Bab 2

Ketika Fang Ru Lan masih merasa kebingungan, tiba-tiba pintu kamarnya dibuka oleh seseorang. Setelah pintu itu terbuka, tampaklah seorang wanita setengah baya yang sedang berdiri di sana. Begitu wanita itu melihat Fang Ru Lan, dia langsung berlari untuk memeluknya.

" RU LAN PUTERIKU, AKHIRNYA KAU SADAR JUGA NAK, IBU BENAR-BENAR MENCEMASKANMU....!!"

Wanita itu langsung memeluk Fang Ru Lan sambil menangis tersedu-sedu. Dia benar-benar bersyukur karena puterinya bisa sadar kembali. Tetapi sayangnya, gadis yang ada didepannya itu bukanlah puterinya yang dulu. Tubuh putrinya yang sekarang sudah ditempati oleh Fang Ru Lan Si perampok Gunung.

" Enghh.... maaf Nyonya, aku tidak mengenalmu, selain itu, ini dimana ? Tahun berapa sekarang ? Siapa aku sebenarnya ?"

Fang Ru Lan langsung melepaskan dirinya dari pelukan wanita itu. Dia merasa risih karena dipeluk oleh orang yang tidak dikenalnya. Selain itu, dia juga ingin mencari tahu tentang jati diri dari pemilik tubuhnya.

Wanita setengah baya itu langsung tercengang mendengar pertanyaan Fang Ru Lan. Dia tidak menyangka puterinya bisa kehilangan ingatan. Tetapi setelah dipikir-pikir kembali, dia baru ingat kalau Dokter pernah mengingatkannya tentang hal ini. Dokter mengatakan kalau puterinya mengalami geger otak ringan. Setelah puterinya sadar, puterinya bisa saja mengalami amnesia. Oleh karena itu, dokter menyuruhnya untuk mempersiapkan mentalnya. Dia tidak boleh memaksa puterinya untuk mengingat semuanya. Puterinya harus dibiarkan sembuh perlahan-lahan.

" Tenanglah puteriku, Kata dokter kau mengalami geger otak ringan, Wajar saja bila kau kehilangan ingatanmu, Namaku Wang Mei Lin, aku adalah Ibu kandungmu, Namamu sendiri adalah Fang Ru Lan, kau adalah putri pertama dari keluarga Fang, Ayahmu adalah pengusaha tekstil terkemuka yang bernama Fang Xia Jun..., apakah kau bisa mengingat sesuatu sekarang ?"

Wang Mei Lin bertanya dengan sedikit cemas. Dia bisa melihat kalau puterinya benar-benar kebingungan. Sebagai Ibunya,  dia merasa sangat sedih melihat puterinya seperti itu.

Fang Ru Lan akhirnya mengetahui kalau pemilik tubuh ini memiliki nama yang sama dengannya. Selain itu, dia tidak menyangka kalau dirinya masih memiliki Ayah dan Ibu di kehidupannya yang sekarang. Fang Ru Lan benar-benar senang mendengarnya. Dia yang dulunya hidup sebatang kara, akhirnya bisa memiliki sebuah keluarga.

" I...ibu, maaf, aku sama sekali tidak bisa mengingat apa-apa, Maukah Ibu membantuku untuk mengingat semuanya ?"

" Tentu puteriku, Ibu pasti akan membantumu untuk mengingat semuanya, kau tidak usah berpikir terlalu keras, kita akan melalui semua ini bersama-sama, Ibu yakin kau bisa sembuh seperti sediakala..."

Wang Mei Lin langsung memeluk Fang Ru Lan dengan penuh kasih sayang. Walaupun puterinya mengalami amnesia, tetapi dia tetap bersyukur karena puterinya masih hidup. Baginya, puterinya adalah satu-satunya alasan mengapa dirinya masih bertahan hidup. Seandainya puterinya meninggal, dia pasti akan langsung menyusulnya. Dia tidak sudi menjalani hidupnya dengan seorang suami yang tidak setia.

" Ru Lan, Ibu akan keluar untuk memanggil dokter, kau tunggu disini sebentar ya.."

Fang Ru Lan langsung menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Setelah itu, Wang Mei Lin pun akhirnya meninggalkan kamar putrinya.

Sepeninggal Wang Mei Lin, Fang Ru Lan merasa kepalanya tiba-tiba menjadi berat. Kepalanya seolah-olah diisi dengan memori orang lain. Di dalam kepalanya, dia bisa melihat gambaran kehidupan dari pemilik tubuh sebelumnya. Setelah beberapa saat, Fang Ru Lan pun akhirnya mengetahui apa yang terjadi pada pemilik tubuh sebelumnya.

Pemilik tubuh sebelumnya sebenarnya memiliki kehidupan yang cukup berat. Dia adalah puteri sulung Fang Xia Jun yang dilahirkan oleh istri pertamanya. Ketika dia baru berusia 1 tahun, Ayahnya ketahuan berselingkuh dengan sekretarisnya. Bahkan yang lebih parahnya lagi, selingkuhannya itu sudah mengandung selama 2 bulan.

Gara-gara peristiwa itu, Ayah dan Ibunya hampir saja bercerai. Tetapi karena kakek dan neneknya memohon kepada Ibunya, akhirnya Ibunya memutuskan untuk bertahan. Tetapi setelah itu, kehidupan mereka sudah tidak pernah sama lagi. Selain itu, karena selingkuhan Ayahnya sudah mengandung anaknya, Ayahnya terpaksa menikahinya juga. Akibatnya, Ibunya harus tinggal seatap dengan madunya.

Penderitaan mereka tidak berhenti sampai di situ saja. Ketika selingkuhan Ayahnya melahirkan sepasang Putera dan Puteri kembar, kedudukan Ibunya langsung menurun drastis. Kakek Neneknya lebih menyayangi cucu kembarnya. Selain itu, Ayahnya juga lebih mencintai selingkuhannya. Akibatnya, dia dan Ibunya diperlakukan dengan dingin di rumah itu. Untung saja Ibunya menguasai 50% saham perusahaan Fang. Oleh karena itu, Ayah dan Kakek Neneknya tidak berani berbuat macam-macam. Mereka tidak ingin Ibunya bercerai dengan Ayahnya. Mereka takut Ibunya akan menjual sahamnya kepada orang lain. 

Setelah pemilik tubuh sebelumnya beranjak dewasa, dia tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dan menawan. Selain itu, dia juga memililiki sifat yang jujur dan baik hati. Oleh karena itu, banyak sekali pria yang tertarik kepadanya. Salah satunya adalah Ma Li Wen yang merupakan Putera konglomerat terkaya di Kota Hangzhou. Karena Ma Li Wen selalu bersikap baik kepadanya, dia pun akhirnya setuju untuk menjadi kekasihnya. Tetapi sayangnya, hal ini menyebabkan adik tirinya marah besar. Pemilik tubuh sebelumnya tidak sadar kalau adik tirinya juga menyukai Ma Li Wen.

Pada suatu hari, adik tirinya tidak sengaja memergoki Ma Li Wen mencium dirinya. Karena merasa cemburu, adik tirinya diam-diam mendorongnya jatuh dari tangga. Akibatnya, pemilik tubuh sebelumnya langsung terjatuh dan tidak sadarkan diri. Setelah dia sadar kembali, jiwanya sudah berganti dengan jiwa Fang Ru Lan yang sekarang.

Fang Ru Lan merasa kasihan kepada pemilik tubuh sebelumya. Karena Fang Ru Lan sudah menempati tubuhnya, Fang Ru Lan berjanji untuk membalaskan dendam pemilik tubuh sebelumnya. Dia akan membuat adik tirinya menyesali perbuatannya. Setelah itu, dia berencana untuk mencari titisan Song Kwan Xin. Seandainya dia tidak menemukannya, dia akan mencari keturunan Song Kwan Xin untuk membalas budi. Dengan begitu, dia setidaknya bisa memenuhi sumpahnya kepada pria itu.

Tidak lama kemudian, Wang Mei Lin pun kembali ke kamar itu bersama seorang dokter. Dia kemudian meminta dokter itu untuk memeriksa puterinya. Setelah melakukan pemeriksaan selama beberapa saat, dokter itu akhirnya menganggukkan kepalanya.

" Puteri anda baik-baik saja Nyonya Fang, saat ini dia sudah boleh keluar dari Rumah Sakit, sedangkan mengenai masalah amnesianya, kita hanya bisa menunggu dengan sabar, aku akan meresepkan obat dan vitamin untuknya, Mudah-mudahan ingatannya bisa segera pulih setelah meminumnya."

" Baiklah Dokter, Terima kasih atas bantuannya.."

Setelah dokter itu pergi, Wang Mei Lin pun mulai bersiap-siap untuk membawa Fang Ru Lan pulang. Dia sangat senang karena puterinya akhirnya bisa kembali ke rumah. Walaupun rumah itu terasa seperti neraka, tetapi dengan kehadiran puterinya, dia bisa melewati semuanya. Dia hanya membutuhkan puterinya untuk bertahan hidup.

Fang Ru Lan yang sudah mengetahui semuanya, memutuskan untuk tidak berkata apa-apa. Dia ingin melihat perkembangan selanjutnya. Selain itu, untuk melakukan balas dendam, dia sebaiknya tidak mengejutkan musuhnya. Dia akan membuat musuhnya menyesal untuk selamanya. 

Setelah menyelesaikan semua administrasi Rumah Sakit, Wang Mei Lin dan Fang Ru Lan pun akhirnya meninggalkan tempat itu. Tetapi ketika mereka sampai di lobby Rumah Sakit, tiba-tiba saja mereka melihat serombongan preman yang sedang menghardik seorang anak laki-laki.

" BOCAH SIALAN !! MANA ORANG TUAMU?!! MEREKA HARUS MEMBAYAR GANTI RUGI KARENA KAU SUDAH BERANI MENABRAKKU!!!"

" M...maafkan aku paman, aku tidak sengaja menabrakmu, kumohon maafkan aku paman, lain kali aku akan lebih berhati-hati."

Melihat keributan itu, satpam Rumah Sakit langsung menghampiri mereka. Dia berniat untuk menolong anak laki-laki itu. Tetapi sayangnya, dia langsung dihajar oleh para preman itu. 

Darah Fang Ru Lan langsung mendidih saat melihat hal itu. Dia paling tidak suka melihat orang yang kuat menindas yang lemah. Oleh karena itu, dia tidak bisa berdiam diri saja. Dia langsung mengambil tongkat pel yang ada didekatnya. Setelah itu, dia langsung menghajar para preman itu satu per satu. 

" AWW!!", "ADUH!!", "AKHH PINGGANGKU!!!"

Dalam sekejab saja, serombongan preman itu langsung babak belur dibuat Fang Ru Lan. Bahkan diantara mereka ada yang mengalami patah tulang. Walaupun tubuh barunya tidak sekuat yang dulu, tetapi kemampuan bela dirinya sama sekali tidak berubah. Untuk mengalahkan para preman ini, dia tidak perlu mengerahkan seluruh kemampuannya. 

" Kakak cantik, Terima kasih sudah menolongku, kemampuanmu benar-benar luar biasa, maukah kakak mengangkatku sebagai muridmu? Aku Song Ciang Hao berjanji akan menjadi murid yang baik!!"

Anak laki-laki itu baru berusia sekitar 8 tahunan. Dia memiliki wajah yang ceria. Selain itu, kedua matanya mengingatkan Fang Ru Lan kepada seseorang. Dia merasa mata anak itu sangat mirip dengan mata Song Kwan Xin. Selain itu, nama anak itu adalah Song Ciang Hao. Anak itu memiliki marga yang sama dengan Song Kwan Xin. Fang Ru Lan mulai curiga kalau Anak itu adalah keturunan Song Kwan Xin.

Bab 3

" RU LAN!! KAU TIDAK APA-APA KAN NAK? KENAPA KAU BERBUAT SENEKAT INI?!! BAGAIMANA KALAU KAU SAMPAI TERLUKA?!! SELAIN ITU.... K... KAU, KENAPA KAU TIBA-TIBA BISA ILMU BELA DIRI??!!"

Wang Mei Lin menghampir Fang Ru Lan dengan cemas. Dia sangat terkejut saat melihat Fang Ru Lan menghajar para preman itu. Saking kagetnya, dia sampai terbengong-bengong melihat aksi Fang Ru Lan. Dia tidak menyangka kalau puterinya itu sangat mahir dalam ilmu bela diri. Dia seolah-olah melihat orang lain dalam diri putrinya itu.

Fang Ru Lan baru menyadari kesalahannya. Dia seharusnya tidak menunjukkan kemampuannya di hadapan Ibunya. Sekarang dia benar-benar  bingung harus menjawab apa.

" Engh... A..aku tidak tahu Bu, tubuhku bergerak dengan sendirinya, m...mungkinkah dulu aku pernah belajar ilmu diri? Aku sama sekali tidak bisa mengingat apa-apa Bu...."

Fang Ru Lan hanya bisa menggunakan alasan amnesianya untuk mengelabui Ibunya. Dia tidak ingin Ibunya mengetahui jati dirinya yang sebenarnya. Oleh karena itu, masalah pertukaran jiwanya harus tetap menjadi rahasia.

Song Ciang Hao sangat kaget mendengar jawaban Fang Ru Lan. Dia tidak menyangka Fang Ru Lan menderita amnesia. Tetapi biarpun begitu, dia tetap ingin berguru kepadanya. Tetapi sayangnya, Ayahnya dan anak buahnya tiba-tiba sudah muncul di sana.

" CIANG HAO, KENAPA KAU BERKELIARAN LAGI?! BUKANKAH AYAH SUDAH MENYURUHMU UNTUK TETAP DIAM DI DALAM KAMAR?!!"

Ayah Song Ciang Hao langsung berlari menghampiri puteranya. Dia baru saja sampai di Rumah Sakit. Karena hari ini ada sedikit masalah di pangkalan militer, dia baru bisa kemari saat hari sudah menjelang malam.

" Ayah, lihatlah Ayah, semua penjahat ini dikalahkan oleh kakak cantik itu, dia yang menolongku saat aku diancam oleh para penjahat ini."

Ayah Song Ciang Hao langsung melihat ke sekelilingnya. Dia bisa melihat kalau ada 8 orang pria besar yang terbaring di atas lantai. Rata-rata dari mereka mengalami patah tulang dan memar-memar yang cukup parah. Selain itu, mereka tampaknya kesusahan untuk berdiri kembali. Dari pengalamannya, dia bisa menebak kalau orang yang melukai mereka pasti memiliki kekuatan fisik yang luar biasa. Tetapi, ketika dia melirik ke arah Fang Ru Lan, dia benar-benar tidak bisa mempercayai apa yang dilihatnya. Bagaimana mungkin gadis seimut itu mampu mengalahkan semua pria ini ?? Ayah Song Ciang Hao benar-benar kagum dibuatnya.

Fang Ru Lan sangat terkejut saat melihat Ayah Song Ciang Hao. Pria itu benar-benar mirip dengan Song Kwan Xin. Saking miripnya, Fang Ru Lan tidak sengaja memanggilnya dengan nama Song Kwan Xin.

" Song Kwan Xin?! Apakah ini benar-benar dirimu?! Aku benar-benar senang bisa melihatmu lagi.... "

Saking bahagianya, Fang Ru Lan langsung memeluknya dengan erat. Dia tidak menyadari kalau tindakannya itu menyebabkan semua orang memperhatikan mereka. Dia baru sadar ketika Ibunya berusaha untuk menarik dirinya.

" Ru Lan, Jangan seperti ini, tindakanmu sangat memalukan, Ayo cepat pulang sekarang juga!!!"

Wang Mei Lin langsung berbisik di telinga Fang Ru Lan. Dia benar-benar terkejut melihat perubahan sikap putrinya. Dia tidak menyangka putrinya yang pemalu bisa berubah menjadi seliar itu.

" Maaf Tuan, puteriku mengalami sedikit gangguan di otaknya, maafkan dia karena sudah bersikap tidak sopan, aku akan membawanya pulang sekarang juga!!"

Wang Mei Lin langsung menarik Fang Ru Lan untuk meninggalkan tempat itu. Dia tidak ingin Fang Ru Lan berbuat yang aneh-aneh lagi. Tetapi sayangnya, dia langsung dihentikan oleh Ayah Song Ciang Hao.

" Tunggu dulu Nyonya, Bisakah aku berbicara dengan puterimu sebentar? Selain itu, aku juga ingin tahu kenapa putrimu bisa mengetahui namaku? Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?"

Fang Ru Lan langsung tersenyum mendengar ucapan pria itu. Ternyata pria itu benar-benar bernama Song Kwan Xin. Kalau seperti ini, bukankah sumpahnya bisa segera dia penuhi.

" Maaf Tuan, kami sedang terburu-buru, selain itu, tolong lupakan ucapan puteriku, saat ini puteriku sedang mengalami amnesia, ucapannya sama sekali tidak bisa dianggap serius, kami permisi dulu Tuan!"

Kali ini Wang Mei Lin langsung pergi dengan terburu-buru. Dia tidak ingin puterinya berhubungan dengan pria itu lagi. Dari pakaian pria itu, dia bisa menebak kalau pria itu adalah seorang prajurit militer. Dia tidak suka putrinya berhubungan dengan orang-orang seperti itu. Menurutnya, orang-orang yang bekerja di bidang militer cenderung bersikap kasar. Dia tidak ingin putrinya berteman dengan mereka.

" Jenderal Song, perlukah aku menghentikan mereka?"

" Tidak usah, kau hanya perlu menyelidiki mereka diam-diam, aku penasaran siapa gadis itu, selain memiliki kemampuan bela diri yang tinggi, aku juga penasaran kenapa dia bisa mengenalku?"

" Siap Jenderal Song, aku akan segera menyelidikinya!"

Anak buah Song Kwan Xin langsung bergegas untuk menjalankan perintah atasannya. Dia sendiri juga penasaran dengan gadis itu. Dia malah curiga kalau gadis itu adalah mata-mata kiriman musuh.

" Ayah, kakak cantik itu benar-benar hebat, dia menghajar semua penjahat ini dengan menggunakan tongkat pel, aku benar-benar kagum melihatnya, aku ingin berguru dengannya Ayah!!"

Song Ciang Hao memuji Fang Ru Lan sampai setinggi langit. Walaupun dia belum mengenalnya, tetapi dia yakin Fang Ru Lan bukanlah orang yang jahat. Fang Ru Lan bersedia menolongnya walaupun tidak mengenalnya. Dari hal ini saja, dia yakin kalau Fang Ru Lan adalah orang yang baik.

Song Kwan Xin langsung mengerutkan alisnya setelah mendengar ucapan puteranya. Dia bisa melihat kalau para preman itu mengalami luka yang cukup parah. Siapapun tidak akan percaya kalau luka-luka itu disebabkan oleh sebuah tongkat pel. Selain itu, orang yang menggunakan tongkat pel itu hanya seorang gadis muda yang baru berusia sekitar 18 tahun. Song Kwan Xin merasa sulit untuk mempercayainya.

Song Ciang Hao bisa merasakan kalau Ayahnya tidak mempercayainya. Oleh karena itu, dia langsung meminta orang-orang yang ada di sana untuk menceritakan peristiwa tadi. Setelah mendengar kesaksian orang-orang itu, Ayahnya sama sekali tidak bisa berkata apa-apa. Tetapi dari raut wajahnya, Song Ciang Hao bisa melihat kalau Ayahnya mulai merasa tertarik kepada Fang Ru Lan.

" Bagaimana Ayah? Bolehkah aku berguru dengan kakak cantik??"

Song Kwan Xin langsung tersenyum mendengar permintaan puteranya. Seandainya gadis itu memang sehebat yang dikatakan semua orang, dia juga berniat untuk merekrutnya menjadi anak buahnya. Tetapi sebelum itu, dia harus menyelidiki latar belakang gadis itu. Dia tidak ingin merekrut orang yang salah.

" Sabarlah Ciang Hao, Ayah akan menyelidiki latar belakang gadis itu, bila dia benar-benar bersih, Ayah akan merekrutnya menjadi bawahan Ayah, Setelah itu, kau bisa memintanya untuk mengajarimu."

" HOREE, TERIMA KASIH AYAH, AYAH MEMANG YANG TERBAIK !!!"

Song Ciang Hao langsung memeluk Ayahnya dengan gembira. Dia senang karena Ayahnya mau mengabulkan permintaannya. Bila Fang Ru Lan mau mengajarinya ilmu bela diri, dia yakin dirinya bisa melindungi dirinya sendiri. Dia tidak perlu mengandalkan Ayahnya terus menerus. Selain itu.... dia juga sedikit berharap bisa memiliki Ibu seperti Fang Ru Lan.

Song Kwan Xin sebenarnya bukan Ayah kandung Song Ciang Hao. Song Ciang Hao adalah anak almarhum kakaknya. Karena kakaknya meninggal di usia muda, istrinya memilih untuk menikah lagi. Dia bahkan dengan suka rela menyerahkan anaknya kepada Song Kwan Xin. Dia tidak ingin anaknya menghalangi kehidupan barunya.

Setelah kejadian itu, Song Kwan Xin membesarkan Song Ciang Hao dengan sepenuh hati. Dia bahkan rela tidak menikah demi membesarkan anak itu. Tetapi sayangnya, para kerabatnya tidak menyetujui hal itu. Menurut mereka, Song Kwan Xin juga memiliki kewajiban untuk meneruskan garis keturunan. Selain itu, Song Ciang Hao juga membutuhkan sosok seorang Ibu untuk membesarkannya. Oleh karena itu, mereka berusaha untuk menjodohkannya.

Song Kwan Xin sebenarnya tidak setuju dengan ide itu. Oleh karena itu, dia selalu mencari cara untuk menggagalkan semua perjodohannya. Selama 5 tahun ini, dia sudah berhasil membesarkan Song Ciang Hao tanpa bantuan seorang istri. Walaupun harus mempekerjakan seorang pengasuh, tetapi semuanya berjalan dengan lancar. Dia tidak ingin hidupnya berubah. Tetapi sayangnya, Ibunya tiba-tiba mengeluarkan sebuah ancaman. Ibunya mengancam akan bunuh diri bila dia tidak mau menikah.

Karena ancaman Ibunya, Song Kwan Xin akhirnya mengalah juga. Dia akhirnya setuju untuk dijodohkan. Hanya saja, dia hanya mau menikah dengan wanita yang benar-benar menyayangi Song Ciang Hao.

Setelah melewati beberapa kali perjodohan, Song Kwan Xin akhirnya menjatuhkan pilihannya kepada Ma Xiao Ching. Menurutnya, Ma Xiao Ching adalah seorang wanita yang lemah lembut dan penuh kasih sayang. Oleh karena itu, dia tertarik untuk menjalin hubungan dengannya. Tetapi sayangnya, dia tidak tahu kalau Ma Xiao Ching hanya berpura-pura didepannya.

Ma Xiao Ching sebenarnya sudah lama menyukai Song Kwan Xin. Tetapi sayangnya, dia tidak sudi merawat anak orang lain. Tetapi karena Song Kwan Xin sangat menyayangi Song Ciang Hao, dia pun berpura-pura menyayangi anak itu. Dia berencana untuk tetap berpura-pura sampai dirinya menikah. Setelah dirinya resmi menjadi istri Song Kwan Xin, dia baru akan memikirkan cara untuk menyingkirkan Song Ciang Hao. Bila perlu, dia akan menyewa orang lain untuk melenyapkan anak itu.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED