Sampul Novel Terpaksa Menjadi GIGOLO

Terpaksa Menjadi GIGOLO

9.3 / 10.0
Rendi Satria, pria rupawan berusia 28 tahun dengan fisik ideal, begitu memikat banyak wanita. Namun, cintanya mati hanya untuk Lisna. Sayangnya, restu orang tua sang kekasih terhalang karena Rendi belum mempunyai pekerjaan tetap. Di tengah keputusasaan demi membuktikan kelayakannya, ia nekat mengambil tawaran rahasia dari tantenya untuk bekerja sebagai gigolo. Sanggupkah keputusan ekstrem di dunia kelam ini mengantarkan Rendi bersanding dengan Lisna di pelaminan?

Terpaksa Menjadi GIGOLO Bab 1

Gemerlapnya lampu taman seakan menambah kesan romantis bagi Rendi dan Lisna yang tengah merasakan kebahagiaan setelah mereka berdua melangsungkan acara tunangan. Mereka berdua duduk disebuah bangku kayu berwarna putih, udara yang segar serta suasana yang begitu tenang membuat mereka berdua merasakan ketenangan.

"Terimakasih yah, Sayang. Kamu sudah menepati janji," ucap Lisna dengan suara manja, sambil menyenderkan kepalanya dipundak Rendi.

"Iya, Sayang. Apa yang aku pernah janjikan sama kamu, kini aku telah berhasil menepati janjiku sama kamu, Sayang," balas Rendi tersenyum menatap kekasihnya, yang terlihat sangat cantik.

Kedua pasang mata saling bertatapan, Rendi dengan perasaan cintanya mendekatkan bibirnya dan terus mencium kening kekasihnya itu. Lisna menatapnya sambil tersenyum, tanpa disadari Rendi, tiba-tiba saja Lisna mendaratkan bibirnya di bibir lelaki yang sangat dicintainya.

Dalam situasi itu Rendi pun membalas ciuman kekasihnya, sehingga sepasang kekasih itu saling melumat dengan penuh perasaan. Keduanya nampak sangat menikmati permainan bibir, namun dengan seketika keduanya menghentikan karena menyadari posisinya saat itu yang berada di taman.

"Ih, Sayang ... Kita pulang aja yuk, mumpung rumah aku sepi," ucap Lisna mengajak kekasihnya sambil memegangi tanganya yang nampak kekar.

"Loh, bukanya tadi di rumah ada orangtua kamu, Sayang?" Rendi menatapnya dengan heran.

"Iya ... Tadi memang ada. Tapi itu belum berangkat aja, Sayang. Mamah sama papah itu katanya si mau main kerumah saudara," ucap Lisna dengan suara manja dan memberikan senyuman manis.

"Kalau memang begitu, ya sudah yuk, kita pulang." Rendi seketika nampak senang, kemudian menggandeng tangan Lisna.

Mereka berdua berjalan di jalanan taman yang nampak sangat indah. Selang beberapa saat keduanya pun masuk kedalam mobil. Rendi yang sudah tidak tahan untuk bercumbu dengan kekasihnya, ia kemudian menyalakan mesin mobilnya dan terus melaju meninggalkan taman itu.

Didalam mobil Lisna tidak henti-hentinya menggoda pria yang sangat dicintainya itu, sehingga hal itu membuat Rendi semakin ingin untuk cepat-cepat sampai di rumah Lisna.

"Sayang ... sepertinya punya kamu sudah berdiri tuh," ledek Lisna menunjuk kearah celana Rendi.

"Sok tahu, enggak lah. Belum," sahut Rendi mengelak dengan sedikit tertawa.

"Iya kok. Itu kelihatanya juga gitu, pasti kamu sudah enggak kuat," ucap Lisna dengan suara yang menggoda.

"Hehe. Iya sih, tapi kamu mau juga kan, Sayang? Malam ini aku ingin banget menumpahkan semua perasaan aku." Rendi mulai menggoda, namun tetap fokus menyetir mobilnya.

"Kalau itu jangan lah, Sayang. Kita kan belum menikah, nanti saja kalau aku sudah sah menjadi istri kamu, Sayang," ucap Lisna seakan menolak permintaan Rendi.

Namun pada saat itu Rendi terus menggoda kekasihnya, semua kata-kata untuk meluluhkan Lisna ia utarakan, sehingga perlahan-lahan Lisna mulai menuruti perkataan Rendi yang menginginkan tubuhnya. Tidak lama setelah melaju kurang lebih tiga puluh menit, mereka pun kini sampai di depan rumah Lisna. Mobil itu terus memasuki halaman rumah mewah milik orangtua Lisna.

Beberapa saat kemudian mereka berdua berjalan untuk masuk kedalam rumah, bel rumah berbunyi setelah Lisna menekan tombolnya. Beberapa saat kemudian terlihat pembantunya membukakan pintu.

"Malam, Non," ucap mbak Laras tersenyum.

"Iya, Mbak," sahut Lisna yang kemudian masuk menggandeng Rendi.

"Oya, Mbak. Mamah sama papah kemana?" tanya Lisna menatap mbak Laras.

"Nyonya sama tuan sudah berangkat dari tadi, Non. Enggak tahu juga mau kemana, soalnya tuan sama nyonya enggak bilang apa-apa," jawab mbak Laras menjelaskan.

"Emm. Iya sudah, Mbak. Bikinin minum yah," ucap Lisna tersenyum, melihat pembantunya.

Dengan begitu maka pembantunya itu membalas senyuman Lisna dan terus berjalan kearah dapur untuk membuatkan minum. Sementara Lisna dan Rendi duduk di sofa yang ada di ruang keluarga. Mereka berdua terlihat saling senyum setelah mengetahui kedua orang tua Lisna tidak ada di rumah.

Rendi yang merasa sudah tidak sabar untuk menjamah tubuh Lisna, ia langsung memeluk tubuh kekasihnya itu, dan terus mendaratkan bibirnya hingga akhirnya mereka berdua saling melumat. Namun keduanya menghentikan aktivitasnya karena mendengar suara batuk dari pembantu Lisna yang hendak memberikan air minum untuk mereka berdua.

Pada saat itu keduanya terlihat malu-malu meliat mbak Laras. Namun pembantu itu hanya senyum-senyum setelah memergoki mereka berdua yang tengah berciuman. Selang beberapa saat setelah meletakan dua gelas minuman di atas meja, pembantu itu pun beranjak meninggalkan mereka berdua.

"Sayang, minum dulu nih," ucap Lisna sambil memberikan gelas itu.

Dengan tersenyum Rendi meraih gelas itu dan terus meminumnya, Lisna hanya memperlihatkan Rendi sambil tersenyum. Gelas itu pun diletakan kembali oleh Rendi. Sesaat setelah itu Rendi terlihat mengarahkan pandangannya kesetiap sudut ruangan untuk memastikan keadaan sekitar.

"Kamu nyari apa sih, Sayang?" tanya Lisna merasa heran melihat kekasihnya itu.

"Ya lihat situasi lah, Sayang. Tadi mbak Laras kemana?" Rendi nampak menanyakan pembantu Lisna seakan takut dipergoki kembali oleh pembantu di rumah itu.

"Owh itu? Mbak Laras pasti sudah ke kamarnya, Sayang," ucap Lisna sambil menyenderkan kepalanya di pundak Rendi.

"Emang kenapa kamu nanyain dia?" Sambungnya.

"Takut aja kalau nanti kita kepergok lagi," jawab Rendi sedikit tertawa, tanganya membelai rambut Lisna yang terurai.

Rendi kemudian membisikan ditelinga Lisna tentang keinginan untuk menuangkan birahinya yang sudah tidak tertahan. Di saat itu Lisna nampak ketakutan karena merasa takut jika sampai hamil di luar pernikahan. Akan tetapi, Rendi terus saja merayunya sambil memberikan sentuhan-sentuhan lembut di bagian tubuh Lisna yang memiliki tubuh yang sangat bagus dengan ukuran payudara yang cukup besar, sehingga membuat Rendi semakin bernafsu untuk menjamah tubuh Lisna.

Dalam situasi yang sudah sangat panas, Rendi tidak henti-hentinya mencumbu bibir kekasihnya, begitu juga dengan Lisna yang sudah terbuai oleh permainan bibir Rendi. Ia pun membalas permainan Rendi. Lisna merasakan buah dadanya disentuh dan diremas-remas oleh Rendi sehingga ia tidak kuasa menahan birahinya, Lisna mendesah merasakan sentuhan itu membuat pikirnya melayang, nafas keduanya menggebu-gebu dalam situasi saat itu.

"Aku menginginkan tubuhmu, Sayang," bisik Rendi ditelinga Lisna, tanganya terus meremas-remas buah dada kekasihnya hingga Lisna menggeliat tidak bisa berkata apa-apa, ia hanya merasakan sentuhan nikmat dari Rendi.

Seketika itu Rendi yang sudah tidak kuat menahan batang kejantananya yang sudah mengeras, ia kemudian membaringkan tubuhnya Lisna diatas sofa itu lalu Rendi membuka resleting celananya. Pada saat itu Lisna terbelalak seakan baru sadar.

"Sayang ... jangan lakukan itu, kita kan belum menikah," ucap Lisna memohon sambil memegangi tangan Rendi yang hendak membuka resleting celananya.

"Enggak apa-apa, Sayang ... Aku sudah tidak kuat. Malam ini aku minta kamu layani aku, Sayang," balas Rendi dengan pelan, tubunya menindih Lisna, disaat itu Lisna terus memohon supaya Rendi tidak melakukan hubungan badan sebelum menikahinya.

Akan tetapi, Rendi seolah tidak memperdulikan ucapan kekasihnya itu, ia terus saja meremas-remas buah dadanya sambil melumati bibirnya. Hingga akhirnya Lisna kembali mengerang kenikmatan dengan permainan Rendi yang sudah diselimuti birahi yang membara.

Rendi mengangkat tubuhnya dan membiarkan Lisna terlentang diatas sofa, ia kemudian membuka resleting dan terus menurunkan celananya hingga akhirnya terlihatlah batang kejantananya yang berukuran sangat besar dan panjang. Sontak saja hal itu membuat Lisna terbelalak melihat batang kejantanan Rendi yang nampak sudah berdiri tegak dan berukuran besar.

"Sayang, tolong jangan lakukan itu, kita belum menikah," pinta Lisna sambil merapatkan kedua kakinya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Terpaksa Menjadi GIGOLO

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Akulah Cintamu
9.3
Pasca panggilan video terakhir, suami Kayra lenyap tanpa jejak, meruntuhkan dunianya dan memaksanya menghidupi kedua buah hati sendirian. Di masa sulit ini, Damar hadir. Sang ipar menaruh dendam akibat skandal masa lalu yang melibatkan rahasia saudara kembar Kayra. Sempat menolak mengakui darah daging dari relasi itu, Damar akhirnya luluh melihat kemiripan sang bayi. Akankah takdir baru bersama Damar ini menjadi akhir dari penderitaan panjang Kayra?
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Jasmine Bintang, yang memiliki keterbatasan fisik sejak lahir, selalu dikecewakan oleh ibunya sendiri. Harapannya untuk bahagia sirna setelah menikah dengan Ardan Mahendra yang kaya raya. Alih-alih diterima, keluarga Ardan justru merendahkan fisiknya. Penderitaan Jasmine memuncak ketika Anindya, mantan kekasih suaminya, datang membongkar kepalsuan pernikahan mereka. Saat Jasmine menuntut cerai demi harga dirinya, Ardan menolak keras dan mengancam tidak akan membiarkannya pergi.
Sampul Novel En-PD154
9.0
Kemenangan sepuluh kali beruntun di arena tak menghalangi Roderick untuk mengkhianatiku. Tunanganku itu justru asyik bermesraan dengan cinta pertamanya, bahkan membiarkan perempuan itu menghinaku sebagai sosok kasar tak berkelas. Kelembutan Roderick lenyap, digantikan pernyataan cinta untuk wanita lain di depanku. Dengan hati dingin, kuhubungi ayahku yang merupakan bos mafia. Aku meminta pertunangan ini dibatalkan demi mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Kasih sayang mendalam sebagai ibu memaksa Neva Zetrix mengesampingkan harga dirinya demi melindungi sang anak yang tak berdosa. Setiap hari, ia harus tunduk dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson yang sangat dominan. Demi keselamatan buah hatinya, Neva rela bertahan melewati penderitaan batin dan tekanan konstan. Kisah perjuangan penuh pengorbanan ini memperlihatkan ketegaran seorang wanita dalam menghadapi peliknya dinamika hubungan yang menjerat hidupnya.
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Demi menghapus duka setelah kepergian Rizal, Sonia memboyong kedua buah hatinya, Alif dan Hana, ke sebuah apartemen sederhana. Tak disangka, di sana ia bertetangga dengan Yudha, duda menawan yang juga mengasuh putri tunggalnya, Mira, seorang diri akibat tragedi masa lalu. Pertemuan tak sengaja di lorong apartemen perlahan menumbuhkan getaran tak biasa di hati mereka. Kini, keduanya dihadapkan pada pilihan sulit: terus meratapi kesedihan lama atau berani membuka hati demi cinta yang baru.
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Menjebak Ivander dalam pernikahan paksa rupanya menjadi penyesalan terbesar bagi Nada. Meski begitu, cara ekstrem ini adalah satu-satunya jalan agar ia bisa mendampingi pria yang dahulu pernah ia hancurkan hidupnya. Terbelenggu rasa bersalah, Nada kini bertekad menebus dosa masa lalu lewat pengabdiannya sebagai istri. Namun, mampukah ketulusan Nada melunakkan dinginnya kebencian Ivander, ataukah perjuangannya meraih maaf justru berujung sia-sia?

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED