Bab 1

Pagi yg cerah . Tampak di sebuah rumah sederhana seorang wanita baru saja selesai bersiap-siap karena ini merupakan hari pertamanya bekerja. Perasaan antara senang dan bersemangat di rasakan wanita itu yg bernama Sarah Andini.

Setelah selesai bersiap-siap wanita yg bertubuh mungil itu segera keluar dari kamarnya dan menghampiri seorang wanita separuh baya yg sangat dia sayangi.

"Pagi Ma..,"

"Pagi anak mama yg cantik. Sudah siap untuk hari pertama Bekerja ?" Tanya wanita separuh baya  yg bernama Tuti merupakan Mama Sarah

"Siap Ma , mudah-mudahan Sarah bisa ya Ma ," sahut wanita itu.

"Kamu pasti bisa nak. Duduk lah Mama sudah masakin kamu nasi goreng,"

Sarah akhir duduk di meja makan dan mulai menyantap sarapan pagi nya. Wanita itu melihat Mama nya yg sedang sibuk dengan pesanan kue yg akan di antar ke warung-warung langganan .

Mama Sarah Seorang pengusaha katering dan juga membuat kue untuk di titipkan ke warung-warung. Dengan inilah mereka berdua hidup. Sarah hanya tinggal berdua dengan mamanya  sedangkan Papa sudah lama meninggal.

Selama ini sebenarnya Sarah lah yg membantu Mama, di bantu dengan dua karyawan yg bekerja dengan Mama nya. Tetapi mama nya bersikeras agar Sarah bekerja saja daripada hanya membantu dirinya di rumah. Hingga akhirnya wanita itu memutuskan untuk melamar kerja dan ternyata di terima.

Tuti mama nya Sarah menginginkan anak gadisnya lebih sering keluar rumah. Entah kenapa setelah lulus  SMA anak gadisnya itu seolah mengurungkan diri di rumah. Untung saja dia bisa membujuk anak gadisnya itu agar kursus sekretaris. Tetapi setelah kursus sekretaris selesai , Sarah kembali mengurung diri di rumah dan sibuk membantu nya . Makanya di paksa nya anaknya Sarah untuk mencari kerja dan akhirnya Sarah di terima kerja dan ini hari pertama Sarah bekerja.

Tuti hanya berharap anaknya bisa bergaul dan mempunyai teman bukan hanya bergelut dengan makanan dan kue saja. Wanita itu berharap anak nya bisa mendapatkan jodoh  di usia Sarah yg ke 25 ini , karena usia nya semakin tua dan dirinya takut meninggalkan Sarah seorang diri tanpa ada yg menemani anaknya itu.

Setelah selesai sarapan Sarah segera pamit bergegas pergi ke kantor. Demi menghemat ongkos wanita itu sengaja mengendarai motor untuk pergi ke kantor.

Sarah merupakan wanita cantik dengan tubuh mungil tetapi Sarah seakan tidak menyadari kecantikan dan kemolekan tubuh nya. Sehari-hari bahkan Sarah tidak pernah mengunakan make up.

Di usia yg 25 , Sarah malah kelihatan masih seperti remaja berusia 18 tahun daripada wanita dewasa berusia 25 tahun. Makanya terkadang ada orang yg salah mengira wanita itu masih seorang pelajar SMU daripada wanita dewasa.

    **************************

Sarah telah sampai di kantor. Dia melamar menjadi sekretaris sesuai dengan kursus yg wanita itu ambil. Dengan menggunakan pakaian sederhana , kemeja putih dan celana kain warna hitam. Rambut wanita itu di ikat ekor kuda dengan make up yg tipis tetapi sarah penuh percaya diri masuk ke kantor baru nya dan menemui HRD.

"Maaf mbak, saya mau bertemu dengan ibu Ratna bagian HRD," ucap Sarah di depan resepsionis.

"Oh, Ibu Ratna lantai 3 ," sahut resepsionis dengan ramah.

"Terimakasih," ucap Sarah sebelum melangkah menuju ke HRD di beritahukan oleh resepsionis.

Sesampainya di lantai 3 , Sarah yg bertemu dengan Ibu Ratna yg ternyata seorang wanita separuh baya dengan wajah keibuan yg terlihat ramah.

"Pagi Bu, saya Sarah,".

"Oh, iya ini hari pertama buat Sarah untuk bekerja ya. Anda akan di tempat untuk membantu pak Anton sebagai sekretaris nya," ucap Ratna menjelaskan tugasnya di perusahaan ini.

Perusahaan tempat Sarah bekerja merupakan perusahaan besar . Sarah sangat beruntung di terima di perusahaan sebesar ini padahal wanita itu belum pengalaman dalam bekerja.

"Mari saya antar menuju ke ruangan pak Anton di lantai 5," ucap Ratna mengajak Sarah keruangan bos baru nya.

"Sekretaris Pak Anton hamil jadinya mau resign karena mau melahirkan ," ucap Ratna lagi.

Rupanya Ratna merupakan wanita tipe yg suka ngobrol. Jadinya sepanjang jalan menuju ruangan pak Anton. Sarah sudah hampir mengetahui apa saja tentang perusahaan tempatnya bekerja.

"Pak Anton orangnya baik dan tidak cerewet jadi kamu tenang saja pasti betah kerja di sini,".

"Iya Bu mudah-mudahan saja," sahut Sarah pelan.

Mereka sudah berada di lantai tempat ruangan pak Anton. Di depan ruang kerja bos baru nya. Ada seorang wanita yg sedang hamil besar sibuk di depan komputer.

"Hai , Nad. Aku bawa sekretaris yg mau gantiin kamu kalau nanti cuti melahirkan," ucap Ratna langsung ketika sudah sampai di depan meja kerja Nadia sekretaris Anton bos baru Sarah.

Nadia berdiri dan bersalaman dengan Sarah. "Untunglah sudah ada kamu mengantikan posisi aku jadi aku bisa segera cuti ," ucap Nadia lega.

"Iya , tapi kamu masih harus ajarin Sarah dulu tugas-tugas kamu sebelum ambil cuti," jelas Ratna.

"Iya tentu saja,".

"Tolong bantuan nya ya Mbak," kata Sarah.

"Waduh, jangan panggil Mbak. Panggil Nadia saja,".

"Ya sudah kalau begitu saya tinggal ya Sar," ucap Ratna.

"Iya Bu , terimakasih,".

Akhirnya Sarah memulai kerjaan barunya . Hari ini di habiskan nya dengan mempelajari tugas-tugas nya sebagai sekretaris. Sarah belum bisa bertemu dengan bos baru nya karena pak Anton masih meeting dengan CEO di luar kota dan besok baru balik ke kantor. Tetapi paling tidak hari ini wanita itu sudah mulai memahami tugas-tugasnya di kantor. Dan untungnya Nadia banyak memberitahu apa saja yg harus di lakukan olehnya.

Tidak terasa  waktu yg terlewatkan oleh nya di hari pertamanya bekerja berlalu dengan cepat. Sarah cukup senang merasakan hari pertama bekerja. Wanita itu jadi bisa bertemu dengan teman baru. Bahkan ketika tadi makan di kantin , Sarah bisa merasakan enjoy dan menikmati suasana kumpul dengan rekan kerjanya yg baru. Walaupun belum mengetahui bagaimana bos baru nya tetapi Nadia menyakini bahwa pak Anton orang yg baik dan buka bos yg otoriter.

Sarah cuma berharap apa yg di katakan oleh Nadia adalah benar karena rasanya pasti tidak nyaman bekerja dengan orang yg  otoriter.

Wanita itu jadi penasaran dengan bos baru nya dari cerita Nadia yg bilang kalau Pak Anton orang nya kebapakan karena usia nya yg juga sudah di atas 50 tahun. Bahkan kabarnya cuma sekitar 2 tahun lagi Pak Anton bekerja karena beliau sudah akan pensiun.

Bab 2

Sarah sudah seminggu bekerja dan ternyata apa yg dikatakan oleh Nadia benar. Pak Anton merupakan atasan yg tidak cerewet dan baik. Bahkan Pak Anton sering bercerita tentang anak dan cucunya membuat Sarah merasa seperti mempunyai seorang Papa lagi karena sifat kebapakan Pak Anton.

Hari ini kali pertamanya Sarah ikut meeting dengan bos nya Pak Anton karena biasanya selalu Nadia yg menemani beliau tetapi karena mulai besok Nadia sudah resmi cuti buat Persiapan untuk melahirkan makanya Pak Anton menyuruh nya mempersiapkan segala bahan laporan untuk meeting dengan CEO perusahaan. Sadewa Pratama Putra, CEO perusahaan yg mempunyai nama yg sama dengan seseorang di masa lalu Sarah.

Nadia bilang CEO mereka masih lajang dan tampan sekali. Calon potensial kalau mau di jadikan calon suami. Tetapi Sarah tidak kepikiran ke sana. Sarah mempunyai masa lalu yg membuat wanita itu sampai sekarang betah sendiri dan menjaga jarak dengan lelaki.

"Sudah siap Sar ?" Tanya Pak Anton setelah keluar dari ruangan nya.

"Sudah Pak," sahut Sarah sambil mempersiapkan bahan untuk presentasi Anton di depan CEO.

"Bagus.., ayo kita segera keruangan meeting," ucap Anton melangkah menuju ke lift yg akan mengantar mereka ke ruang meeting di lantai 10.

Entah kenapa sepanjang jalan menuju ke ruang meeting perasaan Sarah tidak karuan. Jantungnya berdetak dengan kencang. Ada perasaan gugup yg di rasakan oleh wanita itu. Sarah seakan takut pergi ke ruang meeting. Wanita itu berpikir apa mungkin karena  nama CEO nya itu mirip dengan nama masa lalunya hingga seakan merasa dirinya akan bertemu kembali dengan pria itu.

"Kenapa kamu Sar?" Tanya Anton dengan bingung ketika melihat sekretaris nya kelihatan gelisah.

"Tidak apa-apa Pak," sahut Sarah.

"Kamu gugup ya ? Tanya Anton lagi.

"Iya mungkin saja Pak ," .

"Jangan gugup, biasa saja. Mungkin kata karyawan yg lain, CEO kita pak Tama orangnya tegas dan kata orang dingin seperti kulkas tetapi sebenarnya Pak Tama baik orangnya,"

"Iya Pak," sahut Sarah pelan.

Wanita itu tahu CEO mereka Sadewa Pratama Putra masih muda baru berusia 32 tahun. Pewaris perusahaan multinasional anak dari Barata Putra.

Di usia 29 tahun Pak Tama harus memegang tampuk pimpinan karena Papa nya terkena stroke. Semenjak memimpin perusahaan sudah banyak perombakan yg di lakukan oleh pria itu hingga membuat perusahaan menjadi lebih berkembang lagi.

Pria dengan posisi jabatan yg bonafid , tampan dan kaya dengan status masih lajang yg membuat Tama menjadi incaran para wanita-wanita. Tetapi rupanya pria tersebut belum tertarik untuk berumah tangga walaupun pria itu tidak pernah kesepian di setiap kesempatan selalu saja ada wanita cantik yg menemani nya.

Sarah dan Anton telah sampai di ruang meeting dan masuk ke dalam ruangan. CEO mereka belum datang tetapi Sarah mulai membereskan tugasnya agar sewaktu Anton presentasi semuanya telah siap.

"Sekretaris baru ya Pak Anton ?" Tanya seorang pria yg usianya lebih muda daripada bos Sarah.

"Iya , pengganti Nadia  karena cuti melahirkan," sahut Anton.

"Kenalkan, saya Dito bagian marketing," ucap pria tersebut sambil mengulurkan tangannya.

Sarah lalu menyambut uluran tangan pria itu dan memperkenalkan diri nya.

Sarah yg awalnya tidak nyaman dengan sikap Dito yg terkesan terlalu akrab dengannya akhirnya merasa nyaman juga mengobrol dengan pria itu. Wanita itu berpikir mungkin ini lah saat nya untuk membuka diri lagian kejadian itu sudah lama terjadi belum tentu semua pria seperti pria dari masa lalunya itu.

Pintu terbuka dan sosok CEO yg di cerita kan oleh Anton muncul dari balik pintu. Sarah yg masih tersenyum mendengar cerita Dito ikut menoleh untuk melihat bagaimana sosok CEO mereka.

Senyum di wajah Sarah langsung menghilangkan ketika mengetahui siapa CEO mereka. Warna pucat langsung menjalari wajah wanita itu. Ternyata benaran pria itu yg menjadi CEO. Pria dari masa lalunya.

"Dewa...," Ucap Sarah pelan . Wanita itu berusaha untuk menundukkan kepalanya agar wajahnya tidak terlihat oleh sang CEO.

Suara Dito yg masih bercerita tidak terdengar lagi . Sarah terlalu sibuk menahan degup jantungnya yg berdetak dengan kencang. Keringat dingin telah membasahi tubuh Sarah. Kedua tangannya mengepal dengan kencang sampai wanita itu bisa merasakan kuku yg menusuk tangannya sendiri.

"Selamat pagi semua nya, maaf saya telat karena tadi terkena macet di jalan,"  suara bariton terdengar masuk di telinga Sarah. Suara yg dulu sering berbisik di telinganya.

"Oke kita mulai meeting nya," kembali terdengar suara Tama CEO perusahaan.

"Bagaimana Pak Anton dengan laporan keuangan bulan kemarin semua sudah ada laporannya ?"

CEO itu menanyakan pertanyaan itu sambil melihat kearah laporan yg di berikan oleh sekretaris nya hingga pria itu tidak melihat betapa leganya Sarah ketika pria itu belum melihat kearahnya.

"Sudah Pak, tolong Sarah ambil laporan yg sudah di rekap kemarin," ucap Anton kepada Sarah.

CEO itu ketika mendengar ucapan Anton langsung mengangkat kepalanya dan melihat wanita yg di panggil dengan nama Sarah. Setelah tahu siapa wanita itu . CEO itu tertegun dengan wajah tegang.

"Ara," bisik Tama pelan tanpa terdengar oleh semua orang yg sedang berkumpul di ruang meeting.

Sarah dan Dewa saling bertatapan. Sarah mengalihkan pandangannya ketika Anton kembali menyuruhnya untuk mempersiapkan laporan keuangan.

Sepanjang jalan meeting, Sarah merasa tatapan mata Dewa tertuju kepadanya membuat wanita itu semakin gelisah.

"Kenapa Sar ?" Tanya Dito yg mengetahui wanita yg duduk di samping nya terlihat gelisah dengan wajah tegang.

Tangan pria itu menyentuh lengan Sarah ketika wanita itu tidak merespon pertanyaan nya.

Dewa yg melihat tindakan Dito yg menyentuh lengan Sarah langsung mengeram  emosi.

"Bagaimana dengan Pak Dito laporan penyediaan barang di gudang ?" Tanya Dewa kepada Dito dengan suara yg sedikit keras membuat semua orang yg berada di ruang meeting terkejut .

Dito yg mendengar kan pertanyaan bos besar terkejut dan mulai mempersiapkan bahan laporannya.

Sarah sangat berharap semoga meeting kali ini cepat selesai dan dirinya bisa melarikan diri. Wanita itu mengangkat kepalanya dan langsung bertatapan dengan Dewa. Pandangan mata pria itu begitu tajam menatap Sarah membuat wanita itu semakin gelisah.

Akhirnya Sarah bisa bernapas lega ketika meeting selesai, setelah 2 jam wanita itu gelisah mendapati Dewa selalu menatapnya.

Segera Sarah membereskan kertas-kertas laporan dan menyimpan nya.

"Bagus sekali laporan keuangannya nya buat bulan ini Pak Anton," ucap Dewa yg telah menghampiri Anton dan Sarah.

"Terimakasih Pak . Ini semua juga hasil kerja keras semua karyawan," sahut Anton.

"Apakah Nadia sudah cuti melahirkan?". Tanya Dewa lagi .

"Iya Pak, ini Sarah pengganti Nadia. Sarah kenalkan ini CEO kita Pak Tama," ujar Anton memperkenalkan Sarah kepada Dewa.

Sarah dengan terpaksa mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Dewa pria masa lalunya.

Desiran halus menjalari seluruh tubuh Sarah ketika tangannya di genggam Dewa dengan kuat. Pria itu seakan tidak mau melepaskan genggamannya tangan nya sehingga Sarah akhirnya menarik tangannya dengan paksa dari genggaman tangan pria itu.

Melihat tindakan Sarah membuat  Dewa tersenyum miring sambil menaikkan alisnya membuat Sarah menjadi salah tingkah.

Setelah berbincang-bincang beberapa saat, akhirnya Sarah dan Anton kembali ke kantor mereka di lantai 5.

Sepanjang hari di kantor , pikiran Sarah tidak tenang. Kepikiran dirinya ingin mengundurkan diri tetapi Sarah tidak mau mengecewakan Mama nya. Setiap telpon berbunyi Sarah menjadi gugup sendiri takut ternyata Dewa yg menelepon. Tetapi setelah sepanjang hari bekerja dengan pikiran tidak tenang. Sarah baru merasa lega ketika waktu nya akan pulang kerja.

Wanita itu juga berpikir mungkin saja Dewa sudah melupakan kisah mereka di masa lalu. Mungkin saja pria itu sudah menikah dan bahagia dan tidak mengingat lagi akan perbuatannya kepada Sarah.

Sarah merasa seharusnya dia tidak ketakutan sendiri seperti ini. Karena itu semua masa lalu yg mungkin sudah di lupakan oleh pria itu.

Setelah memikirkan semua itu membuat hati Sarah menjadi lebih tenang

Bab 3

Sarah telah berbaring nyaman di atas kasur mungilnya. Wanita itu berusaha untuk istirahat tetapi pikirannya penuh dengan kejadian di meeting tadi pagi. Selama ini Sarah berusaha untuk tidak mengingat kejadian di masa remaja . Kejadian yg membuat dirinya takut untuk memulai berkenalan dengan lelaki dan mengenal cinta.

Malam ini ketika sendirian berbaring di atas kasur . Sarah akhirnya melepaskan ingatannya dan mengingat semua kisah nya dengan Dewa .

Flashback...

Sarah dan sahabatnya Sari baru pulang dari sekolah karena ada tugas dari guru membuat Sarah akhirnya ikut ke rumah Sari untuk mengerjakan tugas tersebut bersama-sama. Sahabatnya Sari itu merupakan anak orang kaya tetapi Sarah benar-benar bersyukur mempunyai sahabat seperti Sari yg merupakan anak orang kaya tetapi mau bergaul dengan dirinya yg cuma gadis sederhana.

Baru saja kedua gadis SMU itu masuk ke dalam rumah, mereka bertemu dengan abangnya Sari dan teman-teman kuliahnya yg sedang kumpul di rumah Sari.

"Woi, dek nanti kalau ke dalam sekalian bilangin sama Mbak Sum suruh bikin minuman buat teman-teman Abang ya," suruh Ario Abangnya Sari.

"Yee.., Abang nih, Sari juga baru pulang sudah di suruh-suruh," sungut Sari cemberut. Sedangkan Sarah yg ada di samping Sari hanya berdiri diam saja. Pandangan mata gadis itu melihat teman-temannya Abang Sari. Tatapan mata Sarah bertemu dengan sepasang mata yg menatap dengan tajam hingga membuat jantung nya berdetak dengan kencang. Gadis itu langsung menunduk kan kepalanya tetapi masih saja Sarah mencuri pandang ke arah pemuda yg masih menatapnya. Pemuda itu tersenyum lebar membuat Sarah secara spontan membalas senyuman pemuda itu.

"Kamu tuh protes aja di suruh Abang," ucap Ario kepada Sari.

"Udah yuk, Sar ke kamar aku aja," ucap Sari sambil menarik lengan Sarah agar mengikuti nya ke kamar.

Sarah masih sempat menoleh dan melihat pemuda teman abangnya Sari sebelum pasrah mengikuti langkah Sari menuju ke kamar nya.

Sarah sedang menunggu angkot yg akan mengantar nya pulang ke rumah. Biasanya gadis itu ikut mobilnya Sari yg menjemput dan dia bisa stop di depan jalan menuju kerumahnya hingga membuat Sarah jadi hemat ongkos tetapi hari ini karena tadi Sari ada acara keluarga membuat Sarah memutuskan untuk pulang sendiri saja daripada merepotkan sahabatnya itu.

Sarah dari tadi celingak-celinguk mencari angkot yg akan mengantar pulang ketika tiba-tiba ada mobil mewah yg stop di depan gadis itu. Seketika Sarah langsung melangkah mundur . Pintu mobil itu terbuka dan keluarlah pemuda yg merupakan teman abangnya Sari .

"Kamu teman adiknya Ario kan ?" Tanya sosok pemuda itu.

"Iya,".

"Mau kemana?"

"Mau pulang kak,"

"Ya sudah aku antar ya ," ucap pemuda itu dengan ramah.

"Gak usah kak, saya bisa pulang sendiri," Sarah berusaha menolak ajakan teman abangnya Sari itu. Karena gadis itu belum mengenal pemuda itu.

"Kenapa kamu takut?, karena kita belum kenal ya,".

"Aku Sadewa Pratama, kamu?".

"Sarah Andini," jawab Sarah pelan.

"Nama yg cantik secantik orang nya," ucap Dewa memuji.

Mendengar ucapan Dewa membuat pipi Sarah merona malu. Gadis 17 tahun yg belum pernah dekat dengan teman cowok langsung merasakan debaran di dada nya karena di puji oleh seorang pemuda yg begitu tampan menurut nya.

"Nah , karena kita sudah berkenalan boleh lah aku antar kamu pulang," ucap Dewa.

"Tapi kak," sahut Sarah.

"Ayolah , kita buat macet jalan nih kalau kamu terus menolak," ujar Dewa.

Sarah melirik jalan yg mulai macet dan klakson dari kendaraan lain karena mobil yg di parkir sembarang oleh Dewa.

Sarah akhirnya mau di antar pulang oleh Dewa daripada semakin lama dia menolak membuat jalan semakin macet dan malah membuat keributan.

Setelah memberitahukan alamat rumahnya. Sarah hanya diam saja sepanjang perjalanan menuju ke rumah.

"Kamu biasa pendiam begini ya Ra," .

"Ra ?" Sarah bingung dengan panggilan nama yg di berikan oleh Dewa.

"Iya, nama kamu kan Sarah. Aku panggil Ara saja biar lebih dekat, gak apa-apa kan ?" ucap Dewa.

"Iya gak apa-apa kak," sahut Sarah .

"Jangan panggil kakak dong, panggil aja nama . Terserah kamu mau panggil apa. Kalau di rumah dan teman-teman ,aku di panggil Tama tapi ada juga yg memanggil Dewa," .

"Iya," sahut Sarah pelan. Jujur saja semobil dengan pemuda itu membuat Sarah merasakan jantungnya berdetak dengan kencang sampai gadis itu takut bunyi suara detak jantungnya bisa di dengar oleh Dewa.

"Bagaimana kalau kita cari makan dulu Ra?" Ucap Dewa setelah mereka terdiam cukup lama.

"Sarah tidak bisa kak, eh , maksudnya Dewa" sahut Sarah meralat perkataannya ketika melihat Dewa menatapnya dengan tajam.

"Ya sudah lain kali ya, jangan menolak," .

"Iya Wa,".

Akhirnya Dewa mengantarkan Sarah pulang kerumahnya.

Semenjak kejadian itu Sarah dan Dewa menjadi akrab. Setiap pulang sekolah Dewa selalu menjemput Sarah. Bahkan terkadang mereka sebelum pulang pergi makan dulu.

Hati Sarah begitu bahagia apalagi ketika Dewa bilang mencintainya. Walaupun mereka hanya bertemu siang hari dan hanya sebentar ketika menjemput Sarah pulang sekolah.

Gadis itu juga tidak curiga ketika Dewa tidak pernah menelponnya duluan atau mengajak nya keluar selain hanya menjemput nya dari sekolah baru mereka makan terus langsung pulang.

Sarah merasa begitu mencintai Dewa dan ketika Dewa mengajaknya keluar di hari Minggu, gadis itu begitu senang dan bahagia sampai berbohong kepada orangtuanya karena Papa Sarah tidak mengijinkan putri kesayangannya itu berkenalan dengan lelaki apalagi berpacaran.

Gadis itu sedikit terkejut ketika Dewa mengajak nya ke apartemen pemuda itu.

"Kenapa kesini Wa, katanya tadi mau nonton?" Tanya Sarah di diparkiran apartemen.

"Ini apartemen aku, kita nontonnya di apartemen aku saja ya lebih enak dan nyaman," sahut Dewa.

"Tapi...,"

"Kamu percaya kan sama aku ?".

Sarah akhirnya hanya mengangguk kepala nya dan membiarkan Dewa mengajak nya ke atas , ke apartemen pemuda itu. Dewa benaran anak orang kaya karena apartemen yg di miliki oleh pemuda itu saja apartemen mewah.

Sesampainya di depan pintu apartemen. Dewa segera menekan password apartemen dan menyuruh Sarah mengingat password agar kalau Sarah datang bisa masuk sendiri.

Dengan ragu-ragu akhirnya Sarah melangkah masuk ke apartemen pemuda yg di cintai nya itu. Setelah pintu tertutup gadis itu masih berdiri dengan canggung di depan pintu. Jujur saja dia takut karena untuk pertama kalinya dia berduaan dengan seorang lelaki.

"Ayo sayang kenapa berdiri di situ saja," ucap Dewa yg langsung merangkul pinggang Sarah membuat gadis itu tersentak kaget mendapati tangan Dewa berada di pinggang nya.

Sarah hanya nurut saja ketika Dewa mengajak untuk duduk di sofa.

"Sebentar ya aku ambil minum dulu," ucap Dewa terus berlalu menuju ke arah mini bar yg berada di apartemen itu.

Kerutan di kening Sarah terlihat ketika melihat minuman berwarna kuning yg di letakkan oleh Dewa di hadapannya . Gadis itu merasa sepertinya itu bukan air putih. Setelah Dewa memutarkan film yg ada di tv layar besar di depan mereka. Pemuda itu kembali duduk di sofa di samping Sarah.

Dengan santai Dewa merangkul bahu Sarah dan mengambil minuman yg tadi di suguhkan nya dan langsung meminumnya. Lalu pemuda itu mengambil minuman Sarah dan mengulurkan nya kepada gadis itu. Sarah mengambil minuman itu dengan ragu.

"Di minum Ra , kamu pasti haus,".

Ketika Sarah mengangkat tangannya dan mau meminum cairan kuning itu tercium aroma menyengat masuk ke penciuman nya membuat gadis itu mengurungkan niatnya untuk minum.

"Aku minta air mineral aja Wa kalau ada," ucap Sarah menyerah gelas yg di pegangnya kepada Dewa.

"Minum saja dikit Ra," bujuk Dewa.

"Gak mau , aku gak biasa minum begini , " sahut Sarah. Dewa akhirnya menuruti kemauan Sarah dan Menganti minuman Sarah.

Mereka akhirnya menonton film yg di putar oleh Dewa sebuah film romantis. Ketika adegan berciuman di film. Wajah cantik Sarah memerah malu karena risih melihat adegan itu dengan ada Dewa di samping nya.

Dewa yg melihat wajah merona Sarah terpana karena wajah malu gadis itu membuat nya semakin cantik. Tangan Dewa menyentuh dagu Sarah dan membawanya agar menoleh kearah nya. Dengan perlahan Dewa mendekati Sarah. Bibir pemuda itu semakin mendekati bibir Sarah.

Sarah terdiam dengan mata yg terbelalak ketika merasakan bibir Dewa menyentuh bibirnya.

Ciuman yg awalnya lembut lama-kelamaan menjadi lebih panas. Dewa melumat dan mengigit bibir Sarah membuat gadis itu merintih , kesempatan itu tidak di sia-siakan oleh Dewa lidahnya dengan nakal masuk kedalam mulut Sarah . Gadis itu dapat merasakan rasa minuman yg di minum oleh pemuda itu di mulut.

"Balas ciuman aku, Ra ," pinta Dewa di sela-sela ciuman mereka.

Entah karena permintaan Dewa atau Sarah yg telah terhanyut dalam hasratnya. Gadis itu sebisa mungkin membalas ciuman pemuda itu hingga membuat Dewa mengerang senang.

Dewa baru menyudahi ciumannya ketika merasa Sarah mulai kehabisan napas. Gadis muda itu sedikit terengah ketika Dewa menyudahi ciuman nya. Pemuda itu mengusap air liur yg berceceran di dagu Sarah.

"Aku mencintaimu Ra,".

"Aku juga mencintaimu Wa," sahut Sarah pelan.

Dewa tersenyum dan memeluk tubuh Sarah dengan erat. Tangan pemuda itu mulai nakal menjelajahi tubuh Sarah, meraba dan meremas bagian-bagian tubuh gadis itu yg sensitif. Sementara bibir Dewa menciumi leher jenjang Sarah memberikan ciuman basah di leher gadis itu.

Sarah seolah pasrah menerima apa saja yg di lakukan oleh Dewa. Bahkan ketika Dewa mengendong nya menuju ke kamar ,tidak ada penolakan dari gadis itu.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED