Sampul Novel Si Beta Mencampakkanku, Lalu Aku Merebut Rajanya.

Si Beta Mencampakkanku, Lalu Aku Merebut Rajanya.

9.5 / 10.0
Bram, seorang Beta, tega mencampakkanku di depan altar demi serigala liar bernama Marina. Pengkhianatan setelah enam tahun bersama ini mempermalukanku di hadapan publik dan Raja Alfa. Di tengah keputusasaan di sebuah bar, aku nekat menawarkan diri kepada sang Raja. Siapa sangka, paman Bram yang berkuasa itu ternyata adalah mate sejatiku. Kini, takdir berbalik memberikan peluang sempurna bagiku untuk membalas rasa sakit hati atas pengkhianatan Bram.

Si Beta Mencampakkanku, Lalu Aku Merebut Rajanya. Bab 1

Aku berdiri di upacara perkawinanku, siap untuk bersatu dengan Beta kawananku, Bram, di bawah tatapan tajam sang Raja Alfa yang perkasa.

Namun, tepat saat ritual dimulai, Bram meninggalkanku di altar. Dia lari ke dalam hutan demi wanita lain—seorang serigala liar lemah bernama Marina yang dia pungut.

Dia membiarkanku menanggung penghinaan ini sendirian. Lalu, sebuah pesan masuk melalui saluran komunikasi para pemimpin, untuk didengar semua orang. Itu Bram, mengumumkan bahwa Marina mencoba bunuh diri dan dia tidak bisa meninggalkannya.

Kemudian, dengan kurang ajarnya, dia memerintahkanku untuk meminta maaf kepada Raja Alfa atas namanya atas "kekacauan" ini.

Pria yang kucintai selama enam tahun, yang baru semalam menjanjikan selamanya untukku, telah menukar kehormatanku dengan sebuah kebohongan. Dia menjadikanku bahan tertawaan di depan seluruh benua.

Malam itu, saat menenggelamkan kesedihanku di sebuah bar manusia, aku bertemu dengan Raja Alfa itu sendiri. Didorong oleh wiski dan patah hati, aku membuat tawaran nekat.

"Dia tidak menginginkanku lagi," racauku. "Alfa, apa kau menginginkanku malam ini?"

Yang mengejutkanku, dia menerimanya. Dan dalam pelukannya, aku menemukan sebuah kebenaran yang menakjubkan: Raja Alfa, paman dari mantan tunanganku, adalah Jodoh sejatiku. Balas dendamku baru saja dimulai.

Bab 1

Sudut Pandang Elara:

Gaun upacara ini terasa sangat berat di pundakku, setiap helai benang peraknya seolah menjadi rantai yang menarikku ke bawah.

Aku berdiri di tanah suci Kawanan Lembah Perak, di bawah tatapan bulan purnama. Malam ini, seharusnya aku menjadi pasangan dari Beta kawanan kami, Bram. Persatuan kami seharusnya menjadi perayaan besar, disaksikan tidak hanya oleh kawanan kami sendiri, tetapi juga oleh penguasa kami yang perkasa, Kawanan Bulan Darah.

Raja Alfa mereka, Darian, duduk di singgasana berukir di tepi tanah lapang, kehadirannya adalah kekuatan sunyi yang menghancurkan, yang membuat udara terasa begitu pekat.

Bram berdiri di sampingku, tapi dia tidak benar-benar bersamaku. Matanya menerawang, tidak fokus. Aku bisa merasakan dengungan samar dari *Ikatan Batin*-nya, koneksi telepati yang dimiliki semua manusia serigala. Itu adalah jalur pribadi di dalam kepalamu, sebuah anugerah dari Dewi Bulan. Dia sedang berbicara dengan seseorang, dan itu bukan aku.

"Bram," bisikku, suaraku nyaris tak terdengar seperti desiran daun. "Tetua akan segera memulai. Tolong, tunjukkan rasa hormat pada Dewi."

Dia tersentak, matanya akhirnya bertemu denganku. Tidak ada cinta di sana, hanya kepanikan murni. Lalu, suaranya membanjiri pikiranku, dingin dan mendesak.

*Marina dalam masalah. Aku harus pergi. Beri aku waktu setengah jam.*

Darahku seakan membeku. Marina. Serigala liar kecil yang rapuh yang dia pungut, yang menatapnya dengan mata lebar penuh puja.

Sebelum aku bisa mencernanya, dia sudah bergerak.

"Beta Bram, kau mau ke mana?" seru salah satu Tetua, suaranya tajam penuh ketidaksetujuan.

"Aku harus pergi!" Suara Bram keras dan tegang. Dia tidak menatapku, tidak menatap siapa pun kecuali hutan gelap di seberang tanah lapang.

"Bram, jangan!" mohonku, mencoba meraih lengannya, tapi dia sudah pergi.

Dengan suara yang setengah geraman, setengah isak tangis, dia membiarkan serigalanya mengambil alih. Perubahan wujud itu berlangsung kasar dan cepat, suara tulang yang patah dan menyatu kembali menggema dalam keheningan yang mencekam. Dalam hitungan detik, seekor serigala cokelat besar berdiri di tempat tunanganku berada. Dia memberiku satu tatapan bersalah sebelum melesat ke dalam pepohonan.

Dia pergi.

Dia meninggalkanku berdiri sendirian di upacara perkawinanku sendiri, di depan dua kawanan, di depan Raja Alfa sendiri.

Jantungku berdebar kencang di dalam dada. Aku mencoba menghubunginya melalui *Ikatan Batin* pribadi kami, yang telah kami rawat selama bertahun-tahun.

*Bram? Kamu di mana? Apa yang terjadi?*

Hening. Dia telah memutuskannya. Dia telah mengucilkanku sepenuhnya.

Sebuah pikiran putus asa mencakar benakku: Dia mempermalukanku di depan semua orang demi wanita lain.

Setengah jam yang dia minta terasa seperti selamanya. Bisikan kerumunan semakin keras, gelombang rasa kasihan dan cemoohan yang mengancam akan menenggelamkanku. Akhirnya, sebuah pesan baru berdengung di benakku. Itu dari Bram, tapi bukan di jalur pribadi kami. Dia mengirimkannya ke saluran komunikasi para pemimpin kawanan—saluran yang hanya bisa kuakses karena aku adalah calon pasangannya. Saluran yang sudah pasti juga diakses oleh Raja Alfa.

Suaranya dingin, datar, dan benar-benar memalukan.

*Marina mencoba bunuh diri. Aku tidak bisa meninggalkannya. Elara, kau harus meminta maaf kepada para Tetua dan Raja Alfa atas namaku atas kekacauan ini.*

Meminta maaf untuknya? Untuk penghinaan ini?

Pikiranku melayang kembali ke semalam. Dia memelukku erat, membisikkan janji-janji di kulitku. "Kau akan menjadi satu-satunya Beta wanita-ku, Elara. Selamanya."

Bohong. Semuanya bohong.

Aku menatap lautan wajah di hadapanku, ekspresi mereka campuran antara kasihan pada Omega yang lemah dan hinaan pada si bodoh yang baru saja ditinggalkan di depan umum. Aku tidak akan menangis. Aku tidak akan memberi mereka kepuasan itu.

Dengan napas dalam yang sama sekali tidak menenangkan badai di dalam diriku, aku mengumpulkan rok gaunku yang berat. Aku berjalan sendirian ke panggung tinggi tempat para Tetua berdiri, langkahku mantap meskipun duniaku sedang hancur berantakan.

Suaraku bergetar, tetapi terdengar jelas di seluruh tanah lapang yang sunyi, jernih dan final.

"Pertunanganku dengan Beta Bram telah berakhir."

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Si Beta Mencampakkanku, Lalu Aku Merebut Rajanya.

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
9.6
Ibu tiriku menikah dengan ayah 8 tahun lalu, dia dari keluarga yang sangat kaya, entah mengapa dia bisa menikah dengan Ayah yang pekerjaannya hanya bermain wanita dan menikahi yang dia sukai, tetapi Ayahku memang terlihat tampan, dengan badan yang kekar dan aura wajah yang sangar, mungkin itu menjadi daya pikatnya terhadap wanita-wanita, entahlah, aku tidak begitu jelas, dan Ayah pun jarang pulang. dia tidak berada di rumah selama berhari-hari dan tidak tahu cara mengurus keluarga. Aku hanya tinggal berdua dengan Ibu tiriku, aku di anggap anaknya sendiri, tetapi kebiasaan Ibu berpakaian Sexy sangat menggangguku. AKu menyukai seorang gadis, dia teman SMA ku dulu, Nama nya Rania. AKu sangat menyukainya, tetapi Ibu tiriku?...
Sampul Novel CINTA DI MUSIM SEMI
8.0
Dalam kisah romansa modern ini, David dan Arina memulai perjalanan emosional yang menuntun mereka pada kebahagiaan sejati. Berlatar keindahan bunga musim semi yang bermekaran, keduanya belajar saling memahami dan mengisi kekosongan jiwa masing-masing. Seiring berjalannya waktu, hubungan mereka tumbuh dengan begitu indah. Momen singkat di musim ini berhasil menyatukan dua hati dalam sebuah ikatan cinta yang tulus, kuat, dan sangat mendalam bagi mereka berdua.
Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Cinta matiku pada sang tunangan, Bima Wijoyo, berakhir tragis saat ia membiarkanku terpanggang api di studio seni demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Terbangun di masa lalu tepat sebelum rapat keluarga besar dimulai, aku membawa memori pahit tentang kobaran api itu. Kali ini, aku berdiri kokoh untuk membatalkan pertunangan kami di hadapan semua orang. Aku bersumpah tidak akan mati konyol untuk kedua kalinya.
Sampul Novel En-PD158
8.7
Demi menyembuhkan putra kandungnya dengan Lin Yanran yang terkena leukemia, Zhou Yu'an meminta cerai setelah tiga tahun pernikahan. Ia memohon kepada sang istri agar diizinkan memiliki anak lagi dengan mantan kekasihnya itu sebagai pendonor sel penyelamat. Di balik janji setianya untuk kembali setelah proses medis selesai, sang istri justru menemukan pesan provokatif dari Yanran yang telah menanti kedatangan Yu'an untuk menghamilinya malam itu juga.
Sampul Novel Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
7.9
Pernikahan Mira Aditya dan Rafiq Jaya yang didasari perjodohan orang tua berujung duka. Mira harus menelan pil pahit setelah tahu suaminya telah menikahi cinta lamanya, Elena Faris, secara sembunyi-sembunyi. Tersisih dan terabaikan di rumahnya sendiri, Mira merasakan kepedihan yang luar biasa. Di tengah keputusasaan yang terus menyiksa batinnya, kini ia harus menentukan sikap: tetap bertahan dalam hubungan toxic ini atau melangkah pergi demi meraih kebahagiaannya sendiri.
Sampul Novel Penguasa Abadi Sepuluh Ribu Binatang
8.3
Puluhan ribu anak berusia di bawah sepuluh tahun berkumpul khidmat di Puncak Lundao, Pulau Sepuluh Ribu Binatang. Sebagai murid baru yang telah menemukan akar spiritual mereka, mereka menyimak kisah dari tetua berjubah hijau. Ia menceritakan sejarah sekte yang dirintis oleh sang pendiri legendaris, Wan Beast Immortal Li. Sebelum meraih keabadian, Li hanyalah seorang kultivator biasa dari Kerajaan Qin di Alam Qianyang.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED