Bab 1

Rakha Aditama Syailendra merupakan anak tunggal dari pengusaha kaya raya pemilik Syailendra Group. Perusahaan Syailendra Group awalnya didirikan oleh sang ayah yaitunya , Reihan Aditama Syailendra. Perusahaan yang memang sudah terkenal maju dan sukses itu di turunkan kepada anak tunggalnya Rakha. Dan di tangan Rakha , perusahaan ayahnya yang sudah sukses dan maju terus mengalami kemajuan yang membuat sang ayah sangat bangga kepada putranya itu.

Syailendra Group adalah perusahaan yang bergerak di berbagai bidang seperti, Perhotelan dan tempat hiburan seperti Mall, saat ini Rakha membuat perusahaannya juga merambah pembangunan pembangunan apartment mewah di berbagai Negara di Asia. Otaknya yang cerdas membuat hal yang awalnya susah dilakukan oleh sang Ayah, dengan mudah di raih olehnya.

Berbanding terbalik dengan kesuksesannya, kisah asmara seorang Rakha Aditama Syailendra tidak terdengar sama sekali. Banyak media bahkan mencoba mencari tau tentang kisah asmara pengusaha sukses itu, tetapi mereka tidak mendapatkan hasil apapun.

Rakha yang di kenal sebagai salah satu pengusaha muda yang jenius tidak pernah menggandeng seorang wanita sekalipun. Ia hanya akan menggandeng tangan sang Ibu jika menghadiri acara acara penting yang mengharuskannya membawa pasangan. Atau bisa saja ia dengan mudah menolak undangan undangan yang berdatangan ke kantornya. Kesibukannya dengan pekerjaan membuatnya enggan untuk memulai sebuah hubungan. Bukan tidak ada yang menginginkannya. Banyak wanita bahkan rela melemparkan diri mereka tanpa diminta sekalipun. Tetapi Rakha adalah seorang yang sangat perfectionis. Dia mencintai kebersihan, baginya berhubungan dengan wanita sembarangan seperti it adalah tindakan yang menjijikan. Membayangkan bukan hanya dirinya yang melakukan hal tersebut saja sudah membuat perutnya mual.

Rakha juga menganggap semua wanita yang mendekatinya tidak ada yang benar benar tulus mencintainya. Mereka hanya menginginkan harta keluarganya saja.

Hal itulah yang semakin membuat Rakha tidak menginginkan hadirnya wanita di hidupnya. Baginya cukup sang ibulah yang menjadi satu satunya wanita yang sangat disayanginya. Kegilaannya terhadap pekerjaannya membuatnya lupa akan segala hal. Jika tidak ada Jimmy sang Asisten yang selalu menyiapkan segala keperluannya.

Kedekatannya dengan Jimmy yang hanya sebatas pekerjaan saja. Namun membuat banyak orang menaruh kecurigaan terhadap hubungannya dengan Jimmy, hingga gosippun beredar , bahwa seorang Rakha Aditama Syailendra adalah penyuka sesama jenis. Rakha tidak pernah mengambil pusing perkara gosip tersebut, karena memang dia tidak melakukan hal tersebut , baginya gosip tersebut adalah berita murahan yang sengaja di sebarkan beberapa wanita yang di tolak mentah mentah olehnya. Tidak ada yang di khawatirkan oleh Rakha karena tentu saja dia akan selalu pergi dengan Jimmy, karena Jimmy adalah Asisten Pribadinya. Perlahan Rakha mulai berfikir, seseorang berani membuat berita tidak benar tentangnya pasti karena dia terlalu ramah dan terlalu baik kepada mereka. Rakha yang ramah merubah sikapnya. Dia tidak lagi bisa di ajak bercanda oleh bawahannya, dan oleh orang orang yang berada di sekitarnya. Perubahannya yang sangat signifikan tersebut membuat semua karyawannya dan beberapa orang yang berada di circle yang sama dengannya menjadi takut membuat kesalahan atau mencari masalah dengannya.

Sikapnya yang dingin dan berbicara tanpa memikirkan perasaan orang lain membuat semua orang merinding apabila berhadapan dengannya. Hal tersebut di ketahui oleh Naya sang ibu.

"Rakha , mama datang " Naya memasuki ruangan kerja sang anak tanpa mengetuknya terlebih dahulu.

" Mama, apa kabar?" Rakha berdiri dari duduknya dan langsung menghampiri ibunya dan memeluknya.

"Hummmmmm,, rasanya tenagaku bertambah saat melihat mama mengunjungi ku" Naya tersenyum dan mengajak anaknya untuk duduk di sofa yang berada diruangan tersebut.

" Kamu ini, kenapa tidak pernah pulang keruma dan mengunjungi mama dan papamu. Apakah kau tidak merindukan kami?" Melihat kesedihan di raut wajah sang ibu , seketika membuat Rakha berjongkok di depan Naya.

" Maafkan aku ma, pekerjaan ini sungguh menyita waktuku, bahkan aku tidak bisa kemana mana selain pulang ke Apartment ku"

" Ayolah Rakha, jangan membuat alasan lagi, kamu kira mama tidak tau? Apa saja yang kamu lakukan di luaran sana? Memangnya kamu pikir mama ini sudah terlalu tua dan bisa kamu kelabui begitu saja??"

" Aku tidak mengatakan mama sudah tua, aku hnya mengatakan hal yang sebenarnya" Rakha mencoba membela diri di hadapan sang ibu.

" Mama sama papa sudah membebaskanmu untuk memilih jalan hidupmu sendiri, tapi sekarang tidak lagi. Mama tidak akan membiarkanmu jatuh ke lembah hitam itu" Rakha menatap bingung ke arah sang ibu, ia sangat bingung dengan apa yang di bicarakan ibunya itu.

" Apa maksud mama? Apa kesalahan yang aku perbuat? " Rakha tidak mengerti dengan apa yang masih terus dikatakan oleh sang ibu. Ia berfikir bagaimana ia bisa mengetahui kesalahannya, jika sang ibu hanya memarahinya terus menerus tanpa menjelaskan dimana letak kesalahannya.

" Kamu masih mengelak? Kamu tau mama sama papa bahkan di buat malu oleh pak Broto teman bermain golf papa mu" Rakha semakin bingung dengan hal yang semakin tidak dimengerti olehnya.

" Ma , jelaskan dimana letak kesalahan ku , baru setelah itu mama memarahiku, jujur saja aku masih bingung dan tidak tau alasan di balik kemarahan mama ini" Rakha mencoba berbicara perlahan kepada ibunya.

" Tadi pagi, papa mu pergi bermain golf dengan pak Broto itu, lalu mama juga disana versama buk winda istrinya. Dan pak Broto mengatakan kepada kami, bahwa ia tidak tertari menjodohkan putrinya dengan mu. Karena banyak yang mengatakan bahwa kamu seorang gay, penyuka sesama jenis. Kamu tau bagaimana marahnya papa mu? Disaat anaknya di gosipkan seperti itu? Lalu pak Broto bahkan mengatakan , banyak media yang sedang menyorot mu. Karena setiap harinya kamu hany pergi bersama Jimmy Asistenmu itu . Kamu tidak ernah menggandeng wanita mana pun. " Rakha tampak lebih kaget lagi dengan hal yang di utarakan oleh sang ibu.

" Apa mama mempercayai mereka? Mama mempercayai gosip murahan itu? Ma , aku ini lelaki normal ,N O.R.M.A.L ma! Wajar jika aku ergi dengan Jimmy, dia adalah Asisten pribadiku. Untuk itu dia ku berikan gaji karena dia bekerja sebagai Asisten Pribadiku ma. Aku tidak menggandeng satu orang pun wanita, karena bagi ku mereka hanya menginginkan uangku, contohnya Celine kalau mama lupa, aku ingatkan mama 0kepada wanita itu, yang merupakan anak dari sahabat mama sendiri. "

" Saat ini berita itu telah menyebar kemana mana Rakha. percuma rasanya usahamu selama ini semua akan tertutup oleh citramu yang sekarang ini . Kamu sudah di anggap memiliki kelainan tersebut oleh banyak orang. Bahkan ada media Online yang merilis artikel tentang hal itu. Apa menurut mu mama sebagai seorang ibu tidak berhak marah? Kamu mama besarkan dengan kasih sayang, dan dengan bekal ilmu agama. Jadi mama merasa malu, jika hal itu benar terjadi, mama merasa gagal mendidikmu dengan baik" Naya mulai menangis membayangkan dosa yang ia dan suaminya dapatka karena salah mendidik anak semata wayangnya itu.

" Mama tidak perlu khawatir, aku akan menggulung semua orang yang sudah membuat mama menangisi ku. Aku akan menghancurkan perusahaan , bahkan hidup mereka dengan sekejab mata." Naya semakin terbelalak mendengar ucapan sang anak.

" Mama tidak meminta mu menjadi orang jahat. Cukup kamu buktikan pada semua orang bahwa apa yang mereka katakan itu adalah suatu kesalahan yang besar. "

" Tidak bisa begitu ma, ini juga merusak citra erusahaan kita. Aku tidak mau usaha papa dan usahaku sia sia dalam memajukan perusahaan ini ." Melihat kemarah pada diri sang anak , membuat Naya menghembuskan nafasnya secara perlahan. Ia harus bisa mengontrol emosinya, dan kemarahannya.

" Jangan lakukan hal yang akan membuat mama dan papa disalahkan oleh sang pencipta nak, mama tidak lagi muda papa juga begitu. Kami hanya menginginkan kehidupanmu berjalan dengan baik dan bahagia. Itu saja" Rakha terharu mendengar a0a yang baru saja di ucapkan oleh sang ibu. Ia berjalan mendekati ibunya dan memeluknya.

" Aku tidak mungkin membuatmu kecewa ma, karena mama adalah salah satu tujuan hidupku. Mama adapah alasan mengapa aku bisa berada di dunia ini. Tidak mungkin aku mengecewakanmu . " Naya kemudian mengjapus air mata nya dan berdiri mengjadap anaknya lalu menggenggam tangan sang putra.

" Maka pulang lah kerumah, semua ini tidak akanterjadi jika kamu masih tinggal bersama mama dan papa. Sudah cukup sepama ini mama membiarkanmu berkelana dengan rasa ingin tau mu nal. Sekarang saatnya kamu berbakti kepada mak. Mama memintamu u tuk pulang kerumah. Mama tidak mau menerima penolakan apapun mama berharap kamu mau melakulannya meskipun harus dengan terpaksa. "

Bab 2

Masih di tempat yang sama, ibu dan anak yang tengah membicarakan permasalahan serius itu terus saja meminta sang putra untuk kembali pulang kerumahnya. Naya sebagai ibu tidak ingin kehidupan anak semata wayangnya hancur. Dan di sisi Rakha, ia juga tidak menginginkan ibunya bersedih dan terlalu mengkhawatirkan berita miring yang menimoa dirinya.

"Aku bersumpah ma, aku lelaki normal! Jangan dengarkan omongan mereka. Dan jangan bersedih lagi, aku akan pulang sesuai dengan keinginan mama. Tapi percayalah ma, aku tidak begitu dan apa menurut mama aku bisa melakukan hal menjijikan itu? Ayolah ma, mama mengenalku dengan baik kan. Jadi percayalah pada hati mama. Putramu ini tidak akan pernah membuatmu kecewa. " Didalam hatinya Rakha berjanji ia akan membalas semua perbuatan orang yang mengawali berita m•••••n ini.

" Mama yakin akan didikan mama nak, tetapi menjaga diri dari berita tidak benar itu juga perlu. Tidak akan ada seorang wanita pun nantinya yang mau menjadi istrimu jika berita ini tetap beredar." Perkataan Naya terhenti oleh seseorang yang membuka pintu ruangan sang anak.

"Apa menurutmu mas akan diam saja melihat anak kita di gosipkan seperti ini sayang? " Sang suami Reihan datang menghampiri anak dan istrinya yang sedang duduk di sofa ruangan tersebit. Rakha berjalan dan mendekati ayahnya lalu menyalaminya dan memeluknya.

" Maafkan Rakha pa, Rakha gagal melindungi citra perusahaan kita. " Rakha memohon maaf kepada ayahnya yang masih menatapnya , lalu tak lama Reihan mengubah raut wajah datarnya dengan senyuman.

" Tak masalah nak, asalkan berita itu tidak benar maka semua baik baik saja. " Lalu Reihan berbisik kepada putranya. " Tarik saham kita di beberapa perusahaan yang sudah papa berikan listnya pada Jimmy. Mereka ikut andil dengan berita ini. Dan lakukan konfrensi pers besok, papa sudah mengaturnya. Berikan tekanan kepada setiap orang yang mengolok olok mu. Tetapi sebelum konfrensi tari dulu semua saham kita. Suapaya mereka tau bagaimana dampak membangunkan singa yang sedang tertidur."

" Baik pa, aku akan melakukan yang papa minta."

" Apa yang kalian lakukan? Kalian berdua Ayah dan anak sungguh luar biasa, apa kalian tidak menganggapku ada di ruangan ini!? Apa aku mahluk kasat mata? " Reihan dan Rakhaenoleh kepada Naya. Lalu tak lama mereka tersenyum kikuk.

" Maafkan aku ma, papa yang memulainya. Papa mengatakan bahwa, mama selalu membuat masalah dengannya akhir akhir ini. Makanya aku diminta untuk pulang kerumah olehnya. Agar mama tidak membiat kekacaian lagi." Reihan yang mendengan omongan sang anak laku berlari menghampiri istrinya.

" Jangan dengarkan anak bodoh itu! Aku tidak mengatakan apapun, sebaiknya memang dia harus kembali kerumah. Kelamaan tinggal diluar membuatnya sedikit tampak tak waras. " Nayanyang merasa tidak terima anaknya di katakan tidak waras langsung memukul pelan bahu sang suami.

" Anak ku masih waras, jaga ucapanmu! Dia memang akan pulang kerumah meskipun dengan cara terpaksa. Dia tetap harus pulang, aku tidak menerima penolakan. Jika dia tidak sampai dirumah sore ini. Jangan sebut namaku Naya jika aku tidak bisa menikahkannya besok harinya dengan wanita pilihanku! " Rakha yang terkejut mendengarkan perkataan sang ibi langsung menghampirinya .

"Jangan lakukan hal gola itu mama, aku akan pulang, percayalah. Sekatang mama dan papa pulang lah terlebih dahulu. Aku akanmengerjakan pekerjaanku yang belum selesai, lalu aku akan menyusul kalian pulanh. Jika pekerjaanku ridak selesai sore ini. Maka di pastikan aku akan pulang malam mama."

" Kamu mengusir papa dari sini?!!" Reihan berkata dengan ekspresi wajah yang di buat mengejek.

" Ayo kita pulang mas, apa mas tidak mendengar alasannya? Jika putraku tidak pulang sore ini , maka mas akan tidur diluar."Mendengar ucapak sang istri Reihan lalu menggandeng tangan Naya dan membawanya pergi dari tempat sang anak.

" Papa pulang, awas kamu jika pulang malam. Papa akan pecat kamu di perusahaan ini!" Rakha tertawa melihat kedua orangtuanya. Baginya ini aadalah momen berharga dalam hidupnya. Melihat sang ayah yang ketakutan kepada ibunya. Takut dalam arti yang berbeda.

" Sampai bertemu dirumah ma, pa. Hahahahahahaha" Tawa Rakha pecah seketika melihat ekspresi sang ayah tadi.

Rakh kembali dengen pekerjaannya, Ia memutuskan kan kemnali pulang kerumah orangtuanya. Mungkin itu lebih baik untuk saat ini. Rakha memencet tombol interkom di atas mejanya .

" Jimmy kosongkan jadwalku setelah ini. Dan bawakan list yang diberikan papa ku tadi." Tak lama berselang terdengar seseorang mengetuk pintu ruangannya.

" Masuk "

" Ini yang tuan minta, dan saya akan mengatur ulang jadwal tuan untuk besok." Jimmy berbicara dengan hormat kepada Rakha.

" Lakukan itu nanti, tugasmu sekarang adalah cabut semua saham kita yang ada di semua perusahaan yang ada di list ini. Bahkan jika mereka memiliki utang , tagih utang tersebit."

" Baik tuan" Jimmy yang tak mengerti kenapa tuannya melakukan hal tersebut hanya bisa diam tanpa ada niat umtuk bertanya.

"Lakulan itu di ruanganmu, aku akan menandatangani berkas berkas ini dulu."

" Baik tuan"

Setelah dirasa tidak ada lagi yang akan di bicarakan oleh tuannya, Jimmy pun melangkah pergi menuju mena kerjanya yang berada di luar ruangan Rakha.

Setelah selesai mengerjakan pekerjaannya Rakha memutuskan untuk istirahat sejenak sebelum pulang. Saat ini tepat pukul 15.50 wib , yang artinya sebentar lagi jam kerja di perusahaannya akan berakhir. Dia harus segera pulang agar tidak mendapat omelan dari ayahnya.

Pov Rakha

Setelah memerintahkan Jimmy mencabut saham dan menagih hutang kepada semua perusahaan yang di list oleh papa, tak berselang lama telvon ku dan handphone ku terus saja berdering. Aku memutuskan hubungan kerjasama dengan semua perusahaan itu. Mereka telah berani bermain main denganku dan keluargaku. Aku dan papa bukanlah orang bodoh yang mudah mereka tumbangkan begitu saja. Aku meminta Jimmy dan pengacara perusahaan untuk mempersiapkan konferensi pers yang akan di adakan besok di lobby utama perusahaan.

Aku tidak akan membiarkan siapapun yang telah mencoreng namaku dan nama perusahaan yang didirikan oleh papa dengan susah payah begitu saja. Aku akan mengjukum mereka dengan caraku. Mungkin mereka berfikir aku tidak memiliki sisi seperti itu di dalam diriku. Harga diri ku yang sudah tercoret akan ku balas dengan kehidupan mereka, tentu aku merasa tersinggung sebagai seorang lelaki normal. Mereka mengarang berita danenggiring opimi public untuk menjatuhkan perusahaanku. Aku bersikap ramah dan baik lepada mereka selama ini bukan berarti aku bodoh dan lemah. Dan jangan lupakan pengaruh papaku masih sangat kental disini.

Apalagi mereka sampai membuat mama menangis dan merasa gagal telah mendidikku. Aku tidak akan membiarkan hal ini terus berkelanjutan. Akan ku balas mereka.

"Jimmy keruanganku sekarang" Akuemencet interkom u tuk mwnghubungi Jimmy asisten pribadiku. Mereka menggosipkan ku ada affair dengan Jimmy, seketika aku bergidik ngeri mengingat hal itu. Tentu saja itu tidak benar. Jika mereka mepertanyakan kenapa aku tanpak sering selaki keluar bersama Jimmy. Itu karena dia adalah Asisten Pribadiku. apa mereka tidak tau tugas seorang asisten pribadi. Tak lama berselang saat aku sibuk dengan pemikiran ku sendiri. Terdengar Jimmy mengeruk pintu, ya hal itu terlihat karena kaca ruanganku.

"Masuklah Jimmy"

" Ada apa tuan? Tuan memerlukan sesuatu?" Di berbicara dengan sopan kepada ku.

" hubungi pak Santos, kita akan melakukan konferensi pers besok. Lakukan semuanya dengan baik."

"Baik tuan, jika begoti saya u.dur diri untuk kembali bekerja tuan. Karena sedari tadi banyak sekali telvon yamg masuk ."

" Jangan di angkat , Abaikan saja. Mereka menelvonmu karena nomorku tidak bisa di hubungi. Dan aku juga sangat malas Untuk mendengar omong kosong mereka. Dan aku akan pulang setelah ini. Kau juga pulang kerjakan pekerjaanmu dirumah. "

" Baik tuan, saya permisi"

Aku memutuskan untuk pulang. Sungguh aku saat ini sangat merindukan masakan mama. Aku akan pulang dan membelikan kue kesukaan mama terlebih dahulu. Tidak ingin membuang waktu, akupun segera berjalan keluar ruangan ku. Dan tampak Jimmy sedang membereskan meja kerjanya. Aku hanya mengangguk padanya saat dia menyapa ku. Saat ini aku tidak perlu lagi bersikap ramah kepada banyak orang. Kita tidak akan pernah tau siapa orang yang tulus menyayangi kita, dan mana orang yang hanya ingin mencari keuntungan untuk dirinya saja. Buktinya selama ini aku bersikap baik dan ramah kepada orang lain dan aku di tikam dengan gosip miring yang mereka ciptakan karena aku menolak semua anak perempuan mereka. Bukan tidak mau, aku hanya tidak suka orang lain mendekatiku karena tujuan tertentu.

Aku ingin sekali memiliki hubungan baik dengan banyak orang, tetapi sepertinya tidak semudah itu. Dengan berbuat baik kepada mereka membuat mereka berani melawanku. Maka aku akan merubah sikap ku mulai dari sekarang.

Saat ini aku sedang. Dalam perjalanan pulang kerumah orangtuaku. Rasanya ingin sekali cepat sampai dirumah, karena badanku sudah sangat lelah karena meeting yang ku lakukan beberapa hari yang lalu ke luar Negeri masih meninggalkan rasa lelah di tubuhku. Aku menyetujui perkataan mama karena memang mama dan papa adalah dunia ku. Hanya mereka yang memiliki perasaan yang tulus tanpa embel apapun. Aku bahkan telah siap menyerahkan segala kehidupan ku untuk mereka. Mereka orangtua yang pengertian dan selalu menjaga ku selama ini. Bahkan saat aku memutuskan untuk belajar hidup mandiri, mereka tidak melarang dan menghentikan ku. Mereka selalu mendukung apapun keputusanku. Aku bangga terlahir menjadi anak mama dan papa ku.

Bab 3

Mayra Khairunissa seorang gadis cantik berusia 20 tahun. Mayra berasal dari salah satu desa di daerah Jawa. Mayra hanya meluluskan sekolahnya di tingkat SMA karena faktor ekonomi Mayra tidak mau membebankan sang ibu hanya untuk berkuliah. Mayra hanya tinggal berdua dengan ibunya, ayahnya pak Pardi telah lebih dulu menghadap kepangkuan Ilahi saat ia berusia 10 tahun. Dan mulai saat itu ibunya yang selalu membanting tulang untuk kehidupan mereka dan untuk sekolah Mayra. Ibu Mayra yang kini sakit sakitan tidak bisa lagi berjualan kepasar seperti biasanya. Jadilah Mayra menggantikan sang ibu untuk berjualan sayuran di pasar. Mayra adalah tipe anak yang selalu bersyukur atas apa yang di dapatkannya. Meskipun tidak seberapa tetapi Mayra sangat bersyukur dengan rezeky yang di dapatkannya. Dia bersyukur tuhan masih menyayanginya dengan memberikannya ibu seperti bu Sita ibunya. Pengorbanan sang ibu yang harus membesarkannya sendirian tidak akan pernah terlupakan olehnya. Ia berharap bisa membahagiakan sang ibu.

Saat ini panasnya matahari terasa sangat menyengat, hatinya merasa tak karuan . Entah mengapa ia merasakan perasaan tidak enak beberapa hari ini. Ia berharap tidak ada hal buruk yang akan terjadi. Saat ini Mayra tengah berjalan dari pasar untuk pulang menuju rumahnya. Dia semakin mempercepat langkahnya tatkala perasaannya semakin tidak enak.

"Ya Tuhan, aku mohon jauhkanlah kami dari musibah. Dan lindungilah selalu aku dan ibuku." Mayra mengucapkan permohonannya sambil terus mempercepat langkahnya. Saat ini pikirannya hanya tertuju kepada ibunya saja. Karena sudah beberapa hari ini kondisi sang ibu semakin memburuk. Mayra semakin ketakutan karena mereka tidak memiliki siapapun disini. Ibunya hanya mempunyai seorang adik yang saat ini bekerja sebagai pembantu di Jakarta. Di kampungnya ini hanya ada dia dan ibunya. Ayahnya yang meruakan orang rantau dari pulau sebrang membuatnya tidak memiliki kontak saudara sang ayah. Karena memang saat ayahnya meninggal saat itu belum ada alat komunikasi seperti sekarang.

Sesampainya dirumah Mayra langsung menurunkan barang bawaannya, dan menuju kamar ibunya. Disana terlihat sang ibu sedang tertidur dengan nafas teratur.

"huuuuufffft.... Semoga ibu cepat sembuh kembali bu." Mayra berjalan menuju ranjang ibunya dan menggenggam tangan ibunya. Dan hal itu menyebabkan sang ibu terbangun.

"iibuu... Maaf Mayra tidak bermaksud membangunkan ibu. Ibu kembalilah tidur Mayra ingin memasak makan siang dulu untuk kita."

" Mayra.. Bolehkah ibu meminta satu permintaan padamu nak?" Bu sita menahan tangan anaknya, dan mencoba menariknya kembali ke arahnya.

"Ibu jangan banyak bergerak dulu. Ibu mau meminta apa? Jika Mayra sanggup maka Mayra akan memberikannya."

"Kamu anak yang baik nak, semoga Allah senantiasa selalu menjagamu nak. Dimanapun kamu nanti berada dan apapun yang akan kamu lakukan. Doa ibu selalu bersama mu. Ibu hanya ingin meminta tolong kmu hubungi bibi mu nak. Ibu ingin bicara dengannya."

" Baiklah bu, nanti Mayra akan membeli pulsa dulu. Agar bisa menelvon bibi. Setelahnya Mayra akan memberikan telvonnya kepada ibu ya." Bu sita menatap haru wajah putrinya yang masih di basahi oleh keringat.

" Maafkan ibu nak, ibu membuatmu bekerja terlalu keras di usiamu yang masih sangat muda. Maafkan ibu karena tidak bisa membiayai kuliahmu nak. Sungguh maafkan ibu."

" Ibu bicara apa ibu? Jangan bicara seperti itu seharusnya Mayra yang berterimakasih kepada ibu, karena Mayra telah dibesarkan dan di didik dengan baik oleh ibu. Mayra minta maaf belum bisa membahagiakan ibu. Mayra iklas tidak lanjut kuliah ibu, asalkan ibu selalu sehat. Mayra menyayangi ibu, hanya ibu yang Mayra punya. Jadi Mayra mohon bertahanlah, dan berjuanglah untuk sembuh." Mayra mengatakannya dengan berurai air mata. Sungguh ia tak mau sesuatu terjadi kepada ibunya. Tetapi ia menyadari segala sesuatunya telah tercantum dalam takdir hidup seseorang. Dia hnya bisa berharap dan berdoa.

Setelah memeluk ibunya, Mayra berlalu keluar untuk mengisi pulsa hpnya. Hp keluaran jadul yang sangat berharga baginya. Hp tersebut di berikan secara percuma oleh Sari sahabatnya saat Sari memutuskan untuk melanjutkan sekolahnya ke perguruan tinggi yang berada di Ibu Kota.

Setelah mengisi pulsa, Mayra kembali pulang kerumahnya, dan dengan segera memencet nomor kontak bibinya untuk mengghubunginya. Setelah beberapa kali mencoba barulah sang bibi mengangkat panggilannya.

"Assalammualaikum Mayra, Apa kabar nak?" Mendengar suara bibinya dari ujung sana membuat hatinya seketika tenang.

"wa'alaikumsalam bibi, maaf Mayra mengganggu bibi. Saat ini ibu sedang ingin berbicara dengan bibi. Mayra harap bibi tidak sedang sibuk."

" Tidak nak, mana ibu mu? Beberapa hari ini perasaan Bibi rasanya tidak tenang."

"Iya bibi, Mayra juga begitu. Yasudah sebentar Mayra ke ibu dan memberikan telvonnya kepada Ibu ya bi." Mayra berlalu menuju kamar ibu nya dan memberikan hpnya kepada sang ibu.

" Ibu, ini bibi sudah tersambung." Sang ibu tersenyum dan menerima hp yang di berikan oleh putrinya.

" Assalammu'alaikum dek"

"Waalaikumsalam Mbak. Bagaimana kabar Mbak?"

" Mbak dalam keadaan baik dek, mbak ingin bicara padamu. Apa kamu ada waktu?"

"Tentu saja Mbak, bicaralah."

" Dek, jangan di bantah dulu omongan mbak ya. Biarkan mbak menyelesaikannya terlebih dahulu."

" Iya mbak siap."

" Dek, jika nanti Mbak sudah tidak ada Mbak titip Mayra padamu ya dek. Mbak hanya memilikimu dan Mayra di dunia ini. Jadi jika Mbak sudah pergi tolong kamu jaga dengan baik Mayra. Anggap Mayra seperti anakmu sendiri. Sayangi dia dan jangan biarkan dia bersedih atau menangisi kepergian Mbak ya dek."

"Mbak ini mgomong apa toh. Ndak baik bicara seperti ini mbak. Istighfar mbak."

"Kamu ini kebiasaan, gadi sudah janji tidak akan membantah omongan Mbak"

" Iya maaf mbak, tapi aku yo ndak suka cara mbak bicara seperti itu."

"Kamu denggerin dulu dek"

"Nggeh,, mbak" Dengan berat hati Nita mendengarkan omongan sang kakak Sita.

" Berjanjilah dek, kmu akan menjaga Mayra. Dan mengantarkannya pada pendampingnya kelak dek. Mbak nitip Mayra dan lakuin apa yang ndak bisa Mbak lakin ya dek. Mbak mohon, Mbak mengatakan ini karna mba sudh merasa tidak kuat lagi dek. Penyakit yang mbak derita rasanya sangat sakit dek. Tolong ikaskan mbak. Dan maafkan kesalahan mbak. Sampaikan pada Mayra tolong iklaskan ibunya ya dek. Setelah kamu berjanji baru mbak akan tenang dek. Maka berjanjilah dek." Terdengar suara isak tangis di ujung sana. Nita tak kuasa menahan tangisnya setelah mendengar omongan kakaknya. Dia berfikir apa ini arti dari erasaan tidak enak ku akhir akhir ini. Ya Tuhan jika ini takdirmu, tolong buat Hamba dan keponakan Hamba untuk menjadi orang yang iklas akan jalan takdir yang telah Engkau tuliskan Tuhan.

"Iya mbak, aku berjanji kepadamu mbak. Walaupun aku masih berharap mbak akann kembali sehat seperti sedia kala. Tetapi jika ini memang sudah keinginanmu. Maka aku akan berjanji pada mu mbak. Aku menyayangimu mbak. Sangat menyayangimu , mbak adalah kakak terbaik yang pernah ada. Maafkan segala kesalahan ku mbak. Aku berjanji akan menjaga Mayra dengan baik. Dan akan menggantikan tugasmu sebagai ibunya. Aku berjanji mbak. " Tak lama setelah itu terdengar helaan nafas yang sangat anjang dari ujung telvon.

" La..illa..ha..il.llaulah.. Allahu Akbar" mendengar hal tersebut Nita langsung berteriak tak karuan memanggil manggil Mayra . Tetapi mana mungkin akan terdengar, ia berada di ujung telvon. Akhirnya Nita memuutuskan panggilan telvon dan kembali menelvon nomor Mayra .

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED