Sampul Novel SUAMI BLANGSAKKU TERNYATA PENGUSAHA

SUAMI BLANGSAKKU TERNYATA PENGUSAHA

8.5 / 10.0
Dio harus menahan penderitaan akibat hinaan dan kebencian dari mertuanya sendiri. Meski hanya bekerja sebagai pedagang cendol miskin, ia beruntung memiliki Marisa, istri setia yang selalu mendampinginya. Namun, mertuanya tidak tahu bahwa Dio sebenarnya adalah pewaris tunggal dari dinasti keluarga paling kaya. Akankah Dio terus bertahan dalam penderitaan ini, atau rahasia identitas aslinya akan segera terungkap dan membalikkan keadaan?

SUAMI BLANGSAKKU TERNYATA PENGUSAHA Bab 1

"Pa, Ibu demam," ucap Tasya anak Dio yang berusia 5 tahun, terlihat raut wajahnya yang begitu was-was karena melihat ibu sambungnya yang masih terbaring lemah di ranjang dengan badan yang terasa panas.

Dio tersentak ketika mendengar ucapan anak semata wayangnya. Dio pikir Marisa, istrinya hanya tidur kesiangan seperti biasa, makanya sampai saat ini dia belum bangun juga.

Terpaksa Dio menghentikan pekerjaannya membereskan adonan cendol untuk nanti siang jualan keliling. Setelah itu ia menghampiri sang istri yang masih berada di dalam kamar.

Tatkala Dio membuka daun pintu kamar, terlihat wajah Marisa yang pucat pasi, badannya menggigil kedinginan, hanya dibaluti helaian selimut yang tipis, bibirnya gemetar. Dio menyentuh dahi Marisa dengan punggung tangan, dan ternyata memang panas, suhu tubuhnya sangatlah tinggi.

"Sayang, kamu demam tinggi seperti ini sejak kapan? perasaan semalam kamu baik-baik saja," tanya Dio sambil membangunkan Marisa yang masih terpejam.

"Pa, ibu kenapa?" Tasya sangat khawatir melihat keadaan ibunya.

Dio tak menghiraukan pertanyaan putri kecilnya. Hal itu karena pikirannya yang dipenuhi kecemasan. Dengan cepat Dio mengambil lap kecil dan air dingin untuk mengompres Marisa. Ia berharap semoga saja dengan cara itu demamnya bisa turun.

"Mass .…" Akhirnya Marisa terbangun ketika Dio meletakkan lap kecil basah di dahinya.

"Ada apa, Mar? Apa kau mau sesuatu?" tanya Dio was-was.

"Kenapa gak bawa saja ke dokter, Pa? Kasian Ibu," ujar Tasya si gadis kecil mungil.

Dio hanya menundukkan kepala. Jangankan untuk memeriksa Marisa ke dokter, bahkan untuk makan sehari-hari keluarga Dio sudah kesusahan. Apalagi sekarang musim hujan, hanya mengandalkan jualan cendol keliling kampung saja, rasanya sudah kepayahan karena jarang habis.

"Mas, kamu tidak berdagang hari ini?" tanya Marisa dengan suara seraknya.

Marisa mengerti betul kalau saja hari ini suaminya tidak berjualan keliling, bagaimana nanti sore keluarganya bisa makan? Sedangkan adonan sudah siap. Tidak mungkin kalau Dio membiarkannya begitu saja. Tentu akan merugikan.

"Keadaan kamu gimana? Mas gak tega, kalau harus ninggalin kamu di sini dengan Tasya."

"Aku baik-baik saja, Mas. Nanti Tasya belikan obat di warung. Pasti akan mendingan nanti," ujar Marisa sambil berusaha bangkit dari tidurnya.

"Iya, semoga saja kamu sembuh," kata Dio berusaha membuang kecemasannya itu. Dia lalu bangkit dari duduknya untuk segera mempersiapkan cendol dan akan segera berangkat berkeliling.

Rasanya berat sekali untuk melangkah dengan kondisi istri yang terbaring lemah. Tak ada pilihan lain, Dio mulai mengayunkan kaki yang terasa berat ini menuju arah dapur. Ia lalu mempersiapkan cendol di gerobak, menatanya dengan rapi. Namun, santan ketinggalan, entah tersimpan di mana, Dio lupa. Karena tadi Tasya datang tiba-tiba.

Setelah 3 menit Dio mencari, ternyata ketemu di bawah wastafel. Dengan segera tangan Dio meraihnya. Akan tetapi, tak sengaja matanya melirik pada wadah persegi empat yang biasa di isi beras. Wadah itu nampak kosong, hanya ada beberapa butir beras yang tersisa. Lelaki itu mengambil dan memperhatikan wadah tersebut dengan gamang.

Nanti bagaimana Marisa dan Tasya akan makan, sedangkan beras sudah habis? Pikirnya. Pagi ini Dio hanya sarapan nasi goreng yang tinggal satu piring. Itu pun Dio sisakan untuk Marisa dan Tasya.

"Astaghfirullah."

Dio bingung, apa yang harus dilakukannya. Ternyata menjalani hidup jauh dari orang tua tidaklah mudah. Sedangkan mertuanya sendiri Bu Minah sangat membenci Dio, karena dia orang tidak punya, dan profesinya hanya tukang cendol keliling yang uangnya tak seberapa.

Dio pun menghembuskan napas kasar. 'Mengapa menjalani hidup sepahit ini? Hidup begitu melarat, kasihan sekali anak dan istriku, mereka tersiksa karena aku menjadi suami yang tidak becus memberi mereka kebahagiaan. Jangankan kebahagiaan, mencukupi makan sehari-harinya saja aku sangat kesusahan,' batinnya menyesali diri.

Dio mengusap wajah dengan air mata yang menetes membasahi pipi. Pria itu segera mengayunkan kaki dengan rasa cemas merasuki isi kepala sebab istri yang sakit. Akan tetapi, apa boleh buat, mencari uang untuk membeli beras itu lebih penting saat ini.

Dio kembali ke kamar untuk melihat kondisi istrinya sekaligus berpamitan sebelum dia berangkat berjualan.

"Mar, Mas berangkat jualan dulu. Semoga siang kamu sudah sembuh." Dio menatap wajah Marisa dengan sorot yang begitu sendu.

"Jangan khawatir, Pa. 'Kan ada aku," timpal putri kecilnya sambil tersenyum manis menambahkan semangat Dio.

"Jagain Ibu ya, Sayang. Papa jualan dulu." Dio mencium pipi Tasya dengan penuh kasih sayang.

"Iya, Mas. Semoga jualan hari ini laris manis," ucap Marissa yang masih bersandar di kepala ranjang, bibirnya tampak kering dengan wajah pucat.

Bagaimana Dio tidak menyayangi Marisa yang sudah menemaninya selama satu tahun lebih. Ia dan Marissa menikah tanpa restu orang tua, karena Bu Minah—ibu dari Marisa—tak merestui sama sekali. Alasannya karena Dio adalah duda beranak satu dan hanya bekerja sebagai tukang cendol keliling.

Namun, Marisa dan Dio sudah tidak bisa dipisahkan. Marissa mencintai Dio. Wanita muda itu tak memperdulikan ibunya yang mati-matian melarang hubungannya itu. Hingga akhirnya Marisa memilih minggat dari rumah dan kawin lari bersama Dio. Oleh karena itu, sampai saat ini Marisa pun tidak tahu bagaimana kabar sang bunda.

Dio melangkah pelan sambil mendorong gerobak cendolnya berkeliling.

Ting! Ting! Ting!

Suara itu berasal dari botol yang dipukul dengan sendok, untuk menarik pelanggan. "Cendol, dol, dol, dol!"

"Dio, sini!" Lambaian tangan Bu Esroh tampak dari kejauhan.

Bibir Dio seketika melengkung membentuk senyuman lantaran merasa senang ada yang memanggilnya. Mungkin ini adalah rezekinya yang pertama.

"Iya, Bu. Mau berapa kantong?" tanya Dio antusias.

"Berapa kantong apanya! Saya bukan mau beli!" sentak Bu Esroh, tukang warung langganan.

Dio tercengang dengan perkataan Bu Esroh yang tiba-tiba ngegas tanpa sebab. Senyuman Dio menghilang begitu saja. "Terus, Bu?"

"Si Marisa, kemarin dia ngutang! Minggu lalu ngutang, terus kamu kapan bayarnya? Kalau gini caranya, saya bisa bangkrut!" cerca Bu Esroh menjelaskan.

Dio tertegun sejenak. "Memangnya hutang istri saya berapa, Bu?" tanya lelaki itu.

"Tiga ratus! Saya gak mau tahu! Besok kamu mesti bayar walaupun separoh. Apalagi kamu juga tahu, kalau saya punya cicilan Bank Emok!" tegas Bu Esroh sambil mendelikkan mata.

Dio hanya bisa mengelus dada saat mendengar ucapan Ibu Esroh yang begitu ketusnya. Pagi-pagi sudah disambut dengan omelan Bu Esroh yang menagih hutangnya. Namun, wajar Bu Esroh berbuat seperti itu, sebab ia pun sama membutuhkan.

Tadinya Dio pun berniat hari ini akan ngutang lagi untuk beras dan telur, karena rencananya uang hasil jualan hari ini untuk memeriksa istrinya ke dokter. Akan tetapi, kalau Bu Esroh sudah marah begini Dio pun tak berani.

Dada Dio semakin sesak, jantungnya berdegup kencang. Betapa pikiran dia benar-benar frustrasi, mengapa ia bisa menjadi kepala keluarga yang gagal dan pecundang begini.

Langkahnya semakin berat, lututnya teramat lemas rasanya. Dengan terpaksa Dio harus terus melangkah untuk melanjutkan berjualan cendol. Dengan sekuat tenaga Dio mencoba melupakan masalah dan beban di dada. Ia harus fokus demi sesuap nasi di hari ini.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi SUAMI BLANGSAKKU TERNYATA PENGUSAHA

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun membina rumah tangga, Jessica hanya mendapatkan kepedihan dari Aaron. Usai perceraian mereka, ia memilih mandiri dan sukses membangun karier sebagai desainer tersohor tanpa sokongan finansial keluarga. Namun, di tengah keberhasilan dan kebahagiaan barunya, Aaron muncul lagi dengan penyesalan mendalam. Sang mantan suami kini memohon dimaafkan dan meminta peluang kedua. Akankah Jessica luluh atau memilih menutup rapat pintu hatinya?
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Bramantyo dan Bima tega menguji ketulusanku lewat obsesi kejam mereka pada Sandra. Puncaknya, demi menyelamatkan perempuan itu dalam sebuah kecelakaan, mereka membiarkan tanganku hancur hingga karier musikku hancur total. Reaksi diamku saat liontin peninggalan ibu dihancurkan Sandra membuat mereka heran. Namun di rumah sakit ini, cintaku telah mati. Aku sadar ini hanyalah sangkar penyiksaan. Kini, aku bersiap untuk pergi dan membalas semua kepedihan ini.
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota, pemuda malas berumur dua puluh tahun, lebih memilih menganggur dan bermain gawai meski otaknya sangat licik. Tabiat buruk ini membuat ibunya, Artisa, merasa sangat khawatir. Sebagai pekerja keras yang juga punya sisi licik, Artisa bertekad merombak total kepribadian putranya. Ia pun memilih cara ekstrem dengan mengubah wujud fisik Sota. Akankah rencana drastis sang ibu berhasil mengubah jati diri Sota melalui transformasi tubuh tersebut?
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Nasib malang menimpa seorang gadis setelah dikhianati dan dijual oleh ayah kandungnya sendiri. Begitu beranjak dewasa, ia dipaksa menghadapi kenyataan pahit tanpa ada celah untuk menghindar. Takdir menyeretnya menjadi istri seorang bandar narkoba yang sangat kejam. Kini, seluruh kehidupannya sepenuhnya terjebak di tengah lingkaran hitam dunia kriminal yang penuh intrik mematikan serta ancaman bahaya yang terus mengintai setiap saat.
Sampul Novel Menaklukkan Duda Dingin
8.7
Amber Lim, sosialita kontroversial yang kerap dicap perusak hubungan, bertekad mengubah hidupnya. Demi belajar dari desainer legendaris Adam Smith, ia nekat menerjang musim dingin utara yang ekstrem. Sialnya, Amber dirampok hingga tersesat di tengah hutan beku. Harapan hidupnya kini bergantung pada Tuan Dingin, duda misterius pembenci wanita yang dirumorkan sebagai kanibal. Bisakah Amber menaklukkan hati pria tersebut, atau ia justru akan menjadi korban dari kebenciannya?
Sampul Novel Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
8.5
Seorang penjelajah tersesat di Hutan Gondoriyo dan mengalami teror mistis saat kendaraannya hilang secara gaib. Di sebuah gubuk sunyi, pasangan lansia misterius sempat memperingatkannya. Meski sempat kembali dengan selamat, rasa penasaran justru menyeretnya kembali ke sana, namun hutan itu seolah menguap. Misteri pun kian kelam saat ia menemukan kaitan erat antara kecelakaan bus di jurang dan hutan tersebut, hingga ia harus bertaruh nyawa demi kebenaran.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED