra yang secara perlahan mulai muncul sebuah cahaya samar dari aliran darah mereka. Perlahan tapi pasti, cahaya berwarna merah itu tampak kian menyilaukan hingga ke langit-langit hingga seketika muncul sebuah pintu portal berwarna hitam di atas kepala mereka.

"Sudah siap."

***

Suara gemuruh musik yang bercampur baur menjadi satu dengan teriakan histeris penuh pujaan. Sayangnya, perpisahan telah tiba, dan idola yang selalu mereka elu-elukan namanya itu telah turun dari panggung setelah sebelumnya melambaikan tangan perpisahan yang langsung disambut suara kekecewaan dari para fans-nya.

Sepulang dari konsernya yang digelar dengan sukses, Lisa langsung menjatuhkan diri di atas kasur. Tangannya meraba-raba permukaan kasur mencari remote tv yang tergeletak di sana. Segera ia menyalakan tv dan menonton berita.

"Breaking news, kini sudah hari ke tiga kasus meninggalnya idola Korea, Song Hani dikabarkan meninggal karena overdosis obat-obatan terlarang. Diduga, Song Hani merasa depresi karena komentar-komentar jahat dari haters yang belakangan ini menyerangnya karena isu bahwa dirinya menjadi kekasih gelap seorang pejabat pemerintah-"

Tiba-tiba layar televisi berubah menjadi hitam. Lisa tak bereaksi, ia sudah bisa menebak sosok yang bisa keluar masuk apartemen miliknya kecuali dirinya.

"Sudah kubilang jangan menonton televisi dulu." Suara bass yang amat familiar itu membuat dada Lisa sesak seketika.

"Aku ... hanya ingin mendengar bagaimana keadaan sahabatku. Apa salahnya? Aku tidak diizinkan manajer melihat pemakamannya, kau sudah menyita ponselku tiga hari ini dan sekarang ..." Lisa menggigit bibirnya kuat-kuat, memgalihkan rasa sesak di dadanya yang kian tak tertahan dan sekarang malah berujung pada jatuhnya bulir bening dari ujung matanya begitu saja. "Aku ... hanya ingin mengucapkan salam perpisahan untuk sahabatku ... hiks!"

Ditenggelamkannya wajah yang mulai sembab karena air mata itu ke dalam bantal. Berharap isakan tangisnya tidak akan didengar sosok pemuda yang kini telah duduk di sisi ranjang sambil menepuk pelan punggungnya.

"Aku hanya tidak ingin kau tambah bersedih, Lisa. Kau tahu sendiri, kan? Posisimu sekarang pun masih belum aman. Surat ancaman pembunuhan yang datang kemarin tentu akan membuatmu makin frustasi. Dan para fans-mu akan sedih saat melihat idolanya bersedih."

"Tapi kau malah membuatku makin bersedih!"

"Lisa, aku-"

"Pergilah! Aku ingin menenangkan diri."

"Lisa, aku tidak ber-"

"PERGI!"

***

Ya, Lisa hanya menenangkan diri. Di balkon apartemennya ini, ia menatap ke bawah. Pemandangan kota Seoul yang tampak begitu cantik dan gemerlap. Namun sayang, keindahan itu tak berarti apa-apa bagi Lisa.

Matanya masih fokus melihat ke bawah, tepatnya pada parkiran apartemen yang tampak sunyi. Sungguh, ia tak mau berbohong. Ia benar-benar ingin menenangkan diri. Benar-benar tenang menuju tempat paling damai yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Kedua kelopak matanya mengantup, perlahan tapi pasti, semilir angin malam ikut mengantarkan tubuhnya melayang bebas ke dunia yang luas.

"LISA!!!"

***

"Permaisuri! Tolong Jenderal, jangan bawa Permaisuri kami! Permaisuri tidak bersalah! Kami mohon ...."

Suara tangis pilu dan permohonan para dayang dan pelayan di istana permaisuri menjadi pengiring langkah terseok-seok sosok wanita berpakaian serba putih itu. Tak ada rasa hormat dan kasihan sedikit pun ketika para prajurit kerajaan itu menarik paksa wanita yang pernah menjadi wanita nomor satu di kerajaan.

Tak mampu menahan, tangis yang sejak tadi disembunyikan pun tumpah ruah saat semua orang menyambutnya dengan cacian dan makian. Semua orang yang dulu di pihaknya, kini beralih menyerangnya. Permaisuri Aerin telah ditipu. Karena kecerobohan itulah, kini ia yang harus menghadapi kematian bersama rasa kebencian dari seluruh rakyat dan anggota kerajaan.

Dadanya makin sesak tatkala ia digiring ke luar kerajaan, tempat di mana ia akan dieksekusi gantung di depan para rakyat.

"Hukum mati Permaisuri!"

"Hukum mati Permaisuri!"

"Hukum mati Permaisuri!"

Wajah-wajah bengis penuh kemenangan turut mengantar detik-detik kepergiannya. Kini ia tengah sempurna berdiri di atas panggung eksekusi. Gadis lugu itu tak mampu berkata apalagi menolak ketika tali tambang yang kasar itu melingkar di lehernya.

"YANG MULIA KAISAR DATANG!"

Tangisnya makin pecah lagi, begitu menyadari kedatangan orang yang menentukan nasibnya sekarang. Kaisar Lee, suami yang begitu ia cintai namun tak pernah sekali pun membalas cintanya meski Permaisuri Aerin telah berkorban banyak untuknya. Suami paling kejam yang kini mempertegas kekejamannya karena kini ia pulalah yang menjadi malaikat maut bagi Aerin.

Pembacaan surat eksekusi pun berlangsung. Kaisar berada di atas panggung berseberangan dengannya. Menatapnya tajam dan jijik. Rahangnya mengeras tatkala seorang hakim datang dan memberinya tuntunan untuk memulai eksekusi.

Tak ada lagi keajaiban yang bisa Aerin harapkan kedatangannya. Tak ada lagi harapan untuk menunjukkan kebenaran pada dunia. Ia kalah. Kebaikan yang selama ini ia perjuangkan berakhir sia-sia.

"Karena telah melakukan banyak kejahatan dan pembohongan publik. Maka dengan kuasa saya, Kaisar Lee Han Kyul, penguasa tertinggi Kekaisaran Fantasia, menarik gelar Permaisuri secara tidak hormat. Dan atas segala kejahatannya, maka hari ini, hukuman eksekusi mati berupa hukum gantung akan segera dilaksanakan."

"K-kaisar ...."

Tes.

Air matanya sudah tak berguna begitu tubuhnya didorong. Seketika itu tali yang melingkari lehernya menjerat begitu erat hingga membuatnya kesulitan bernapas. Kini tubuh ringkih itu melayang di udara, kakinya berusaha bergerak mencari daratan. Namun naas, perbuatannya itu justru membuat lehernya makin kuat terjerat.

Di sisa napas hidupnya itulah, wajah dingin Kaisar Lee yang mengantarkan Aerin menuju tempat paling sunyi, kematian yang abadi. Namun di saat detik-detik terakhir hidupnya itu, ia ingin menyampaikan salam perpisahan pada sosok yang amat dicintainya itu.

"K-Kai ... sar ... aku mencintaimu."

***

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi The Queen Of Fantasia

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly, siswi berprestasi, menyimpan rahasia medis yang memalukan. Ia mengidap galaktorea yang membuatnya memproduksi ASI tanpa pernah hamil. Saat rasa sakit akibat kondisi hormon ini tak lagi tertahankan di sekolah, ia terpaksa meminta tolong kepada gurunya di ruang guru. Kejadian tak terduga itu menjadi awal mula rahasia mereka. Hubungan guru dan murid ini pun perlahan berubah menjadi jalinan asmara rumit yang sangat berisiko bagi keduanya.
Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra hancur setelah kesuciannya dirampas paksa akibat rencana jahat kakek pacarnya sendiri. Tragisnya, sang kekasih justru mencampakannya demi menikahi wanita lain. Di titik terendah, Lula diselamatkan oleh orang tua kandungnya yang ternyata konglomerat kaya raya. Didukung kekuatan keluarganya, ia pun menyusun rencana balas dendam demi menghancurkan mantan kekasih beserta keluarganya. Namun, akankah kehancuran mereka membawa kedamaian yang dicarinya?
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan, punggungku hancur terbakar. Empat tahun aku merawatnya yang koma, tetapi saat terbangun, ia justru menyatakan cinta pada Stella di depan umum. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat diserang preman. Baginya, aku hanya beban. Di hari pernikahan, ia tega membuangku di jalan tol demi Stella. Akhirnya, aku memilih pergi meninggalkan semuanya menuju bandara.
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela nekat hamil diam-diam dari Jeremy, walau tahu dia hanya dimanfaatkan. Demi lepas dari cengkeraman pria kejam itu, Angela sengaja memicu kemarahannya agar diusir. Namun, pelariannya gagal setelah Jeremy menemukan tempat persembunyiannya. Saat Angela pasrah memohon dibebaskan, situasi justru berbalik karena kehadiran anak mereka. Jeremy yang semula begitu dingin kini berubah drastis, bahkan menawarkan diri untuk melayani Angela serta buah hati mereka.
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Menjebak Ivander dalam pernikahan paksa rupanya menjadi penyesalan terbesar bagi Nada. Meski begitu, cara ekstrem ini adalah satu-satunya jalan agar ia bisa mendampingi pria yang dahulu pernah ia hancurkan hidupnya. Terbelenggu rasa bersalah, Nada kini bertekad menebus dosa masa lalu lewat pengabdiannya sebagai istri. Namun, mampukah ketulusan Nada melunakkan dinginnya kebencian Ivander, ataukah perjuangannya meraih maaf justru berujung sia-sia?
Sampul Novel Rahasia Kelam Seorang Istri
9.4
Kehidupan pernikahan Alina dan Arya kini terancam oleh bayang-bayang masa lalu Alina yang kelam. Di satu sisi, Alina sangat mencintai suaminya, namun di sisi lain ia takut rahasia lamanya akan merusak segalanya. Arya, seorang duda yang menjunjung tinggi kejujuran, mulai menaruh curiga pada kesucian masa lalu sang istri. Alina pun terjebak dalam pilihan sulit: terus bungkam atau berterus terang meski kejujuran itu bisa dianggap sebagai pengkhianatan besar bagi Arya.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED