Sampul Novel Jangan Pernah Mengkhianatiku

Jangan Pernah Mengkhianatiku

9.0 / 10.0
Demi lolos dari kekejaman Rivan, sang suami, Arvella Siregar kabur ke hutan hingga diselamatkan oleh pria misterius bernama Kael Mahendra. Di sana, ia berlatih keras bersama sekelompok ahli agar menjadi sosok yang tangguh. Di tengah perjuangannya, Arvella mendapati bahwa wafatnya orang tua beliau merupakan konspirasi gelap, bukan kecelakaan biasa. Bersama Kael, kini ia bersiap kembali demi menuntut balas dan mengungkap asal-usulnya meski nyawa taruhannya.
Ringkasan Jangan Pernah Mengkhianatiku
Demi lolos dari kekejaman Rivan, sang suami, Arvella Siregar kabur ke hutan hingga diselamatkan oleh pria misterius bernama Kael Mahendra. Di sana, ia berlatih keras bersama sekelompok ahli agar menjadi sosok yang tangguh. Di tengah perjuangannya, Arvella mendapati bahwa wafatnya orang tua beliau merupakan konspirasi gelap, bukan kecelakaan biasa. Bersama Kael, kini ia bersiap kembali demi menuntut balas dan mengungkap asal-usulnya meski nyawa taruhannya.
Baca Selengkapnya

Jangan Pernah Mengkhianatiku Bab 1

Arvella terbangun dengan rasa sakit yang menusuk di seluruh tubuhnya. Tubuhnya lelah, baju lusuh menempel pada kulitnya yang berjerawat dan berdarah di beberapa bagian. Suara hujan yang menimpa daun-daun hutan terdengar begitu keras, namun itu lebih ringan dibandingkan suara hatinya yang berdegup kencang karena ketakutan. Malam itu, ia lari dari rumah yang dulu menjadi tempat ia merasa aman, tapi kini hanyalah penjara yang menelan nyawanya sedikit demi sedikit.

Rivan-suaminya-telah membuat hidupnya menderita selama bertahun-tahun. Tidak ada yang tersisa dari rasa aman atau cinta dalam rumah itu. Setiap kata yang keluar dari mulutnya selalu seperti cambuk, setiap tatapan adalah hukuman, dan setiap sentuhan hanyalah pengingat bahwa ia hanyalah boneka dalam kehidupan orang lain. Arvella masih ingat malam itu: hujan deras mengguyur kota, Rivan mabuk dan marah karena cemburu, dan ia menerima pukulan yang membuat ia terkapar di lantai dingin rumah mewah yang kini terasa seperti kuburan.

Ia tidak bisa menahan lagi. Tubuhnya gemetar saat ia memutuskan untuk kabur. Dalam kegelapan malam, Arvella berlari tanpa arah, sepatu yang basah membuatnya tergelincir di jalanan licin, tapi rasa takut dan kemarahannya lebih besar daripada rasa sakit. Ia tidak peduli jika hujan membasahi tubuhnya, jika darah mengalir dari luka-lukanya, yang penting ia harus keluar dari belenggu yang mengekangnya.

Hutan belantara itu muncul tiba-tiba di pinggiran kota. Ia tidak pernah menyangka akan berakhir di sini-tempat asing, sunyi, dan penuh rahasia. Pepohonan tinggi menjulang seperti tembok alam yang menutupinya dari dunia yang kejam itu. Aroma tanah basah dan daun yang membusuk menguar di udara, bercampur dengan aroma hujan. Setiap langkah membawa luka baru, tapi rasa lega sesaat mengalir dalam dadanya karena ia berhasil lepas dari Rivan.

Arvella jatuh di bawah pohon besar, terengah-engah. Matanya menatap gelapnya hutan yang semakin pekat. "Aku harus bertahan... aku harus kuat..." gumamnya pelan, suaranya nyaris tenggelam oleh suara hujan dan angin. Namun, tubuhnya sudah terlalu lelah untuk bergerak lagi. Ia menutup mata, berharap semoga esok hari ia masih bisa bangun.

Suara ranting patah terdengar dari kejauhan. Arvella tersentak, langsung meraba-raba benda tajam untuk bertahan. Namun, siapa pun itu, ia tidak bisa melihat dengan jelas. Dari balik bayangan pepohonan, seorang lelaki muncul. Tinggi, tegap, dengan tatapan tajam yang seakan menembus kegelapan. Tubuhnya berotot, dan gerakannya luwes, seolah ia memang milik hutan ini. Lelaki itu berhenti beberapa langkah dari Arvella, menatapnya dengan campuran rasa ingin tahu dan kehati-hatian.

"Tenang... aku tidak akan menyakitimu," ucap lelaki itu pelan, tapi cukup jelas terdengar di telinga Arvella.

Arvella menelan ludah, tubuhnya menegang. "Si... siapa kamu?" suaranya serak, hampir pecah.

Lelaki itu tersenyum tipis, sedikit aneh tapi menenangkan. "Namaku Kael. Kamu... kenapa ada di sini sendirian?"

"Aku... aku kabur... dari rumahku," jawab Arvella, suaranya nyaris berbisik. Ia merasa malu, meneteskan air mata tanpa sadar. "Aku... disiksa... suamiku..."

Kael menatapnya dengan serius, lalu melangkah lebih dekat. Namun, ia tetap menjaga jarak. "Kamu tidak bisa tinggal di sini sendirian. Malam ini dingin, dan hutan ini... tidak ramah bagi yang lemah."

Arvella menahan napasnya. Ada rasa takut bercampur rasa lega. Ia tidak tahu apakah bisa mempercayai orang ini, tapi sesuatu dalam tatapan Kael membuat hatinya sedikit tenang. Ia pun mengangguk perlahan. Kael mengangkat alisnya, kemudian menarikkan tangan untuk membantu Arvella berdiri. Meski tubuhnya lemah, Arvella mencoba berdiri dengan bantuan lelaki itu.

Mereka berjalan melalui pepohonan yang basah, akar yang menonjol, dan tanah licin yang membuat langkah mereka susah. Kael memandu Arvella dengan hati-hati, menenangkan setiap langkahnya. Suara hujan mulai mereda saat mereka masuk lebih dalam ke hutan. Di tengah gelap, Kael menyalakan api kecil menggunakan alat yang ia bawa. Api itu hangat, membuat tubuh Arvella sedikit menggigil lega.

"Malam ini kamu aman," kata Kael, menatap Arvella. "Besok, kita akan mencari tempat yang lebih aman. Tapi sekarang, kamu perlu istirahat. Tubuhmu terlalu lelah."

Arvella menatap api yang menari-nari, menghangatkan tubuhnya yang dingin. "Terima kasih... Kael..." suara itu hampir berbisik, tapi terasa penuh rasa syukur. Ia merasakan sesuatu yang aneh-untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia merasa aman.

Hari-hari berikutnya di hutan menjadi pelajaran keras bagi Arvella. Kael mengajarinya cara bertahan hidup: memanfaatkan alam, mencari makanan, membuat jebakan sederhana untuk menangkap hewan kecil, dan memahami tanda-tanda alam. Arvella belajar lebih cepat dari yang ia kira, meski tubuhnya masih sering lelah. Setiap luka yang sembuh adalah bukti kekuatan barunya, setiap napas yang berhasil diambil adalah kemenangan kecil atas trauma masa lalunya.

Tidak hanya itu, Arvella juga mulai mengenal Kael lebih dalam. Lelaki itu pendiam, namun bijaksana. Ia tidak banyak bicara tentang masa lalunya, tapi caranya melindungi dan menuntun Arvella membuat hatinya perlahan terbuka. Ia mulai merasakan perasaan yang aneh-perasaan yang selama ini asing baginya, karena semua hubungannya sebelumnya hanyalah penderitaan dan pengkhianatan.

Suatu sore, ketika mereka duduk di tepi sungai kecil, Arvella menatap wajah Kael yang terpancar cahaya senja. "Kael... kenapa kamu menolongku?" tanyanya, suaranya lembut.

Kael tersenyum tipis, menatap arus sungai. "Karena aku melihat kamu... berbeda. Ada sesuatu dalam dirimu yang tidak boleh hilang begitu saja. Kamu... kuat, Arvella. Hanya saja kamu belum percaya pada dirimu sendiri."

Arvella menelan ludah, mencoba menyembunyikan rasa haru. Kata-kata itu seolah menyalakan api kecil di hatinya, api yang selama ini terkubur oleh penderitaan. Ia ingin mempercayai Kael, ingin belajar dari lelaki ini, ingin menjadi tangguh-bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk menghadapi dunia yang menunggu di luar hutan.

Waktu terus berjalan, dan Arvella mulai mengenali hutan sebagai rumah sementara. Ia belajar membaca jejak binatang, memanfaatkan buah-buahan liar, bahkan belajar menahan rasa lapar dan dingin. Namun, di balik semua pembelajaran itu, pikirannya tidak pernah jauh dari masa lalunya. Bayangan Rivan, malam-malam penuh teror, dan luka yang masih terasa setiap kali ia mengingat rumah itu selalu menghantui.

Tapi ada sesuatu yang berubah dalam dirinya: rasa takut itu mulai digantikan oleh kemarahan yang membara. Kemarahan yang ia simpan selama bertahun-tahun kini menjadi bahan bakar untuk bertahan hidup. Ia ingin mencari jawaban-mengapa semua ini terjadi? Mengapa keluarganya hancur begitu saja? Dan siapa sebenarnya yang bertanggung jawab?

Sementara itu, Kael tetap berada di sisinya, menjadi teman, pelindung, dan tanpa disadari, seseorang yang perlahan mencuri hatinya. Arvella merasa campur aduk: takut kehilangan lelaki ini, takut menghadapi dunia luar, tapi juga merasa ada kekuatan yang tumbuh di dalam dirinya sendiri.

Malam itu, di bawah cahaya bulan yang menembus celah-celah pepohonan, Arvella menatap langit gelap dan berbisik pada dirinya sendiri, "Aku akan bertahan... Aku akan menjadi kuat... dan suatu hari, aku akan menemukan kebenaran. Siapa pun yang membuat hidupku hancur... mereka akan menanggung akibatnya."

Hutan belantara mungkin adalah tempat persembunyian yang keras, tapi bagi Arvella, ini adalah awal dari perjalanan panjangnya. Perjalanan untuk menemukan dirinya sendiri, menghadapi trauma yang menahan langkahnya, dan bersiap untuk menghadapi dunia yang penuh tipu daya dan bahaya di luar sana. Bersama Kael, ia belajar bahwa kekuatan sejati bukan hanya fisik, tapi juga hati dan tekad yang tidak mudah dipatahkan.

Arvella menutup mata malam itu dengan perasaan yang aneh: takut, tapi juga penuh harapan. Ia tidak tahu apa yang menunggu esok hari, tapi satu hal yang pasti-ia tidak akan membiarkan dirinya hancur lagi. Kali ini, ia akan menulis nasibnya sendiri, meski harus melewati jalan yang penuh duri dan kegelapan.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Jangan Pernah Mengkhianatiku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra hancur setelah kesuciannya dirampas paksa akibat rencana jahat kakek pacarnya sendiri. Tragisnya, sang kekasih justru mencampakannya demi menikahi wanita lain. Di titik terendah, Lula diselamatkan oleh orang tua kandungnya yang ternyata konglomerat kaya raya. Didukung kekuatan keluarganya, ia pun menyusun rencana balas dendam demi menghancurkan mantan kekasih beserta keluarganya. Namun, akankah kehancuran mereka membawa kedamaian yang dicarinya?
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan, punggungku hancur terbakar. Empat tahun aku merawatnya yang koma, tetapi saat terbangun, ia justru menyatakan cinta pada Stella di depan umum. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat diserang preman. Baginya, aku hanya beban. Di hari pernikahan, ia tega membuangku di jalan tol demi Stella. Akhirnya, aku memilih pergi meninggalkan semuanya menuju bandara.
Sampul Novel Istri Untuk Tuan Alex
7.9
Demi melindungi kehormatan ibu angkatnya, seorang gadis rela menjadi pengantin pengganti. Sayangnya, kesalahpahaman fatal membuat Alex sangat membenci dan memperlakukannya dengan kasar. Meski mendapat perlakuan buruk, ia tidak tinggal diam dan terus berjuang keras menyembunyikan rahasia besar tentang identitas aslinya. Akankah Alex mampu membongkar misteri yang tersimpan rapat ini? Temukan kelanjutan kisah penuh ketegangan dan emosi mereka di Bakisah.
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Pasca dikhianati saudara angkat dan tunangannya sekembalinya dari desa, Sabrina memilih membalas dendam lewat Charles, paman sang mantan. Walau Charles sempat menolak perasaan setelah malam intim mereka, Sabrina berhasil memicu harga diri pria itu hingga terikat selamanya. Kini berstatus sebagai bibi mantannya, Sabrina yang kerap diremehkan ternyata menyimpan kekayaan miliaran dolar. Ia membuktikan diri bukan pemburu harta, melainkan pemilik takhta yang sesungguhnya.
Sampul Novel Menaklukkan Duda Dingin
8.7
Amber Lim, sosialita kontroversial yang kerap dicap perusak hubungan, bertekad mengubah hidupnya. Demi belajar dari desainer legendaris Adam Smith, ia nekat menerjang musim dingin utara yang ekstrem. Sialnya, Amber dirampok hingga tersesat di tengah hutan beku. Harapan hidupnya kini bergantung pada Tuan Dingin, duda misterius pembenci wanita yang dirumorkan sebagai kanibal. Bisakah Amber menaklukkan hati pria tersebut, atau ia justru akan menjadi korban dari kebenciannya?
Sampul Novel Rahasia Gelap Sang Kekasih
8.2
Sebuah pesan masuk di tengah malam buta membangunkan tidurku, membawa sebuah kiriman video dari sahabat dekatku. Di dalam rekaman tersebut, tampak seorang wanita bergaun tipis nan ketat sedang menari dengan lekuk tubuh yang anggun. Namun, perhatianku seketika terenggut sepenuhnya saat menyadari warna ungu samar di balik gaunnya. Celana dalam yang dikenakan wanita misterius itu ternyata persis seperti milik pacarku sendiri, memicu kecurigaan mendalam tentang rahasia tersembunyi kekasihku.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED