Sampul Novel Suamiku Detektif Berdarah Dingin

Suamiku Detektif Berdarah Dingin

8.0 / 10.0
Seorang detektif terjebak kasus rekayasa yang dirancang wanita misterius sebagai ujian. Ia mendapat misi khusus mendekati dan menikahi gadis muda, putri tidak sah dari pria terkaya di negeri ini. Sang detektif kini harus berjuang menaklukkan hati sang target demi menuntaskan tugas rahasianya. Di tengah konspirasi besar yang menyelimuti identitas sang pewaris, sang detektif berdarah dingin harus menyelesaikan misi rumit ini.

Suamiku Detektif Berdarah Dingin Bab 1

Langit malam di atas Ray terlihat gelap dan tak terbendung, menelan seluruh bintang yang seharusnya menjadi saksi bisu keberanian laki-laki itu. Suara langkah kakinya bergema melalui gang-gang sempit, seolah memberitahu penjahat bayangan bahwa detektif itu datang. Menjelajah setiap celah dan sudut, dia melangkah memasuki kerangka besi yang berkarat dari gudang tua itu.

Tidak seperti balada gembira yang bermain di bar dan kedai kopi di kota, di tempat ini, hanya ada simfoni tikus dan serangga. Bunyi merentang dari baja lama mengikuti irama angin malam, suara itu berpadu dengan bau cat yang memudar dan jejak serbuk kayu yang sudah lama ditinggalkan.

Ray menghela napas, rasanya seperti menelan debu. Dalam kegelapan gudang itu, lampu senter kecilnya menjadi mata ketiganya. Cahaya itu bermain-main dengan bayangan, menyoroti tekstur karat pada besi dan debu tebal yang menari di udara.

"Bukti... harus ada di sini," gumamnya dalam-dalam, seraya menelusuri setiap inci dari gudang itu dengan tatapan yang tajam. Detektif itu paham, dia harus ringkas dan efisien. Waktu berlalu begitu cepat, seperti pasir yang jatuh melalui celah jemari.

Dari sudut matanya, Ray melihat sesuatu yang mencolok, sebuah lemari besi tua yang tersembunyi di belakang tumpukan kotak berdebu. Dia merasa seperti mendapatkan petunjuk penting.

"Mungkin ini yang aku cari," katanya, nada suaranya menggema di ruang hampa itu. Sambil memegang lampu senter di mulutnya, Ray mencoba membuka lemari itu dengan kunci yang didapatkan dari kliennya. Lemari itu terbuka, memperlihatkan selembar dokumen penting. Dengan perasaan lega, Ray memasukkan dokumen itu ke dalam jaket kulitnya.

Tiba-tiba, suara pintu gudang yang terbuka membahana. "Apa yang kamu cari di sini, Ray?" sebuah suara tajam berbicara dari balik cahaya menyilaukan dari pintu gudang.

Ray mengedipkan matanya, melawan silau. Dialognya pendek dan tegas. "Kebenaran."

Dan di dalam gudang tua itu, dalam pertempuran antara cahaya dan kegelapan, detektif itu berdiri tegak, siap menghadapi apa pun yang menantinya.

Detektif itu menatap wanita yang berdiri di ambang pintu, lampu dari mobilnya menerangi wajahnya yang dingin dan tak tertembus. Matanya yang tajam berkilau dalam gelap, dan senyumannya penuh arti.

"Ray," katanya, merentangkan tangannya ke arah detektif itu. "Selamat karena berhasil menyelesaikan tes saya. Kau lebih pintar daripada yang kubayangkan."

Ray berdiri diam, dengan ekspresi bingung yang sempurna di wajahnya. Apa ini semua perangkap? Bukankah dia berada di sini untuk membantu seorang yang tak berdosa? Bagaimana bisa semua berubah begitu cepat? Tapi detektif itu tidak mengungkapkan kebingungannya. Dia hanya mengangguk dan berkata, "Jadi apa yang sebenarnya terjadi, Nyonya?"

Wanita itu berjalan mendekat, langkah kakinya ringan namun penuh otoritas. Suara sepatu hak tingginya menyeruak dalam keheningan gudang, menimbulkan irama yang membuat Ray merasa tidak nyaman. "Kau sekarang punya tugas yang lebih besar, Ray," katanya, suaranya menenangkan seperti alunan musik, tapi matanya menatap dengan nada yang serius. "Ada seorang wanita, putri haram dari salah satu pria terkaya di negara ini. Dia tinggal di pinggiran kota, bersembunyi dari dunia. Tugasmu adalah mendekati dia... dan menikahinya."

Ray mengangkat alisnya, terkejut oleh permintaan aneh wanita itu. "Menikahi seorang wanita yang tidak saya kenal? Itu terdengar seperti cerita film kelas B, Nyonya. Kenapa harus saya?" tanyanya, suaranya meragukan. Dia melihat ke arah wanita itu, menanti penjelasan yang masuk akal.

Wanita itu tertawa, suaranya merdu namun ada sedikit nada sinis. "Karena kau punya apa yang dibutuhkan, Ray. Dan tentu saja, ada alasan yang lebih dalam, tapi itu akan kau ketahui nanti. Untuk sekarang, kau harus percaya pada saya."

Ray menatap wanita itu, dengan rasa kecurigaan yang mulai menggelora dalam hatinya. Namun, sebagai detektif, dia tahu bahwa dia harus bermain menurut aturan orang lain jika ingin mencari kebenaran. Jadi, dengan sikap berhati-hati, dia mengangguk dan berkata, "Baiklah, Nyonya. Saya akan melakukannya."

Dan dengan demikian, di tengah kegelapan gudang tua itu, detektif dingin Ray mengambil tugas aneh yang bisa mengubah hidupnya selamanya. Sebuah perjalanan baru baru saja dimulai.

Mendengar penawaran yang begitu mewah, Ray tak bisa menahan senyum sarkastisnya. "Setengah dari kekayaan pria terkaya? Bukankah itu terlalu muluk? Sepertinya Anda mencari seorang gigolo, bukan detektif, Nyonya," selorohnya, menatap wanita itu dengan pandangan skeptis.

Wanita itu, seolah tak terganggu oleh seloroh Ray, malah tertawa lepas. Cahaya dari lampu mobilnya menyoroti gigi putihnya yang rapi, dan matanya berkilau dengan semangat yang tidak bisa dipahami Ray. "Oh, Ray. Apa salahnya menjadi gigolo jika bayarannya begitu besar? Kau bisa pensiun dini dan menikmati hidup mewah yang tak pernah kau bayangkan sebelumnya," balas wanita itu, suaranya penuh dengan keceriaan.

Ray menggelengkan kepalanya, merasa seolah-olah dunia ini telah menjadi tempat yang aneh. Dalam satu malam, dia berubah dari detektif yang mencari kebenaran menjadi pria yang ditugaskan untuk menaklukkan seorang wanita demi kekayaan. Tapi dalam hati, dia tahu bahwa ada sesuatu yang lebih besar dari sekadar pernikahan dan kekayaan. Ada misteri yang harus dia pecahkan, dan dia bertekad untuk melakukannya.

"Baiklah, Nyonya," jawab Ray akhirnya, menghela napas berat. "Saya akan lakukan tugas Anda. Tapi bukan karena uang atau kekayaan. Saya melakukannya karena saya ingin tahu apa sebenarnya yang sedang terjadi."

Dengan itu, dia membalikkan tubuhnya, meninggalkan wanita dan gudang tua itu. Ray kembali ke mobilnya yang tua dan berkarat, memandangi lembaran dokumen yang seharusnya adalah kunci untuk membantu kliennya. Sekarang, dokumen itu tidak lebih dari selembar kertas kosong. Tapi dia tahu, petualangannya baru saja dimulai.

***

Di pinggir kota, menyerupai seonggok raksasa yang ditinggalkan, berdiri sebuah rumah besar. Dinding-dindingnya telah pudar oleh waktu, catnya mengelupas dan retakan di beberapa tempat. Taman yang seharusnya indah dan asri sekarang ditumbuhi rumput liar yang tinggi, dan kolam renang yang seharusnya berkilau di bawah sinar matahari kini dipenuhi air yang menghitam dan penuh dengan daun-daun yang layu.

Di dalam rumah itu, di belakang jendela kaca besar, ada seorang wanita muda dengan rambut coklat yang panjang. Matanya yang biru menatap ke luar jendela, melihat dunia yang tampak begitu asing baginya.

Carly.

Itulah namanya. Anak haram dari pria yang namanya disebut-sebut sebagai simbol kekayaan dan keberhasilan. Tapi bagi Carly, nama ayahnya hanyalah sebuah peninggalan dari masa lalu yang ingin dia lupakan.

Telepon di meja sampingnya berdering, memecah kesunyian yang hampir sempurna. Carly mengangkatnya dengan ragu, mendengar suara wanita yang tak dikenalnya di ujung sana.

"Selamat, Carly," kata wanita itu, suaranya manis tapi tak berarti bagi Carly. "Kami telah menemukan jodoh untukmu. Seorang pria yang baik, penuh pengertian, dan tentu saja, kaya."

Carly merasa dunia ini berhenti berputar. Air mata mulai menetes dari matanya yang biru, membasahi pipinya yang putih. Dia merasa seolah-olah dunia ini menertawakannya, menyiksa dirinya dengan cara-cara yang paling tidak manusiawi.

"Kenapa... kenapa kalian melakukan ini padaku?" tanyanya, suaranya tersedu-sedu. Dia mencoba menahan tangisannya, tapi itu semakin sulit dilakukan. "Aku bukan boneka yang bisa kalian mainkan sesuka hati!"

Tapi wanita di ujung telepon hanya tertawa, suaranya merdu namun menusuk hati Carly. "Kau adalah alat, Carly. Alat untuk membantu kami mencapai apa yang kami inginkan. Dan kau tidak memiliki pilihan lain."

Dan dengan demikian, dalam kesunyian rumah besar yang tak terawat itu, Carly menangis. Dia menangis untuk dirinya, untuk hidupnya, dan untuk dunia yang tampaknya berbalik melawan dirinya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Suamiku Detektif Berdarah Dingin

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Akulah Cintamu
9.3
Pasca panggilan video terakhir, suami Kayra lenyap tanpa jejak, meruntuhkan dunianya dan memaksanya menghidupi kedua buah hati sendirian. Di masa sulit ini, Damar hadir. Sang ipar menaruh dendam akibat skandal masa lalu yang melibatkan rahasia saudara kembar Kayra. Sempat menolak mengakui darah daging dari relasi itu, Damar akhirnya luluh melihat kemiripan sang bayi. Akankah takdir baru bersama Damar ini menjadi akhir dari penderitaan panjang Kayra?
Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun membina rumah tangga, Jessica hanya mendapatkan kepedihan dari Aaron. Usai perceraian mereka, ia memilih mandiri dan sukses membangun karier sebagai desainer tersohor tanpa sokongan finansial keluarga. Namun, di tengah keberhasilan dan kebahagiaan barunya, Aaron muncul lagi dengan penyesalan mendalam. Sang mantan suami kini memohon dimaafkan dan meminta peluang kedua. Akankah Jessica luluh atau memilih menutup rapat pintu hatinya?
Sampul Novel En-PD158
8.7
Demi menyembuhkan putra kandungnya dengan Lin Yanran yang terkena leukemia, Zhou Yu'an meminta cerai setelah tiga tahun pernikahan. Ia memohon kepada sang istri agar diizinkan memiliki anak lagi dengan mantan kekasihnya itu sebagai pendonor sel penyelamat. Di balik janji setianya untuk kembali setelah proses medis selesai, sang istri justru menemukan pesan provokatif dari Yanran yang telah menanti kedatangan Yu'an untuk menghamilinya malam itu juga.
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela nekat hamil diam-diam dari Jeremy, walau tahu dia hanya dimanfaatkan. Demi lepas dari cengkeraman pria kejam itu, Angela sengaja memicu kemarahannya agar diusir. Namun, pelariannya gagal setelah Jeremy menemukan tempat persembunyiannya. Saat Angela pasrah memohon dibebaskan, situasi justru berbalik karena kehadiran anak mereka. Jeremy yang semula begitu dingin kini berubah drastis, bahkan menawarkan diri untuk melayani Angela serta buah hati mereka.
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Nasib malang menimpa seorang gadis setelah dikhianati dan dijual oleh ayah kandungnya sendiri. Begitu beranjak dewasa, ia dipaksa menghadapi kenyataan pahit tanpa ada celah untuk menghindar. Takdir menyeretnya menjadi istri seorang bandar narkoba yang sangat kejam. Kini, seluruh kehidupannya sepenuhnya terjebak di tengah lingkaran hitam dunia kriminal yang penuh intrik mematikan serta ancaman bahaya yang terus mengintai setiap saat.
Sampul Novel Pengorbanannya, Kebencian Butanya
8.0
Demi Rania, tunangannya, Baskara tega memaksaku mendonorkan sumsum tulang. Kedekatan masa kecil kami kini musnah, berganti kebencian buta darinya setelah fitnah keji Rania menghancurkanku. Akibat rekaman asusila palsu itu, Baskara menyiksaku dan menculik orang tuaku, memaksaku melihat mereka jatuh dari gedung tinggi hingga tewas. Di tengah penyakit parah yang kusembunyikan, dia justru menyuruhku mati. Tanpa ragu, aku menuruti keinginannya dan melompat ke jurang maut.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED