Sampul Novel Ternyata Dia Bosku!

Ternyata Dia Bosku!

8.1 / 10.0
Eve tidak menyangka bahwa lelaki dingin yang dibencinya sekaligus dikaguminya adalah bos besar di tempat kerja barunya. Selama Eve magang, Gery selalu mencari-cari alasan untuk memecatnya. Namun, takdir berkata lain saat mereka berdua justru dijodohkan. Akankah hubungan kerja yang penuh tekanan ini dapat berubah menjadi cinta, ataukah mereka akan selamanya terjebak dalam perselisihan? Kisah cinta kantor yang penuh kejutan menanti.

Ternyata Dia Bosku! Bab 1

“Yeayy! Giliranmu sekarang, Eve!” pekik teman-temannya bersorak.

Eve dengan santai menggelindingkan botol bekas air soda di atas alas duduk mereka. Dan botol itu berhenti di kata ‘Dare’.

“Yuhuuu! Giliranku yang kasih tantangan ke kamu, ya! Ehem, ehem!” Salah satu temannya berteriak lantang dan berdehem sebentar seolah sedang menciptakan kesan dramatis.

“Iya iyaa ... cepetan! Aku pasti bisa melakukannya, Eve gitu loh!” sesumbar Eve sambil menyilangkan lengan di depan dada.

“Kamu harus menyatakan perasaan kepada siapa pun pria yang lewat di depan kita pertama kali sejak sekarang. Oke, nggak, teman-teman?” tanya si penantang sambil meminta dukungan dari yang lain.

Kesemuanya tampak bersorak menyetujui sementara Eve terperangah menyesal.

“What? Apa-apaan itu? Perasaan dari tadi tantangannya nggak ada yang segila itu, deh! Curang, ish!” protes Eve karena merasa tantangan untuknya terlalu berisiko dan berat untuk dilakukan.

“Eiits! Gak boleh protes! Udah deal! Atau kamu mengaku kalah dan kita bubar sambil makan-makan di restoran dan kamu yang bayarin kita semua. Ya gak, gengs?” Terdengar keriuhan yang mendorong Eve untuk jangan menolak tantangan yang diberikan.

“Ish! Oke, daripada aku harus rugi banyak traktirin kalian semua, mending aku nembak cowok deh. Ya Tuhan, semoga aja cowok yang lewat pertama nanti cowok single dan ganteng,” ucap Eve sambil bersiap menerima kemungkinan terburuk sekalipun.

“Eh, tapi nanti yang ditembak cuma yang berjalan sendirian kan? Kalau dia gandeng pasangan maka ganti yang lain aja, ya?” tanya Eve kemudian. Berbagai pikiran akan kemungkinan terburuk muncul di kepalanya. “Dan yang seumuran aja sama kita pokoknya, ya? Kalau ketuaan takutnya dia udah punya istri, gila!”

“Wkwkwk. Aturannya itu pria pertama yang lewat di depan kita. Terserah deh mau itu tua atau muda, mau sendirian atau sama selingkuhannya, gak ada urusan!” Teman-temannya mencanangkan aturan yang mana membuat Eve menyesal telah menyetujui tantangan absurd tersebut.

“Sial!” rutuk Eve berkali-kali sambil dengan dada berdebar kencang menanti siapa yang akan melewati mereka pertama kali.

Evangelin Ravenwood, atau akrab dipanggil Eve, sedang mengadakan acara perpisahan setelah wisuda dari universitas. Mereka ingin menghabiskan liburan bersama di pantai sebelum masing-masing akan menjalani dunia kerja di mana kemungkinan mereka akan sulit untuk bertemu dan menghabiskan waktu bersama lagi.

Entah tadi siapa yang mencetuskan ide untuk memainkan permainan Truth or Dare. Karena seru, Eve tak menolak. Lagipula sejak awal sepertinya tantangan yang diberikan adalah hal biasa yang wajar seperti mengatai teman yang duduk di sebelahnya, atau makan mie dengan level pedas tertinggi. Paling tidak, itu semua masih dikategorikan tantangan yang aman.

Lalu, kenapa ketika tiba gilirannya ia harus menembak pria pertama yang lewat, tak peduli status dan usianya pula! Sungguh penuh risiko!

Dan salah satu temannya memekik saat dari kejauhan tampak ada sepasang lelaki dan perempuan berbaju couple tengah bergandengan tangan. Astaga! Ini sih sama saja dengan bunuh diri! Ia bisa langsung ditampar pasangannya kalau nekat menyatakan perasaan.

“Hei? Kalian tidak berpikir kalau aku harus nembak dia, kan?” tanya Eve sambil memutar bola mata.

Teman-temannya tampak berdiskusi dan akhirnya menganulir sepasang muda-mudi kasmaran tersebut. Eve mengembuskan napas lega.

Tak berapa lama kemudian, muncullah sesosok pria yang bahkan dari jauh saja sudah tampak sekali ketampanannya. Tubuh atletisnya menciptakan bayangan siluet yang sungguh sempurna. Pria itu mengenakan setelan yang teramat resmi dan tak begitu cocok dikenakan di area pantai, apalagi malam begitu.

Ekspresi wajahnya tampak seolah sedang mencari keberadaan seseorang. Siapa kira-kira? Eve malah bertanya-tanya dalam hati.

“Ayo, Eve! Sekarang!” titah salah seorang temannya.

Eve gemetaran selama sedetik sebelum kemudian mementapkan hati untuk melaksanakan tantangan yang telah disepakati.

Dengan langkah pasti, Eve mendekat ke arah si pria dan berdehem meminta perhatian.

“Ehemm, Pak?” sapanya seraya nyengir tak enak.

Tidak ada tanggapan. Bahkan, pria itu sama sekali tidak menoleh ke arahnya. Apa dia tidak dengar? Eve membatin dalam diam.

Ia pun menoleh ke arah teman-temannya yang malah dengan ekspresi wajah dan lambaian tangan memaksa untuknya meneruskan aksi yang terlanjur dimulai.

“Pak. Maafkan saya, apakah Anda sedang mencari seseorang?” Akhirnya Eve memberanikan diri mencegat langkah si pria.

Pria itu masih saja memasang tampang serius dan cuek. Dan yang menjengkelkan lagi, pertanyaan Eve hanya dijawabnya dengan gelengan kepala tanpa arti.

“Apa maksudnya menggeleng, coba? Dia tidak dengar atau tidak sedang mencari seseorang? Gak jelas banget, deh!” gerutu Eve seorang diri. Ia menoleh ke arah teman-temannya yang sebagian terkikik geli dan sebagian lagi masih memaksanya untuk melanjutkan aksi.

“Eh! Pak! Anda ini bisu atau tuli atau keduanya, sih? Bisa-bisanya saya udah ngomong panjang lebar nggak ada tanggapan sama sekali!” Tak kuasa menahan lagi emosinya, Eve yang tak terbiasa diabaikan itu pun meluapkan amarah terhadap si pria.

Tanpa diduga, pria itu akhirnya menghentikan langkah dan menoleh lalu menatap tajam ke arah Eve.

“Kamu bicara padaku? Siapa yang bisu dan tuli, ha?” Suara bariton yang terdengar dalam dan sangat berwibawa keluar dari bibir si pria tampan.

Eve seolah langsung mengkerut di tempatnya. Tak disangka si pria malah berjalan mendekat ke arahnya. Sorot mata tajam bak elang yang dibingkai alis tebal itu menatap lekat Eve dengan tatapan menilai dari atas ke bawah. Sungguh cara memandang yang sama sekali tidak sopan, pikir Eve semakin kesal dengan sikap pria di hadapannya itu.

“Apa sekarang giliran kamu yang jadi bisu dan tuli, hm? Gadis bodoh!” sergah si pria sambil menyipitkan mata seolah meremehkan Eve.

“Habisnya Anda diam saja seperti saya ini angin lalu—“

“Tidak selamanya orang harus menanggapi tingkah absurd para gadis labil seperti kalian, kan?” tudingnya ke arah kerumunan teman-teman Eve yang jelas-jelas memang tengah menyaksikan adu mulut yang terjadi di antara mereka.

Oh, sepertinya pria ini memang sedari awal sudah curiga bahwa ia sedang dijadikan targetnya dan teman-temannya, pantas saja sikapnya begitu menyebalkan dan tidak merespon sama sekali.

Eve tak bisa berkata-kata. Disebut gadis labil absurd bukan prestasi di depan pria tampan nan rupawan di hadapannya ini. Sungguh bukan hal yang bisa dikenang sebagai bagian dari memori liburannya kali ini.

Sambil tak lupa melempar tatapan menghunus lagi ke arah Eve, pria itu pergi dengan langkah lebarnya, menjauh dari Eve yang masih terpekur tak tahu harus bagaimana. Untung saja dia belum sempat menyatakan perasaan atas dasar tuntutan teman-temannya kepada pria tadi. Bisa malu berat kalau sampai ditolak mentah-mentah!

Dengan jengkel, Eve mengentakkan kakinya dan berbalik ke arah teman-temannya. Sebagian menghibur dan sebagian lagi malah membuatnya semakin kesal dengan berkomentar menyalahkannya,

“Kamu sih, pakai ngatain bisu dan tuli segala. Sembarangan sekali!”

“Iya! Batal deh dapat kenalan pria keren maksimal gitu! Siapa tahu dia penyelamat kamu dari status jomlo saat ini!”

Eve mendecakkan lidahnya sebal. “Keren kalau sikapnya kaku begitu mendingan aku single aja deh. Bisa sial seumur hidup kalau punya pacar sepertinya!”

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Ternyata Dia Bosku!

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun membina rumah tangga, Jessica hanya mendapatkan kepedihan dari Aaron. Usai perceraian mereka, ia memilih mandiri dan sukses membangun karier sebagai desainer tersohor tanpa sokongan finansial keluarga. Namun, di tengah keberhasilan dan kebahagiaan barunya, Aaron muncul lagi dengan penyesalan mendalam. Sang mantan suami kini memohon dimaafkan dan meminta peluang kedua. Akankah Jessica luluh atau memilih menutup rapat pintu hatinya?
Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil tanpa sengaja menemukan patung beruang di jalan dan membawanya pulang untuk dirawat dengan tulus. Ia tidak pernah menduga bahwa benda mati tersebut sebenarnya adalah inkarnasi dari sosok dewa muda yang sangat kuat. Wujud beruang itu terus bertahan menemani Melinda hingga ia tumbuh dewasa menjadi wanita yang cantik. Namun, sebuah konflik menegangkan mendadak muncul dan menguji ikatan unik mereka. Akankah kisah cinta antara manusia dan dewa ini berujung pada kebahagiaan?
Sampul Novel Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
9.2
Niat tulus Rheina menyelamatkan sahabatnya dari tuan tanah malah berujung petaka. Sang ayah justru menikahi sahabatnya itu sebagai istri keempat, menyeret Rheina ke pusaran konflik keluarga yang kelam dan merusak hidupnya. Di tengah kerasnya tekanan hidup yang dipenuhi makian dan adegan dewasa, gadis lugu ini terperangkap dalam cinta segitiga yang rumit bersama dua pria. Simak perjuangan emosional Rheina menghadapi takdirnya yang sarat liku.
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Demi menghapus duka setelah kepergian Rizal, Sonia memboyong kedua buah hatinya, Alif dan Hana, ke sebuah apartemen sederhana. Tak disangka, di sana ia bertetangga dengan Yudha, duda menawan yang juga mengasuh putri tunggalnya, Mira, seorang diri akibat tragedi masa lalu. Pertemuan tak sengaja di lorong apartemen perlahan menumbuhkan getaran tak biasa di hati mereka. Kini, keduanya dihadapkan pada pilihan sulit: terus meratapi kesedihan lama atau berani membuka hati demi cinta yang baru.
Sampul Novel Menaklukkan Duda Dingin
8.7
Amber Lim, sosialita kontroversial yang kerap dicap perusak hubungan, bertekad mengubah hidupnya. Demi belajar dari desainer legendaris Adam Smith, ia nekat menerjang musim dingin utara yang ekstrem. Sialnya, Amber dirampok hingga tersesat di tengah hutan beku. Harapan hidupnya kini bergantung pada Tuan Dingin, duda misterius pembenci wanita yang dirumorkan sebagai kanibal. Bisakah Amber menaklukkan hati pria tersebut, atau ia justru akan menjadi korban dari kebenciannya?
Sampul Novel MY LOVELY LITTLE WIFE
8.9
Yuki sangat geram karena ditolak mentah-mentah oleh pria yang dijodohkan dengannya. Alasan klasik bahwa mereka tidak saling kenal membuat Yuki berang hingga mengatai calon suaminya itu sebagai lelaki tua yang menjengkelkan. Namun, kekesalan tersebut tidak bertahan lama. Sebuah senyum licik merekah di wajah Yuki saat sebuah ide brilian muncul di benaknya. Ia pun menyusun rencana cerdik untuk memberi pelajaran bagi pria yang telah menolaknya tersebut.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED