Sampul Novel Kisah Cinta Di Negeri Gaib

Kisah Cinta Di Negeri Gaib

7.9 / 10.0
Rencana Andrian melamar Afifa di Pulau Sempu bersama teman-temannya berakhir tragis. Afifa, gadis indigo yang dapat menyentuh makhluk halus, terjebak di alam astral karena sosok gaib bernama Aqeel terpikat olehnya. Saat Afifa berjuang keras mencari jalan pulang di tengah misteri dunia lain, Andrian di dunia nyata tetap setia menantinya. Ia menolak menikahi wanita lain demi menunggu kembalinya sang kekasih yang hilang secara misterius.
Ringkasan Kisah Cinta Di Negeri Gaib
Rencana Andrian melamar Afifa di Pulau Sempu bersama teman-temannya berakhir tragis. Afifa, gadis indigo yang dapat menyentuh makhluk halus, terjebak di alam astral karena sosok gaib bernama Aqeel terpikat olehnya. Saat Afifa berjuang keras mencari jalan pulang di tengah misteri dunia lain, Andrian di dunia nyata tetap setia menantinya. Ia menolak menikahi wanita lain demi menunggu kembalinya sang kekasih yang hilang secara misterius.
Baca Selengkapnya

Kisah Cinta Di Negeri Gaib Bab 1

2 hari sebelum berangkat;

Afifa mempunyai tubuh lurus dan ideal. Dia tinggal di Jawa Tengah, di kota Solo. Dia seorang karyawan di sebuah perusahaan fashion, sebagai Leader jabatannya saat itu. Dia orang yang disiplin dan pendiam. Karena kepribadian Afifa selain cantik, tapi juga solehah dan sederhana, banyak pria yang mendekatinya, tapi dia memilih untuk berteman karena masih ingin sendiri. Mengingat kerja keras orang tuanya untuk membiayai dia kuliah dan masih memikirkan karir untuk masa depan. Pekerjaan orang tuanya, bapak Afifa bekerja sebagai petani dan ibunya, penjahit dan pedagang. Terkadang bapaknya mengantikan ibunya berdagang di pasar. Dia mempunyai adik bernama Alvian masih sekolah di Pondok Pesantren dan SMA sekaligus, kelas 2 waktu itu.

Di PT tempat Afifa bekerja, cuma 5 hari kerja, saat itu tanggal merah di hari Jum'at.

"Yay, sebentar lagi, 2 hari libur. Kenapa teman-teman sepi, biasanya mengajak berkemah?" Pikiran Afifa karena merasakan jenuh. Dia setiap hari berangkat pagi pulang sore bahkan malam kalau lembur, hari liburlah untuk mencari udara segar, dan untuk refreshing.

Malam kamis Afifa bermimpi. Saat itu mimpi yang sangat aneh. Dia bermimpi bertemu pria asing, tidak jelas wajahnya, di sebuah desa yang asing baginya, dan dia digigit ular.

"Astaghfirullah," ucap kaget Afifa saat bangun.

"Kenapa aku bermimpi digigit ular dan tempat apa itu, dari seluruh saat aku berkemah tidak ada tempat seperti itu?" gumam Afifa dalam hati.

Dia bangun pagi hari biasa jam 03.00. Dia melakukan aktifitas seperti biasa, beres-beres rumah, dan lainnya sebelum bekerja. Setelah selesai, dia pun berangkat kerja. Dia masih teringat dengan mimpi anehnya dan mengatakan tentang mimpinya kepada Benesh. Karena dia teman seperjuangan saat kuliah dan bekerja, juga teman masa kecilnya. Waktu SMP dan SMA mereka berdua beda sekolah, tapi tidak menjadikan mereka jauh, tetap saja masih saling berkomunikasi, dan bersama. mereka semakin seperti saudara saat menginjak di bangku kuliah. Benesh bertubuh tinggi, berkulit kuning langsat, berbadan seperti berlian, menasehatinya bahwa mimpi adalah bunga tidur dan menyuruhnya jangan terlalu dipikirkan. Benesh terkenal ceroboh, kocak, bijaksana, dan berpikir logis.

Afifa masih memikirkan mimpi tersebut. Karena kata orang jaman dulu mimpi tersebut mempunyai arti dia bertemu dengan jodoh, dekat dengan jodohnya, atau bahkan menikah. Karena Afifa tinggal di sebuah desa yang masih banyak orang yang berpikiran kuno, meski dia sudah lulus kuliah, tapi dia masih sedikit percaya dengan pemikiran tersebut.

"Ah, mungkin benar kata Benesh. Aku tidak seharusnya memikirkan yang belum pasti," kata Afifa untuk menghibur diri sendiri.

Udara dingin di malam hari membuat Afifa, gadis berwajah oval, bermata sipit, berkulit putih, bertubuh tinggi itu tertidur. Suara getar handpone mengusik telinganya.

"Malam-malam siapa yang call?"

kesal Afifa yang hampir terlelap tidur.

"Oh, Andrian, pria berwajah bulat, bermata bulat, bentuk tubuh seperti buah pir. Kenapa malam begini kamu call?" tanya Afifa dengan suara lirih."

"Afifa, besok kami mengadakan kemah ke Pulau Sempu (Segara Anakan). Kamu ikut, kan?" jawab Andrian pria berkulit sawo matang dan bertubuh tinggi.

Mata Afifa terus melebar dan bergegas duduk.

"Daerah mana Pulau Sempu tersebut dan bersama siapa saja?" tanya Afifa.

"Bersama Ivar, dia pria betubuh sedang, berwajah persegi, bermata kecil, bibir lebar, Eben berwajah segitiga mempunyai mata cekung, bibir bulat, dan Benesh bermata belo berwajah diamond mempunyai bibir seperti busur cupid. Di Malang selatan, Jawa Timur," jawab Andrian.

Karena Benesh teman yang selalu berada disisi Afifa. Dia menjadi akrab dengan teman-teman Afifa.

"Oke Andrian, tepatnya jam berapa aku harus bersiap-siap?" tanyanya

"jam 7 pagi," jawab Andrian.

Afifa langsung meneliti wilayah tersebut lewat media sosial. Karena wilayah tersebut masih terdengar asing baginya. Dia pun juga semakin penasaran dengan tempat tersebut, karena sepertinya sangat menantang, dan bagus untuk berpetualang.

Mereka Andrian, Ivar, dan Eben adalah teman SMA. Keculi Benesh teman kuliah Afifa dan rumahnya tidak jauh dari rumah Afifa.

Afifa sering berkemah bersama Benesh dan teman kuliahan, selain untuk reoni juga menyambung silaturrahmi. Tidak terpikirkan oleh Afifa, kenapa Andrian mengajaknya, dan memilih tempat tersebut.

Sumilir angin dan mentari pagi yang menghangatkan tubuh. Afifa membawa barang berkemah dan pamit sama orang tuanya. Rasheed bapaknya, dia pria berwajah kotak dan bermata sipit, bibir tipis, bertubuh tinggi dan bentuk tubuh seperti mentimun dan Fahama ibunya, berkulit putih, berwajah oval, bermata bulat dan sedikit gemuk dengan bentuk badan seperti buah tomat. Mereka dengan berat hati mngizinkan putrinya. Baru pertama kali orang tua Afifa menasehati Afifa, agar tidak berkemah di Pulau Sempu tersebut. Karena belum jadi wisata, masih asing bagi mereka juga, dan rumor banyak orang hilang disana. Tapi Afifa yang keras kepala saat itu dan terus membujuk orang tuanya, mereka pun menyetujui keinginan Afifa.

"Kenapa Afifa yang tadinya penurut sekarang keras kepala, ya Pak?" tanya Fahama, ibunya Afifa kepada suaminya. Mungkin ibunya punya firasat yang tidak seperti biasa terhadap Afifa.

"Anak kita sudah dewasa, Bu? Biarkan saja, meski kita melarang, dia tetap akan pergi. Mungkin karena dia sudah terlanjur janji sama teman-temannya. Berdoa saja, tidak akan terjadi apa-apa terhadap putri kita, Bu?" jawab Bapak Afifa.

"Tapi, ibu memiliki perasaan tidak enak, seperti gelisah tetang putri kita yang akan berkemah disana, Pak?"

"Ah, mungkin cuma firasat ibu saja? Toh, anak kita juga sudah berangkat kan, Bu? Kamu melarang juga dia bersikeras. Sudah jangan memikirkan hal yang buruk tentang anak kita. Dia akan mampu melindungi dirinya sendiri, jika dalam bahaya."

Bapak Afifa menenangkan istrinya dan agar tidak berpikir lebih. Dan mendoakan Afifa agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Bapak Afifa seorang Indigo dan juga memiliki perasaan tidak enak tentang Afifa. Tapi karena rasa kasih sayang yang membuat bapak Afifa berpikir yang penting anaknya bahagia.

Setelah itu orang tua Afifa menyibukkan diri melakukan aktifitas keseharian seperti biasa. Bapak Afifa membawa cangkul untuk ke sawah dan ibu Afifa pergi ke pasar untuk berjualan. Ibu Afifa menanyakan tentang Pulau Sempu tersebut kepada teman yang sedang berjualan di kios sebelahnya.

"Bu Ani, kamu tahu tentang Pulau Sempu?"

"Dimana itu, Bu Fahama? Aku baru tahu namanya pun sekarang?"

"Oh, kirain tahu. Ya sudah, aku cuma penasaran tentang wilayah itu. Soalnya puteriku sedang berkemah disana."

"Ibu tenang saja, kita kurang paham pemikiran anak-anak. Pengetahuan anak sekarang berbeda dengan kita. Melihat kekhawatiran kamu, aku sebagai orang tua bisa merasakan, tapi biarlah anak-anak yang memilih jalan sendiri, yang penting untuk kebaikannya."

Mendengar perkataan teman berdagangnya, Ibu Afifa melanjutkan jualan. Meski orang tua Afifa hidup sederhana, tapi mereka tergolong keluarga harmonis.

Dengan bibir tipis berwarna merah seperti buah berry, Afifa tersenyum. Dia keluar dari rumahnya dan membawa barang-barang keperluannya. Disusul Andrian dengan menawarkan agar dia yang membawa barang-barang Afifa, Afifa menyetujui Andrian. Mereka beranjak naik mobil dan berangkatlah mereka.

Andrian yang menyetir mobil miliknya saat itu, sebelahnya Eben, dan belakang Afifa. Benesh dan Ivar berada paling belakang sendiri, dalam perjalanan mereka berempat bersukaria saling menanyakan kabar dan pengalamannya, karena sudah lama tidak bertemu, kecuali Afifa.

"Kamu kenapa, Afifa?" tanya Andrian yang melihat Afifa terdiam dari kaca spion tengah dalam mobil.

"Baru kali ini orang tua sedikit tidak ikhlas saat aku pamitan tadi, padahal aku sering berkemah tidak hari ini saja," jawab Afifa.

"Orang tua terkadang begitu, yang penting kita happy, ya tidak, teman-teman?" sahut Eben yang berbadan brick dan berkulit sawo matang, menengahi percakapan Andrian dan Afifa. Eben terkenal akan humor, sedikit berperasaan, dan agak kocak .

"Ya ya ya !" teriak ivar pria berbadan kurus seperti kacang panjang, berkulit putih dan benesh gadis bertubuh tinggi dan berkulit kuning langsat. Suara musik dikeraskan dan memberi suasana gembira, mereka bernyanyi dan tertawa, mengenang masa-masa saat mereka masih remaja.

"Teman-teman, nikmati saja kebersamaan kita, jarang-jarang kita berkumpul!" kata Benesh dengan nada semangat dengan tujuan agar Afifa beralih dari pikiran yang membuat dia diam dan terhiburlah Afifa.

Afifa bertanya, "Andrian, kenapa kamu tiba-tiba mengajak kami ke Pulau Sempu?"

"Kita sudah lama tidak berkumpul bersama, dan sekarang waktu yang baik. Karena masing-masing libur. Dan aku penasaran dengan Pulau tersebut, maka dari itu aku memiliki ide untuk kita pergi bersama," jawab Andrian dengan melirik Afifa lewat kaca spion tengahnya. Karena fokus menyetir Andrian tidak bisa berbicara panjang dan menutupi tujuan hati membawa Afifa kesana.

Musik titanic terdengar menjadikan semua terhanyut dalam suasana.

"Sudah pernah nonton kisahnya, aku sangat tersentuh hati saat menontonnya. Kisah penuh dengan tantangan, ketegangan, dan paling utama sangat romantis. Cinta sejati ada dalam film tersebut," kata Afifa yang sangat senang dengan musik dan nyanyian tersebut.

" Oh rose?" sahut Eben dengan humornya.

" Oh jack?" sahut Benesh pula.

Menjadikan semua tertawa. Andrian tertawa sambil melihat Afifa dari kaca spionnya, Afifa yang ikut tertawa menjadi terdiam, karena melihat Andrian yang memandangnya.

"Kenapa Andrian bersikap tidak seperti biasa hari ini. Dia seperti terus memperhatikan aku. Ah, kenapa q jadi percaya diri gini?" gumam Afifa dalam hati.

Di tengah perjalanan Afifa mengambil handponenya dan mengajak Benesh untuk selfie. Kebiasaan anak muda masa kini selfie untuk di post ke media sosial. Ivar yang duduk di belakang pun ikut-ikutan selfie.

"Aku juga ikut selfie dong?" pinta Eben .

Andrian menghentikan mobilnya, untuk ikut mereka berfoto-foto dan video kebetulan pemandangan saat di situ sangat eksotis. Dari pohon-pohon rindang, sungai yang mengalir, dan sawah. Lumayan untuk post ke media sosial dan membuat kenangan dalam perjalanan.

Setelah selesai mereka kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan. Mereka membuka handphone sendiri-sendiri, keculai Andrian. Karena dia sedang menyetir. Mereka memamerkan perjalanannya ke media sosial. Dari Instragram sampai di youtube kebetulan Eben youtuber. Yang lain selfie, dia video sendiri untuk mengupload ke youtube, dengan judul "Perjalanan Menuju Pulau Sempu."

Handphone Afifa bergetar dan berbunyi. Dia melihat notifikasi ada pesan di whatsapp dan membukanya.

"Siapa, Afifa?" tanya Benesh.

"Ini pesan dari ibuku, menanyakan sudah sampai mana, dan sering-sering mengabarinya," jawab Afifa.

"Perhatian benar ibu kamu, Fif. Kalau orang tua aku, kalau hilang kayaknya baru di cari, he he he," sahut Eben.

"Eh, kalau ngomong yang bener, Ben! Mana ada orang tua tidak memperhatikan kita, hanya diungkapkan sama tidak?" sergah Benesh yang sedikit menasehati Eben.

Afifa dengan senyum manis dan menengahinya agar tidak jadi perdebatan di antara mereka berdua. Dia pun membalas whatsapp ibunya dan menyetujui permintaan ibunya, agar sering-sering memberikan kabar.

Karena perhatian orang tuanya, Afifa kembali termenung akan teringat kata-kata orang tuanya. Afifa berpikir inikah arti mimpinya dan tempat tersebut adalah Pulau Sempu. Tapi logikanya menyadarkan semua hanya mimpi yang tidak mesti jadi kenyataan.

"Andrian, kita pulang sabtu sore, kan? Karena perjalanan yang lama ditakutkan senin tidak bisa masuk kerja, dan juga untuk beristirahat karena pasti cape saat berpetualang?" tanya Afifa dengan suara lembut.

"Santai saja Afifa. Kita meski jarang bersama. Kita sudah pernah berkemah bersama. Jadi jangan khawatir. Kita akan tepat waktu baik sampai di Pulau tersebut dan pulang, kalau pun meleset hanya sedikit," jawab Andrian.

"Afifa, Kita belum sampai, tapi kamu bicara tentang pulang?" tanya Ivar.

"Afifa hanya mengingatkan Andrian. Karena dia orang yang disiplin dan tidak bisa kalau tidak bekerja, alias pekerja keras dia?" sahut Benesh.

"Wah, cocok kalau nih, jadi bini aku," sahut Eben dengan melihat ekspresi Andrian.

"Afifa masih ingin sendiri dan mengejar karir. Lagi pula mana mau Afifa bersama kamu," sahut andrian dengan nada cemburu.

"Cie-cie ada yang dibakar api cemburu nih. Wah panas-panas, badan aku terasa panas," kata Benesh untuk mengalihkan pembicaraan mereka.

"Ada apa, Nesh?" tanya Ivar.

"Panas karena aku cemburu, ha ha ha!" sindir Benesh kepada Andrian.

Eben, Benesh, Ivar jadi tahu perasaan Andrian terhadap Afifa. Mereka sadar perlakuan Andrian dari tadi berbeda dengan Afifa.

Pipi berwarna merah muda nampak dari wajah Afifa. Dia tersenyum dan berkata, "Kita semua adalah sahabat. Andrian bersikap seperti itu karena dia adalah teman dan sahabat terbaik dari masih SMA."

Andrian tersenyum setengah, mengerutkan keningnya, dan mengatakan semua yang dibicarakan Afifa adalah benar.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Kisah Cinta Di Negeri Gaib

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
9.6
Delapan tahun lalu, ibu tiriku menikah dengan ayah yang tampan namun tak bertanggung jawab. Ayah lebih sering menghilang daripada mengurus keluarga, membuatku hanya tinggal berdua dengan ibu tiriku yang kaya raya. Aku diperlakukan seperti anak sendiri, tapi kebiasaannya mengenakan pakaian seksi perlahan mengganggu pikiranku. Di saat yang sama, aku masih menyimpan perasaan untuk Rania, teman SMA yang ingin kudekati lagi. Namun, kehadiran ibu tiri yang terlalu perhatian itu membuat segalanya menjadi rumit. Antara cinta masa lalu dan godaan yang tak terduga, aku harus memilih jalan yang tepat sebelum semuanya berantakan.
Sampul Novel Cinta & Pengorbanan Alya
8.5
Demi menyelamatkan nyawa Kartika yang butuh biaya medis besar dan donor langka, Alya terpaksa menerima tawaran Niko. Pengusaha kaya yang mendambakan keturunan itu mengajukan perjanjian ibu pengganti. Meski awalnya ragu, Alya menyetujuinya demi sang ibu. Tak disangka, benih asmara justru tumbuh di antara mereka hingga memicu pergolakan batin. Ketika sebuah rahasia besar akhirnya terungkap, pandangan mereka tentang arti cinta dan keluarga pun berubah selamanya.
Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Cinta matiku pada sang tunangan, Bima Wijoyo, berakhir tragis saat ia membiarkanku terpanggang api di studio seni demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Terbangun di masa lalu tepat sebelum rapat keluarga besar dimulai, aku membawa memori pahit tentang kobaran api itu. Kali ini, aku berdiri kokoh untuk membatalkan pertunangan kami di hadapan semua orang. Aku bersumpah tidak akan mati konyol untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Demi menghapus duka setelah kepergian Rizal, Sonia memboyong kedua buah hatinya, Alif dan Hana, ke sebuah apartemen sederhana. Tak disangka, di sana ia bertetangga dengan Yudha, duda menawan yang juga mengasuh putri tunggalnya, Mira, seorang diri akibat tragedi masa lalu. Pertemuan tak sengaja di lorong apartemen perlahan menumbuhkan getaran tak biasa di hati mereka. Kini, keduanya dihadapkan pada pilihan sulit: terus meratapi kesedihan lama atau berani membuka hati demi cinta yang baru.
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu per satu orang di sekitarku tewas secara mengerikan. Mulai dari sahabat, kerabat dekat, hingga musuh-musuh yang pernah berbuat jahat kepadaku, semua berakhir tragis. Sang pembunuh berdarah dingin beraksi sangat rapi tanpa meninggalkan bukti sedikit pun. Teror mencekam ini terus berlanjut, memakan korban baru tanpa bisa dihentikan. Kini, di tengah misteri yang tak terpecahkan, nyawaku sendiri pun terancam menjadi target berikutnya dari sosok misterius yang mengintai.
Sampul Novel P. S. I LOVE YOU
8.5
Cyra Alesha, mahasiswi berumur dua puluh tahun, harus membanting tulang sebagai pekerja paruh waktu di kota besar. Nasib buruk menimpanya saat ia terlibat kesalahpahaman dengan Felix Domil. CEO muda yang kejam itu tanpa ragu merendahkan harga diri Cyra dan menyiksanya dalam penderitaan. Meski terus tersakiti oleh perlakuan sang pewaris tunggal, Cyra malah terpikat oleh pesona pria itu. Akankah ia tetap bertahan atau memilih memberontak untuk lepas?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED