Sampul Novel Terpaksa Kawin Kontrak

Terpaksa Kawin Kontrak

9.1 / 10.0
Aletha terjebak situasi pelik setelah membatalkan pernikahan dengan Ronald yang ketahuan telah beristri. Kini, ia dituntut mengembalikan mahar besar yang terlanjur dipakai melunasi utang keluarganya. Jika gagal, ia harus rela menjadi istri kedua Ronald. Di tengah keputusasaan, Athala yang merupakan bosnya datang menawarkan pernikahan kontrak bernilai fantastis. Aletha pun didera dilema antara menjaga kesucian pernikahan atau menerima tawaran itu demi lepas dari Ronald.
Ringkasan Terpaksa Kawin Kontrak
Aletha terjebak situasi pelik setelah membatalkan pernikahan dengan Ronald yang ketahuan telah beristri. Kini, ia dituntut mengembalikan mahar besar yang terlanjur dipakai melunasi utang keluarganya. Jika gagal, ia harus rela menjadi istri kedua Ronald. Di tengah keputusasaan, Athala yang merupakan bosnya datang menawarkan pernikahan kontrak bernilai fantastis. Aletha pun didera dilema antara menjaga kesucian pernikahan atau menerima tawaran itu demi lepas dari Ronald.
Baca Selengkapnya

Terpaksa Kawin Kontrak Bab 1

"Bu Dewi! Cepat buka pintunya! Aku tau kamu ada di dalam!" teriak seorang wanita yang bertubuh tambun dengan rambut digulung ke atas. Ia adalah seorang rentenir yang akan menagih hutang kepada Dewi.

Saat itu Alletha baru saja pulang dari tempat kerjanya. Ia bekerja disebuah perusahaan cabang milik keluarga Sastrawinata, hanya sebagai staf administrasi biasa. Kepalanya berdenyut nyeri saat ia melihat seseorang yang sedang menggedor-gedor pintu rumahnya. Ia menutup kedua telinganya karena suara rentenir itu benar-benar memekakkan telinganya. Saat tubuhnya sedang lelah dan ingin segera beristirahat di dalam kamarnya yang tidak terlalu luas itu, kini ia harus dihadapkan dengan seseorang yang sedang membuat kerusuhan di depan rumahnya.

Alletha berjalan mendekat ke arah rentenir itu. "Maaf, Bu, ada apa, ya?" tanya Alletha menahan emosi.

Seorang ibu yang bertubuh tambun itu menoleh pada Alletha yang berada dibelakangnya.

"Kamu siapa?" tanyanya dengan nada cukup keras. Ia menatap Alletha dari atas hingga bawah. Alletha merasa kikuk diperhatikan seperti itu. "Oh, kamu Alletha, ya? Putri sulungnya Bu Dewi?" tanyanya kemudian.

Alletha menganggukan kepalanya, "iya. Saya Alletha, Bu. Maaf sebelumnya, Ibu ini siapa, ya, kok gedor-gedor pintu rumah orang dengan keras begitu?"

"Saya kesini mau nagih hutangnya Bu Dewi. Ibu kamu sudah menunggak cicilannya selama tiga bulan!" hardiknya seraya menunjuk tepat di depan wajahku.

"Iya, tapi gak harus gedor-gedor pintu rumah orang juga, Bu!" geram Alletha tak kalah galak dari sang penagih hutang.

"Loh, kenapa jadi kamu yang sewot?" gertaknya sembari berkacak pinggang dan mata yang melotot.

"Ibu gak sopan! Harusnya ibu bisa mengetuk pintu dengan pelan. Kalau pintunya rusak gimana?" teriak Alletha tak mau kalah.

Suara keributan yang ditimbulkan oleh Alletha, membuat Dewi mau tak mau akhirnya keluar rumah juga. Ia tak mau hutang-hutangnya ke rentenir itu diketahui para tetangganya.

"Eh, Bu Retno? Mari masuk Bu!" tutur Dewi dengan basa-basi.

"Gak usah basa-basi, Bu Dewi! Saya kesini mau nagih hutang! Bu Dewi sudah menunggak tiga bulan," cecar Bu Retno sembari menekankan kata 'tiga bulan'.

"Iya, Bu. Mari kita bicarakan di dalam saja. Gak enak dilihat tetangga," bujuk Dewi agar Bu

Retno tak lagi koar-koar di depan rumahnya.

"Udah, gak usah! Biarin aja. Bu Dewi harus membayar cicilannya sekarang juga!" bentak Bu Retno lagi.

Wajah Dewi merah padam menahan malu dan juga marah. Dia merasa kesal karena Bu Retno tidak bisa di ajak kompromi. Dewi langsung menarik paksa tangan Alletha ke dalam rumah. Alletha yang belum siap dengan pergerakan ibunya, ia sampai terhuyung ke depan. Sementara Bu Retno diam di luar menunggu Dewi untuk membayar hutangnya dengan mata mendelik ke arah mereka.

"Apaan sih, Ibu ini, pake tarik-tarik tangan Alletha. Sakit tau!" Alletha melepaskan tangannya dari cengkraman tangan Dewi. Ia memegang pergelangan tangannya yang terasa sakit akibat cengkraman tangan Dewi yang cukup keras.

Tio yang sedang berada di dalam kamar terpaksa keluar mendengar keributan yang di timbulkan oleh Alletha dan ibunya. Ia memutar kursi rodanya sendiri menuju ke ruang tengah dimana Alletha dan Dewi berada.

"Ada apa ini? Tangan kamu kenapa, Alletha?" tanya Tio dengan mata membulat melihat raut wajah Alletha yang sedang kesakitan.

"Halah, udah kamu diem aja, Pak!" bentak Dewi seraya mengayunkan tangannya ke udara. "Alletha sekarang ibu minta semua gaji kamu! Hari ini kamu udah gajian 'kan?"

Alletha menautkan kedua alisnya, ia langsung mendekap erat tas kerjanya. Ia tau setelah ini ibunya pasti akan mengambil paksa uangnya. Alletha tidak mau uang yang dengan susah payah ia dapatkan harus rela diberikan kepada ibunya untuk membayar hutangnya. Hutang yang hanya untuk memenuhi gaya hidup ibunya yang tidka jelas. Setiap kali Alletha mendapatkan uang gajinya, ia akan memberikan setengah dari gajinya untuk keperluan rumah kepada Dewi.

"Tapi, Bu, kalau uang ini aku serahin semua ke Ibu, nanti untuk sebulan kedepan kita mau makan apa?" sahut Alletha dengan tetap mempertahankan tasnya.

"Udah, itu sih, gampang! Nanti Ibu akan cari hutang lagi untuk makan kita," tutur Dewi dengan santainya.

"Dewi! Sampai kapan kamu mau terus menerus berhutang? Kasian Alletha, ia bekerja terus menerus hanya untuk membayar hutang-hutangmu yang semakin menumpuk!" Tio merasa geram dengan tingkah istrinya yang hanya bisa berhutang lagi dan lagi. Semua uang yang Dewi pinjam bukan untuk kepentingan keluarganya, tapi untuk memenuhi keinginan Dewi demi menjaga gengsinya. Tio merasa bersalah kepada Alletha karena ia tak bisa mencari nafkah sebagaimana mestinya karena kondisi kakinya yang lumpuh. Kini ia harus menyerahkan beban itu kepada putri sulungnya.

"Sampai kamu bisa bekerja lagi dan mencari uang untuk aku!" ungkap Dewi kepada suaminya sembari menunjuk wajah Tio. Dewi kini mulai berani kepada Tio. Ia merasa jika suaminya semakin hari semakin tidak berguna. Hanya bisa duduk di atas kursi roda saja tanpa bisa melakukan apapun.

"Dewi, kamu!" ucapan Tio terpotong saat Alletha mendorong kursi rodanya masuk ke dalam kamar. Sementara Dewi memutar bola matanya malas. Ia merasa jika putri sulungnya itu selalu berpihak pada ayahnya.

"Ayah tunggu disini aja, ya. Alletha mau meyelesaikan masalah ini dulu."

Alletha mencoba menenangkan Tio, ia tidak mau kondisi ayahnya semakin buruk. Selain lumpuh, Tio pun memiliki penyakit darah tinggi yang sewaktu-waktu bisa mengakibatkan stroke jika tensinya terus meningkat. Alletha menemui ibunya yang masih menunggunya di ruang tengah.

"Alletha! Cepetan! Ibu gak enak sama Bu Retno. Nanti dia teriak-teriak lagi di luar. Bikin malu aja!"

Belum juga Alletha menjawab, tiba-tiba terdengar teriakan Bu Retno dari luar rumah.

"Bu Dewi! Lama banget di dalamnya!"

Dewi langsung menarik tas milik Alletha dan mengeluarkan amplop coklat yang berisi semua gaji Alletha satu bulan ini. Alletha tak kalah gesit, ia pun langsung menyambar amplop coklat itu demi menyelamatkan uang gajinya. Bukan berarti Alletha pelit, hanya saja jika uang itu benar-benar digunakan Dewi untuk memenuhi kebutuhan rumah dan keluarganya, Alletha tidak masalah. Ia akan dengan ikhlas memberikannya. Sayangnya Dewi menggunakan uang Alletha untuk keinginannya saja seperti untuk shoping dan memenuhi gayanya.

Alletha langsung keluar untuk menemui Bu Retno yang sedari tadi menunggunya. Dewi langsung mengikuti langkah putri sulungnya.

"Nih, Bu. Saya hanya bisa nyicil segini dulu. Nanti sisanya bisa dicicil lagi!" Alletha menyerahkan beberapa lembar uang berwarna merah kepada Bu Retno.

"Kok cuma segini, sih?" Bu Retno menautkan kedua alisnya. Menurutnya uang segitu tidak cukup walaupun untuk membayar bunganya saja.

Alletha merasa geram, tapi ia mencoba untuk tidak emosi. "Adanya cuma segini, Bu. Kalau Ibu mau, sialahkan ambil. Kalau tidak, mungkin ibu saya akan lama lagi bayarnya."

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Terpaksa Kawin Kontrak

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Aku Tak Punya Siapapun Lagi
9.3
Divonis hanya memiliki sisa tiga hari akibat gagal hati akut, seorang istri harus menghadapi kenyataan pahit saat suaminya, David, memberikan kuota uji klinis terakhir kepada Emma, sang adik angkat. Alih-alih melawan, ia memilih menghentikan pengobatan, menyetujui perceraian, serta merelakan anak dan bisnis perhiasannya diambil alih oleh Emma. Di saat seluruh keluarganya memuji keputusan tersebut tanpa rasa curiga, ia menanti reaksi mereka saat ajal akhirnya menjemputnya.
Sampul Novel Dinodai keluarga suami
9.6
Kehidupan baru Anisa Rahma dimulai setelah ia menikah dengan Seno Bagaskara, seorang pria kaya raya. Di kediaman megah keluarga suaminya, ia harus beradaptasi tinggal bersama para ipar. Namun, di balik kemewahan itu, bahaya mengintai. Anisa tidak menyadari bahwa adik laki-laki Seno serta suami dari iparnya memendam hasrat terlarang padanya. Kini, ia terjebak dalam ancaman nafsu mereka di rumah tersebut. Mampukah Anisa bertahan menghadapi situasi rumit ini?
Sampul Novel Istri Untuk Tuan Alex
7.9
Demi melindungi kehormatan ibu angkatnya, seorang gadis rela menjadi pengantin pengganti. Sayangnya, kesalahpahaman fatal membuat Alex sangat membenci dan memperlakukannya dengan kasar. Meski mendapat perlakuan buruk, ia tidak tinggal diam dan terus berjuang keras menyembunyikan rahasia besar tentang identitas aslinya. Akankah Alex mampu membongkar misteri yang tersimpan rapat ini? Temukan kelanjutan kisah penuh ketegangan dan emosi mereka di Bakisah.
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Menjebak Ivander dalam pernikahan paksa rupanya menjadi penyesalan terbesar bagi Nada. Meski begitu, cara ekstrem ini adalah satu-satunya jalan agar ia bisa mendampingi pria yang dahulu pernah ia hancurkan hidupnya. Terbelenggu rasa bersalah, Nada kini bertekad menebus dosa masa lalu lewat pengabdiannya sebagai istri. Namun, mampukah ketulusan Nada melunakkan dinginnya kebencian Ivander, ataukah perjuangannya meraih maaf justru berujung sia-sia?
Sampul Novel Menaklukkan Duda Dingin
8.7
Amber Lim, sosialita kontroversial yang kerap dicap perusak hubungan, bertekad mengubah hidupnya. Demi belajar dari desainer legendaris Adam Smith, ia nekat menerjang musim dingin utara yang ekstrem. Sialnya, Amber dirampok hingga tersesat di tengah hutan beku. Harapan hidupnya kini bergantung pada Tuan Dingin, duda misterius pembenci wanita yang dirumorkan sebagai kanibal. Bisakah Amber menaklukkan hati pria tersebut, atau ia justru akan menjadi korban dari kebenciannya?
Sampul Novel Song For Luna
8.9
Sebuah perjumpaan singkat di Bandung mempertemukan Luna dengan Alvino. Berawal dari bertukar nomor ponsel dan tawaran memandu wisata, Luna tak menduga hubungan ini akan menjungkirbalikkan dunianya. Sosok Vino membawa pasang surut emosi yang begitu hebat dalam hidupnya. Kini, di tengah badai permasalahan yang terus menerpa tanpa henti, Luna dihadapkan pada pilihan sulit: menyerah pada keadaan atau tetap bertahan memperjuangkan segalanya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED