Di sebuah rumah yang megah. Lebih tepatnya di sebuah dapur yang minimalis terlihat seorang gadis tengah sibuk bertempur dengan peralatan dapur, padahal jam baru menunjukan pukul 04.45 masih begitu pagi bukan. Namun, gadis itu terlihat semangat untuk memasak di pagi itu.
"Pagi Sayang," Sapa seorang wanita paruh baya. Namun, masih terlihat cantik dan anggun meski usianya sudah tidak muda lagi. Wanita itu hanya bisa menggelengkan kepalanya saat dia masuk ke dapur dan melihat sang putri tengah sibuk dengan peralatan dapur.
"Eh, Pagi Bun udah bangun?" Gadis sedikit kaget, karena tiba-tiba ada yang menyapanya, gadis itu pun menoleh dan melihat sang Bunda yang kini tengah berdiri disampingnya.
"Bukan bangun sih sayang, tapi kebangun karena haus. Eh, air di botol yang ada di kamar Bunda habis, Bunda lupa isi Air di botol minum semalam, jadi Bunda turun deh buat ambil minum, ini kamu kebiasan deh kalau mau masak rambutnya pasti lupa dikuncir," Ucap wanita paruh baya itu sambil menguncirkan rambut putrinya dengan kunciran karet karena memang hanya itu yang ada didapur.
"Hehe lupa bun, makasih udah dikuncirin," Sahut gadis Remaja yang kini kembali sibuk dengan peralatan dapur. Dia lah Seara Arleta Kusuma
"Emang masak apa sih sayang? Sampai-sampai kamu lupa kuncir rambut sendiri, dan lagian tumben masih pagi baru juga jam 05.00 subuh loh ini biasanya jam segini pasti tidur lagi kalau abis sholat subuh, Bibi aja paling baru bangun," Ucap Bunda. Lalu sang bunda kini mulai melihat masakan yang membuat putrinya sibuk dan pasti bangun dipagi buta hanya untuk memasak makanan itu.
"Lagi masak puding, terus sama Masak Ayam Rendang kesukaan Kak Rei Bun." Gadis itu menjawab sambil tangannya dengan lihai mengaduk masakannya, karena sang Bunda sudah mengajarkan gadis itu sejak dia masih kelas 8 SMP dan kebetulan gadis itu sangat senang belajar memasak.
"Wah pasti enak nih, putri Bunda kan jago masak, tapi kok masaknya banyak banget sih, sayang? Emang kamu mau ngundang siapa, Nak? Atau mau ngundang Rei dan Orang tuanya, apa Rei mau lamar putri ibu yang cantik dan manis ini," Goda Sang Bunda. Membuat Putrinya kini tersipu malu karena godaan sang Bunda untung saja dia sedang membelakangi Bundanya jadi sang Bunda tidak melihat raut wajah meronanya.
"Aku masih pengen kuliah Bun, pengen lulus terus jadi sarjana dan meneruskan perusahan ayah, jadi entar aja mikirin soal nikahnya, kalau Aku udah bisa handle perusahan Ayah," Jawab sang putri terdengar biasa saja padahal tadi wajahnya sempat merah merona.
"Sea sayang, jodoh, takdir rejeki ada ditangan Tuhan, kamu harus ingat apa yang Bunda katakan kalau kita sebagai manusia ciptaannya hanya bisa berencana tuhan lah yang menentukan. Jadi jangan terlalu memfokuskan pada satu tujuan saja, jika memang Rei jodoh kamu dan dia melamar kamu, entah itu hari ini besok dan kapan pun itu, kamu gak boleh nolak loh, Nak. Karena mungkin Rei adalah jodoh kamu, tapi jika suatu saat hubungan kamu dan Rei harus berakhir kamu juga gak boleh terlalu larut dalam kesedihan, kamu harus menerima mungkin, Nak Rei bukan jodoh kamu dan Tuhan menyiapkan jodoh lain yang terbaik buat kamu," Ucap Bunda Seara. Dia adalah Kaira ibu dari Seara Arleta.
"Iihh..., Bunda kok omongannya agak serem gitu sih, bikin bulu kuduk Sea merinding tau," Sahut Seara dengan sedikit tertawa kecil.
"Isshh..., kamu kalau Bunda Kasih tahu, malah ngeledekin gitu. Kamu kira Bunda hantu apa bikin bulu kuduk kamu merinding, udah ah mending lanjut masak, terus ini buat apa masak banyak kayak gini?" Tanya Kaira pada putrinya.
"Ini tuh Sea mau bawa buat acara nanti malam Bun, Kan hari ini aniversary 2 tahunnya hubungan Sea sama Kak Rei, Bun. Jadi sea mau kasih kejutan sama kak Rei, nanti sepulang kuliah Sea mau mampir ke apartement Kak Rei buat nganterin makanan kesukaan dia," Jawab Seara. sambil tersenyum, dia membayangkan wajah terkejutnya kekasihnya itu saat mendapatkan kejutan dari dirinya.
"Hey, pagi-pagi anak gadis Jangan ngelamun yang nggak-nggak, masih kecil kamu," Tegur Kaira. Karena melihat putrinya terdiam sambil senyum-senyum tidak jelas, lalu Kaira pun menjawil hidung putrinya itu, dan itu membuat Seara tersadar dari lamunannya dan meringis kecil.
"Aww..., aduh, sakit...! Bunda mah gak seru ah, orang Sea lagi bayangin wajah tampan kak Rei, dia tuh ganteng banget Bun kalau Lagi senyum, saat dia tersenyum pasti cewek-cewek dikampus bakalan klepek-klepek sama kak Rei, aku tuh cewek paling beruntung karena bisa jadi cewek kak Rei," ucap Seara, sambil mengusap hidungnya yang tadi sang bunda cubit.
"Bukan Kamu yang beruntung, tapi Rei yang bruntung karena bisa dapet putri Bunda yang cantik dan baik hati ini. Meski terkadang manja dan masih kolokan kayak anak kecil."
Dan perkataan Kaira terakhir Membuat Seara cemberut karena setelah dipuji langsung dijatuhkan oleh sang bunda.
"Bunda," Rengek Seara. Dengan bibir mungilnya yang mengerucut karena sang bunda. Terus menggodanya
"Tuh kan ngerengek kayak anak kecil, udah ah. Eh sayang, ngomong-ngomong gak kerasa ya udah dua tahun aja kamu pacaran sama Rei? Awet juga hubungan Kalian, Udah ah putri Bunda gak boleh merajuk lagi ya, mending sini biar Bunda bantuin masaknya, jadi apa lagi yang mau dimasak?" Tanya Kaira pada putrinya.
"Gak ada Bun masakannya udah selesai kok, eh tapi ini Bun, tolong tuang rendang Ayamnya ke kotak makan 5 potong aja Bun, sisanya biar buat kita sarapan, dan pundingnya aku udah pisahin satu loyang, dan satu loyang lagi buat dimakan sama-sama," Jawab Seara. Kaira pun hanya mengangguk mendengar arahan dari putrinya itu.
"Wah gadisku dan wanitaku sudah sibuk di dapur aja nih padahal masih pagi banget, lagi pada masak apa emang? Masih pagi udah wangi masakan," Ucap Sang Ayah yang tiba-tiba datang dan menyapa putri dan istrinya, lalu dia menuju tempat kulkas berada untuk mengambil air karena kehausan.
"Bunda lupa bawa air minum ya semalam, ayah ampe kehausan, eh pas dilihat ada botol air tapi kosong," Lanjut Arka lalu mengambil gelas untuk menuang air dan langsung meminumnya karena kehausan.
"Hehe iya Yah, Bunda semalam lupa isi air dibotol, tadi sih turun mau ambil minum buat Ayah, tapi malah lihat gadis kita ini lagi asyik masak,"sahut Kaira sambil menuang ayam Rendang yang Kaira masak ke dalam kotak makan dan mangkuk.
"Hem ternyata anak gadisku sekarang udah besar ya, tapi tetep bagi Ayah gak akan berubah, kamu masih gadis kecil Ayah, yang paling Ayah sayang," Ucap Arka sambil mengelus kepala Seara yang kini tersenyum.
"Iya Ayahku sayang, Sea akan tetap jadi gadis kecil Ayah sampai kapan pun. Sea sayang banget sama Ayah sama Bunda juga, makasih ya, Ayah, Bunda. Karena udah jadi orang tua yang terbaik buat Sea dengan kasih sayang yang melimpah untuk Sea," Ucap Seara lalu memeluk Ayah dan Bundanya secara bergantian.
"Wah wah, pagi-pagi udah disuguhin kemesraan antar anak, Ayah dan Bundanya Nih."
"Nenek...!" Seru Seara saat melihat Bu Ras menghampirinya, tanpa sungkan Seara pun langsung memeluk nenek Ras, karena Seara begitu sangat menyayangi nenek Ras seperti dia menyayangi Ayah, Bunda, Oma dan juga Opanya.
"Cucu Nenek," Ucap nenek Ras. Lalu memeluk Seara dengan erat.
"Bunda udah bangun, bukannya katanya kemarin Bunda lagi gak enak badan?" Tanya Kaira yang kini membawa makanan ke meja makan untuk sarapan.
"Udah mendingan Kai, kemaren itu cuma punggung Bunda sedikit ngilu aja maklum penyakit orang tua, tapi udah mendingan kok, semalam Bi Ika udah mijitin Bunda," Jawab Bi Ras sambil mengelus rambut cucu kesayangannya itu.
"Nenek sakit? Kok gak bilang Sea sih Nek," Sahut Seara terlihat khawatir lalu mengeratkan pelukannya pada sang Nenek.
"Nggak parah kok sayang, Cucu nenek yang manja," Ucap Bi Ras membuat Seara mengerucut kan bibir mungilnya yang malah terlihat menggemaskan.
"Nanti Arka antar ke dokter ya Bun, sekalian mau jengukin klien Arka yang semalam masuk rumah Sakit," Timpal Arka sambil membantu sang istri menata makanan dimeja makan.
"Iya Bun, mending ke dokter biar diperiksa, sekalian kamu ajak ibu ke dokter syaraf mas, kemarin Bunda juga bilang kalau kakinya kekilir saat dikamar mandi, untung ketahuan Bi Ika, takutnya ada urat syaraf yang kecetit gitu," Ujar Kaira setelah selsai menata makanan dimeja makan.
"Gak usah Ka, Kai Bunda ketukang urut aja, jangan bicara berlebihan ah nanti ada yang nangis," Ucap nenek Ras. Lalu mengedipkan matanya pada Kaira dan Arka agar gadis yang dalam pelukannya tidak khawatir.
"Gak ada penolakan," Sahut Kaira, Arka dan Seara tiba-tiba secara bersamaan, membuat nenek Ras tersenyum, dia sangat bersyukur bisa mengenal keluarga baik hati dan hangat seperti keluarga kusuma ini sampai bi Ika Pun mengira kalau bi Ras adalah Bunda dari Kaira karena tidak ada yang menyinggung soal dulu saat nenek Ras masih jadi asistenya, begitu pun dengan Sandra dan Arya karena mereka menganggap nenek Ras sudah seperti bagian dari keluarga mereka.
Setelah nenek Ras akhirnya setuju, Arka dan Kaira pun kembali ke kamar untuk membantu suaminya bersiap-siap, begitu pun dengan Seara. dia juga sudah kembali ke kamarnya untuk bersiap karena ada jadwal kuliah pagi, nenek Ras juga bersiap untuk ikut pergi ke Dokter bersama Arka. Dan kini tinggal Bi Ika lah yang yang berada di dapur untuk membersihkan peralatan masak bekas Seara memasak dan hari ini kerjaannya menjadi ringan karena tidak harus membuat sarapan untuk majikannya. Dan dia sangat berterima kasih pada Nonanya yaitu Seara Arleta Kusuma.
Bersambung
Dikediaman Bagaskara kini terlihat seorang wanita paruh baya sedang mempersiapkan hidangan untuk sarapan pagi. Tentu saja dibantu oleh asistennya, tapi wanita itu tidak bisa bergerak bebas karena harus menggunakan kursi Roda.
"Pagi Ma," Sapa seorang pemuda lalu menghampiri wanita paruh baya itu.
"kenapa harus repot-repot nyiapin sarapannya sih Ma? Kan udah ada bibi," Lanjut pemuda itu lalu mengecup pipi Mamanya. Yang sudah selesai menata menu sarapan dimeja makan.
"Gak apa-apa sayang, mumpung kamu mampir ke rumah. Kan Jarang-jarang Mama bisa nyiapin sarapan buat kamu, semenjak kamu kuliah kamu jarang pulang, malah lebih sering pulang ke apartemen. Mama kan jadi kangen sama putra Mama yang tampan ini," Ucap wanita paruh baya itu dengan tersenyum manis pada sang putra.
"Maaf ya Ma. Habis kalau aku pulang pergi kekampus dari sini, perlu waktu dua jam dan itu lumayan membuang waktu Ma. Aku nya juga cape kalau kejauhan, lagi pula kan Ada Vanessa yang nemenin Mama, Igel janji deh bakalan sering berkunjung ke rumah nengokin Mama kalau Igel ada waktu luang," Ucap Rigel. Ya, dia adalah Rigelaldo Damian Bagaskara putra semata wayang dari Panji Bagaskara.
"Pagi Ma, eh ada Bang Igel tumben ada disini?" Tanya Vanessa yang baru saja datang dan langsung mengecup pipi sang Mama Kanan dan Kiri, lalu duduk disamping Mamanya yang kini tersenyum pada putrinya.
"Pagi bawel, iya nih lagi kangen sama Mama, sama Papa dan adik abang yang bawel ini. Tapi papa nya lagi ada tugas malam dan belum pulang," Ujar Rigel. Sambil menyantap makanannya.
"Oh, kok Nessa gak tahu abang datang sih? Emang abang datang jam berapa semalam?" Tanya Vanessa. Lalu gadis itu kini mulai menyantap sarapannya.
"Jam 10 malam. Dan kamu udah tidur, Mama juga udah mau tidur eh denger suara berisik di dapur, pas Mama samperin ada abang kamu sama Bi Tari lagi bikin nasi goreng buat Abang kamu. Katanya Abang kamu laper," Jawab wanita paruh baya itu, sedang sang empu tidak mau repot-repot menjawab dia malah asyik menyantap sarapannya dengan lahap.
"Pagi semua, wah lagi pada ngumpul nih, ada Igel juga, Nak. Kapan kesini?" Tanya Panji. Lalu menghampiri istrinya lalu mengecup kening sang istri.
"Pagi Ma, hari ini ada jadwal Terapi ya, nanti Papa antar terapinya? Tapi setelah Papa istirahat, nanti kita kerumah sakitnya setelah makan siang," Ucap Panji setelah menyerahkan tas kerjanya pada Bi Elis, pelayan khusus yang menjaga istrinya.
"Gak Usah Pah, Kalau Papa cape Mama sama bi Elis aja terapinya. Papa harus banyak istirahat kan cape habis jaga malam," Jawab Wanita paruh baya itu dengan tersenyum manis ke arah suaminya. Dia merasa sangat bersyukur bisa menjadi istri dari Dokter Panji selain tampan, pria itu sangat baik hati, dan mau menerima keadaannya tanpa mengeluh sedikit pun ditambah putranya yang begitu menyayanginya. Dia sangat bersyukur atas kebahagiaan yang Tuhan berikan padanya.
Dulu saat dia tahu kalau bayinya meninggal dalam kandungan, dan Rahimnya yang harus diangkat membuatnya nyaris Frustasi dan hampir gila, tidak ada gairah hidup lagi, dan sering ingin mengakhiri hidupnya. Tapi, untung saja ada putra Dokter Panji yang selalu menghiburnya dan sedikit demi sedikit mulai menyembuhkan frustasi yang dialaminya karena celotehan dan tawa riang Rigel membuatnya perlahan menyayangi putra dari dokter Panji itu, dan keberadaan Rigel menjadi obat penawar atas kehilangan bayi, yang belum sempat digendongnya dan belum dilihat wajahnya.
"Tuan, Nyonya Jasmin hari ini jadwal terapinya dengan jam 15.00, karena tadi Dokter Mira menghubungi saya. Dia ada keperluan penting jadi jadwal jam Terapinya diubah," Ucap Bi Elis yang kini datang memberi tahukan kabar tentang apa yang Dokter Mira katakan padanya, karena dokter Mira tahu kalau pasiennya itu mempercayakan urusan jadwal terapinya pada Bi Elis yang menjaga Jasmin saat dokter Panji sibuk dengan tugasnya menangani pasien-pasiennya, dan bi Elis pun mengurus Jasmin dengan sangat baik dan telaten.
Ya akhirnya setelah membujuk Jasmin dengan dalih menjadi Mama untuk Rigel putranya. Akhirnya Panji menikahi Jasmin setahun setelah dia sembuh dari depresinya, dan karena tidak ingin membebani orang tuanya akhirnya Jasmin pun menerima lamaran Dokter Panji karena dia juga tidak ingin berpisah dengan bocah tampan yang lucu dan menggemaskan seperti Rigel.
Akhirnya dengan pernikahan sederhana yang hanya dihadiri orang tua Jasmin dan ibu dari Dokter Panji, Jasmin pun resmi jadi istri dokter Panji dan ibu dari Rigel. Setelah pernikahan terjadi dan mereka Sah menjadi suami istri, akhirnya dokter Panji membawa anak, istri dan juga ibunya pindah ke Australia.
Dan 5 tahun kemudian saat sedang berjalan-jalan ditaman bersama seorang suster yang Panji pekerjakan dirumahnya untuk menjaga Jasmin, tidak sengaja Jasmin mendengar suara tangis bayi, dan begitu menemukan sang bayi Jasmin langsung jatuh cinta pada bayi itu, terlebih dibalik selimut yang digunakan bayi itu ada akte lahir bayi dan sepucuk surat yang mengatakan siapa saja yang menemukannya ibu si bayi meminta tolong agar mau merawat bayi mungil yang cantik itu, dan Vanessa lah bayi yang Jasmin temukan ditaman waktu mereka tinggal di Australia, dengan persetujuan Panji akhirnya Jasmin pun resmi mengadopsi bayi itu meski lumayan rumit tapi dengan ada nya surat dari ibu kandungnya mereka pun bisa mengadopsi bayi perempuan itu, dan memberi nya Nama Vanessa Gladysa Bagaskara untunglah bayi itu berwajah Asia jadi seiring berjalannya waktu ada sedikit kemiripan dengan Panji dan Jasmin.
Dan setelah usia Vanessa 15 tahun mereka pun menceritakan semuanya sebelum akhirnya mereka pindah kembali ke Jakarta. Meski Vanessa sempat sedih dan kecewa namun akhirnya karena kasih sayang yang besar dari keluarga Panji dan Jasmin, Vanessa pun perlahan bisa menerima dan dia sangat menyayangi orang tuanya itu. Meski hanya orang tua angkat tapi Vanessa begitu sangat menyayangi mereka Panji, Jasmin dan Rigel, begitu pun Jasmin, Panji dan Rigel mereka pun sangat menyayangi Vanessa sepenuh hati seperti putri kandungnya sendiri.
*****
"Sampai kapan Kak Rigel mau nyembunyiin hubungan kita, aku udah bosen kak jadi kekasih yang statusnya selalu disembunyikan," Rajuk seorang perempuan, yang kini tengah berdiri di balkon apartemen nya.
Setelah selesai sarapan Rigel mendapat tlpn dari kekasihnya, dan setelah mendapat tlpn dari kekasihnya itu Rigel pun pamit pada orang tua dan juga adiknya.
dan disinilah Rigel kini di Apartemen kekasihnya yang merajuk menuntut status yang jelas padanya.
"Sabar dong sayang, tunggu sebentar lagi, aku janji aku akan memutuskan dia saat hari terpentingnya yaitu saat pesta ulang tahunnya, jadi kamu sabar ya sayang tinggal sebentar lagi. Cuma tinggal tiga bulan lagi kok, dan setelah itu aku akan menjadi milikmu seutuhnya cuma kamu sayang," Ucap Rigel. Lalu memeluk wanita itu dari belakang sesekali mengecup pipinya dan menopangkan dagunya dibahu sang wanita, sambil menikmati suasana jakarta dipagi hari.
"Nanti malam aku nginap di apartemen kamu ya Kak," Rengek gadis itu dengan suara manjanya.
"Tentu dong, apa sih yang nggak buat wanita kesayanganku," Sahut Rigel lalu mengecup bahu perempuan itu.
"Yeee..., Makasih ya kak, kamu terbaik," Seru perempuan itu, lalu memutar tubuhnya dan memeluk Rigel. Membuat Rigel tersenyum lalu merenggangkan pelukannya dan gadis itu pun mendongak untuk melihat wajah tampan Rigel, dan tanpa diduga Rigel langsung memagut bibir wanita itu, mereka pun akhirnya berciuman mesra cukup lama setalah pagutan bibir mereka terlepas mereka pun saling tersenyum.
Dan Tanpa Mereka sadari akan ada hati yang hancur dan terluka, jika saja orang itu mengetahui hubungan Rahasia mereka.
"I Love You Kak Rigel."
"Love You To my Sweet heart."
"Kita berangkat sekarang. Kakak Antar kamu sampai kampus," Ucap Rigel.
"Gak usah kak, aku bawa mobil sendiri aja, bahaya kalau sampai ada yang lihat aku kekampus pergi bareng kakak."
Rigel pun hanya mengangguk dan mengecup sekilas bibir gadisnya itu, lalu pamit pergi lebih dahulu setelah mengecup kening perempuan itu, setelah Rigel meninggalkan apartement itu, baru lah gadis itu pun pergi dengan senyuman yang mengembang di bibirnya.
Bersambung
Seara baru saja sampai dikelasnya setelah menitipkan makanan yang dia bawa untuk dia berikan kepada Kekasihnya sebagai kejutan dihari jadi mereka yang ke 2 tahun, dia berencana akan ke apartemen sang kekasih, setelah kelasnya berakhir nanti tentu saja tanpa memberi tahu Kekasihnya itu.
"Tania...!" Seru Seara saat melihat sang sahabat yang dua hari tidak masuk kuliah.
"Sea!" Sahut Tania saat melihat Seara memasuki kelas dan berseru memanggil namanya.
"Kangen." Seara langsung memeluk sahabatnya itu.
"Baru dua hari belum sebulan,"Ucap Tania sambil terkekeh, lalu mereka pun berpelukan erat.
"Pelukan mulu dasar Teletubbies," Ucap seseorang yang baru saja memasuki kelas membuat Seara melepaskan pelukannya dari Tania.
"Dasar pinokio tukang ngiri," Sembur Seara sambil memberi tatapan tajamnya.
"Heh gadis manja, namaku Revano bukan pinokio," Ujar cowok yang bernama Revano itu dan tak mau kalah menatap tajam membalas tatapan Seara.
"Udah-udah jangan mulai lagi deh malu dilihat yang lain, lagian jangan terlalu saling benci nanti kalau bencinya berlebihan. Bisa saling cinta loh," Goda Tania sambil tersenyum.
"Gak bakalan!" Seru Seara dan Revano secara bersamaan.
"Tuh kan barengan ngomongnya. Cie," Goda Tania lagi sambil terkekeh.
"Iih..., Tania apaan sih, mana mungkin aku jatuh cinta sama Pinokio yang bawa motor Revo, gak mungkin, lagian aku udah punya pacar kok, cowokku lebih ganteng, terus baik, udah gitu romantis, calon dokter, dan Most wanted dikampus kita ini," Ucap Seara dengan bangganya.
"Gak kayak dia, iih... gak banget deh udah Badboy sering bolos pula. Gak ada baik-baiknya, bisa rusak citraku sebagai Miss Beautiful dikampus ini, udah bener pasanganku sama most wanted dikampus kita," lanjut Seara. yang memang semenjak masuk universitas ini dia sudah dua kali mendapatkan gelar miss Beautiful dua kali berturut-turut.
"Iya iya Sea," Ucap Tania memutar bola matanya matanya dengan malas, tapi dia akui kecantikan Seara diatas rata-rata makan dari itu Seara menjadi Primadona dikampusnya, karena selain cantik, dan putri satu-satunya dari keluarga Kusuma Investor terbesar di Universitas itu. Gadis itu pun terkenal dengan keramahan dan kebaikan hatinya. Itu lah yang menjadi Poin plus dari kepribadian seorang Seara Arleta, dan satu lagi yang membuat mereka selalu memilih Seara menjadi Miss Beautiful selama 2 tahun berturut-turut dia tidak pernah sombong dan mau berteman dengan siapa saja tanpa pilih-pilih, dan Tania salah satu gadis yang beruntung karena sudah Seara anggap seperti sodaranya sendiri. Tidak ada satu rahasia pun yang tidak Tania ketahui tentang Seara.
"Jiah pede banget dia. Siapa juga yang mau sama cewek manja dan anak Mami kaya lo, bukan level gue. mending gue sama Tania, lebih dewasa dan manis, gak kaya lo manja kayak anak kecil," Ejek Revano sambil tertawa.
Dan saat Seara akan membalas ledekan Revano, bersamaan dengan itu Dosen pun masuk untuk memulai mata pelajaran, dan akhirnya kelas Fakultas Ekonomi dan Bisnis pun dimulai, karena Dosen yang masuk dikelas pagi adalah dosen Killer, para mahasiswa pun tidak ada yang mencoba bermain-main dengan mata pelajarannya. Mereka pun mengikuti setiap mata pelajaran yang disampaikan sang Dosen dengan serius. Tidak ada yang berani bercanda seperti pada Dosen lain, Revano yang terkenal nakal dan Jahil pun tidak berani berkutik saat Dosen killer itu memulai pelajaran.
*****
Jam pelajaran pun akhirnya selesai. Seara mengambil ponsel di dalam tasnya untuk menghubungi seseorang dengan senyum merekah dibibir mungilnya, dia kini sudah duduk didalam mobil sambil sesekali membayangkan wajah terkejut kekasihnya saat memakan masakannya, pasalnya selama mereka pacaran hanya baru satu kali kekasihnya itu mencoba masakannya. Padahal Seara ingin sekali memasakan makanan untuk kekasihnya itu, tapi sang kekasih yang sangat dicintainya itu selalu menolak entah kenapa dan apa sebabnya tapi dia pernah mengatakan tidak ingin membuat Seara kelelahan dan mengingat itu membuat hati Seara kini menghangat.
"Kak Rei lagi apa sih? Kok dari tadi aku telepon gak diangkat, aku ke fakultasnya juga katanya udah selesai kelasnya dari tadi," Ucap Seara yang dari tidak mendapat jawaban dari kekasihnya.
"Apa kak Rei lagi sibuk ya? Udah jam 16.45. Sebentar lagi jam lima, mendingan aku beli kado dulu sebentar, aku mau beli sweater Couple aja buat kado, abis kalau beli bilang dulu sama kak Rei pasti dia gak mau, padahal kita kan belum punya baju dan barang yang samaan," Monolog Seara tentu saja dengan senyuman yang selalu merekah dibibir mungilnya.
Setelah mengirim pesan pada bundanya. Memberi tahu sang bunda kalau dia akan pulang agak malam, karena hari ini dia akan merayakan anniversary nya yang kedua bersama kekasihnya.
Saat ini Seara sudah ada diparkiran apartemen yang ditempati Kekasihnya dengan semangat Seara pun keluar dari mobil dan masuk ke lift yang menuju lantai 12, tidak butuh waktu lama Seara sudah sampai di lantai 12, dia pun keluar dari lift dan menuju apartemen kekasihnya, Seara langsung menekan password untuk membuka pintu apartemen itu, dengan menenteng dua paperbag ditangan kirinya.
"Kok sepi? Lampunya juga belum dinyalakan, ah sudahlah mungkin kak Rei belum pulang," Ucap Seara yang kini sudah masuk dan menutup pintunya yang terkunci otomatis, lalu dia pun menyalakan lampunya, dan langsung menuju ke dapur untuk menata makanan setelah menaruh Paperbag yang berisi sweater untuk kado. Seara sudah tidak asing lagi dengan apartemen itu, karena Rei sering mengajaknya ke apartemennya maka dari itu Seara tahu password apartemen itu, karena Rei lah yang memberi tahu.
Seara menata masakannya di meja makan dengan antusias. Dia pun sudah menata piring, sendok dan garpu, juga gelas yang berisi minuman kesukaan masing-masing, tidak lupa dia pun menyusun lilin di tengah-tengah makanan, dan bunga mawar yang disusun di pas cantik yang dia beli tadi, Kue tart yang berbentuk hati dengan tulisan happy Anniversary ke 2 pun sudah tersaji di meja makan, dengan lilin angka dua ditengahnya membuat senyum Seara semakin sumringah. Membayangkan wajah terkejut kekasihnya karena mendapat kejutan darinya.
"Prefect, semuanya sudah selesai tinggal menunggu kak Rei datang," Ucap Seara dengan mata berbinar melihat hasil dekorasi sederhananya untuk memberikan kejutan pada pria yang sangat dia cintai dihari special bagi mereka berdua, Seara pun sudah tampil cantik dengan kembali memoles wajah cantiknya dengan Mak'Up tipis yang selalu menghiasi wajahnya setiap hari.
Jam sudah menunjukan pukul 19.30. tapi Rei belum juga pulang, Seara menunggu dengan perasaan was-was dia takut kalau Rei tidak pulang ke apartemennya, dari tadi Seara mengirimi Rei pesan tapi tidak ada satu pesan pun yang dibalas oleh kekasihnya itu.
"Kak Rei kemana sih? Udah jam segini kok belum pulang, apa dia pulang kerumahnya ya? Andai saja aku tahu dimana rumahnya keluarganya. Hufh pesanku satu pun tidak ada yang dia balas," Ucap Seara. Yang baru saja selesai memanaskan makanannya dan menggantikan nasi yang sudah dingin dengan nasi yang hangat, baru saja Seara akan duduk diruang TV yang hanya terhalang dinding jarak dengan pintu.
Terdengar suara bip seperti ada yang akan membuka pintu apartemen, Seara langsung berlari kecil kedekat stopkontak lampu diruangan itu, Seara pun mematikan lampu setelah itu berdiri diantara ruang TV dan pintu yang hanya terhalang dinding menyisakan jalan yang berbentuk pintu namun tidak ada pintu yang menghalangi dan jika masuk akan langsung terlihat ruang TV dengan sedikit sekat dinding yang sedikit menutupi ruang tempat dimana televisi diletakan.
"Pasti itu Kak Rei," Ucap Seara dengan wajah yang berbinar dan bibirnya terus menyunggingkan senyuman yang merekah dibibir tipisnya.
Cklekk!
pintu pun terbuka, dengan antusias, Seara pun langsung berseru menyambut kepulangan sang kekasih yang sangat dicintainya untuk memberikan kejutan, namun apa yang terjadi ternyata dirinya lah yang dikejutkan olehnya.
"Suprise happy Aniv--"
Seara tiba-tiba menghentikan Ucapannya senyuman pun memudar saat melihat apa yang terjadi di depan matanya saat ini. Ya Seara menyaksikan Kekasihnya tengah berciuman panas dengan seorang perempuan yang entah siapa itu karena wajahnya terhalang oleh rambutnya dan saat Seara menyalakan lampunya, Rei dan Perempuan itu pun menghentikan ciuman mereka.
Mereka pun mematung sangat terkejut karena Seara yang kini berdiri dihadapan mereka dengan wajah pucat dan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Se-Sea."
"Seara."
Ucap Mereka secara bersamaan, karena terkejut dengan adanya Seara, begitupun Seara dia lebih terkejut tubuhnya melemas untung saja dia berpegangan kedinding, karena melihat apa yang dilakukan Pria dan wanita yang kini ada dihadapannya.
"Ka-kak Re-i, Ta-Tania ka-kalian!"
Bersambung