Bab 2

Dikediaman Bagaskara kini terlihat seorang wanita paruh baya sedang mempersiapkan hidangan untuk sarapan pagi. Tentu saja dibantu oleh asistennya, tapi wanita itu tidak bisa bergerak bebas karena harus menggunakan kursi Roda.

"Pagi Ma," Sapa seorang pemuda lalu menghampiri wanita paruh baya itu.

"kenapa harus repot-repot nyiapin sarapannya sih Ma? Kan udah ada bibi," Lanjut pemuda itu lalu mengecup pipi Mamanya. Yang sudah selesai menata menu sarapan dimeja makan.

"Gak apa-apa sayang, mumpung kamu mampir ke rumah. Kan Jarang-jarang Mama bisa nyiapin sarapan buat kamu, semenjak kamu kuliah kamu jarang pulang, malah lebih sering pulang ke apartemen. Mama kan jadi kangen sama putra Mama yang tampan ini," Ucap wanita paruh baya itu dengan tersenyum manis pada sang putra.

"Maaf ya Ma. Habis kalau aku pulang pergi kekampus dari sini, perlu waktu dua jam dan itu lumayan membuang waktu Ma. Aku nya juga cape kalau kejauhan, lagi pula kan Ada Vanessa yang nemenin Mama, Igel janji deh bakalan sering berkunjung ke rumah nengokin Mama kalau Igel ada waktu luang," Ucap Rigel. Ya, dia adalah Rigelaldo Damian Bagaskara putra semata wayang dari Panji Bagaskara.

"Pagi Ma, eh ada Bang Igel tumben ada disini?" Tanya Vanessa yang baru saja datang dan langsung mengecup pipi sang Mama Kanan dan Kiri, lalu duduk disamping Mamanya yang kini tersenyum pada putrinya.

"Pagi bawel, iya nih lagi kangen sama Mama, sama Papa dan adik abang yang bawel ini. Tapi papa nya lagi ada tugas malam dan belum pulang," Ujar Rigel. Sambil menyantap makanannya.

"Oh, kok Nessa gak tahu abang datang sih? Emang abang datang jam berapa semalam?" Tanya Vanessa. Lalu gadis itu kini mulai menyantap sarapannya.

"Jam 10 malam. Dan kamu udah tidur, Mama juga udah mau tidur eh denger suara berisik di dapur, pas Mama samperin ada abang kamu sama Bi Tari lagi bikin nasi goreng buat Abang kamu. Katanya Abang kamu laper," Jawab wanita paruh baya itu, sedang sang empu tidak mau repot-repot menjawab dia malah asyik menyantap sarapannya dengan lahap.

"Pagi semua, wah lagi pada ngumpul nih, ada Igel juga, Nak. Kapan kesini?" Tanya Panji. Lalu menghampiri istrinya lalu mengecup kening sang istri.

"Pagi Ma, hari ini ada jadwal Terapi ya, nanti Papa antar terapinya? Tapi setelah Papa istirahat, nanti kita kerumah sakitnya setelah makan siang," Ucap Panji setelah menyerahkan tas kerjanya pada Bi Elis, pelayan khusus yang menjaga istrinya.

"Gak Usah Pah, Kalau Papa cape Mama sama bi Elis aja terapinya. Papa harus banyak istirahat kan cape habis jaga malam," Jawab Wanita paruh baya itu dengan tersenyum manis ke arah suaminya. Dia merasa sangat bersyukur bisa menjadi istri dari Dokter Panji selain tampan, pria itu sangat baik hati, dan mau menerima keadaannya tanpa mengeluh sedikit pun ditambah putranya yang begitu menyayanginya. Dia sangat bersyukur atas kebahagiaan yang Tuhan berikan padanya.

Dulu saat dia tahu kalau bayinya meninggal dalam kandungan, dan Rahimnya yang harus diangkat membuatnya nyaris Frustasi dan hampir gila, tidak ada gairah hidup lagi, dan sering ingin mengakhiri hidupnya. Tapi, untung saja ada putra Dokter Panji yang selalu menghiburnya dan sedikit demi sedikit mulai menyembuhkan frustasi yang dialaminya karena celotehan dan tawa riang Rigel membuatnya perlahan menyayangi putra dari dokter Panji itu, dan keberadaan Rigel menjadi obat penawar atas kehilangan bayi, yang belum sempat digendongnya dan belum dilihat wajahnya.

"Tuan, Nyonya Jasmin hari ini jadwal terapinya dengan jam 15.00, karena tadi Dokter Mira menghubungi saya. Dia ada keperluan penting jadi jadwal jam Terapinya diubah," Ucap Bi Elis yang kini datang memberi tahukan kabar tentang apa yang Dokter Mira katakan padanya, karena dokter Mira tahu kalau pasiennya itu mempercayakan urusan jadwal terapinya pada Bi Elis yang menjaga Jasmin saat dokter Panji sibuk dengan tugasnya menangani pasien-pasiennya, dan bi Elis pun mengurus Jasmin dengan sangat baik dan telaten.

Ya akhirnya setelah membujuk Jasmin dengan dalih menjadi Mama untuk Rigel putranya. Akhirnya Panji menikahi Jasmin setahun setelah dia sembuh dari depresinya, dan karena tidak ingin membebani orang tuanya akhirnya Jasmin pun menerima lamaran Dokter Panji karena dia juga tidak ingin berpisah dengan bocah tampan yang lucu dan menggemaskan seperti Rigel.

Akhirnya dengan pernikahan sederhana yang hanya dihadiri orang tua Jasmin dan ibu dari Dokter Panji, Jasmin pun resmi jadi istri dokter Panji dan ibu dari Rigel. Setelah pernikahan terjadi dan mereka Sah menjadi suami istri, akhirnya dokter Panji membawa anak, istri dan juga ibunya pindah ke Australia.

Dan 5 tahun kemudian saat sedang berjalan-jalan ditaman bersama seorang suster yang Panji pekerjakan dirumahnya untuk menjaga Jasmin, tidak sengaja Jasmin mendengar suara tangis bayi, dan begitu menemukan sang bayi Jasmin langsung jatuh cinta pada bayi itu, terlebih dibalik selimut yang digunakan bayi itu ada akte lahir bayi dan sepucuk surat yang mengatakan siapa saja yang menemukannya ibu si bayi meminta tolong agar mau merawat bayi mungil yang cantik itu, dan Vanessa lah bayi yang Jasmin temukan ditaman waktu mereka tinggal di Australia, dengan persetujuan Panji akhirnya Jasmin pun resmi mengadopsi bayi itu meski lumayan rumit tapi dengan ada nya surat dari ibu kandungnya mereka pun bisa mengadopsi bayi perempuan itu, dan memberi nya Nama Vanessa Gladysa Bagaskara untunglah bayi itu berwajah Asia jadi seiring berjalannya waktu ada sedikit kemiripan dengan Panji dan Jasmin.

Dan setelah usia Vanessa 15 tahun mereka pun menceritakan semuanya sebelum akhirnya mereka pindah kembali ke Jakarta. Meski Vanessa sempat sedih dan kecewa namun akhirnya karena kasih sayang yang besar dari keluarga Panji dan Jasmin, Vanessa pun perlahan bisa menerima dan dia sangat menyayangi orang tuanya itu. Meski hanya orang tua angkat tapi Vanessa begitu sangat menyayangi mereka Panji, Jasmin dan Rigel, begitu pun Jasmin, Panji dan Rigel mereka pun sangat menyayangi Vanessa sepenuh hati seperti putri kandungnya sendiri.

*****

"Sampai kapan Kak Rigel mau nyembunyiin hubungan kita, aku udah bosen kak jadi kekasih yang statusnya selalu disembunyikan," Rajuk seorang perempuan, yang kini tengah berdiri di balkon apartemen nya.

Setelah selesai sarapan Rigel mendapat tlpn dari kekasihnya, dan setelah mendapat tlpn dari kekasihnya itu Rigel pun pamit pada orang tua dan juga adiknya.

dan disinilah Rigel kini di Apartemen kekasihnya yang merajuk menuntut status yang jelas padanya.

"Sabar dong sayang, tunggu sebentar lagi, aku janji aku akan memutuskan dia saat hari terpentingnya yaitu saat pesta ulang tahunnya, jadi kamu sabar ya sayang tinggal sebentar lagi. Cuma tinggal tiga bulan lagi kok, dan setelah itu aku akan menjadi milikmu seutuhnya cuma kamu sayang," Ucap Rigel. Lalu memeluk wanita itu dari belakang sesekali mengecup pipinya dan menopangkan dagunya dibahu sang wanita, sambil menikmati suasana jakarta dipagi hari.

"Nanti malam aku nginap di apartemen kamu ya Kak," Rengek gadis itu dengan suara manjanya.

"Tentu dong, apa sih yang nggak buat wanita kesayanganku," Sahut Rigel lalu mengecup bahu perempuan itu.

"Yeee..., Makasih ya kak, kamu terbaik," Seru perempuan itu, lalu memutar tubuhnya dan memeluk Rigel. Membuat Rigel tersenyum lalu merenggangkan pelukannya dan gadis itu pun mendongak untuk melihat wajah tampan Rigel, dan tanpa diduga Rigel langsung memagut bibir wanita itu, mereka pun akhirnya berciuman mesra cukup lama setalah pagutan bibir mereka terlepas mereka pun saling tersenyum.

Dan Tanpa Mereka sadari akan ada hati yang hancur dan terluka, jika saja orang itu mengetahui hubungan Rahasia mereka.

"I Love You Kak Rigel."

"Love You To my Sweet heart."

"Kita berangkat sekarang. Kakak Antar kamu sampai kampus," Ucap Rigel.

"Gak usah kak, aku bawa mobil sendiri aja, bahaya kalau sampai ada yang lihat aku kekampus pergi bareng kakak."

Rigel pun hanya mengangguk dan mengecup sekilas bibir gadisnya itu, lalu pamit pergi lebih dahulu setelah mengecup kening perempuan itu, setelah Rigel meninggalkan apartement itu, baru lah gadis itu pun pergi dengan senyuman yang mengembang di bibirnya.

Bersambung

Bab 3

Seara baru saja sampai dikelasnya setelah menitipkan makanan yang dia bawa untuk dia berikan kepada Kekasihnya sebagai kejutan dihari jadi mereka yang ke 2 tahun, dia berencana akan ke apartemen sang kekasih, setelah kelasnya berakhir nanti tentu saja tanpa memberi tahu Kekasihnya itu.

"Tania...!" Seru Seara saat melihat sang sahabat yang dua hari tidak masuk kuliah.

"Sea!" Sahut Tania saat melihat Seara memasuki kelas dan berseru memanggil namanya.

"Kangen." Seara langsung memeluk sahabatnya itu.

"Baru dua hari belum sebulan,"Ucap Tania sambil terkekeh, lalu mereka pun berpelukan erat.

"Pelukan mulu dasar Teletubbies," Ucap seseorang yang baru saja memasuki kelas membuat Seara melepaskan pelukannya dari Tania.

"Dasar pinokio tukang ngiri," Sembur Seara sambil memberi tatapan tajamnya.

"Heh gadis manja, namaku Revano bukan pinokio," Ujar cowok yang bernama Revano itu dan tak mau kalah menatap tajam membalas tatapan Seara.

"Udah-udah jangan mulai lagi deh malu dilihat yang lain, lagian jangan terlalu saling benci nanti kalau bencinya berlebihan. Bisa saling cinta loh," Goda Tania sambil tersenyum.

"Gak bakalan!" Seru Seara dan Revano secara bersamaan.

"Tuh kan barengan ngomongnya. Cie," Goda Tania lagi sambil terkekeh.

"Iih..., Tania apaan sih, mana mungkin aku jatuh cinta sama Pinokio yang bawa motor Revo, gak mungkin, lagian aku udah punya pacar kok, cowokku lebih ganteng, terus baik, udah gitu romantis, calon dokter, dan Most wanted dikampus kita ini," Ucap Seara dengan bangganya.

"Gak kayak dia, iih... gak banget deh udah Badboy sering bolos pula. Gak ada baik-baiknya, bisa rusak citraku sebagai Miss Beautiful dikampus ini, udah bener pasanganku sama most wanted dikampus kita," lanjut Seara. yang memang semenjak masuk universitas ini dia sudah dua kali mendapatkan gelar miss Beautiful dua kali berturut-turut.

"Iya iya Sea," Ucap Tania memutar bola matanya matanya dengan malas, tapi dia akui kecantikan Seara diatas rata-rata makan dari itu Seara menjadi Primadona dikampusnya, karena selain cantik, dan putri satu-satunya dari keluarga Kusuma Investor terbesar di Universitas itu. Gadis itu pun terkenal dengan keramahan dan kebaikan hatinya. Itu lah yang menjadi Poin plus dari kepribadian seorang Seara Arleta, dan satu lagi yang membuat mereka selalu memilih Seara menjadi Miss Beautiful selama 2 tahun berturut-turut dia tidak pernah sombong dan mau berteman dengan siapa saja tanpa pilih-pilih, dan Tania salah satu gadis yang beruntung karena sudah Seara anggap seperti sodaranya sendiri. Tidak ada satu rahasia pun yang tidak Tania ketahui  tentang Seara.

"Jiah pede banget dia. Siapa juga yang mau sama cewek manja dan anak Mami kaya lo, bukan level gue. mending gue sama Tania, lebih dewasa dan manis, gak kaya lo manja kayak anak kecil," Ejek Revano sambil tertawa.

Dan saat Seara akan membalas ledekan Revano, bersamaan dengan itu Dosen pun masuk untuk memulai mata pelajaran, dan akhirnya kelas Fakultas Ekonomi dan Bisnis pun dimulai, karena Dosen yang masuk dikelas pagi adalah dosen Killer, para mahasiswa pun tidak ada yang mencoba bermain-main dengan mata pelajarannya. Mereka pun mengikuti setiap mata pelajaran yang disampaikan sang Dosen dengan serius. Tidak ada yang berani bercanda seperti pada Dosen lain, Revano yang terkenal nakal dan Jahil pun tidak berani berkutik saat Dosen killer itu memulai pelajaran.

*****

Jam pelajaran pun akhirnya selesai. Seara mengambil ponsel di dalam tasnya untuk menghubungi seseorang dengan senyum merekah dibibir mungilnya, dia kini sudah duduk didalam mobil sambil sesekali membayangkan wajah terkejut kekasihnya saat memakan masakannya, pasalnya selama mereka pacaran hanya baru satu kali kekasihnya itu mencoba masakannya. Padahal Seara ingin sekali memasakan makanan untuk kekasihnya itu, tapi sang kekasih yang sangat dicintainya itu selalu menolak entah kenapa dan apa sebabnya tapi dia pernah mengatakan tidak ingin membuat Seara kelelahan dan mengingat itu membuat hati Seara kini menghangat.

"Kak Rei lagi apa sih? Kok dari tadi aku telepon gak diangkat, aku ke fakultasnya juga katanya udah selesai kelasnya dari tadi," Ucap Seara yang dari tidak mendapat jawaban dari kekasihnya.

"Apa kak Rei lagi sibuk ya? Udah jam 16.45. Sebentar lagi jam lima, mendingan aku beli kado dulu sebentar, aku mau beli sweater Couple aja buat kado, abis kalau beli bilang dulu sama kak Rei pasti dia gak mau, padahal kita kan belum punya baju dan barang yang samaan," Monolog Seara tentu saja dengan senyuman yang selalu merekah dibibir mungilnya.

Setelah mengirim pesan pada bundanya. Memberi tahu sang bunda kalau dia akan pulang agak malam, karena hari ini dia akan merayakan anniversary nya yang kedua bersama kekasihnya.

Saat ini Seara sudah ada diparkiran apartemen yang ditempati Kekasihnya dengan semangat Seara pun keluar dari mobil dan masuk ke lift yang menuju lantai 12, tidak butuh waktu lama Seara sudah sampai di lantai 12, dia pun keluar dari lift dan menuju apartemen kekasihnya, Seara langsung menekan password untuk membuka pintu apartemen itu, dengan menenteng dua paperbag ditangan kirinya.

"Kok sepi? Lampunya juga belum dinyalakan, ah sudahlah mungkin kak Rei belum pulang," Ucap Seara yang kini sudah masuk dan menutup pintunya yang terkunci otomatis, lalu dia pun menyalakan lampunya, dan langsung menuju ke dapur untuk menata makanan setelah menaruh Paperbag yang berisi sweater untuk kado. Seara sudah tidak asing lagi dengan apartemen itu, karena Rei sering mengajaknya ke apartemennya maka dari itu Seara tahu password apartemen itu, karena Rei lah yang memberi tahu.

Seara menata masakannya di meja makan dengan antusias. Dia pun sudah menata piring, sendok dan garpu, juga gelas yang berisi minuman kesukaan masing-masing, tidak lupa dia pun menyusun lilin di tengah-tengah makanan, dan bunga mawar yang disusun di pas cantik yang dia beli tadi, Kue tart yang berbentuk hati dengan tulisan happy Anniversary ke 2 pun sudah tersaji di meja makan, dengan lilin angka dua ditengahnya membuat senyum Seara semakin sumringah. Membayangkan wajah terkejut kekasihnya karena mendapat kejutan darinya.

"Prefect, semuanya sudah selesai tinggal menunggu kak Rei datang," Ucap Seara dengan mata berbinar melihat hasil dekorasi sederhananya untuk memberikan kejutan pada pria yang sangat dia cintai dihari special bagi mereka berdua, Seara pun sudah tampil cantik dengan kembali memoles wajah cantiknya dengan Mak'Up tipis yang selalu menghiasi wajahnya setiap hari.

Jam sudah menunjukan pukul 19.30. tapi Rei belum juga pulang, Seara menunggu dengan perasaan was-was dia takut kalau Rei tidak pulang ke apartemennya, dari tadi Seara mengirimi Rei pesan tapi tidak ada satu pesan pun yang dibalas oleh kekasihnya itu.

"Kak Rei kemana sih? Udah jam segini kok belum pulang, apa dia pulang kerumahnya ya? Andai saja aku tahu dimana rumahnya keluarganya. Hufh pesanku satu pun tidak ada yang dia balas," Ucap Seara. Yang baru saja selesai memanaskan makanannya dan menggantikan nasi yang sudah dingin dengan nasi yang hangat, baru saja Seara akan duduk diruang TV yang hanya terhalang dinding jarak dengan pintu.

Terdengar suara bip seperti ada yang akan membuka pintu apartemen, Seara langsung berlari kecil kedekat stopkontak lampu diruangan itu, Seara pun mematikan lampu setelah itu berdiri diantara ruang TV dan pintu yang hanya terhalang dinding menyisakan jalan yang berbentuk pintu namun tidak ada pintu yang menghalangi dan jika masuk akan langsung terlihat ruang TV dengan sedikit sekat dinding yang sedikit menutupi ruang tempat dimana televisi diletakan.

"Pasti itu Kak Rei," Ucap Seara dengan wajah yang berbinar dan bibirnya terus menyunggingkan senyuman yang merekah dibibir tipisnya.

Cklekk!

pintu pun terbuka, dengan antusias, Seara pun langsung berseru menyambut kepulangan sang kekasih yang sangat dicintainya untuk memberikan kejutan, namun apa yang terjadi ternyata dirinya lah yang dikejutkan olehnya.

"Suprise happy Aniv--"

Seara tiba-tiba menghentikan Ucapannya senyuman pun memudar saat melihat apa yang terjadi di depan matanya saat ini. Ya Seara menyaksikan Kekasihnya tengah berciuman panas dengan seorang perempuan yang entah siapa itu karena wajahnya terhalang oleh rambutnya dan saat Seara menyalakan lampunya, Rei dan Perempuan itu pun menghentikan ciuman mereka.

Mereka pun mematung sangat terkejut karena Seara yang kini berdiri dihadapan mereka dengan wajah pucat dan mata yang sudah berkaca-kaca.

"Se-Sea."

"Seara."

Ucap Mereka secara bersamaan, karena terkejut dengan adanya Seara, begitupun Seara dia lebih terkejut tubuhnya melemas untung saja dia berpegangan kedinding, karena melihat apa yang dilakukan Pria dan wanita yang kini ada dihadapannya.

"Ka-kak Re-i, Ta-Tania ka-kalian!"

Bersambung

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED