Bab 1

“NGGAK!

Jasmine masuk kedalam kamar dengan kesal pasalnya sang mama menolak keinginannya untuk menjadi model, selama ini selalu menurut apa kata sang mama sampai usia dewasa saat ini. Bayangan Jasmine andaikan papanya masih ada mungkin akan mengikuti permintaannya atau setidaknya mengerti dengan keinginannya, ayah tirinya memang membantu tapi tetap saja pernikahan mereka hanya sebatas status.

“Aku keluar.”

“Kamu mau kemana?” Amel menatap Jasmine dengan tatapan sedih.

Jasmine tidak menghiraukan perkataan mamanya dengan tetap melangkah keluar, tujuan Jasmine saat ini adalah ke rumah seseorang yang bisa mendengarkan dirinya. Perjalanan yang lumayan jauh membuat Jasmine harus sabar bercerita semua masalah yang dirinya hadapi, setidaknya dia bisa membuat Jasmine nyaman.

“Kamu disini?”

Jasmine memeluk wanita dihadapannya dengan menangis “Mama jahat, Mbak.”

“Masuk dulu ada Mas Doni sama Arden di rumah.” Yuki menarik Jasmine masuk kedalam menuju dimana Doni dan Arsen berada.

“Kenapa kamu?” Doni menatap Jasmine sekilas.

“Mama nggak ijinin aku buat jadi model.” Jasmine menunduk sambil menangis yang langsung dipeluk Yuki.

“Mas nanti yang bilang sama mama sekarang ikut dan pulang ke rumah.” Jasmine menggelengkan kepala “Mau dibantu atau nggak?” seketika menganggukkan kepala “Ya udah ayo ikut.”

Mengikuti langkah Doni setelah berpamitan dengan Yuki dan Arsen, masuk kedalam mobil Doni yang langsung meninggalkan rumah Yuki. Keadaan mobil hanya keheningan membuat Jasmine terdiam tidak tahu harus bersikap seperti apa, bukan pertama kali berada dalam satu mobil dengan Doni hanya saja tetap membuat Jasmine berdetak kencang.

“Kamu tahu kan bayarannya apa?” Jasmine mengangguk kecil “Bagus kalau tahu.”

Doni menghentikan mobilnya dengan menarik dagu Jasmine dan mencium bibirnya kasar membuat Jasmine langsung membalasnya karena jika tidak maka Doni akan berbuat lebih kasar.

“Kamu cepat belajar ternyata.” Doni membelai bibir Jasmine yang telah diciumnya “Setidaknya ini balasan karena dulu mama meninggalkan kita.”

Jasmine terdiam sudah sering mendengar Doni mengatakan itu, bisa saja dia menolak hanya saja pesona Doni tidak bisa dihindarkan sama sekali. Jasmine menyukai sentuhannya di setiap tubuhnya meski tahu hanya sebagai bentuk balas dendam dan tidak ada cinta diantaranya, Doni sudah memiliki istri yang baru dinikahinya beberapa bulan lalu dimana sang istri berusia lebih tua darinya.

Kedatangan Jasmine dan Doni membuat Amel menatap lelah, mengalihkan pandangan pada Jasmine yang menunduk ketakutan seketika mengingatkan Amel dulu. Jasmine menatap Doni yang tampak santai berhadapan dengan orang tuanya terutama sang ibu, memilih duduk disamping ayah tirinya membuat Jasmine hanya bisa diam saja.

“Kasih kesempatan Jasmine berkarya.”

“Dia bilang apa sama kamu?” Amel menatap tajam pada Doni “Kamu tahu dia akan jadi model dimana?” Doni menggelengkan kepalanya “Pantas kamu belain dia, dia tu jadi model di Australia jelas mama nggak ijinin.”

“Aku kan pengen mandiri, Ma.” Jasmine membuka suaranya membuat dirinya mendapatkan tatapan tajam.

“Kamu terlalu manjain dia ini.”

“Australia dekat nanti kita kesana bareng, Ma.” Doni menenangkan Amel yang hanya menggelengkan kepala “Kalau dia macam-macam Doni yang bakal marahin dia.”

Menghembuskan nafas panjang mendengar perkataan Doni “Terserah kalian lah.”

“Masalah sudah selesai kan? Jadi ayo kita lanjutkan yang tertunda.”

Jasmine menatap orang tuanya yang masuk kedalam dan selanjutnya mengalihkan pandangan kearah Doni dimana memandangnya dalam tanda bahaya muncul dalam dirinya saat melihat tatapan Doni.

“Makasih, Mas.”

“Ayo ikut pulang.”

Jasmine hanya bisa mengikuti perkataan Doni dimana tinggal bersama pria ini di tempat yang khusus untuk mereka berdua, selama perjalanan Doni hanya diam tidak mengeluarkan suara sama sekali. Perjalanan mereka tidak berlangsung lama karena berhenti tidak lama kemudian membuat mereka langsung keluar dengan berjalan masuk kedalam, berjalan seorang diri dengan Doni yang berada di belakangnya.

“Sekarang lakukan apa yang harus kamu lakukan.”

Doni menatap Jasmine yang terdiam saat mereka sudah berada di ruang tengah, seakan paham dimana langsung membuka seluruh pakaiannya dengan tanpa tersisa. Melakukan gerakan tari dengan tanpa busana dimana Doni hanya diam menatap kearahnya, gerakan perlahan Jasmine dengan melangkah pelan pada Doni membuat pria itu menelan saliva kasar.

“Kamu wanita murahan dan aku akan membuat kamu teriak memanggil namaku.”

Menarik dagu Jasmine dengan menciumnya secara kasar yang semakin membuat dirinya larut dalam ciuman yang Doni lakukan, membuka seluruh pakaian Doni tanpa terkecuali hingga akhirnya tanpa busana. Jasmine menundukkan dirinya dihadapan penis Doni dimana mulai memasukkannya secara pelan membuat Doni menutup kedua matanya menikmati sentuhan yang diberikan Jasmine.

“Ough...gadis kecil kamu banyak belajar ternyata.” Doni mengerang dengan menarik rambut Jasmine yang semakin dalam memasukkan penisnya kedalam “Lepaskan karena aku nggak mau keluar di bibir kamu.”

Mengangkat Jasmine untuk berada di sofa dengan mulai melumat bibirnya serta meremas kedua payudaranya, Jasmine meremas rambut Doni saat merasakan lidahnya semakin turun ke bawah dengan jemarinya yang sudah keluar masuk di vaginanya. Berdiri dengan memposisikan penisnya depan bibir bawah Jasmine dan mulai memasukkannya perlahan, Jasmine memejamkan matanya saat penis Doni masuk.

Membiarkan sesaat sebelum akhirnya mereka berdua melakukan gerakan-gerakan yang membuat suasana menjadi panas, Doni tidak berhenti memasukkan kedalam bahkan beberapa kali mengeluarkannya didalam rahim. Doni sudah memberikan Jasmine obat sehingga tidak akan hamil karena memang tidak ingin ada anak diantara mereka berdua, Doni mengakui bahwa milik Jasmine sangat nikmat dibandingkan istrinya.

“Aku mau keluar, Mas.” Jasmine semakin liar menggerakkan bagian bawah yang membuat Doni memejamkan matanya.

“Sial kamu sangat nikmat....ough.”

Tidak peduli berapa lama mereka melakukannya karena gerakan bagian bawah tidak berhenti sama sekali mencari kenikmatan masing-masing, Jasmine sendiri ingin segera mencapai klimaks dan memberikan kepuasan untuk Doni.

“Aku keluar, Mas....Ough.” Jasmine mengangkat tubuhnya hingga akhirnya jatuh di ranjang saat klimaksnya benar-benar keluar.

Doni yang melihat itu tidak menghentikan gerakannya bahkan semakin cepat untuk segera mencapai klimaks dan tidak lama kemudian cairannya masuk kedalam rahim Jasmine dengan beberapa kali tembakan. Doni melepaskan penyatuan mereka dan dapat terlihat banyaknya cairan yang berada di penisnya bahkan ada beberapa yang keluar dari vagina Jasmine, mengalihkan pandangan pada Jasmine yang sudah tampak lelah membuat Doni tidak peduli dengan masuk ke dalam kamar meninggalkan Jasmine berada di sofa.

Menatap kepergian Doni dengan masuk kedalam membuat sudut hati Jasmine sakit karena pria itu hanya menganggap dirinya sebagai pelampiasan atau tempat untuk balas dendam pada mamanya. Jasmine sendiri ingin keluar dari apa yang dialaminya selama ini, tidak ada tempat dirinya untuk cerita dimana kakaknya lebih fokus pada wanita atau kehidupannya sendiri dan tidak peduli akan apa yang terjadi pada dirinya.

“Aku ingin segera bebas agar bisa melakukan segala macam cara.”

Bab 2

Merasakan seseorang memasukinya membuat Jasmine membuka matanya dan pemandangan pertama yang dilihatnya adalah Doni memasukinya kembali membuat Jasmine hanya bisa mendesah atas apa yang dirinya lakukan.

“Ough....kamu nikmat.” Doni mengerang dengan tangannya meremas kedua payudara Jasmine “Kalau mama nggak meninggalkan kita dulu maka kamu akan menjadi adikku dan aku pasti menyayangi kamu...ough..pantas saja papa selingkuh sama wanita murahan itu.” Doni terus mengerang hingga akhirnya mencapai klimaks tidak lama kemudian dan langsung melepaskan penyatuan mereka.

Meninggalkan Jasmine sendiri lagi yang membuatnya hanya bisa diam menatap Doni keluar dari kamar dimana dirinya berada, memilih memejamkan matanya kembali sambil meraba bibir vaginanya dimana cairan Doni berada disana.

“Sampai kapan semua berakhir.”

Memilih memejamkan matanya kembali dan membiarkan cairan tersebut didalam atau mengering dengan sendirinya, badannya terlalu lelah untuk sekedar membersihkan diri.

“Pergilah tapi aku akan datang kesana jadi persiapkan dirimu ketika aku datang.” Jasmine hanya mengangguk mendengarkan perkataan Doni “Kamu menjadi penurut ya sekarang?”

“Aku harus mengatakan apa?”

“Bagus kalau begitu, aku akan mengatakan pada mama dan membelikan tiketmu untuk kesana “

“Nggak perlu untuk tiket karena semua sudah ditanggung.” Doni mengangguk pelan.

Jasmine tersenyum lebar setelah Doni mengatakan itu dengan segera langsung mengirim pesan bahwa dirinya berangkat, satu hal yang tidak diketahui oleh keluarganya adalah Jasmine menjadi model pakaian dewasa yang memperlihatkan lekuk tubuhnya bahkan tidak jarang tanpa busana. Jasmine menerima tawaran itu karena akan bertemu dengan salah satu idolanya yang memiliki bentuk tubuh indah dan idaman para wanita, Jasmine setidaknya ingin melihat bagaimana wajah pria tersebut.

Mempersiapkan keberangkatannya dengan Amel yang memberikan banyak kata-kata nasehat membuat Jasmine hanya bisa mengangguk tanpa berniat membantah sama sekali. Menatap pakaian yang dibawanya seketika Jasmine tersenyum kecil bahwa dirinya bisa bebas dari rumah ini, meskipun papa kandungnya meninggalkan harta berlebih tapi tetap saja tidak bisa membuat Jasmine bahagia.

“Kalau papa disini pasti nggak akan seperti ini. Mama lebih peduli sama keluarga barunya bahkan nggak peduli sama kamu, Kak Rannu mencari kepuasan sendiri diluar meskipun masih bertanggung jawab sama usaha papa tapi tetap saja kurang. Maafkan Jasmine yang lebih memilih pergi dari rumah untuk menjadi model dan semoga mendapatkan pria yang bisa mencintai Jasmine seperti papa mencintai mama.”

Kepergian Jasmine berjalan begitu cepat dan langsung diantar oleh keluarga tapi tidak dengan Doni karena menghabiskan waktu dengan istri, masuk kedalam pesawat dengan segera langsung memblokir Doni dan seluruh keluarganya termasuk Yuki serta Arsen. Jasmine tidak ingin berhubungan dengan mereka kembali termasuk Doni yang menganggap dirinya sebagai pemuas nafsunya dalam membalaskan dendam.

“Akhirnya gue bisa keluar juga.” Jasmine berbicara dengan menatap kesamping pesawat.

“Lo seneng banget.” Ella menatap Jasmine yang tampak bahagia “Lo bisa bebas dari kakak ketemu gede itu?” Jasmine mengangguk.

“Gue mau tidur nanti bangunin.”

Ella adalah salah satu yang sama dengan Jasmine yaitu mendaparkan tawaran menjadi model disana, hanya saja Ella lebih dibandingkan dengan Jasmine dan dirinya tidak peduli sama sekali. Memilih memejamkan matanya daripada memikirkan hal yang tidak tahu kedepan bagaimana, mereka sampai tidak lama kemudian dan langsung keluar dari pesawat. Langkah mereka terhenti untuk mengambil barang, mencari orang yang menjemput mereka dan tidak lama menemukannya dimana membawa mereka ke salah satu apartemen.

“Fasilitasnya keren.” Jasmine membenarkan perkataan Ella “Ponsel selama disini.”

Menatap ponsel yang diberikan membuat dirinya tersenyum dengan segera mematikan ponselnya dan menghidupkan ponsel baru, memulai hidup tanpa adanya gangguan dari keluarga adalah pilihan pertama yang Jasmine ambil.

“Kapan kita mulai pemotretan?” Jasmine menatap Ella ingin tahu.

“Entah nanti mereka yang hubungi kita, tapi aku kok jadi mikir kita disuruh melayani pria-pria hidung belang.”

“Kontraknya kan model jadi tenang aja.” Jasmine menenangkan Ella meski dirinya juga sama dengan pemikiran Ella.

Menatap tempat tinggal mereka yang tampak besar semakin membuat Jasmine berpikir yang tidak-tidak namun segera dihilangkan pemikiran gila itu, memilih untuk istirahat daripada memikirkan apa yang ada dalam isi kepalanya.

“Jasmine, bangun!”

Membuka matanya tampak Ella dengan wajah bingungnya membuat Jasmine duduk tidak melepaskan tatapan dari Ella “Ada apa?”

“Orang agency kesini minta kita bersiap-siap.”

“Bersiap kemana?”

Ella mengangkat bahu “Kita disuruh bersiap kerena akan ada fashion show.”

Jasmine menatap tidak percaya karena baru datang pertama dan harus ikut fashion show dengan segera berdiri dan bersiap, langkah Jasmine terhenti saat melihat Ella hanya diam tanpa melakukan apapun.

“Lo nggak siap-siap?”

“Gue takut kalau ini fashion show tanpa busana.”

“Mana ada seperti itu paling kaya fashion show brand pakaian dalam ternama, udah jangan mikir yang aneh-aneh kita disini bekerja dan dibayar.”

Ella mengikuti langkah Jasmine mempersiapkan dirinya tanpa berpikir yang aneh-aneh, mereka mengikuti wanita atau pria yang tadi menjemput dan berada di apartemen. Pria yang berdandan seperti wanita itu menjelaskan apa saja pekerjaan yang harus mereka berdua lakukan nantinya, Jasmine dan Ella hanya diam mendengarkan semua yang dikatakan pria itu.

“Saya Gabriella sebagai manager kalian berdua jadi harus mengikuti jadwal yang sudah dibuat.”

“Memang banyak yang seperti kami?” Jasmine menatap penasaran.

“Tentu dan mereka memulai awal seperti kalian dan ada yang sudah menjadi model di Amerika atau menikah dengan orang kaya, hidup mereka sukses besar dan aku harap kalian juga sama. Satu lagi tidak ada yang boleh memegang badan kalian tanpa ijin dariku.” Ella dan Jasmine hanya mengangguk saat Gabriella bicara.

Mereka berdua langsung di make up oleh para stylish yang ada, tubuh mereka tanpa busana diberi parfum bahkan pada bagian bawah. Jasmine hanya diam saat mereka melakukan pekerjaannya, pakaian yang Jasmine dan Ella kenakan hanya penutup payudara dan juga bagian bawah dengan sayap dimasukkan pada lengan tangan mereka.

“Kalian adalah malaikat hari ini dan semoga berhasil.” Gabriella mengedipkan matanya setelah melihat penampilan Jasmine dan Ella “Aku rasa Jasmine akan menarik Tuan Lilo dan akan dapat uang banyak.”

“Dia memang idaman Tuan Lilo hanya saja vaginanya yang kita nggak tahu, kalau tidak memuaskan akan susah buat dia berkembang dan kamu tahu sendiri bagaimana Tuan Lilo.”

Jasmine yang mendengar pembicaraan mereka hanya bisa diam, dalam bayangannya tidak tahu seperti apa Lilo yang mereka katakan itu. Dalam benaknya hanya bisa berdoa semoga dirinya dan Ella tidak menjadi apa yang ada dalam pikirannya.

“AYO KELUAR DAN TAMPILKAN PESONA KALIAN!”

Bab 3

Melangkah keluar dengan wanita lainnya menggunakan pakaian mini, bedanya Jasmine dan Ella menggunakan sayap berbulu. Wanita lainnya sendiri berjalan dengan sangat percaya diri dengan hanya menggunakan pakaian dalam, Jasmine melakukan hal yang sama tanpa peduli sama sekali dengan sekitar.

“Kalian berdua hebat.” Gabriela mendatangi mereka dengan wajah bahagia “Kalian sudah mendapatkan pekerjaan, Jasmine lepaskan sayap itu dan ikut aku.”

Melakukan perkataan Gabriela dengan melangkah kedalam, Jasmine tidak melihat model yang lain namun tidak dipedulikan sama sekali. Langkah Jasmine dan Ella membeku saat melihat apa yang dihadapannya yaitu salah satu model dimana sedang mendesah karena jemari salah satu pria membuat mereka saling memandang.

“Kalian nggak akan begitu.”

Gabriela mengajak mereka ke ruangan lain dimana sudah siap seakan menunggu kedatangan mereka berdua, melakukan pemotretan wajar tidak seperti apa yang mereka lihat hanya saja mereka berdua harus telanjang saat di foto. Melakukan berbagai gaya saat telanjang memberikan sensasi berbeda pada Jasmine, dalam bayangannya seketika membayangkan apa yang dilihatnya tadi.

“Basah.”

Jasmine terkejut saat jemari pria yang dihadapannya berada di bibir vaginanya, saat mundur pria itu memegang Jasmine. Menatap sekitar yang sudah tanpa adanya orang membuat Jasmine semakin bingung, pria dihadapannya menarik jemari dengan memperlihatkan cairannya yang langsung dijilat membuat Jasmine menutup matanya.

“Kamu sangat mempesona beda dengan teman kamu itu.” Jasmine terdiam dengan tubuh telanjangnya “Payudara dan puting yang sempurna ditambah cairan yang sangat manis.” Pria itu memutari Jasmine membuatnya membeku “Kakak pasti suka ini.”

“Kakak?”

“Xavier salah satu pemilik tempat ini dan kakak aku Lilo berada di Texas untuk mengurus peternakan jadi kamu akan kita bawa kesana.”

“Bagaimana dengan temanku?”

“Aku akan memakainya tenang saja.”

“Pakai?” Xavier mengangguk “Maksudnya melakukan hubungan.”

“Pintar tapi aku akan menjamin hidupnya disini jadi tenang saja.”

“Kenapa bukan kakak kamu yang disini? Lalu aku melakukan apa buat dia?”

“Melahirkan keturunan dia dan kenapa tidak datang kemari? Dia datang dan melihat kalian semua sampai kamu berada disini karena dia yang memilih.”

“Kenapa bukan dia yang menemui aku malah kamu?”

“Belum waktunya, tapi karena kamu sudah berada disini maka aku akan tetap memotret dirimu untuk jadi model.”

“Model telanjang?”

Xavier tersenyum “Bukan model biasa dan kamu hanya telanjang depan aku dan kakak aku.”

“Kenapa kamu juga?” Xavier terdiam “Kenapa nggak cari wanita yang mencintai atau dicintai?”

“Saya tidak ada waktu untuk itu dan kamu hanya sebagai pemuas saat saya butuh, apabila kamu hamil saya akan tanggung jawab dengan menikahi kamu.”

Jasmine menatap sumber suara dan seketika menelan saliva kasar dimana pria dihadapannya kali ini berbeda, kulit hitamnya yang mengkilat lalu bibir tebalnya seketika membuat Jasmine basah. Langkah pria semakin mendekat sehingga dapat terlihat bagaimana bentuk tubuh dan dadanya, tangan pria meremas payudara Jasmine dengan lembut membuatnya mengeluarkan desahan. Menundukkan kepala dengan mencium bibirnya lembut, bibir tebal yang membuat Jasmine rerlena dalam ciuman ditambah tangan besar dari pria tersebut telah masuk kedalam vaginanya membuat dirinya mengeluarkan desahan dalam ciuman mereka.

“Liar kamu sangat liar dan saya suka.” Pria itu melangkah menjauh mendekati Xavier “Lilo itu nama saya dan panggil nama itu saat kita melakukan kegiatan panas.”

Jasmine menatap punggung Lilo yang telah menjauh seketika jemarinya meraba vaginanya yang basah, membuat dirinya menginginkan lebih dari Lilo hanya saja tidak ingin mengatakannya.

“Kalau mau melakukan mobilnya ada di parkiran sebelum kembali ke Texas.”

Jasmine segera keluar tanpa peduli dengan tubuhnya yang tanpa busana melangkah ke tempat parkir dimana Lilo berada, langkahnya terhenti saat melihat Lilo akan masuk kedalam dengan segera Jasmine berlari agar tidak tertinggal.

“Apa yang kamu lakukan?” menatap Jasmine tanpa busana “Masuklah.”

Masuk kedalam mobil di kursi belakang dengan segera Lilo menutup penghubung dengan sopir membuat Jasmine bingung melakukan apa saat ini, bersama Doni dirinya belajar banyak hal tapi tidak dengan merendahkan diri pada orang yang baru dikenalnya.

“Sentuh aku sekarang karena aku menginginkanmu.”

“Apapun?” terdiam dengan menatap mata Lilo yang meminta jawaban pasti seketika hanya mengangguk “Aku tidak akan menyentuh sebelum kita menikah dan dengan segera kita akan melakukannya.”

“Aku harus memberi kabar orang rumah kalau menikah.”

Lilo menggelengkan kepala “Kamu tidak perlu mengatakannya karena ayah kamu sudah tidak ada yang berarti bisa diwakilkan dan satu lagi harus ada dimana aku berada nantinya dan mengikuti semua keinginanku.”

“Maksudnya?”

“Kamu lihat nanti tapi sekarang kamu pikirkan mau atau tidak.”

“Aku mau tapi sekarang masuki aku.”

Lilo menggelengkan kepala dengan memberikan jaket pada Jasmine dengan memintanya keluar membuat Jasmine kecewa, menggunakan jaket Lilo sebelum keluar dari mobil.

“Pikirkan dengan sangat matang karena sekali kamu masuk dalam kehidupan aku maka semua yang berhubungan dengan keluarga kamu terputus termasuk hubungan gelapmu dengan anak dari mantan suami mama kamu.”

Jasmine membeku menatap Lilo penuh selidik “Bagaimana kamu tahu? Padahal selama ini kita bermain bersih.”

Lilo tersenyum mendengar perkataan dari Jasmine “Aku mengetahui semua tentang kamu termasuk mama kamu menikahi ayah mertuanya dan menghasilkan kakak kamu saat menikah dengan sang anak.”

Jasmine menutup mulutnya mengenai Lilo yang mengetahui rahasia keluarga bahkan hal terkecil sekalipun, rahasia yang tidak diketahui orang lain kecuali keluarga dan Lilo tahu semuanya.

“Mama kamu seperti mamaku yang bisa memuaskan pasangannya, aku memiliki dua ayah yang selalu bisa memuaskan mamaku setiap saat.”

“Dua ayah?” Lilo mengangguk “Bagaimana bisa?”

“Buktinya tapi sayangnya aku nggak bisa melakukan itu.”

Jasmine sedikit bernafas lega mendengar perkataan Lilo, tidak bisa dirinya bayangkan memiliki dua pria dan seketika membayangkan hal itu terjadi yang semakin membuat Jasmine basah pada vaginanya.

“Keluar sebelum jok mobil basah karena cairan kamu.”

Jasmine memilih keluar dengan menggunakan jaket milik Lilo, tepat ketika pintu ditutup langsung meluncur keluar dari tempat parkir. Melangkah masuk kedalam dimana mendapati Ella sedang di foto Xavier, memilih duduk tidak jauh dari mereka dengan mengamati Ella yang sedang bergaya depan kamera.

“Aku senang disini ada cowok yang ngajak jalan.” Jasmine mengangkat alisnya “Orang dari Timur Tengah gitu tadi dan dia kesepian.”

“Lo mau melakukan sama dia?”

“Gue udah dikasih duit banyak dan masuk ke rekening.”

Ella menunjukkan rekeningmya yang membuat Jasmine menatap tidak percaya karena nominalnya sangat besar, mengalihkan pandangan ke Ella yang tersenyum senang saat mendapatkan uang dalam jumlah besar.

“Cek rekening kamu karena Lilo mengirim sesuatu.”

Jasmine membelalakkan matanya saat melihat nominal yang ada di rekening tidak jauh berbeda dengan Ella, mengalihkan pandangan ke arah Xavier yang tampak tidak peduli sama sekali. Jasmine belum melakukan apapun tapi sudah diberikan uang oleh Lilo bagaimana bisa semua ini terjadi.

“Bukti bahwa dia serius mengajak menikah.”

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED