Waktu sudah menunjukkan jam 15:05 wib
Bel keramat berbunyi,seluruh siswa/i binus sangat lega mendengarnya,termasuk xio.ia menyusun buku buku pelajarannya dan juga mencepol rambutnya sembarangan.
"Ke kantin kuy,gue haus beut"kata xio pada teman sebangkunya yaitu rea
"Yaudah ayok,oiya tugas ppt kemaren gimana?"tanya rea
"Gausah di fikirin nanti gue yang ngerjain santai ae lu"kata xio datar
"The best sii,nggak salah gue milih lu,yaudah ayok gue traktir minum dahh"
"Tumben tumbenan lu,kesambet apaan dah haha"lirih xio penuh semangat
"Xio" panggil salah seorang pria dari luar kelas
"Iya kenapa?"tanya xio
"Ada rapat besok pagii,tolong umumin ke grup wa,kita bakal bicarain untuk rencana literasi mading" jelas pria itu datar
Xio hanya mengangguk dan pria itu pergi
....
"Kita ceraii,aku udah cape sama kamu"kata mita yang dikenal sebagai ibu kandung dari xio
"Yaudah kalo itu mau kamu,kamu fikir aku tenang hidup sama kamu yang selalu mencarii masalah"triak narendra
Mendengar pertengkaran kedua orang tuanya yang sudah menjadi jadi kini memutuskan untuk berceraii.
Jleb
xio tak kuasa menahan segala sesak yang ia pendam kini meruntuhkan tubuhnya ke lantai marmer yang sangat dingin.Seperti ada yang menyerang tubuh xio dengan sajam,ia merasa bahwa hidupnya telah berantakan bersama keluarganya yang akan terpecah belah
Narendra selaku ayah dari xio yang melihat kondisi anaknya itu segera berlari menuju pintu utama rumah tempat xio kini terduduk lemah.belum sempat ayahnya sampai di hadapannya, xio seketika pergi menggunakan motor scopy kesayangannya itu
"Xio" triak narendra memanggil xio
Mita kini hanya diam menatap apa yang barusan terjadi.
Xio pov
"Bangke,kenapasih ayah sama mama nggak pernah ngertiin prasaanku,kenapa se enteng itu untuk mutusin cerai,aku gak kuat lihat mereka pisah nggak kuat sama sekali"lirih xio dengan prasaan yang kalut
Dipinggir danau tepatnya bawah pohon besar adalah tempat xio untuk menenangkan dirinya,ia selalu pergi ke tempat itu yang menurutnya hening dan tidak akan ada seorangpun yang akan melihatnya menangis, ia menangis hanya itu yang bisa ia lakukan saat ini. sesak di dadanya membuatnya semakin kacau,ia tidak tahan lagi dengan semuanya,xio memejamkan matanya dan menyenderkan badannya pada pohon besar itu.tidak sengaja ia memegang suatu benda yang sangat ia kenali bentuknya
"Buku gak si?"gumamnya dalam hati tanpa membuka matanya.karena penasaran ia membuka matanya dan melihat benda yang ia pegang dan benar adanya bahwa itu sebuah buku
"Buku diary?,berarti selain aku ada orang lain yang selalu datang ke danau ini"kata xio penuh selidik
Xio menyimpan buku diary tersebut di dalam ransel sekolahnya dan pergi ke apartemen milik keluarganya karena ia tidak ingin pulang kerumah setelah apa yang terjadi tadi siang
....
Jam sudah menunjukkan pukul 19:30,xio sampai di apart milik keluarganya itu yang berada di lantai 04
Sesampainya di kamar ia memilih untuk mandi dengan air hangat guna menetralkan badan juga pikirannya,setelah mandi dan menggunakan stelan baju tidurnya yang serba hitam polos,ia sangat kelaparan mengingat sepulang sekolah ia belum ada makan apapun.xio pergi ke dapur,beruhubung xio sangat lapar dan tidak mau ribet ia memasak mie instan yang ada di kulkas
Acara masak masak didapur berakhir xio langsung menyantap mie instan yg telah ia buat
****
Mengingat diary yang tadi ditemukan xio dekat danau
Xio mengambil diary itu lalu membacanya,ternyata diary tersebut milik seorang wanita,wanita tersebut ingin dinikahkan dengan seorang pria anak dari teman ibunya,nama wanita itu adalah shiro,shiro yang menginjakkan usia 22 thn itu masih ingin melanjutkan kariernya sebagai penulis,namun dilarang oleh ibundanya karena ia akan menikah dan harus fokus pada rumah tangganya,shiro tidak ingin menikah dan ia berniat kaburr darii kediaman ibundanya
"Huff,zaman sekarang ternyata masih ada ya perjodohan perjodohan,padahal kalo pernikahan engga ada prasaan saling mencintai akan berujung dengan perpisahan,kaya ayah sama mama"lirihnya sambil tersenyum kecut
Karena kecapean dan akhirnya xio pun tertidur pulas di atas kasur empuknya
....
Xio terbangun dari tidurnya dan betapa terkejutnya xio,ia berada di dekat danau tempat ia selalu menenangkan dirinya saat tidak baik baik saja
"Wee gilaaa,napa gue ada disinii,semalam gue itu ada di apart kenapa bangun bangun gue ada didekat danau"pekik xio
"Lah lah lah ini lagii napa baju gue beda gini sih?"tanya xio pada dirinya sendiri
Ia berniat untuk mencuci mukanya di pinggiran danau,berhubung danaunya sangat jernih,dan xio syok sekali dengan apa yang ia lihat di pancaran air danau
Ia tidak menemukan wajahnya melainkan wajah orang lain
"Aduh,parah ni parah parah ini pasti mimpi ini gak nyata,gak gak gue mimpi nggak mungkinlah mana mungkin bused"pekik xio
Xio mencoba menetralkan prasaannya dan kemudian mencubit lengannya guna memastikan bahwa ini hanyalah mimpi
Dan ternyata ini nyata dan bukan mimpi
Jleb
xio pingsan di pinggir danau itu
....
Saat siraman air dingin mengenai wajahnya ia pun terbangun dan mendapati dirinya dengan beberapa pria asing dan juga ia berada di ruangan asing namun terlihat begitu mewah
"S-siapa kalian?dan aku ada dimana?"tanya xio pada pria asing itu
"Sungguh?kau tidak mengenaliku?ternyata kau masih hidup shiro,jangan berpura pura mati lagi,hentikan semua dramamu ini,kami tak akan terkecoh lagi pada permainanmu!!"ucap salah seorang pria tersebut
Setelah mengatakan itu pria dan teman temannya itu pergi meninggalkan xio dan menguncii ruangan itu
"Heii,jangan tinggalkan aku sendiri disini,kluarkan aku"perintah xio
Namun hasilnya nihil,tidak ada satu pun yang mendengarkannya,xio menatap ruangan itu,baru kali ini ia melihat ruangan semewah itu,ruangan itu adalah kamar,seperti kamar kerajaan kerajaan pada umumnya,sangat luas bahkan 5 kali lebih luas dari kamar tidurnya
Ia melihat sekeliling dan mendapati sebuah cermin,ia melihat dirinya di cermin
Siapa aku?dan shiro?nama itu kaya ga asing,dan mati?kapan aku pura pura mati?ya emang sii aku sering bilang kalo aku pengen mati tapi aku gak pernah buat drama matii bused,tapi kalo diliat liat gue cantik juga ya,tapii baju gue lusuh banget"gumam xio
Xio melihat lemarii dan mulai mencarii baju yang ingin ia kenakan
Tiba tiba
Ceklek
pintu terbuka dan mendapati pria tampan berdiri di depan pintu kamar tersebut
"Hei,ketuk dulu kalau ingin masuk"ucap shiro
"Haruskah aku mengetuk pintu kamar istriku sendiri?"
"Iya iya lah,sama cewe itu harus sopan"ucap shiro sambil menghadiahi davin tatapan sinis
Hahahahahah
"Kau lucu sekali jika seperti itu,namun alangkah lebih baiknya jika kau bersikap anggun dan manis padaku"ucap davin sambil memainkan rambut milik shiro
"Berhentilah bersikap seperti itu padaku"shiro menghempaskan tangan milik pria tampan itu
"Aku suamimu,dan kau istriku,apakah aku tidak boleh menyentuhmu?ucapnya menyerngitkan alisnya ke arah shiro
"Siapa kau?"tanya xio pada pria itu
"Ternyata benar,apa kau ilang ingatan?sampai tidak mengenali suamimu sendiri shiro?"lanjut pria itu
"Aku blum nikah,yakali punya suami"timpal xio
"Kau adalah istriku shiro,kau melarikan diri dimalam setelah kita menikah,ada berita yang beredar bahwa kau sudah mati,ternyata kau masih hidup,makanlah sayang kau pastii lapar"kata pria itu sambil meletakkan piring berisi makanan diatas nakas,lalu pergi meninggalkan xio begitu saja
"Shiro?tunggu,bukannya nama itu adalah nama cewe yang pernah aku baca di diary itu?kayaknya iya deh,tapi gimana bisa?masak iya aku masuk ke dalam tubuh cewek itu?dan kalo bener iya brarti cowo yang tdi itu davin?karena davinlah yang disebut dalam buku diary itu,aku harus carii tau semua ini."lirih xio
Setelah mengganti bajunya dan mengisi perutnya yang kelaparan xio mulai mencarii tau tentang siapa dirinya yang sebenarnya
Ia mulai mencarii di berbagai lemari lemarii yang ada di kamar tersebut,namun ia sama sekali tidak mendapatkan apapun yang menyatakan siapa dirinya
Pintu kamar itu mulai terbuka dan kini seorang wanita parubaya yang terlihat di depan sana
"Nyonya shiro,dipanggil sama tuan ke ruang kerjanya"kata wanita tersebut
"Tolong antarkan saya kesana,saya lupa dimana ruang kerjanya,dan nama tuanmu itu adalah davin kan?"tanya xio memastikan
"Benar nyonya"kata wanita itu singkat
****
Sesampai di ruang kerja davin,xio melihat beberapa pria yang ia lihat pertama kalii di kamar itu
"Kalian bisa pergi,aku ingin bicara pada istriku"perintah davin
"Baik bos"timpal salah satu pria itu
"Jadii,mereka adalah anggota davin"gumam xio di dalam hat
"Kau benar benar lupa padaku?"tanya davin serius
"A-aku bener² gak ingat,bahkan aku gatau siapa diriku yang sebenarnya,aku lupa semuanya"bohong xio
Sebenarnya xio sudah mulai mengerti bahwa ia berada di tubuh seseorang yang ia baca diary nya di malam itu,namun xio sengaja berbohong karena ingin mencari tau lebih dalam siapa shiro yang sebenarnya
"Akan ku ceritakan padamu"kata davin
!!FLASH BACK SEBAGAI SHIRO!!
"kunikahkan engkau davin erlangga dengan shiro argadara dengan mas kawin uang sebesar 300 juta dibayar tunaii" kata penghulu dengan tegas
"Saya trima nikah dan kawinnya shiro argadara dengan mas kawin uang sebesar 300 juta dibayar tunai"kata davin tidak kalah tegas
"Gimna para saksi?sah?"
"Sahh"
Sejak saat itu hatii shiro hancur,berbeda dengan wanita wanita lainnya yang senang dan terharu ketika sudah menikah,shiro malah sebaliknya ia sangat sedih karena davin bukanlah pria yang ia cintai
Setelah selesai dengan acara pernikahan,shiro melarikan diri ke sebuah danau,dimana tempat itu juga tempat xio menenangkan dirinya
Shiro tidak tahan dan tidak ingin jika harus hidup dengan pria yang tidak ia cintai itu,ia meluapkan segala perasaannya pada buku diary yang ia pegang
Setelah itu ia dikabarkan menghilang selama 3 bulan lamanya,hingga pada akhirnya shiro dinyatakan telah meninggal,dan sejak saat itu keluarga davin dan juga shiro menjadi asing kembali
FLASH BACK SELESAI
SELESAII
"Sejak saat itu aku tidak pernah melihat ataupun mendengar kabarmu shiro,kau kemana saja?"tanya davin pada shiro
"Aku lupa davin,aku gatau kenapa aku bisa ada disini dan ya ada sesuatu yang tidak kau tau,dan jika waktunya telah tepat,akan ku katakan padamu"kata shiro berbohong
"Apa yang sedang kau sembunyikan?"tanya davin
"Tunggu saja"balas shiro
Dibalik jendela terdapat seseorang yang sedang mendengarkan pembicaraan mereka,seseorang itu melihat kearah shiro dengan tatapan yang tidak dapat dibaca
....
Xio kembali ke kamarnya,dan memikirkan bagaimana cara ia memberi tahu davin apa yang sebenarnya terjadi.
"Gimana cara aku ngasih tau davin?,aku harus cari tau dulu jati diri shiro yang sebenarnya"lirih xio dalam hati
Xio pergi ke kamar utama,dimana kamar tersebut adalah milik davin
"Yes,ga ada orang,semoga aku dapat petunjuk"lirihnya kembali
Xio mulai mencari disetiap sudut ruangan juga memeriksa beberapa lemari yang ada di kamar davin.sanpai pada album foto milik davin.awalnya ia hanya melihat foto foto davin pada saat kecil sampai davin dewasa.hingga matanya tertuju pada satu foto pernikahan,ia melihat dirinya dan juga davin,namun xio kaget melihat tanggal foto pernikahan yang diambil tersebut.foto itu diambil pada tahun 28 maret 1999.sesadar xio bahwa ia sekarang hidup pada tahun 2023.sementara pernyataan davin pada dirinya,ia menghilang sejak 3 bulan terakhir,xio semakin bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.
Tiba-tiba
Brukk
Sebuah batu yang berbalut kertas terlempar dari arah balkon kamar
Yang bertuliskan
"AKU BISA MENJAWAB SEMUA PERTANYAANMU XIO!!"
Setelah membaca pesan misterius itu xio berteriak
"siapa disana?"triak xio
Dengan rasa ragu dan juga takut ia memberanikan diri untuk melihat langsung siapa pelaku yang melempar batu tersebut.
Tetapi xio tidak menemukan siapapun disana
"Apa ini,siapa yang lempar batu ini ya?dan darimana orang itu tahu namaku yang sebenarnya,engga ada yang mengetahui identitas asliku,aku harus temukan orang ini."lirihnya selidik
Terdengar suara sepatu dari luar pintu kamar,xio tergesa gesa mengambil foto pernikahan itu dan menaruh kembali album tersebut ketempat asalnya lalu mencari tempat persembunyian
Ceklek
Pintu kamar utama terbuka,ternyata seorang ART datang untuk membersihkan kamar tersebut,setelah ART itu melakukan tugasnya ia segera pergi dari kamar itu.dirasa aman oleh xio untuk keluar dari tenpat persembunyiannya ia juga bergegas pergii darii kamar itu dengan membawa bukti bukti yang telah di dapatkan
....
Xio melihat ART yang tadi ia lihat datang membersihkan kamar davin.xio memulai percakapan dengan ART itu yang akrab dipanggil mbok sumi
"Maaf mbok boleh saya tanya sesuatu?"tanya xio
"Iya nya,mau tau apa?"jawab mbok sumi ramah
"Sekarang tahun berapa ya mbok?saya lupa soalnya."tanya xio cengar cengir sambil meminum jus alpukatnya
"Nyonya lupa?sekarang tahun 1999, nya"jawab mbok sumi santai
Uhuk uhuk uhuk
Mendengar jawaban yang mengagetkan itu shiro keselek jus alpukat
"Eh nyonya kenapa?"tanya mbok sumi sambil menepuk punggung xio guna melegakan xio
"Enggak papa mbok,saya kagett aja,ini beneran tahun 1999 ya mbok?xio bertanya skali lagi
"Iya nya,ini tahun 1999" jawab mbok kembali
Yauda deh mbok,saya mau lihat lihat taman belakang dulu ya
"Baik,nya"kata mbok sumi
****
Setelah sampai di taman belakang rumah kediaman davin,xio mencoba untuk menenangkan fikirannya
Dan tertidur di kursi nyaman yang ada di taman itu untuk bersantai.
"Kali ini aku harus mulai bersikap seperti shiro sampai semuanya terungkap"guman xio
Tidak terasa ternyata seseorang telah duduk disamping xio dan melihat wajahnya dengan tatapan tidak terbaca,xio yang merasakan hal itu membuka matanya dan mendapati sosok davin di sampingnya
"Kenapa shiro?apa yang sedang mengganggu fikiranmu?"tanya davin pada shiro
"Engga ada avin,aku cuman pengen menikmati taman ini"sahut shiro
"Pakai kalung ini,ini milikmu"perintah davin
"Milikku?"tnya shiro memastikan
"Iya,ini milikmu"jawab davin sambil memakaikan kalung itu
"Kau suka?"tanya davin datar
"Aku sangat menyukainya,trimakasih"kata shiro sambil tersenyum
"Aku harus pergi,kamu jangan kemana mana"pinta davin pada istrinya itu
Shiro hanya mengangguk
Davin pergi meninggalkan shiro sendiri
"Apa yang akan terjadi kalau avin tau aku bukan shiro"kata xio
Seperti telepatii davin dapat mendengar pikiran shiro
Dengan jelas
"Maaf xio,aku harus melibatkanmu untuk menyelamatkan ibuku"kata davin
****
Pagi ini shiro terlihat begitu segar,ia mencoba untuk menyeimbangkan tubuh dan juga emosinya.ia berniat untuk berkebun guna menetralkan suasana hatinya,
"Xio" panggil seorang pria
"Maaf nama saya shiro"kata shiro
Karena mengingat tidak ada seorangpun yang mengetahui tentang pindahnya jiwa xio,selain dirinya sendiri
"Tidak usah berpura pura padaku,aku tahu bahwa kau adalah xio" kata pria itu
Pria itu akrab di panggil bian
"Namaku bian"kata bian
"Bian??tidak asing nama itu bagiku" lirih xio
"Aku adalah adik dari davin"jelas bian
"Adik??aku baru tahu kalau davin punya adik"jawab xio terkejut
"Aku adalah adiknya yang disembunyikan"gumam bian dalam hati
"Darimana kau tau tentang diriku?"tanya xio
"Karena aku yang melibatkanmu xio,aku yang membawamu kesini"jawab bian santai
"Apa?kau yang membawaku?bagaimana mungkin.siapa kau yang sebenarnya?"tanya xio datar
Sebenarnya xio kaget hanya saja ia menyembunyikannya
"Perhalan lahan kau akan mengetahuinya,aku akan selalu didekatmu,aku akan menjagamu xio,maaf telah melibatkanmu"minta bian
"Tetapi?apa tujuanmu membawaku?dan apakah waktu bergerak ke belakang?"tanya xio
"Hahaha,kau ini sangat polos,waktu tidak bergerak kebelakang hanya saja kau kembali ke masalalumu yang belum sempat kau tuntaskan"timbal bian
"Masalalu?aku tidak mengerti sama sekali"bingung xio
"Lambat laun kau akan faham,dan waktumu disini hanya 2minggu,selama 4 harii kau akan mengetaui semuanya,selanjutnya misi akan dimulai"kata bian
Kemudian ia pergi meninggalkan xio dengan fikirannya sendiri
Misi?misi apa?tanya xio
Tetapi tidak dijawab oleh bian
****
Tiba tiba kalung yang digunakan oleh shiro menyala,ia heran mengapa kalungnya bisa menyala,kalung itu memancarkan warna merah
"Heii,mengapa kalung ini menyala"kata shiro
Tiba tiba ia merasakan sakitt kepala yang sangatt luarbiasa
"Agrrrr,sakittttttt" triak shiro
Kemudian tercahaya itu semakin membesarr
Angin yang sangatt kencang dan xio kagett ternyata ia kembali ke kamar apartnya
"Lohh kamarku"
Xio tidak percaya lalu melihat ke arah cermin ternyata benar ia kembali ke dunianya
"Pagi?ebused aku ada rapat,masih bisa nihh prepare buat sekolahh"
Xio bergegas mandi dan pergii kesekolah
Sesampainya disekolah,tepat waktu bel sekolah dan ya
Triakan seseorang berhasil menarik perhatian xio
"Xioooo"triak rea
"Apaan dahh,lu tu ya pagi pagi udahh triak triak aja,kebiasaan bnget dah"kata xio kesal
"Eheheh,sorry deh,oiya dicariin sama kevin tuh,katanya hari ini kalian rapat"beritahu rea
"Iya,gue ingat kok,di aula sekolah kan?"tanya xio
"Ho'oh,yang lain udah pada nunggu lo tuh cepetan sana"suruh rea
"Iya,bawel bnget"kata xio kesal
****
"Lo lama bnget datangnya"kata kevin sambil tersenyum liat ke arah xio
"Ngapain lo senyam senyum gitu,kek orang gila ae lu"kata xio
"Eh elu tu ya,btw lu cantik hari ini"kata kevin santai
Dugg,xio yang mendengar hal itu seperti ada kupu kupu yang menggelitiki perutnya
"Ishh sialan bnget nih kevin pagi pagi udah buat jantung gue mo copot ae" kata xio dalam hati
"Apaan sih lu,meng eakkk" kata xio
"Jiahkk,baper kan lo,dikatain cakep baper lo,tpi emg bener sii lo cakep" goda kevin
"Udahh ayokk rapatt"kata xio
*****
Davin pov
Davin gelisah,ia kesana kemari mencari keberadaan shiro,ia mencoba untuk menggunakan fellingnya untuk mencari xio.
Tiba tiba cincin yang digunakan oleh davin mengeluarkan cahaya seperti cahaya kalung shiro
"Menyala?berarti sekarang shiro berada di dunianya"felling davin
"Agahrr,kenapa gue jadi uring uringan gini sihh,davinn ingatt itu bukan shiro,itu xio mereka berbeda,nanti juga xio balik lagii."kata davin mencoba menenangkan dirinya
Davin segera pergii ke ruang bawah tanah,dimana ruangan itu hanya ia,bian,dan juga ibunya yang mengetahui ruangan itu.
****
"Ibu,aku merindukanmu" kata davin sambil menatap foto ibunya
Tidak terasa ternyata air bening berhasil keluar dari mata davin.
"Cengeng banget,anak sulung itu gak boleh nangis,lemahh" ejek bian
Yang entah dari mana ternyata sudah berada di samping davin
"Kita bisakan selamatin ibu?aku takut aku engga akan pernah jumpa sama ibu lagi,hiks hiks" kata davin dengan susah payah
"Seharusnya bisa,shiro ada disini,dia bakal bantu kita buat selesain misi ini,ibu akan selamat,tenanglah,aku mengirim xio kembali kedunianya,karna aku takut aktivitasnya terganggu karena bantuin kita,aku harus kembali ke dunia,aku harus jagain xio."kata bian sambil mengusap punggung kakaknya itu
"Bawa dia kembali,aku merindukannya juga."kata davin
"Rindu?sejak kapan kau mulai terbiasa dengan keberadaan shiro?"selidik bian
"Entahlah"kata davin tidak ingin banyak bicara
"Kau menyukai xio kan?apa kau menyukainya?"kata bian dengan tatapan yang tidak dapat dibaca
"Aku hanya mencintai shiro,bukan xio,mereka berbeda" kata davin singkat
Entah kenapa bian langsung tersenyum mendengar pernyataan kakaknya itu
"Baiklah,jika seperti itu,aku harap kau tidak sedang membohongi diriku"ucap bian
"Bohong?aku tidak membohongi mu,apa kau jatuh cinta pada xio?"selidik davin
"Tidak"
"Sungguh?"
"Iya"
"Tetapi aku melihat kebohongan berada dimatamu"ucap davin asal
Davin hanya menerka,sebenarnya davin tidak tahu dan tidak pernah mencari tahu tentang adiknya,begitu juga dengan bian,ia tidak pernah mengatakan perasaannya,bian terbiasa memendam segalanya sendiri,sebab menurutnya tidak ada gunanya jika mengatakan prasaannya,tidak ads yang benar benar faham kepadanya.
"A-a,aku tidak berbohong" balas bian
"Jika kau tidak berbohong lalu mengapa kau gugup bian,hmm?"
"T- tidak,Tidak sama sekali.aku tidak berbohong padamu" jawab bian dengan gugup dan tergesa gesa
"Apa kau fikir aku bodoh?aku mengerti dirimu bian,kau sedang membohongi diriku,aku bisa memahami nada bicaramu itu,tetapi baiklah aku akan menganggapnya benar,tetapi jika benar kau menyukai xio juga tidak masalah"davin menjelaskannya dengan sangat hati hati
Dari dulu,davin selalu faham dengan tindakan adiknya itu,namun ia berpura pura tidak peduli,seakan menutup diri dengan apapun yang terjadi kepada adiknya,padahal davin selalu mengawasi sang adik
"Terserah padamu,jika kau tidak mempercayai diriku juga tidak masalah,aku tidak butuh pendapatmu itu"kata bian sambil pergi meninggalkan davin seorang diri
"Ibu,lihatlah anak mu itu,ia bersikap seperti anak umur 10 tahun saja,sangat ceroboh ia bahkan tidak pandai berbohong sama sekali,dan dengan beraninya ia membohongi ku,mungkin dia lupa bahwa aku adalah kakaknya"monolog davin
****
"Ibu aku juga merindukanmu,aku ingin sekali menangis,jujur sesak rasanya ketika aku harus menahan air mataku ibu,davin itu kakakku bukan?namun mengapa ia begitu cengeng,harusnya dia yang menenangkan diriku ketika aku merindukan aroma khasmu,merindukan pelukanmu,mata teduhmu ketika menatapku juga sentuhan hangatmu padaku ibu,aku sangat merindukan itu semua"biam menatap langit dan merasakan terpaan angin menyentuh kulitnya
"Sok sok an bilangin aku cengeng,ternyata kamu lebih parah"sentil davin
"Lahh,napa tiba tiba lu disini bukannya tadi ada-
Kalimat bian terpotong
"Engga usah alihin pembicaraan lahh dek,aku tahu kau juga sering menangis tapi kau tak mampu menunjukan kesedihanmu padaku,kau tau?ibu pernah mengatakan sesuatu padaku,begini katanya'kau dan aku adalah saudara kandung,senangmu milikku dan senangku milikmu,sedihmu milikku dan sedihku boleh jadi milikmu,kita harus akur engga boleh bertengkar,saat melihat kita bertengkar ibu merasa sedih,namun rasa lelahnya hilang ketika melihat kita akur dan tertawa"ucap davin menatap adiknya itu
Namun bian menutup matanya merasakan kalimat kalimat yang keluar dari mulut abangnya itu