Bab 1

"Jilly! Kamu!" 

Sungguh nanar Joe mendapatkan istrinya lagi bermesraan dengan pria lain di kamar pribadi. Tentu saja Joe kenal siapa laki laki itu. Dia Vino, pecundang busuk yang sudah dari dulu mengincar Jilly. 

Gegas saja Jilly mengenakan pakaiannya kembali yang sebelumnya terlucuti dari tubuhnya. 

"Joe! Ka-kamu ... kamu sudah kembali?" Jilly kaget sejadi jadinya. Tidak mengira Joe akan bebas secepat ini. 

"Jadi ini perbuatanmu selama aku di penjara, hah! Pantas saja kamu tidak pernah menjengukku!" 

"Joe. Ak- aku ... aku minta maaf." 

"Maaf? Enak betul jadi kamu! Udah ketahuan selingkuh sama laki laki busuk ini lalu minta maaf!" 

Mendengar dirinya dianggap sampah, Vino tidak terima. Dia yang merasa lebih hebat karena jabatannya sebagai General Manager di perusahaan Jilly bekerja, merasa lebih pantas untuk memiliki wanita berwajah berbie bak model dari Italy ini dibanding Joe yang hanya bekerja sebagai sekurity dan mantan napi. 

"Hei! Kau yang busuk! Kau pikir kau siapa berani mengatakanku seperti itu, hah!" Balas Vino sambil mendorong tubuh Joe. Spontan Joe mengepalkan tanganya. Emosi Joe sudah meletup letup. Hanya saja dia masih berusaha sabar menahan. 

"Joe! Jaga bicaramu!" Seru Jilly lantang sambil menghunuskan jari telunjuk membelah wajah Joe. 

Sungguh, tidak habis pikir bagaimana bisa Jilly ikut ikutan memarahinya. 

Beat! 

"Selama kamu dipenjara, aku kesepian. Kiara juga butuh sosok ayah untuk bersamanya. Selama ini Vino yang membantuku dan Kiara. Kamu divonis penjara sepuluh tahun. Aku tidak sanggup Joe." Pada saat mengatakan ini, bola mata Jilly berkaca kaca. Entah pura pura atau dia sedang berakting, tetap saja alasan dia selingkuh tidak dibenarkan. 

Akan tetapi disaat yang sama Jilly pun heran. Kenapa baru satu tahun tapi Joe sudah bebas? Sebanyak itukah remisi yang diberikan padanya? 

"Jadi karena itu kamu menjual tubuhmu pada laki laki busuk ini!" Sahut Joe tajam. Sungguh, membuat Vino semakin naik pitam. 

"Bangsat!" 

"Jangan Vino!" Cegah Jilly, menahan tangan Vino yang sudah melayang di udara. 

Hampir saja bogem mentah Vino mendarat di wajah Joe. Uniknya, Joe sama sekali tidak bergeming. Bergerak sedikitpun untuk berusaha menghindar, tidak dia lakukan. Seperti dia tidak khawatir wajahnya memar. 

"Kenapa kamu tahan aku? Biarkan saja aku kasih pelajaran laki laki sialan ini!" 

"Jangan! Kamu nggak perlu mengotori tanganmu untuk laki laki yang sudah kotor ini!" Sinis Jilly. 

Joe meremang kedua rahang bersamaan dengan bola matanya yang membulat sempurna, menatap Jilly dengan berapi api. Di titik ini Joe mengerti kalau Jilly sudah tidak lagi berpihak padanya. Apa yang merasuki dia sampai bisa berpaling dariku? Bukankah dulu dia begitu benci dengan laki laki gendut ini? 

Apa dia lupa kalau Joe dipenjara karena menyelamatkan ayahnya? Joe terpaksa jadi korban kambing hitam lantaran kasus penggelapan uang yang dilakukan Aland Miller, ayah kandung Jilly. 

Saat itu, kondisi Aland sudah sangat terpojokan. Pengacara Aland menyarankan agar mencari seseorang yang bisa menjadi bumper. Kebetulan, Aland tau kalau dia punya mantu yang tidak berguna. Pemuda miskin yang berani menikahi putri semata wayangnya. Dan dia kepikiran untuk memanfaatkan Joe saja. 

Aland pun mendesak Jilly untuk berbicara pada Joe soal permintaanya. Dengan imbalan, kalau Joe mau menerima tawarannya, dia akan diterima dengan tangan terbuka di keluarga Miller. Dan Jilly tidak perlu lagi hidup susah dengan tinggal di rumah kontrakan kumuh di luar sana. 

"Tapi resikonya besar, pa. Kasihan Joe," kata Jilly. 

"Lalu, apa kamu lebih tega melihat papa yang berada di dalam jeruji besi itu?" balas Aland. 

Jilly bingung sejadi jadinya. Dua duanya sosok penting dalam hidupnya. Bukan pilihan yang mudah. 

"Mama rasa, Joe pasti mau menolong keluarga kita, Jilly. Dia begitu mencintaimu," timpal Rosita Miller. Dia ikut mempengaruhi putrinya. 

"Lagipula palingan hanya tujuh sampai delapan tahun dia dipenjara. Nanti papa akan suruh pengacara papa untuk mengejar remisi. Dengan begitu, hukuman Joe bisa terpangkas. Sudahlah, pengacara papa sudah mengatur itu semua," tambah Aland. Seolah olah dia memberikan angin segar kalau Joe tidak akan lama hidup di dalam penjara. 

Dilema, tentu saja. Tapi lagi lagi, Jilly juga tidak bisa melihat sang ayah menderita dengan hidup mendekam di dalam penjara. 

Buangan napas Jilly begitu berat. Sangat sulit untuk memutuskan. Namun akhirnya, karena desakan yang begitu kuat dari pihak keluarga, dan juga iming iming yang menggiurkan, Jilly pun mengikuti kemauan papa dan mamanya. Dia coba berbicara pada Joe. 

"Papa bilang begitu?" Tanya Joe menatap wajah istrinya serius. Joe shock begitu mendengar permintaan Jilly. 

Jilly mengangguk singkat tanpa berani menatap langsung wajah suaminya. Sungguh, dia pun berat mengatakan ini pada Joe. 

"Resikonya besar, Jilly. Aku bisa dipenjara dalam waktu lama. Itu jumlah yang tidak sedikit." Joe berusaha memberi pengertian pada Jilly.  

"Aku mengerti. Tapi pikirkan imbalannya, Joe.  Setelah itu papa sama mama akan merestui hubungan kita. Mereka juga berjanji untuk memberikan kita rumah dan mobil. Jadi kita nggak perlu lagi tinggal di kontrakan jelek kayak gini." 

"Iya tapi Jil ... " Sampai tidak kuat Joe melanjutkan perkataanya. Dia tidak tega melihat wajah Jilly yang sudah lusuh dan penuh kesedihan. 

Joe sadar, selama ini Jilly sudah banyak menderita lantaran memilih menikah dengannya. Semua fasilitas dan kemewahan yang dia miliki, dicabut orang tuanya. Sama sekali Jilly tidak mendapatkan apapun. Sampai Kiara, buah hati dari hubungannya dengan Joe pun terlahir, Aland dan Rosita tidak peduli. Mereka menutup rapat rapat pintu rumah begitu Jilly memutuskan menikah dengan Joe. 

Mungkin ini saatnya aku berkorban untuk Jilly. Joe membuang napas berat. Kemudian, dia mendekati istrinya lalu membelai lembut wajah Jilly. "Baiklah. Aku bersedia," ujar Joe. 

"Benarkah?" Sorot mata Jilly begitu senang. Sungguh aneh. Padahal, dengan begini besar kemungkinan Joe akan masuk ke dalam sel tahanan atas tuduhan penggelapan uang sejumlah dua puluh milliar. Yang seharusnya hukuman itu jatuh kepada Aland, papa Jilly.

Pengacara Aland sudah mengaturnya. Uang itu akan dimasukan ke rekening Joe. Dan begitu terjadi audit, pihak pemeriksa akan mendapatkan uang itu milik Joe. Bagaimana caranya, pengacara Aland sudah lebih pandai mengerjakan itu. 

Dan dua minggu setelah pengauditan, Joe ditahan pihak berwajib dan pengadilan menjatuhkan hukuman sepuluh tahun masa tahanan. Saat itu Jilly shock sejadi jadinya. 

"Kamu benar sayang. Tidak seharusnya orang terhormat seperti kita mengotori binatang busuk seperti dia!" Ujar Vino tajam. Pada saat mengatakan ini, Vino merangkul Jilly kemudian mengecup kening Jilly di depan mata Joe. Sungguh, membuat darah Joe mendidih. 

"Apa yang bisa kau lakukan, gembel? Masih berani bermimpi untuk menjadi suami Jilly?" tantang Vino. 

Beat! 

"Dan harus kau tau, goyangan Jilly di ranjang sangat membuatku terbang melayang." 

"Bangsat!" 

"Hentikan!" Jilly mencegah Joe yang akan memukul Vino. 

"Ceraikan aku!" Sorot mata Jilly begitu tajam membelah pandangan Joe pada saat mengatakan ini. Tentu saja membuat Joe shock sejadi jadinya. Kata kata itu mustahil keluar dari mulut Jilly kalau mengingat dirinya tiga tahun kebelakang. 

Sampai tidak bisa berkata apa apa Joe mengahadapi istrinya. Kotak berlian yang ada di tangannya pun terjatuh. 

Tadinya, kalung Queen's Mary Diamond yang baru saja Joe beli dengan harga 2,4 juta US akan dia pasangkan ke leher indah Jilly sebagai hadiah terindah dari Joe. 

Vino ngeh dengan barang itu. Dia pun memungutnya. 

Vino tergelak begitu melihat brand terkenal tersemat di bingkai kotak yang membungkus sebuh kalung mewah. 

"Haha. Queen's Mary! Kau beli barang tiruan ini dimana?" Ejeknya.

Beat!

"Sungguh memalukan! Jilly itu alergi dengan barang murahan! Sudahlah sebaiknya kau ceraikan dia! Dia lebih layak hidup bahagia denganku!" 

Bola mata Jilly pun berputar begitu mendengar merek berlian yang super mewah, indah dan elegan disebut Vino.  Semua orang, khususnya mereka yang tau barang bagus tentu kenal dengan nama brand itu. 

"Kenapa kamu harus pura pura begini? Terlalu naif selama ini aku bisa buta mencintai kamu," ucap Jilly. Dia tersinggung karena Joe sudah memberikannya barang bermerek tapi palsu. 

Sebelumnya, baru saja Jilly mendapatkan jam mewah seharga 5000 US dari Vino. Tentu dengan begitu dia membandingkan hadiah Vino dengan pemberian Joe yang menurutnya hanya barang imitasi seharga sepuluh atau paling banyak dua puluh dollar. 

"Kenapa selama ini aku bisa bodoh mencintaimu, Joe." Sambil mengatakan ini, Jilly menginjak injak kotak kalung dengan kalungnya sekalian. 

Hati Joe semakin hancur mendapatkan itu. Apa dia tidak tau, kalau itu berlian asli? 

Joe memilih untuk pergi dan meninggalkan Jilly bersama laki laki pilihannya. Tapi tidak dengan Kiara. Joe harus membawa Kiara. 

Hanya saja begitu dia membuka kamar Kiara, Joe terkejut mendapatkan Kiara tidak ada. 

"Kamu mau mencari siapa? Kiara?" Ujar Jilly.

Beat!

"Kiara sudah dibawa pulang sama mama." 

Joe membalik tubuhnya dengan perasaan marah. 

"Kiara aku serahkan sama mama. Aku akan mengurus pernikahanku dengan Vino. Rasanya aku tidak akan sanggup kalau harus mengurus Kiara juga," ujar Jilly dengan enteng. 

"Kamu memang keterlaluan! Aku akan membawa kembali Kiara," ucap Joe penuh penekanan. 

"Oh ya? Memangnya kamu sanggup merawat Kiara? Dia butuh susu, makanan bergizi. Apa kamu sanggup memenuhi kebutuhannya? Joe Joe, buat kamu makan sehari hari aja, kamu susah. Sekarang, kamu udah tidak kerja. Lantas dari mana kamu bisa mendapatkan uang?" 

Joe menatap marah Jilly. "Bukan urusanmu! Aku harus membawa Kiara kembali bersamaku! Dia anakku!" Setelah mengatakan ini, Joe pun beranjak. 

"Ambilah kalau kamu bisa!" Seru Jilly lantang di tengah tengah kaki Joe yang bergerak cepat.

Bab 2

"Ambillah kalau kamu bisa!" Seru Jilly lantang dengan nada meremehkan. Dia begitu yakin kalau Joe akan melakukan perbuatan yang sia sia saja. Sambil itu, dia melempar kotak kalung pemberian Joe, namun tidak sampai mengenai Joe. Berserakanlah kalung itu. Bik Mar datang lalu membereskannya. 

"Bagus sekali kalung ini. Sebaiknya aku simpan saja," gumam Bik Mar. 

Tidak banyak yang tahu, kalau Joe Hans, sekurity PT Prima Multiguna merupakan panglima perang khusus yang terpaksa pulang ke kampung halaman untuk menyamar demi mencari siapa pembunuh adik kandungnya, Nadira Putri Hans. 

Nadira ditemukan tewas di toilet pada jam kerja di perusahaan PT Prima Multiguna. Uniknya, kasus ini ditutup seperti sampah yang dibuang begitu saja. Tidak ada pihak berwajib yang menanganinya secara serius. Mengetahui itu Joe pun geram. 

Karena alasan itu lah Joe Hans kembali pulang ke negaranya lalu melamar pekerjaan sebagai sekurity di perusahaan tempat Nadira bekerja. Di sini Joe dibantu agent Caesar untuk menunjang semua kebutuhan fasilitas yang dia inginkan. Sebagai panglima tertinggi, Joe mendapatkan Infinity Card Access untuk menjadi, membeli, menggapai apapun yang dia inginkan. Semua fasilitas itu dia dapatkan langsung dari pimpinannya yang sangat dirahasiakan yang berada di negeri Menara. 

Sialnya, baru dua minggu bekerja, Joe sudah harus berhadapan dengan masalah. Kejadian itu terjadi pada waktu PT Prima mengadakan Gatering Family di sebuah hotel. 

Singkatnya, malam itu Joe beakhir di atas ranjang bersama seorang wanita. 

Tentu saja itu membuatnya shock. Tapi apalah daya. Semua terjadi begitu saja tanpa tau siapa yang memulai. 

"Sepertinya aku tidak ingat kejadiannya," kata Joe pada wanita itu. 

PLAK! 

Alhasil, sebuah tamparan keras mendarat di pipi kanan Joe sehingga membuat pipinya merah. Rasanya seperti dikerubutin semut semut kecil. 

"Mudah sekali kau mengatakan itu setelah kau menikmatinya!" Balas gadis yang sudah direnggut kehormatannya itu menatap Joe marah. 

"Maafkan aku. Aku akan bertanggung jawab." 

"Tidak semudah itu!" 

Setelah kejadian itu, Joe terus kepikiran sosok wanita yang mengganggu tidurnya. 

Wanita itu sangat membenci Joe lantaran pekerjaan Joe yang hanya seorang sekurity. Sementara dirinya merupakan asisten pribadi tuan Nicholas, CEO PT Prima Multiguna dan juga anak dari konglomerat ternama di negeri ini. Tentu saja akan keluarganya akan menolak mentah mentah kehadiran Joe. 

Membayangkannya saja membuat gadis itu mual. Namun waktu menjawab lain, ternyata wanita itu jatuh hati pada Joe. 

Tidak bisa dipungkiri memang, Joe dianugerahi perawakan yang sangat mempesona. Garis tegas pada rahangnya yang terukir seperti pahatan agung dari Maha Karya Tuhan pencipta yang Maha Sempurna.  Belum lagi, karakter baik yang Joe miliki membuat wanita itu semakin luluh dihadapan Joe. Puncaknya, pada malam berat yang di alami gadis itu lantaran bermasalah pada salah satu anggota gengster di club malam, yang hampir membuatnya menderita, Joe datang sebagai penyelamat. 

Semenjak itu, wanita yang sangat dikagumi karena kecantikannya yang di atas rata dan banyak membuat pria rela menceraikan istri demi mendapatkan dirinya, ternyata dia harus mengakui kalau dirinya sudah jatuh hati pada Joe. 

Singkatnya, Jilly menikah dengan Joe tanpa restu dari keluarga besar Miller. Semua menentang. Sampai papa dan mama Jilly mengancam kalau sampai Jilly menikah dengan Joe dia akan dihapus dari ahli waris. Namun karena dia begitu mencintai Joe, Jilly mengambil semua resiko itu. Dia tidak peduli. 

Mengingat itu rasanya membuat dadaku sesak! Bagaimana bisa dia membodohiku seperti ini! Batin Joe geram. Tanpa sadar kakinya sudah menapak di pelataran rumah mewah Jilly. 

"Hei anak haram! Berani juga kau menampakan batang hidungmu di rumah ini!" 

Suara itu sangat tidak asing terdengar di telinga. Joe menoleh. Lalu dia mendapatkan Rosita Miller sedang berdiri sambil memegangi binatang peliharaan yang namanya sama persis dengan dirinya. Sungguh, pada saat Joe mengetahui itu, darahanya mendidih. Bisa bisanya dirinya disamakan dengan binatang paling hina di seluruh muka bumi. Rosita memang sengaja memberi nama pada hewan peliharaanya seperti itu setelah Jilly resmi menjadi istri Joe. Katanya, itu sebagai hadiah pernikahan dari ibu kepada putrinya. 

"Aku ingin mengambil anakku. Berikan Kiara padaku," pinta Joe. 

"Heuh!" Rosita mendengkus. Tentu saja dia sangat melecehkan Joe. "Siapa kamu berbicara tidak sopan seperti itu padaku, hah!" 

"Berikan Kiara, setelah itu aku akan pergi." 

Dua alis mata Rosita saling bertautan. "Dasar gembel! Kau pikir semudah itu kau mengambil cucuku, hah! Joe Joe. Kalau Kiara aku berikan padamu, kau mau kasih makan apa!" 

Rupanya ribut ribut ini mengundang semua isi rumah keluar. Kebetulan sekali saat ini keluarga besar Miller sedang kumpul, kecuali Aland Miller. Dia sedang berada di Hongkong. 

Kakak Jilly yang sudah menikah dan seharusnya tinggal di NewZealand, Felicia, kebetulan ada di sini bersama suami dan dua putranya yang masih berusia lima dan tiga tahun. Begitupun adik Jilly yang hanya berpautan satu tahun di bawah Jilly, Salika, pun ikut nimbrung untuk membully Joe. 

Sebenarnya, Jilly masih memiliki kakak yang usianya berbeda dua tahun di atasnya. Hanya saja dia mengalami gangguan mental. Jadi keluarga Jilly menitipkannya ke panti lantaran malu memiliki anak seperti itu. Joe dan Jilly pernah beberapa kali menemui Jesika untuk memberinya support. Hanya saja, memang Jesika seperti orang yang kurang waras. Padahal fisiknya begitu mirip dengan Jilly, sangat cantik. 

"Kirain ada apa ribut ribut. Rupanya ada si gembel di sini! Hei Joe! Kenapa kau sudah bebas? Bukankah hukumanmu masih lima tahun lagi?" Seru Salika dengan wajah julitnya. 

Sungguh, tidak tahu malu dan terima kasih kah keluarga ini pada Joe. Padahal, kalau bukan karena Joe yang sudah bersedia menjadi tameng untuk keluarga mereka, tentu saja selain mereka akan kehilangan sosok ayah, mereka pun akan menjadi gembel karena harta mereka akan disita pihak yang berwenang. 

Baru sadar Rosita begitu mendengar putrinya mengoceh. "Jangan jangan kau kabur dari penjara!" Tuduhnya, sambil melotot tajam, bersamaan dengan jari telunjuk yang menghunus lurus ke wajah Joe. 

"Iya benar. Sebaiknya kita lapor saja sama polisi untuk menangkapknya kembali." Yang mengatakan ini adalah Felicia. Begitu dia selesai mengucapkannya, ibu muda itu pun meraih ponselnya lalu menghubungi Ferdinan, pengacara keluarga Miller, yang waktu itu menyarankan pada Aland Miller untuk mencari seseorang untuk menjadi bumpernya. 

Sementara membiarkan Felicia berbicara pada Ferdinan, Salika menyuruh pak Tim dan dua penjaga lainnya untuk mengunci pagar agar Joe tidak kabur. 

"Kau pikir kau bisa lari dari kami?" Cibir Salika. 

"Hebat benar kau bisa lari dari penjara!" Timpal Rosita sinis. 

Joe tidak mempedulikan apa yang mereka ocehkan. Dipikiran Joe hanya Kiara. Dia sudah sangat geram untuk menginginkan Kiara berada di tangannya. 

"Tolong berikan Kiara padaku," pinta Joe. 

"Enak aja! Kau itu napi! Kau tidak berhak mendapatkan Kiara!" Sahut Rosita. 

"Tapi aku ayahnya. Aku punya hak untuk Kiara!" 

"Dasar gembel, miskin tidak tau diri! Kau tidak ada hak apa apa atas Kiara! Apa kau paham!" Rosita semakin naik pitam. 

Tidak mempedulikan lagi, Joe pun menerobos masuk ke dalam rumah Rosita. Sambil matanya mengedar ke seluruh area untuk mencari Kiara. 

"Kurang ajar! Berani kau masuk tanpa ijin! Penjaga! Tangkap dia!" Rosita memerintahkan penjaga rumahnya untuk menghalangi Joe. 

Sejurus kemudian, dua penjaga sudah memegangi pundak Joe. Joe diperlakukan bagai maling. 

"Lepaskan aku!" Kata Joe. Namun tidak diindahkan kedua penjaga yang mata duitan itu. 

Beat! 

"Lepaskan tangan kalian dariku!" Kalimat kedua Joe mengucapkannya dengan penuh penekanan. Namun tetap saja tidak mereka indahkan perkataan Joe yang terdengar seperti rengekan anak kecil. Akibatnya, terpaksa Joe mengeluarkan sedikit tenaga yang bersumber pada dirinya. Alhasil, sekali hentakan saja, tangan kedua penjaga pun terasa seperti keram. Sontak mereka pun melepaskannya. 

"Sial! Kuat sekali kau!" Oceh laki laki berkulit hitam pekat berkumis tebal yang akrab dipanggil pak Tim. 

Bersamaan dengan itu, Felicia memberitahu pada semua orang. "Tuan Ferdinan akan datang ke sini. Dia sendiri tidak tau mengenai hal itu." Nampaklah wajah wajah mereka yang terlihat senang. 

"Sudah pasti kalau si gembel ini melarikan diri dari penjara!" Seru Rosita. 

Salika melipat kedua tangan bersilang di atas dada. Dia tersenyum licik menatap Joe. "Tamat riwayatmu kali ini, gembel!" Ujarnya penuh penekanan.

Bab 3

Sungguh kesabaran Joe mulai menipis. Kedatanganya ke sini hanya untuk mengambil Kiara. Namun justru dia mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakan dari keluarga Jilly. 

Apa mereka tidak malu? Seharusnya mereka bisa lebih bersikap baik pada Joe yang sudah menyelamatkan wajah keluarga Aland Miller dari masalah besar. 

Tapi sepertinya itu tidak berlaku bagi mereka. Joe hanyalah sampah yang seharusnya memang berada di tempat pembuangan barang rongsokan. 

Sebenarnya diam diam keluarga Jilly memiliki niat lain kenapa memilih Joe untuk menjadi bumper pada kasus Aland. Rosita yang ikut mendukung itu memiliki tujuan tersendiri. Karena hanya dengan cara itu dia dapat memisahkan Jilly dengan Joe. Dengan begitu Rosita bisa sangat bebas menjodohkan Jilly dengan Vino, pria pilihan dan juga kesayangannya.  

Sayangnya, Jilly tidak tau niat buruk mamanya waktu itu. Dan usaha mamanya mendekatkan Vino padanya berhasil sempurna. Perasaan Jilly bisa berbalik seratus delapan puluh derajat jadi berpaling dari suaminya, Joe. 

"Aku hanya meminta putriku. Berikan Kiara padaku, aku janji tidak akan mengganggu kalian lagi," ujar Joe. Dia masih meminta baik baik pada Rosita. 

"Wow! Kau mengajakku bernegoisasi! Tidak bisa! Kiara milik kami! Milik keluarga besar Miller! Apa kau paham!" Tegas Rosita. 

"Hei gembel! Pantas saja adikku memilih meninggalkanmu! Ternyata selain bodoh, kau juga keras kepala! Kau tidak pantas berada di tengah tengah keluarga ini!" Hardik Felicia tajam. 

Mereka memang keterlaluan! Tapi kenapa aku dari tadi tidak melihat Kiara? Mendengar suaranya pun tidak. Di mana dia? Apa dia sakit? Batin Joe agak cemas. 

Tidak lama kemudian, Ferdinan pun datang. 

"Tuan Ferdinan, anda datang di waktu tepat. Laki laki ini sudah melarikan diri dari penjara. Kau harus membawanya kembali," kata Rosita. 

Tatapan mata Ferdinan berpaling menoleh Joe. Nampak licik, Ferdinan menatap Joe dengan menaikan sebelah alis matanya. 

"Aku kira nyonya Felicia bergurau, ternyata benar. Kau sungguh ada di sini. Bagaimana bisa kau melarikan diri dari penjara?" Ferdinan bernada sinis mengatakan ini. 

Sungguh bodoh! Apa dia tidak tau kalau aku dibebaskan langsung oleh pimpinan tanpa syarat, hah! Nampaknya aku harus memberinya pelajaran. Dia yang sudah mengusulkan ide gila pada tuan Aland. Kau tunggu saja Ferdinan. Aku akan membuat hidupmu menyesal karena sudah berurusan denganku! Seru Joe dalam hati. 

Padahal sore ini Ferdinan akan terbang ke kota S. Tapi dia memilih membatalkannya lantaran telpon Felicia yang mengatakan kalau Joe ada di rumahnya. Ferdinan mengerti kalau keluarga Miller membutuhkannya. Itu menandakan akan ada segepok uang besar menanti. 

Kesempatan bagus untuk mengisi dompetku yang kosong, pikir Ferdinan. Dia berkeinginan untuk sok jadi pahlawan keluarga Miller. 

"Ayo tunggu apa lagi, paman. Seret dia kembali ke dalam bui!" Seru Felicia. Sekaligus memberi perintah kepada pengacara keluarganya ini. 

Ferdinan pun terpancing. Tapi dia berpikir untuk membuat Joe lebih menderita lagi. "Itu sangat mudah. Tapi rasanya sayang sekali kalau harus tergesa gesa." Pada saat mengatakan ini, wajah Ferdinan mengulas senyum licik memandangi semua orang. 

Rosita yang pertama kali mengerti dengan maksud senyum itu. 

"Hei jongos! Apa yang kau inginkan dari keluarga ini, hah?" Tanya Ferdinan kasar. 

"Aku mencari putriku, Kiara. Berikan dia padaku dan aku berjanji tidak akan mengganggu kalian lagi," sahut Joe. 

Tentu saja membuat Ferdinan tergelak. "Benarkah?" 

Dahi Joe berkerut tajam, heran. "Apa yang membuatmu tertawa?" 

"Dasar bodoh! Kau memang tidak berguna! Pantas saja Jilly lebih memilih tidur dengan laki laki lain dari pada menunggu kau kembali!" 

Panas betul telinga Joe mendengarnya. Kenapa harus selancang itu dia berbicara tentang istriku? Joe geram. 

"Apa kau tidak tau kalau Kiara su-." 

"Paman!" Sela Felicia dan Salika bersamaan dengan menatap wajah Ferdinan tajam. Seakan itu teguran agar Ferdinan menjaga mulutnya. 

Tentu saja membuat Ferdinan menghentikan perkataannya. Dia memandangi kedua putri Rosita yang wajahnya sudah nampak mengencang antara urat satu dengan yang lainnya. 

Sementara Joe menangkap kecurigaan dari mereka. Ada apa? Kenapa dengan Kiara? Apa yang ingin dikatakan Ferdinan tadi? Joe gelisah penasaran. 

"Katakan, apa yang terjadi dengan putriku? Di mana Kiara?" Desak Joe. 

Ferdinan pun yang tadinya ingin bermain main dulu dengan Joe, sekarang memutuskan untuk langsung saja membawa Joe kembali ke penjara. 

"Sudah jangan banyak bicara! Sekarang kau ikut denganku!" 

Apa makudnya? Di mana Kiara? Apa yang sudah mereka lakukan pada anakku? 

Joe memandang tajam wajah Ferdinan dalam diamnya. 

"Ayo ikut!" Ferdinan menarik lengan Joe dengan sangat keras. Tapi, sesentipun Joe tidak bergerak dari posisinya. Sampai kewalahan Ferdinan sudah mengerahkan seluruh tenaga untuk membuat Joe bergerak, namun sia sia. 

"Katakan, di mana Kiara?" Tanya Joe dengan suara datar namun penuh penekanan. 

Akan tetapi tetap saja tidak ada yang menghiraukan. Justru Ferdinan semakin membuat Joe jengkel dengan sikap petantang petentengnya. 

"Keras sekali tubuhmu. Boleh juga!" Kata Ferdinan, sambil menggulung lengan baju sampai setengah lengan. Seolah olah dia siap menghadapi duel dengan Joe satu lawan satu. 

Apa dia tidak melihat tangan Joe yang sudah mengepal dan juga bola mata Joe yang berapi api? Sungguh, Ferdinan sudah membangunkan singa yang sedang tidur. 

"Kau ingin bertemu dengan Kiara?" Tanya Ferdinan dengan angkuh. 

Kali ini Joe hanya membalasnya dengan anggukan kepala sambil menatap serius Ferdinan. 

"Cium kakiku dulu," ucap Ferdinan. Akibatnya, dua rahang Joe mengeras. 

"Ayo cium! Dan bermohonlah kalau kau mau bertemu dengan Kiara." 

"Ayo! Lakukanlah apa yang dikatakan paman Ferdinan. Setelah itu kau akan menemui Kiara," timpal Salika ikut memprovokasi. 

Semakin mengeras Joe menggeretak giginya. Kemudian, perlahan Joe pun merendahkan dirinya, seakan mengikuti apa yang dikatakan Ferdinan. Kejadian ini mengundang tawa Rosita dan kedua putrinya. 

Sementara Felicia dan Salika sibuk mengabadikan momen ini dengan kamera hp sambil terkekeh. 

"Sepertinya ini akan viral di sosmed," cibir Salika. 

"Pasti likenya akan banyak," timpal Felicia. 

Sementara Rosita sendiri hanya menikmatinya dengan rasa puas. Dendamnya terhadap Joe selama ini sepertinya akan tuntas hari ini. Ferdinan sungguh bisa membuat Joe tidak punya harga diri. 

Namun siapa sangka, begitu kepala Joe melewati selangkangan Ferdinan, dengan sangat keras Joe mengayunkan kepalanya hingga menghajar milik Ferdinan. 

Ferdinan meringis sakit luar biasa menjerit. 

"Keparaaaaat!" Teriaknya kesakitan sambil memegangi miliknya. 

Sementara Felicia yang sedang menayangi ini secara live di sosmednya, tersontak kaget. Dia panik tidak tau mau berbuat apa. Sementara kamera hpnya terus menyiarkannya secara langsung. Viewernya sudah terlalu banyak yang menyaksikan ini. 

"Bodoh! Matikan kamera kalian!" Perintah Rosita. Kemudian dia pun menolong Ferdinan yang merasa kalau dua telur miliknya pecah. 

"Keterlaluan kau Joe!" Ucap Rosita dengan nada tinggi. Joe hanya diam saja dengan wajah polos tanpa dosa seperti tidak terjadi apa apa. 

"Keparat!" Hardik Ferdinan murka. Wajahnya sudah memerah saking menahan sakit luar biasa. 

Itu belum seberapa! Setelah ini kau akan mendapatkan yang lebih! Lihat saja nanti, Ferdinan! Batin Joe. 

Memanfaatkan waktu ditengah tengah keluarga Miller yang sibuk mengurus Ferdinan, Joe mengubungi Ceasar. Dia meminta Ceasar untuk membantunya. 

'Ini putriku, aku ingin kita menemukannya.' Joe mengirimkan pesan singkat sekaligus dengan poto Kiara kepada Ceasar. 

'Baik master.' Ceasar membalas pesan Joe.

Bersamaan dengan Joe selesai membaca balasan pesan dari Ceasar, Ferdinan sudah kembali. 

Ini saatnya aku memberikan kau pelajaran yang tidak akan pernah kau lupakan seumur hidup, Ferdinan! Batin Joe.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED