Bab 2

Sudah dua minggu lamanya Talitta menetap di kota Bandung, ia pun sering bertemu dengan Birly karena jarak rumah Birly dan rumah sang tante hanya Berbeda tiga nomor saja. Birly pun mengenalkan kedua sahabatnya, Hasya dan Sera kepada Talitta mereka pun sangat cepat akrab dengan Talitta, dan mereka juga sudah dua kali hangout bersama.

Jumat sore Talitta janjian bersama Birly juga Hasya dan Sera untuk pergi ke Cafe ramen di depan jalan raya, saat ini Talitta sedang berjalan ke rumah Birly yang hanya membutuhkan waktu lima menit kurang untuk sampai di rumah Birly, sangat dekat bukan ?

" Permisi !" ucap Talitta saat melihat ada kakak Birly, Bara dan ketiga pria lainnya, membuat Talitta sedikit canggung untuk masuk.

Talitta tak tahu mereka siapa, karena Talitta baru melihat mereka, kecuali Bara, kakak dari Birly yang sudah Talitta kenal walau tak dekat.

" Ya Tal, masuk aja, Birly ada di atas sama Sera ," ucap Bara pada Talitta.

" Iya Mas ," jawab Talitta sambil melangkah masuk, Talitta memang memanggil Mas Pada Bara seperti Birly, Sera dan Hasya karena memang umur Bara cukup berbeda jauh dengan Birly. Birly baru saja 19 tahun dan Bara 29 tahun.

" Kamu Talitta Prameswari Hadiarga ya ?" Tanya salah satu teman mas Bara membuat Talitta menghentikan langkahnya dan menoleh pada Bara dan teman-temannya.

Bara dan kedua temannya yang lain menyerngit Saat Athalla menyebutkan nama Talitta seperti mengenalnya.

" I-iyaaa, kok tahu ya ?" tanya Talitta heran.

" Kita pernah ketemu di Jakarta tiga bulan lalu !" jawab Athalla. membuat Talitta menyerngit mengingat.

" Waktu dimana ya ? maaf saya nggak inget ," ucap Talitta canggung.

" Waktu ulang tahun Zahra adik Yuda, Saya Athalla, Om nya Yuda !" ucap Athalla membuat Talitta melotot kaget, begitupun dengan Bara, Vandrey dan Davaro sama kagetnya dengan Talitta.

" Oh, maaf saya lupa !" ucap Talitta dengan raut wajah kurang menyenangkan.

Athalla memperhatikan perubahan sikap Talitta saat ia menyebutkan Yuda,Athalla bisa menebak sepertinya hubungan Talitta dan Yuda sedang tidak baik, atau bahkan sudah putus.

" Kamu sudah tahu , kalau Yuda....?" Tanya Athalla langsung dijawab Talitta.

" Tau, makanya saya pindah dan saya mohon jangan bilang sama siapapun tentang keberadaan saya disini !" ucap Talitta terkesan memerintah, membuat Bara dan yang lainnya menyerngit semakin bingung.

" Tunggu, jangan bilang Talitta yang Kamu ceritakan itu Talitta ini ?" tanya Vandrey pada Athalla. membuat Bara dan Varo menatap Talitta menelisik sesuatu.

“Kalian Gibahin saya?” tanya Talitta membuat Bara melongo pada Talitta namun menatap kembali Athalla.

" Memang iya, dia Talitta Prameswari Hadiarga, pacar Yuda !" ucap Athalla.

" Ralat, MANTAN YA !" ucap Talitta tak suka membuat Athalla tertawa.

" Maaf, maaf, iya mantan Yuda,”

“Kamu sejak kapan tahu Yuda punya yang lain ?" tanya Athalla membuat Talitta diam menimang apa harus ia menjawab pertanyaan Om Yuda ini.

" Duduk dulu Tal, ada beberapa hal yang pengen kami tanyain sama kamu !" ucap Bara membuat Talitta mau tak mau ikut duduk disana.

" Curiga sejak tiga minggu lalu, tapi kalau memergoki mereka 9 hari lalu !" jawab Talitta.

" Memergoki mereka jalan atau ... ?" tanya Vandrey terjeda .

" Iya , Tidur berdua !" Jawab Talitta polos membuat Vandrey melotot kaget.

" Artinya setelah kejadian itu kamu langsung pindah kesini ?" Tanya Bara kaget.

" Iya , mau bertahan disana juga malu Mas, hubungan mereka sudah diketahui banyak orang !" ucap Talitta Ketus.

" Hmm, Elsa juga pindah ke jakarta, sudah seminggu lebih!" ucap Varo membuat Talitta menatapnya.

" Mas tahu Elsa ?" tanya Talitta bingung.

" Haha, Jelas dia tahu lah Tal, orang dia mantan pacar Elsa ," yang menjawab bukan Varo melainkan Bara.

" Hah? pacar Elsa? jadi Elsa juga punya pacar?" tanya Talitta kaget sambil menatap Varo.

" Ya dia senasib sama Kamu Tal, adalah dua bulan Lalu dia mergokin Elsa check in di Lembang sama Yuda !" jawab Bara.

" Dua bulan lalu ?" tanya Talitta kaget.

Talitta langsung memegang kepalanya yang tiba-tiba pusing mendengar ucapan Bara barusan. Namun kemudian Talitta tertawa kecil.

" Berarti saya ditipu Yuda udah dari lama ya ?" ucap Talitta menatap Athalla.

" Hmm… perkiraan kita sih, semua berawal dari 7 bulan lalu, waktu Yuda liburan dirumah orang tua saya, itu pertama kali Yuda bertemu Elsa yang notabennya lagi pacaran sama Varo !" Jawab Athala.

" Usia Elsa berapa sih?" kepo Talitta aneh .

" 24 kalau gak salah seusia sama Adik saya!" jawab Vandrey

" Tua Elsa sama Yuda berarti, Yuda baru 22 Tahun kan ?" gumam Talitta. lalu Talitta bergidik ngeri.

" Gak tahan gue, awas!" suara Sera kencang membuat Talitta, Bara dan teman-temannya menatap Ke arah Tangga.

Sera dengan serius duduk disebelah Talitta menelisik Talitta, lalu menatap serius wajah Talitta membuat Talitta risih dengan apa yang dilakukan Sera.

" Kenapa Ser ?" tanya Talitta tak nyaman.

" Aku ragu kamu mantan si Yuda , soalnya aku yakin Kamu perawan tulen loh!" ucap Sera polos lempeng tanpa dosa, membuat Talitta melotot dan menggeplak tangan Sera.

" Ya jelas dodol aku Perawan, siapa yang Ngaku gak perawan, heran deh !" kesal Talitta.

"Abisnya Yuda kan cowok brengsek yang suka Check in sama kaya si Elsa !" ucap Sera polos.

"Itu alasan saya pindah, mereka yang Cabul, nama baik saya juga yang Kotor !" ucap Talitta kesal.

"Lagian aneh, kamu lebih cantik dan muda dari Elsa, tapi kamu bisa kalah ya sama pelakor modelan Elsa yang cantiknya kebantu suntik putih doang !" ucap Sera Ceplas ceplos membuat Birly menepuk jidatnya pusing.

Lalu Sera melirik Davaro lalu terkekeh sinis membuat Davaro menyerngit waspada.

" Mas Varo juga bego, milih cewek, malah milih di tempat sampah akhirnya malu sendiri kan tuh gak jadi tunangan, padahal udah tua !" ucap Sera kesal.

Talitta dan Birly menahan tawanya saat mendengar omelan Sera pada Varo. begitu juga dengan Bara, Vandrey dan Athalla sudah menunduk menahan tawa nya. Sementara Varo hanya menatap datar pada Sera.

" Tapi ada lucunya ya!" ucap Vandrey.

" Sera putus sama pacarnya karena pacar Sera selingkuh sama tunangan Bara, Birly putus sama Gensa karena Gensa selingkuh sama Pacar Athalla, Hasya udahan sama pacarnya karena pacarnya selingkuh sama mantan pacar saya, sekarang Talitta mantannya selingkuh sama calon tunangan Varo, Bisa ya samaan gini !" Ucap Vandrey membuat Birly dan Sera berpikir sementara Talitta melotot kaget.

" Hahah, kalian senasib sama aku?" tanya Talitta menatap geli Birly dan Sera membuat mereka berdua melirik sinis pada Talitta.

" Jadi Iren itu mantan Mas Athalla ?" tanya Talitta pada Athalla, membuat Athalla mengangguk.

" Kenal Iren ? " tanya Athalla.

" Kenal nggak sih , ilfeel mah iya, kemarin ketemu di rumah, dibawa Gensa !" ucap Talitta membuat Athalla menyerngit tak mengerti.

" Gensa adik sepupu Talitta !" ucap Bara, membuat Athalla kaget.

" Kok gini amat Takdir !" gumam Athalla

" PERMISI…. SPADA… , BIRLY GUE NGINEP YA DIRUMAH KAMU 2 MINGGU AJA YA… NGGAK AKAN LAMA !" Teriak Hasya yang baru saja datang membawa koper kecilnya.

Birly, Talitta dan Sera menatap cengo pada Hasya yang masih lengkap dengan baju tidur minions kuningnya, sementara Bara dan temannya sudah ngakak melihat penampilan Hasya saat ini.

" Kamu kenapa Sya ?" tanya Talitta masih cengo.

" Di usir Mami ketahuan balap Liar lagi aku semalam !" ucap Hasya santai sambil melepaskan Roll di poninya.

Hasya gadis cantik berwajah kalem, namun berbanding terbalik dengan kelakuannya yang barbar yang suka balap mobil liar bersama klub mobilnya Hasya dan Sera merupakan sahabat Birly sejak jaman smp .

" Bir, aku mau nikah aja deh kayaknya, males nih serumah sama Mami cerewet banget stress aku, lagian si Mami ngancam mau jodohin aku, ya aku mah bukan takut diancam, malah seneng, jadi aku mau nantang Mami balik-balik bawa calon suami !" ucap Hasya sambil mencomot keripik kentang di tangan Birly.

Ucapan Hasya sontak membuat para manusia di depannya melongo takjub dengan ucapan tanpa beban Hasya barusan yang ingin menantang maminya dengan membawa calon suami disaat pulang nanti.

" Bukan temen gue ini mah !" ucap Birly menatap Hasya horor. namun tak di hiraukan Hasya yang saat ini sedang menatap Bara .

" Mas Bara bagi Laki dong yang siap nikahin aku dengan mahar 1 miliar kayak dedek Lesti Kejora," ucap Hasya merengek pada Bara membuat Bara melongo

" Sadar umur Sya , ya tuhan!" ucap Sera sambil menoyor Hasya pelan.

" Serah dong, kan aku yang mau, kamu sirik Lakuin aja , heh bagus tau nikah cepat, duluin para mantan bangs*t tuh , jangan sampai kita yang diduluin Tengsin amat udah diselingkuhin sama pelakor tua eh nikahnya diduluin juga , jangan sampai hidup kita semiris itu !" ucap Hasya membuat Sera berfikir, sementar Birly dan Talitta menggeleng pusing dengan celotehan Hasya.

" Kamu habis makan kecubung berapa biji sampai bisa semabuk ini ?" Tanya Talitta pada Hasya, namun Hasya hanya mengedikan bahunya acuh.

" Sarap ni anak!" ucap Birly.

" Tapi bener sih kata Hasya kalau bisa kita itu nikah lebih dulu dari Para setan itu !" ucap Sera menatap Birly dan Talitta.

Talitta dan Birly saling tatap, Kemudian dengan kompak mereka berdiri dari duduknya dan berjalan meninggalkan Sera dan Hasya.

" Udah…. stres saya dengar kalian !" ucap Birly lalu menghilang bersama Talitta menuju Garasi mobil.

" Hey tungguin dong !" teriak Sera menyusul mereka.

" Mas Bara, please… ya ditunggu loh nomor laki nya !" ucap Hasya pada Bara kemudian berlari menyusul para sahabatnya.

Bara dan temannya mengerjap saat Talitta en geng sudah menghilang dari pandangan mereka. Athala menepuk jidatnya pusing mendengar celotehan Hasya, namun berbeda dengan Varo yang seperti mendapatkan inspirasi sesuatu.

" Menurut saya ada benarnya kata Hasya, apalagi kita sudah mapan, kita Harus lebih dulu berumah tangga dari para pengkhianat !" ucap Varo.

" Maksud kamu ? nikah cepet ? heh Calon aja kagak punya mau nikahin siapa ?" tanya Vandrey .

" Menikahi mereka lah siapa lagi ?" ucap Varo misterius membuat Bara, Vandrey dan Athalla menyerngit tak mengerti.

Bab 3

Sudah dua bulan lebih Talitta menetap di kota kembang Bandung, keadaan hatinya cepat membaik, lebih cepat dari dugaannya, mungkin karena kota ini memiliki beberapa tempat yang bisa menjadi healing terbaik, juga pertemuan dengan Birly, Sera dan Hasya pun sangat mempengaruhi Talitta.

Perkuliahan Talitta pun sudah berjalan 1 bulan lebih, takdir begitu baik, karena ia selalu Bersama Birly, Sera dan Hasya yang kebetulan mengambil jurusan yang sama dengannya.

Saat ini Talitta, Birly, Sera dan Hasya sedang on the way pulang, tadinya mereka berniat nonton dulu di bioskop, namun Talitta mendapatkan kabar bahwa kedua orang tuanya sedang dalam perjalanan menuju rumah tantenya yang menjadi tempat tinggal Talitta, Sontak mereka pun mengundur jadwal nonton mereka menjadi minggu depan.

" Makasih ya udah anter, Sorry gara- gara aku kalian gak jadi nonton !" ucap Talitta menyesal.

" Gak apalah, santai bisa minggu depan kok !" ucap Sera yang di angguki Hasya dan Birly.

" Ya udah kita balik ya, bye Litta !" ucap Birly membuat Talita berdadah pada mereka.

Talitta pun masuk kedalam rumah, dan benar saja ada mobil sang ayah juga sang tante di sana, Talita setengah berlari memasuki rumah .

" Sore, Bunda, Ayah, Tante Jihan, Om Wastu !" ucap Talita senang menatap mereka hadir disana, Talitta berhambur memeluk dan menyalami mereka satu persatu.

" Kangen banget !" ucap Talitta senang.

" Haha iya sayang , Bunda juga kangen banget sama kamu , gimana kabar kamu ?" tanya Devia bunda Talita.

" Baik Bunda hehe !" jawab Talitta sambil bergelayut manja memeluk sang bunda.

" Betah disini Tal ?" tanya om Wastu.

" Betah banget Om, disini lebih asik dari Jakarta !" jawab Talitta antusias.

" Hahah, syukurlah kalau begitu !" ucap Om Wastu.

Kemudian mereka melanjutkan pembicaraan mereka melepas rasa rindu mereka, begitu pun dengan Gensa dan kedua orangtuanya. mereka pun makan malam bersama dan menonton tv bersama sambil bercanda diselingi tawa.

" Tal, ada hal yang ingin Kami sampaikan pada Kamu !" ucap Gibran sang ayah .membuat Talita menatap sang ayah .

" Hal apa, Ayah ?" tanya Talitta.

" Ayah akan menjelaskan, Tapi Talitta janji nggak boleh marah dan nggak boleh potong penjelasan Ayah sebelum Ayah selesai bicara!" ucap Sang ayah sangat lembut pada Talitta.

Gensa menatap kepo pada mereka , ia memilih menyimak seperti yang dilakukan mama papa nya.

" Ayah dan Bunda tahu penyebab kamu memilih pindah ke Bandung, karena kekasih kamu Yuda kan ?" tanya sang Ayah membuat Talitta kaget namun tetap mengangguk.

" Kami khawatir saat mendengar kabar itu nak, khawatir Kamu sedih, terluka, yang paling Kami khawatirkan, Kami takut Kamu dirusak oleh seorang Pria macam Yuda, Sebab itu Kami memutuskan satu keputusan yang menurut Kami baik untuk Kamu, Nak, !" ucap sang Ayah serius membuat Talita was-was.

“Jangan-jangan Ayah mau aku ikut mereka lagi? oh tidak, aku sudah nyaman di Bandung,” ucap Talita dalam hatinya.

" Kami berniat menjodohkan Kamu dengan Pria pilihan Kami !" ucap sang ayah bagai petir di siang bolong bagi Talita , begitupun Gensa yang melotot kaget mendengar kabar itu.

" Hah ?" respon Talitta.

" Iya sayang, Kami mendengar kabar Kamu di sakiti lelaki brengsek , takut jika kamu akan bertemu lagi Pria brengsek lainnya , untuk itu kedua orang tuamu sebulan lalu mengajak Kami berunding, akhirnya Kami temukan Pria yang pas untuk kamu Ta," ucap Om Wastu.

" Mau ya sayang , nurut sama Kami, agar kami tidak khawatir disana !" mohon sang Bunda membuat Talita berpikir dengan wajah yang masih shock.

" Tapi Talitta masih muda lho!" ucap Talitta ingin menolak.

" Sudah lebih dari 17 Tahun sayang !" ucap tante Jihan.

" Memang siapa Pria nya ?" Tanya Gensa bukan Talitta.

" Besok kita akan bertemu dengan Pria tersebut dan keluarga nya, mau ya Tal ?" Mohon sang Bunda menggenggam tangan Talitta.

“ Tapi Bunda, Talita baru 19 tahun loh,” ucap Talita kembali memberikan penolakan halus.

“ Ya nggak apa-apa, daripada pacaran kan? capek hati, mending nikah, halal seru loh pacaran abis nikah, Om Wisnu sama Tante juga dulu dijodohkan,” ucap tante Jihan membuat Talita melirik sang tante dengan wajah bingung.

" Ya udah, terserah Ayah dan Bunda saja, Talitta ikuti saja mau kalian !" ucap Talita pasrah membuat mereka semua bahagia mendengar jawaban Talita, namun Gensa justru menatap Talita iba.

Malamnya Talita merenungkan nasibnya, ia berfikir kenapa bisa Takdirnya tiba-tiba menjadi seperti ini, dijodohkan di usia 19 tahun,bukankah gadis seusianya seharusnya masih harus dibebaskan, lalu kenapa dia harus diikat dan terikat dalam sebuah pernikahan, ia pun khawatir apakah benar calon suaminya adalah pria baik, jujur saja Talita masih trauma untuk menjalin sebuah hubungan apalagi pernikahan.

Keesokan harinya , jam 11 siang Talita sedang dalam perjalanan menuju sebuah Restoran yang menjadi tempat pertemuan dengan calon suaminya, Talitta pun sudah didandani cantik oleh sang tante, Talita mengenakan Dress selutut model sabrina berwarna Salem, sangat cocok di kulit Talitta yang putih bersih.

Setibanya di restoran tersebut Talitta menyerngit saat melihat orang yang ia kenal, matanya memicing memastikan , dan langkah kedua orang tua Talita terhenti di meja yang diisi oleh orang tersebut.

" Hallo, maaf kami telat !" ucap bunda Devia sambil memeluk Wanita yang mungkin seumuran dengan bunda Devia.

" Enggak kok, kami baru 15 menit yang lalu sampai disini," ucap Nikita wanita yang Devia peluk.

" Lancar Dev penerbangan kalian kemarin?" tanya Ayah Talitta pada Devan yang merupakan suami dari Nikita.

" Alhamdulilah lancar !" jawab Devan.

" Hay Talitta, masih ingat Om dan Tante gak?" Tanya Nikita pada Talita, Talita mengingat mereka sambil menyalami mereka.

" Hahah lupa dia kayanya !" ucap Ayah Talitta.

" Ini Tante Nikita sama Om Devan !" ucap bunda Devia mencoba mengingatkan Talitta.

" Oh iya, maaf saya lupa !" ucap Talita canggung.

" Nah kenalin ini anak sulung Tante, namanya Davaro !" ucap Nikita senang.

" Nah Davaro ini Tal ...!"

" Talita Prameswari Hadiarga !" ucap Davaro.

" Lho, Kamu sudah tahu nama Talita ?" tanya Devan sang ayah.

" Udah kenal, dia teman nya Birly, adiknya Bara !" ucap Davaro datar membuat Talita menunduk canggung.

" Wohaha, Jadi udah kenal, ya udah, gak susah kalau gini ya !" ucap Nikita senang menatap Devia yang sedang tersenyum juga kepada Nikita.

" Nah, Varo, Talita ini wanita yang mama jodohkan sama Kamu !" ucap Nikita membuat atensi Talita beralih padanya.

" Iya sayang, Pria yang Kami jodohkan dengan Kamu ini, Davaro !" ucap bunda Devia membuat Talita melotot kaget.

" Hah ?" Talita shock mendengarnya.

" Kenapa? nggak ada penolakan ya, kalian udah kenal lho, jadi gak susah kan buat pendekatan !" ucap Nikita cemberut.

" Siapa yang nolak, Mah ?" tanya Varo datar pada sang mama, sedangkan Talita masih terdiam shock di tempat.

" Jadi kapan fix nya?" tanya Devan pada Gibran, membuat Gibran menatap sang istri.

" Saya sudah membuat undangan, 3 minggu lagi tepatnya tanggal 28 mei, !" ucap Devia.

" Oke siap, kalau soal Catering udah ?" tanya Nikita.

" Nah itu belum, yang sudah ready dekorasi, rias dan tempat udah Ready, tinggal catering saja !" ucap Devia membuat Talita menyerngit dengan wajah kagetnya.

" Ya sudah besok kita cari bareng ya cateringnya, masalah baju Habis ini kita le butik Adik ku ya,fitting !" ucap Nikita di angguki Devia.

" Varo, senin kamu urus surat-surat ke KUA ya, minta bantu rt setempat !" ucap Devan ayah Davaro.

" Iya Pah !" jawab Davaro singkat , matanya melirik Talita yang masih mencerna semuanya.

" Tanggal 28 mei ada apa Bunda ?" Tanya Talita.

" Pernikahan kalian Sayang !" ucap Devia sambil membelai rambut Talita sayang.

" Kok cepat banget ?" protes Talita dengan wajah melongo kaget.

" Lebih cepat kan lebih baik cantik !" ucap Nikita sambil menoel dagu Talita

“Seolah kalian mempersiapkannya sudah dari lama, sebelum bicara sama Talita? gimana kalau Talita nggak mau? kok malah udah sampai mencari tempat dan dekorasi rias segala?” tanya Talita agak kesal.

“Mau nolak juga, tetap akan kami nikahkan kamu,” ucap sang bunda membuat Talita melongo menatap sang bunda, membuat Nikita terkekeh geli menatap Devia.

Talitta menatap Davaro meminta pertolongan dia untuk setidaknya menolak atau mengundur, gila saja sebulan kurang lagi status Abg nya berubah menjadi seorang istri, namun Davaro hanya menatap datar Talita membuat Talita mendengus kesal .

“Patung dasar,” umpat Talita dalam hatinya.

Kemudian mereka setelah kesepakatan tanggal selesai, saat ini mereka menuju butik adik Nikita untuk fitting baju pernikahan, Talita dipaksa ikut mobil Davaro oleh sang bunda membuat Talitta mau tak mau ikut dengan Davaro, di perjalanan pun Talitta hanya diam begitu juga Davaro. Akhirnya Talitta yang jengah pun bersuara.

" Kenapa Mas Varo gak nolak perjodohan ini?" tanya Talita ketus.

" Ya kenapa nggak kamu aja yang nolak?" tanya Davaro balik membuat Talita kesal.

" Yaa susah, orang tua saya maksa keukeuh , Mas Varo saja yang batalin !" ucap Talita memaksa.

" Tidak bisa, kamu pikir setelah saya gagal bersama Elsa, kedua orang tua saya bakal percaya saya lagi?" tanya Davaro membuat Talitta terdiam bingung.

“Ya bukan urusan saya lah,” ucap Talita kesal, namun Vatro diam tak menanggapi ucapan Talita.

" Terus harus gimana!" pasrah Talitta.

" Turutin mau mereka !" ucap Varo santai.

" Dan terima saya sebagai suami kamu !" gumam Varo dalam hatinya.

"Ya tapi, aku msih muda buat nikah cepet-cepet ," kesal Talitta

"Berapa usia kamu?" tanya Varo sambil fokus menyetir.

"19 tahun, masih pitik tau nggak" jawab Talita ketus membuat Varo kaget.

"Astaga Varo lupa kalau Talita seusia Birly," Varo bermonolog dalam hatinya

Namun sesaat kemudian Varo tak mau memusingkan masalah usia Talitta, yang penting Talitta cantik dan bukan wanita semacam Elsa.

“Nah pikir, Mas Varo berapa usianya? pasti udah lebih dari 25, mikir aja deh, ngapain coba nikah sama bocah,” ucap Talita.

“Aku jajannya banyak, bakal bangkrut kalau nikah sama aku,” ucap Talita pada Varo.

“Oh ya? sebanyak apa? kita lihat saja nanti,” ucap Varo kalem membuat Talita menatapnya kesal.

“Batalin buruan,” ucap Talita setengah berteriak.

“Tidak akan,”

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED