Bab 1

“Semoga bahagia dengan wanita pilihan mas itu.“ Sera menjabat tangan Dino mantan suaminya sejak putusan sidang beberapa menit yang lalu

Pernikahan yang telah berjalan selama dua tahun antara Sera dan Dino harus berakhir di pengadilan agama akibat adanya orang ketiga alias pelakor.

Pernikahan yang terjadi atas dasar cinta awalnya harus berakhir penih dusta. Perselingkuhan Dino dengan Alena sejak awal pernikahan terlalu menyakitkan buat Nayra yang selalu mencoba untuk bertahan dan berjuang sendiri. Semua itu Sera lakukan demi orang tua Dino. Mantan mertuanya yang sangat menyayangi Sera meminta Sera untuk tetap bertahan dengan Dino. Sera merasa iba melihat kesehatan papa Dino yang terus menurun saat mengetahui perselingkuhan anaknya sejak satu tahun lalu.

Sera akhirnya menyerah dan melepaskan pernikahannya. Sera hanya manusia biasa bukan robot yang bisa menahan rasa sakit bertahun tahun.

Pernikahan yang berlangsung dua tahun terasa seperti penjara untuk Sera. Dino selalu mengekang Sera dalam pergaulan namun Dino tidak pernah membatasi pergaulannya sendiri. Satu keuntungan buat Sera setelah menyandang status janda adalah Sera masih perawan ting ting.

Entahlah!

Sera juga bingung dengan suaminya ralat mantan suaminya yang tidak mau menyentuhnya sama sekali selama masih terikat pernikahan. Padahal dulu waktu masih pacaran Dino selalu romantis dan kontak fisik dengan Sera walau hanya sebatas cium pipi kening dan tangan.

Perubahan Dino terjadi setelah menikah dan bertemu dengan Alena.

Semuanya kini sudah berlalu dan ketuk palu hakim sudah memutuskan ikatan pernikahan Dino dan Sera. Sera menguatkan hati untuk bersalaman dengan Dino karena Sera ingin berpisah secara baik-baik dengan mantan suaminya namun Dino bersikap dingin ke Sera.

Dino pergi meninggalkan Sera tanpa membalas jabat tangan Sera. Melihat hal itu Candra menghampiri adiknya yang sedang tidak baik-baik saja.

“Ngapain juga kamu masih baik sama dia Ra.“ ucap Candra mengelus punggung Nayra

“Niat Sera baik kak. Sera ingin berpisah baik-baik.“

“Belum tentu niat baik kita dianggap baik Sera. Bisa aja kan dia mikir kamu nggak bisa move on.“

“Maafin Sera kak.“

“Ayo pulang.“ Candra menggandeng tangan Sera keluar ruang sidang menuju parkir mobil

Sera merebahkan tubuhnya dikasur berukuran king size di kamarnya yang luas dengan furniture yang lengkap.

“Terima kasih untuk pembelajarannya selama dua tahun. Aku nggak pernah menyesal menikah dengan kamu. Aku juga nggak pernah menyesal berpisah dengan kamu. Aku pastikan kamu yang akan menyesal menyia-nyiakan aku. Kamu akan menyesal lebih percaya wanita rubah itu daripada aku.“ Sera merapikan semua barang-barang pemberian Dino

Satu minggu berlalu sejak ketuk palu perceraiannya, Swra mulai kembali bekerja sebagai pengajar di SMA Harapan Bangsa setelah 1 minggu mengajukan cuti. Sekolah swasta bonafide diibukota tempat anak orang kaya sekolah disana.

“Pagi bu Sera.” ucap Nala guri bahasa Inggris

“Pagi bu Nala. Apa kabar?” balas Sera sopan

“Baik bu Sera. Yang sabar ya bu Sera.”

“Iya Bu Nala. Saya tidak apa-apa.”

“Eh.. Kamu udah masuk Sera?” tukas Alma saat masuk ke kantor

“Iya Al.” balas Sera singkat

“Bukannya kamu masih cuti sampai lusa ya Sera?”

“Aku sudah bosan di rumah Al. Sudah sarapan belum Al?”

“Belum Sera. Kantin yuk. Mumpung jam pertama kita nggak ada jam hari ini.”

“Siap.”

Sera dan Alma berjalan menuju kantin untuk sarapan pagi. Setelah memesan makanan mereka melanjutkan mengobrol.

“Sera.. Sabar ya.”

“Aku nggak apa-apa Al.”

“ Jujur Sera. Aku lebih senang kamu pisah sama Dino. Daripada kamu hidup kaya di penjara. Rumah tangga yang tidak normal.”

“Iya Al. Aku juga lebih lega sekarang. Aku hanya kasihan sama ayahnya Dino Al.”

“Kamu nggak usah terlalu mikirin Sera. Kamu bisa cek kesehatan om Dika kapan saja. Tapi jangan sampai Dino berpikir kamu belum bisa move on Sera.”

“Iya Al. Makasih Al. Kamu sahabat terbaik aku.”

“Aku selalu ada buat kamu. Maafkan aku kemarin nggak datang disidang cerai keputusan kamu Sera.”

“Iya Al. Aku ngerti Al. Gimana lamaran kamu sama Sean Al?”

“Alhamdulillah. Lancar Sera. Besok aku ajak kamu makan malam sama Sean dan temannya ya Sera?”

“Atur aja Al. Aku bosan di rumah.”

“Ok.”

Sera dan Alma kembali ke kantor karena mereka ada jam ngajar.

Sera memasak untuk makan malam bersama Candra kakak Sera satu-satunya. Selesai memasak dan menata rapi hidangan dimeja makan Sera bergegas ke kamar membersihkan diri di kamar mandi pribadinya yang berada didalam kamar.

Terlahir sebagai anaik dari pengusaha Hardian Pratama dan Dira Wijaya tidak membuat Sera sombong. Sejak ditinggal oleh kedua orang tua Sera menjadi pribadi yang mandiri dan pekerja keras. Sera tidak suka mengandalkan warisan kedua orang tuanya. Sera dididik menjadi pribadi mandiri sejak kecil oleh orang tuanya.

Pukul tujuh malam tepat Candra sampai di rumah bersama dengan Devan rekan bisnisnya yang sengaja Candra undang makan malam bersama di rumah dengan harapan bisa memperkenalkan Devan dengan Sera agar Sera bisa melupakan masa lalunya.

“Ra..” Candra memanggil Sera yang berada di kamar

“Iya kak. Bentar.” balas Sera dari dalam kamar

Sera turun menghampiri kakaknya yang berada dimeja makan. Nayra duduk disebelah kakaknya.

“Kenalin ini adik aku Sera Dev.” Candra memperkenalkan Sera ke Devan

“Pantas kamu selalu banggain adik kamu Can. Cantik sih.” tukas Devan

“Kamu bisa aja sih. Ra.. Ini Devan rekan bisnis kakak.”

“Iya kak.” jawab Sera acuh

Devan mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan Sera namun Sera tidak menyambut uluran tangan Devan. Sera tetap memasang wajah datar dan dingin.

‘Wanita yang menarik.’ batin Devan

Mereka melanjutkan makan malam bersama dengan suasana hening hanya dentingan sendok garpu yang memecah keheningan dimeja makan. Sera dengan malas mengikuti perintah kakaknya untuk makan malam bersama rekan bisnis kakaknya.

Entah apa tujuan kakaknya. Yang pasti jika kakaknya ingin menjodohkan Sera maka Sera akan langsung menolak. Perpisahannya dengan Dino masih menyisakan luka dihati yang cukup dalam.

Bukan trauma hanya saja Sera masih enggan untuk membuka hati dan memulai hidup baru dengan seorang pria. Cukup sekali Sera merasakan sakit hati. Jangan sampai terukang lagi.

Devan sesekali menatap Sera yang tampak malas menyuap makanannya. Sera merasa ada yang memperhatikan namun Sera tetap cuek dan memasang wajah datar dan dingin.

Perpisahan membuat Sera menjadi pribadi yang dingin dengan lawan jenis. Hal itulah yang ditakutkan Candra kepada adik kesayangannya Sera.

Bab 2

Alma menjemput Sera di rumahnya menggunakan mobilnya. Ya. Malam ini seperti janji Alma kemarin, Alma mengajak Sera makan malam dengan pacar Alma dan teman pacar Alma. Alma ingin memperkenalkan Sera pada teman pacarnya dengan tujuan dan harapan Sera bisa membuka hati untuk lelaki lain setelah perpisahannya dengan Dino beberapa waktu lalu.

Setelah melewati perjalanan selama empat puluh lima menit, Sera dan Alma tiba di sebuah restoran mewah yang berada didaerah Jakarta Selatan. Sera dan Alma turun dari mobil lalu melangkahkan kaki kearah restoran.

Dua orang pria dengan paras tampan dan memesona para wanita yang menatapnya telah berada didalam restoran. Ya. Dua orang pria itu Sean pacar Alma dan Devan teman Sean.

Sera dan Alma tiba di meja yang telah dipesan oleh Sean. Sera terkejut melihat keberadaan Devan disana, namun Sera berusaha setenang mungkin menutupi keterkejutannya dengan sifat datar dan dinginnya. Hal yang sama juga dirasakan Devan. Jantungnya tiba-tiba berdegup dengan sangat kencang saat menatap Nayra yang kini tengah duduk dihadapannya. Mereka memesan makanan sesuai dengan selera mereka. Pelayanan membaca ulang makanan yang dipesan mereka sebelum meninggalkan meja mereka.

Mereka mengobrol ringan sembari menunggu pesanan diantar dimeja mereka.

“Sean dan Pak Devan.. Perkenalkan ini Sera sahabat saya sejak kecil.” Alma memperkenalkan Sera pada Sean dan Devan

“Sean..”

“Devan..”

Devan dan Sean berkenalan hampir bersamaan. Sera menjabat tangan mereka satu-satu.

“Sera..” balas Sera datar

Tak lama kemudian pesanan mereka telah disajikan diatas meja oleh pelayan. Mereka menyantap hidangan makan malam dengan suasana hening.

Devan sesekali menatap Sera yang tampak datar walaupun tengah makan.

‘Benar-benar wanita yang menarik.’ Batin Devan

“Sera.. Lo pulang sama Pak Devan ya. Gue ada urusan sama Sean.” Ucap Alma setelah mereka selesai makan malam

Alma mempunyai tujuan lain dengan sengaja membiarkan Sera pulang diantar Devan. Sera menaruh gelas yang berada di tangannya ke meja kembali. Sera tidak jadi meminum minumannya setelah mendengar ucapan Alma.

“Gue bisa naik taxi Al.” Ucap Sera datar

“Nggak bisa Sera. Ini udah malam. Bahaya kalau lo pulang sendiri. Ntar yang ada gue dicincang kakak lo, Sera.” Balas Alma

Sera mengesahkan pelan mendengar ucapan Alma. Sungguh. Nayra paling benci dengan situasi seperti ini. Ah.. Tapi sudahlah, daripada nanti Alma dimarahin kak Candra, lebih baik Sera mengalah. Mengalah bukan berarti kalah kan? Demi keselamatan Alma dari kakaknya.

“Ok.” Balas Sera dingin

Alma tersenyum sangat manis dan mendengar Sera. Alma tahu Sera pasti marah dan tidak suka dengan apa yang dilakukannya. Alma juga tahu Sera memenuhi tawaran Alma untuk menyelamatkan Alma dari kakaknya. Ah.. Apapun itu Alma merasa sangat senang saat ini. Semoga rencananya berhasil. Itu harapan Alma saat ini.

***

Sera berangkat kerja bersama dengan Alma hari ini. Sera menjemput Alma di rumahnya karena mobil Alma dipakai adiknya kuliah.

“Lo sengaja kan semalam?” tanya Sera tanpa mengalihkan pandangan tetap fokus pada kemudinya

“Sengaja apaan sih Al?” Alma pura-pura tidak tahu

“Lo itu nggak bisa bohongin gue Al. Lo sengaja kan nyuruh gue pulang sama Devan?”

“Kenapa? Kakak lo marah lo diantar Devan?”

Sera menggelengkan kepala membalas ucapan Alma. Ya. Kak Candra semalam tidak marah Sera diantar pulang Devan. Kak Candra justru merasa senang saat mengetahui Sera diantar pulang Devan. Bahkan Kak Candra dan Devan sempat berbincang beberapa saat setelah mengantar Sera pulang.

“Bagus donk. Itu artinya kakak lo suka sama Devan.”

“Bagus apanya sih Al? Apa lo sebenarnya tahu kalau kakak gue dekat sama Devan?”

Alma meringis menunjukan deretan giginya yang putih menjawab ucapan Sera.

“Iya Al. Gue tahu. Sorry.. Gue nggak bilang sama lo. Tujuan gue baik Al sama kakak lo. Kita ingin lo membuka diri dengan lawan jenis. Bukan menutup diri dan dingin dengan lawan jenis. Move on Sera!”

“Memang lo tahu darimana gue udah move on apa belum?”

Alam menggelengkan kepala membalas ucapan Sera.

“Makanya jangan sok tahu lo.” Sera membuka seat belt lalu keluar dari mobil karena mereka telah sampai ditempat parkir sekolah

Alma mengejar Sera setelah membuka seat belt dan turun dari mobil. Alma mensejajarkan langkah dengan Sera yang memasang wajah datar dan dinginnya itu. Ada perasaan bersalah mendera hati Alma, namun Alma tidak peduli dengan semua itu. Tujuannya baik. Ya. Tujuan Alma baik agar Sera bisa move on setelah perpisahannya dengan Dino beberapa waktu lalu. Mereka berjalan beriringan ke kantor guru tanpa sepatah kata pun keluar dari bibir mereka.

***

Devan keluar dari ruangan meeting bersama Sean melangkahkan kaki menuju ruangannya.

“Lo kayanya tertarik sama Sera, Van?” ucap Sean seraya mendudukan diri disofa yang berada di ruangan sahabat sekaligus bosnya

“Sok tahu lo!” balas Devan yang sudah duduk di kursi kebesarannya

“Bukannya gue sok tahu. Orang juga bakal tahu lo tertarik sama Sera. Lo lirik-lirik Sera terus semalam.”

“Iya iya.. Gue pasti kalah kalau bahas masalah ginian sama lo. By the way makasih semalam udah kasih kesempatan gue buat dekat sama Sera.”

“Iya Van. Itu juga rencana Alma kok Van. Gue ngikut aja rencana Alma. Ternyata berhasil.” Sean terkekeh mengingat semua rencana yang disusun Alma untuk mendekatkan Devan dengan Sera

“Overall.. Thanks bro.” Devan tepuk bahu Sean pelan sebelum duduk disebelah Sean dengan tangannya memegang kaleng minuman ringan

Sean mengangguguk membalas ucapan Devan. Sean tahu Devan tertarik dengan Sera. Sean juga tahu kalau sikap dingin Sera akan menjadi sebuah tantangan bagi Devan untuk bisa menaklukkan hati Sera. Devan sangat menyukai tantangan dalam hidupnya. Entah dalam dunia bisnis atau dalam kehidupan pribadi.

Devan dan Sean melanjutkan obrolan mereka. Sesekali mereka membahas rencana pertunangan Sean dan Alma yang rencananya akan dilaksanakan dua bulan lagi. Devan bahagia akhirnya sahabat sekaligus asistennya akan melepas masa lajangnya setelah mengalami trauma terhadap wanita. Mungkin hampir sama dengan Sera. Hanya saja Sean belum sempat menikah dengan mantan pacarnya saat pengkhianatan itu terjadi.

Bab 3

Sera menemani kak Candra ke perusahaan Devan hari ini atas permintaan kakaknya. Sera telah menelepon kepalas sekolah untuk memohon ijin hari ini tidak masuk bekerja karena ada kepentingan keluarga.

Sera merasa jenuh berada didalam ruangan Devan bersama kakaknya. Sera sama sekali tidak memehami apa yang tengah mereka bicarakan. Sera memutuskan keluar dari ruangan Devan untuk berjalan-jalan mencari udara segar disekitar perusahaan Devan. Devan dan kakaknya masih serius mengobrol didalam ruangan Devan.

Sera turun kelantai bawah tempag resepsionis berada. Sera berjalan menuju sofa yang berada dilobby perusahaan Devan.

Bruk

Sera terjatuh setelah menabrak seseorang saat hendak melangkahkan kaki menuju sofa lobby. Sera bangun lalu bangkit berdiri.

“Maaf..” ucap Sera menundukan kepalanya

“Tidak masalah. Lain kali hati-hati kalau jalan.” Balas lelaki yang Sera tabrak tanpa menatap kearah Sera

Sera mendongakan kepada saat mendengar suara yang dirasa familiar diindera pendengarannya. Tubuh Sera seketika membeku saat mengetahui siapa yang ada dihadapannya.

Dino..

Ya. Dino mantan suami Nayra saat ini ada dihadapannya. Lelaki yang tidak sengaja Nayra tabrak tadi itu Dino mantan suaminya. Dino menatap dingin kearah Sera saat mengetahui siapa yang menabraknya tadi. Bukannya Dino tidak terkejut, Dino sama seperti Sera, Dino terkejut melihat Sera mantan istrinya yang tidak sengaja menabraknya tadi. Bahkan Dino sempat terpana melihat penampilan Sera yang kini semakin modis dalam balutan hijab dan kecantikannya semakin terpancar. Mungkin Dino masih akan terpesona dengan aura kecantikan Sera jika saja Alena istrinya tidak datang menghampirinya. Ya. Dino dan Alena telah menikah setelah dua minggu perpisahan Dino dan Sera. Luar biasa.

“Kenapa sayang?” Alena bertanya sembari merapikan pakaian Dino dan belum mengetahui jika Sera ada dihadapan mereka

“Nggak apa-apa sayang. Ini tadi dia nggak sengaja nabrak aku.” Jawab Dino menunjuk kearah Sera

Alena langsung menatap tajam Sera penuh amarah. Matanya melotot seolah kedua bole matanya hendak keluar dari tempatnya saat melihat Sera berada dihadapannya.

“Ngapain kamu kesini?” tanya Alena dengan nada tinggi

“Bukan urusan kamu.” Balas Nayra dengan malas

“Sudah berani kamu sama saya? Ngapain kamu kesini?”

“Bukan urusan kamu. Memangnya kamu yang punya perusahaan ini apa? Bukan kan? Jadi kamu nggak ada hak melarang siapa saja yang datang ke perusahaan ini.” Sera menantang balik Alena

“Wah.. Hebat.. Rupanya kamu sekarang ngelunjak. Yang.. Lihat mantan istri kamu yang tidak tahu diri ini. Dia berani sama aku.” Alena sengaja menekankan kata mantan istri dan bergelayut manja pada Dino

“Ada perlu apa kamu kesini?” tanya Dino pada akhirnya

“Bukan urusan kamu.” Balas Sera ketus

“Songong sekali kamu!” Alena mendorong kelas Sera, namun Sera tidak terjatuh ke lantai. Sera jatuh kedalam dekapan tangan kokoh dan berotot

Dino dan Alena saling menatap dan terlihat ketakutan saat melihat Devan atasan mereka ada dihadapan mereka dan menolong Sera.

“Ada apa ini?” tanya Devan dingin

“I-ini pak. Tadi dia mengganggu saya.” Balas Alena ketakutan

“Apa kamu yakin dengan ucapan kamu?”

“I-iya pak.”

“Sekali lagi saya katakan. Apa yang kamu lakukan pada calon istri saya?” ucap Devan menekankan kata Istri sehingga membuat Sera, Rangga, Candra, Dino dan Alena terkejut

Duaarr..

Ucapan dari Devan yang dingin, lantang dan tegas mengagetkan orang-orang yang berada disekitarnya. Alena membulatkan kedua bola matanya mendengar ucapan Devan, sedangkan Sera menatao Devan dengan tatapan yang sulit diartikan. Candra tersenyum bahagia dengan pernyataan Devan tadi. Rangga menunjukan penuh tanya dengan ucapan Devan.

“Ca-calon istri?” cicit Alena

“Kenapa?” tanya Devan

“A-apa bapak tidak salah bicara? Bapak tidak salah pilih kan?”

“Kenapa?”

“Di-dia janda pak.” Alena menekankan kata Janda menjawab ucapan Devan

“Apa salahnya dengan janda?” Devan mencondongkan sedikit tubuhnya kedepan “Apa kamu mengenal calon istri saya?” Devan merangkul bahu Sera yang membuat Sera terkejut dan merasa risi, namun Sera berusaha bersikap tenang dan mengikuti rencana Devan selanjutnya

“Sa-saya tidak mengenal dia pak.” Ucap Alena berbohong

“Tapi saya kenal kamu. Kamu orang yang telah merusak rumah tangga mereka. Kamu menjijikan.” Devan berucap dengan ekspresi jijik didepan Alena lalu berjalan meninggalkan Dino dan Alena dengan merangkul Sera mesra

Alena merasa kesal dengan ucapan atasannya. Alena menatap tajam penuh amarah kearah Sera dan mengelakkan telapak tangannya.

‘Tunggu pembalasanku.’ Batin Alena

Devan menghentikan langkahnya sebelum melangkah masuk kedalam lift dan membalikan badan kearah Rangga.

“Rangga.. Jangan lupa kamu berikan surat peringatan kedua langsung ke mereka dan porong gaji mereka lima puluh persen.” Titah Devan tanpa penolakan dan melangkahkan kaki kedalam tabung kapsul bersama Sera

Dino dan Alena terkejut mendengar ucapan Devan. Amarah Alena semakin memuncak saat Devan mengucapkan tentang surat peringatan dan pemotongan gaji.

‘Kenapa hidup Sera selalu lebih beruntung darinya. Lepas dari Dino, bisa mendapatkan yang lebih dari Dino. Ah.. Sialan!’ Alena menggeram dalam hati

“Baik Pak.” Balas Rangga kepada Devan sahabat sekaligus atasannya lalu berjalan menuju keruangannya

Dino dan Alena saling menatap setelah mereka pergi. Tanpa banyak bicara mereka kembali ke tempat kerja masing-masing. Alena masih merasa kesal dengan Sera yang selalu lebih unggul dan selalu menang dari Alena. Alena berpikir Sera akan terpuruk setelah dirinya merebut Dino dari Sera dan Dino menikah dengan Alena. Akan tetapi semua yang ada dipikiran Alena nyatanya salah besar. Sera tetap bahagia. Bahkan Sera kini lebih bahagia karena mendapatkan Devan atasan Dino dan Sera di kantor yang jauh lebih kaya dan tampan dari Dino. Dino hanya memiliki jabatan di perusahaan itu, sedangkan Devan pemilik perusahaan ditempat Dino dan Alena bekerja.

‘Aku harus mendapatkan Devan dan merebut apa yang Sera miliki lagi.’ Batin Alena dengan seringainya

Setelah sampai diruangan Devan, Sera melepaskan tangan Devan yang masih berada dibahunya. Devan memicingkan mata melihat sikap Sera.

“Jangan mencari kesempatan dalam kesempitan.” Ucap Sera dingin

“Whoa.. Saya tidak salah dengar kan? Harusnya kamu berterima kasih sama saya karena telah menolong kamu dari mantan suami kamu tadi.” Balas Devan yang mengejutkan Sera

Apa? Devan tahu kalau Dino mantan suami Nayra. Darimana Devan tahu? Apa dari kakaknya? Pikiran Sera berkecamuk memikirkan ucapan Devan. Sera menatap tajam kakaknya yang tengah duduk disofa yang berada di ruangan Devan, namun Candra cuek seolah tanpa dosa menanggapi sorot mata Sera yang masih tajam menatapnya.

“Tidak usah kamu menuduh kakak kamu Sera. Itu tidak baik. Saya tahu dia mantan suami kamu bukan dari kakak kamu. Saya mencari tahu sendiri info tentang kamu walaupun saya bisa mencari tahu info tentang kamu dari kakak kamu, tapi saya tidak melakukannya. Saya lebih suka mencari info sendiri tentang seseorang yang membuat saya tertarik. Saya merasa tertarik sama kamu sejak awal bertemu dengan kamu di rumah kamu saat makan malam atas undangan kakak kamu tempo hari.” Tukas Devan menerangkan yang sebenarnya dan memang tidak ada yang bohong dari ucapan Devan

Sera tidak menghiraukan semua yang Devan ucapkan. Sera masih menatap tajam pada dua orang pria yang ada dihadapannya.

“Terima kasih untuk perhatian anda. Tapi saya rasa anda tidak perlu repot-repot mencari tahu tentang saya. Terima kasih anda sudah tertarik dengan saya. Tapi saya tidak tertarik dengan anda!” Sera berucap dengan datar dan dingin sebelum keluar meninggalkan ruangan Devan

“Saya akan membuat kamu tertarik bahkan jatuh cinta sama saya. Saya akan membuat kamu selalu bahagia jika nanti kita bisa bersama.” Ucap Devan pelan namun bisa didengar oleh Candra

“Saya akan selalu mendukung kamu.” Candra menepuk bahu Devan pelan memberikan semangat pada Devan

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED