Bab 2

Alma menjemput Sera di rumahnya menggunakan mobilnya. Ya. Malam ini seperti janji Alma kemarin, Alma mengajak Sera makan malam dengan pacar Alma dan teman pacar Alma. Alma ingin memperkenalkan Sera pada teman pacarnya dengan tujuan dan harapan Sera bisa membuka hati untuk lelaki lain setelah perpisahannya dengan Dino beberapa waktu lalu.

Setelah melewati perjalanan selama empat puluh lima menit, Sera dan Alma tiba di sebuah restoran mewah yang berada didaerah Jakarta Selatan. Sera dan Alma turun dari mobil lalu melangkahkan kaki kearah restoran.

Dua orang pria dengan paras tampan dan memesona para wanita yang menatapnya telah berada didalam restoran. Ya. Dua orang pria itu Sean pacar Alma dan Devan teman Sean.

Sera dan Alma tiba di meja yang telah dipesan oleh Sean. Sera terkejut melihat keberadaan Devan disana, namun Sera berusaha setenang mungkin menutupi keterkejutannya dengan sifat datar dan dinginnya. Hal yang sama juga dirasakan Devan. Jantungnya tiba-tiba berdegup dengan sangat kencang saat menatap Nayra yang kini tengah duduk dihadapannya. Mereka memesan makanan sesuai dengan selera mereka. Pelayanan membaca ulang makanan yang dipesan mereka sebelum meninggalkan meja mereka.

Mereka mengobrol ringan sembari menunggu pesanan diantar dimeja mereka.

“Sean dan Pak Devan.. Perkenalkan ini Sera sahabat saya sejak kecil.” Alma memperkenalkan Sera pada Sean dan Devan

“Sean..”

“Devan..”

Devan dan Sean berkenalan hampir bersamaan. Sera menjabat tangan mereka satu-satu.

“Sera..” balas Sera datar

Tak lama kemudian pesanan mereka telah disajikan diatas meja oleh pelayan. Mereka menyantap hidangan makan malam dengan suasana hening.

Devan sesekali menatap Sera yang tampak datar walaupun tengah makan.

‘Benar-benar wanita yang menarik.’ Batin Devan

“Sera.. Lo pulang sama Pak Devan ya. Gue ada urusan sama Sean.” Ucap Alma setelah mereka selesai makan malam

Alma mempunyai tujuan lain dengan sengaja membiarkan Sera pulang diantar Devan. Sera menaruh gelas yang berada di tangannya ke meja kembali. Sera tidak jadi meminum minumannya setelah mendengar ucapan Alma.

“Gue bisa naik taxi Al.” Ucap Sera datar

“Nggak bisa Sera. Ini udah malam. Bahaya kalau lo pulang sendiri. Ntar yang ada gue dicincang kakak lo, Sera.” Balas Alma

Sera mengesahkan pelan mendengar ucapan Alma. Sungguh. Nayra paling benci dengan situasi seperti ini. Ah.. Tapi sudahlah, daripada nanti Alma dimarahin kak Candra, lebih baik Sera mengalah. Mengalah bukan berarti kalah kan? Demi keselamatan Alma dari kakaknya.

“Ok.” Balas Sera dingin

Alma tersenyum sangat manis dan mendengar Sera. Alma tahu Sera pasti marah dan tidak suka dengan apa yang dilakukannya. Alma juga tahu Sera memenuhi tawaran Alma untuk menyelamatkan Alma dari kakaknya. Ah.. Apapun itu Alma merasa sangat senang saat ini. Semoga rencananya berhasil. Itu harapan Alma saat ini.

***

Sera berangkat kerja bersama dengan Alma hari ini. Sera menjemput Alma di rumahnya karena mobil Alma dipakai adiknya kuliah.

“Lo sengaja kan semalam?” tanya Sera tanpa mengalihkan pandangan tetap fokus pada kemudinya

“Sengaja apaan sih Al?” Alma pura-pura tidak tahu

“Lo itu nggak bisa bohongin gue Al. Lo sengaja kan nyuruh gue pulang sama Devan?”

“Kenapa? Kakak lo marah lo diantar Devan?”

Sera menggelengkan kepala membalas ucapan Alma. Ya. Kak Candra semalam tidak marah Sera diantar pulang Devan. Kak Candra justru merasa senang saat mengetahui Sera diantar pulang Devan. Bahkan Kak Candra dan Devan sempat berbincang beberapa saat setelah mengantar Sera pulang.

“Bagus donk. Itu artinya kakak lo suka sama Devan.”

“Bagus apanya sih Al? Apa lo sebenarnya tahu kalau kakak gue dekat sama Devan?”

Alma meringis menunjukan deretan giginya yang putih menjawab ucapan Sera.

“Iya Al. Gue tahu. Sorry.. Gue nggak bilang sama lo. Tujuan gue baik Al sama kakak lo. Kita ingin lo membuka diri dengan lawan jenis. Bukan menutup diri dan dingin dengan lawan jenis. Move on Sera!”

“Memang lo tahu darimana gue udah move on apa belum?”

Alam menggelengkan kepala membalas ucapan Sera.

“Makanya jangan sok tahu lo.” Sera membuka seat belt lalu keluar dari mobil karena mereka telah sampai ditempat parkir sekolah

Alma mengejar Sera setelah membuka seat belt dan turun dari mobil. Alma mensejajarkan langkah dengan Sera yang memasang wajah datar dan dinginnya itu. Ada perasaan bersalah mendera hati Alma, namun Alma tidak peduli dengan semua itu. Tujuannya baik. Ya. Tujuan Alma baik agar Sera bisa move on setelah perpisahannya dengan Dino beberapa waktu lalu. Mereka berjalan beriringan ke kantor guru tanpa sepatah kata pun keluar dari bibir mereka.

***

Devan keluar dari ruangan meeting bersama Sean melangkahkan kaki menuju ruangannya.

“Lo kayanya tertarik sama Sera, Van?” ucap Sean seraya mendudukan diri disofa yang berada di ruangan sahabat sekaligus bosnya

“Sok tahu lo!” balas Devan yang sudah duduk di kursi kebesarannya

“Bukannya gue sok tahu. Orang juga bakal tahu lo tertarik sama Sera. Lo lirik-lirik Sera terus semalam.”

“Iya iya.. Gue pasti kalah kalau bahas masalah ginian sama lo. By the way makasih semalam udah kasih kesempatan gue buat dekat sama Sera.”

“Iya Van. Itu juga rencana Alma kok Van. Gue ngikut aja rencana Alma. Ternyata berhasil.” Sean terkekeh mengingat semua rencana yang disusun Alma untuk mendekatkan Devan dengan Sera

“Overall.. Thanks bro.” Devan tepuk bahu Sean pelan sebelum duduk disebelah Sean dengan tangannya memegang kaleng minuman ringan

Sean mengangguguk membalas ucapan Devan. Sean tahu Devan tertarik dengan Sera. Sean juga tahu kalau sikap dingin Sera akan menjadi sebuah tantangan bagi Devan untuk bisa menaklukkan hati Sera. Devan sangat menyukai tantangan dalam hidupnya. Entah dalam dunia bisnis atau dalam kehidupan pribadi.

Devan dan Sean melanjutkan obrolan mereka. Sesekali mereka membahas rencana pertunangan Sean dan Alma yang rencananya akan dilaksanakan dua bulan lagi. Devan bahagia akhirnya sahabat sekaligus asistennya akan melepas masa lajangnya setelah mengalami trauma terhadap wanita. Mungkin hampir sama dengan Sera. Hanya saja Sean belum sempat menikah dengan mantan pacarnya saat pengkhianatan itu terjadi.

Bab 3

Sera menemani kak Candra ke perusahaan Devan hari ini atas permintaan kakaknya. Sera telah menelepon kepalas sekolah untuk memohon ijin hari ini tidak masuk bekerja karena ada kepentingan keluarga.

Sera merasa jenuh berada didalam ruangan Devan bersama kakaknya. Sera sama sekali tidak memehami apa yang tengah mereka bicarakan. Sera memutuskan keluar dari ruangan Devan untuk berjalan-jalan mencari udara segar disekitar perusahaan Devan. Devan dan kakaknya masih serius mengobrol didalam ruangan Devan.

Sera turun kelantai bawah tempag resepsionis berada. Sera berjalan menuju sofa yang berada dilobby perusahaan Devan.

Bruk

Sera terjatuh setelah menabrak seseorang saat hendak melangkahkan kaki menuju sofa lobby. Sera bangun lalu bangkit berdiri.

“Maaf..” ucap Sera menundukan kepalanya

“Tidak masalah. Lain kali hati-hati kalau jalan.” Balas lelaki yang Sera tabrak tanpa menatap kearah Sera

Sera mendongakan kepada saat mendengar suara yang dirasa familiar diindera pendengarannya. Tubuh Sera seketika membeku saat mengetahui siapa yang ada dihadapannya.

Dino..

Ya. Dino mantan suami Nayra saat ini ada dihadapannya. Lelaki yang tidak sengaja Nayra tabrak tadi itu Dino mantan suaminya. Dino menatap dingin kearah Sera saat mengetahui siapa yang menabraknya tadi. Bukannya Dino tidak terkejut, Dino sama seperti Sera, Dino terkejut melihat Sera mantan istrinya yang tidak sengaja menabraknya tadi. Bahkan Dino sempat terpana melihat penampilan Sera yang kini semakin modis dalam balutan hijab dan kecantikannya semakin terpancar. Mungkin Dino masih akan terpesona dengan aura kecantikan Sera jika saja Alena istrinya tidak datang menghampirinya. Ya. Dino dan Alena telah menikah setelah dua minggu perpisahan Dino dan Sera. Luar biasa.

“Kenapa sayang?” Alena bertanya sembari merapikan pakaian Dino dan belum mengetahui jika Sera ada dihadapan mereka

“Nggak apa-apa sayang. Ini tadi dia nggak sengaja nabrak aku.” Jawab Dino menunjuk kearah Sera

Alena langsung menatap tajam Sera penuh amarah. Matanya melotot seolah kedua bole matanya hendak keluar dari tempatnya saat melihat Sera berada dihadapannya.

“Ngapain kamu kesini?” tanya Alena dengan nada tinggi

“Bukan urusan kamu.” Balas Nayra dengan malas

“Sudah berani kamu sama saya? Ngapain kamu kesini?”

“Bukan urusan kamu. Memangnya kamu yang punya perusahaan ini apa? Bukan kan? Jadi kamu nggak ada hak melarang siapa saja yang datang ke perusahaan ini.” Sera menantang balik Alena

“Wah.. Hebat.. Rupanya kamu sekarang ngelunjak. Yang.. Lihat mantan istri kamu yang tidak tahu diri ini. Dia berani sama aku.” Alena sengaja menekankan kata mantan istri dan bergelayut manja pada Dino

“Ada perlu apa kamu kesini?” tanya Dino pada akhirnya

“Bukan urusan kamu.” Balas Sera ketus

“Songong sekali kamu!” Alena mendorong kelas Sera, namun Sera tidak terjatuh ke lantai. Sera jatuh kedalam dekapan tangan kokoh dan berotot

Dino dan Alena saling menatap dan terlihat ketakutan saat melihat Devan atasan mereka ada dihadapan mereka dan menolong Sera.

“Ada apa ini?” tanya Devan dingin

“I-ini pak. Tadi dia mengganggu saya.” Balas Alena ketakutan

“Apa kamu yakin dengan ucapan kamu?”

“I-iya pak.”

“Sekali lagi saya katakan. Apa yang kamu lakukan pada calon istri saya?” ucap Devan menekankan kata Istri sehingga membuat Sera, Rangga, Candra, Dino dan Alena terkejut

Duaarr..

Ucapan dari Devan yang dingin, lantang dan tegas mengagetkan orang-orang yang berada disekitarnya. Alena membulatkan kedua bola matanya mendengar ucapan Devan, sedangkan Sera menatao Devan dengan tatapan yang sulit diartikan. Candra tersenyum bahagia dengan pernyataan Devan tadi. Rangga menunjukan penuh tanya dengan ucapan Devan.

“Ca-calon istri?” cicit Alena

“Kenapa?” tanya Devan

“A-apa bapak tidak salah bicara? Bapak tidak salah pilih kan?”

“Kenapa?”

“Di-dia janda pak.” Alena menekankan kata Janda menjawab ucapan Devan

“Apa salahnya dengan janda?” Devan mencondongkan sedikit tubuhnya kedepan “Apa kamu mengenal calon istri saya?” Devan merangkul bahu Sera yang membuat Sera terkejut dan merasa risi, namun Sera berusaha bersikap tenang dan mengikuti rencana Devan selanjutnya

“Sa-saya tidak mengenal dia pak.” Ucap Alena berbohong

“Tapi saya kenal kamu. Kamu orang yang telah merusak rumah tangga mereka. Kamu menjijikan.” Devan berucap dengan ekspresi jijik didepan Alena lalu berjalan meninggalkan Dino dan Alena dengan merangkul Sera mesra

Alena merasa kesal dengan ucapan atasannya. Alena menatap tajam penuh amarah kearah Sera dan mengelakkan telapak tangannya.

‘Tunggu pembalasanku.’ Batin Alena

Devan menghentikan langkahnya sebelum melangkah masuk kedalam lift dan membalikan badan kearah Rangga.

“Rangga.. Jangan lupa kamu berikan surat peringatan kedua langsung ke mereka dan porong gaji mereka lima puluh persen.” Titah Devan tanpa penolakan dan melangkahkan kaki kedalam tabung kapsul bersama Sera

Dino dan Alena terkejut mendengar ucapan Devan. Amarah Alena semakin memuncak saat Devan mengucapkan tentang surat peringatan dan pemotongan gaji.

‘Kenapa hidup Sera selalu lebih beruntung darinya. Lepas dari Dino, bisa mendapatkan yang lebih dari Dino. Ah.. Sialan!’ Alena menggeram dalam hati

“Baik Pak.” Balas Rangga kepada Devan sahabat sekaligus atasannya lalu berjalan menuju keruangannya

Dino dan Alena saling menatap setelah mereka pergi. Tanpa banyak bicara mereka kembali ke tempat kerja masing-masing. Alena masih merasa kesal dengan Sera yang selalu lebih unggul dan selalu menang dari Alena. Alena berpikir Sera akan terpuruk setelah dirinya merebut Dino dari Sera dan Dino menikah dengan Alena. Akan tetapi semua yang ada dipikiran Alena nyatanya salah besar. Sera tetap bahagia. Bahkan Sera kini lebih bahagia karena mendapatkan Devan atasan Dino dan Sera di kantor yang jauh lebih kaya dan tampan dari Dino. Dino hanya memiliki jabatan di perusahaan itu, sedangkan Devan pemilik perusahaan ditempat Dino dan Alena bekerja.

‘Aku harus mendapatkan Devan dan merebut apa yang Sera miliki lagi.’ Batin Alena dengan seringainya

Setelah sampai diruangan Devan, Sera melepaskan tangan Devan yang masih berada dibahunya. Devan memicingkan mata melihat sikap Sera.

“Jangan mencari kesempatan dalam kesempitan.” Ucap Sera dingin

“Whoa.. Saya tidak salah dengar kan? Harusnya kamu berterima kasih sama saya karena telah menolong kamu dari mantan suami kamu tadi.” Balas Devan yang mengejutkan Sera

Apa? Devan tahu kalau Dino mantan suami Nayra. Darimana Devan tahu? Apa dari kakaknya? Pikiran Sera berkecamuk memikirkan ucapan Devan. Sera menatap tajam kakaknya yang tengah duduk disofa yang berada di ruangan Devan, namun Candra cuek seolah tanpa dosa menanggapi sorot mata Sera yang masih tajam menatapnya.

“Tidak usah kamu menuduh kakak kamu Sera. Itu tidak baik. Saya tahu dia mantan suami kamu bukan dari kakak kamu. Saya mencari tahu sendiri info tentang kamu walaupun saya bisa mencari tahu info tentang kamu dari kakak kamu, tapi saya tidak melakukannya. Saya lebih suka mencari info sendiri tentang seseorang yang membuat saya tertarik. Saya merasa tertarik sama kamu sejak awal bertemu dengan kamu di rumah kamu saat makan malam atas undangan kakak kamu tempo hari.” Tukas Devan menerangkan yang sebenarnya dan memang tidak ada yang bohong dari ucapan Devan

Sera tidak menghiraukan semua yang Devan ucapkan. Sera masih menatap tajam pada dua orang pria yang ada dihadapannya.

“Terima kasih untuk perhatian anda. Tapi saya rasa anda tidak perlu repot-repot mencari tahu tentang saya. Terima kasih anda sudah tertarik dengan saya. Tapi saya tidak tertarik dengan anda!” Sera berucap dengan datar dan dingin sebelum keluar meninggalkan ruangan Devan

“Saya akan membuat kamu tertarik bahkan jatuh cinta sama saya. Saya akan membuat kamu selalu bahagia jika nanti kita bisa bersama.” Ucap Devan pelan namun bisa didengar oleh Candra

“Saya akan selalu mendukung kamu.” Candra menepuk bahu Devan pelan memberikan semangat pada Devan

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED